SWOT
(waroeng steak and shake)
Ariyani (114030024)
Bombi Kamanggaga (114030015)
Konsep Dan Definisi Lokus
• Deskripsi
• Sejarah
• Gambaran Waroeng Steak and Shake
Deskripsi
Produk/Jasa Yang Ditawarkan
Aneka menu masakan Eropa, terutama steak,
dengan cita rasa Indonesia.
Jam Operasional
Buka setiap hari, mulai dari jam 12.00 WIB
sampai jam 22.00 WIB
Fasilitas
Toilet, Tempat Parkir
Sejarah
didirikan oleh Jody Brotosuseno dan Siti
Haryani pada 4 september 2000. Pada awalnya,
usaha ini didirikan di teras rumah kontrakan
oleh Jody Brotosuseno dan istrinya Siti Hariyani
(Aniek) di Jalan Cenderawasih no. 30
yogyakarta
Demand Supply
• Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
• Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Permintaan
Faktor Internal
• Harga
• Lokasi
Faktor Eksternal
• Pendapatan pengunjung
• Selera
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Penawaran
Faktor Internal
• Biaya produksi
• Tujuan perusahaan
Faktor Eksternal
• Harga faktor produksi
• Jumlah pedagang / penjual
Segmenting
Pembagian sendiri untuk produk dari waroeng steak and
shake dimaksudkan kepada konsumen siapapun
itu, karna disini produk steak merupakan produk
makanan yang juga makanan tidak mengenal agama
misalnya dikarenakan waroeng steak and shake
menggunakan bahan baku yang halal. Juga tidak
mengenal gender, produk waroeng steak and shake
ini ditujukan untuk semoa golongan. Baik dari mereka
yang masih anak anak ataupun mereka yang seudah
berumur, selama mereka suka dan memang bisa
makan daging dagingan disitulah pasar untuk steak
ada.
Targeting
Sasaran dari waroeng steak and shake adalah mereka
yang suka atau bisa makan daging dagingan, lebih
spesifik lagi sasaran mereka sebenarnya adalah mereka
yang masih pelajar ataupun kalangan mahasiswa.
Hal ini bisa terlihat dari pemilihan lokasi sendiri
dan harga yang dipatok berkisar antara
Rp10.000 – Rp30.000. standar bagi saku saku para
pelajar ataupun mahasiswa. Kemampuan melihat
konsumen merupakan pemapaparan dari sasaran yang
di ambil oleh waroeng steak and shake, seperti apa yang
sudah digambarkan sebelumnya
Positioning
Berdasarkan alasan dari segmenting maupun targeting sendiri disinilah
bagaimana carannya waroeng steak and shake menempatkan dirinya
agar mencapai sasaran. Pengembangan sendiri masih terus
dilakukan, sebagai upaya untuk terus bisa menjaga harga yang merupakan
salah satu kekuatan bagi waroeng steak and shake. berbaurnya dengan
masyarakat yang juga menjadi alasan waroeng steak and shake agar lebih
mengenal konsumennya. Rutin mengadakan kegiatan baik dengan
masyarakat ataupun denga karyawannya. Berdasarkan hasil analisa
tolak ukurnya ada di karyawan dan lokasi ataupun kalau kita bicara
peluang itu ada pada masyarakat. Artinya dengan sikap pengembangan
terhadap produk, rasa kekeluargaan antara keluarga baik karyawan,
ataupun supervisor menjadi salah satu cara mereka dalam
meningkatkan pelayanan untuk mencapai sasaran. Pelajar atapun
mahasiswa merupakan konsumen dengan tingkat komentar terhadap
kecepatan menghidangkan yang cukup tinggi dengan penentuan terhadap
karyawan yang mayoritas adalah lelaki sudah merupakan salah satu
langkah, karena mereka berpendapat bahwa lelaki lebih cekatan belum lagi
ini merupakan pekerjaan yang bisa dibilang kerjaan kasar, kalupun wanita
maka kebanyakan ditempatkan sebagai kasir
