MU‟TAZILAH
    &
PENDIDIKAN
DEFINISI- DEFINISI
   Definisi Pendidikan : Kata dasar didik
                                                         Definisi Mu’tazilah : Individu atau
    berarti memelihara dan memberi latihan,
                                                          kelompok yang menjadikan al Ushul al
    ajaran, tuntunan dan pimpinan mengenai
                                                          Khamsah:
    akhlak dan kecerdasan pikiran. Pendidikan :
                                                    1. al Tauhid
    proses pengubahan sikap dan tatalaku
    seseorang atau kelompok orang atau              2. al ‘Adl

    usaha mendewasakan manusia melalui              3. al Wa’d wa al Wa’id
    upaya   pengajaran,     pelatihan,   proses,    4. al Manzilah bain al Manzilatain al Amr bi
    perbuatan dan cara mendidik.                    5. al Ma’ruf wa al Nahy ‘an al Munkar

                                                          sebagai landasan berpikir dan bertindak
   Definisi     Teologi      :    Pengetahuan
    ketuhanan (mengenai sifat sifat Allah, dasar-
    dasar kepercayaan kepada Allah dan agama
    erutama berdasarkan pada kitab-kitab suci)
AKAR SEJARAH
   Beberapa sejarawan menyatakan bahwa ruh atau benih-benih Mu‟tazilah tersemai dan
    berakar dari peristiwa Fitnah Kubro (Pembunuhan Uthman, Perang Jamal dan Perang
    Shiffin), dan kelompok Mu‟tazilah Fitnah adalah benih dan akar dari Mu‟tazilah Washil ibn
    „Atho‟.

   Thabari dalam bukunya (al Tarikh al Thabari) menulis :



   Al Hasan al Nobakhti dalam bukunya Firaq al Syi‟ah :




   Al Mulathi dalam bukunya al Tanbih wa al Radd :
ERA KEEMASAN
   Pada abad ke dua Hijiryah atau abad kedelapan Masehi barulah Mu‟tazilah

    resmi lahir sebagai mazhab pemikiran yang sistemik dan memiliki prinsip-prinsip

    dasar yang membedakannya dengan mazhab-mazhab lainnya. Prinsip-prinsip

    dasar Mu‟tazilah biasa disebut dengan al Ushul al Khamsah. Kelahiran

    Mu‟tazilah sebagai mazhab pemikiran ditandai dengan I‟tizal –nya Washil ibn

    „Atho dari gurunya,Hasan al Bashri .

   Dalam perkembangannya di abad kedua Hijriyah, Mu‟tazilah terbagi menjadi

    dua, Mu‟tazilah Bahgdad dan Mu‟tazilah Bashrah.

   Mu‟tazilah memiliki masa keemasan dalam era kepemimpinan khalifah al

    Makmun, al Mu‟tashim dan al Wathiq . Para khalifah Daulah „Abbasiyah.

   Masa kegelapan Mu‟tazilah dimulai ketika khalifah al Mutawakkil berkuasa.
ALUR GENEALOGI
  MU‟TAZILAH
   Abu Bakar, Umar dan Ali
        (         )


     Hasan dan Husein
        (           )


       Hasan al Bashri
        (          )


      Washil ibn „Atho‟
        (           )
PRINSIP-PRINSIP DASAR
MU‟TAZILAH
PRINSIP AL TAUHID
   Prinsip al Tauhid lahir dari penolakan
    terhadap kelompok al Musyabbihah dan
    al Mujassimah.

   Esensi al Tauhid adalah ke-Esa-an
    antara Zat dan Sifat Allah
PRINSIP AL „ADL
   Prinsip al „Adl lahir dari penolakan terhadap
    kelompok al Jahmiyah dan Jabbariyah.

