Power, Passanger,
Passage
Aisdayanti Fatinadina
1210211040
Power
• Kontraksi uterus / his
• Kontraksi otot dinding perut
• Kontraksi diafragma pelvis
• Ketegangan
• Kontraksi ligamentum
rotundum
• Efektivitas kekuatan
mendorong & lama
persalinan
Passanger (janin)
• Letak janin
• Presentasi janin
• Letak plasenta
• Presentasi janin
• Sikap janin
• Posisi janin
Passage (jalan lahir)
• Ukuran & tipe panggul
• Kemampuan serviks untuk
membuka
• Kemampuan kanalis
vaginalis untuk memanjang
PARTUS LAMA
Aisdayanti Fatinadina
1210211040
Definisi
• Persalinan yang abnormal/sulit ( Ilmu
kebidanan, Sarwono)
• Suatu persalinan yang mengalami kemacetan
dan berlangsung lama sehingga timbul
komplikasi pada anak & ibu
• Tidak adanya kemajuan dlm persalinan dapat
dilihat pd fase laten dan fase aktif
A. Fase laten memanjang
B. Fase aktif memanjang
Etiologi
o Power
o Passanger
o Passage
Power
• Menurut WHO his dikatakan memadai bila
terdapat his yang kuat sekurang-kurangnya
tiga kali dalam kurun waktu 10 menit dan
masing-masing lamanya lebih dari 40 detik.
• Terjadi kelainan his
– Inersia uteri / hypotonic uterine contraction
– His terlampau kuat (bukan penyebab partus lama)
– Incoordinate uterine action
Power
• Kekuatan mengejan kurang kuat
– Dapat berupa kelainan dari dinding perut, seperti
luka parut baru pada dinding perut, diastase
muskulus rektus abdominis, atau kelainan
keadaan umum ibu seperti sesak nafas atau
adanya kelelahan ibu
Inersia uteri
• = hypotonic uterine contraction
• Di inersia uteri, his bersifat biasa, tapi
kontraksi uterusnya bersifat lebih singkat dan
jarang daripada biasanya
Incoordinate uterine action
• Disini sifat dari his berubah
• Tonus otot meningkat juga pd saat diluar his
• Kontraksi tidak berlangsung seperti biasa krn
tidak ada sinkronisasi kontraksi bagian2nya.
• Dpt mnyebabkan nyeri hebat dan lebih lama
pd ibu dan hipoksia pd janin
Passanger
• Kelainan letak janin:
o Letak sungsang, lintang
o Kehamilan ganda
o Janin besar/kelainan kongenital
o Presentasi dahi, muka, puncak kepala
Passage
• Kelainan panggul
• CPD (cefalo pelvis disproportion)
– Hambatan lahir yang diakibatkan oleh disparitas
ukuran kepala janin dan pelvis maternal
– akibat janin terlalu besar dan/atau panggul ibu kecil
– Waspadai CPD terutama pada keadaan:
• Arkus pubis < 900
• Teraba promontorium
• Teraba spina iskhiadika
• Teraba linea innominata
• Pada primigravida bagian terbawah tidak masuk ke pintu
atas panggul pada usia > 36 minggu
Gejala
• Pada ibu:
– Gelisah
– Letih
– Suhu tubuh meningkat
– Berkeringat
– Nadi cepat
– Nafas cepat
Gejala pada janin
• DJJ cepat, hebat, tidak teratur
• Air ketuban terdapat mekoneum kental
kehijau-hijauan, cairan berbau
• Kematian janin dlm kandungan
Diagnosis
Tanda dan gejala Diagnosis
Pembukaan serviks tidak melewati 4 cm
sesudah 8 jam in partu dengan his teratur
Fase laten memanjang
Frekuensi his < dr 3 his /10 menit dan
lamanya < 40 dtk
Inersia uteri
Pembukaan serviks dan turunnya bagian
janin yg dipresentasikan tidak maju,
sedangkan his baik
Disporposi sefalopervik
Pembukaan serviks dan turunnya bag
janin dipresentasikan tdk maju dgn kaput,
tdpt molase hebat, edema serviks, gawat
janin
Obstruksi kepala
Diagnosis
Tanda dan gejala Diagnosis
Kelainan presentasi Malposisi/ malpresentasi
Pembukaan serviks lengkap, ibi ingin
mengejan, tp tidak ada penurunan
Kala II lama
Tatalaksana
a. Tatalaksana Umum
• Segera rujuk ibu ke rumah sakit yang memiliki
pelayanan seksio sesarea.
b. Tatalaksana Khusus
• Tentukan penyebab persalinan lama.
