STACKER RECLAIMER
Ika Yuliyani
 Stacker Reclaimer adalah alat yang digunakan untuk
mencurahkan batubara (yang di bongkar oleh ship
unloader) yang melalui belt conveyor menuju ke tempat
penyimpanan batu bara atau Coal Yard (disebut
STACKING), maupun mengambil batubara dari coal yard
menuju ke coal bungker ( disebut RECLAMING ).
Stacker Reclaimer
 Prinsip kerja stacking adalah dengan menggerakkan
konveyor pada Boom tripper yang menuju Boom bucket dan
mencurahkan batubara ke arah live stock area. Bucket wheel
tidak digerakkan karena tidak mempunyai peranan untuk
proses stacking.
 Prinsip kerja reclaming adalah dengan menggerakan
conveyor boom tripper dan boom bucket ke arah coal
bunker,dan juga dengan memutar bucket wheel guna
mengambil coal dari tumpukan untuk diteruskan dan
diangkut melalui conveyor sampai masuk ke Coal bunker.
Prinsip kerja Stacker Reclaimer ada 2 yaitu
Stacking dan Reclaiming:
Bagian-bagian Stacker Reclaimer
Bagian-bagian Stacker Reclaimer
Keterangan Gambar :
 A. Ruang panel utama
 B. Boom tripper
 C. Counter weight
 D. Hopper
 E. Kabin Operator
 F. Boom Bucket
 G. Mekanisme Travel (Sistem Roda)
 H. Cable reel
 I. Bucket wheel
 J. Tanki water spray
 K. Take Up
Bagian-bagian Stacker Reclaimer
 Tempat main power supply dari source ke stacker reclaimer.
Didalamnya terdapat panel-panel listrik dan relay.
 Ruang panel utama terletak di bawah platform dari Feeding
tripper.
 Ruangan ini terdapat high voltage room, transformer room dan
low voltage room. Diruangan ini juga terdapat air condition
(AC) pada low voltage room untuk memastikan
keandalan kerja dari komponen listrik.
A. Ruang panel utama
 Boom tripper adalah lengan conveyor bagian belakang
stacker reclaimer. Boom tripper ini bisa diubah posisi sesuai
kondisi kerja dari stacker reclaimer, saat stacker reclaimer
(SR ) digunakan untuk stacking maka boom tripper posisi
ujungnya diatas hopper, jika SR digunakan untuk reclaiming
maka boom tripper posisi ujungnya di bawah hopper.
 Pergerakan tripper dilakukan dengan mengubah switch ke
posisi stacking / reclaim.
B. Boom tripper
 Counter weight berfungsi sebagai stabilizer saat
boom bucket bergerak keatas (luffing up) maupun
bergerak ke bawah (luffing down) agar kerja dari
sistem hidrolik tidak berat.
C. Counter weight
 Hopper adalah wadah (chute) yang menghubungkan
ujung boom tripper dan boom bucket.
 Bentuknya mengerucut agar ketinggian / tonase
batubara yang jatuh ke conveyor bisa sama atau rata
sehingga bisa meminimalisir batubara yang tumpah.
D. Hopper
 Operating cabinet adalah ruang kabin tempat operator
mengendalikan Stacker Reclaimer. Di kabin ini terdapat panel-panel
kemudi / panel control dan monitor sebagai indikator dari status kerja
Stacker Reclaimer.
 Kabin operator / ruang kendali operator terletak di depan L beam
untuk mendapatkan pandangan yang bagus. Operator bisa melihat
kebawah kondisi kerja dari Bucket wheel dan Boom. Di dalam ruang
kendali terdapat panel-panel control, jendela 3 sisi dan dilengkapi
dengan Air Condition (AC).
E. Kabin Operator
E. Kabin Operator
 Boom bucket adalah lengan yang menghubungkan Bucket
wheel dengan Hopper.
 Boom bucket ini bisa digerakkan luffing up, luffing down,
slewing kanan maupun kiri sesuai posisi kerja dan
ketinggian tumpukan batubara di coal yard.
