PEMBELAJARAN
TERDIFERENSIASI
AGUNG SUPRIHATIN
WIDYAISWARA BBPPMPV BOE MALANG
02
01 03
Pentingnya mengetahui
kebutuhan belajar dan
lingkungan yang
memfasilitasi seluruh
individu di sekolah agar
dapat meningkatkan
kompetensinya secara
aman dan nyaman
Pembelajaran
terdiferensiasi untuk
mengakomodasi
kebutuhan belajar
murid yang berbeda
Strategi pembelajaran
terdiferensiasi:
diferensiasi konten,
diferensiasi proses, dan
diferensiasi produk
PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI?
1 Profil Belajar murid
2 Kesiapan belajar murid
3 Minat murid
KEBUTUHAN
BELAJAR MURID
Carol Ann Tomlinson
How to Differentiate Instruction in Mixed Ability
Classroom
1 Bersifat mendasar-transformatif
2 Konkret-Abstrak
3 Sederhana-Kompleks
4 Terstruktur-Terbuka
5 Tergantung-Mandiri
6 Lambat-Cepat
KESIAPAN
BELAJAR
MURID
KESIAPAN BELAJAR
Adaptasi dari “The Equalizer” (Tomlinson 2001: 47)
MINAT BELAJAR
Situasional
Tergantung pada situasi/cara seorang guru
menyampaikan sesuatu
Individu
Tertarik belajar karena materi/media sesuai
dengan minatnya
AREA MINAT
MENARIK MINAT BELAJAR MURID
❑ menciptakan situasi pembelajaran yang
menarik perhatian murid (misalnya
dengan humor, menciptakan kejutan-
kejutan)
❑ menciptakan konteks pembelajaran yang
dikaitkan dengan minat individu murid
❑ mengkomunikasikan nilai manfaat dari
apa yang dipelajari murid
❑ menciptakan kesempatan-kesempatan
belajar di mana murid dapat
memecahkan persoalan (problem-based
1 Preferensi terhadap lingkungan
2 Preferensi Gaya belajar
3 Pengaruh Budaya
4 Kecerdasan Majemuk
PROFIL BELAJAR
AUDITORI (Belajar dengan
mendengarkan)
VISUAL (Belajar dengan melihat)
KINESTETIK (Belajar sambil
melakukan)
GAYA BELAJAR
KECERDASAN MAJEMUK
1. Verbal Linguistik
2. Logis Matematis
3. Visual-spasial
4. Musik
5. Kinestetik
6. Interpersonal
7. Intrapersonal
8. Naturalis
9. Spiritual-eksistensial
Howard Gardner:
Frame of mind : The Theory of Multiple Intelligence. 1983, 1998
STRATEGI PEMBELAJARAN
TERDIFERENSIASI
02
01 03
PROSES
KONTEN
PRODUK
PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI
DIFERENSIASI PROSES
• Bervariasi PROSES-nya dalam memahami materi
• Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi
sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan
bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta
didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang
dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang
(review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan
beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang
sangat mahir.
DIFERENSIASI KONTEN
• Bervariasi KONTEN-nya
• Aktivitas bisa sama dengan konten yang berbeda.
Contoh: Bercerita tentang tema yang dibahas
dengan konten yang berbeda.
• Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan
dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait
materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat
mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta
didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan
pengayaan.
DIFERENSIASI PRODUK
• Bervariasi PRODUK-nya
• Memperhatikan minat dan kecerdasan majemuk murid.
• Contoh: Membuat karya tentang alat transportasi. Murid bisa
membuat karya sesuai minatnya seperti puisi, lagu, prakarya
memanfaatkan bahan bekas pakai, menulis cerita tentang alat
transportasi, dll
• Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang
dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan
bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten
inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat
membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah
sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat
sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks.
PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI
• Berpusat pada murid
• Bersifat proaktif
• Lebih memperhatikan kualitas
• Menggunakan pembelajaran yang bervariasi
• Bersifat dinamis
• Menjadi rujukan untuk asesmen formatif awal (asesmen diagnostik)
• Perspektif penilaian: Assessment for learning, Assessment of
learning, Assessment as learning
PERSPEKTIF PENILAIAN
1. Assessment for learning - Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses
pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan
proses belajar mengajar. Berfungsi sebagai penilaian formatif. Sering disebut
sebagai penilaian yang berkelanjutan (ongoing assessment)
2. Assessment of learning - Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran
selesai. Berfungsi sebagai penilaian sumatif
3. Assessment as learning - Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-
murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Penilaian ini juga dapat
berfungsi sebagai penilaian formatif.
Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya keterpaduan
pembelajaran dengan asesmen, terutama asesmen formatif,
sebagai suatu siklus belajar. Prinsip Pembelajaran dan
Asesmen mengindikasikan pentingnya pengembangan
strategi pembelajaran sesuai dengan tahap capaian belajar
peserta didik atau yangdikenal juga dengan istilah teaching at
the right level (TaRL).
ALTERNATIF 1
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta
didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok
menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru
yang sama atau disertai guru pendamping/asisten. Selain itu, satuan
pendidikan juga menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk
peserta didik yang belum siap untuk belajar sesuai dengan fase di
kelasnya.
ALTERNATIF 2
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta
didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok
menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru
yang sama atau disertai guru pendamping/asisten.
ALTERNATIF 3
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, pendidik
mengajar seluruh peserta didik di kelasnya sesuai dengan hasil asesmen
tersebut. Untuk sebagian kecil peserta didik yang belum siap, pendidik
memberikan pendampingan setelah jam pelajaran berakhir
YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGELOMPOKAN
• Pengelompokan berdasarkan kemampuan berubah sesuai dengan
kompetensi yang menjadi kekuatan peserta didik, tidak permanen
sepanjang tahun atau semester, dan tidak berlaku di semua mata
pelajaran. Misalnya, di mata pelajaran bahasa Indonesia peserta
didik A tergabung dalam kelompok yang masih butuh bimbingan,
tetapi pada pelajaran IPA peserta didik A tergabung dalam kelompok
yang sudah mahir.
YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGELOMPOKAN
• Bagi peserta didik yang sudah mahir perlu dipikirkan bentuk-bentuk
tantangan yang lebih beragam, menjadi tutor sebaya bisa menjadi
salah satu opsi, namun perlu dipikirkan bahwa tidak semua siswa
memiliki kompetensi mengajar dan tanggung jawab memfasilitasi
tetap sepenuhnya ada di pendidik
YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGELOMPOKAN
• Perlu ada peran-peran beragam yang bisa dipilih oleh peserta didik
untuk memperkaya atau mendalami kompetensi yang dibangun.
Misalnya, di awal tahun ajaran pendidik mengajak peserta didik
berdiskusi mengenai peran-peran apa yang dibutuhkan, setiap peran
bisa diambil oleh peserta didik secara bergantian.
Pembelajaran Terdiferensiasi

Pembelajaran Terdiferensiasi

  • 1.
  • 2.
    02 01 03 Pentingnya mengetahui kebutuhanbelajar dan lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensinya secara aman dan nyaman Pembelajaran terdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang berbeda Strategi pembelajaran terdiferensiasi: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI?
  • 3.
    1 Profil Belajarmurid 2 Kesiapan belajar murid 3 Minat murid KEBUTUHAN BELAJAR MURID Carol Ann Tomlinson How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom
  • 4.
    1 Bersifat mendasar-transformatif 2Konkret-Abstrak 3 Sederhana-Kompleks 4 Terstruktur-Terbuka 5 Tergantung-Mandiri 6 Lambat-Cepat KESIAPAN BELAJAR MURID
  • 5.
    KESIAPAN BELAJAR Adaptasi dari“The Equalizer” (Tomlinson 2001: 47)
  • 6.
    MINAT BELAJAR Situasional Tergantung padasituasi/cara seorang guru menyampaikan sesuatu Individu Tertarik belajar karena materi/media sesuai dengan minatnya
  • 7.
  • 8.
    MENARIK MINAT BELAJARMURID ❑ menciptakan situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan humor, menciptakan kejutan- kejutan) ❑ menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid ❑ mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang dipelajari murid ❑ menciptakan kesempatan-kesempatan belajar di mana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based
  • 9.
    1 Preferensi terhadaplingkungan 2 Preferensi Gaya belajar 3 Pengaruh Budaya 4 Kecerdasan Majemuk PROFIL BELAJAR
  • 10.
    AUDITORI (Belajar dengan mendengarkan) VISUAL(Belajar dengan melihat) KINESTETIK (Belajar sambil melakukan) GAYA BELAJAR
  • 11.
