Peningkatan Kualitas Pelayanan
Kebidanan
Dgn Manajemen Kebidanan
Oleh: Agustina Rante K
163112540120563
Permasalahan
 AKI dan AKB masih tinggi
 Penyebab karena Keterlambatan (4T)
 Evidence Based Medicine (EBM)
 Hasil Penelitian di 10 RS Projek SMPFA
Asuhan Kebidanan belum standar
 Hasil Penelitian WHO, Dit Keperawatan&
Keteknisian Medis PMKK: Bidan bekerja
tidak menggunakan standar & Indikator
yang jelas
- 3 tahun terakhir bidan tidak pernah
mengikuti pelatihan manajemen (70,9%)
- Bidan banyak melakukan tugas-tugas
kebersihan (39,8%)
Penelitian WHO dan Dit Wat
Depkes 2001 di DKI Jakarta,
Sumut, Sulut dan Kaltim
 Bidan belum memiliki uraian tugas
tertulis (47,4 %)
 Bidan tidak menggunakan standar
 Bidan tidak dibina kinerjanya
secara teratur
 Belum dikembangkan sistem
monitoring dan evaluasi kinerja
bidan
Rekomendasi WHO
“Pengambilan Keputusan Klinis”
 Keputusan yang diambil berdasarkan
kebutuhan dan masalah yang dihadapi
klien, sehingga semua tindakan yang
dilakukan tepat dapat mengatasi
permasalahan yang dihadapi klien yang
bersifat antisipasi, emergensi dan atau
yang rutin.
Manfaat Pengambilan Keputusan
Klinis yang benar & tepat
 Menghindari pekerjaan/tindakan rutin
yg tdk sesuai deg kebutuhan.
 Meningkatkan efektifitas & efisiensi
pelayanan yg diberikan
 Membiasakan berfikir & bertindak
standar
 Memberikan kepuasan pelanggan
Proses PKK
 Otak manusia mengandung dua
jenis memori :
 Memori jangka lama
(tersimpan pengetahuan
medis/kebidanan untuk
PKK).
 Memori jangka pendek
(tersimpan pengalaman yang
diperlukan untuk PKK)

Gabungan pengalaman-
pengalaman tersebut,
akan menjadi naluri
Proses PKK Dalam suatu situasi dimana terdapat kesulitan,
kepanikan atau kebingungan, seorang petugas
akan :

Mempertimbangkan satu solusi dari pengalaman
masa lalunya

Mengkaji ulang simpanan pengetahuannya
sekarang yang relevan untuk mencari solusi
 Jika pengalaman dan pengetahuannya tidak
memadai untuk memecahkan
kebingungan/kesulitan, maka masalah tersebut
tidak akan bisa dipecahkan
Istilah-Istilah Yang Dipakai Dalam
Pengambilan Keputusan Klinik
 Diagnosis Differensial
 Pengujian Hypotetis
 Diagnosis Kerja
 Diagnosis Akhir
Langkah-Langkah Dalam
Pengambilan Keputusan Klinik
 Penilaian/pengkajian
 Diagnosis
 Perencanaan
 Intervensi
 Evaluasi
Bagimanakah
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS
BIDAN ?
MANAJEMEN KEBIDANAN
DEFINISI
 Menurut Hellen Varney (1997)
Manajemen Kebidanan adalah proses
pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metode untuk
mengorganisasikan pikiran dan
tindakan berdasarkan teori ilmiah,
penemuan-penemuan, keterampilan
dalam rangkaian/tahapan yang logis
untuk pengambilan suatu keputusan
terfokus pada klien.
KEPMENKES
938/MENKES/SK/VIII/2007
TENTANG
STANDAR ASUHAN KEBIDANAN
Standar Asuhan Kebidanan
 Acuan dalam proses pengambilan
keputusan dan tindakan yang dilakukan
oleh bidan sesuai dengan wewenang
dan ruang lingkup praktiknya
berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan.