 Mekanisme Bucket wheel dipasang di depan Cantilever
beam. Mekanisme ini bisa bergerak luffing dan slewing
bersamaan dengan Cantilever beam. Mekanisme Bucket
wheel terdiri atas bucket, hopper system, arc guard plate,
discharging chute, bucket wheel shaft dan bearing house.
F. Boom Bucket
F. Boom Bucket
G. Mekanisme Travel ( Sistem Roda )
Traveling mechanism berfungsi sebagai sistem
penggerak utama stacker reclaimer dengan
menggunakan roda yang berputar di rel supaya SR bisa
bergerak maju dan mundur.
Mekanisme Travel terdiri atas roda utama, peralatan
pendukung roda, balance beam, wheel bracket, clamp,
buffer, cleaner dan beberapa pendukung lainnya.
Mekanisme ini terdiri dari 16 roda, 8 diantaranya sebagai
penggerak.
G. Mekanisme Travel ( Sistem Roda )
 Cable reel adalah gulungan kabel yang bisa berputar
sesuai pergerakan SR maju dan mundur agar kabel
tertata rapi. Kabel ini terdiri dari kabel power dan
kabel komunikasi. Kabel power terhubun g dengan
Lower electrica l room , sedangkan kabel komunikasi
adalah untuk menghubungkan status operasional SR
dengan monitor di Coal Handling Central Building
(CHCB).
H. Cable reel
H. Cable reel
 Bucket wheel adalah roda pengambil batubara di coal
yard.
 Prinsip kerja pengambilan batubara dengan bucket
wheel adalah dengan berputar berlawanan jarum jam
kemudian mengumpankan bucket ke tumpukan
batubara sehingga batubara terangkut dan jatuh di
boom conveyor kemudian dibawa menuju ke Coal
Bunker.
I. Bucket wheel
 Tanki ini berisi air yang digunakan untuk spray /
menyirami material / coal yang jatuh di boom conveyor
agar material tidak mudah terbakar dan juga
mengurangi debu yang berterbangan. Pemakaian water
spray ini kondisional tergantung kondisi kerja SR saat
itu, dan juga untuk membantu pandangan operator dari
kabin agar tidak terganggu adanya debu.
J. Tanki water spray
 Take Up adalah alat yang digunakan untuk mengatur
ketegangan dari belt conveyor.
 Sistem Take Up pada Stacker Reclaimer
menggunakan metode pemberat (gravity).
 Jumlah pemberat ini sudah fix / sudah diatur oleh
vendor dan disesuaikan dengan spesifikasi belt
konveyor
K. Take Up
K. Take Up
 Cantilever
Cantilever ini sebagai penopang mekanisme bucket wheel dan cantilever
belt conveyor. Penopang ini terdiri dari 2 beam utama dengan 1 cross
section dan horizontal truss.
 Cantilever Belt conveyor
Cantilever belt conveyor dapat digerakkan 2 arah.
 Saat reclaiming, Bucket wheel menggali material / coal dan menaruhnya
di Cantilever belt conveyor menuju Discharging chute. konveyor ini
membawa coal ke Hopper dan jatuh di konveyor tripper.
 Saat stacking, coal pada konveyor tripper jatuh ke Cantilever conveyor
malalui Discharge chute yang kemudian membawa coal untuk di tumpuk
di coal yard. Jadi, Cantilever conveyor bisa bergerak 2 arah tergantung
dari kondisi kerja Stacker Reclaimer. Cantilever belt conveyor terdiri
beberapa bagian utama yaitu driving unit, idlers, reverse pulley dan
vertical take-up unit.
Mekanisme luffing up-down
 Tugas mekanisme luffing
adalah untuk mengatur posisi
kerja dari Bucket wheel dan
Cantilever beam. Mekanisme
Luffing terdiri atas steel wire
hoisting type, susunan pull
rod, balance triode, hoister,
pulley group, balance reel, dan
counter weight.
 Mekanisme Slewing tersusun atas baja type L dan H
beam yang bertujuan untuk memastikan kekuatan
dan kekerasannya. Untuk memudahkan pergerakan,
slewing platform dibagi m enjadi 2 yaitu upper dan
lower yang di hubungkan dengan baut berintensitas
tinggi.
