III.1 OSILATOR 
Osilator adalah suatu rangkaian yang menghasilkan keluaran yang amplitudonya berubah-ubah 
secara periodik dengan waktu. Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa 
isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam-macam, yaitu bentuk sinusoida, 
persegi, segitiga, gigi gergaji atau denyut. Osilator berbeda dengan penguat, oleh karena penguat 
memerlukan isyarat masukan untuk menghasilkan isyarat keluaran. Pada osilator tidak ada isyarat 
masukan, hanya ada isyarat keluaran saja, yang frekuensi dan amplitudo dapat dikendalikan. Osilator 
digunakan secara luas sebagai sumber isyarat untuk menguji suatu rangkaian elektronik. Osilator seperti 
ini disebut pembangkit isyarat, atau pembangkit fungsi jika isyarat keluarannya dapat mempunyai 
berbagai bentuk. Osilator juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jarak dengan gelombang 
mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonic (sonar). Selain itu, hampir semua alat digital seperti jam 
tangan, kalkulator digital, komputer, dan sebagainya menggunakan osilator. 
Osilator adalah inti dari sebuah pemancar, pada sistem komunikasi radio osilator menghasilkan 
gelombang sinus yang dipakai sebagai sinyal pembawa, sinyal informasi kemudian ditumpangkan pada 
sinyal pembawa dengan proses modulasi. Osilator yang bisa dirubah disebut VFO (Variable Frequency 
Oscillator). VFO memiliki kelebihan pada deviasi frekuensinya yang lebar, karena pada VFO (Variable 
Frequency Oscillator) dipakai induktor dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya maka kestabilan VFO 
(Variable Frequency Oscillator) sangat tergantung dari kestabilan nilai induktor dan kapasitor. 
Komponen-komponen pada VFO (Variable Frequency Oscillator) yang mudah terpengaruh oleh suhu 
menyebabkan VFO (Variable Frequency Oscillator) mempunyai kestabilan yang rendah. VFO (Variable 
Frequency Oscillator) yang frekuensinya bisa berubah karena diberi besaran tegangan tertentu pada 
inputnya disebut sebagai VCO (Voltage Controlled Oscillator), paling banyak dipakai pada rangkaian 
osilator FM (Frekuensi Modulasi) karena sinyal suara langsung dapat dimasukan pada input VCO (Voltage 
Controlled Oscillator). Osilator jenis lain memakai kristal sebagai komponen frekuensinya. Osilator 
kristal memiliki kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Kestabilan yang sangat tinggi ini membuat 
osilator kristal menjadi sulit untuk diterapkan pada metode FM (modulasi frekuensi). Kestabilan frekuensi 
dari osilator crystal dapat digabungkan dengan deviasi frekuensi VFO (Variable Frequency Oscillator) 
yang lebar dengan menerapkan osilator yang terkontrol dengan PLL (Phase Locked Loop), osilator kristal 
dipakai sebagai penghasil frekuensi referensi. Dengan demikian akan didapatkan frekuensi referensi yang 
sangat stabil. Sedangkan VFO (Variable Frequency Oscillator) dipakai pada osilator yang sebenarnya.
III.1.1 OSILATOR RC 
Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya. Osilator ini sangat 
mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian frekuensi yang rendah. Rangkaian osilator RC yang 
paling sederhana dapat dibangun dengan menggunakan satu gerbang seperti yang diperlihatkan pada 
gambar berikut : 
Gambar 3.2 Rangkaian ekivalen Osilator RC sederhana 
Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R, kapasitor C dan impedansi masukan dari 
inverter yang digunakan. Secara umum dapat dikatakan bahwa frekuensi keluaran adalah : 
f = k x R x C 
dimana k adalah konstanta yang harus dicari dengan eksperimen. 
