INDUSTRIALISASI DAN PERKEMBANGAN
SEKTOR INDUSTRI
Nursyidah
11140535
Istilahindustrialisasi secara ekonomidiartikan sebagai
kegiatanmengolahbahanmentahmenjadibarang jadi atau
barangsetengahjadi, dapat pula diartikan sebagai himpunan
perusahaan-perusahaansejenisdimana kataindustry
dirangkaidengankata yang menerangkanjenisindustrinya.
Misalnya, industry obat-obatan, industry garmen, industry
perkayuan, dsb.
SEJARAH SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA
Tahun 1920an industry modern di Indonesia hampir semuadimiliki oleh
orang asing, walau jumlahnya hanya sedikit. Indutri kecil yang ada pada masa itu
berupa industry rumah tangga seperti penggilingan padi, pembuatan gula merah
(tebu dan nira), rokok kretek, kerajinan tekstil, dansebagainya tidak terkoordinasi
dengan baik.
Perusahaan modern hanya ada dua, yaitu pabrik rokok milik British American
Tobaco (BAT) dan perakitan kendaraan bermotor General Motor CarAssembly.
Depresi ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1930an meruntuhkan
perekonomian, megakibatkan menurunnya penerimaan ekspor dari 1.448 gulden
menjadi 505 gulden (1929) yang mengakibatkan pengangguran. Melihat situasi
tersebut pemerintah Hindia Belanda mengubah system dan pola kenijakan
ekonomi dari sector perkebunan kesector industry, dengan memberikemudahan
dalam pemberian ijin dan fasilitas bagi pendirian industry baru.
BerdasarkanSensus Industri Pertama (1939), industry yang ada
ketika itu mempekerjakan 173 ribu orang di bidang pengolahan
makanan,tekstildan barang logam, semuanya milik asing.Pada masa
PD II kondisiindustrialisasicukupbaik. Namun setelah pendudukan
Jepang keadaannyaterbalik. Disebabkan laranganimpor bahan
mentah dan diangkutnya barang capitalke Jepang dan pemaksaan
tenaga kerja (romusha). Setelah Indonesia merdeka, mulai
dikembangkan sector industry dan menawarkan investasi walau
dalam tahap coba-coba. Tahun 1951 pemerintah meluncurkan RUP
(Rencana Urgensi Perekonomian). Program utamanya menumbuhkan
dan mendorong industry kecilpribumi dan memberlakukan
pembatasan industry besar ataumodern yang dimilikiorang Eropa dan
Cina.
KONSEP DAN TUJUAN INDUSTRIALISASI
Dalam sejarah pembangunan ekonomi, konsep industrialisasi
berawal dari revolusi industry pertama pada pertengahan abad 18 di
Inggris dengan penemuan metode baru untukpemintalan dan
penenunan kapasyang menciptakan spesialisasidalam produksi dan
peningkatan produktivitas dari factor produksi yang digunakan.Setelah
itu,inovasi dan penemuan baru dalam pengolahan besi dan mesin uap
yang mendorong inovasi dalam pembuatan antara lainbesi baja,kereta
api dan kapaltenaga uap.
Revolusi industry kedua akhirabad 18 dan awalabad 19 dengan
berbagai perkembangan teknologi dan inovasimembantu laju
industrialisasi.Setelah PD II muncul berbagai teknologi baru seperti
produksi masaldengan menggunakan assembly line, tenaga listrik,
kendaraanbermotor, penemuan barang sintetisdan revolusi teknologi
komunikasi,elektronik, bio, computer dan penggunaan robot.
PERKEMBANGANSEKTOR INDUSTRIMANUFAKTUR
NASIONAL
Sector industry manufaktur di banyak Negara berkembang mengalami
perkembangansangat pesat dalam tiga decadeterakhir. Asia Timur danAsia
Tenggara dapat dikatakan sebagai kasus istimewa. Lebih dari 25 tahun terakhir,
dijuluki a miraculous economic karena kinerja ekonominya sangat hebat. Dari
1970 hinga 1995, industry manufaktur merupakan contributor utama.