    KECERDASAN MAJEMUK 1. VerbalLinguistik 2. Logis Matematis 3. Visual-spasial 4. Musik 5. Kinestetik 6. Interpersonal 7. Intrapersonal 8. Naturalis 9. Spiritual-eksistensial Howard Gardner: Frame of mind : The Theory of Multiple Intelligence. 1983, 1998
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    DIFERENSIASI PROSES • BervariasiPROSES-nya dalam memahami materi • Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.
  • 15.
    DIFERENSIASI KONTEN • BervariasiKONTEN-nya • Aktivitas bisa sama dengan konten yang berbeda. Contoh: Bercerita tentang tema yang dibahas dengan konten yang berbeda. • Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan.
  • 16.
    DIFERENSIASI PRODUK • BervariasiPRODUK-nya • Memperhatikan minat dan kecerdasan majemuk murid. • Contoh: Membuat karya tentang alat transportasi. Murid bisa membuat karya sesuai minatnya seperti puisi, lagu, prakarya memanfaatkan bahan bekas pakai, menulis cerita tentang alat transportasi, dll • Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks.
  • 17.
    PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI • Berpusatpada murid • Bersifat proaktif • Lebih memperhatikan kualitas • Menggunakan pembelajaran yang bervariasi • Bersifat dinamis • Menjadi rujukan untuk asesmen formatif awal (asesmen diagnostik) • Perspektif penilaian: Assessment for learning, Assessment of learning, Assessment as learning
  • 18.
    PERSPEKTIF PENILAIAN 1. Assessmentfor learning - Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Berfungsi sebagai penilaian formatif. Sering disebut sebagai penilaian yang berkelanjutan (ongoing assessment) 2. Assessment of learning - Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Berfungsi sebagai penilaian sumatif 3. Assessment as learning - Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid- murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Penilaian ini juga dapat berfungsi sebagai penilaian formatif.
  • 19.
    Kurikulum Merdeka menekankanpentingnya keterpaduan pembelajaran dengan asesmen, terutama asesmen formatif, sebagai suatu siklus belajar. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen mengindikasikan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran sesuai dengan tahap capaian belajar peserta didik atau yangdikenal juga dengan istilah teaching at the right level (TaRL).
  • 20.
    ALTERNATIF 1 Berdasarkan asesmenyang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten. Selain itu, satuan pendidikan juga menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk peserta didik yang belum siap untuk belajar sesuai dengan fase di kelasnya.
  • 21.
    ALTERNATIF 2 Berdasarkan asesmenyang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten.
  • 22.
    ALTERNATIF 3 Berdasarkan asesmenyang dilakukan di awal pembelajaran, pendidik mengajar seluruh peserta didik di kelasnya sesuai dengan hasil asesmen tersebut. Untuk sebagian kecil peserta didik yang belum siap, pendidik memberikan pendampingan setelah jam pelajaran berakhir
  • 23.
    YANG PERLU DIPERHATIKANDALAM PENGELOMPOKAN • Pengelompokan berdasarkan kemampuan berubah sesuai dengan kompetensi yang menjadi kekuatan peserta didik, tidak permanen sepanjang tahun atau semester, dan tidak berlaku di semua mata pelajaran. Misalnya, di mata pelajaran bahasa Indonesia peserta didik A tergabung dalam kelompok yang masih butuh bimbingan, tetapi pada pelajaran IPA peserta didik A tergabung dalam kelompok yang sudah mahir.
  • 24.
    YANG PERLU DIPERHATIKANDALAM PENGELOMPOKAN • Bagi peserta didik yang sudah mahir perlu dipikirkan bentuk-bentuk tantangan yang lebih beragam, menjadi tutor sebaya bisa menjadi salah satu opsi, namun perlu dipikirkan bahwa tidak semua siswa memiliki kompetensi mengajar dan tanggung jawab memfasilitasi tetap sepenuhnya ada di pendidik
  • 25.
    YANG PERLU DIPERHATIKANDALAM PENGELOMPOKAN • Perlu ada peran-peran beragam yang bisa dipilih oleh peserta didik untuk memperkaya atau mendalami kompetensi yang dibangun. Misalnya, di awal tahun ajaran pendidik mengajak peserta didik berdiskusi mengenai peran-peran apa yang dibutuhkan, setiap peran bisa diambil oleh peserta didik secara bergantian.