Batik
Nama Anggota:
 Andini Rianti
 Ciska Olivia
 Dhea Ardhina Krisdamaiyanti
 Fathin Fadhilah
 Fidia Sucia Sari
 Merulgia Agestha
 Putri Aisyah
 Rizki Permata Hati
 Tania Ayu Marcelina
Materi yang Akan di Bahas
 Sejarah Batik
 Pengertan Batik
 Alat dan Bahan Untuk Membatik
 Teknik dan Proses Pembuatan Batik
 Langkah-langkah Membuat Batik
 Jenis-Jenis Batik
 Batik Khas Bangka Belitung
 Peran dan Fungsi Batik
Sejarah Batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan
menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Ada
beberapa penemuan,seperti:
a. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal
semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain
pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk
pola.
b. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan
di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta
di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794).
c. Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba
di Nigeria, serta Suku Soninke dan Suku Wolof di Senegal.
d. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman
Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau
awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik
tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal
setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran
batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer
berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan
diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau
ke-7.
Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto
(sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari
daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu
dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi
oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat
batik.
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal
sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa
pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan
alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di
Jawa pada masa sekitar itu.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali
diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817)
tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi
Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki
Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van
Rijekevorsel memberikan selembar batik yang
diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum
Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik
mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan
di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik
Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang
memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis
baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik
cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi
dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting
dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford
merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi
menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.
Pengertian Batik
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu
batik bisa mengacu pada dua hal:
a. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan
menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari
kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal
sebagai wax-resist dyeing.
b. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan
teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu
yang memiliki kekhasan.
Batik Indonesia, sebagai
keseluruhan teknik, teknologi, serta
pengembangan motif dan budaya yang terkait,
oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan
Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non
Bendawi sejak 2 Oktober, 2009.
Teknik dan Proses Pembuatan
Batik
Teknik pembuatan batik pada prinsipnya
adalah menutup permukaan kain batik dengan
malam batik cair(wax) agar ketika kain
dicelup kedalam ciran perwarna, kain yang
tertutup malam batik tersebut tidak ikut
terkena warna.
Bahan Untuk Membuat Batik
1. Kain
Kain yang siap untuk di batik umumnya berwarna
putih, karena untuk mempermudah proses membatik
maka biasanya kain digambar sketsa dengan pensil.
Penggunaan kain inilah yang nantinya akan sangat
mempengaruhi tingkat kesulitan membatik.
Jenis kain yang digunakan untuk
membatik
Selendang sutera
Selendang katun
Kain sutera
Mori primisima
Blaco dan santung
Kain untuk kaos:
Kaos (T-shirt):
• Lilin
• Malam adalah Lilin yang terbuat dari sarang lebah (Beeswax) murni yang
telah diolah. lilin ini berwarna putih, dan berbau sangat khas. jika
diaplikasikan pada kain cukup lentur dan tidak mudah retak atau pecah.
Bahan pembuat malam lainnya adalah paraffin. Jika beeswax memiliki
sifat yang lentur, maka sebaliknya paraffin sangat mudah retak, malam
paraffin ini baik untuk membuat batik remukan.
Jenis – jenis lilin :
• Lilin klowong: untuk membatik (Klowong/garis
motif)
Lilin Tembok: untuk menembok/menutup bagian
yang tidak dikehendaki berwarna
Zat pewarna
• Tidak semua pewarna tekstil dapat digunakan untuk mewarnai
batik karena sifat khusus batik. Batik tidak dapat dipanaskan pada
saat pewarnaan karena akan melarutkan lilin. Lilin batik tidak kuat
terhadap alkali. Sebaliknya, tidak semua pewarna tahan terhadap
rebusan air pada saat pengelupasan lilin. Oleh karena sifatnya
yang khusus ini maka pewarna batik harus dipilih yang sesuai
dengan proses pewarnaan batik yang khas.
Menurut asalnya pewarna batik terdiri dari 2 jenis:
a. Pewarna dari bahan alami, didapat dari bagian-bagian tumbuhan seperti
akar, batang, kayu, kulit, daun dan bunga, atau dari getah buang (Lac
Dye) binatang. Contohnya antara lain: daun pohon nila, kulit pohon soga
tinggi, kunir, daun teh, blendok trembalo (getah buang kutu Tachardia
Iacca yang hidup di pohon kesambi).
b. Pewarna sintetis/buatan. Merupakan pewarna yang dapat digunakan
dalam suhu yang tidak merusak lilin, yang termasuk golongan pewarna
tersebut adalah: indigo, indigosol, naptol dan rapid, cat soga, cat basis,
cat Indanthreen, cat belerang dan procion dingin (cat kreatif).
• Parafin: untuk membuat motif pecahan pada
kain batik
Soda Abu: untuk obat bantu melorod
TRO: untuk pembasah
Kostik: obat bantu zat warna napthol
Natrium nitrit: untuk obat bantu zat warna indigosol
HCl: untuk obat bantu pembangkit warna indigosol
Kertas roti: untuk menggambar pola batik.
Waterglass: untuk obat bantu nglorod
Alat Untuk Membuat Batik Tulis
A. Bandul Penahan
Bandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang
diletakkan di saku. fungsi utama bandul adalah untuk
menahan kain putih (mori) di mana batik sedang dibuat
agar tidak bergerak ditiup angin, atau menarik dari
pembuat batik dengan kecelakaan. Tapi tanpa bandul,
pembuatan batik dapat dilakukan.
B. Dingklik
Dingklik merupakan tempat pembuat
batik, tingginya disesuaikan dengan
tinggi orang duduk saat membatik.
C. Gawangan
Gawangan terbuat dari kayu atau bambu yang
bergerak dan kuat. Fungsinya adalah untuk
menggantung dan membentangkan kain mori
ketika batik akan dibuat dengan menggunakan
canting.
D. Wajan
Wajan peralatan mencair “Malam” (lilin untuk
membuat batik). Wajan terbuat dari baja atau tanah
liat. Lebih baik memiliki pegangan agar mudah untuk
mengangkat atau turun dari api tanpa menggunakan
peralatan lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari
tanah liat lebih baik daripada dari logam karena
pegangannya tidak mudah panas. Tapi wajan dari
tanah liat yang lambat panas “Malam”.
E. Kompor / Anglo
Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo
adalah api peralatan untuk mencairkan “Malam”.
Kompor terbuat dari besi di mana sumbu diberikan.
Jika menggunakan anglo, maka bahan untuk membuat
api adalah arang dari kayu. Jika menggunakan kayu api,
anglo diganti dengan “keren”: keren ini banyak
digunakan di desa-desa. Pada dasarnya keren adalah
sama dengan anglo, tetapi tidak memiliki lapisan atas.
F. Kipas / Tepas
Kipas tidak digunakan jika menggunakan api kompor.
Tepas adalah alat untuk membuat api semakin besar
tergantung pada kebutuhan, dan terbuat dari
bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Pada
dasarnya tepas dan ilir adalah sama, hanya bentuk
yang berbeda. Tepas bentuk ‘adalah persegi dan
menunjuk ke salah satu lebar dan pegangan di
bagian runcing.