   Prinsip al „Adl memiliki konsep-konsep
    pendukung:
     1. al Shalah wa al Ashlah ( Allah)
     2. al Hasan wa al Qubh al „Aqliyatain (Manusia)


   Esensi dari prinsip al „Adl adalah
       Allah mustahil berbuat zalim terhadap makhluk-Nya
       manusia memiliki free will / kebebasan berkehendak
        dalam perbuatannya.
PRINSIP AL WA‟D WA AL
             WA‟ID
   Prinsip al Wa‟d wa al Wa‟id lahir sebagai
    penolakan terhadap kelompok Murji‟ah

   Esensi dari prinsip ini adalah kejelasan dan
    kepastian dalam hukuman dan imbalan
    (punishment and reward) pada apa yang
    telah diperbuat manusia. Siapa yang
    berbuat baik pasti akan mendapatkan
    pahala dan siapa yang berbuat kejahatan
    pasti akan mendapatkan hukuman
PRINSIP AL MANZILAH BAIN
    AL MANZILATAIN
   Prinsip al Manzilah bain al Manzilatain lahir
    sebagai penolakan terhadap kelompok al
    Khawarij

   Esensi dari prinsip ini adalah:
     I‟tidal
     Tawassuth
PRINSIP AL AMR BI AL
MA‟RUF WA AL NAHY „AN AL
        MUNKAR
   Prinsip al Amr bi al Ma‟ruf wa al Nahy
    „an al Munkar lahir sebagai penolakan
    terhadap penguasa yang hedonis dan
    lalim saat itu.

   Esensi dari ini adalah penegakan hukum
    (Law Enforcement)
   Input : Pencari Ilmu
   Sumber : al ‘Aql
   Materi Dasar : al Ushul al Khamsa
   Materi Pengembangan : Objek-objek kajian
    al ‘Aql
   Tempat Pengajaran : Masjid dan tempat-
    tempat Halaqah Ilmiah
   Metode     Pendidikan     :   Ilqa, Jadal,
    Munaqasyah dan Tajribah
   Penerjemahan buku-buku
   Output: Ilmuwan
“ALUMNUS” PENDIDIKAN
     MU‟TAZILAH
 Ibn Sina       : Filosof dan Kedokteran
 Al Kindi       : Filosof dan Kedokteran
 Al Farabi      : Filosof dan Ahli Tatanegara
 Al Khawarizm   : Matematika
 Ibn Rushd      : Ilmu Hukum
 Ibn Haitham    : Bashariyat (Optik)
 Al Jabir       : Matematika
 Ibn Khaldun    : Sosiolog
 Ibn Hayyan     : Kimia
 Al Razi        : Kedokteran
POTRET PROBLEMATIKA
       INDONESIA
Ranah Ekonomi : Sektor riil dan sektor
  keuangan dikuasai oleh asing dan
  segelintir orang, angka pengangguran
  yang tinggi dll….
Ranah Sosial : al Akhlak al Karimah belum
  menjadi karakter bangsa dll……
Ranah Hankam : batas wilayah yang
  dicaplok negara lain dll…..
Ranah Politik : Politik kelompok dan
  golongan dll……….
POTRET PENDIDIKAN
      PONDOK PESANTREN
Ranah Ekonomi: belum ada kurikulum tentang ekonomi
   kekinian

Ranah Sosial : Belum ada kurikulum tentang ilmu Sosiologi

Ranah Politik : Belum ada kurikulum tentang ilmu Politik

Ranah Hankam :Belum ada kurikulum tentang ilmu Intelejen
   dan Belanegara

Ranah Ilmu “Agama” : Hanya mempelajari satu warna dari
   spektrum warna ilmu-ilmu Agama.
SOLUSI
Ranah Ekonomi: Pendidikan tentang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional

Ranah Sosial : Pendidikan ilmu Sosiologi

Ranah Politik : Pendidikan ilmu Politik

Ranah Hankam : Pendidikan ilmu Intelejen dan Belanegara

Ranah Ilmu “Agama” : Pendidikan spektrum warna ilmu-ilmu Agama :

1.    Perbandingan mazhab Fiqh

2.    Perbandingan agama

3.    Ilmu Kalam / Teologi

4.    Sejarah

5.    Dll…..
1.   Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun
     1999.

2.



