Penyakit
Mulut dan
Kuku (PMK)
&
Lumpy Skin
Disease (LSD)
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
PMK & LSD di Indonesia
• PMK:
• Penyakit infeksius pada hewan berkuku belah, bersifat
akut, yang ditandai dengan adanya vesikel (luka) dan erosi
pada mulut (sariawan), hidung, puting dan kuku
• LSD:
• Penyakit infeksius pada sapi yang ditandai dengan adanya
demam, pembesaran limfoglandula dan nodul (bentukan
seperti kutil) pada kulit, membranmukosa dan organ
dalam
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
LSD
Masuk ke Indonesia : Februari 2022
Kasus pertama terjadi di Provinsi
Riau
Sampai Desember 2022 menyebar di
8 provinsi (info dari berbagai sumber)
Hewan terinfeksi : Sapi dan kerbau
Virus: genus Capripoxvirus, famili
Poxviridae
PMK
• Masuk ke Indonesia : April 2022 •
• Kasus pertama terjadi di Provinsi •
Aceh dan Jawa Timur
• Sampai Desember 2022 •
menyebar di 16 provinsi (info crisis
center Kementan) •
• Hewan terinfeksi : Sapi, kerbau,
kambing, domba dan babi
• Virus: genus Aphthovirus, famili Picornaviridae
Kasus Kejadian di Indonesia dan Kabupaten Pasuruan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
LAPORAN AWAL TANDA KLINIS LSD DI INDONESIA
Dokumentasi Kasus LSD Prov. Riau
Kab. Indragiri Hulu
Kota Dumai
Kab. Pelalawan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Surat Keputusan Menteri Pertanian
Nomor 242/Kpts/PK.320/M/03/2022,
tanggal 2 Maret 2022 tentang
Penetapan Daerah Wabah Penyakit
Kulit Berbenjol Lumpy Skin Disease
(LSD) di Provinsi Riau
Penetapan Wabah LSD
Pertama
SK MENTAN
PENETAPAN WABAH
LSD – PROV. RIAU
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Surat Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur nomor 524.3/12593/ 122.3/2022
tanggal 20 Oktober 2022 perihal Kewaspadaan Dini Lumpy Skin Disease (LSD) di
Provinsi Jawa Tengah dan kasus positif LSD di Jawa Timur yaitu di Malang (Post
Vaksinasi), Blitar, Sidoarjo, dan Gresik (penularan alami)
LUMPY SKIN DISEASE DI JAWA TIMUR 2022
Surat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor
18012/TU.021/F4/10/2022 tanggal 18 Oktober 2022 perihal Peningkatan
Kerwaspadaan dan Pengendalian Penyakit Menular Strategis (PHMS)
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
• TERKONFIRMASI LAB :
1. KABUPATEN BLITAR
2. KABUPATEN SIDOARJO
3. KABUPATEN GRESIK
4. KABUPATEN NGAWI
5. KABUPATEN TUBAN
6. KABUPATEN BOJONEGORO
7. KABUPATEN PACITAN
8. KABUPATEN TRENGGALEK
9. KABUPATEN NGANJUK
10. KABUPATEN JOMBANG
11. KABUPATEN PONOROGO
12. KABUPATEN MAGETAN
13. KABUPATEN MADIUN
KASUS LSD TERBARU PER 17 FEBRUARI 2023
• SUSPECT LSD POST VAKSINASI :
KABUPATEN MALANG
Kewaspadaan LSD
dari DISNAK Jatim
untuk Kab/Kota
dan melaporkan ke
Gubernur Jatim
Gejala Klinis PMK & LSD
• Gejala Klinis PMK :
• Demam
• Hipersalivasi & leleran hidung
• Depresi
• Kehilangan berat badan
• Timbul lesi pada mulut, lidah, gusi,
palatum lunak, lubang hidung,
moncong, puting
• Nafas frekuen
• Pincang, ambruk
• Hilang nafsu makan
• Produksi susu menurun / berhenti
• Gangguan reproduksi / infertil
• Abortus / Mati
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
• Gejala Klinis LSD :
• Demam (41°C)
• Nodul kulit dengan diameter 2-5 cm
• Penurunan produksi susu pada sapi perah
• Depresi
• Kehilangan berat badan
• Radang pada mata dan rhinitis
• Pembesaran limfoglandula superfisial
• Hilang nafsu makan
• Gangguan reproduksi / infertil
Penularan & Fase Infeksi PMK & LSD
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
PMK
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Penularan & Fase Infeksi PMK & LSD
LSD
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Vektor LSD
• Vektor
• Nyamuk :
• Aedes aegypti
• Culex quinquefasciatus
• Anopheles stephensi
• Lalat :
• Stomoxys calcitrans
• Haematopota spp
• Hematobia irritans
• Prostomoxys sp
• Biomyia fasciata
• Caplak :
• Riphicephalus appendiculatus
• Rhipicephalus decoloratus
• Ambyomma heberaeum
Kejadian Pasca Infeksi Virus PMK & LSD
Kriteria Hewan Sembuh PMK
- Tidak ada gejala 7 – 14 hari pasca infeksi
- PCR negatif (swab menggunakan probang)
Kriteria Hewan Carrier PMK
- Virus tetep ada di dalam tubuh sampai hari ke-
28 pasca infeksi
- Gejala klinis kadang tidak kelihatan
- PCR positif (swab menggunakan probang)
• Hewan terinfeksi virus LSD dapat sembuh