G. Taplak
Fungsinya adalah untuk menutupi dan
melindungi pembuat batik itu dari setetes
Malam (lilin) dari canting.
H. Canting
Canting adalah alat untuk menggambar atau
melukis dengan lilin menggambar Malam ke
mori itu. Canting menentukan nama batik yang
akan dihasilkan menjadi batik gambar. Alat
ini terbuat dari campuran tembaga dan kayu
atau bambu yang fleksibel dan ringan.
I. Kemplongan
Kemplongan merupakan alat yang terbuat dari
kayu yang berbentuk meja dan palu pemukul
alat ini dipergunakan untuk menghaluskan kain
mori sebelum di beri pola motif batik dan
dibatik.
Alat Untuk Membuat Batik Cap
A. Kasur (Bantalan)
Bantalan Kasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain,
berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan dicap.
B. Taplak
Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan kasur
C. Kompor
Tebuat dari besi dengan menggunakan sumbu, berfungsi untuk perapian
saat melelehkan lilin malam
D. Anglo Besar
Anglo ini terbuat dari gerabah yang berfungi untuk tungku yang
didalamnya diletakkan kompor untuk perapian. Penggunaan Anglo
ini untuk melindungi api dari angin sehingga api dapat menyala
lebih tenang.
E. Meja
Meja ini terbuat dari kayu yang berfungsi untuk meletakkan kasur bantalan.
F. Loyang
Loyang terbuat dari besi dan berbentuk seperti wajan dengan dasar
datar dan berdiameter 40 cm, loyang ini berfungsi untuk tempat lilin
malam saat dipanaskan.
G. Angsang
Angsang ini terbuat dari tembaga dengan permukaan
berupa anyaman strimin yang diletakkan pada loyang.
Angsang ini berfungsi untuk lapisan dasar pada permukaan
loyang.
H. Serak Kasar dan Serak Halus
Serak kasar dan serak halus ini terbuat dari kain katun dengan bentuk
seperti kain kasa berfungsi sebagai lapisan diatas angsang untuk meletakkan
cap saat pengambilan lilin malam yang sudah meleleh.
I. Londo
Berupa jambangan kecil yang berisi air dan abu yang berfungsi untuk
dipergunakan membasahi kasur agar tetap basah saat akan dipergunakan
untuk meletakkan mori saat akan dicap.
J. Alat Cap
Alat cap ini terbuat dari tembaga
dengan kombinasi besi dengan pemukaan
untuk berupa motif batik. Cap ini
berfungsi untuk meletakkan lilin malam
dengan motif batik pada permukaan kain
mori.
Alat Tambahan Untuk Membuat
Batik
Timbangan: untuk menimbang warna
Stik besi: untuk menghilangkan tetesan lilin
Dingklik: untuk duduk pada waktu membatik tulis
Kenceng: untuk tempat melorod kain batik.
Scrap: untuk membersihkan lilin yang
menetes di lantai.
Seterika dan meja seterika: untuk
menghaluskan kain
Macam-Macam Teknik Membatik
1. Teknik Canting Tulis
teknik canting tulis adalah teknik membatik dengan
menggunakan alat yang disebut canting. Membatik
dengan canting tulis seperti ini disebut teknik
membatik tradisional.
2. Teknik Celup Ikat
Teknik celup ikat merupakan pembuatan motif pada
kain den cara mengikat sebagian kain, kemudian kain
dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Motif inilah yang
disebut motif dalam bentuk negatif atau klise.
3. Teknik Printing
Teknik printing atau cap merupakan cara pembuatan
motif batik menggunakan canting cap. Canting cap
membuat proses pemalaman yang cepat. Oleh karna
itu, teknik printing dapat menghasilkan kain batik yang
lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
4. Teknik Colet
Teknik colet yaitu motif yang dihasilkan dengan teknik
colet tidak berupa klise. Teknik colet disebut juga
teknik lukis, yaitu cara mewarnai pola batik dengan
mengoleskan cat atau perwarna pada kain jenis
tertentu pada pada pola batik dengan alat khusus atau
dengan kuas.
Proses Pembuatan Batik
Langkah-langkah pemmbuatan batik adalah
seperti beikut ini. Proses Pembuatan Batik
berikut ini:
1. Menyiapkan gambar kerja
2. Menjiplak gambar di atas kain atau memola (memberi pola).
3. Membatik klowong sesuai dengan motif yang dikehendaki
4. Mencelup kain batik ke dalam larutan TRO
untuk memudahkan warna meresap ke kain.
5. Mewarna pertama menggunakan zat warna napthol,
kemudian meniiriskan,
Celup napthol Celup garam
pembangkit
6. Mencuci dengan air bersih dan mengeringkan dengan
cara diangin-anginkan atau dijemur di tempat yang teduh
7. Membatik / menutup bagian yang dikehendaki tidak
berwarna dengan menggunakan lilin tembok
8. Menutup dasar batikan dengan menggunakan
parafin.
9. Mewarna kedua dengan zat warna napthol,
kemudian angkat dan tiriskan.
10. Mencuci dan mengeringkan dengan cara diangin-
anginkan atau dijemur di tempat yang teduh.
11. Nglorod / menghilangkan lilin / malam pada kain
yang menempel. Mencuci dengan air bersih sampai
benar-benar bersih, tidak ada lilin atau bekas noda-
noda yang menempel kemudian mengeringkannya.
12. Menghaluskan kain batik dengan cara disetrika.
Menjahit pada bagian tepi taplak batik.
13. Hasil jadinya 
LANGKAH MEMBUAT BATIK
1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut
molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki
selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif
sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif
umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia
sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 :
a. Batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol.
b. Batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan
kupu
kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah
melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting
(dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam
bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih
(tidak berwarna). Canting untuk bagian halus,
atau kuas untuk bagian berukuran besar.
Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan
kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi
lapisan lilin tidak terkena.
4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak
tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.
5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
6.Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis
dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan
tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua
8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara
meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses
pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan
warna pertama dan kedua.
10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai
dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan
11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna
direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga
motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir,
pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena
warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak
sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk
digunakan.
12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian
mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
Jenis-Jenis Batik
Menurut teknik
Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik
menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang
lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang
dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga. Proses pembuatan
batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis
pada kain putih.
Menurut Asal Pembuatan
1. Batik Pekalongan
Batik dari daerah Pekalongan ini memiliki motif yang
indah dan bebas. Warna yang dihasilkan dari malam
bisa mengubah kain putih menjadi batik yang
berkwalitas internasional. Para pengrajin batik
Pekalongan ini memiliki inovasi yang tinggi dengan
pembuatan batik yang selalu mengikuti perkembangan
zaman. Sampai sekarang pun batik dari kota
Pekalongan ini selalu mengedepankan motif yang
berbeda dan sesuai dengan trend mode terbaru.
2. Batik Madura
Batik ini di buat oleh pengrajin yang kebanyakan
dari kota Pamekasan. Ragam batik Madura lebih
kreatif dengan ribuan motif yang berani. Warna
dari batik yang dihasilkan sangat beragam dan
warna yang dipilih kebanyakan warna yang cerah.