3.

4.

5.



6.

7.

8.

Pendidikan mu'tazilah

  • 1.
    MU‟TAZILAH & PENDIDIKAN
  • 2.
    DEFINISI- DEFINISI  Definisi Pendidikan : Kata dasar didik  Definisi Mu’tazilah : Individu atau berarti memelihara dan memberi latihan, kelompok yang menjadikan al Ushul al ajaran, tuntunan dan pimpinan mengenai Khamsah: akhlak dan kecerdasan pikiran. Pendidikan : 1. al Tauhid proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang atau 2. al ‘Adl usaha mendewasakan manusia melalui 3. al Wa’d wa al Wa’id upaya pengajaran, pelatihan, proses, 4. al Manzilah bain al Manzilatain al Amr bi perbuatan dan cara mendidik. 5. al Ma’ruf wa al Nahy ‘an al Munkar sebagai landasan berpikir dan bertindak  Definisi Teologi : Pengetahuan ketuhanan (mengenai sifat sifat Allah, dasar- dasar kepercayaan kepada Allah dan agama erutama berdasarkan pada kitab-kitab suci)
  • 3.
    AKAR SEJARAH  Beberapa sejarawan menyatakan bahwa ruh atau benih-benih Mu‟tazilah tersemai dan berakar dari peristiwa Fitnah Kubro (Pembunuhan Uthman, Perang Jamal dan Perang Shiffin), dan kelompok Mu‟tazilah Fitnah adalah benih dan akar dari Mu‟tazilah Washil ibn „Atho‟.  Thabari dalam bukunya (al Tarikh al Thabari) menulis :  Al Hasan al Nobakhti dalam bukunya Firaq al Syi‟ah :  Al Mulathi dalam bukunya al Tanbih wa al Radd :
  • 4.
    ERA KEEMASAN  Pada abad ke dua Hijiryah atau abad kedelapan Masehi barulah Mu‟tazilah resmi lahir sebagai mazhab pemikiran yang sistemik dan memiliki prinsip-prinsip dasar yang membedakannya dengan mazhab-mazhab lainnya. Prinsip-prinsip dasar Mu‟tazilah biasa disebut dengan al Ushul al Khamsah. Kelahiran Mu‟tazilah sebagai mazhab pemikiran ditandai dengan I‟tizal –nya Washil ibn „Atho dari gurunya,Hasan al Bashri .  Dalam perkembangannya di abad kedua Hijriyah, Mu‟tazilah terbagi menjadi dua, Mu‟tazilah Bahgdad dan Mu‟tazilah Bashrah.  Mu‟tazilah memiliki masa keemasan dalam era kepemimpinan khalifah al Makmun, al Mu‟tashim dan al Wathiq . Para khalifah Daulah „Abbasiyah.  Masa kegelapan Mu‟tazilah dimulai ketika khalifah al Mutawakkil berkuasa.
  • 5.
    ALUR GENEALOGI MU‟TAZILAH Abu Bakar, Umar dan Ali ( ) Hasan dan Husein ( ) Hasan al Bashri ( ) Washil ibn „Atho‟ ( )
  • 6.
  • 7.
    PRINSIP AL TAUHID  Prinsip al Tauhid lahir dari penolakan terhadap kelompok al Musyabbihah dan al Mujassimah.  Esensi al Tauhid adalah ke-Esa-an antara Zat dan Sifat Allah
  • 8.
    PRINSIP AL „ADL  Prinsip al „Adl lahir dari penolakan terhadap kelompok al Jahmiyah dan Jabbariyah.  Prinsip al „Adl memiliki konsep-konsep pendukung:  1. al Shalah wa al Ashlah ( Allah)  2. al Hasan wa al Qubh al „Aqliyatain (Manusia)  Esensi dari prinsip al „Adl adalah  Allah mustahil berbuat zalim terhadap makhluk-Nya  manusia memiliki free will / kebebasan berkehendak dalam perbuatannya.