(STRATEGIC ADVANTAGES PROFILE)
variabel
kunci
sub variabel kekuatan/kelemahan bobot rating
bobot
rating
produk 25%
rasa 50% O 13% 0 0
varian menu 50% K 13% 1 0,125
karyawan 10%
sikap 40% K 4% 1 0,04
jenis kelamin 60% K 6% 2 0,12
Harga 25% biaya produksi 100% L 25% -1 -0,25
lokasi 40%
infrastruktur 25% K 12% 1 0,12
kemudahan izin 20% O 10% 0 0
target 40% K 18% 2 0,36
sewa 15% L 6% -1 -0,06
0,455
(ENVIRONMENTAL THREAT AND
OPPORTUNITY PROFILE)
variabel
kunci
sub variabel peluang/ancaman bobot rating
bobot
rating
pesaing 50%
harga 30% A 15% -2 -0,3
lokasi 70% P 35% 2 0,7
masyarakat 50%
sikap 20% P 10% 0 0
pendapatan 80% P 40% 1 0,4
0,8
Dari analisis SAP diketahui bahwa total dari bobot rating
analisis SAP adalah 0.45 artinya kondisi perkembangan usaha
jika dilihat dari kekuatan ataupun kelemahan membaik. Dari
varian menu, infrastruktur, dan target. sedangkan untuk
kondisi yang lain kondisinya netral. Dengan demikian, waroeng
steak and shake harus melakukan peningkatan dalam produk
unggulan seperti dalam varian menu rasa. Selain itu, dalam
karyawan juga harus dipertahankan dan terus diperbaiki agar
pelayanan tetap terus sesuai harapan baik kedepannya agar
kinerja para karyawan semakin baik lagi.
Dari analisis ETOP diketahui bahwa total dari bobot rating
analisis ETOP adalah 0.8 artinya kondisi perkembangan usaha
jika dilihat dari ancaman ataupun peluang membaik. Dari
kondisi pesaing meski ada tapi letak mereka bukan merupakan
saingan bagi lokasi yang diambil oleh waroeng steak and shake
sedangkan untuk kondisi yang lain cukup untuk dibilang
ancaman akan usaha produk tersebut
TERIMAKASIH

analisis SWOT

  • 1.
    SWOT (waroeng steak andshake) Ariyani (114030024) Bombi Kamanggaga (114030015)
  • 2.
    Konsep Dan DefinisiLokus • Deskripsi • Sejarah • Gambaran Waroeng Steak and Shake
  • 3.
    Deskripsi Produk/Jasa Yang Ditawarkan Anekamenu masakan Eropa, terutama steak, dengan cita rasa Indonesia. Jam Operasional Buka setiap hari, mulai dari jam 12.00 WIB sampai jam 22.00 WIB Fasilitas Toilet, Tempat Parkir
  • 4.
    Sejarah didirikan oleh JodyBrotosuseno dan Siti Haryani pada 4 september 2000. Pada awalnya, usaha ini didirikan di teras rumah kontrakan oleh Jody Brotosuseno dan istrinya Siti Hariyani (Aniek) di Jalan Cenderawasih no. 30 yogyakarta
  • 5.
    Demand Supply • Faktor-Faktoryang Mempengaruhi Permintaan • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
  • 6.
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan FaktorInternal • Harga • Lokasi Faktor Eksternal • Pendapatan pengunjung • Selera
  • 7.
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran FaktorInternal • Biaya produksi • Tujuan perusahaan Faktor Eksternal • Harga faktor produksi • Jumlah pedagang / penjual
  • 8.
    Segmenting Pembagian sendiri untukproduk dari waroeng steak and shake dimaksudkan kepada konsumen siapapun itu, karna disini produk steak merupakan produk makanan yang juga makanan tidak mengenal agama misalnya dikarenakan waroeng steak and shake menggunakan bahan baku yang halal. Juga tidak mengenal gender, produk waroeng steak and shake ini ditujukan untuk semoa golongan. Baik dari mereka yang masih anak anak ataupun mereka yang seudah berumur, selama mereka suka dan memang bisa makan daging dagingan disitulah pasar untuk steak ada.
  • 9.