Untuk melihat sejauh mana perkembangan industry manufaktur di Indonesia
selama ini, perlu dilihat perbandingan kinerjanya dengan sectoryang sama di
Negara-negara lain. Dalam kelompok ASEAN, misalnya kontribusi output dari
sector industry manufaktur terhadap pembentukan PDB di Indonesia masih
relative kecil, walaupun laju pertumbuhan output rata-ratanya termasuk tinggi di
Negara-negara ASEAN lainnya. Struktur ini menandakan Indonesia belum
merupakanNegaradengan tingkat industrialisasi yang tinggi dibandingkan
Malaysia dan Thailand.
PERMASALAHANDALAM INDUSTRIMANUFAKTUR
Kelemahan-kelemahanstructuraldi antaranya:
1.Basisekspordanpasarnyayangsempit
a.Empatproduk,yaknikayulapis,pakaianjadi,tekstildanalaskakimemiliki pangsa50%darinilai
totalmanufaktur
b.Pasartekstildanpakaianjadi sangatterbatas
c.TigaNegara(US,Jepang danSingapura),menyerap50%daritotalekspormanufakturIndonesia,
sementaraUSmenyeraphampirsetengahtotalnilaieksportekstildanpakaianjadi
d.Sepuluhprodukmenyumbang80% seluruhhasil ekspormanufaktur
e.Banyakprodukmanufakturpadatkaryayangterpilih sebagaiprodukunggulan Indonesia
mengalami penurunanhargadi pasarduniaakibatpersainganketat
f.BanyakprodukmanufakturyangmerupakaneksportradisionalIndonesiamengalami penurunan
dayasaing
2.Ketergantunganimporyangsangattinggi
3.Tidakadanyaindustryberteknologimenengah
4.Konsentrasiregional
Kelemahan-kelemahanorganisasi,di antaranya:
1. Industry skala kecildan menengah(IKM)masih
underdeveloped
2. Konsentrasipasar
3. Lemahnyakapasitas untukmenyerap dan
mengembangkanteknologi
4. LemahnyaSDM
STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
SEKTOR INDUSTRI
1.StrategiSubtitusiImpor
 Lebihmenekankanpadapengembanganindustryyangberorientasipadapasardomestic
 Strategisubtitusiimporadalahindustrydomestic yangmembuatbarangmenggantikanimpor
 Dilandasiolehpemikiranbahwalaju pertumbuhanekonomiyangtinggi dapatdicapaidengan
mengembangkanindustrydalamnegeriyangmemproduksibarangpengganti impor
Pertimbanganyanglajim digunakandalammemilih strategiini adalah:
a.SDAdanfactorproduksilain (terutamatenagakerja)cukuptersedia
b.Potensipermintaandalamnegeri memadai
c.Pendorongperkembangansectorindustrymanufakturdalamnegeri
d.Denganperkembanganindustrydalamnegeri,kesempatankerjalebih luas
e.Dapatmengurangi ketergantunganimpor
2.Penerapan strategi subtitusi impor dan hasilnya di
Indonesia
 Industry manufakturnasional tidak berkembangbaikselama
orde baru
 Ekspor manufakturIndonesiabelumberkembangdengan
baik
 Kebijakanproteksi yang berlebihan selama orde baru
menimbulkanhigh cost economy
 Teknologiyang digunakanolehindustry dalam negeri, sangat
diproteksi
3. StrategiPromosi Ekspor
Lebihberorientasi kepasar internasionaldalam
pengembanganusahadalam negeri
Tidak ada diskriminasi dalam pemberian insentifdan fasilitas
kemudahanlainnya dari pemerintah
Dilandasipemikiran bahwa lajupertumbuhanekonomiyang
tinggidapat dicapai jika produk yang dibuat di dalam negeri
dijual di pasar ekspor
Strategipromosi ekspor mempromosikan fleksibilitasdalam
pergeseran sumber daya ekonomiyang ada mengikuti
perubahanpola keunggulankomparatif
4. Kebijakanindustrialisasi
• Dirombaknya system devisa sehinggatransaksi luar negeri
lebihbebas dan sederhana
• Dikuranginyafasilitas khususyang hanya disediakan bagi
perusahaanNegara dan kebijakan
• pemerintahuntukmendorongpertumbuhansector swasta
bersama-sama denganBUMN Diberlakukannya Undang-
undangPMA
TERIMAKASIH TEMAN-
TEMAN
WASSALAM

Nursyidah

  • 1.