Mekanisme Slewing
Mekanisme Driving Slewing
 Mekanisme Slewing terdiri
atas slewing ring dan
slewing driving unit.
Slewing ring
berupa 3 roller support.
Slewing drive unit terdiri
atas motor, brake, reducer,
shaft dan gear box.
 Pelumasan utama pada Stacker Reclaimer yaitu pada
mesin Bucket wheel yang berukuran besar, gear reducer,
bucket wheel, pulley bearing, slewing ring, driving pulley
bearing dan travel mechanism.
 Operator harus memperhatikan kondisi minyak pelumas
semua part, mengenal lokasi pelumasan, jenis pelumas
sesuai kondisi part, dan juga bisa memastikan umur
pelumasan mesin.
Pelumasan
Pelumasan
 Sewaktu pekerjaan berlangsung jika ada kondisi kerja tidak
normal, sistem proteksi akan bekerja mengeluarkan suara
alarm, lampu alarm hidup dan mesin pun akan berhenti
(stop). Pergerakan maju mundur dari Stacker Reclaimer
diatur oleh limit switch yang dipasang di traveling
mechanism dan di pasang di titik henti lintasan Stacker
Reclaimer. Untuk liffing unit, li mit switch masing-masing
terpasang di upper dan lower dan juga masingmasing
terpasang di upper dan lower untuk perkerjaan reclaiming.
Sedangkan untuk slewing terdapat 6 limit switch, 2 set
masing-masing untuk sudut slewing 0 , 70 , dan 100 .
Sistem proteksi dan limit switch
PENGOPERASIAN
STACKER RECLAIMER
Sebelum mengoperasikan Stacker Reclaimer setiap Operator
harus melakukan check peralatan yang meliputi :
A. Check Long Travel
B. Check Motor Hidrolic
C. Check level oil pada motor hidrolic
D. Cable reel
E. Check motor slewing
F. Limit switch slewing dan Up down dari boom Bucket
G. Lampu penerangan Staker Reclaimer
H. Check kondisi Hooper
I. Boom conveyor
J. Motor Bucket wheel
K. Limit switch Sensor High
PERSIAPAN
Meliputi :
1. Motor long travel
 Motor long traveling ini berfungsi sebagai pengerak dari stacker
reclaimer. Pergerakannya adalah maju dan mundur, pada stacker
reclaimer ini terdapat 6 buah motor traveling. Pastikan kondisi
Motor long travel ini aman dan bersih saat sebelum di operasikan
A. Check Long Travel
2. Box Rail Clamp
 Box rail clamp ini sebagai pengaman rail clamp pada stacker
reclaimer.
 Fungsi Rail clamp ini adalah untuk menggerakkan long travel
SR dan rail clamp ini sendiri di gerakkan dengan sistem
hidrolic. Oleh karena itu kondisi Box Rail Clamp ini harus
aman sebelum di operasikan
A. Check Long Travel
3. Check Distribution valve For lubrication type Grease
 Distribution valve sebagai alat pendisribusian oli pelumas dari
Lubrication pump ke semua bagian yang akan dilumasi
termasuk salah satunya long traveling. Pastikan Distribution
valve ini kondisinya tidak bocor dan bersih dari debu batubara.
A. Check Long Travel
4. Check kondisi rel Stacker Reclaimer
 Rel Stacker Reclaimer harus bersih dari batubara dan
Aman untuk di lalui stacker reclaimer.
A. Check Long Travel
5. Limit Switch Traveling
 Limit switch traveling ini ada dua bagian.
 Bagian depan adalah saklar yang memberi tanda atau signal
bahwa pergerakan maju atau mundur stacker reclaimer sudah
pada batas limit dan akan menghidupkan alarm.
 Bagian belakang adalah saklar yang otomatis akan
menghentikan pergerakan maju atau mundur dari staker
reclaimer. Pastikan Limit switch long travel ini berfungsi
dengan baik.
A. Check Long Travel
6. Stopper
 Stopper ini adalah bagian dari stacker reclaimer yang
berfungsi sebagai pelindung untuk stop mendadak jika sensor
Limit Switch Traveling tidak berfungsi.