    Targeting Sasaran dari waroengsteak and shake adalah mereka yang suka atau bisa makan daging dagingan, lebih spesifik lagi sasaran mereka sebenarnya adalah mereka yang masih pelajar ataupun kalangan mahasiswa. Hal ini bisa terlihat dari pemilihan lokasi sendiri dan harga yang dipatok berkisar antara Rp10.000 – Rp30.000. standar bagi saku saku para pelajar ataupun mahasiswa. Kemampuan melihat konsumen merupakan pemapaparan dari sasaran yang di ambil oleh waroeng steak and shake, seperti apa yang sudah digambarkan sebelumnya
  • 10.
    Positioning Berdasarkan alasan darisegmenting maupun targeting sendiri disinilah bagaimana carannya waroeng steak and shake menempatkan dirinya agar mencapai sasaran. Pengembangan sendiri masih terus dilakukan, sebagai upaya untuk terus bisa menjaga harga yang merupakan salah satu kekuatan bagi waroeng steak and shake. berbaurnya dengan masyarakat yang juga menjadi alasan waroeng steak and shake agar lebih mengenal konsumennya. Rutin mengadakan kegiatan baik dengan masyarakat ataupun denga karyawannya. Berdasarkan hasil analisa tolak ukurnya ada di karyawan dan lokasi ataupun kalau kita bicara peluang itu ada pada masyarakat. Artinya dengan sikap pengembangan terhadap produk, rasa kekeluargaan antara keluarga baik karyawan, ataupun supervisor menjadi salah satu cara mereka dalam meningkatkan pelayanan untuk mencapai sasaran. Pelajar atapun mahasiswa merupakan konsumen dengan tingkat komentar terhadap kecepatan menghidangkan yang cukup tinggi dengan penentuan terhadap karyawan yang mayoritas adalah lelaki sudah merupakan salah satu langkah, karena mereka berpendapat bahwa lelaki lebih cekatan belum lagi ini merupakan pekerjaan yang bisa dibilang kerjaan kasar, kalupun wanita maka kebanyakan ditempatkan sebagai kasir
  • 11.
    (STRATEGIC ADVANTAGES PROFILE) variabel kunci subvariabel kekuatan/kelemahan bobot rating bobot rating produk 25% rasa 50% O 13% 0 0 varian menu 50% K 13% 1 0,125 karyawan 10% sikap 40% K 4% 1 0,04 jenis kelamin 60% K 6% 2 0,12 Harga 25% biaya produksi 100% L 25% -1 -0,25 lokasi 40% infrastruktur 25% K 12% 1 0,12 kemudahan izin 20% O 10% 0 0 target 40% K 18% 2 0,36 sewa 15% L 6% -1 -0,06 0,455
  • 12.
    (ENVIRONMENTAL THREAT AND OPPORTUNITYPROFILE) variabel kunci sub variabel peluang/ancaman bobot rating bobot rating pesaing 50% harga 30% A 15% -2 -0,3 lokasi 70% P 35% 2 0,7 masyarakat 50% sikap 20% P 10% 0 0 pendapatan 80% P 40% 1 0,4 0,8
  • 13.
    Dari analisis SAPdiketahui bahwa total dari bobot rating analisis SAP adalah 0.45 artinya kondisi perkembangan usaha jika dilihat dari kekuatan ataupun kelemahan membaik. Dari varian menu, infrastruktur, dan target. sedangkan untuk kondisi yang lain kondisinya netral. Dengan demikian, waroeng steak and shake harus melakukan peningkatan dalam produk unggulan seperti dalam varian menu rasa. Selain itu, dalam karyawan juga harus dipertahankan dan terus diperbaiki agar pelayanan tetap terus sesuai harapan baik kedepannya agar kinerja para karyawan semakin baik lagi. Dari analisis ETOP diketahui bahwa total dari bobot rating analisis ETOP adalah 0.8 artinya kondisi perkembangan usaha jika dilihat dari ancaman ataupun peluang membaik. Dari kondisi pesaing meski ada tapi letak mereka bukan merupakan saingan bagi lokasi yang diambil oleh waroeng steak and shake sedangkan untuk kondisi yang lain cukup untuk dibilang ancaman akan usaha produk tersebut
  • 15.