Jika dibandingkan dengan batik lainnya, batik
Madura lebih kaya akan ragam motifnya dan
kebebasan adalah ciri dari batik Madura ini.
3. Batik Keris
Batik yang dihasilkan oleh perusahaan batik Keris di
Surakarta satu ini sangat inovatif dan selalu
mengikuti perkembangan zaman. Perusahaan batik
yang sudah memiliki nama tersendiri di hati
masyarakat ini sekarang telah berkembangan menjadi
beberapa model baju yang khas. Batik Keris juga
memproduksi baju batik khusus untuk anak-anak.
4. Batik Cirebon
Kain batik asal Cirebon ini sangat bagus
dan unik. Batik tulis Cirebon sering
digunakan untuk souvenier dan busana
wanita maupun pria.
5. Batik Purbalingga
Batik ini berasal dari Purbalingga, Jawa
Tengah, batik ini memiliki ciri khas yang
membedakannya dengan batik di daerah lain.
6. Batik Kraton
Batik ini memiliki motif yang unik dan
mengandung makna tersendiri. Batik satu ini
dibuat oleh pengrajin yang berada di kraton
dan juga oleh putri kraton sehingga hanya
orang tertentu saja yang memakaianya. Motif
dari batik ini diantaranya Parang Rusak dan
Parang Barong.
7. Batik Petani
Batik ini memiliki ciri yang sedikit kasar
dibandingkan dengan batik lainnya. Batik jenis
ini dibuat oleh pengrajin batik yang sebagian
besar adalah petani terutama adalah ibu
rumah tangga di waktu luang saat mereka
tidak di sawah.
Motif-Motif Batik
1. Motif Batik Sawat
Sawat berarti melempar. Pada zaman dulu, orang Jawa percaya
dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam
semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra. Dewa ini
mempunyai senjata yang disebut wajra atau bajra, yang berarti
pula thathit (kilat). Senjata pusaka tersebut digunakan dengan
cara melemparkannya (Jawa: nyawatake).
Bentuk senjata Batara Indra tersebut menyerupai seekor ular
yang bertaring tajam serta bersayap (Jawa: mawa lar). Bila
dilemparkan ke udara, senjata ini akan menyambar-nyambar dan
mengeluarkan suara yang sangat keras dan menakutkan.
Walaupun menakutkan, wajra juga
mendatangkan kegembiraan sebab dianggap
sebagai pembawa hujan. Senjata pusaka
Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif
batik berupa sebelah sayap dengan harapan
agar si pemakai selalu mendapatkan
perlindungan dalam kehidupannya.
2. Motif Batik Ceplok
Bentuk pola ceplok sangat kuno adalah pola kawung. Pola dengan motif-
motif ceplok ini terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau
buah aren) yang dibelah empat. Keempat bagian buah bersama intinya itu
melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha.
Pada dasarnya, ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan
pengulangan bentuk geometri, seperti segi empat, empat persegi
panjang, bulat telur, atau pun bintang. Ada banyak varian lain dari motif
ceplok, misalnya ceplok sriwedari dan ceplok keci. Batik truntum juga
masuk kategori motif ceplok. Selain itu, motif ceplok juga sering
dipadupadankan dengan berbagai bentuk motif lainnya untuk mendapat
corak dan motif batik yang lebih indah.
3. Motif Batik Gurda
Gurda berasal dari kata garuda. Seperti diketahui, garuda merupakan
burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda
mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini
terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan
ekor.
Motif gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda
merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa
Matahari. Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan
sebagai lambang matahari. Oleh masyarakat Jawa, garuda selain sebagai
simbol kehidupan juga sebagai simbol kejantanan.
4. Motif Batik Truntum
Motif batik truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana
(Permaisuri Sunan Paku Buwana III), bermakna cinta yang tumbuh
kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang
tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama terasa semakin subur
berkembang (tumaruntum).
Kain motif truntum biasanya dipakai oleh orang tua pengantin pada
hari pernikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang
tumoruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang
dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk menuntun
kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.
5. Motif Batik Udan Liris
Motif ini mengandung makna ketabahan dan harus tahan menjalani
hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas. Orang yang
berumah tangga, apalagi pengantin baru, harus berani dan mau
hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan. Ibaratnya
tertimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Segala
halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan
bersama-sama.
Suami atau istri merupakan bagian hidup di dalam rumah tangga.
Jika salah satu menghadapi masalah, maka pasangannya harus ikut
membantu menyelesaikan, bukan justru menambahi masalah.
Misalkan, bila suami sedang mendapat cobaan
tergoda oleh perempuan lain, maka sang istri harus
bisa bijak mencari solusi dan mencari penyelesaian
permasalahan. Begitu pula sebaliknya, jika sang istri
mendapat godaan dari lelaki lain, tentu suami harus
bersikap arif tanpa harus menaruh curiga yang
berlebihan sebelum ditemukan bukti.
6. Motif Batik Parang Kusuma
Motif batik Parang Kusuma, bermakna hidup harus dilandasi dengan
perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin, ibarat keharuman
bunga (kusuma). Contohnya, bagi orang Jawa, yang paling utama dari
hidup di masyarakat adalah keharuman (kebaikan) pribadinya tanpa
meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat
terhindar dari bencana lahir dan batin. Mereka harus mematuhi aturan
hidup bermasyarakat dan taat kepada perintah Tuhan.
Kondisi ini memang tidak mudah untuk direalisasikan, tetapi umumnya
orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin.
Mereka akan mengusahakan banyak hal untuk mencapai kehidupan
bahagia lahir dan batin.
Di zaman yang serba terbuka sekarang ini,
sungguh sulit untuk mencapai ke tingkat
hidup seperti yang diharapkan karena
banyak godaan. Orang pun lebih cenderung
mencari nama harum dengan cara membeli
dengan uang yang dimiliki, bukan dari
tingkah laku dan pribadi yang baik.
7. Motif Batik Parang Rusak Barong
Motif batik parang rusak barong ini berasal dari kata batu karang dan barong
(singa). Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena
kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama
dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi.
Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan
pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya dan
kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.
Kata barong berarti sesuatu yang besar dan ini tercermin pada besarnya ukuran
motif tersebut pada kain. Motif parang rusak barong ini merupakan induk dari
semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-
hati dan dapat mengendalikan diri.
8. Motif Batik Tambal
Ada kepercayaan bahwa bila orang sakit menggunakan kain
ini sebagai selimut, maka ia akan cepat sembuh. Tambal
artinya menambah semangat hari. Dengan semangat baru
itu diharapkan harapan baru akan muncul sehingga
kesembuhan mudah didapat. Selain itu, dengan kehadiran
para penjenguk, diharapkan si sakit tidak merasa
ditinggalkan dan memiliki banyak saudara sehingga
keinginan untuk sembuh semakin besar.