• Hewan sembuh 28 – 31 hari pasca infeksi
setelah pemberian pengobatan
Tingkat penularan : 10 -20%
Tingkat kematian : 1- 5%
• Tingkat penularan hampir 100%
• Tingkat kematian
• 1-5% (hewan tua)
• >20% (hewan muda  myocarditis) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Gejala Klinis PMK pada Sapi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Gejala Klinis LSD pada Sapi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Vaksinasi PMK & LSD
Tujuan Vaksinasi :
• Mencegah timbulnya penyakit
• Mencegah munculnya gejala klinis
• Mengurangi shedding virus
Vaksin PMK :
• Bentuk Inaktif
• Virus sudah dimatikan
• Tidak dapat menularkan Penyakit
Vaksin LSD :
• Bentuk aktif atenuasi (dilemahkan)
• Virus diatenuasi lintas spesies host
• Vaksin homolog / heterolog
• Bentuk inaktif
• Virus sudah dimatikan
• Tidak dapat menularkan Penyakit
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Jenis Vaksin PMK & LSD
Nama Vaksin Kandungan Serotype Asal Negara
AFTOPOR O-3039, O1 Manisa, A22 Irak Perancis
AFTOMUNE O1 Campos. A24 Cruzeiro Brazil
AFTOGEN OLEO O1 Campos Argentina
Nama Vaksin Strain Asal Negara
Lumpyvax Live attenuated LSDV field
strain
Afrika Selatan
Mevac LSD Live attenuated LSDV Mesir
PMK
LSD
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Amankah Vaksin PMK & LSD ?
Vaksin PMK
• Aman untuk hewan sehat
• Hewan sakit tidak boleh divaksin
• Hewan bunting boleh divaksin pada
trimester 2 dan 3 (umur kebuntingan > 3
bulan)
• Hewan yang sembuh tidak perlu divaksin
• Jarak vaksin pertama & kedua : 1 bulan
• Booster diberikan 6 bulan setelah
vaksinasi kedua
• Booster selanjutnya setiap 6-12 bulan
• Antibodi terbentuk 4-7 hari dan baru
memberikan perlindungan setelah 14 -
21 hari
• Vaksin PMK tidak menimbulkan gejala
sakit
Vaksin LSD
• Aman untuk hewan sehat & bunting
• Hewan sakit tidak boleh divaksin
• Hewan yang sembuh tidak perlu
divaksin
• Vaksinasi cukup 1x dan dibooster
setiap tahun
• Antibodi terbentuk 7 hari dan
baru memberikan perlindungan
penuh setelah 21 hari
• Vaksin LSD kadang memberikan
gejala sakit (LSD-like lession) tetapi
dapat hilang dalam beberapa hari
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Kejadian Reinfeksi & Infeksi Campuran PMK & LSD
Pada hewan sembuh / carrier PMK:
- kemungkinan dapat reinfeksi kembali jika
kondisi imun tubuh tidak membaik
- hewan dalam kondisi stres
Pada hewan yang divaksin PMK :
- kemungkinan dapat terinfeksi jika titer
antibodi yang terbentuk tidak terlalu
tinggi
-biasanya terjadi pasca vaksinasi pertama
 titer antibody masih rendah
• Hewan sembuh PMK dapat kebal dalam
1- 2 tahun
Mixed infection:
• PMK dan LSD merupakan penyakit yang
sama-sama menimbulkan imunosupresif
• Mixed infection dapat terjadi :
• PMK  LSD / Penyakit lain
• LSD  PMK / Penyakit lain
• Hewan sembuh LSD dapat kebal dalam
beberapa tahun
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Infeksi Tunggal / Infeksi Campuran
LSD
PMK
Imunosupresif
• Komplikasi penyakit
• Gangguan kesehatan
• Penurunan produksi susu
• Mastitis
• Penurunan kualitas daging / kulit
• Gangguan reproduksi /infertil
• Abortus / kematian
Infeksi tunggal /
mixed infection
Infeksi campuran dapat terjadi. Hewan muda lebih peka terhadap infeksi daripada hewan tua karena
sistem imun belum sepenuhnya berfungsi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Penyakit Imunosupresan
LSD
PMK
Imunosupresif
Parasit
darah/pencernaan
Bakteri
Virus
Mixed infection
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Pengendalian PMK dan LSD
• Biosecurity
• Disinfeksi terhadap orang, alat, sepatu, baju, kandang dan lingkungan
• Pembatasan kunjungan tamu
• Tidak memasukkan ternak baru ke dalam farm
• Vaksinasi
• Sesuai prosedur
• Pengendalian mobilitas ternak
• Peran karantina dan dinas terkait
• Kontrol terhadap vector dan lingkungan
• Penggunaan insektisida
• Stamping out pada daerah wabah baru
• Surveilans
PENGENDALIAN
VEKTOR
Meminimalkan penularan
virus secara mekanis
Mengurangi ternak rentan
untuk mencegah penyebaran
lebih luas
Tindakan karantina untuk
mencegah penyebaran
infeksi
SURVEILANS
Deteksi dini, Penelusuran
kasus; Surveilans pasif
dan aktif
VAKSINASI DARURAT
STRATEGI PENGENDALIAN LSD
Memfasilitasi keterlibatan
masyarakat dan pemangku
kepentingan lain yang terkait dalam
pengendalian.
