MODUL PENGOPERASIAN
GENERATOR
LEVEL 2
PENGENALAN
PERALATAN BANTU GENERATOR
Brushless Exciter Generator
Brushless Exciter Generator
Brushless Exciter Generator
Brushless Exciter Generator
KOMPONEN STATOR
KOMPONEN STATOR
• Stator Frame
• Stator Core
• Stator Core End
• Flexible Support
• Stator Coil
• Isolasi Stator Coil
• Stator Coil End
• Generator Terminal (Bushing)
• PT/SA & CT
• IPB (Isolated Phase Busduct)
• Neutral Grounding Resistor
STATOR FRAME
STATOR FRAME
STATOR CORE (1)
STATOR CORE (1)
STATOR CORE (2)
STATOR CORE (2)
Stator Core
Alternating
Magnetic Flux
Conductor Bars
Stator Teeth
Building Bars
FINGER PLATE
THROUGH BOLT
FLUX SHIELD
END PLATE
COIL END
SUPPORT
STATOR CORE END
STATOR CORE END
STATOR COIL (1)
STATOR COIL (1)
STATOR COIL (2)
STATOR COIL (2)
STATOR COIL
STATOR COIL
GAS INLET HOLE
GAS INLET HOLE
(EXCITER SIDE)
(EXCITER SIDE)
STATOR COIL
STATOR COIL
GAS OUTLET
GAS OUTLET
HOLE
HOLE
(TURBINE SIDE)
(TURBINE SIDE)
STATOR COIL WEDGE
STATOR COIL WEDGE
STATOR COIL END SUPPORT
STATOR COIL END SUPPORT
ISOLASI STATOR COIL
ISOLASI STATOR COIL
TERMINAL & BUSHING
TERMINAL & BUSHING
KOMPONEN ROTOR
KOMPONEN ROTOR
• Rotor Shaft
• Rotor Coil
• Retaining Ring
• Bearing Bracket
• Bearing
• Gland Seal Ring
• Gland Seal Bracket
• Shaft Current Protection
ROTOR SHAFT
ROTOR SHAFT
ROTOR COILS (1)
ROTOR COILS (1)
ROTOR COILS (2)
ROTOR COILS (2)
ROTOR COIL
ROTOR COIL
GAS OUTLET
GAS OUTLET
HOLE
HOLE
ROTOR COIL
ROTOR COIL
GAS OUTLET
GAS OUTLET
HOLE
HOLE
RETAINING RING
RETAINING RING
BEARING BRACKET (1)
BEARING BRACKET (1)
BEARING BRACKET (2)
BEARING BRACKET (2)
Bearing
Oil Inlet
Bearing &
Air Side
Seal Oil
Drain
Drain Oil
Vent
Air Side
Seal Oil
Drain
BEARING
BEARING
SHAFT CURRENT PROTECTION
SHAFT CURRENT PROTECTION
GLAND SEAL RING
GLAND SEAL RING
GLAND SEAL BRACKET (1)
GLAND SEAL BRACKET (1)
AIR SIDE
H2 SIDE
Air Side
Seal Oil
Inlet
H2 Side
Seal Oil
Inlet
H2 Side
Seal Oil
Drain
GLAND SEAL BRACKET (2)
GLAND SEAL BRACKET (2)
Air Side
Seal Oil
Inlet
H2 Side
Seal Oil
Inlet
H2 Side
Seal Oil
Drain
Float Oil
Inlet
SISTEM PENDINGIN
SISTEM PENDINGIN
• Gas Cooler
• Blower
• Air Baffle
• Sirkulasi pendingin stator
• Sirkulasi pendingin rotor
GAS COOLER
GAS COOLER
SIRKULASI GAS DI STATOR
SIRKULASI GAS DI STATOR
WATER COOLED GENERATOR
WATER COOLED GENERATOR
SIRKULASI GAS DI ROTOR
SIRKULASI GAS DI ROTOR
BRUSHLESS EXCITER
BRUSHLESS EXCITER
• DESAIN
• KONSTRUKSI
• COOLING
• PMG
• AC Exciter
• Rotating Rectifier
• Dioda & Fuse
SISTEM BRUSHLESS EXCITER
SISTEM BRUSHLESS EXCITER
Konstruksi Brushless Exciter
Konstruksi Brushless Exciter
Permanent Magnet Generator
Permanent Magnet Generator
AC EXCITER
AC EXCITER
ROTATING RECTIFIER
ROTATING RECTIFIER
DIODA & FUSE
DIODA & FUSE
STATIC VS BRUSHLESS
STATIC VS BRUSHLESS
Exciter System
Exciter System
ROTOR COIL
SISTEM EKSITASI
STATIS
ROTOR COIL
SISTEM EKSITASI
BERPUTAR
DC
DC
Sistem Eksitasi Brush (Statis)
Sistem Eksitasi Brushless (Rotating)
GROUNDING DETECTOR
GROUNDING DETECTOR
PENGOPERASIAN GENERATOR
•Start Generator
Generator PLTU menerapkan prinsip pembangkitan listrik
berdasarkan induksi Unsur utama untuk membangkitkan listrik
secara induksi adalah :
 Medan magnit
 Penghantar (belitan)
 Kecepatan relatif
Menurut hukum Faraday, apabila belitan berputar didalam medan
magnet atau sebaliknya medan magnet berputar didalam belitan,
maka pada ujung-ujung belitan tersebut akan timbul gaya gerak
listrik (tegangan).