Standar Asuhan Kebidanan
St 1. Pengkajian,
St 2. Perumusan diagnosa dan /
masalah kebidanan,
St 3. Perencanaan,
St 4. Implementasi,
St 5. Evaluasi
St 6. Pencatatan asuhan kebidanan
SASARAN MANAJEMEN KEBIDANAN
• Ibu hamil
•Ibu bersalin
•Ibu nifas
•Bayi baru lahir
•Balita
•Wanita reproduksi
STANDAR I : PENGKAJIAN
 Pernyataan Standar
Bidan mengumpulkan semua informasi
yang akurat, relevan dan lengkap dari
semua sumber yang berkaitan dengan
kondisi klien
STANDAR I : PENGKAJIAN
 Kriteria Pengkajian :
1. Data tepat, akurat dan lengkap
2. Terdiri dari Data Subjektif ( hasil
Anamnesa; biodata, keluhan utama,
riwayat obstetri, riwayat kesehatan dan
latar belakang sosial budaya)
3. Data Objektif (hasil Pemeriksaan fisik,
psikologis dan pemeriksaan penunjang
Pengkajian
melalui:
 Anamnesa
 Pemeriksaan fisik
 Catatan rekam medis
STANDAR II
PERUMUSAN DIAGNOSA DAN ATAU
MASALAH KEBIDANAN
 Pernyataan standar
Bidan menganalisa data yang diperoleh
pada pengkajian, menginterpretasikannya
secara akurat dan logis untuk menegakan
diagnosa dan masalah kebidanan yang
tepat
Kriteria Perumusan diagnosa dan
atau Masalah
1. Diagnosa sesuai dengan nomenklatur
Kebidanan
2. Masalah dirumuskan sesuai dengan
kondisi klien
3. Dapat diselesaikan dengan Asuhan
Kebidanan secara mandiri, kolaborasi,
dan rujukan.
Contoh: Merumuskan
Diagnosa
“Kesimpulan kondisi klien”
 Diagnosa Kebidanan: Gravid? Parturient?
Abortus? Kes reproduksi? Bayi baru lahir?
Kondisi normal?
 Masalah: kesenjangan respon terhadap fungsi
dan kondisi kes reproduksinya.
Contoh 1
 Data”: ibu tdk haid 3 bln, mual muntah,
HPHT tgl 17/5/2005, PP test +, ball +,
anak II, anak pertama 1 th, ibu blm
menginginkan hamil, sering pusing,
susah tidur, malas makan, TD 110/80,N
80,Hb 11,9gr%.
Diagnosa: Ibu kemungkinan hamil GII PI
A0, 12 mg Kondisi normal. Kehamilan
tdk diinginkan.
Contoh 2
Data; ibu merasa hamil 8 bln, HPHT lupa, hamil
pertama, T Fut 31 cm,BJJ + 140, puki,
preskep,penurunan 5/5,nafsu makan baik,
penambahan BB 8 kg, ibu cemas krn sering
kencing pada malam hari
Diagnosa: G1 P0 A0 hamil 32 mg, pres kep, janin
tunggal, hidup, dalam rahim kondisi ibu dan
janin baik. Ibu cemas mengalami gangguan
fisiologi pada kehamilan tua.
STANDAR III :
PERENCANAAN
 Pernyataan Standar
Bidan merencanakan asuhan
kebidanan berdasarkan diagnosa dan
masalah yang ditegakkan.
STANDAR III : PERENCANAAN
 Kriteria Perencanaan
1. Rencana tindakan disusun berdasarkan prioritas
masalah dan kondisi klien; tindakan segera, tindakan
antisipasi, dan asuhan secara komprehensif
2. Melibatkan klien/pasien dan atau keluarga.
3. Mempertimbangkan kondisi psikologi dan sosial budaya
klien/keluarga
4. Memilih tindakan yang aman sesuai kondisi dan
kebutuhan klien berdasarkan evidence based dan
memastikan bahwa asuhan yang diberikan bermanfaat
untuk klien.
5. Mempertimbangkan kebijakan dan peraturan yang
berlaku, sumberdaya serta fasilitas yang ada.