A. Check Long Travel
7. Reel cleaner
 Reel cleaner ini sebagai pembersih dari benda benda
atau kotoran yang ada di reel stacker reclaimer yang
bisa mengganggu dari laju stacker reclaimer.
A. Check Long Travel
 Motor Hidrolic ini berfungsi untuk mendistribusikan oli
pelumas ke semua equipment termasuk salah
satunya hidrolic boom stacker reclaimer.
B. Check Motor Hidrolic
 Pastika level oil motor hidrolis pada level aman untuk
di operasikan.
C. Check level oil pada motor hidrolic
 Cable rel adalah gulungan kabel yang bisa diputar
sesuai pergerakan SR maju dan mundur.
 Kabel ini terdiri dari kabel power dan kabel
komunikasi.
 Kabel power terhubung dengan lower electrical
room. Sedangkan kabel komunikasi adalah untuk
menghubungkan status operasional SR dengan
monitor di Coal Handling Central Bulding (CHCB ).
D. Cable reel
 Pastikan kondisi motor slewing siap untuk
dioperasikan. Dan tidak ada alarm indikasi Alarm.
E. Check motor slewing
 Pastikan limit switch slewing dan Up down dari boom
Bucket berfungsi dengan baik, dan tidak ada indikasi
alarm Dan limit switch slewing tidak tertimbun debu
Batubara
F. Limit switch slewing dan Up down
dari boom Bucket
 Lampu penerangan SR berfungsi membantu kinerja
dari Stacker Reclaimer di waktu malam hari. Pastikan
kondisi lampu SR bersih dan siap dioperasikan
G. Lampu penerangan Staker Reclaimer
 Pastikan tidak terjadi Pluging di area sekitar Hooper SR.
H. Check kondisi Hooper
meliputi :
1. Damper
 Berfungsi untuk mengarahkan batu bara dari Bucket wheel yang akan
jatuh ke boom conveyor. Pastikan Damper posisi tertutup rapat pada belt
boom conveyor.
2. Scrapper ( pembersih conveyor )
 Merupakan perangkat yang berfungsi membersihkan material yang
menempel pada belt conveyor. Pastikan kondisi dari scrapper harus
aman
3. Belt boom conveyor
 Berfungsi sebagai transportasi batubara dari bucket wheel menuju
hooper ataupun sebaliknya. Pastikan kondisi belt boom konveyor ini
harus center dan tidak jogging.
I. Boom conveyor
 Berfungsi untuk menggerakkan bucket wheel guna
mengambil batubara dari coal yard menuju ke boom
konveyor, juga digunakan saat proses loading to
bungker
J. Motor Bucket wheel
 Fungsi Limtit Switch sensor high adalah untuk
mengetauhi tinggi gunungan batu bara saat proses
stracking,saat bandul menyentuh ketinggina puncak
gunungtan batu bara maka alarm akan menyala.
K. Limit switch Sensor High
Pengoperasian
 Pengoperasian Stacker Reclaimer dibagi menjadi 2 yaitu
Stacking dan Reclaiming.
Pengoperasian
Pengoperasian
Perubahan posisi Stacking dan Reclaiming.
 Perubahan utama yang terjadi untuk posisi Stacking dan
Reclaiming adalah posisi Tripper beam.
 Untuk Stacking, posisi depan tripper beam adalah di atas Hopper.
Sedangkan untuk Reclaiming, posisi depan tripper beam adalah di
bawah Hopper.
 Pergeseran pergerakan Tripper boom ini dengan menggunakan
sistem hidrolik . Di sistem hidrolik ini
terdapat control box yang digunakan untuk mengoperasikan
mengubah sudut elevasi bagian
depan tripper beam utama dan menyambung / melepas hook
tripper pada platform tripper.
Pengoperasian
 Untuk perubahan stacking, 2 pothook (pengunci)
tidak terhubung (dilepas), large-car (gantry)
bergerak maju, tripper amplitude oil cylinder naik /
terangkat, large-car (gantry) bergerak mundur, dan
2 pothook (penyangkut) terhubung (mengunci).