Osilator RC dikembangkan menjadi beberapa jenis yang perbedaannya dapat ditunjukkan pada 
skematik berikut :
Gambar 3.3 Rangkaian Ekivalen Osilator RC sesuai Jenisnya
Osilator Penggeser Fasa 
A. OSILATOR WIEN-BRIDGE 
Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Satu rangkaian adalah sebuah RCR “T” yang bertindak 
sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC “T” yang beroperasi sebagai penyaring bernilai 
tinggi. Bersama-sama, sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi osilasi yang 
diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang maju, di RCR itu – tertunda, sehingga mereka 
dapat melemahkan satu sama lain pada frekuensi tertentu. Pada osilator wien-bridge frekuensi osilasi 
tegangan output Vo dan input Vin sefasa pada 0 derajat, sinyal akan berbentuk segi empat dan frekuensi 
akan turun apabila penguatan terlalu besar. Perbandingan nilai kapasitor dan resistor menentukan tingkat 
kestabilan frekuensi. 
Gambar 3.4 Rangkaian Osilator Wien-Bridge
B. OSILATOR PENGGESER FASA 
Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator pergeseran fasa terdapat sebuah 
pembalik fasa total 180 derajat. Pembalik fasa ini menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat dan 
memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya 
dibentuk oleh tiga buah rangkaian RC. 
Gambar 3.5 Rangkaian Osilator Penggeser Fasa 
III.1.2 OSILATOR LC 
Pada osilator LC (rangkaian resonansi) menggunakan rangkaian resonansi sebagai pembangkit 
gelombang dan penguat untuk mengatasi redaman oleh resistansi dalam induktor dan konduktansi 
kapasitor. 
Gambar 3.6 Rangkaian Ekivalen Osilator LC
A. OSILATOR COLPITTS 
Osilator Colpitts termasuk jenis osilator LC. Osilator collpits tersusun dari dua buah kapasitor yang 
disusun seri dan sebuah induktor tunggal. Kelebihan osilator colpits adalah mudahnya mengatur nilai 
frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah induktor variabel pada komponen induktornya seperti halnya 
penggunaan kapasitor variabel pada osilator hartley. Amplitudo output osilator juga relatif tetap pada 
range frekuensi kerja penguat osilator. 
Gambar 3.7 Rangkaian Ekivalen Osilator Colpitts 
Gambar 3.8 Rangkaian Osilator Colpits
B. OSILATOR HARTLEY 
Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley tersusun dari dua buah induktor yang 
disusun seri dan sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator hartley adalah mudahnya mengatur nilai 
frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah kapasitor variabel pada komponen kapasitornya. Selain itu 
amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator. 
Gambar 3.9 Rangkaian Ekivalen Osilator Hartley 
C. OSILATOR CLAPP 
Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan 
satu buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama dengan osilator colpits namun ada penambahan 
kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L). Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp pada 
tahun 1948. 
Gambar 3.10 Rangkaian Ekivalen Osilator Clapp
III.1.3 OSILATOR KRISTAL 
Osilator Kristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakanan LC atau RC 
melainkan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian dalam kristal mewakili rangkaian R, L dan C yang disusun 
seri. 
Seperti telah dinyatakan sebelumnya, pada beberapa aplikasi dibutuhkan clock dengan frekuensi 
yang sangat teliti. Clock seperti ini tidak dapat dibangkitkan dengan menggunakan osilator RC karena 
tingkat ketelitian osilator ini sangat rendah. Sebagai gantinya digunakan osilator kristal. Disebut osilator 
kristal karena osilator ini menggunakan kristal kwarsa sebagai komponen penentu frekuensinya. Kristal 
kwarsa memiliki frekuensi resonan yang ditentukan oleh ketebalannya. Umumnya frekuensi resonannya 
berbanding terbalik dengan ketebalannya. 