    INDUSTRIALISASI DAN PERKEMBANGAN SEKTORINDUSTRI Nursyidah 11140535
  • 2.
    Istilahindustrialisasi secara ekonomidiartikansebagai kegiatanmengolahbahanmentahmenjadibarang jadi atau barangsetengahjadi, dapat pula diartikan sebagai himpunan perusahaan-perusahaansejenisdimana kataindustry dirangkaidengankata yang menerangkanjenisindustrinya. Misalnya, industry obat-obatan, industry garmen, industry perkayuan, dsb.
  • 3.
    SEJARAH SEKTOR INDUSTRIDI INDONESIA Tahun 1920an industry modern di Indonesia hampir semuadimiliki oleh orang asing, walau jumlahnya hanya sedikit. Indutri kecil yang ada pada masa itu berupa industry rumah tangga seperti penggilingan padi, pembuatan gula merah (tebu dan nira), rokok kretek, kerajinan tekstil, dansebagainya tidak terkoordinasi dengan baik. Perusahaan modern hanya ada dua, yaitu pabrik rokok milik British American Tobaco (BAT) dan perakitan kendaraan bermotor General Motor CarAssembly. Depresi ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1930an meruntuhkan perekonomian, megakibatkan menurunnya penerimaan ekspor dari 1.448 gulden menjadi 505 gulden (1929) yang mengakibatkan pengangguran. Melihat situasi tersebut pemerintah Hindia Belanda mengubah system dan pola kenijakan ekonomi dari sector perkebunan kesector industry, dengan memberikemudahan dalam pemberian ijin dan fasilitas bagi pendirian industry baru.
  • 4.
    BerdasarkanSensus Industri Pertama(1939), industry yang ada ketika itu mempekerjakan 173 ribu orang di bidang pengolahan makanan,tekstildan barang logam, semuanya milik asing.Pada masa PD II kondisiindustrialisasicukupbaik. Namun setelah pendudukan Jepang keadaannyaterbalik. Disebabkan laranganimpor bahan mentah dan diangkutnya barang capitalke Jepang dan pemaksaan tenaga kerja (romusha). Setelah Indonesia merdeka, mulai dikembangkan sector industry dan menawarkan investasi walau dalam tahap coba-coba. Tahun 1951 pemerintah meluncurkan RUP (Rencana Urgensi Perekonomian). Program utamanya menumbuhkan dan mendorong industry kecilpribumi dan memberlakukan pembatasan industry besar ataumodern yang dimilikiorang Eropa dan Cina.
  • 5.
    KONSEP DAN TUJUANINDUSTRIALISASI Dalam sejarah pembangunan ekonomi, konsep industrialisasi berawal dari revolusi industry pertama pada pertengahan abad 18 di Inggris dengan penemuan metode baru untukpemintalan dan penenunan kapasyang menciptakan spesialisasidalam produksi dan peningkatan produktivitas dari factor produksi yang digunakan.Setelah itu,inovasi dan penemuan baru dalam pengolahan besi dan mesin uap yang mendorong inovasi dalam pembuatan antara lainbesi baja,kereta api dan kapaltenaga uap. Revolusi industry kedua akhirabad 18 dan awalabad 19 dengan berbagai perkembangan teknologi dan inovasimembantu laju industrialisasi.Setelah PD II muncul berbagai teknologi baru seperti produksi masaldengan menggunakan assembly line, tenaga listrik, kendaraanbermotor, penemuan barang sintetisdan revolusi teknologi komunikasi,elektronik, bio, computer dan penggunaan robot.
  • 6.
    PERKEMBANGANSEKTOR INDUSTRIMANUFAKTUR NASIONAL Sector industrymanufaktur di banyak Negara berkembang mengalami perkembangansangat pesat dalam tiga decadeterakhir. Asia Timur danAsia Tenggara dapat dikatakan sebagai kasus istimewa. Lebih dari 25 tahun terakhir, dijuluki a miraculous economic karena kinerja ekonominya sangat hebat. Dari 1970 hinga 1995, industry manufaktur merupakan contributor utama. Untuk melihat sejauh mana perkembangan industry manufaktur di Indonesia selama ini, perlu dilihat perbandingan kinerjanya dengan sectoryang sama di Negara-negara lain. Dalam kelompok ASEAN, misalnya kontribusi output dari sector industry manufaktur terhadap pembentukan PDB di Indonesia masih relative kecil, walaupun laju pertumbuhan output rata-ratanya termasuk tinggi di Negara-negara ASEAN lainnya. Struktur ini menandakan Indonesia belum merupakanNegaradengan tingkat industrialisasi yang tinggi dibandingkan Malaysia dan Thailand.