Besarnya tegangan yang diinduksikan pada belitan tergantung pada :
 Kuat medan magnit
 Panjang penghantar dalam belitan
 Kecepatan putar (gerakan)
Didalam generator PLTU , kuat medan magnit (fluks) ditentukan oleh
besarnya arus eksitasi . sedang banyak lilitan dari belitan adalah
tetap (konstan) sesuai yang terpasang di stator generator.
Putaran generator juga dijaga konstan pada 3000 rpm. Jadi variabel
dari harga tegangan hanyalah kuat medan magnit yang dalam hal ini
Pilosofi Operasi
Rotor generator adalah suatu magnit listrik, yaitu belitan yang dialiri
arus searah (DC). Supply arus searah ini harus variable agar keluaran
generator dapat selalu dikontrol.
Eksitasi atau penguat adalah sistem supply arus searah ke rotor
generator sebagai penguat medan magnit. Sistem eksitasi harus mampu
memberikan penguatan dalam kondisi operasi normal dengan keluaran
daya sekitar 0,5 % dari rating generator dan dalam kondisi gangguan
dengan keluaran daya sekitar 1%.
Alat atau mesin untuk menghasilkan arus eksitasi disebut exciter.
Konstruksi eksiter pada dasarnya adalah sama dengan generator, tetapi
dengan kapasitas yang jauh lebih kecil.
Untuk generator PLTU yang
kapasitasnya relatif besar,
sistem eksitasi dibuat bertingkat
terdiri lebih dari satu eksiter.
Tetapi pengaturan arus eksitasi
selalu dilakukan pada tingkat
paling bawah, yaitu sisi arus
paling rendah. Hal ini bertujuan
mempermudah sistem
pengontrolannya dan
menghasilkan pengaturan yang
halus.
Pengatur Tegangan otomatis (AVR)
Penggunaan energi listrik oleh pelanggan dilakukan setiap saat
diperlukan tanpa pemberitahuan ke pusat pembangkit. Hal ini akan
menyebabkan beban selalu berubah-ubah. Perubahan ini menuntut
unit pembangkit mempunyai respon (tanggapan) yang cepat untuk
memulihkan variasi tersebut agar segera kembali "steady " (stabil).
Untuk memenuhi hal ini, maka unit pembangkit dilengkapi dengan
katub governor dan pengatur tegangan otomatis ( AVR ). Katub
governor berhubungan dengan frekwensi (putaran), sedang AVR
berfungsi untuk menjaga tegangan terminal generator selalu tetap
harganya.
Prinsip kerja dari rangkaian pengatur tegangan otomatis untuk
generator adalah sebagai berikut : Tegangan terminal generator
dibandingkan dengan tegangan refrensi, Apabila terdapat perbedaan
baik itu berharga positif atau negatif, maka selisih ini (atau disebut
sinyal error) digunakan untuk merubah posisi rangkaian penyebut
thyristor atau amplifier, sehingga arus eksitasi ke generator
harganya berubah sesuai dengan besarnya sinyal.
Dengan demikian tegangan terminal generator dipertahankan tetap
konstan sesuai dengan harga referensinya.
Pembebanan Generator
Generator, setelah diputar pada putaran nominal dan diberi
penguatan /eksitasi akan memprodusi listrik sesuai dengan beban
konsumen. Dalam pengoperasiannya cara pengiriman tenaga listrik
dari generator ke pelanggan ada dua macam, yaitu :
 Generator berdiri sendiri (island load)
 Generator sinkron dengan sistem jaringan
Generator berdiri sendiri
Generator dapat dioperasikan sendiri , terpisah dari sistem jaringan
atau dari generator lain dan dibebani, misalnya pada saat terjadi
gangguan di dalam sistem transmisi atau wilayah beban tertentu.