Contoh : Perencanaan
 Seorang inpartu dg pembesaranSeorang inpartu dg pembesaran
uterus yg berlebihanuterus yg berlebihan
(polyhidramnion/diabetesa(polyhidramnion/diabetesa
kehamilan/kembar)kehamilan/kembar)
Tindakan Antisipasi:Tindakan Antisipasi:
ƀ Menyiapkan cairan infus, obatMenyiapkan cairan infus, obat
uterotonika (mengatasi syokuterotonika (mengatasi syok
hypovolemik krn perdarahan kalahypovolemik krn perdarahan kala
IV)IV)
ƀ Menyiapkan alat resusitasiMenyiapkan alat resusitasi
(antisipasi aspixiaBBl)(antisipasi aspixiaBBl)
ƀ Posisi Mc Robert (mengatasiPosisi Mc Robert (mengatasi
kesulitan melahirkan bahu)kesulitan melahirkan bahu)
Contoh:Perencanaan
Ibu hamil pertama, 36 mg,
perdarahan berulang dan
banyak, tdk ada mulas, BJJ+,
T Fut 31 cm, pres kep, TD
110/70
Diagnosa”G1 P0 A0 hamil 36
mg,perdarahan antepartum,
kondisi janin dan Ibu baik
Tindakan antisipasi:
- Pasang infus (antisipasi syok)
- Menyiapkan darah
- Tidak melakukan PD
Contoh: Perencanaan
Tindakan segera yang diperlukan untuk
menyelamatkan ibu dan Janin/anak
(intervensi mandiri, konsultasi,
kolaborasi, rujukan, observasi)
Contoh Tindakan segera:
 Menghentikan perdarahan kala IV dengan:
placenta manual, manual
 Mengatasi distosia bahu pada kala II
 Mengecek BJJ pada perdarahan
antepartum
 Cek HB pada perdarahan postpartum
Contoh:Perencanaan
Contoh 1
Tindakan segera yg perlu dilakukan pada
kasus perdarahan karena atonia uteri:
- Masase uterus
- Berikan uterotonika
- Kompresi bimanual
- Rujuk/kolaborasi tindakan lebih lanjut
Contoh 2:
Tindakan segera pada perdarahan
antepartum:
- Obsewrvasi perdarahan &tanda vital
- Observasi DJJ
- Rujuk /kolaborasi penanganan lebih lanjut
STANDAR IV :
IMPLEMENTASI
 Pernyataan standar
Bidan melaksanakan rencana asuhan
kebidanan secara komprehensif, efektif,
efisien dan aman berdasarkan evidence
based kepada klien/pasien dalam bentuk
upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif yang dilaksanakan secara
mandiri, kolaborasi dan rujukan.
STANDAR IV : IMPLEMENTASI
 Kriteria:
1. Memperhatikan keunikan klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial-
spiritual-kultural
2. Setiap tindakan asuhan harus mendapatkan persetujuan dari klien dan
atau keluarganya (inform consent)
3. Melaksanakan tindakan asuhan berdasarkan evidence based
4. Melibatkan klien/pasien dalam setiap tindakan
5. Menjaga privacy klien/ pasien
6. Melaksanakan prinsip pencegahan infeksi
7. Mengikuti perkembangan kondisi klien secara berkesinambungan
8. Menggunakan sumber daya, sarana dan fasilitas yang ada dan sesuai
9. Melakukan tindakan sesuai standar
10. Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan
STANDAR V : EVALUASI
 Pernyataan standar
Bidan melakukan evaluasi secara sistimatis
dan berkesinambungan untuk melihat
efektifitas dari asuhan yang sudah diberikan,
sesuai dengan perubahan perkembangan
kondisi klien.
STANDAR V : EVALUASI
 Kriteria Evaluasi:
1. Penilaian dilakukan segera setelah selesai
melaksanakan asuhan sesuai kondisi klien
2. Hasil evaluasi segera dicatat dan
dikomunikasikan pada klien dan /keluarga
3. Evaluasi dilakukan sesuai dengan standar
4. Hasil evaluasi ditindak lanjuti sesuai dengan
kondisi klien/pasien
Evaluasi
Langkah ini menilai semua tahap yang telah
dilakukan, untuk mengetahui efektifitas
asuhan yang diberikan.