9. Motif Batik Ciptoning
Motif ciptoning ini biasanya dipakai oleh orang yang
dituakan maupun pemimpin. Dengan memakai motif ini,
pemakainya diharapkan menjadi orang bijak dan mampu
memberi petunjuk jalan yang benar pada orang lain yang
dipimpinnya. Makna filosofis di balik motif ini sebenarnya
bukan hanya untuk pemimpin, tetapi juga untuk setiap
orang agar mampu memimpin (menempatkan) dirinya
sendiri di tengah masyarakatnya.
10. Motif Batik Sido Mukti
Motif Batik Sido Mukti mengandung makna kemakmuran. Bagi orang Jawa, hidup
yang didambakan selain keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu adalah
pencapaian mukti atau kemakmuran, baik di dunia maupun di akhirat.
Setiap orang pasti mencari kemakmuran dan ketenteraman lahir dan batin.
Kemakmuran dan ketenteraman itu tidak akan tercapai tanpa usaha dan kerja
keras, keluhuran budi, ucapan, dan tindakan.
Setiap orang harus bisa mengendalikan hawa nafsu, mengurangi kesenangan
menggunjing tetangga, berbuat baik tanpa merugikan orang lain, dan sebagainya
agar dirinya merasa makmur lahir batin. Kehidupan untuk mencapai kemakmuran
lahir dan batin itulah yang juga menjadi salah satu dambaan masyarakat.
11. Motif Batik Cuwiri
Batik motif cuwiri biasa digunakan pada saat
acara mitoni, sebuah tradisi memperingati tujuh
bulan usia bayi. Cuwiri artinya kecil-kecil.
Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan
dihormati oleh masyarakat. Sejak kecil, manusia
di Jawa sudah memiliki banyak aturan sesuai
dengan falsafah hidupnya dengan tujuan
mendapatkan kemakmuran dan kebaikan.
12. Motif Batik Kawung
Motif kawung bermakna keinginan dan usaha yang keras akan selalu membuahkan
hasil, seperti rejekinya berlipat ganda. Orang yang bekerja keras pasti akan
menuai hasil, walaupun kadang harus memakan waktu yang lama.
Contohnya, seorang petani yang bekerja giat di sawah, jika tidak ada hama yang
mengganggu, tentu dia akan memanen hasil padi yang berlipat di kemudian hari.
Kerja keras untuk menghasilkan rejeki berlipat akan lebih bermakna jika
dibarengi dengan sikap hemat, teliti, cermat, dan tidak boros. Namun sayang,
budaya kerja keras untuk menuai hasil maksimal tidak dilakukan oleh semua
orang. Apalagi di zaman sekarang, di mana banyak orang ingin serba instan, orang
ingin cepat kaya tanpa harus bekerja keras. Oleh karena itu, ada saja mereka
yang melakukan hal-hal tercela untuk mendapatkan keinginannya.
13. Motif Batik Nitik Karawitan
Kebijaksanaan menjadi inti dari filosofi batik
bermotif nitik karawitan. Dengan demikian, para
pemakainya diharapkan akan menjadi orang yang
bijaksana. Itulah mengapa orang-orang yang
dituakan di lingkungannya banyak menggunakan
batik motif ini.
Batik Khas Bangka
Ternyata selain terkenal akan timah dan pantainya, bangka
belitung juga terkenal akan kainnya yang khas. Nama kain tersebut
adalah kain cual.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cual berarti benang sutera
kasar yang baru dipintal (digantih). Namun seiring perkembangan
waktu, Cual menjadi suatu sebutan masyarakat Bangka Belitung
terhadap kain tradisionalnya karena pada dasarnya kain Cual
masuk dalam kategori tenunan songket seperti layaknya Ulos di
Sumatera Utara atau tenun ikat Donggala di Sulawesi Tengah.
Kain cual telah berkembang sejak abad ke 16. Kini, setelah
Babel berdiri menjadi provinsi sendiri, kain cual pun
menjadi kain adat kebanggaan. Dulu kain ini sempat
menghilang namun berkat kerja keras pasangan almarhum
Abdul Hadi dan sang istri Isnawati Hadi, kain ini
terangkat kembali. Mereka memamerkan kain cual yang
mereka miliki adalah peninggalan leluhur yang telah
berusia 200 tahun. kerja keras ini mengantarkan mereka
pada kesuksesan sebagai enterpreneur pengembang
tradisi dan khasanah kebudayaan lokal khas Bangka
Belitung.
Jika ditilik secara lebih mendalam, kekhasan tenun Cual ini terletak
pada susunan motifnya. Kita dapat menjumpai motif-motif kain Cual yang
terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan, hewan, alam ataupun benda yang ada
di lingkungan sekitar, antara lain pucuk rebung, butiran beras, ombak,
bebek, ayam, naga, burung, dan bunga.
Secara umum, motif pada tenun ikat Cual Muntok dibagi menjadi dua
kategori, yaitu motif susunan bercorak penuh, yang dalam bahasa Bangka
disebut dengan motif Penganten Bekecak, dan motif ruang kosong, yang
dalam bahasa Bangka disebut dengan motif Jande Bekecak.
Seperti jenis kain batik atau songket daerah lain yang menjadi kekayaan
tradisi negeri ini, kain tenun Cual juga memiliki makna filosofi dalam
setiap guratan motifnya. Tingkat kehalusan tenunan, kerumitan motif,
dan padu padan warna yang menarik mengandung semacam simbol yang
menggambarkan perjalanan religius penenunnya.
Lebih lanjut bentuk Kain cual seperti songket. Yang membedakannya adalah kain cual memiliki
warna-warna cerah, khas kain tradisional Melayu. Selain itu juga lebih lembut dan luwes, serta
disertai motif flora atau fauna.
Melihat keindahan dan sejarahnya, kain tenun cual Bangka ini, sangat pantas untuk dilestarikan
dan menjadi salah satu souvenir sepulang dari Bangka. Orang-orang tua di Bangka bahkan
menyebutnya sebagai Pusake Lame yang harus dilestarikan.
Harga yang ditawarkan sangat bervariatif tergantung kualitas dari kain tersebut dan jumlah
benang yang digunakan. Untuk kualitas nomor satu biasanya menggunakan satu helai benang
sehingga pengerjaannya lebih lama, namun kualitas yang dihasilkan sangat memuaskan. Untuk kain
tenun nomor satu, harga yang ditawarkan mulai berkisar antara 7-18 juta. Untuk kain tenun
kualitas nomor dua, harga yang dikenakan sekitar 2,5-5 juta ke atas. Untuk harga kain tenun
nomor tiga harga berkisar 1,2 juta sampai 1,8 juta. Nah, buat yang berkantong agak minim, jangan
terlalu khawatir dengan harga yang melambung tinggi tersebut. Anda masih bisa mendapatkan
kain tenun Cual yang telah disulap menjadi berbagai pernik khusus seperti selendang, saputangan,
atau syal. Tentunya semua barang itu dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau dan
berkisar antara 75 ribu hingga 125 ribu rupiah.
Fungsi Batik
• Ada beberapa fungsi batik, yaitu:
1.Sebagai fungsi busana, batik sebagai busana harian, resmi
dan adat. Berbicara masalah busan adat, tidak akan lepas
dengan batik.