KIE
PENGENDALIAN
LALU LINTAS
PEMUSNAHAN
Efektif jika deteksi dini;
Penyebaran luas tidak
dianjurkan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
1
PEMUSNAHAN TERBATAS
1. Efektif jika deteksi dini dilakukan
2. Tidak dianjurkan jika penyebaran luas
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
1. Deteksi Dini: Pelaporan peternak adanya
kecurigaan kasus LSD ke pihak berwenang
melalui iSIKHNAS atau pelaporan langsung dari
petugas setempat/terdekat dalam waktu 24
jam
2. Pelacakan kasus baik penelusuran ke belakang
dan ke depan yang dilakukan oleh petugas pada
wilayah wabah (surveilans pasif dan aktif)
2
SURVEILANS
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
3
PENGENDALIAN LALU LINTAS
1. Pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas ternak dan pembatasan pemasukan
sapi/kerbau dari luar Kabupaten Pasuruan:
a. Melakukan pemeriksaan kesehatan hewan
b. Memeriksa sertifikat veteriner dan catatan vaksinasi
c. Memeriksa identitas ternak secara individual
d. Menyemprot kendaraan pengangkut ternak dengan insektisida
e. Melarang ternak yang menunjukkan tanda-tanda sakit untuk dilalulintaskan;
f. Melarang ternak yang tidak menunjukkan tanda/bukti vaksinasi untuk dilalulintaskan
(jika ada vaksinasi)
2. Tindakan karantina untuk mencegah penyebaran infeksi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
4
Tipe Vaksinasi yang digunakan:
 Live attenuated homolog
 Penyuntikan sub-kutaneus dengan dosis sesuai aturan (1 ml atau 2ml)
Persyaratan vaksinasi:
 Cakupan vaksinasi diatas 80%-100%
 Vaksinasi tahunan dilakukan minimal 3 tahun berturut-turut
Protokol Vaksinasi:
1. Ternak yang divaksinasi adalah ternak yang tidak menunjukkan gejala klinis;
2. Ternak semua umur divaksinasi;
3. Anak sapi dari induk yang divaksinasi atau yang terinfeksi divaksinasi pada umur 3-4
bulan;
4. Anak sapi dari induk yang tidak divaksinasi dapat divaksinasi pada umur berapa saja.
5. Dosis vaksinasi yang sama untuk sapi dan kerbau
VAKSINASI
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
5
PENGENDALIAN VEKTOR
1. Identifikasi serangga di peternakan
2. Menghilangkan habitat serangga: Menghilangkan tempat-tempat perbibitan insekta di
lingkungan kandang/peternakan seperti aliran pembuangan, genangan air;
3. Penyemprotan insektisida dengan dengan memperhatikan pencemaran lingkungan (tidak
disarankan dalam skala besar)
4. Jenis Insektisida : kandungan Deltametrin (mis BUTOX 50))
5. Pembasmian nyamuk segala Jenis Desindektan : kandungan benzalkonium chloride dan
potassium peroxymonosulfate.
6. Cara tradisional dapat dilakukan dengan pengasapan
7. Membunuh larva lalat dengan cara kotoran ternak dikeringkan dan dimasukkan kedalam kantong-
kantong yang tertutup.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
6
KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi)
1. Memicu keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pengendalian
2. Objek Komunikasi:
a. Pengambil kebijakan masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam
pengendalian
b. Tokoh masyarakat
c. Peternak
d. Asosiasi/Pedagang
e. Petugas Keswan dan IB
f. PPL
g. Mengintensifkan peran posko PMK yang juga menjadi posko LSD di masing-masing kecamatan dan
menyediakan fasilitas posko PMK dan call center PMK dan LSD di Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan (call center PMK 081277198131, call center Puskeswan 082310880990)
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Kejadian Pasca Vaksinasi
PMK  Vaksin inaktif
• Gejala Umum :
• Abses / granuloma / fibrosis
• Benjolan kecil
• Kemerahan pada kulit
• Demam
• Gangguan lambung
• Eksudatif & nekrosis dermatitis
• Urticaria
Gejala alergi
• Hewan gelisah, nafas pendek / cepat
• Tremor otot
• Busa pada mulut
• Mimisan / perdarahan hidung
• Keguguran
• Anafilaktik syok
LSD  Vaksin aktif atenuasi
Gejala Umum :
• Lokal inflamasi
• Pembengkakan pada kulit
• Lesi pada kulit
• Nodul seperti LSD pada kulit
• Demam
• Penurunan produksi susu sementara
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan
Pengobatan Sistemik
1. Pengobatan PMK & LSD tidak spesifik
• Hanya pengobatan simptomatis dan
suportif
2. Pengobatan sistemik hanya boleh dilakukan
oleh dokter hewan atau paramedic atas
penyelia Drh.