Dalam kondisi seperti ini, setiap perubahan beban atau tegangan
akan sangat terasa pada pengoperasian generator. Beroperasi
secara island load sangat rentan dan mudah berubah-ubah.
Peranan operator dalam kondisi operasi seperti ini sangat penting,
karena generator akan mudah tergelincir beroperasi ke daerah tidak
stabil bila pengendalianya tidak benar. Oleh karena itu generator
yang beroperasi secara island load dengan beban yang rendah
dibatasi lamanya, mengingat hal ini dapat pula berpengaruh
terhadap pengoperasian turbin sehingga begitu sistem pulih
generator harus segera kembali pararel dengan sistem.
Generator Sinkron dengan Sistem jaringan
Sistem jaringan terdiri dari banyak unit pembangkit (generator)
sehingga kapasitasnya sangat besar dan kondisinya kuat (stabil)
Apabila generator kita diparalel ke sitem jaringan, maka
pengoperasianya relatif stabil. Perubahan frekuensi atau beban akan
terasa kecil oleh generator kita, karena setiap perubahan didalam
sistem dibagi rata kesemua unit pembangkit yang paralel dengan
sistem.
Tegangan di jaga selalu konstan dan yang bervariasi adalah Var (daya
reaktif) dan faktor daya (Cos Ø). Apabila kita merubah arus eksitasi
yang berubah daya reaktifnya, sementara tegangan generator tetap
konstan. Oleh karena itu pembatas operasi selain kestabilan
generator, juga arus eksitasi dan arus generator serta temperaturnya.
Sinkronisasi
Syarat sinkronisasi generator adalah
 Tegangan, (Volt)
 Frekuensi dan (Hz)
 Perbedaan fasa antara generator dengan sistem harus sama.
Parameter atau besaran yang harus diperhatikan dalam proses
sinkronisasi adalah perbedaan tegangan, frekuensi dan sudut fasa.
Indikator tegangan dan frekuensi jelas terpasang dengan menggunakan
fasa jarum atau digital. Sedang indikator perbedaan fasa ditunjukan
pada synchronoscope dan biasanya ditambah dengan lampu.
Generator hanya boleh disinkronkan bila ketiga syarat
itu terpenuhi. Perbedaan fasa harus mendekati nol
atau nol, dan hal ini ditunjukkan oleh synchronoscope
yaitu ketika jarum synchronoscope menunjuk diangka
0 atau garis vertical diposisi atas (tengah harus garis
mendatar).
Pembebanan
Begitu generator paralel dengan sistem jaringan, maka generator
dapat dibebani sesuai dengan kemampuannya. Tetapi pembebanannya
harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi
mesin penggerak (boiler dan turbin). Dengan kata lain pembebanan
generator dilakukan secara bertahap kenaikannya. Hal ini selain
menjaga agar umur mesin sesuai rancangan juga menjaga kestabilan
operasi unit dan sistem.
Cavability Curve
Nyata
Reaktif
Semu (VA)
TERIMAKASIH
SEMOGA SUKSES

MODUL 2 Pengoperasian (OPERASI) GENERATOR.ppt

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    KOMPONEN STATOR KOMPONEN STATOR •Stator Frame • Stator Core • Stator Core End • Flexible Support • Stator Coil • Isolasi Stator Coil • Stator Coil End • Generator Terminal (Bushing) • PT/SA & CT • IPB (Isolated Phase Busduct) • Neutral Grounding Resistor
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    STATOR CORE (2) STATORCORE (2) Stator Core Alternating Magnetic Flux Conductor Bars Stator Teeth Building Bars
  • 9.
    FINGER PLATE THROUGH BOLT FLUXSHIELD END PLATE COIL END SUPPORT STATOR CORE END STATOR CORE END
  • 10.
  • 11.
    STATOR COIL (2) STATORCOIL (2) STATOR COIL STATOR COIL GAS INLET HOLE GAS INLET HOLE (EXCITER SIDE) (EXCITER SIDE) STATOR COIL STATOR COIL GAS OUTLET GAS OUTLET HOLE HOLE (TURBINE SIDE) (TURBINE SIDE)
  • 12.
  • 13.