 Saat reclaiming, 2 pengunci dilepas, gantry
bergerak maju, 2 tripper amplitude oil
cylinder turun, gantry bergerak mundur, 2 pengunci
terhubung (lock).
Pengoperasian
Berbagai masalah yang pernah terjadi saat ini
Stacker Reclimer beroperasi diantaranya:
PROBLEM SOLVING
 Trip motor Bucket wheel ini terjadi saat Stacker
Reclaimer melakukan proses Reclaiming.
 Motor Bucket Wheel dapat Trip dikarenakan indikasi
Ampere Motornya terlalu tinggi atau melampaui batas
maximal. Hal ini terjadi karena Stacker Reclaimer
terlalu banyak mengambil/ mereclaim batubara dan juga
dipengaruhi oleh keadatan batubara di coal yard, Oleh
karena itu Indikasi Ampere Motor Bucket wheel harus
dijaga idealnya 80 90 A
̴
1. Trip Motor Bucket Wheel
Apabila Motor Bucket wheel telah Trip maka
harus di Release dahulu dengan cara yaitu :
 Putar selector di sebelah kanan pada posisi stop
 Tekan Fault Reset
 Mengkondisikan Bucket wheel agar tidak
Mereclaim dahulu { tidak dekat dengan
batubara }
 Tekan Horn ( alarm )
 Putar kembali Selector di sebelah kanan pada
posisi Reclaiming.
 Saat Stacker Reclaimer mengalami trouble/gangguan
saat slewing ini menandakan Limit switch slewing
tidak berfungsi dengan baik.
 Penyebabnya bisa terjadi karena Limit switch
slewing tertimbun debu batubara. Oleh karena itu
Kebersihan dari Limit switch slewing ini harus
dijaga.
 Bila saat Stacker Reclaimer beroperasi terjadi
Gangguan pada Limit switch slewing ini maka perlu
di bersihkan
2. Limit switch slewing tidak berfungsi
dengan baik

Adapun langkah – langkahnya sebagai berikut.
 Putar Slector di sebelah kanan pada posisi stop
 Check keadaan Limit switch slewing ini
 Apabila tertimbun batubara maka perlu di
bersihkan, bisa dengan menggunakan sekop.
 Tekan tombol fault reset
 Tekan Horn ( Alarm )
 Putar kembali selector disebelah kanan pada
posisi Reclaiming.
NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
3 STACKER /
RECLAIMER
Bucket Wheel Oil gear box kurang Laporkan ke maintenance
agar oli ditambah
Pen Bucket lepas Laporkan maintenance untuk
diperbaiki.
Motion detector fault / Speed sensor . Check local sensor laporkan
ke maintenance
Collapsible
Tripper
Oil Hydraulik kurang Laporkan ke maintenance
agar oli ditambah
Pen Lock tidak nyentuh limit switch
up/down
Laporkan ke maintenance
agar setting Limit Switch
Bucket Wheel Oil gear box kurang Laporkan ke maintenance
agar oli ditambah
Boom Slewing Gerakan slewing ke kanan atau kiri
lambat (abnormal)
Laporkan ke maintenance
agar diperiksa dan dilakukan
perbaikan.
Gantry /
Travelling
Oil hidraulik kurang Laporkan ke maintenance
agar oil di tambah.
Pada saat gantry lambat (abnormal) Laporkan ke maintenance
Boom Luffing
Up/ Down.
Oil hidraulik kurang Laporkan ke maintenance
agar oil di tambah.
PROBLEM SOLVING
Pengoperasian Sistem Penanganan Batubara
(Coal Handling System)
Penanganan pada
Coal Handling System
NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
1 Belt Conveyor Belt Jogging Curahan batu bara tidak
pada posisi center.
Arahkan curahan batu bara pada
posisi center melalui damper
chute.
Sambungan belt tidak
pada posisi centre.
Melaporkan ke pihak
maintenance agar posisi
sambungan di perbaiki .
Carrying idler terkena
air (basah)
Start posisi local sampai belt
conveyor kering .
Adjust steering idler agar posisi
belt posisi normal
Adjust steering return idler arah
putaran balik .