3. Pengobatansimptomatis
• Antipiretik : 3-5 hari
• Antiinflamasi : 3-5 hari
• Antihistamin : 3-5 hari
• Antibiotik : long acting (terutama jika
ada indikasi infeksi sekunder)
• Enrofloxacin
• Oxytetracycline
• Penstrep
4. Pengobatan suportif
• B-complex : 3-5 hari
• Vit A & E : 3-5 hari
• Liver extract : 3-5 hari
5. Pengobatan anemia
• Vit B12 (kobalamin) & As folat (B9) : 3-5 hari
TINDAKAN-TINDAKAN YANG TELAH
DILAKUKAN DALAM PENANGGULANGAN,
PENANGANAN DAN PENGENDALIAN PMK
SOSIALISASI PMK
PRE RELEASE BUPATI MENGENAI PMK PADA
TANGGAL 13 MEI 2022
SOSIALISASI PMK DENGAN SFORKOMPINDES BESERTA ELUR
UH JAJARAN OPDFORKOMPINDA, KECAMATAN, FORKOMPI
NCAM, DAN PERANGKAT DESA
SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN
KUKU (PMK) DI PC NU
SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI
PASAR HEWAN
SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU
DI MASYARAKAT
SOSIALISASI PMK DI PEDAGANG
PASAR & JAGAL
DESINFEKSI
PENYEMPROTAN DESINFEKTAN
OLEH BUPATI PASURUAN
PENYEMPROTAN DESINFEKTAN OLEH PETUGAS DINAS
PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
DI KANDANG TERNAK
DESINFEKSI KENDARAAN
PENGANGKUT TERNAK
PENYEMPROTAN DESINFEKTAN
DI PASAR HEWAN
PEMBAGIAN DESINFEKTAN KE PERANGKAT
DESA
PEMBAGIAN DESINFEKTAN KE PETUGAS
TERNAK
PENGOBATAN TERNAK OLEH
DOKTER HEWAN PUSKESWAN
PENGOBATAN TERNAK
PENGAWASAN LALU LINTAS TERNAK
PENGAWASAAN DAN PENYEKATAN LALU LINTAS TERNAK
PEMBATASAN LALU LINTAS TERNAK TERKAIT PENYEBARAN PMK
PENUTUPAN PASAR HEWAN
Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tanggal 19 Mei 2022 Mengenai
Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan kuku
(PMK) Pada Ternak PASAR HEWAN TUTUR
(15 MEI 2022)
POSKO PELAYANAN PMK KABUPATEN PASURUAN
VAKSINASI PMK KABUPATEN PASURUAN
PELUNCURAN VAKSINASI I
OLEH KETUA DPR RI
MONITORING VAKSINASI PMK OLEH
WABUP KAB PAS
MONITORING VAKSINASI OLEH KASATGAS
PMK NASIONAL
VAKSINASI PMK OLEH PETUGAS
ALOKASI VAKSIN LSD KABUPATEN PASURUAN
NO NAMA
ALOKASI VAKSIN
TOTAL
TAHAP I TAHAP II
1 KPSP Setia Kawan 5000 7.000 12000
2 KUD Sembada 1700 3.500 5200
3 KUD Dadi Jaya 1400 4.000 5400
4 Koperasi Usaha Ternak Tani Suka Makmur 1700 2.500 4200
5 Koperasi Produsen Serba Usaha " Tunas Setia Baru " 500 1.000 1500
6 Koperasi Tirto Rejo Mulyo Lumbang 740 1.200 1940
7 UD Indo Sehat Milk 840 1.200 2040
8 UD Wahyudi Putra 0 1.000 1000
9 Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah 400 600 1000
10 UD. Sumber Abadi 280 500 780
11 Cahaya Timur 200 300 500
12 Sejahtera Bersama Anggota 0 400 400
Total 12.760 23.200 35960
VAKSINASI KABUPATEN PASURUAN
NO NAMA TAHAP I TAHAP II TOTAL
1 KPSP Setia Kawan 4593 2995 7588
2 KUD Sembada 1725 652 2377
3 KUD Dadi Jaya 1404 1285 2689
4 Koperasi Usaha Ternak Tani Suka Makmur 1700 1117 2817
5 Koperasi Produsen Serba Usaha " Tunas Setia Baru " 463 535 998
6 Koperasi Tirto Rejo Mulyo Lumbang 480 286 766
7 UD Indo Sehat Milk 642 850 1492
8 UD Wahyudi Putra 0 717 717
9 Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah 400 0 400
10 UD. Sumber Abadi 280 0 280
11 Cahaya Timur 143 118 261
12 Sejahtera Bersama Anggota 0
Total 11.830 8.555 20.385
KIE
VAKSINASI LSD
TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN
PEMBERIAN VITAMIN PASCA
VAKSINASI
Paparan PMK & LSD -pakai.pptx

Paparan PMK & LSD -pakai.pptx

  • 1.
    Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) & LumpySkin Disease (LSD) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 2.
    PMK & LSDdi Indonesia • PMK: • Penyakit infeksius pada hewan berkuku belah, bersifat akut, yang ditandai dengan adanya vesikel (luka) dan erosi pada mulut (sariawan), hidung, puting dan kuku • LSD: • Penyakit infeksius pada sapi yang ditandai dengan adanya demam, pembesaran limfoglandula dan nodul (bentukan seperti kutil) pada kulit, membranmukosa dan organ dalam Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 3.
    LSD Masuk ke Indonesia: Februari 2022 Kasus pertama terjadi di Provinsi Riau Sampai Desember 2022 menyebar di 8 provinsi (info dari berbagai sumber) Hewan terinfeksi : Sapi dan kerbau Virus: genus Capripoxvirus, famili Poxviridae PMK • Masuk ke Indonesia : April 2022 • • Kasus pertama terjadi di Provinsi • Aceh dan Jawa Timur • Sampai Desember 2022 • menyebar di 16 provinsi (info crisis center Kementan) • • Hewan terinfeksi : Sapi, kerbau, kambing, domba dan babi • Virus: genus Aphthovirus, famili Picornaviridae Kasus Kejadian di Indonesia dan Kabupaten Pasuruan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 4.
    LAPORAN AWAL TANDAKLINIS LSD DI INDONESIA Dokumentasi Kasus LSD Prov. Riau Kab. Indragiri Hulu Kota Dumai Kab. Pelalawan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 5.
    Surat Keputusan MenteriPertanian Nomor 242/Kpts/PK.320/M/03/2022, tanggal 2 Maret 2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Kulit Berbenjol Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau Penetapan Wabah LSD Pertama SK MENTAN PENETAPAN WABAH LSD – PROV. RIAU Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 6.
    Surat Dinas PeternakanPropinsi Jawa Timur nomor 524.3/12593/ 122.3/2022 tanggal 20 Oktober 2022 perihal Kewaspadaan Dini Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Jawa Tengah dan kasus positif LSD di Jawa Timur yaitu di Malang (Post Vaksinasi), Blitar, Sidoarjo, dan Gresik (penularan alami) LUMPY SKIN DISEASE DI JAWA TIMUR 2022 Surat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor 18012/TU.021/F4/10/2022 tanggal 18 Oktober 2022 perihal Peningkatan Kerwaspadaan dan Pengendalian Penyakit Menular Strategis (PHMS) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 7.
    • TERKONFIRMASI LAB: 1. KABUPATEN BLITAR 2. KABUPATEN SIDOARJO 3. KABUPATEN GRESIK 4. KABUPATEN NGAWI 5. KABUPATEN TUBAN 6. KABUPATEN BOJONEGORO 7. KABUPATEN PACITAN 8. KABUPATEN TRENGGALEK 9. KABUPATEN NGANJUK 10. KABUPATEN JOMBANG 11. KABUPATEN PONOROGO 12. KABUPATEN MAGETAN 13. KABUPATEN MADIUN KASUS LSD TERBARU PER 17 FEBRUARI 2023 • SUSPECT LSD POST VAKSINASI : KABUPATEN MALANG
  • 8.
    Kewaspadaan LSD dari DISNAKJatim untuk Kab/Kota dan melaporkan ke Gubernur Jatim
  • 9.
    Gejala Klinis PMK& LSD • Gejala Klinis PMK : • Demam • Hipersalivasi & leleran hidung • Depresi • Kehilangan berat badan • Timbul lesi pada mulut, lidah, gusi, palatum lunak, lubang hidung, moncong, puting • Nafas frekuen • Pincang, ambruk • Hilang nafsu makan • Produksi susu menurun / berhenti • Gangguan reproduksi / infertil • Abortus / Mati Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan • Gejala Klinis LSD : • Demam (41°C) • Nodul kulit dengan diameter 2-5 cm • Penurunan produksi susu pada sapi perah • Depresi • Kehilangan berat badan • Radang pada mata dan rhinitis • Pembesaran limfoglandula superfisial • Hilang nafsu makan • Gangguan reproduksi / infertil
  • 10.
    Penularan & FaseInfeksi PMK & LSD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan PMK
  • 11.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Penularan & Fase Infeksi PMK & LSD LSD
  • 12.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Vektor LSD • Vektor • Nyamuk : • Aedes aegypti • Culex quinquefasciatus • Anopheles stephensi • Lalat : • Stomoxys calcitrans • Haematopota spp • Hematobia irritans • Prostomoxys sp • Biomyia fasciata • Caplak : • Riphicephalus appendiculatus • Rhipicephalus decoloratus • Ambyomma heberaeum
  • 13.