  • 7.
    PERMASALAHANDALAM INDUSTRIMANUFAKTUR Kelemahan-kelemahanstructuraldi antaranya: 1.Basisekspordanpasarnyayangsempit a.Empatproduk,yaknikayulapis,pakaianjadi,tekstildanalaskakimemilikipangsa50%darinilai totalmanufaktur b.Pasartekstildanpakaianjadi sangatterbatas c.TigaNegara(US,Jepang danSingapura),menyerap50%daritotalekspormanufakturIndonesia, sementaraUSmenyeraphampirsetengahtotalnilaieksportekstildanpakaianjadi d.Sepuluhprodukmenyumbang80% seluruhhasil ekspormanufaktur e.Banyakprodukmanufakturpadatkaryayangterpilih sebagaiprodukunggulan Indonesia mengalami penurunanhargadi pasarduniaakibatpersainganketat f.BanyakprodukmanufakturyangmerupakaneksportradisionalIndonesiamengalami penurunan dayasaing 2.Ketergantunganimporyangsangattinggi 3.Tidakadanyaindustryberteknologimenengah 4.Konsentrasiregional
  • 8.
    Kelemahan-kelemahanorganisasi,di antaranya: 1. Industryskala kecildan menengah(IKM)masih underdeveloped 2. Konsentrasipasar 3. Lemahnyakapasitas untukmenyerap dan mengembangkanteknologi 4. LemahnyaSDM
  • 9.
    STRATEGI DAN KEBIJAKANPEMBANGUNAN SEKTOR INDUSTRI 1.StrategiSubtitusiImpor  Lebihmenekankanpadapengembanganindustryyangberorientasipadapasardomestic  Strategisubtitusiimporadalahindustrydomestic yangmembuatbarangmenggantikanimpor  Dilandasiolehpemikiranbahwalaju pertumbuhanekonomiyangtinggi dapatdicapaidengan mengembangkanindustrydalamnegeriyangmemproduksibarangpengganti impor Pertimbanganyanglajim digunakandalammemilih strategiini adalah: a.SDAdanfactorproduksilain (terutamatenagakerja)cukuptersedia b.Potensipermintaandalamnegeri memadai c.Pendorongperkembangansectorindustrymanufakturdalamnegeri d.Denganperkembanganindustrydalamnegeri,kesempatankerjalebih luas e.Dapatmengurangi ketergantunganimpor
  • 10.
    2.Penerapan strategi subtitusiimpor dan hasilnya di Indonesia  Industry manufakturnasional tidak berkembangbaikselama orde baru  Ekspor manufakturIndonesiabelumberkembangdengan baik  Kebijakanproteksi yang berlebihan selama orde baru menimbulkanhigh cost economy  Teknologiyang digunakanolehindustry dalam negeri, sangat diproteksi
  • 11.
    3. StrategiPromosi Ekspor Lebihberorientasikepasar internasionaldalam pengembanganusahadalam negeri Tidak ada diskriminasi dalam pemberian insentifdan fasilitas kemudahanlainnya dari pemerintah Dilandasipemikiran bahwa lajupertumbuhanekonomiyang tinggidapat dicapai jika produk yang dibuat di dalam negeri dijual di pasar ekspor Strategipromosi ekspor mempromosikan fleksibilitasdalam pergeseran sumber daya ekonomiyang ada mengikuti perubahanpola keunggulankomparatif
  • 12.
    4. Kebijakanindustrialisasi • Dirombaknyasystem devisa sehinggatransaksi luar negeri lebihbebas dan sederhana • Dikuranginyafasilitas khususyang hanya disediakan bagi perusahaanNegara dan kebijakan • pemerintahuntukmendorongpertumbuhansector swasta bersama-sama denganBUMN Diberlakukannya Undang- undangPMA
  • 13.