Pluged Chute
kerja
Chute blok akibat
batubara Basah/
lengket/besar
Bersihkan dinding Chute agar
bersih dari batubara yang
menempel pada dinding chute
Reset Pluged Chute
Penanganan pada
Coal Handling System
NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
1 Belt Conveyor Belt Slip Beban batu bara di
atas belt terlalu
banyak.
Kurangi beban batu bara di atas
belt dengan dengan menggunakan
skop.
Oil fluid coupling
kurang
Laporkan ke maintenance agar oil
fluid coupling di tambah.
Batubara basah tidak
dapat terbawa pada
posisi naik (tanjakan)
Hindari batubara basah pada saat
pengisian
Motor
penggerak
tidak kuat start
Oil Coupling kurang Cek oil level indicator pada
coupling.
Laporkan ke maintenance agar oil
pludex/coupling di tambah
Cek oil level indicator pada
coupling.
Laporkan ke maintenance agar oil
pludex/coupling di tambah
Belt Conveyor
mulur
Elastisitas belt. Melaporkan ke maintenance agar
belt di potong sambung.
Penanganan pada
Coal Handling System
NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
2 Belt Feeder Belt Jogging /
Miss
alignment
(bergeser ke
kiri atau
kanan)
Curahan batubara
tidak pada posisi
center (tengah)
Adjust Belt ke posisi centre/tengah.
Arahkan damper agar curahan
batubara jatuh pada posisi ditengah
belt.
Tentioning belt
tidak sama
(adjuster)
Adjust Belt ke posisi tengah, setelah
itu samakan ketegangan.
Belt sisi kiri dan kanan.
Belt Slip
Belt Kendor
Beban batu bara
over load (terlalu
banyak)
Adjust Belt agar pada posisi
tegang/kencang
Basahi drive pulley dengan air untuk
mengurangi debu batubara pada drive.
3 STACKER /
RECLAIMER
Boom
Conveyor
Motion detector
fault / Speed
sensor .
- Check lokal sensor
- Yakinkan belt tidak slip.
Limit Switch
brake
Cek kanvas brake, L/S apakah pada
kondisi normal, jika ada kelainan
laporkan ke Maintenance.
Pluged Chute fault Cleaning dan Reset Sensor
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
4 CRUSHER
- Cicuit breaker fault
- Winding
temperature alarm
kerja
- Chute crusher
ngeblok
Terganjal benda asing
(besi)
Batu bara ngeblok
Buka manhole lalu di
cleaning.
5 MAGNETIC
SEPARATOR
Tidak bisa
menangkap partikel
besi yang besar
Sensor tidak berfungsi/
kekuatan daya
elektromagnet sudah
berkurang
Laporkan ke maintenance
agar alat tersebut
berfungsi kembali
Pen patah Motor berputar belt tidak
berputar
Llaporkan ke maintenance
agar pen diganti.
Rantai / chain kendor Usia rantai sudah di atas
batas waktu
Rantai di ganti dengan
yang baru
Belt jogging Adjust belt terlalu
kencang atau kendor .
Adjust belt terlalu
kencang atau kendor
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
6 TRIPPER
Over speed
(nyelonong / nabrak)
Pada saat pindah posisi
ada beban berlebih.
Kurangi beban batu bara
dan pada saat pindah
posisi tanpa ada batubara.
Line Contactor fault Breaker tidak ready Breaker tidak ready
Pluged chute kerja Batubara Basah , lengket
/ besar
Bersihkan dinding Chute
agar bersih dari batu bara
yang menempel pada
dinding chute
Posisi Triper tidak
ada indikasi (hilang )
Limit switch tidak
tersentuh tripper
Pindahkan Tripper pada
posisi silo A atau F ( local
posisi )
Rantai / chain putus Usia rantai sudah lama
atau rapuh
Laporkan ke maintenance
agar di sambung kembali
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
7 SCRAPER
CONVEYOR
Pen lepas Terganjal sesuatu (besi,
kayu, batu)
Terkena gesekan rantai
dengan t – plate
Laporkan ke maintenance
agar pen dipasang kembali
Trailing lepas . Terganjal batu Laporkan ke maintenance
agar di perbaiki.