    Kejadian Pasca InfeksiVirus PMK & LSD Kriteria Hewan Sembuh PMK - Tidak ada gejala 7 – 14 hari pasca infeksi - PCR negatif (swab menggunakan probang) Kriteria Hewan Carrier PMK - Virus tetep ada di dalam tubuh sampai hari ke- 28 pasca infeksi - Gejala klinis kadang tidak kelihatan - PCR positif (swab menggunakan probang) • Hewan terinfeksi virus LSD dapat sembuh • Hewan sembuh 28 – 31 hari pasca infeksi setelah pemberian pengobatan Tingkat penularan : 10 -20% Tingkat kematian : 1- 5% • Tingkat penularan hampir 100% • Tingkat kematian • 1-5% (hewan tua) • >20% (hewan muda  myocarditis) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 14.
    Gejala Klinis PMKpada Sapi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 15.
    Gejala Klinis LSDpada Sapi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 16.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Vaksinasi PMK & LSD Tujuan Vaksinasi : • Mencegah timbulnya penyakit • Mencegah munculnya gejala klinis • Mengurangi shedding virus Vaksin PMK : • Bentuk Inaktif • Virus sudah dimatikan • Tidak dapat menularkan Penyakit Vaksin LSD : • Bentuk aktif atenuasi (dilemahkan) • Virus diatenuasi lintas spesies host • Vaksin homolog / heterolog • Bentuk inaktif • Virus sudah dimatikan • Tidak dapat menularkan Penyakit
  • 17.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Jenis Vaksin PMK & LSD Nama Vaksin Kandungan Serotype Asal Negara AFTOPOR O-3039, O1 Manisa, A22 Irak Perancis AFTOMUNE O1 Campos. A24 Cruzeiro Brazil AFTOGEN OLEO O1 Campos Argentina Nama Vaksin Strain Asal Negara Lumpyvax Live attenuated LSDV field strain Afrika Selatan Mevac LSD Live attenuated LSDV Mesir PMK LSD
  • 18.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Amankah Vaksin PMK & LSD ? Vaksin PMK • Aman untuk hewan sehat • Hewan sakit tidak boleh divaksin • Hewan bunting boleh divaksin pada trimester 2 dan 3 (umur kebuntingan > 3 bulan) • Hewan yang sembuh tidak perlu divaksin • Jarak vaksin pertama & kedua : 1 bulan • Booster diberikan 6 bulan setelah vaksinasi kedua • Booster selanjutnya setiap 6-12 bulan • Antibodi terbentuk 4-7 hari dan baru memberikan perlindungan setelah 14 - 21 hari • Vaksin PMK tidak menimbulkan gejala sakit Vaksin LSD • Aman untuk hewan sehat & bunting • Hewan sakit tidak boleh divaksin • Hewan yang sembuh tidak perlu divaksin • Vaksinasi cukup 1x dan dibooster setiap tahun • Antibodi terbentuk 7 hari dan baru memberikan perlindungan penuh setelah 21 hari • Vaksin LSD kadang memberikan gejala sakit (LSD-like lession) tetapi dapat hilang dalam beberapa hari
  • 19.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Kejadian Reinfeksi & Infeksi Campuran PMK & LSD Pada hewan sembuh / carrier PMK: - kemungkinan dapat reinfeksi kembali jika kondisi imun tubuh tidak membaik - hewan dalam kondisi stres Pada hewan yang divaksin PMK : - kemungkinan dapat terinfeksi jika titer antibodi yang terbentuk tidak terlalu tinggi -biasanya terjadi pasca vaksinasi pertama  titer antibody masih rendah • Hewan sembuh PMK dapat kebal dalam 1- 2 tahun Mixed infection: • PMK dan LSD merupakan penyakit yang sama-sama menimbulkan imunosupresif • Mixed infection dapat terjadi : • PMK  LSD / Penyakit lain • LSD  PMK / Penyakit lain • Hewan sembuh LSD dapat kebal dalam beberapa tahun
  • 20.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Infeksi Tunggal / Infeksi Campuran LSD PMK Imunosupresif • Komplikasi penyakit • Gangguan kesehatan • Penurunan produksi susu • Mastitis • Penurunan kualitas daging / kulit • Gangguan reproduksi /infertil • Abortus / kematian Infeksi tunggal / mixed infection Infeksi campuran dapat terjadi. Hewan muda lebih peka terhadap infeksi daripada hewan tua karena sistem imun belum sepenuhnya berfungsi
  • 21.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Penyakit Imunosupresan LSD PMK Imunosupresif Parasit darah/pencernaan Bakteri Virus Mixed infection
  • 22.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Pengendalian PMK dan LSD • Biosecurity • Disinfeksi terhadap orang, alat, sepatu, baju, kandang dan lingkungan • Pembatasan kunjungan tamu • Tidak memasukkan ternak baru ke dalam farm • Vaksinasi • Sesuai prosedur • Pengendalian mobilitas ternak • Peran karantina dan dinas terkait • Kontrol terhadap vector dan lingkungan • Penggunaan insektisida • Stamping out pada daerah wabah baru • Surveilans
  • 23.
