PENDEKATAN KONSELING
BEHAVIORISTIK
Anggota :
1. Anisah (1114500069)
2. Tifana Maheswary P.S (1114500060)
3. Indra Yudha Wijaya (1114500084)
Dosen : Pramana Adiwiguna M.Pd
A. Landasan Historis konsep Behavioristik
1. Berfokus pada tingkah laku yang tampak dan
spesifik.
2. Memerlukan kecermatan dalam perumusan
tujuan konseling.
3. Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik
sesuai dengan masalah klien.
4. Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik
sesuai dengan masalah klien.
B. Hakekat Manusia Menurut Pendekatan
Behavioristik
1. Tingkah laku manusia diperoleh dari belajar
2. Kepribadian manusia berkembang bersama-sama
dengan interaksinya dengan lingkungannya
3. Setiap orang lahir dengan membawa kebutuhan bawaan,
4. Manusia bukanlah hasil dari conditioning sosial/kultural
mereka
5. Manusia tidak lahir baik atau jahat tetapi netral
6. Manusia mempunyai tugas untuk berkembang
C. Hakekat Konseling Behavioristik
Menurut Behavioral adalah proses membantu orang
dalam situasi kelompok belajar bagaimana menyelesaikan
masalah-masalah interpersonal, emosional, dan
pengambilan keputusan dalam mengontrol kehidupan
mereka sendiri untuk mempelajari tingkah laku baru yang
sesuai.
D. Tujuan Konseling Behavioristik
1. Menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses belajar
2. Penghapusan hasil belajar yang tidak adaptif
3. Memberi pengalaman belajar yang adaptif namun belum dipelajari
4. Membantu konseli membuang respon-respon yang lama yang
merusak diri atau maladaptif dan mempelajari respon-respon yang
baru yang lebih sehat dan sesuai (adjustive).
5. Konseli belajar perilaku baru dan mengeliminasi perilaku yang
maladaptive, memperkuat serta mempertahankan perilaku yang
diinginkan.
6. Penetapan tujuan dan tingkah laku serta upaya pencapaian sasaran
dilakukan bersama antara konseli dan konselor.
E. Karakteristik Behavioristik
1. Karakteristik konseling
2. Karakteristik konselor
3. Karekteristik Konseli
F. Peran dan Fungsi Konselor Behavioristik
G. Hubungan Konselor dengan Konseli dalam Pendekatan
Behavioristik
H. Hubungan Konselor dengan Konseli dalam Pendekatan
Behavioristik
1.Assesment
2. Goal setting
3. Technique implementation
4. Evaluation termination
5. Feedback
I. Teknik-teknik Konseling Behavioristik
1. Desensitisasi Sistematis
2. Terapi Impulsif
3. Latihan Perilaku Asertif
4. Pengkondisian Aversi
5. Pembentukan Perilaku Model
6. Kontrak Perilaku.
J. Kelebihan dan Keterbatasan Konseling Behavioristik
K. Asumsi Perilaku Bermasalah Behavioristik
L. Ciri Khusus Konseling Behavioristik
Ada pertanyaan?
Simpulan
Behavioral adalah proses membantu orang dalam situasi
kelompok belajar bagaimana menyelesaikan masalah-
masalah interpersonal, emosional, dan pengambilan
keputusan dalam mengontrol kehidupan mereka sendiri untuk
mempelajari tingkah laku baru yang sesuai,serta
mengilangkan sifat maladaptif dan mempertahankan sifat
yang kita inginkan dalam waktu lama

Pendekatan konseling behavioristik

  • 1.
    PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK Anggota : 1.Anisah (1114500069) 2. Tifana Maheswary P.S (1114500060) 3. Indra Yudha Wijaya (1114500084) Dosen : Pramana Adiwiguna M.Pd
  • 2.
    A. Landasan Historiskonsep Behavioristik 1. Berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. 2. Memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. 3. Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien. 4. Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien.
  • 3.
    B. Hakekat ManusiaMenurut Pendekatan Behavioristik 1. Tingkah laku manusia diperoleh dari belajar 2. Kepribadian manusia berkembang bersama-sama dengan interaksinya dengan lingkungannya 3. Setiap orang lahir dengan membawa kebutuhan bawaan, 4. Manusia bukanlah hasil dari conditioning sosial/kultural mereka 5. Manusia tidak lahir baik atau jahat tetapi netral 6. Manusia mempunyai tugas untuk berkembang
  • 4.
    C. Hakekat KonselingBehavioristik Menurut Behavioral adalah proses membantu orang dalam situasi kelompok belajar bagaimana menyelesaikan masalah-masalah interpersonal, emosional, dan pengambilan keputusan dalam mengontrol kehidupan mereka sendiri untuk mempelajari tingkah laku baru yang sesuai.
  • 5.
    D. Tujuan KonselingBehavioristik 1. Menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses belajar 2. Penghapusan hasil belajar yang tidak adaptif 3. Memberi pengalaman belajar yang adaptif namun belum dipelajari 4. Membantu konseli membuang respon-respon yang lama yang merusak diri atau maladaptif dan mempelajari respon-respon yang baru yang lebih sehat dan sesuai (adjustive). 5. Konseli belajar perilaku baru dan mengeliminasi perilaku yang maladaptive, memperkuat serta mempertahankan perilaku yang diinginkan. 6. Penetapan tujuan dan tingkah laku serta upaya pencapaian sasaran dilakukan bersama antara konseli dan konselor.
  • 6.
    E. Karakteristik Behavioristik 1.Karakteristik konseling 2. Karakteristik konselor 3. Karekteristik Konseli
  • 7.
    F. Peran danFungsi Konselor Behavioristik G. Hubungan Konselor dengan Konseli dalam Pendekatan Behavioristik H. Hubungan Konselor dengan Konseli dalam Pendekatan Behavioristik 1.Assesment 2. Goal setting 3. Technique implementation 4. Evaluation termination 5. Feedback
  • 8.
    I. Teknik-teknik KonselingBehavioristik 1. Desensitisasi Sistematis 2. Terapi Impulsif 3. Latihan Perilaku Asertif 4. Pengkondisian Aversi 5. Pembentukan Perilaku Model 6. Kontrak Perilaku.
  • 9.
    J. Kelebihan danKeterbatasan Konseling Behavioristik K. Asumsi Perilaku Bermasalah Behavioristik L. Ciri Khusus Konseling Behavioristik
  • 10.
  • 11.
    Simpulan Behavioral adalah prosesmembantu orang dalam situasi kelompok belajar bagaimana menyelesaikan masalah- masalah interpersonal, emosional, dan pengambilan keputusan dalam mengontrol kehidupan mereka sendiri untuk mempelajari tingkah laku baru yang sesuai,serta mengilangkan sifat maladaptif dan mempertahankan sifat yang kita inginkan dalam waktu lama