Wear plate mencuat Terjadi gesekan
Laporkan ke maintenance
agar di perbaiki.
Tidak bisa
Open/Close
Batubara over load Cleaning plate gate
8 DIVERTER
GATE/
ISOLATING
SHUTTLE/
BY PASS
GATE
Arah gate tidak
membuka atau
menutup penuh
Terganjal batubara Cleaning chute damper
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
9 HOPPER
GATE
Arah gate tidak
membuka atau
menutup penuh
Tidak bisa Open/Close Cleaning plate gate
Reset breaker di MCC
untuk menormalkan
kembali.
10 SHUTTLE /
FEED
ADJUSTER
Roda Anjlok Rell terurug batubara Laporkan ke maintenance
11 MOVABLE
HOPPER
Cable / Hose Rell
tidak menggulung
Beban berat Laporkan ke maintenance
Rail clamp tidak bisa
membuka.
Oil kurang / bocor Laporkan ke maintenance
agar oil di tambah.
Batubara membalik
over flow .
Batubara membalik over
flow .
Laporkan ke maintenance
agar sensor di perbaiki
12 HOPPER
Batubara membalik
over flow .
Batubara membalik over
flow .
Laporkan ke maintenance
agar sensor di perbaiki
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
13 DUST
COLLECTOR
Bucket elevator mutar
tanpa beban batubara
Inlet terhalang
Batubara ngeblok
Cleaning line bucket
elevatornya .
Rotari tidak mutar . Periksa couple Jika ada kerusakan laporkan
ke maintenance
14 BELT
WEIGHER
Flow rate tidak
nunjuk.
Wiring ada yang putus Laporkan ke maintenance
agar sensor di perbaiki
Actual flow rate
dengan penunjukan
angka tidak sama
Microtect tidak normal, Dilakukan tera ulang
15 BREAKER
Circuit breaker fault . Pull Cord kerja
setengah (kontak
switch posisi tidak
normal)
Riset pull cord dari local agar
kembali ke posisi normal .
Electrik fault. Start per hour kerja /
trip.
Fuse putus.
Menunggu waktu selama 30
menit (sesuai dengan set)
Laporkan ke maintenance
agar fuse diganti.
Sepam fault. Over load.
Limit switch NFB
rusak.
Riset di MCC .
Laporkan ke maintenance
agar limit switch diganti
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
13 DUST
COLLECTOR
Bucket elevator mutar
tanpa beban batubara
Inlet terhalang
Batubara ngeblok
Cleaning line bucket
elevatornya .
Rotari tidak mutar . Periksa couple Jika ada kerusakan laporkan
ke maintenance
14 BELT
WEIGHER
Flow rate tidak
nunjuk.
Wiring ada yang putus Laporkan ke maintenance
agar sensor di perbaiki
Actual flow rate
dengan penunjukan
angka tidak sama
Microtect tidak normal, Dilakukan tera ulang
15 BREAKER
Circuit breaker fault . Pull Cord kerja
setengah (kontak
switch posisi tidak
normal)
Riset pull cord dari local agar
kembali ke posisi normal .
Electrik fault. Start per hour kerja /
trip.
Fuse putus.
Menunggu waktu selama 30
menit (sesuai dengan set)
Laporkan ke maintenance
agar fuse diganti.
Sepam fault. Over load.
Limit switch NFB
rusak.
Riset di MCC .
Laporkan ke maintenance
agar limit switch diganti
Penanganan pada
Coal Handling System
NO
NAMA
PERALATAN
MASALAH PENYEBAB TINDAKAN
16 PLC
(PROGRAMM
ABLE LOGIC
CONTROL)
Modul fault . Rack PLC kendor Laporkan ke maintenance
agar modul rack di perbaiki
Ethway
Communcation fault.
Cable Communication
putus.
Laporkan ke maintenance
agar cable di perbaiki
Terima kasih

pengoperasian stacker dan reclaimer .pptx

  • 1.
  • 2.