2.Sebagai upacara adat dan tradisi, batik selalu ada dan di
butuhkan dalam kegiatan upacara adat/tradisi, misalnya
tradisi pernikahan.
3.Sebagai interior, Interior yang mengunakan
motif batik mempunyai pesona dan daya tarik
yang banyak di minati, baik di rumah pribadi,
kantor maupun hotel-hotel berbintang.
4.Sebagai cindramata, Berupa dompet, tas,
kipas, pernik-pernik yng menjadi aset
komoditas ekonomi dan pariwisata.
Peran Batik
Peran batik dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi dua
bagian yaitu :
a. Batik yang berfungsi sebagai pakaian untuk keperluan sehari-hari, seperti :
1. kemeja
2. daster
3. sarung
b. Batik sebagai kerajinan, seperti :
1. taplak meja
2. seprai
3. gorden
4. hiasan dinding

Motif motif batik

  • 1.
    Batik Nama Anggota:  AndiniRianti  Ciska Olivia  Dhea Ardhina Krisdamaiyanti  Fathin Fadhilah  Fidia Sucia Sari  Merulgia Agestha  Putri Aisyah  Rizki Permata Hati  Tania Ayu Marcelina
  • 2.
    Materi yang Akandi Bahas  Sejarah Batik  Pengertan Batik  Alat dan Bahan Untuk Membatik  Teknik dan Proses Pembuatan Batik  Langkah-langkah Membuat Batik  Jenis-Jenis Batik  Batik Khas Bangka Belitung  Peran dan Fungsi Batik
  • 3.
    Sejarah Batik Seni pewarnaankain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Ada beberapa penemuan,seperti: a. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. b. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794).
  • 4.
    c. Di Afrika,teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Suku Wolof di Senegal. d. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.
  • 5.
    Di sisi lain,J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik. G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.
  • 6.
    Dalam literatur Eropa,teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
  • 7.
    Semenjak industrialisasi danglobalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.
  • 8.
    Pengertian Batik Batik adalahsalah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal: a. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. b. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.
  • 9.
    Batik Indonesia, sebagai keseluruhanteknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi sejak 2 Oktober, 2009.
  • 10.
    Teknik dan ProsesPembuatan Batik Teknik pembuatan batik pada prinsipnya adalah menutup permukaan kain batik dengan malam batik cair(wax) agar ketika kain dicelup kedalam ciran perwarna, kain yang tertutup malam batik tersebut tidak ikut terkena warna.
  • 11.
  • 12.
    1. Kain Kain yangsiap untuk di batik umumnya berwarna putih, karena untuk mempermudah proses membatik maka biasanya kain digambar sketsa dengan pensil. Penggunaan kain inilah yang nantinya akan sangat mempengaruhi tingkat kesulitan membatik.
  • 13.
    Jenis kain yangdigunakan untuk membatik Selendang sutera Selendang katun
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    • Lilin • Malamadalah Lilin yang terbuat dari sarang lebah (Beeswax) murni yang telah diolah. lilin ini berwarna putih, dan berbau sangat khas. jika diaplikasikan pada kain cukup lentur dan tidak mudah retak atau pecah. Bahan pembuat malam lainnya adalah paraffin. Jika beeswax memiliki sifat yang lentur, maka sebaliknya paraffin sangat mudah retak, malam paraffin ini baik untuk membuat batik remukan.
  • 17.
    Jenis – jenislilin : • Lilin klowong: untuk membatik (Klowong/garis motif) Lilin Tembok: untuk menembok/menutup bagian yang tidak dikehendaki berwarna
  • 18.
    Zat pewarna • Tidaksemua pewarna tekstil dapat digunakan untuk mewarnai batik karena sifat khusus batik. Batik tidak dapat dipanaskan pada saat pewarnaan karena akan melarutkan lilin. Lilin batik tidak kuat terhadap alkali. Sebaliknya, tidak semua pewarna tahan terhadap rebusan air pada saat pengelupasan lilin. Oleh karena sifatnya yang khusus ini maka pewarna batik harus dipilih yang sesuai dengan proses pewarnaan batik yang khas.
  • 19.
    Menurut asalnya pewarnabatik terdiri dari 2 jenis: a. Pewarna dari bahan alami, didapat dari bagian-bagian tumbuhan seperti akar, batang, kayu, kulit, daun dan bunga, atau dari getah buang (Lac Dye) binatang. Contohnya antara lain: daun pohon nila, kulit pohon soga tinggi, kunir, daun teh, blendok trembalo (getah buang kutu Tachardia Iacca yang hidup di pohon kesambi). b. Pewarna sintetis/buatan. Merupakan pewarna yang dapat digunakan dalam suhu yang tidak merusak lilin, yang termasuk golongan pewarna tersebut adalah: indigo, indigosol, naptol dan rapid, cat soga, cat basis, cat Indanthreen, cat belerang dan procion dingin (cat kreatif).
  • 20.
    • Parafin: untukmembuat motif pecahan pada kain batik Soda Abu: untuk obat bantu melorod TRO: untuk pembasah
  • 21.
    Kostik: obat bantuzat warna napthol Natrium nitrit: untuk obat bantu zat warna indigosol HCl: untuk obat bantu pembangkit warna indigosol
  • 22.
    Kertas roti: untukmenggambar pola batik. Waterglass: untuk obat bantu nglorod
  • 23.
    Alat Untuk MembuatBatik Tulis
  • 24.
    A. Bandul Penahan Banduldibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang diletakkan di saku. fungsi utama bandul adalah untuk menahan kain putih (mori) di mana batik sedang dibuat agar tidak bergerak ditiup angin, atau menarik dari pembuat batik dengan kecelakaan. Tapi tanpa bandul, pembuatan batik dapat dilakukan.
  • 25.
    B. Dingklik Dingklik merupakantempat pembuat batik, tingginya disesuaikan dengan tinggi orang duduk saat membatik.
  • 26.
    C. Gawangan Gawangan terbuatdari kayu atau bambu yang bergerak dan kuat. Fungsinya adalah untuk menggantung dan membentangkan kain mori ketika batik akan dibuat dengan menggunakan canting.
  • 27.
    D. Wajan Wajan peralatanmencair “Malam” (lilin untuk membuat batik). Wajan terbuat dari baja atau tanah liat. Lebih baik memiliki pegangan agar mudah untuk mengangkat atau turun dari api tanpa menggunakan peralatan lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik daripada dari logam karena pegangannya tidak mudah panas. Tapi wajan dari tanah liat yang lambat panas “Malam”.
  • 28.
    E. Kompor /Anglo Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo adalah api peralatan untuk mencairkan “Malam”. Kompor terbuat dari besi di mana sumbu diberikan. Jika menggunakan anglo, maka bahan untuk membuat api adalah arang dari kayu. Jika menggunakan kayu api, anglo diganti dengan “keren”: keren ini banyak digunakan di desa-desa. Pada dasarnya keren adalah sama dengan anglo, tetapi tidak memiliki lapisan atas.
  • 29.