Keberhasilan suatu asuhan kebidanan
ditandai adanya perubahan bukan hanya
pada gejala tetapi pada penyebab
masalahnya.
Proses manajemen kebidanan
5 langkah
PKK
7 langkah (Varney) Standar Asuhan
Kebidanan
Penilaian Pengkajian Pengkajian
Diagnosis Merumskan Diagnosa Merumskan Diagnosa
Perencanaan Mengantisipasi diagnosa/ masalah
potensial
Perencanaan
menetapkan kebutuhan penanganan
segera
Merencanakan asuhan menyeluruh
Implementasi Pelaksanaan asuhan Implementasi
Evaluasi Evaluasi Evaluasi
STANDAR VI :
PENCATATAN ASUHAN
KEBIDANAN
 Pernyataan standar
Bidan melakukan pencatatan secara
lengkap, akurat, singkat dan jelas mengenai
keadaan/kejadian yang ditemukan dan
dilakukan dalam memberikan asuhan
kebidanan.
STANDAR VI :
PENCATATAN ASUHAN
KEBIDANAN
 Kriteria Pencatatan Asuhan Kebidanan
1. Pencatatan dilakukan segera setelah melaksanakan
asuhan pada formulir yang tersedia (Rekam
medis/KMS/Status pasien/buku KIA)
2. Ditulis dalam bentuk catatan perkembangan SOAP
3. S adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa
4. O adalah data objektif, mencatat hasil pemeriksaan
5. A adalah hasil analisa, mencatat diagnosa dan masalah
kebidanan
6. P adalah penatalaksanaan, mencatat seluruh perencanaan
dan penatalaksanaan yang sudah dilakukan seperti
tindakan antisipatif, tindakan segera, tindakan secara
komprehensif ; penyuluhan, dukungan, kolaborasi,
evaluasi/ follow up dan rujukan.
Contoh:
Tgl. 26 Mei 2004, 08.00 WIB
S : (Keluhan)
Pinggang panas pegal mulai dari perut ke belakang
Mulai terasa sakit pukul 5 pagi
Keluar lendir dari kemaluan
Ada bagian yang menekan ke bawah
Kehamilan yang pertama periksa teratur di klinik
HPHT 19-8-03
O : (Hasil Observasi
/pemeriksaan)
Kesadaran composmentis
T.D. 110 – 70
Nadi 80 x / menit
Suhu 36,8 oC
U. 34 cm, letkep puki 3/5
His 3 x 10 menit, lamanya 50 s kuat
Bjj 152 x / menit
Pd : pembukaan 4 cm, porsio tipis, ketuban positif, kep hodge 2,
uuk kibel
Hb : 10,1 gr%
A : (Analisa dari S dan O dan
diprioritaskan)
G I Po hamil aterem, inpartu kala I,
fase aktif, janin tunggal, hidup, intra uterin,
dengan anaemia ringan.
P : (Penatalaksanaan : seluruh
kegiatan yg sudah dilakukan )
Mengobservasi KU Ibu dan janin dengan patograf
Menilai kemajuan persalinan setiap 4 jam
Menyiapkan alat, obat pasien dan keluarga
Memberi kesempatan pasien memilih posisi
Menganjurkan keluarga untuk mendampingi
Menjelaskan proses persalinan yang akan terjadi
kepada pasien dan keluarga
Menganjurkan pasien untuk buang air kecil
dan BAK minimal tiap 2 jam
Memberi nutrisi dan hidrasi
Membuat catatan asuhan/perkembangan
Jam 7.00
Jam 8.00
Buku tentang Pencatatan &
Dokumentasi Kebidanan
• Rekam Medis
• Prinsip Pencatatan &
Pendokumentasian
• Pencatatan Asuhan Kebidanan
•Partograf sebagai Dokumentasi
Persalinan
•Buku KIA dan Dokumen Pelayanan
KIA
BAB III : PENUTUP
 Standar ini dapat digunakan sebagai
parameter dalam melakukan penilaian
tingkat kualitas dan keberhasilan asuhan
yang diberikan bidan.
