Dokumen ini mengkaji kelemahan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak mampu membentuk karakter bangsa, dengan fokus pada rendahnya kualitas pendidikan yang diukur dari aspek kognitif tanpa memperhatikan nilai afektif dan psikomotorik. Implementasi kebijakan pendidikan juga dinilai tidak sesuai harapan, mengarah pada penekanan pada hasil akademis dibandingkan dengan pengembangan karakter. Untuk mengatasi masalah ini, dokumen ini merekomendasikan peningkatan peran orangtua, komunikasi antar pihak terkait, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pendidikan yang beriman dan berkualitas.