Disusun oleh : 
AGUNG IRAWAN 
BUDI SUTOYO 
ANI KURNIAWATI 
DASWAN 
DEWI YANTI 
DIDIK MARIANTO 
ENENG SUNDARI 
KETUT DENI WR. 
IDAD HADI 
1 
v 
GURU PEMBIMBING : 
SUPRIANTO, S.Pd. 
SMK NEGERI 1 LALAN 
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
KEBENCIAN SAHABAT HANYA SESEAAT 
2 
1. Erina : Protogonis (baik) 
2. Sintia : Antagonis (jahat) 
3. Franata : Tritagonis 
4. Yoan : Figuran 
5. Bimbi : Figuran 
6. Aditia : Figuran 
7. Pak Guru : Figuran 
Tempat : ruang sekolah 
Gedung SMK Negeri 1 Lalan berdiri kokoh diterpa jingganya pagi. Hari itu begitu 
cerah. Awan putih yang bergerak bergayut di langit biru. Sesekali tertipu desiran 
angin. Begitu sejuk mengantar keceriaan sosok mungil yang melangkah gemulai 
disambut riang oleh dedaunan yang melambai bermekaran di tanah begitu harum. 
Yoan : Sinta ! 
Sinta : Yoan. Gc usah berlari kaya gitu donk aku tak akan kemana-mana, 
kok. 
Yoan : Gx apa-apa kok. Hanya sedikit terkejut melihatmu sepagi ini telah 
datang. Ada apa ? tapi wajahmu kok kusut begitu? Lagi ada masalah 
yah. Sama pujaan hatimu… ah siapa sich namanya ? 
Sinta : Franat. 
Yoan : Yayaya Franata. Lelaki paling keren di kelas kita. 
Sinta : Bukan itu yo. 
Yoan : Terus apa ? 
Sinta : Kemarin aku dengar hari ini kita akan kedatangan siswa baru. 
Yoan : Terus apa masalahnya. 
Sinta : Kiranya dia gadis yang anggung dan pintar. 
Yoan : Terus 
Sinta : Ah kamu ni. Terus… terus… 
Yoan : Ea. Sinta kamu serius. Terus apa? 
Sinta : Kalo apa yang kamu fikirkan itu benar, so. Aku bisa tersaingi dong.
Yoan : Sudah lah tak usah difikirkan. Eh lihat. 
Sinta : Apa. Eh … pagi Franata. 
Franata : Pagi! 
Sinta : Frans, kamu sudah makan belum. 
Franata : Sudah . 
Sinta : Kita ke kantin yuk. Aku laper ni. 
Franata : Ya pergi lah. 
Sinta : Kok gitu sih. Ayo lah, Frans. 
Aditia : Sama aku aja Sintia. 
Sintia : Ah gc lah. Kalo sama kamu aku gak jadi laper. 
Aditia : Ye … ya sudah . 
Yoan : Dit. Sama aku aja yuk. 
Aditia : Yas kalo kamu kapan-kapan aja dech. 
Yoan : Yach, Adit. 
Sambil tertawa, Adit dan Franata pun duduk ke bangku mereka masing-masing. 
Karena bel masuk pun berbunyi, beberapa saat kemudian guru dan Erina datang 
memasuki kelas tersebut. 
Pak Guru : Pagi anak-anak. 
Semua siswa : Pagi Pak. 
Pak guru : Baiklah anak-anak. Hari ini kita telah kedatangan siswa baru. Erina 
silahkan perkenalkan namamu. 
Erina : Hai. Semua selamat pagi semua. Pereknalkan nama saya Erina. Saya 
pindahan dari SMK Negeri 2 Surabaya. Mohon bimbingan kalian 
semua. 
Semua siswa : Ea Erina. 
Pak guru : Baiklah siapa yang bersedia duduk dengan Erina. 
Aditia : Saya pak. 
Yoan : Saya aja pak. 
Sintia : Ya apa-apan sih. 
Yoan : Apa sih. 
3
Franata hanya terdiam 
Pak guru : Erina kamu duduk dengan Franata. 
Erina : Baik pak (Erina pun duduk) 
Baru saja Erina duduk, tiba-tiba saja ada seseorang siswa yang terlambat. Dia masuk 
sambil terengah-engah. Menghadap sang guru. 