 Untuk keberhasilan penerapan StándarUntuk keberhasilan penerapan Stándar
Asuhan Kebidanan ini, diperlukan adanyaAsuhan Kebidanan ini, diperlukan adanya
dukungan kebijakan dari berbagai pihak dandukungan kebijakan dari berbagai pihak dan
Komitmen bidan di pelayanan.Komitmen bidan di pelayanan.
47
Pembelajaran mikro

Pembelajaran mikro

  • 1.
    Peningkatan Kualitas Pelayanan Kebidanan DgnManajemen Kebidanan Oleh: Agustina Rante K 163112540120563
  • 2.
    Permasalahan  AKI danAKB masih tinggi  Penyebab karena Keterlambatan (4T)  Evidence Based Medicine (EBM)  Hasil Penelitian di 10 RS Projek SMPFA Asuhan Kebidanan belum standar  Hasil Penelitian WHO, Dit Keperawatan& Keteknisian Medis PMKK: Bidan bekerja tidak menggunakan standar & Indikator yang jelas
  • 3.
    - 3 tahunterakhir bidan tidak pernah mengikuti pelatihan manajemen (70,9%) - Bidan banyak melakukan tugas-tugas kebersihan (39,8%) Penelitian WHO dan Dit Wat Depkes 2001 di DKI Jakarta, Sumut, Sulut dan Kaltim
  • 4.
     Bidan belummemiliki uraian tugas tertulis (47,4 %)  Bidan tidak menggunakan standar  Bidan tidak dibina kinerjanya secara teratur  Belum dikembangkan sistem monitoring dan evaluasi kinerja bidan
  • 5.
    Rekomendasi WHO “Pengambilan KeputusanKlinis”  Keputusan yang diambil berdasarkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang dilakukan tepat dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang bersifat antisipasi, emergensi dan atau yang rutin.
  • 6.
    Manfaat Pengambilan Keputusan Klinisyang benar & tepat  Menghindari pekerjaan/tindakan rutin yg tdk sesuai deg kebutuhan.  Meningkatkan efektifitas & efisiensi pelayanan yg diberikan  Membiasakan berfikir & bertindak standar  Memberikan kepuasan pelanggan
  • 7.
    Proses PKK  Otakmanusia mengandung dua jenis memori :  Memori jangka lama (tersimpan pengetahuan medis/kebidanan untuk PKK).  Memori jangka pendek (tersimpan pengalaman yang diperlukan untuk PKK)  Gabungan pengalaman- pengalaman tersebut, akan menjadi naluri
  • 8.
    Proses PKK Dalamsuatu situasi dimana terdapat kesulitan, kepanikan atau kebingungan, seorang petugas akan :  Mempertimbangkan satu solusi dari pengalaman masa lalunya  Mengkaji ulang simpanan pengetahuannya sekarang yang relevan untuk mencari solusi  Jika pengalaman dan pengetahuannya tidak memadai untuk memecahkan kebingungan/kesulitan, maka masalah tersebut tidak akan bisa dipecahkan
  • 9.
    Istilah-Istilah Yang DipakaiDalam Pengambilan Keputusan Klinik  Diagnosis Differensial  Pengujian Hypotetis  Diagnosis Kerja  Diagnosis Akhir
  • 10.
    Langkah-Langkah Dalam Pengambilan KeputusanKlinik  Penilaian/pengkajian  Diagnosis  Perencanaan  Intervensi  Evaluasi
  • 11.
  • 12.
    DEFINISI  Menurut HellenVarney (1997) Manajemen Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan terfokus pada klien.
  • 13.
  • 14.
    Standar Asuhan Kebidanan Acuan dalam proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan.
  • 15.