– Power: His tidak adekuat (his dengan frekuensi
<3x/10 menit dan durasi setiap kontraksinya <40
detik)
– Passenger: malpresentasi, malposisi, janin besar
– Passage: panggul sempit, kelainan serviks atau
vagina, tumor jalan lahir
– Gabungan dari faktor-faktor di atas
• Sesuaikan tatalaksana dengan penyebab dan
situasi. Prinsip umum:
– Lakukan augmentasi persalinan dengan oksitosin
dan/atau amniotomi bila terdapat gangguan Power.
Pastikan tidak ada gangguan passenger atau passage.
– Lakukan tindakan operatif (forsep, vakum, atau seksio
sesarea) untuk gangguan Passenger dan/atauPassage,
serta untuk gangguan Power yang tidak dapat diatasi
oleh augmentasi persalinan.
– Jika ditemukan obstruksi atau CPD, tatalaksananya
adalah seksio sesarea.
• Berikan antibiotika (kombinasi ampisilin 2 g IV
tiap 6 jam dan gentamisin 5 mg/kgBB tiap 24
jam) jika ditemukan:
– Tanda-tanda infeksi (demam, cairan pervaginam
berbau), ATAU
– Ketuban pecah lebih dari 18 jam, ATAU
– Usia kehamilan <37 minggu
• Pantau tanda-tanda gawat janin.
• Catat hasil analisis dan seluruh tindakan dalam
rekam medis lalu jelaskan pada ibu dan keluarga
hasil analisis serta rencana tindakan selanjutnya.
Talak – fase laten memanjang
• Bila tdpt perubahan dlm penipisan dan
pembukaan serviks:
• Beri drip oksitosin dgn 5U dlm 500cc dextrose
mulai 8 tetes /menit tiap 30 menit tambah 4
tetes  bila tdk msk fase aktif saat pemberian
oksitosin, lakukan SC
Talak fase aktif memenjang
• Bila tdk ada CPD/adanya obstruksi:
– Beri penanganan umum
Dampak
• Infeksi intrapartum
• Ruptura uteri
• Cincin retraksi patologis
• Pembentykan fistula
• Cedera otot dasar panggul
• Pada janin:
– Molase kepala janin
– Kaput suksedaneum
Referensi
• Ilmu kebidanan Sarwono edisi 4, 2014
• http://www.edukia.org/web/-->
• http://repository.usu.ac.id/

Partus lama Ibu

  • 1.
  • 2.
    Power • Kontraksi uterus/ his • Kontraksi otot dinding perut • Kontraksi diafragma pelvis • Ketegangan • Kontraksi ligamentum rotundum • Efektivitas kekuatan mendorong & lama persalinan
  • 3.
    Passanger (janin) • Letakjanin • Presentasi janin • Letak plasenta • Presentasi janin • Sikap janin • Posisi janin
  • 4.
    Passage (jalan lahir) •Ukuran & tipe panggul • Kemampuan serviks untuk membuka • Kemampuan kanalis vaginalis untuk memanjang
  • 5.
  • 6.
    Definisi • Persalinan yangabnormal/sulit ( Ilmu kebidanan, Sarwono) • Suatu persalinan yang mengalami kemacetan dan berlangsung lama sehingga timbul komplikasi pada anak & ibu • Tidak adanya kemajuan dlm persalinan dapat dilihat pd fase laten dan fase aktif
  • 7.
    A. Fase latenmemanjang B. Fase aktif memanjang
  • 8.
  • 9.
    Power • Menurut WHOhis dikatakan memadai bila terdapat his yang kuat sekurang-kurangnya tiga kali dalam kurun waktu 10 menit dan masing-masing lamanya lebih dari 40 detik. • Terjadi kelainan his – Inersia uteri / hypotonic uterine contraction – His terlampau kuat (bukan penyebab partus lama) – Incoordinate uterine action
  • 10.
    Power • Kekuatan mengejankurang kuat – Dapat berupa kelainan dari dinding perut, seperti luka parut baru pada dinding perut, diastase muskulus rektus abdominis, atau kelainan keadaan umum ibu seperti sesak nafas atau adanya kelelahan ibu
  • 11.
    Inersia uteri • =hypotonic uterine contraction • Di inersia uteri, his bersifat biasa, tapi kontraksi uterusnya bersifat lebih singkat dan jarang daripada biasanya
  • 12.
    Incoordinate uterine action •Disini sifat dari his berubah • Tonus otot meningkat juga pd saat diluar his • Kontraksi tidak berlangsung seperti biasa krn tidak ada sinkronisasi kontraksi bagian2nya. • Dpt mnyebabkan nyeri hebat dan lebih lama pd ibu dan hipoksia pd janin
  • 13.