Bimb : Pagi pak. 
Pak guru : Pagi. Bimbi, kenapa kamu terlambat. 
Bimbi : Jalannya macet pak. 
Pak guru : Oh.. ya sudah duduklah. 
Bimbi : Makasih Pak. 
Pak guru : Ya, baiklah anak-anak. Bapak ada sedikit urusan. Jangan berisik ya. 
Semua siswa : Baik, pak. 
Pak guru : Selamat pagi. 
Semua siswa : Pagi pak. 
Setelah guru berlalu keadaan kelas yang tadinya hening kini berubah menjadi riuh. 
Gemuruh terdengar kemana-mana. 
Erina : Hay. 
Franata : Hai juga Erina. 
Erina : Oh ya apakah kamu tidak keberatan aku duduk bersamamu. 
Franata : Tak apa. Aku malah senang o’a namaku Franata. 
Erina : Aku erina 
Franata : Senang kenal denganmu. 
Erina : Ea Franata. 
Franata : Panggil aja aku Frans. 
Erina : Baiklah. 
Bimbi pun datang menghampiri Erina dan Franata dengan wajahnya yang agak boon. 
Dia memasang wajah yang agak keheranan. 
Bimbi : Rh. Kamu anak baru ya 
4 
(sambil tersenyum) 
Erina : Iya
Bimbi : Tadi aku terlambat, jadi aku gak tau nama kamu. Aku Bimbi nama 
5 
kamu siapa ? 
Erina : Aku Erina. 
Bimbi : Och, bolehkan berteman ? 
Erina : Tentu saja. 
Franata : Ah. Kayaknya ada yang lupain aku deh 
(Erina dan Bimbi pun tersenyum) 
Bimbi : Maaf, Frnas gak kelihatan tadi. 
Franata : Ah kamu. 
Bimbi : Heheheh 
(bel istirahat pun berbunyi) 
Franata : Erina istirahat ne ke kantin yuk. 
Bimbi : Aku gak diajak nie ? 
Franata : Ya ayuk. 
Erina : Tidak. Terima kasih. Kamu pergi aja. 
(Aditia datang) 
Aditia : Erina ikut aja. Oea namaku Aditia. 
Erian : Aku Erina. 
Aditia : Senang kenal denganmu. 
Erina : Iya aku juga. 
Aditia : Ya sudah kalau kamu gak mau ikut kami pergi dulu ya. 
Erina : Ea. Makasih 
Bimbi : Ya biarlah Erina bersamaku. Dia baik-baik kok hehe. 
Erina : Ah kamu 
Aditia : Baiklah, kami duluan yach. 
(Erina pun menanggut) 
Setelah Franata pergi dan Aditia berlalu, Bimbi hendak mengajak Erina ke 
perpustakaan tetapi Sinta dan Yoan menghampiri mereka berdua. Dengan sengaja 
menabrak. 
Sitna : Hei anak baru. Liat-liat donk kalo jalan. 
Erina : Maaf. 
Sinta : Maaf-maaf. Kamu di sekolah ini ssiwa baru. Jadi gc usah bertingkah 
dech. Pakek nabrak-babrak segala lagi.
Bimbi : Sinta (bentak Bimbi) 
Sinta : Apa hah.. 
Erina : Aku kan sudah minta maaf. Lagi pula kamu yang nabrak aku. 
Sinta : Eh. Mau ngelawan yah. 
Erina : Tidak. 
Bimbi : Eh. Sinta kamu tuh di skeolah selalu aja buat onar. 
Sinta : Kenapa kamu ikut capur urusan aku.kamu siapa hah. Eh kamu sudah 
salah. Nyalahin ornag. Dasar gak tau diri. Aku gak pernah 
menyangka anak sekelas sama orang seperti kamu sudah berani 
duduk bersama Franata. 
Erina : Aku tak menginginkan duduk bersama Franata. Lagian aku sudah 
minta maaf padamu. Mau dimaafin atau tidak yach terserah. 
Sinta : kamu memang nyebelin. Ya udah minggir ah. 
Yoan : Sinta kamu apa-apa’an sih. Tak baik seperti itu. 
Sinta : Apa. Memang benar kan dia salah. 
Yoan : Erina yak salah . 