    Standar Asuhan Kebidanan St1. Pengkajian, St 2. Perumusan diagnosa dan / masalah kebidanan, St 3. Perencanaan, St 4. Implementasi, St 5. Evaluasi St 6. Pencatatan asuhan kebidanan
  • 16.
    SASARAN MANAJEMEN KEBIDANAN •Ibu hamil •Ibu bersalin •Ibu nifas •Bayi baru lahir •Balita •Wanita reproduksi
  • 17.
    STANDAR I :PENGKAJIAN  Pernyataan Standar Bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat, relevan dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien
  • 18.
    STANDAR I :PENGKAJIAN  Kriteria Pengkajian : 1. Data tepat, akurat dan lengkap 2. Terdiri dari Data Subjektif ( hasil Anamnesa; biodata, keluhan utama, riwayat obstetri, riwayat kesehatan dan latar belakang sosial budaya) 3. Data Objektif (hasil Pemeriksaan fisik, psikologis dan pemeriksaan penunjang
  • 19.
  • 20.
    STANDAR II PERUMUSAN DIAGNOSADAN ATAU MASALAH KEBIDANAN  Pernyataan standar Bidan menganalisa data yang diperoleh pada pengkajian, menginterpretasikannya secara akurat dan logis untuk menegakan diagnosa dan masalah kebidanan yang tepat
  • 21.
    Kriteria Perumusan diagnosadan atau Masalah 1. Diagnosa sesuai dengan nomenklatur Kebidanan 2. Masalah dirumuskan sesuai dengan kondisi klien 3. Dapat diselesaikan dengan Asuhan Kebidanan secara mandiri, kolaborasi, dan rujukan.
  • 22.
    Contoh: Merumuskan Diagnosa “Kesimpulan kondisiklien”  Diagnosa Kebidanan: Gravid? Parturient? Abortus? Kes reproduksi? Bayi baru lahir? Kondisi normal?  Masalah: kesenjangan respon terhadap fungsi dan kondisi kes reproduksinya.
  • 23.
    Contoh 1  Data”:ibu tdk haid 3 bln, mual muntah, HPHT tgl 17/5/2005, PP test +, ball +, anak II, anak pertama 1 th, ibu blm menginginkan hamil, sering pusing, susah tidur, malas makan, TD 110/80,N 80,Hb 11,9gr%. Diagnosa: Ibu kemungkinan hamil GII PI A0, 12 mg Kondisi normal. Kehamilan tdk diinginkan.
  • 24.
    Contoh 2 Data; ibumerasa hamil 8 bln, HPHT lupa, hamil pertama, T Fut 31 cm,BJJ + 140, puki, preskep,penurunan 5/5,nafsu makan baik, penambahan BB 8 kg, ibu cemas krn sering kencing pada malam hari Diagnosa: G1 P0 A0 hamil 32 mg, pres kep, janin tunggal, hidup, dalam rahim kondisi ibu dan janin baik. Ibu cemas mengalami gangguan fisiologi pada kehamilan tua.
  • 25.
    STANDAR III : PERENCANAAN Pernyataan Standar Bidan merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa dan masalah yang ditegakkan.
  • 26.
    STANDAR III :PERENCANAAN  Kriteria Perencanaan 1. Rencana tindakan disusun berdasarkan prioritas masalah dan kondisi klien; tindakan segera, tindakan antisipasi, dan asuhan secara komprehensif 2. Melibatkan klien/pasien dan atau keluarga. 3. Mempertimbangkan kondisi psikologi dan sosial budaya klien/keluarga 4. Memilih tindakan yang aman sesuai kondisi dan kebutuhan klien berdasarkan evidence based dan memastikan bahwa asuhan yang diberikan bermanfaat untuk klien. 5. Mempertimbangkan kebijakan dan peraturan yang berlaku, sumberdaya serta fasilitas yang ada.
  • 27.