  • 9.
    PRINSIP AL WA‟DWA AL WA‟ID  Prinsip al Wa‟d wa al Wa‟id lahir sebagai penolakan terhadap kelompok Murji‟ah  Esensi dari prinsip ini adalah kejelasan dan kepastian dalam hukuman dan imbalan (punishment and reward) pada apa yang telah diperbuat manusia. Siapa yang berbuat baik pasti akan mendapatkan pahala dan siapa yang berbuat kejahatan pasti akan mendapatkan hukuman
  • 10.
    PRINSIP AL MANZILAHBAIN AL MANZILATAIN  Prinsip al Manzilah bain al Manzilatain lahir sebagai penolakan terhadap kelompok al Khawarij  Esensi dari prinsip ini adalah:  I‟tidal  Tawassuth
  • 11.
    PRINSIP AL AMRBI AL MA‟RUF WA AL NAHY „AN AL MUNKAR  Prinsip al Amr bi al Ma‟ruf wa al Nahy „an al Munkar lahir sebagai penolakan terhadap penguasa yang hedonis dan lalim saat itu.  Esensi dari ini adalah penegakan hukum (Law Enforcement)
  • 12.
    Input : Pencari Ilmu  Sumber : al ‘Aql  Materi Dasar : al Ushul al Khamsa  Materi Pengembangan : Objek-objek kajian al ‘Aql  Tempat Pengajaran : Masjid dan tempat- tempat Halaqah Ilmiah  Metode Pendidikan : Ilqa, Jadal, Munaqasyah dan Tajribah  Penerjemahan buku-buku  Output: Ilmuwan
  • 14.
    “ALUMNUS” PENDIDIKAN MU‟TAZILAH  Ibn Sina : Filosof dan Kedokteran  Al Kindi : Filosof dan Kedokteran  Al Farabi : Filosof dan Ahli Tatanegara  Al Khawarizm : Matematika  Ibn Rushd : Ilmu Hukum  Ibn Haitham : Bashariyat (Optik)  Al Jabir : Matematika  Ibn Khaldun : Sosiolog  Ibn Hayyan : Kimia  Al Razi : Kedokteran
  • 15.
    POTRET PROBLEMATIKA INDONESIA Ranah Ekonomi : Sektor riil dan sektor keuangan dikuasai oleh asing dan segelintir orang, angka pengangguran yang tinggi dll…. Ranah Sosial : al Akhlak al Karimah belum menjadi karakter bangsa dll…… Ranah Hankam : batas wilayah yang dicaplok negara lain dll….. Ranah Politik : Politik kelompok dan golongan dll……….
  • 16.
    POTRET PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN Ranah Ekonomi: belum ada kurikulum tentang ekonomi kekinian Ranah Sosial : Belum ada kurikulum tentang ilmu Sosiologi Ranah Politik : Belum ada kurikulum tentang ilmu Politik Ranah Hankam :Belum ada kurikulum tentang ilmu Intelejen dan Belanegara Ranah Ilmu “Agama” : Hanya mempelajari satu warna dari spektrum warna ilmu-ilmu Agama.
  • 17.
    SOLUSI Ranah Ekonomi: Pendidikantentang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional Ranah Sosial : Pendidikan ilmu Sosiologi Ranah Politik : Pendidikan ilmu Politik Ranah Hankam : Pendidikan ilmu Intelejen dan Belanegara Ranah Ilmu “Agama” : Pendidikan spektrum warna ilmu-ilmu Agama : 1. Perbandingan mazhab Fiqh 2. Perbandingan agama 3. Ilmu Kalam / Teologi 4. Sejarah 5. Dll…..
  • 18.
    1. Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1999. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.