Sitna : Bagus. Semua orang belain anak sial ini daripada aku. Termasuk 
6 
kamu juga. 
Yoan : Bukan begitu maksudku. Tapi tak seharusnya kamu bersikap seperti 
itu. Erina siswa baru di sekolah ini seharusnya kita bersikap baik 
terhadapnya. 
Sitna : Ah jangan sok manis deh. 
Yoan : Aku tak moralis, aku dan kamu manusia biasa yang tak luput dari 
kesalahan. Bagaimana jika kamu sendiri yang berada dalam 
posisinya. 
Sinta : Alah berisik (sambil pergi meninggalkan tempat itu) 
Yoan : Sinta tunggu. Erina maafkan sahabatku yah. 
Erina : Tak apa. 
Bimbi : Ea Erina, Sinta selalu berbuat seenaknya. 
Erina : Sudah lah lupakan aja. Mungkin dia lagi kesel aja. 
Yoan : Ya. Dia emang gitu tapi dia sebelumnya anak yang baik. O’a 
namaku Yoan. 
Erina : Ohh. 
Yoan : Aku pergi dulu yah. Dah.
7 
Erina dan bimbi : Dah 
Keesokan harinya 
Franata : Erina 
Erina : Eh kamu. 
Franata : Yah sepagi ini kamu telah berangkat rupanya. 
Erina : Ea. Rumahku jauh. Kalau tak pagi-pagi aku kuatir kesiangan. 
Franata : Kan sekolah masih sepi. 
Erina : Ya. Lebih baik menunggu ketimbang terlambat kan. 
Franata : Benar juga. Kamu… sekalian bisa baca-baca buku mengulang 
pelajaran dan mempersiapkan materi jawaban ulangan. Jika hendak 
ulangan. 
Erina : Ya 
Aditya dan Yoan datang. 
Aditya dan Yoan : Pagi semua 
Erina dan Franata : Pagi juga 
Franata : Ech, kalian tumben berdua Yo mana Sintia. 
Yoan : Tau tuh. Dia nyebelin. 
Tiba-tiba di sela percakapan datang Bimbi menghampiri mereka. 
Bimbi : Aduh, kesiangan lagi. 
Aditya, Yoan, Franata, Erina : Bimbi (berteriak) 
Yoan : Kebiasan 
Franata : O’a tadi lupa. Mana Sintia yo? 
Biasanya kalian berdua tersus. 
Yoan : Sintia selalu aja cari gara-gara. Padahal udah sering aku ingingetin 
tai dia tetep aja kaya gitu. 
Franata : Memangnya kenapa? Ada masalah ? 
Yoan : Kemarin kami sedikit bertengkar dengannya. 
Aditya : Masalahnya. 
Erina : Sepertinya dia tak suka terhadapku. 
Franata : Lho kok bisa
Di sela percakapan Sintia datang. 
Sintia : Erina 
Erina : Ah kamu 
Sintia : Maafin aku Erina. 
Erina : Apa yang mesti aku maafkan Sintia. 
Sintia : Tentang sikapku… tak seharusnya aku bersikap seperti itu 
8 
terhadapmu. 
Erina : Tidak ada yang perlu di maafkan. Kamu tak salah. 
Sintia : Aku tau kamu masih kecewa dengan sikapku yang meyakiti hatimu. 
Aku menyadari kalau sikapku itu keliru. Apakah kamu mau 
memaafkan aku Erina. 
Erina : Sudah-sudah, tak ada yang perlu dimaafkan. Kalau pun ada aku telah 
memaafkanmu saat itu juga, karena hidup ini tak harus saling 
membenci tapi sebaiknya saling mengasihi. 
Sintia : Terima kasih atas kebesaran hati mu Erina. 
Erina : Lupakan saja. Hidup memang penuh dengan permainan. 
Bimbi : Dan kita telah masuk dalam perangkap permainan itu sendiri. 
Menyakitkan memang. Akan tetapi siapa yang bisa memutar nasib. 
Yoan : Ea… yang terjadi biarlah terjadi. Suatu hari nanti kita pasti akan 
keluar dari yang buruk. 
Adit : Dan melangkah dalam kehidupan damai yang membahagiakan. 
Sintia : Makasih sahabat, kalian adalah kisah terindah dalam hidupku. 