    STATOR COIL ENDSUPPORT STATOR COIL END SUPPORT
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    KOMPONEN ROTOR KOMPONEN ROTOR •Rotor Shaft • Rotor Coil • Retaining Ring • Bearing Bracket • Bearing • Gland Seal Ring • Gland Seal Bracket • Shaft Current Protection
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    ROTOR COILS (2) ROTORCOILS (2) ROTOR COIL ROTOR COIL GAS OUTLET GAS OUTLET HOLE HOLE ROTOR COIL ROTOR COIL GAS OUTLET GAS OUTLET HOLE HOLE
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    BEARING BRACKET (2) BEARINGBRACKET (2) Bearing Oil Inlet Bearing & Air Side Seal Oil Drain Drain Oil Vent Air Side Seal Oil Drain
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    GLAND SEAL BRACKET(1) GLAND SEAL BRACKET (1) AIR SIDE H2 SIDE Air Side Seal Oil Inlet H2 Side Seal Oil Inlet H2 Side Seal Oil Drain
  • 27.
    GLAND SEAL BRACKET(2) GLAND SEAL BRACKET (2) Air Side Seal Oil Inlet H2 Side Seal Oil Inlet H2 Side Seal Oil Drain Float Oil Inlet
  • 28.
    SISTEM PENDINGIN SISTEM PENDINGIN •Gas Cooler • Blower • Air Baffle • Sirkulasi pendingin stator • Sirkulasi pendingin rotor
  • 29.
  • 30.
    SIRKULASI GAS DISTATOR SIRKULASI GAS DI STATOR
  • 31.
  • 32.
    SIRKULASI GAS DIROTOR SIRKULASI GAS DI ROTOR
  • 33.
    BRUSHLESS EXCITER BRUSHLESS EXCITER •DESAIN • KONSTRUKSI • COOLING • PMG • AC Exciter • Rotating Rectifier • Dioda & Fuse
  • 34.
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
    STATIC VS BRUSHLESS STATICVS BRUSHLESS Exciter System Exciter System ROTOR COIL SISTEM EKSITASI STATIS ROTOR COIL SISTEM EKSITASI BERPUTAR DC DC Sistem Eksitasi Brush (Statis) Sistem Eksitasi Brushless (Rotating)
  • 41.
  • 42.
  • 43.
    •Start Generator Generator PLTUmenerapkan prinsip pembangkitan listrik berdasarkan induksi Unsur utama untuk membangkitkan listrik secara induksi adalah :  Medan magnit  Penghantar (belitan)  Kecepatan relatif Menurut hukum Faraday, apabila belitan berputar didalam medan magnet atau sebaliknya medan magnet berputar didalam belitan, maka pada ujung-ujung belitan tersebut akan timbul gaya gerak listrik (tegangan). Besarnya tegangan yang diinduksikan pada belitan tergantung pada :  Kuat medan magnit  Panjang penghantar dalam belitan  Kecepatan putar (gerakan) Didalam generator PLTU , kuat medan magnit (fluks) ditentukan oleh besarnya arus eksitasi . sedang banyak lilitan dari belitan adalah tetap (konstan) sesuai yang terpasang di stator generator. Putaran generator juga dijaga konstan pada 3000 rpm. Jadi variabel dari harga tegangan hanyalah kuat medan magnit yang dalam hal ini
  • 44.
    Pilosofi Operasi Rotor generatoradalah suatu magnit listrik, yaitu belitan yang dialiri arus searah (DC). Supply arus searah ini harus variable agar keluaran generator dapat selalu dikontrol. Eksitasi atau penguat adalah sistem supply arus searah ke rotor generator sebagai penguat medan magnit. Sistem eksitasi harus mampu memberikan penguatan dalam kondisi operasi normal dengan keluaran daya sekitar 0,5 % dari rating generator dan dalam kondisi gangguan dengan keluaran daya sekitar 1%. Alat atau mesin untuk menghasilkan arus eksitasi disebut exciter. Konstruksi eksiter pada dasarnya adalah sama dengan generator, tetapi dengan kapasitas yang jauh lebih kecil. Untuk generator PLTU yang kapasitasnya relatif besar, sistem eksitasi dibuat bertingkat terdiri lebih dari satu eksiter. Tetapi pengaturan arus eksitasi selalu dilakukan pada tingkat paling bawah, yaitu sisi arus paling rendah. Hal ini bertujuan mempermudah sistem pengontrolannya dan menghasilkan pengaturan yang halus.
  • 45.