    PENGENDALIAN VEKTOR Meminimalkan penularan virus secaramekanis Mengurangi ternak rentan untuk mencegah penyebaran lebih luas Tindakan karantina untuk mencegah penyebaran infeksi SURVEILANS Deteksi dini, Penelusuran kasus; Surveilans pasif dan aktif VAKSINASI DARURAT STRATEGI PENGENDALIAN LSD Memfasilitasi keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pengendalian. KIE PENGENDALIAN LALU LINTAS PEMUSNAHAN Efektif jika deteksi dini; Penyebaran luas tidak dianjurkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 24.
    1 PEMUSNAHAN TERBATAS 1. Efektifjika deteksi dini dilakukan 2. Tidak dianjurkan jika penyebaran luas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 25.
    1. Deteksi Dini:Pelaporan peternak adanya kecurigaan kasus LSD ke pihak berwenang melalui iSIKHNAS atau pelaporan langsung dari petugas setempat/terdekat dalam waktu 24 jam 2. Pelacakan kasus baik penelusuran ke belakang dan ke depan yang dilakukan oleh petugas pada wilayah wabah (surveilans pasif dan aktif) 2 SURVEILANS Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 26.
    3 PENGENDALIAN LALU LINTAS 1.Pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas ternak dan pembatasan pemasukan sapi/kerbau dari luar Kabupaten Pasuruan: a. Melakukan pemeriksaan kesehatan hewan b. Memeriksa sertifikat veteriner dan catatan vaksinasi c. Memeriksa identitas ternak secara individual d. Menyemprot kendaraan pengangkut ternak dengan insektisida e. Melarang ternak yang menunjukkan tanda-tanda sakit untuk dilalulintaskan; f. Melarang ternak yang tidak menunjukkan tanda/bukti vaksinasi untuk dilalulintaskan (jika ada vaksinasi) 2. Tindakan karantina untuk mencegah penyebaran infeksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 27.
    4 Tipe Vaksinasi yangdigunakan:  Live attenuated homolog  Penyuntikan sub-kutaneus dengan dosis sesuai aturan (1 ml atau 2ml) Persyaratan vaksinasi:  Cakupan vaksinasi diatas 80%-100%  Vaksinasi tahunan dilakukan minimal 3 tahun berturut-turut Protokol Vaksinasi: 1. Ternak yang divaksinasi adalah ternak yang tidak menunjukkan gejala klinis; 2. Ternak semua umur divaksinasi; 3. Anak sapi dari induk yang divaksinasi atau yang terinfeksi divaksinasi pada umur 3-4 bulan; 4. Anak sapi dari induk yang tidak divaksinasi dapat divaksinasi pada umur berapa saja. 5. Dosis vaksinasi yang sama untuk sapi dan kerbau VAKSINASI Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 28.
    5 PENGENDALIAN VEKTOR 1. Identifikasiserangga di peternakan 2. Menghilangkan habitat serangga: Menghilangkan tempat-tempat perbibitan insekta di lingkungan kandang/peternakan seperti aliran pembuangan, genangan air; 3. Penyemprotan insektisida dengan dengan memperhatikan pencemaran lingkungan (tidak disarankan dalam skala besar) 4. Jenis Insektisida : kandungan Deltametrin (mis BUTOX 50)) 5. Pembasmian nyamuk segala Jenis Desindektan : kandungan benzalkonium chloride dan potassium peroxymonosulfate. 6. Cara tradisional dapat dilakukan dengan pengasapan 7. Membunuh larva lalat dengan cara kotoran ternak dikeringkan dan dimasukkan kedalam kantong- kantong yang tertutup. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 29.
    6 KIE (Komunikasi, Informasi,Edukasi) 1. Memicu keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pengendalian 2. Objek Komunikasi: a. Pengambil kebijakan masyarakat dan pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pengendalian b. Tokoh masyarakat c. Peternak d. Asosiasi/Pedagang e. Petugas Keswan dan IB f. PPL g. Mengintensifkan peran posko PMK yang juga menjadi posko LSD di masing-masing kecamatan dan menyediakan fasilitas posko PMK dan call center PMK dan LSD di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (call center PMK 081277198131, call center Puskeswan 082310880990) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
  • 30.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Kejadian Pasca Vaksinasi PMK  Vaksin inaktif • Gejala Umum : • Abses / granuloma / fibrosis • Benjolan kecil • Kemerahan pada kulit • Demam • Gangguan lambung • Eksudatif & nekrosis dermatitis • Urticaria Gejala alergi • Hewan gelisah, nafas pendek / cepat • Tremor otot • Busa pada mulut • Mimisan / perdarahan hidung • Keguguran • Anafilaktik syok LSD  Vaksin aktif atenuasi Gejala Umum : • Lokal inflamasi • Pembengkakan pada kulit • Lesi pada kulit • Nodul seperti LSD pada kulit • Demam • Penurunan produksi susu sementara
  • 31.