Franata : Yang penting kita semua sahabat. Tak kan ada lagi permusuhan dan 
perselisihan lagi. Tak kan ada lagi dendam yang tersirat dalam hati 
kita semua. Rasa sayang dan menyayangi akan berbaur dalam hari-hari 
kita. hingga keindahan itu menghempaskan kesedihan. 
Erina, Sintia, Franata, Bimbi, Yoan, Aditia 
Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini seperti sahabat walaupun ada 
kebencian tapi itu semua hanyalah sesaat 
Sahabat semua.

NASKAH DRAMA "Kebencian sahabat hanya sesaat"

  • 1.
    Disusun oleh : AGUNG IRAWAN BUDI SUTOYO ANI KURNIAWATI DASWAN DEWI YANTI DIDIK MARIANTO ENENG SUNDARI KETUT DENI WR. IDAD HADI 1 v GURU PEMBIMBING : SUPRIANTO, S.Pd. SMK NEGERI 1 LALAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
  • 2.
    KEBENCIAN SAHABAT HANYASESEAAT 2 1. Erina : Protogonis (baik) 2. Sintia : Antagonis (jahat) 3. Franata : Tritagonis 4. Yoan : Figuran 5. Bimbi : Figuran 6. Aditia : Figuran 7. Pak Guru : Figuran Tempat : ruang sekolah Gedung SMK Negeri 1 Lalan berdiri kokoh diterpa jingganya pagi. Hari itu begitu cerah. Awan putih yang bergerak bergayut di langit biru. Sesekali tertipu desiran angin. Begitu sejuk mengantar keceriaan sosok mungil yang melangkah gemulai disambut riang oleh dedaunan yang melambai bermekaran di tanah begitu harum. Yoan : Sinta ! Sinta : Yoan. Gc usah berlari kaya gitu donk aku tak akan kemana-mana, kok. Yoan : Gx apa-apa kok. Hanya sedikit terkejut melihatmu sepagi ini telah datang. Ada apa ? tapi wajahmu kok kusut begitu? Lagi ada masalah yah. Sama pujaan hatimu… ah siapa sich namanya ? Sinta : Franat. Yoan : Yayaya Franata. Lelaki paling keren di kelas kita. Sinta : Bukan itu yo. Yoan : Terus apa ? Sinta : Kemarin aku dengar hari ini kita akan kedatangan siswa baru. Yoan : Terus apa masalahnya. Sinta : Kiranya dia gadis yang anggung dan pintar. Yoan : Terus Sinta : Ah kamu ni. Terus… terus… Yoan : Ea. Sinta kamu serius. Terus apa? Sinta : Kalo apa yang kamu fikirkan itu benar, so. Aku bisa tersaingi dong.
  • 3.
    Yoan : Sudahlah tak usah difikirkan. Eh lihat. Sinta : Apa. Eh … pagi Franata. Franata : Pagi! Sinta : Frans, kamu sudah makan belum. Franata : Sudah . Sinta : Kita ke kantin yuk. Aku laper ni. Franata : Ya pergi lah. Sinta : Kok gitu sih. Ayo lah, Frans. Aditia : Sama aku aja Sintia. Sintia : Ah gc lah. Kalo sama kamu aku gak jadi laper. Aditia : Ye … ya sudah . Yoan : Dit. Sama aku aja yuk. Aditia : Yas kalo kamu kapan-kapan aja dech. Yoan : Yach, Adit. Sambil tertawa, Adit dan Franata pun duduk ke bangku mereka masing-masing. Karena bel masuk pun berbunyi, beberapa saat kemudian guru dan Erina datang memasuki kelas tersebut. Pak Guru : Pagi anak-anak. Semua siswa : Pagi Pak. Pak guru : Baiklah anak-anak. Hari ini kita telah kedatangan siswa baru. Erina silahkan perkenalkan namamu. Erina : Hai. Semua selamat pagi semua. Pereknalkan nama saya Erina. Saya pindahan dari SMK Negeri 2 Surabaya. Mohon bimbingan kalian semua. Semua siswa : Ea Erina. Pak guru : Baiklah siapa yang bersedia duduk dengan Erina. Aditia : Saya pak. Yoan : Saya aja pak. Sintia : Ya apa-apan sih. Yoan : Apa sih. 3
  • 4.