    Contoh : Perencanaan Seorang inpartu dg pembesaranSeorang inpartu dg pembesaran uterus yg berlebihanuterus yg berlebihan (polyhidramnion/diabetesa(polyhidramnion/diabetesa kehamilan/kembar)kehamilan/kembar) Tindakan Antisipasi:Tindakan Antisipasi: ƀ Menyiapkan cairan infus, obatMenyiapkan cairan infus, obat uterotonika (mengatasi syokuterotonika (mengatasi syok hypovolemik krn perdarahan kalahypovolemik krn perdarahan kala IV)IV) ƀ Menyiapkan alat resusitasiMenyiapkan alat resusitasi (antisipasi aspixiaBBl)(antisipasi aspixiaBBl) ƀ Posisi Mc Robert (mengatasiPosisi Mc Robert (mengatasi kesulitan melahirkan bahu)kesulitan melahirkan bahu)
  • 28.
    Contoh:Perencanaan Ibu hamil pertama,36 mg, perdarahan berulang dan banyak, tdk ada mulas, BJJ+, T Fut 31 cm, pres kep, TD 110/70 Diagnosa”G1 P0 A0 hamil 36 mg,perdarahan antepartum, kondisi janin dan Ibu baik Tindakan antisipasi: - Pasang infus (antisipasi syok) - Menyiapkan darah - Tidak melakukan PD
  • 29.
    Contoh: Perencanaan Tindakan segerayang diperlukan untuk menyelamatkan ibu dan Janin/anak (intervensi mandiri, konsultasi, kolaborasi, rujukan, observasi) Contoh Tindakan segera:  Menghentikan perdarahan kala IV dengan: placenta manual, manual  Mengatasi distosia bahu pada kala II  Mengecek BJJ pada perdarahan antepartum  Cek HB pada perdarahan postpartum
  • 30.
    Contoh:Perencanaan Contoh 1 Tindakan segerayg perlu dilakukan pada kasus perdarahan karena atonia uteri: - Masase uterus - Berikan uterotonika - Kompresi bimanual - Rujuk/kolaborasi tindakan lebih lanjut Contoh 2: Tindakan segera pada perdarahan antepartum: - Obsewrvasi perdarahan &tanda vital - Observasi DJJ - Rujuk /kolaborasi penanganan lebih lanjut
  • 31.
    STANDAR IV : IMPLEMENTASI Pernyataan standar Bidan melaksanakan rencana asuhan kebidanan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan evidence based kepada klien/pasien dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.
  • 32.
    STANDAR IV :IMPLEMENTASI  Kriteria: 1. Memperhatikan keunikan klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial- spiritual-kultural 2. Setiap tindakan asuhan harus mendapatkan persetujuan dari klien dan atau keluarganya (inform consent) 3. Melaksanakan tindakan asuhan berdasarkan evidence based 4. Melibatkan klien/pasien dalam setiap tindakan 5. Menjaga privacy klien/ pasien 6. Melaksanakan prinsip pencegahan infeksi 7. Mengikuti perkembangan kondisi klien secara berkesinambungan 8. Menggunakan sumber daya, sarana dan fasilitas yang ada dan sesuai 9. Melakukan tindakan sesuai standar 10. Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan
  • 33.
    STANDAR V :EVALUASI  Pernyataan standar Bidan melakukan evaluasi secara sistimatis dan berkesinambungan untuk melihat efektifitas dari asuhan yang sudah diberikan, sesuai dengan perubahan perkembangan kondisi klien.
  • 34.
    STANDAR V :EVALUASI  Kriteria Evaluasi: 1. Penilaian dilakukan segera setelah selesai melaksanakan asuhan sesuai kondisi klien 2. Hasil evaluasi segera dicatat dan dikomunikasikan pada klien dan /keluarga 3. Evaluasi dilakukan sesuai dengan standar 4. Hasil evaluasi ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi klien/pasien
  • 35.
    Evaluasi Langkah ini menilaisemua tahap yang telah dilakukan, untuk mengetahui efektifitas asuhan yang diberikan. Keberhasilan suatu asuhan kebidanan ditandai adanya perubahan bukan hanya pada gejala tetapi pada penyebab masalahnya.
  • 36.