    F. Kipas /Tepas Kipas tidak digunakan jika menggunakan api kompor. Tepas adalah alat untuk membuat api semakin besar tergantung pada kebutuhan, dan terbuat dari bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Pada dasarnya tepas dan ilir adalah sama, hanya bentuk yang berbeda. Tepas bentuk ‘adalah persegi dan menunjuk ke salah satu lebar dan pegangan di bagian runcing.
  • 30.
    G. Taplak Fungsinya adalahuntuk menutupi dan melindungi pembuat batik itu dari setetes Malam (lilin) dari canting.
  • 31.
    H. Canting Canting adalahalat untuk menggambar atau melukis dengan lilin menggambar Malam ke mori itu. Canting menentukan nama batik yang akan dihasilkan menjadi batik gambar. Alat ini terbuat dari campuran tembaga dan kayu atau bambu yang fleksibel dan ringan.
  • 32.
    I. Kemplongan Kemplongan merupakanalat yang terbuat dari kayu yang berbentuk meja dan palu pemukul alat ini dipergunakan untuk menghaluskan kain mori sebelum di beri pola motif batik dan dibatik.
  • 33.
  • 34.
    A. Kasur (Bantalan) BantalanKasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain, berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan dicap. B. Taplak Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan kasur C. Kompor Tebuat dari besi dengan menggunakan sumbu, berfungsi untuk perapian saat melelehkan lilin malam
  • 35.
    D. Anglo Besar Angloini terbuat dari gerabah yang berfungi untuk tungku yang didalamnya diletakkan kompor untuk perapian. Penggunaan Anglo ini untuk melindungi api dari angin sehingga api dapat menyala lebih tenang. E. Meja Meja ini terbuat dari kayu yang berfungsi untuk meletakkan kasur bantalan.
  • 36.
    F. Loyang Loyang terbuatdari besi dan berbentuk seperti wajan dengan dasar datar dan berdiameter 40 cm, loyang ini berfungsi untuk tempat lilin malam saat dipanaskan. G. Angsang Angsang ini terbuat dari tembaga dengan permukaan berupa anyaman strimin yang diletakkan pada loyang. Angsang ini berfungsi untuk lapisan dasar pada permukaan loyang.
  • 37.
    H. Serak Kasardan Serak Halus Serak kasar dan serak halus ini terbuat dari kain katun dengan bentuk seperti kain kasa berfungsi sebagai lapisan diatas angsang untuk meletakkan cap saat pengambilan lilin malam yang sudah meleleh. I. Londo Berupa jambangan kecil yang berisi air dan abu yang berfungsi untuk dipergunakan membasahi kasur agar tetap basah saat akan dipergunakan untuk meletakkan mori saat akan dicap.
  • 38.
    J. Alat Cap Alatcap ini terbuat dari tembaga dengan kombinasi besi dengan pemukaan untuk berupa motif batik. Cap ini berfungsi untuk meletakkan lilin malam dengan motif batik pada permukaan kain mori.
  • 39.
    Alat Tambahan UntukMembuat Batik
  • 40.
    Timbangan: untuk menimbangwarna Stik besi: untuk menghilangkan tetesan lilin Dingklik: untuk duduk pada waktu membatik tulis Kenceng: untuk tempat melorod kain batik.
  • 41.
    Scrap: untuk membersihkanlilin yang menetes di lantai. Seterika dan meja seterika: untuk menghaluskan kain
  • 42.
    Macam-Macam Teknik Membatik 1.Teknik Canting Tulis teknik canting tulis adalah teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Membatik dengan canting tulis seperti ini disebut teknik membatik tradisional.
  • 43.
    2. Teknik CelupIkat Teknik celup ikat merupakan pembuatan motif pada kain den cara mengikat sebagian kain, kemudian kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Motif inilah yang disebut motif dalam bentuk negatif atau klise.
  • 44.
    3. Teknik Printing Teknikprinting atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap membuat proses pemalaman yang cepat. Oleh karna itu, teknik printing dapat menghasilkan kain batik yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
  • 45.
    4. Teknik Colet Teknikcolet yaitu motif yang dihasilkan dengan teknik colet tidak berupa klise. Teknik colet disebut juga teknik lukis, yaitu cara mewarnai pola batik dengan mengoleskan cat atau perwarna pada kain jenis tertentu pada pada pola batik dengan alat khusus atau dengan kuas.
  • 46.
    Proses Pembuatan Batik Langkah-langkahpemmbuatan batik adalah seperti beikut ini. Proses Pembuatan Batik berikut ini: 1. Menyiapkan gambar kerja
  • 47.
    2. Menjiplak gambardi atas kain atau memola (memberi pola). 3. Membatik klowong sesuai dengan motif yang dikehendaki
  • 48.
    4. Mencelup kainbatik ke dalam larutan TRO untuk memudahkan warna meresap ke kain.
  • 49.
    5. Mewarna pertamamenggunakan zat warna napthol, kemudian meniiriskan, Celup napthol Celup garam pembangkit
  • 50.
    6. Mencuci denganair bersih dan mengeringkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur di tempat yang teduh 7. Membatik / menutup bagian yang dikehendaki tidak berwarna dengan menggunakan lilin tembok
  • 51.
    8. Menutup dasarbatikan dengan menggunakan parafin. 9. Mewarna kedua dengan zat warna napthol, kemudian angkat dan tiriskan.
  • 52.
    10. Mencuci danmengeringkan dengan cara diangin- anginkan atau dijemur di tempat yang teduh. 11. Nglorod / menghilangkan lilin / malam pada kain yang menempel. Mencuci dengan air bersih sampai benar-benar bersih, tidak ada lilin atau bekas noda- noda yang menempel kemudian mengeringkannya.
  • 53.
    12. Menghaluskan kainbatik dengan cara disetrika. Menjahit pada bagian tepi taplak batik. 13. Hasil jadinya 
  • 54.
    LANGKAH MEMBUAT BATIK 1.Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : a. Batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol. b. Batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
  • 56.
    2. Setelah selesaimelakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
  • 57.
    3. Tahap selanjutnya,menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  • 58.
    4. Tahap berikutnya,proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. 5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan. 6.Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama. 7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua
  • 59.
    8. Proses berikutnya,menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku. 9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. 10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan
  • 60.
    11. Proses selanjutnyaadalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan. 12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
  • 61.
    Jenis-Jenis Batik Menurut teknik Batiktulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.
  • 62.
    Menurut Asal Pembuatan 1.Batik Pekalongan Batik dari daerah Pekalongan ini memiliki motif yang indah dan bebas. Warna yang dihasilkan dari malam bisa mengubah kain putih menjadi batik yang berkwalitas internasional. Para pengrajin batik Pekalongan ini memiliki inovasi yang tinggi dengan pembuatan batik yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Sampai sekarang pun batik dari kota Pekalongan ini selalu mengedepankan motif yang berbeda dan sesuai dengan trend mode terbaru.
  • 64.