    Franata hanya terdiam Pak guru : Erina kamu duduk dengan Franata. Erina : Baik pak (Erina pun duduk) Baru saja Erina duduk, tiba-tiba saja ada seseorang siswa yang terlambat. Dia masuk sambil terengah-engah. Menghadap sang guru. Bimb : Pagi pak. Pak guru : Pagi. Bimbi, kenapa kamu terlambat. Bimbi : Jalannya macet pak. Pak guru : Oh.. ya sudah duduklah. Bimbi : Makasih Pak. Pak guru : Ya, baiklah anak-anak. Bapak ada sedikit urusan. Jangan berisik ya. Semua siswa : Baik, pak. Pak guru : Selamat pagi. Semua siswa : Pagi pak. Setelah guru berlalu keadaan kelas yang tadinya hening kini berubah menjadi riuh. Gemuruh terdengar kemana-mana. Erina : Hay. Franata : Hai juga Erina. Erina : Oh ya apakah kamu tidak keberatan aku duduk bersamamu. Franata : Tak apa. Aku malah senang o’a namaku Franata. Erina : Aku erina Franata : Senang kenal denganmu. Erina : Ea Franata. Franata : Panggil aja aku Frans. Erina : Baiklah. Bimbi pun datang menghampiri Erina dan Franata dengan wajahnya yang agak boon. Dia memasang wajah yang agak keheranan. Bimbi : Rh. Kamu anak baru ya 4 (sambil tersenyum) Erina : Iya
  • 5.
    Bimbi : Tadiaku terlambat, jadi aku gak tau nama kamu. Aku Bimbi nama 5 kamu siapa ? Erina : Aku Erina. Bimbi : Och, bolehkan berteman ? Erina : Tentu saja. Franata : Ah. Kayaknya ada yang lupain aku deh (Erina dan Bimbi pun tersenyum) Bimbi : Maaf, Frnas gak kelihatan tadi. Franata : Ah kamu. Bimbi : Heheheh (bel istirahat pun berbunyi) Franata : Erina istirahat ne ke kantin yuk. Bimbi : Aku gak diajak nie ? Franata : Ya ayuk. Erina : Tidak. Terima kasih. Kamu pergi aja. (Aditia datang) Aditia : Erina ikut aja. Oea namaku Aditia. Erian : Aku Erina. Aditia : Senang kenal denganmu. Erina : Iya aku juga. Aditia : Ya sudah kalau kamu gak mau ikut kami pergi dulu ya. Erina : Ea. Makasih Bimbi : Ya biarlah Erina bersamaku. Dia baik-baik kok hehe. Erina : Ah kamu Aditia : Baiklah, kami duluan yach. (Erina pun menanggut) Setelah Franata pergi dan Aditia berlalu, Bimbi hendak mengajak Erina ke perpustakaan tetapi Sinta dan Yoan menghampiri mereka berdua. Dengan sengaja menabrak. Sitna : Hei anak baru. Liat-liat donk kalo jalan. Erina : Maaf. Sinta : Maaf-maaf. Kamu di sekolah ini ssiwa baru. Jadi gc usah bertingkah dech. Pakek nabrak-babrak segala lagi.
  • 6.
    Bimbi : Sinta(bentak Bimbi) Sinta : Apa hah.. Erina : Aku kan sudah minta maaf. Lagi pula kamu yang nabrak aku. Sinta : Eh. Mau ngelawan yah. Erina : Tidak. Bimbi : Eh. Sinta kamu tuh di skeolah selalu aja buat onar. Sinta : Kenapa kamu ikut capur urusan aku.kamu siapa hah. Eh kamu sudah salah. Nyalahin ornag. Dasar gak tau diri. Aku gak pernah menyangka anak sekelas sama orang seperti kamu sudah berani duduk bersama Franata. Erina : Aku tak menginginkan duduk bersama Franata. Lagian aku sudah minta maaf padamu. Mau dimaafin atau tidak yach terserah. Sinta : kamu memang nyebelin. Ya udah minggir ah. Yoan : Sinta kamu apa-apa’an sih. Tak baik seperti itu. Sinta : Apa. Memang benar kan dia salah. Yoan : Erina yak salah . Sitna : Bagus. Semua orang belain anak sial ini daripada aku. Termasuk 6 kamu juga. Yoan : Bukan begitu maksudku. Tapi tak seharusnya kamu bersikap seperti itu. Erina siswa baru di sekolah ini seharusnya kita bersikap baik terhadapnya. Sitna : Ah jangan sok manis deh. Yoan : Aku tak moralis, aku dan kamu manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Bagaimana jika kamu sendiri yang berada dalam posisinya. Sinta : Alah berisik (sambil pergi meninggalkan tempat itu) Yoan : Sinta tunggu. Erina maafkan sahabatku yah. Erina : Tak apa. Bimbi : Ea Erina, Sinta selalu berbuat seenaknya. Erina : Sudah lah lupakan aja. Mungkin dia lagi kesel aja. Yoan : Ya. Dia emang gitu tapi dia sebelumnya anak yang baik. O’a namaku Yoan. Erina : Ohh. Yoan : Aku pergi dulu yah. Dah.