Kelebihan dari kristal ini ialah frekuensi resonannya sangat akurat dan hanya sedikit terpengaruh 
oleh suhu ataupun komponen eksternal. Oleh karena itu kristal ini sangat banyak digunakan pada peralatan 
yang membutuhkan osilator dengan frekuensi yang teliti. Salah satu alat yang paling sering mengunakan 
osilator kristal adalah jam. Ketelitian dari jam ditentukan oleh ketelitian frekuensi clock yang meng-increment- 
nya. Jika frekuensi clock keitnggian maka jam akan menjadi terlalu cepat. Sebaliknya jika 
frekuensi clock terlalu rendah maka jam akan terlalu lambat. Oleh karena itu dibutuhkan osilator yang 
dapat membangkitkan pulsa clock yang sangat teliti agar jam tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. 
Osilator kristal dapat dibangun dengan menggunakan gerbang TTL ataupun CMOS. Pada 
penggunaannya sebagai osilator kristal, gerbang-gerbang yang digunakan dipaksa untuk bekerja didaerah 
liniernya yang umumnya harus dihindari jika gerbang-gerbang ini digunakan sebagai perangkat logika. 
Agar dapat berosilasi gerbang-gerbang ini harus bersifat sebagai penguat linier. 
Contoh rangkaian osilator kristal dengan gerbang TTL dapat dilihat pada Gambar 8.17. 
Gambar 3.11 Rangkaian Osilator Kristal TTL 
Pada contoh ini digunakan dua buah inverter untuk mendapatkan umpanbalik positip. Masing-masing 
inverter diberi umpanbalik negatip melalui sebuah tahanan. Kristal kwarsa dihubungkan seri 
dengan sebuah kapasitor variabel antara keluaran dengan masukan osilator. Fungsi kapasitor variabel 
disini ialah untuk menala frekuensi agar benar-benar sesuai dengan yang diinginkan dan sekaligus 
membatasi arus eksitasi dari kristal.
Jika menggunakan gerbang CMOS maka umumnya rangkaian osilator yang digunakan adalah 
osilator Collpits, dimana kapasitor digunakan pembagi tegangan kapasitip. Contoh rangkaian ini dapat 
dilihat pada Gambar 8.18. 
Gambar 3. 12 Rangkaian Ekivalen Osilator Kristal CMOS 
A. OSILATOR KRISTAL DENGAN INVERTER CMOS 
 Dua inverter CMOS memberi gain total 30 s.d. 1000 
 Beda fasa rangkaian penguat 00 
 Osilasi terjadi pada resonansi seri 
 Buffer digunakan untuk memperoleh gelombang persegi empat 
Gambar 3.13 Osilator Kristal Resonansi Seri CMOS (a) Rangkaian; (b) Rangkaian Ekivalen
B. OSILATOR PIERCE 
Osilator Pierce ditemukan oleh George W. Pierce. Osilator Pierce banyak dipakai pada rangkaian 
digital karena bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil. 
Osilator Pierce menggunakan hanya satu inverter CMOS, rangkaian umpan balik merupakan rangkaian π . 
Beda fasa penguat dan rangkaian umpan balik 1800. 
Gambar 3.14 Rangkaian Osilator Pierce
C. OSILATOR PIERCE DENGAN TRANSISTOR 
Menggunakan rangkaian mirip dengan osilator Colpitt (pada frekuensi osilasi kristal mendekati 
fungsi induktansi). 
Gambar 3.15 Rangkaian Osilator Pierce dengan Transistor 
III.1.4 OSILATOR HARMONISA 
Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator harmonisa disebut juga 
dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa terdiri dari sebuah penguat dan sebuah filter yang 
membentuk umpan balik positif yang menentukan frekuensi output. Prinsip osilator ini dimulai dengan 
adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali 
ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal noise 
akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. 
Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator.
A. OSILATOR AMSTRONG 
Osilator amstrong dinamai sesuai dengan nama penemunya Edwin Amstrong. Osilator amstrong 
terdiri dari sebuah penguat dan sebuat umpan balik rangkaian LC. 
Gambar 3.16 Osilator Amstrong 
Osilator Amstrong (juga dikenal sebagai Meissner osilator menurut insinyur listrik Edwin Armstrong, 
kadang-kadang disebut sebagai pengingat osilator karena umpan balik yang diperlukan untuk 
menghasilkan osilasi ini disediakan menggunakan pengingat kumparan (T di diagram rangkaian) melalui 
kopel magnet antara kumparan L dan koil T. 
