OTOT RANGKAOTOT RANGKA
STRUKTUR OTOT,
MEKANISME KERJA OTOT,
SIFAT KERJA OTOT
Oleh: Lenta Viorentina Br Meliala, S.Pd.
Fungsi otot rangka
KARAKTERISTIK OTOTKARAKTERISTIK OTOT
RANGKARANGKA
• Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk
memendek dan lebih pendek dari ukuran
semula, hal ini terjadi jika otot sedang
melakukan kegiatan.
• Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk
memanjang dan lebih panjang dari ukuran
semula.
• Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk
kembali pada ukuran semua.
Struktur otot rangka
Susunan otot rangka
• Epimisium (epi- berarti pada): lapisan paling
luar di sekeliling otot
• Perimisium (peri- berarti sekitar): mengelilingi
dan memisahkan fasikulus
• Endomisium. (Endo= ke dalam, mysium =
otot): melapisi setiap sel serat otot
• Fasikulus: kumpulan atau berkas serat-serat
otot
• Miofibril: garis-garis gelap & terang yang
menyusun otot rangka
• Tendon: tempat melekatnya otot pada tulang
Struktur Miofibril
Diagram Struktur Miofibril
• Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi oleh
garis gelap dan terang.
• Miosin: filamen protein tebal.
• Aktin: filamen protein tipis.
• Pita A (A = anisotrop) adalah daerah gelap yang
mengandung aktin dan miosin.
• Pita I (I = isotrop) adalah daerah ujung sarkomer
yang terdapat daerah terang dan hanya
mengandung aktin.
• Zona H ( H = heller) adalah pita A yang hanya
mengandung miosin di bagian tengah.
• Garis M adalah pita A yang hanya mengandung
filamen kasar di tengah.
• Garis Z (Z = swischenscheibe = cakram antara)
adalah pembatas antar sarkomer.
Jadi, dalam 1 sarkomer terdapat garis-garis
Z-I-A-H-M-H-A-I-Z
(tepatnya interval antara 2 garis Z, 1 pita A,
dan ½ dari 2 garis I).
SIFAT KERJA OTOT
(OTOT AnTAgOnIS)
Kontraksi otot dipacu oleh potensial aksi
dari sinapsis sel saraf yang menyebabkan
pelepasan ion kalsium (Ca2+
) oleh retikulum
sarkoplasma (retikulum endoplasma yang
terspesialisasi) di otot. Pelepasan Ca2+
menyebabkan terjadi ikatan antara kepala
miosin dan filamen aktin. Ketika filamen-
filamen aktin meluncur menuju tengah
sarkomer, otot memendek (kontraksi). Pada
saat relaksasi, filamen-filamen tersebut
kembali ke bentuk semula.
Mekanisme kerja ototMekanisme kerja otot
Apa akibatnya apabila otot mendapatApa akibatnya apabila otot mendapat
rangsangan secara terus menerus?rangsangan secara terus menerus?
SEKIAN
-=TERIMA KASIH=-

Otot rangka

  • 1.
    OTOT RANGKAOTOT RANGKA STRUKTUROTOT, MEKANISME KERJA OTOT, SIFAT KERJA OTOT Oleh: Lenta Viorentina Br Meliala, S.Pd.
  • 2.
  • 3.
    KARAKTERISTIK OTOTKARAKTERISTIK OTOT RANGKARANGKA •Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan. • Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula. • Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semua.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    • Epimisium (epi-berarti pada): lapisan paling luar di sekeliling otot • Perimisium (peri- berarti sekitar): mengelilingi dan memisahkan fasikulus • Endomisium. (Endo= ke dalam, mysium = otot): melapisi setiap sel serat otot • Fasikulus: kumpulan atau berkas serat-serat otot • Miofibril: garis-garis gelap & terang yang menyusun otot rangka • Tendon: tempat melekatnya otot pada tulang
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    • Sarkomer adalahunit otot yang dibatasi oleh garis gelap dan terang. • Miosin: filamen protein tebal. • Aktin: filamen protein tipis. • Pita A (A = anisotrop) adalah daerah gelap yang mengandung aktin dan miosin. • Pita I (I = isotrop) adalah daerah ujung sarkomer yang terdapat daerah terang dan hanya mengandung aktin. • Zona H ( H = heller) adalah pita A yang hanya mengandung miosin di bagian tengah. • Garis M adalah pita A yang hanya mengandung filamen kasar di tengah. • Garis Z (Z = swischenscheibe = cakram antara) adalah pembatas antar sarkomer.
  • 10.
    Jadi, dalam 1sarkomer terdapat garis-garis Z-I-A-H-M-H-A-I-Z (tepatnya interval antara 2 garis Z, 1 pita A, dan ½ dari 2 garis I).
  • 11.
  • 13.
    Kontraksi otot dipacuoleh potensial aksi dari sinapsis sel saraf yang menyebabkan pelepasan ion kalsium (Ca2+ ) oleh retikulum sarkoplasma (retikulum endoplasma yang terspesialisasi) di otot. Pelepasan Ca2+ menyebabkan terjadi ikatan antara kepala miosin dan filamen aktin. Ketika filamen- filamen aktin meluncur menuju tengah sarkomer, otot memendek (kontraksi). Pada saat relaksasi, filamen-filamen tersebut kembali ke bentuk semula. Mekanisme kerja ototMekanisme kerja otot
  • 14.
    Apa akibatnya apabilaotot mendapatApa akibatnya apabila otot mendapat rangsangan secara terus menerus?rangsangan secara terus menerus?
  • 15.