    2. Batik Madura Batikini di buat oleh pengrajin yang kebanyakan dari kota Pamekasan. Ragam batik Madura lebih kreatif dengan ribuan motif yang berani. Warna dari batik yang dihasilkan sangat beragam dan warna yang dipilih kebanyakan warna yang cerah. Jika dibandingkan dengan batik lainnya, batik Madura lebih kaya akan ragam motifnya dan kebebasan adalah ciri dari batik Madura ini.
  • 66.
    3. Batik Keris Batikyang dihasilkan oleh perusahaan batik Keris di Surakarta satu ini sangat inovatif dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Perusahaan batik yang sudah memiliki nama tersendiri di hati masyarakat ini sekarang telah berkembangan menjadi beberapa model baju yang khas. Batik Keris juga memproduksi baju batik khusus untuk anak-anak.
  • 68.
    4. Batik Cirebon Kainbatik asal Cirebon ini sangat bagus dan unik. Batik tulis Cirebon sering digunakan untuk souvenier dan busana wanita maupun pria.
  • 70.
    5. Batik Purbalingga Batikini berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, batik ini memiliki ciri khas yang membedakannya dengan batik di daerah lain.
  • 72.
    6. Batik Kraton Batikini memiliki motif yang unik dan mengandung makna tersendiri. Batik satu ini dibuat oleh pengrajin yang berada di kraton dan juga oleh putri kraton sehingga hanya orang tertentu saja yang memakaianya. Motif dari batik ini diantaranya Parang Rusak dan Parang Barong.
  • 74.
    7. Batik Petani Batikini memiliki ciri yang sedikit kasar dibandingkan dengan batik lainnya. Batik jenis ini dibuat oleh pengrajin batik yang sebagian besar adalah petani terutama adalah ibu rumah tangga di waktu luang saat mereka tidak di sawah.
  • 76.
  • 77.
    1. Motif BatikSawat Sawat berarti melempar. Pada zaman dulu, orang Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra. Dewa ini mempunyai senjata yang disebut wajra atau bajra, yang berarti pula thathit (kilat). Senjata pusaka tersebut digunakan dengan cara melemparkannya (Jawa: nyawatake). Bentuk senjata Batara Indra tersebut menyerupai seekor ular yang bertaring tajam serta bersayap (Jawa: mawa lar). Bila dilemparkan ke udara, senjata ini akan menyambar-nyambar dan mengeluarkan suara yang sangat keras dan menakutkan.
  • 78.
    Walaupun menakutkan, wajrajuga mendatangkan kegembiraan sebab dianggap sebagai pembawa hujan. Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif batik berupa sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai selalu mendapatkan perlindungan dalam kehidupannya.
  • 80.
    2. Motif BatikCeplok Bentuk pola ceplok sangat kuno adalah pola kawung. Pola dengan motif- motif ceplok ini terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau buah aren) yang dibelah empat. Keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. Pada dasarnya, ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri, seperti segi empat, empat persegi panjang, bulat telur, atau pun bintang. Ada banyak varian lain dari motif ceplok, misalnya ceplok sriwedari dan ceplok keci. Batik truntum juga masuk kategori motif ceplok. Selain itu, motif ceplok juga sering dipadupadankan dengan berbagai bentuk motif lainnya untuk mendapat corak dan motif batik yang lebih indah.
  • 82.
    3. Motif BatikGurda Gurda berasal dari kata garuda. Seperti diketahui, garuda merupakan burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan ekor. Motif gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan sebagai lambang matahari. Oleh masyarakat Jawa, garuda selain sebagai simbol kehidupan juga sebagai simbol kejantanan.
  • 84.
    4. Motif BatikTruntum Motif batik truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III), bermakna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum). Kain motif truntum biasanya dipakai oleh orang tua pengantin pada hari pernikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumoruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk menuntun kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.
  • 86.
    5. Motif BatikUdan Liris Motif ini mengandung makna ketabahan dan harus tahan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas. Orang yang berumah tangga, apalagi pengantin baru, harus berani dan mau hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan. Ibaratnya tertimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama. Suami atau istri merupakan bagian hidup di dalam rumah tangga. Jika salah satu menghadapi masalah, maka pasangannya harus ikut membantu menyelesaikan, bukan justru menambahi masalah.
  • 87.
    Misalkan, bila suamisedang mendapat cobaan tergoda oleh perempuan lain, maka sang istri harus bisa bijak mencari solusi dan mencari penyelesaian permasalahan. Begitu pula sebaliknya, jika sang istri mendapat godaan dari lelaki lain, tentu suami harus bersikap arif tanpa harus menaruh curiga yang berlebihan sebelum ditemukan bukti.
  • 89.
    6. Motif BatikParang Kusuma Motif batik Parang Kusuma, bermakna hidup harus dilandasi dengan perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin, ibarat keharuman bunga (kusuma). Contohnya, bagi orang Jawa, yang paling utama dari hidup di masyarakat adalah keharuman (kebaikan) pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Mereka harus mematuhi aturan hidup bermasyarakat dan taat kepada perintah Tuhan. Kondisi ini memang tidak mudah untuk direalisasikan, tetapi umumnya orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin. Mereka akan mengusahakan banyak hal untuk mencapai kehidupan bahagia lahir dan batin.
  • 90.
    Di zaman yangserba terbuka sekarang ini, sungguh sulit untuk mencapai ke tingkat hidup seperti yang diharapkan karena banyak godaan. Orang pun lebih cenderung mencari nama harum dengan cara membeli dengan uang yang dimiliki, bukan dari tingkah laku dan pribadi yang baik.
  • 92.
    7. Motif BatikParang Rusak Barong Motif batik parang rusak barong ini berasal dari kata batu karang dan barong (singa). Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi. Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta. Kata barong berarti sesuatu yang besar dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif parang rusak barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati- hati dan dapat mengendalikan diri.
  • 94.
    8. Motif BatikTambal Ada kepercayaan bahwa bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, maka ia akan cepat sembuh. Tambal artinya menambah semangat hari. Dengan semangat baru itu diharapkan harapan baru akan muncul sehingga kesembuhan mudah didapat. Selain itu, dengan kehadiran para penjenguk, diharapkan si sakit tidak merasa ditinggalkan dan memiliki banyak saudara sehingga keinginan untuk sembuh semakin besar.
  • 96.
    9. Motif BatikCiptoning Motif ciptoning ini biasanya dipakai oleh orang yang dituakan maupun pemimpin. Dengan memakai motif ini, pemakainya diharapkan menjadi orang bijak dan mampu memberi petunjuk jalan yang benar pada orang lain yang dipimpinnya. Makna filosofis di balik motif ini sebenarnya bukan hanya untuk pemimpin, tetapi juga untuk setiap orang agar mampu memimpin (menempatkan) dirinya sendiri di tengah masyarakatnya.
  • 98.