III.1.5 OSILATOR RELAKSASI 
Osilator Relaksasi merupakan osilator yang memanfaatkan prinsip saklar secara terus menerus 
dengan periode tertentu yang menentukan frekuensi output. Osilator relaksasi menghasilkan beberapa 
bentuk gelombang non sinus, yaitu gelombang kotak, segitiga, pulsa dan gigi gergaji. 
Osilator relaksasi adalah osilator dimana kondensator diisi sedikit demi sedikit dan lalu 
dikosongkan dengan cepat. Ini biasanya dibangun dari sebuah resistor atau sumber arus, sebuah 
kondensator, dan sebuah peranti penahan seperti lampu neon, tiratron, DIAC, UJT, atau dioda Gunn. 
Kondensator diisi melalui resistor, menyebabkan tegangan yang membentangi kondensator 
mendekati tegangan pengisi pada kurva eksponensial. Peranti penahan dijajarkan dengan kondensator. 
Peranti sedemikian ini tidak akan menghantar sebelum tegangan yang membentanginya mencapai 
tegangan tahan (sulut). Peranti penahan lalu menghantar dan dengan cepat mengosongkan kondensator. 
Ketika tegangan pada kondensator jatuh hingga lebih rendah dari tegangan tahan, peranti penahan berhenti 
menghantar dan kondensator mulai diisi kembali. Jika unsur penahan adalah lampu neon, sirkuit juga 
menghasilkan kilasan cahaya setiap kondensator dikosongkan. 
Jika lampu neon atau tiratron digunakan sebagai peranti sulut, resistor tambahan dengan harga 
puluhan hingga ratusan ohm dipasang berderet dengan peranti sulut untuk membatasi arus dari
pengosongan kondensator dan mencegah elektroda lampu untuk rusak dengan cepat karena pulsa arus 
tinggi yang berulang dengan cepat. 
Gelombang keluaran dari osilator relaksasi biasanya adalah gelombang gigi gergaji. Jika hanya sebagian 
kecil dari lereng eksponensial yang digunakan (tegangan sulut dari peranti penahan lebih rendah dari 
sumber tegangan), lereng kira-kira merupakan lereng linier, tetapi jika dibutuhkan gelombang gigi gergaji 
yang benar-benar linier, resistor pengisian harus diganti dengan sumber arus konstan.

Osilator

  • 1.
    III.1 OSILATOR Osilatoradalah suatu rangkaian yang menghasilkan keluaran yang amplitudonya berubah-ubah secara periodik dengan waktu. Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam-macam, yaitu bentuk sinusoida, persegi, segitiga, gigi gergaji atau denyut. Osilator berbeda dengan penguat, oleh karena penguat memerlukan isyarat masukan untuk menghasilkan isyarat keluaran. Pada osilator tidak ada isyarat masukan, hanya ada isyarat keluaran saja, yang frekuensi dan amplitudo dapat dikendalikan. Osilator digunakan secara luas sebagai sumber isyarat untuk menguji suatu rangkaian elektronik. Osilator seperti ini disebut pembangkit isyarat, atau pembangkit fungsi jika isyarat keluarannya dapat mempunyai berbagai bentuk. Osilator juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jarak dengan gelombang mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonic (sonar). Selain itu, hampir semua alat digital seperti jam tangan, kalkulator digital, komputer, dan sebagainya menggunakan osilator. Osilator adalah inti dari sebuah pemancar, pada sistem komunikasi radio osilator menghasilkan gelombang sinus yang dipakai sebagai sinyal pembawa, sinyal informasi kemudian ditumpangkan pada sinyal pembawa dengan proses modulasi. Osilator yang bisa dirubah disebut VFO (Variable Frequency Oscillator). VFO memiliki kelebihan pada deviasi frekuensinya yang lebar, karena pada VFO (Variable Frequency Oscillator) dipakai induktor dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya maka kestabilan VFO (Variable Frequency Oscillator) sangat tergantung dari kestabilan nilai induktor dan kapasitor. Komponen-komponen pada VFO (Variable Frequency Oscillator) yang mudah terpengaruh oleh suhu menyebabkan VFO (Variable Frequency Oscillator) mempunyai kestabilan yang rendah. VFO (Variable Frequency Oscillator) yang frekuensinya bisa berubah karena diberi besaran tegangan tertentu pada inputnya disebut sebagai VCO (Voltage Controlled Oscillator), paling banyak dipakai pada rangkaian osilator FM (Frekuensi Modulasi) karena sinyal suara langsung dapat dimasukan pada input VCO (Voltage Controlled Oscillator). Osilator jenis lain memakai kristal sebagai komponen frekuensinya. Osilator kristal memiliki kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Kestabilan yang sangat tinggi ini membuat osilator kristal menjadi sulit untuk diterapkan pada metode FM (modulasi frekuensi). Kestabilan frekuensi dari osilator crystal dapat digabungkan dengan deviasi frekuensi VFO (Variable Frequency Oscillator) yang lebar dengan menerapkan osilator yang terkontrol dengan PLL (Phase Locked Loop), osilator kristal dipakai sebagai penghasil frekuensi referensi. Dengan demikian akan didapatkan frekuensi referensi yang sangat stabil. Sedangkan VFO (Variable Frequency Oscillator) dipakai pada osilator yang sebenarnya.
  • 2.
    III.1.1 OSILATOR RC Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian frekuensi yang rendah. Rangkaian osilator RC yang paling sederhana dapat dibangun dengan menggunakan satu gerbang seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut : Gambar 3.2 Rangkaian ekivalen Osilator RC sederhana Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R, kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan. Secara umum dapat dikatakan bahwa frekuensi keluaran adalah : f = k x R x C dimana k adalah konstanta yang harus dicari dengan eksperimen. Osilator RC dikembangkan menjadi beberapa jenis yang perbedaannya dapat ditunjukkan pada skematik berikut :
  • 3.
    Gambar 3.3 RangkaianEkivalen Osilator RC sesuai Jenisnya
  • 4.
    Osilator Penggeser Fasa A. OSILATOR WIEN-BRIDGE Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Satu rangkaian adalah sebuah RCR “T” yang bertindak sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC “T” yang beroperasi sebagai penyaring bernilai tinggi. Bersama-sama, sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi osilasi yang diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang maju, di RCR itu – tertunda, sehingga mereka dapat melemahkan satu sama lain pada frekuensi tertentu. Pada osilator wien-bridge frekuensi osilasi tegangan output Vo dan input Vin sefasa pada 0 derajat, sinyal akan berbentuk segi empat dan frekuensi akan turun apabila penguatan terlalu besar. Perbandingan nilai kapasitor dan resistor menentukan tingkat kestabilan frekuensi. Gambar 3.4 Rangkaian Osilator Wien-Bridge
  • 5.
    B. OSILATOR PENGGESERFASA Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator pergeseran fasa terdapat sebuah pembalik fasa total 180 derajat. Pembalik fasa ini menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat dan memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya dibentuk oleh tiga buah rangkaian RC. Gambar 3.5 Rangkaian Osilator Penggeser Fasa III.1.2 OSILATOR LC Pada osilator LC (rangkaian resonansi) menggunakan rangkaian resonansi sebagai pembangkit gelombang dan penguat untuk mengatasi redaman oleh resistansi dalam induktor dan konduktansi kapasitor. Gambar 3.6 Rangkaian Ekivalen Osilator LC
  • 6.
    A. OSILATOR COLPITTS Osilator Colpitts termasuk jenis osilator LC. Osilator collpits tersusun dari dua buah kapasitor yang disusun seri dan sebuah induktor tunggal. Kelebihan osilator colpits adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah induktor variabel pada komponen induktornya seperti halnya penggunaan kapasitor variabel pada osilator hartley. Amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator. Gambar 3.7 Rangkaian Ekivalen Osilator Colpitts Gambar 3.8 Rangkaian Osilator Colpits
  • 7.