    Passanger • Kelainan letakjanin: o Letak sungsang, lintang o Kehamilan ganda o Janin besar/kelainan kongenital o Presentasi dahi, muka, puncak kepala
  • 14.
    Passage • Kelainan panggul •CPD (cefalo pelvis disproportion) – Hambatan lahir yang diakibatkan oleh disparitas ukuran kepala janin dan pelvis maternal – akibat janin terlalu besar dan/atau panggul ibu kecil – Waspadai CPD terutama pada keadaan: • Arkus pubis < 900 • Teraba promontorium • Teraba spina iskhiadika • Teraba linea innominata • Pada primigravida bagian terbawah tidak masuk ke pintu atas panggul pada usia > 36 minggu
  • 15.
    Gejala • Pada ibu: –Gelisah – Letih – Suhu tubuh meningkat – Berkeringat – Nadi cepat – Nafas cepat
  • 16.
    Gejala pada janin •DJJ cepat, hebat, tidak teratur • Air ketuban terdapat mekoneum kental kehijau-hijauan, cairan berbau • Kematian janin dlm kandungan
  • 17.
    Diagnosis Tanda dan gejalaDiagnosis Pembukaan serviks tidak melewati 4 cm sesudah 8 jam in partu dengan his teratur Fase laten memanjang Frekuensi his < dr 3 his /10 menit dan lamanya < 40 dtk Inersia uteri Pembukaan serviks dan turunnya bagian janin yg dipresentasikan tidak maju, sedangkan his baik Disporposi sefalopervik Pembukaan serviks dan turunnya bag janin dipresentasikan tdk maju dgn kaput, tdpt molase hebat, edema serviks, gawat janin Obstruksi kepala
  • 18.
    Diagnosis Tanda dan gejalaDiagnosis Kelainan presentasi Malposisi/ malpresentasi Pembukaan serviks lengkap, ibi ingin mengejan, tp tidak ada penurunan Kala II lama
  • 19.
    Tatalaksana a. Tatalaksana Umum •Segera rujuk ibu ke rumah sakit yang memiliki pelayanan seksio sesarea.
  • 20.
    b. Tatalaksana Khusus •Tentukan penyebab persalinan lama. – Power: His tidak adekuat (his dengan frekuensi <3x/10 menit dan durasi setiap kontraksinya <40 detik) – Passenger: malpresentasi, malposisi, janin besar – Passage: panggul sempit, kelainan serviks atau vagina, tumor jalan lahir – Gabungan dari faktor-faktor di atas
  • 21.
    • Sesuaikan tatalaksanadengan penyebab dan situasi. Prinsip umum: – Lakukan augmentasi persalinan dengan oksitosin dan/atau amniotomi bila terdapat gangguan Power. Pastikan tidak ada gangguan passenger atau passage. – Lakukan tindakan operatif (forsep, vakum, atau seksio sesarea) untuk gangguan Passenger dan/atauPassage, serta untuk gangguan Power yang tidak dapat diatasi oleh augmentasi persalinan. – Jika ditemukan obstruksi atau CPD, tatalaksananya adalah seksio sesarea.
  • 22.
    • Berikan antibiotika(kombinasi ampisilin 2 g IV tiap 6 jam dan gentamisin 5 mg/kgBB tiap 24 jam) jika ditemukan: – Tanda-tanda infeksi (demam, cairan pervaginam berbau), ATAU – Ketuban pecah lebih dari 18 jam, ATAU – Usia kehamilan <37 minggu • Pantau tanda-tanda gawat janin. • Catat hasil analisis dan seluruh tindakan dalam rekam medis lalu jelaskan pada ibu dan keluarga hasil analisis serta rencana tindakan selanjutnya.
  • 23.
    Talak – faselaten memanjang • Bila tdpt perubahan dlm penipisan dan pembukaan serviks: • Beri drip oksitosin dgn 5U dlm 500cc dextrose mulai 8 tetes /menit tiap 30 menit tambah 4 tetes  bila tdk msk fase aktif saat pemberian oksitosin, lakukan SC
  • 24.
    Talak fase aktifmemenjang • Bila tdk ada CPD/adanya obstruksi: – Beri penanganan umum
  • 25.
    Dampak • Infeksi intrapartum •Ruptura uteri • Cincin retraksi patologis • Pembentykan fistula • Cedera otot dasar panggul • Pada janin: – Molase kepala janin – Kaput suksedaneum
  • 26.
    Referensi • Ilmu kebidananSarwono edisi 4, 2014 • http://www.edukia.org/web/--> • http://repository.usu.ac.id/