    Pengatur Tegangan otomatis(AVR) Penggunaan energi listrik oleh pelanggan dilakukan setiap saat diperlukan tanpa pemberitahuan ke pusat pembangkit. Hal ini akan menyebabkan beban selalu berubah-ubah. Perubahan ini menuntut unit pembangkit mempunyai respon (tanggapan) yang cepat untuk memulihkan variasi tersebut agar segera kembali "steady " (stabil). Untuk memenuhi hal ini, maka unit pembangkit dilengkapi dengan katub governor dan pengatur tegangan otomatis ( AVR ). Katub governor berhubungan dengan frekwensi (putaran), sedang AVR berfungsi untuk menjaga tegangan terminal generator selalu tetap harganya. Prinsip kerja dari rangkaian pengatur tegangan otomatis untuk generator adalah sebagai berikut : Tegangan terminal generator dibandingkan dengan tegangan refrensi, Apabila terdapat perbedaan baik itu berharga positif atau negatif, maka selisih ini (atau disebut sinyal error) digunakan untuk merubah posisi rangkaian penyebut thyristor atau amplifier, sehingga arus eksitasi ke generator harganya berubah sesuai dengan besarnya sinyal. Dengan demikian tegangan terminal generator dipertahankan tetap konstan sesuai dengan harga referensinya.
  • 46.
    Pembebanan Generator Generator, setelahdiputar pada putaran nominal dan diberi penguatan /eksitasi akan memprodusi listrik sesuai dengan beban konsumen. Dalam pengoperasiannya cara pengiriman tenaga listrik dari generator ke pelanggan ada dua macam, yaitu :  Generator berdiri sendiri (island load)  Generator sinkron dengan sistem jaringan Generator berdiri sendiri Generator dapat dioperasikan sendiri , terpisah dari sistem jaringan atau dari generator lain dan dibebani, misalnya pada saat terjadi gangguan di dalam sistem transmisi atau wilayah beban tertentu. Dalam kondisi seperti ini, setiap perubahan beban atau tegangan akan sangat terasa pada pengoperasian generator. Beroperasi secara island load sangat rentan dan mudah berubah-ubah. Peranan operator dalam kondisi operasi seperti ini sangat penting, karena generator akan mudah tergelincir beroperasi ke daerah tidak stabil bila pengendalianya tidak benar. Oleh karena itu generator yang beroperasi secara island load dengan beban yang rendah dibatasi lamanya, mengingat hal ini dapat pula berpengaruh terhadap pengoperasian turbin sehingga begitu sistem pulih generator harus segera kembali pararel dengan sistem.
  • 47.
    Generator Sinkron denganSistem jaringan Sistem jaringan terdiri dari banyak unit pembangkit (generator) sehingga kapasitasnya sangat besar dan kondisinya kuat (stabil) Apabila generator kita diparalel ke sitem jaringan, maka pengoperasianya relatif stabil. Perubahan frekuensi atau beban akan terasa kecil oleh generator kita, karena setiap perubahan didalam sistem dibagi rata kesemua unit pembangkit yang paralel dengan sistem. Tegangan di jaga selalu konstan dan yang bervariasi adalah Var (daya reaktif) dan faktor daya (Cos Ø). Apabila kita merubah arus eksitasi yang berubah daya reaktifnya, sementara tegangan generator tetap konstan. Oleh karena itu pembatas operasi selain kestabilan generator, juga arus eksitasi dan arus generator serta temperaturnya.
  • 48.
    Sinkronisasi Syarat sinkronisasi generatoradalah  Tegangan, (Volt)  Frekuensi dan (Hz)  Perbedaan fasa antara generator dengan sistem harus sama. Parameter atau besaran yang harus diperhatikan dalam proses sinkronisasi adalah perbedaan tegangan, frekuensi dan sudut fasa. Indikator tegangan dan frekuensi jelas terpasang dengan menggunakan fasa jarum atau digital. Sedang indikator perbedaan fasa ditunjukan pada synchronoscope dan biasanya ditambah dengan lampu. Generator hanya boleh disinkronkan bila ketiga syarat itu terpenuhi. Perbedaan fasa harus mendekati nol atau nol, dan hal ini ditunjukkan oleh synchronoscope yaitu ketika jarum synchronoscope menunjuk diangka 0 atau garis vertical diposisi atas (tengah harus garis mendatar).
  • 49.
    Pembebanan Begitu generator paraleldengan sistem jaringan, maka generator dapat dibebani sesuai dengan kemampuannya. Tetapi pembebanannya harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi mesin penggerak (boiler dan turbin). Dengan kata lain pembebanan generator dilakukan secara bertahap kenaikannya. Hal ini selain menjaga agar umur mesin sesuai rancangan juga menjaga kestabilan operasi unit dan sistem. Cavability Curve Nyata Reaktif Semu (VA)
  • 50.