    B. OSILATOR HARTLEY Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley tersusun dari dua buah induktor yang disusun seri dan sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator hartley adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah kapasitor variabel pada komponen kapasitornya. Selain itu amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator. Gambar 3.9 Rangkaian Ekivalen Osilator Hartley C. OSILATOR CLAPP Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan satu buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama dengan osilator colpits namun ada penambahan kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L). Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp pada tahun 1948. Gambar 3.10 Rangkaian Ekivalen Osilator Clapp
  • 8.
    III.1.3 OSILATOR KRISTAL Osilator Kristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakanan LC atau RC melainkan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian dalam kristal mewakili rangkaian R, L dan C yang disusun seri. Seperti telah dinyatakan sebelumnya, pada beberapa aplikasi dibutuhkan clock dengan frekuensi yang sangat teliti. Clock seperti ini tidak dapat dibangkitkan dengan menggunakan osilator RC karena tingkat ketelitian osilator ini sangat rendah. Sebagai gantinya digunakan osilator kristal. Disebut osilator kristal karena osilator ini menggunakan kristal kwarsa sebagai komponen penentu frekuensinya. Kristal kwarsa memiliki frekuensi resonan yang ditentukan oleh ketebalannya. Umumnya frekuensi resonannya berbanding terbalik dengan ketebalannya. Kelebihan dari kristal ini ialah frekuensi resonannya sangat akurat dan hanya sedikit terpengaruh oleh suhu ataupun komponen eksternal. Oleh karena itu kristal ini sangat banyak digunakan pada peralatan yang membutuhkan osilator dengan frekuensi yang teliti. Salah satu alat yang paling sering mengunakan osilator kristal adalah jam. Ketelitian dari jam ditentukan oleh ketelitian frekuensi clock yang meng-increment- nya. Jika frekuensi clock keitnggian maka jam akan menjadi terlalu cepat. Sebaliknya jika frekuensi clock terlalu rendah maka jam akan terlalu lambat. Oleh karena itu dibutuhkan osilator yang dapat membangkitkan pulsa clock yang sangat teliti agar jam tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Osilator kristal dapat dibangun dengan menggunakan gerbang TTL ataupun CMOS. Pada penggunaannya sebagai osilator kristal, gerbang-gerbang yang digunakan dipaksa untuk bekerja didaerah liniernya yang umumnya harus dihindari jika gerbang-gerbang ini digunakan sebagai perangkat logika. Agar dapat berosilasi gerbang-gerbang ini harus bersifat sebagai penguat linier. Contoh rangkaian osilator kristal dengan gerbang TTL dapat dilihat pada Gambar 8.17. Gambar 3.11 Rangkaian Osilator Kristal TTL Pada contoh ini digunakan dua buah inverter untuk mendapatkan umpanbalik positip. Masing-masing inverter diberi umpanbalik negatip melalui sebuah tahanan. Kristal kwarsa dihubungkan seri dengan sebuah kapasitor variabel antara keluaran dengan masukan osilator. Fungsi kapasitor variabel disini ialah untuk menala frekuensi agar benar-benar sesuai dengan yang diinginkan dan sekaligus membatasi arus eksitasi dari kristal.
  • 9.
    Jika menggunakan gerbangCMOS maka umumnya rangkaian osilator yang digunakan adalah osilator Collpits, dimana kapasitor digunakan pembagi tegangan kapasitip. Contoh rangkaian ini dapat dilihat pada Gambar 8.18. Gambar 3. 12 Rangkaian Ekivalen Osilator Kristal CMOS A. OSILATOR KRISTAL DENGAN INVERTER CMOS  Dua inverter CMOS memberi gain total 30 s.d. 1000  Beda fasa rangkaian penguat 00  Osilasi terjadi pada resonansi seri  Buffer digunakan untuk memperoleh gelombang persegi empat Gambar 3.13 Osilator Kristal Resonansi Seri CMOS (a) Rangkaian; (b) Rangkaian Ekivalen
  • 10.