    Dinas Peternakan danKesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Pengobatan Sistemik 1. Pengobatan PMK & LSD tidak spesifik • Hanya pengobatan simptomatis dan suportif 2. Pengobatan sistemik hanya boleh dilakukan oleh dokter hewan atau paramedic atas penyelia Drh. 3. Pengobatansimptomatis • Antipiretik : 3-5 hari • Antiinflamasi : 3-5 hari • Antihistamin : 3-5 hari • Antibiotik : long acting (terutama jika ada indikasi infeksi sekunder) • Enrofloxacin • Oxytetracycline • Penstrep 4. Pengobatan suportif • B-complex : 3-5 hari • Vit A & E : 3-5 hari • Liver extract : 3-5 hari 5. Pengobatan anemia • Vit B12 (kobalamin) & As folat (B9) : 3-5 hari
  • 32.
    TINDAKAN-TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKANDALAM PENANGGULANGAN, PENANGANAN DAN PENGENDALIAN PMK
  • 33.
    SOSIALISASI PMK PRE RELEASEBUPATI MENGENAI PMK PADA TANGGAL 13 MEI 2022 SOSIALISASI PMK DENGAN SFORKOMPINDES BESERTA ELUR UH JAJARAN OPDFORKOMPINDA, KECAMATAN, FORKOMPI NCAM, DAN PERANGKAT DESA SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI PC NU SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI PASAR HEWAN SOSIALISASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI MASYARAKAT SOSIALISASI PMK DI PEDAGANG PASAR & JAGAL
  • 34.
    DESINFEKSI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN OLEH BUPATIPASURUAN PENYEMPROTAN DESINFEKTAN OLEH PETUGAS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DI KANDANG TERNAK DESINFEKSI KENDARAAN PENGANGKUT TERNAK PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DI PASAR HEWAN PEMBAGIAN DESINFEKTAN KE PERANGKAT DESA PEMBAGIAN DESINFEKTAN KE PETUGAS TERNAK
  • 35.
    PENGOBATAN TERNAK OLEH DOKTERHEWAN PUSKESWAN PENGOBATAN TERNAK
  • 36.
    PENGAWASAN LALU LINTASTERNAK PENGAWASAAN DAN PENYEKATAN LALU LINTAS TERNAK PEMBATASAN LALU LINTAS TERNAK TERKAIT PENYEBARAN PMK
  • 37.
    PENUTUPAN PASAR HEWAN BerdasarkanSurat Edaran Bupati Tanggal 19 Mei 2022 Mengenai Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan kuku (PMK) Pada Ternak PASAR HEWAN TUTUR (15 MEI 2022)
  • 38.
    POSKO PELAYANAN PMKKABUPATEN PASURUAN
  • 39.
    VAKSINASI PMK KABUPATENPASURUAN PELUNCURAN VAKSINASI I OLEH KETUA DPR RI MONITORING VAKSINASI PMK OLEH WABUP KAB PAS MONITORING VAKSINASI OLEH KASATGAS PMK NASIONAL VAKSINASI PMK OLEH PETUGAS
  • 40.
    ALOKASI VAKSIN LSDKABUPATEN PASURUAN NO NAMA ALOKASI VAKSIN TOTAL TAHAP I TAHAP II 1 KPSP Setia Kawan 5000 7.000 12000 2 KUD Sembada 1700 3.500 5200 3 KUD Dadi Jaya 1400 4.000 5400 4 Koperasi Usaha Ternak Tani Suka Makmur 1700 2.500 4200 5 Koperasi Produsen Serba Usaha " Tunas Setia Baru " 500 1.000 1500 6 Koperasi Tirto Rejo Mulyo Lumbang 740 1.200 1940 7 UD Indo Sehat Milk 840 1.200 2040 8 UD Wahyudi Putra 0 1.000 1000 9 Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah 400 600 1000 10 UD. Sumber Abadi 280 500 780 11 Cahaya Timur 200 300 500 12 Sejahtera Bersama Anggota 0 400 400 Total 12.760 23.200 35960
  • 41.
    VAKSINASI KABUPATEN PASURUAN NONAMA TAHAP I TAHAP II TOTAL 1 KPSP Setia Kawan 4593 2995 7588 2 KUD Sembada 1725 652 2377 3 KUD Dadi Jaya 1404 1285 2689 4 Koperasi Usaha Ternak Tani Suka Makmur 1700 1117 2817 5 Koperasi Produsen Serba Usaha " Tunas Setia Baru " 463 535 998 6 Koperasi Tirto Rejo Mulyo Lumbang 480 286 766 7 UD Indo Sehat Milk 642 850 1492 8 UD Wahyudi Putra 0 717 717 9 Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah 400 0 400 10 UD. Sumber Abadi 280 0 280 11 Cahaya Timur 143 118 261 12 Sejahtera Bersama Anggota 0 Total 11.830 8.555 20.385
  • 42.
    KIE VAKSINASI LSD TINDAKAN YANGTELAH DILAKUKAN PEMBERIAN VITAMIN PASCA VAKSINASI