  • 7.
    7 Erina danbimbi : Dah Keesokan harinya Franata : Erina Erina : Eh kamu. Franata : Yah sepagi ini kamu telah berangkat rupanya. Erina : Ea. Rumahku jauh. Kalau tak pagi-pagi aku kuatir kesiangan. Franata : Kan sekolah masih sepi. Erina : Ya. Lebih baik menunggu ketimbang terlambat kan. Franata : Benar juga. Kamu… sekalian bisa baca-baca buku mengulang pelajaran dan mempersiapkan materi jawaban ulangan. Jika hendak ulangan. Erina : Ya Aditya dan Yoan datang. Aditya dan Yoan : Pagi semua Erina dan Franata : Pagi juga Franata : Ech, kalian tumben berdua Yo mana Sintia. Yoan : Tau tuh. Dia nyebelin. Tiba-tiba di sela percakapan datang Bimbi menghampiri mereka. Bimbi : Aduh, kesiangan lagi. Aditya, Yoan, Franata, Erina : Bimbi (berteriak) Yoan : Kebiasan Franata : O’a tadi lupa. Mana Sintia yo? Biasanya kalian berdua tersus. Yoan : Sintia selalu aja cari gara-gara. Padahal udah sering aku ingingetin tai dia tetep aja kaya gitu. Franata : Memangnya kenapa? Ada masalah ? Yoan : Kemarin kami sedikit bertengkar dengannya. Aditya : Masalahnya. Erina : Sepertinya dia tak suka terhadapku. Franata : Lho kok bisa
  • 8.
    Di sela percakapanSintia datang. Sintia : Erina Erina : Ah kamu Sintia : Maafin aku Erina. Erina : Apa yang mesti aku maafkan Sintia. Sintia : Tentang sikapku… tak seharusnya aku bersikap seperti itu 8 terhadapmu. Erina : Tidak ada yang perlu di maafkan. Kamu tak salah. Sintia : Aku tau kamu masih kecewa dengan sikapku yang meyakiti hatimu. Aku menyadari kalau sikapku itu keliru. Apakah kamu mau memaafkan aku Erina. Erina : Sudah-sudah, tak ada yang perlu dimaafkan. Kalau pun ada aku telah memaafkanmu saat itu juga, karena hidup ini tak harus saling membenci tapi sebaiknya saling mengasihi. Sintia : Terima kasih atas kebesaran hati mu Erina. Erina : Lupakan saja. Hidup memang penuh dengan permainan. Bimbi : Dan kita telah masuk dalam perangkap permainan itu sendiri. Menyakitkan memang. Akan tetapi siapa yang bisa memutar nasib. Yoan : Ea… yang terjadi biarlah terjadi. Suatu hari nanti kita pasti akan keluar dari yang buruk. Adit : Dan melangkah dalam kehidupan damai yang membahagiakan. Sintia : Makasih sahabat, kalian adalah kisah terindah dalam hidupku. Franata : Yang penting kita semua sahabat. Tak kan ada lagi permusuhan dan perselisihan lagi. Tak kan ada lagi dendam yang tersirat dalam hati kita semua. Rasa sayang dan menyayangi akan berbaur dalam hari-hari kita. hingga keindahan itu menghempaskan kesedihan. Erina, Sintia, Franata, Bimbi, Yoan, Aditia Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini seperti sahabat walaupun ada kebencian tapi itu semua hanyalah sesaat Sahabat semua.