    10. Motif BatikSido Mukti Motif Batik Sido Mukti mengandung makna kemakmuran. Bagi orang Jawa, hidup yang didambakan selain keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu adalah pencapaian mukti atau kemakmuran, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap orang pasti mencari kemakmuran dan ketenteraman lahir dan batin. Kemakmuran dan ketenteraman itu tidak akan tercapai tanpa usaha dan kerja keras, keluhuran budi, ucapan, dan tindakan. Setiap orang harus bisa mengendalikan hawa nafsu, mengurangi kesenangan menggunjing tetangga, berbuat baik tanpa merugikan orang lain, dan sebagainya agar dirinya merasa makmur lahir batin. Kehidupan untuk mencapai kemakmuran lahir dan batin itulah yang juga menjadi salah satu dambaan masyarakat.
  • 100.
    11. Motif BatikCuwiri Batik motif cuwiri biasa digunakan pada saat acara mitoni, sebuah tradisi memperingati tujuh bulan usia bayi. Cuwiri artinya kecil-kecil. Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati oleh masyarakat. Sejak kecil, manusia di Jawa sudah memiliki banyak aturan sesuai dengan falsafah hidupnya dengan tujuan mendapatkan kemakmuran dan kebaikan.
  • 102.
    12. Motif BatikKawung Motif kawung bermakna keinginan dan usaha yang keras akan selalu membuahkan hasil, seperti rejekinya berlipat ganda. Orang yang bekerja keras pasti akan menuai hasil, walaupun kadang harus memakan waktu yang lama. Contohnya, seorang petani yang bekerja giat di sawah, jika tidak ada hama yang mengganggu, tentu dia akan memanen hasil padi yang berlipat di kemudian hari. Kerja keras untuk menghasilkan rejeki berlipat akan lebih bermakna jika dibarengi dengan sikap hemat, teliti, cermat, dan tidak boros. Namun sayang, budaya kerja keras untuk menuai hasil maksimal tidak dilakukan oleh semua orang. Apalagi di zaman sekarang, di mana banyak orang ingin serba instan, orang ingin cepat kaya tanpa harus bekerja keras. Oleh karena itu, ada saja mereka yang melakukan hal-hal tercela untuk mendapatkan keinginannya.
  • 104.
    13. Motif BatikNitik Karawitan Kebijaksanaan menjadi inti dari filosofi batik bermotif nitik karawitan. Dengan demikian, para pemakainya diharapkan akan menjadi orang yang bijaksana. Itulah mengapa orang-orang yang dituakan di lingkungannya banyak menggunakan batik motif ini.
  • 106.
    Batik Khas Bangka Ternyataselain terkenal akan timah dan pantainya, bangka belitung juga terkenal akan kainnya yang khas. Nama kain tersebut adalah kain cual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cual berarti benang sutera kasar yang baru dipintal (digantih). Namun seiring perkembangan waktu, Cual menjadi suatu sebutan masyarakat Bangka Belitung terhadap kain tradisionalnya karena pada dasarnya kain Cual masuk dalam kategori tenunan songket seperti layaknya Ulos di Sumatera Utara atau tenun ikat Donggala di Sulawesi Tengah.
  • 107.
    Kain cual telahberkembang sejak abad ke 16. Kini, setelah Babel berdiri menjadi provinsi sendiri, kain cual pun menjadi kain adat kebanggaan. Dulu kain ini sempat menghilang namun berkat kerja keras pasangan almarhum Abdul Hadi dan sang istri Isnawati Hadi, kain ini terangkat kembali. Mereka memamerkan kain cual yang mereka miliki adalah peninggalan leluhur yang telah berusia 200 tahun. kerja keras ini mengantarkan mereka pada kesuksesan sebagai enterpreneur pengembang tradisi dan khasanah kebudayaan lokal khas Bangka Belitung.
  • 108.
    Jika ditilik secaralebih mendalam, kekhasan tenun Cual ini terletak pada susunan motifnya. Kita dapat menjumpai motif-motif kain Cual yang terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan, hewan, alam ataupun benda yang ada di lingkungan sekitar, antara lain pucuk rebung, butiran beras, ombak, bebek, ayam, naga, burung, dan bunga. Secara umum, motif pada tenun ikat Cual Muntok dibagi menjadi dua kategori, yaitu motif susunan bercorak penuh, yang dalam bahasa Bangka disebut dengan motif Penganten Bekecak, dan motif ruang kosong, yang dalam bahasa Bangka disebut dengan motif Jande Bekecak. Seperti jenis kain batik atau songket daerah lain yang menjadi kekayaan tradisi negeri ini, kain tenun Cual juga memiliki makna filosofi dalam setiap guratan motifnya. Tingkat kehalusan tenunan, kerumitan motif, dan padu padan warna yang menarik mengandung semacam simbol yang menggambarkan perjalanan religius penenunnya.
  • 109.
    Lebih lanjut bentukKain cual seperti songket. Yang membedakannya adalah kain cual memiliki warna-warna cerah, khas kain tradisional Melayu. Selain itu juga lebih lembut dan luwes, serta disertai motif flora atau fauna. Melihat keindahan dan sejarahnya, kain tenun cual Bangka ini, sangat pantas untuk dilestarikan dan menjadi salah satu souvenir sepulang dari Bangka. Orang-orang tua di Bangka bahkan menyebutnya sebagai Pusake Lame yang harus dilestarikan. Harga yang ditawarkan sangat bervariatif tergantung kualitas dari kain tersebut dan jumlah benang yang digunakan. Untuk kualitas nomor satu biasanya menggunakan satu helai benang sehingga pengerjaannya lebih lama, namun kualitas yang dihasilkan sangat memuaskan. Untuk kain tenun nomor satu, harga yang ditawarkan mulai berkisar antara 7-18 juta. Untuk kain tenun kualitas nomor dua, harga yang dikenakan sekitar 2,5-5 juta ke atas. Untuk harga kain tenun nomor tiga harga berkisar 1,2 juta sampai 1,8 juta. Nah, buat yang berkantong agak minim, jangan terlalu khawatir dengan harga yang melambung tinggi tersebut. Anda masih bisa mendapatkan kain tenun Cual yang telah disulap menjadi berbagai pernik khusus seperti selendang, saputangan, atau syal. Tentunya semua barang itu dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau dan berkisar antara 75 ribu hingga 125 ribu rupiah.
  • 111.
    Fungsi Batik • Adabeberapa fungsi batik, yaitu: 1.Sebagai fungsi busana, batik sebagai busana harian, resmi dan adat. Berbicara masalah busan adat, tidak akan lepas dengan batik. 2.Sebagai upacara adat dan tradisi, batik selalu ada dan di butuhkan dalam kegiatan upacara adat/tradisi, misalnya tradisi pernikahan.
  • 112.
    3.Sebagai interior, Interioryang mengunakan motif batik mempunyai pesona dan daya tarik yang banyak di minati, baik di rumah pribadi, kantor maupun hotel-hotel berbintang. 4.Sebagai cindramata, Berupa dompet, tas, kipas, pernik-pernik yng menjadi aset komoditas ekonomi dan pariwisata.
  • 113.
    Peran Batik Peran batikdalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : a. Batik yang berfungsi sebagai pakaian untuk keperluan sehari-hari, seperti : 1. kemeja 2. daster 3. sarung b. Batik sebagai kerajinan, seperti : 1. taplak meja 2. seprai 3. gorden 4. hiasan dinding