    B. OSILATOR PIERCE Osilator Pierce ditemukan oleh George W. Pierce. Osilator Pierce banyak dipakai pada rangkaian digital karena bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil. Osilator Pierce menggunakan hanya satu inverter CMOS, rangkaian umpan balik merupakan rangkaian π . Beda fasa penguat dan rangkaian umpan balik 1800. Gambar 3.14 Rangkaian Osilator Pierce
  • 11.
    C. OSILATOR PIERCEDENGAN TRANSISTOR Menggunakan rangkaian mirip dengan osilator Colpitt (pada frekuensi osilasi kristal mendekati fungsi induktansi). Gambar 3.15 Rangkaian Osilator Pierce dengan Transistor III.1.4 OSILATOR HARMONISA Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator harmonisa disebut juga dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa terdiri dari sebuah penguat dan sebuah filter yang membentuk umpan balik positif yang menentukan frekuensi output. Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator.
  • 12.
    A. OSILATOR AMSTRONG Osilator amstrong dinamai sesuai dengan nama penemunya Edwin Amstrong. Osilator amstrong terdiri dari sebuah penguat dan sebuat umpan balik rangkaian LC. Gambar 3.16 Osilator Amstrong Osilator Amstrong (juga dikenal sebagai Meissner osilator menurut insinyur listrik Edwin Armstrong, kadang-kadang disebut sebagai pengingat osilator karena umpan balik yang diperlukan untuk menghasilkan osilasi ini disediakan menggunakan pengingat kumparan (T di diagram rangkaian) melalui kopel magnet antara kumparan L dan koil T. III.1.5 OSILATOR RELAKSASI Osilator Relaksasi merupakan osilator yang memanfaatkan prinsip saklar secara terus menerus dengan periode tertentu yang menentukan frekuensi output. Osilator relaksasi menghasilkan beberapa bentuk gelombang non sinus, yaitu gelombang kotak, segitiga, pulsa dan gigi gergaji. Osilator relaksasi adalah osilator dimana kondensator diisi sedikit demi sedikit dan lalu dikosongkan dengan cepat. Ini biasanya dibangun dari sebuah resistor atau sumber arus, sebuah kondensator, dan sebuah peranti penahan seperti lampu neon, tiratron, DIAC, UJT, atau dioda Gunn. Kondensator diisi melalui resistor, menyebabkan tegangan yang membentangi kondensator mendekati tegangan pengisi pada kurva eksponensial. Peranti penahan dijajarkan dengan kondensator. Peranti sedemikian ini tidak akan menghantar sebelum tegangan yang membentanginya mencapai tegangan tahan (sulut). Peranti penahan lalu menghantar dan dengan cepat mengosongkan kondensator. Ketika tegangan pada kondensator jatuh hingga lebih rendah dari tegangan tahan, peranti penahan berhenti menghantar dan kondensator mulai diisi kembali. Jika unsur penahan adalah lampu neon, sirkuit juga menghasilkan kilasan cahaya setiap kondensator dikosongkan. Jika lampu neon atau tiratron digunakan sebagai peranti sulut, resistor tambahan dengan harga puluhan hingga ratusan ohm dipasang berderet dengan peranti sulut untuk membatasi arus dari
  • 13.
    pengosongan kondensator danmencegah elektroda lampu untuk rusak dengan cepat karena pulsa arus tinggi yang berulang dengan cepat. Gelombang keluaran dari osilator relaksasi biasanya adalah gelombang gigi gergaji. Jika hanya sebagian kecil dari lereng eksponensial yang digunakan (tegangan sulut dari peranti penahan lebih rendah dari sumber tegangan), lereng kira-kira merupakan lereng linier, tetapi jika dibutuhkan gelombang gigi gergaji yang benar-benar linier, resistor pengisian harus diganti dengan sumber arus konstan.