    Proses manajemen kebidanan 5langkah PKK 7 langkah (Varney) Standar Asuhan Kebidanan Penilaian Pengkajian Pengkajian Diagnosis Merumskan Diagnosa Merumskan Diagnosa Perencanaan Mengantisipasi diagnosa/ masalah potensial Perencanaan menetapkan kebutuhan penanganan segera Merencanakan asuhan menyeluruh Implementasi Pelaksanaan asuhan Implementasi Evaluasi Evaluasi Evaluasi
  • 37.
    STANDAR VI : PENCATATANASUHAN KEBIDANAN  Pernyataan standar Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat dan jelas mengenai keadaan/kejadian yang ditemukan dan dilakukan dalam memberikan asuhan kebidanan.
  • 38.
    STANDAR VI : PENCATATANASUHAN KEBIDANAN  Kriteria Pencatatan Asuhan Kebidanan 1. Pencatatan dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan pada formulir yang tersedia (Rekam medis/KMS/Status pasien/buku KIA) 2. Ditulis dalam bentuk catatan perkembangan SOAP 3. S adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa 4. O adalah data objektif, mencatat hasil pemeriksaan 5. A adalah hasil analisa, mencatat diagnosa dan masalah kebidanan 6. P adalah penatalaksanaan, mencatat seluruh perencanaan dan penatalaksanaan yang sudah dilakukan seperti tindakan antisipatif, tindakan segera, tindakan secara komprehensif ; penyuluhan, dukungan, kolaborasi, evaluasi/ follow up dan rujukan.
  • 39.
    Contoh: Tgl. 26 Mei2004, 08.00 WIB S : (Keluhan) Pinggang panas pegal mulai dari perut ke belakang Mulai terasa sakit pukul 5 pagi Keluar lendir dari kemaluan Ada bagian yang menekan ke bawah Kehamilan yang pertama periksa teratur di klinik HPHT 19-8-03
  • 40.
    O : (HasilObservasi /pemeriksaan) Kesadaran composmentis T.D. 110 – 70 Nadi 80 x / menit Suhu 36,8 oC U. 34 cm, letkep puki 3/5 His 3 x 10 menit, lamanya 50 s kuat Bjj 152 x / menit Pd : pembukaan 4 cm, porsio tipis, ketuban positif, kep hodge 2, uuk kibel Hb : 10,1 gr%
  • 41.
    A : (Analisadari S dan O dan diprioritaskan) G I Po hamil aterem, inpartu kala I, fase aktif, janin tunggal, hidup, intra uterin, dengan anaemia ringan.
  • 42.
    P : (Penatalaksanaan: seluruh kegiatan yg sudah dilakukan ) Mengobservasi KU Ibu dan janin dengan patograf Menilai kemajuan persalinan setiap 4 jam Menyiapkan alat, obat pasien dan keluarga Memberi kesempatan pasien memilih posisi Menganjurkan keluarga untuk mendampingi Menjelaskan proses persalinan yang akan terjadi kepada pasien dan keluarga Menganjurkan pasien untuk buang air kecil dan BAK minimal tiap 2 jam Memberi nutrisi dan hidrasi Membuat catatan asuhan/perkembangan Jam 7.00 Jam 8.00
  • 43.
    Buku tentang Pencatatan& Dokumentasi Kebidanan
  • 44.
    • Rekam Medis •Prinsip Pencatatan & Pendokumentasian • Pencatatan Asuhan Kebidanan •Partograf sebagai Dokumentasi Persalinan •Buku KIA dan Dokumen Pelayanan KIA
  • 46.
    BAB III :PENUTUP  Standar ini dapat digunakan sebagai parameter dalam melakukan penilaian tingkat kualitas dan keberhasilan asuhan yang diberikan bidan.  Untuk keberhasilan penerapan StándarUntuk keberhasilan penerapan Stándar Asuhan Kebidanan ini, diperlukan adanyaAsuhan Kebidanan ini, diperlukan adanya dukungan kebijakan dari berbagai pihak dandukungan kebijakan dari berbagai pihak dan Komitmen bidan di pelayanan.Komitmen bidan di pelayanan.
  • 47.