     Stacker Reclaimeradalah alat yang digunakan untuk mencurahkan batubara (yang di bongkar oleh ship unloader) yang melalui belt conveyor menuju ke tempat penyimpanan batu bara atau Coal Yard (disebut STACKING), maupun mengambil batubara dari coal yard menuju ke coal bungker ( disebut RECLAMING ). Stacker Reclaimer
  • 3.
     Prinsip kerjastacking adalah dengan menggerakkan konveyor pada Boom tripper yang menuju Boom bucket dan mencurahkan batubara ke arah live stock area. Bucket wheel tidak digerakkan karena tidak mempunyai peranan untuk proses stacking.  Prinsip kerja reclaming adalah dengan menggerakan conveyor boom tripper dan boom bucket ke arah coal bunker,dan juga dengan memutar bucket wheel guna mengambil coal dari tumpukan untuk diteruskan dan diangkut melalui conveyor sampai masuk ke Coal bunker. Prinsip kerja Stacker Reclaimer ada 2 yaitu Stacking dan Reclaiming:
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Keterangan Gambar : A. Ruang panel utama  B. Boom tripper  C. Counter weight  D. Hopper  E. Kabin Operator  F. Boom Bucket  G. Mekanisme Travel (Sistem Roda)  H. Cable reel  I. Bucket wheel  J. Tanki water spray  K. Take Up Bagian-bagian Stacker Reclaimer
  • 7.
     Tempat mainpower supply dari source ke stacker reclaimer. Didalamnya terdapat panel-panel listrik dan relay.  Ruang panel utama terletak di bawah platform dari Feeding tripper.  Ruangan ini terdapat high voltage room, transformer room dan low voltage room. Diruangan ini juga terdapat air condition (AC) pada low voltage room untuk memastikan keandalan kerja dari komponen listrik. A. Ruang panel utama
  • 8.
     Boom tripperadalah lengan conveyor bagian belakang stacker reclaimer. Boom tripper ini bisa diubah posisi sesuai kondisi kerja dari stacker reclaimer, saat stacker reclaimer (SR ) digunakan untuk stacking maka boom tripper posisi ujungnya diatas hopper, jika SR digunakan untuk reclaiming maka boom tripper posisi ujungnya di bawah hopper.  Pergerakan tripper dilakukan dengan mengubah switch ke posisi stacking / reclaim. B. Boom tripper
  • 9.
     Counter weightberfungsi sebagai stabilizer saat boom bucket bergerak keatas (luffing up) maupun bergerak ke bawah (luffing down) agar kerja dari sistem hidrolik tidak berat. C. Counter weight
  • 10.
     Hopper adalahwadah (chute) yang menghubungkan ujung boom tripper dan boom bucket.  Bentuknya mengerucut agar ketinggian / tonase batubara yang jatuh ke conveyor bisa sama atau rata sehingga bisa meminimalisir batubara yang tumpah. D. Hopper
  • 11.
     Operating cabinetadalah ruang kabin tempat operator mengendalikan Stacker Reclaimer. Di kabin ini terdapat panel-panel kemudi / panel control dan monitor sebagai indikator dari status kerja Stacker Reclaimer.  Kabin operator / ruang kendali operator terletak di depan L beam untuk mendapatkan pandangan yang bagus. Operator bisa melihat kebawah kondisi kerja dari Bucket wheel dan Boom. Di dalam ruang kendali terdapat panel-panel control, jendela 3 sisi dan dilengkapi dengan Air Condition (AC). E. Kabin Operator
  • 12.
  • 13.
     Boom bucketadalah lengan yang menghubungkan Bucket wheel dengan Hopper.  Boom bucket ini bisa digerakkan luffing up, luffing down, slewing kanan maupun kiri sesuai posisi kerja dan ketinggian tumpukan batubara di coal yard.  Mekanisme Bucket wheel dipasang di depan Cantilever beam. Mekanisme ini bisa bergerak luffing dan slewing bersamaan dengan Cantilever beam. Mekanisme Bucket wheel terdiri atas bucket, hopper system, arc guard plate, discharging chute, bucket wheel shaft dan bearing house. F. Boom Bucket
  • 14.
  • 15.
    G. Mekanisme Travel( Sistem Roda ) Traveling mechanism berfungsi sebagai sistem penggerak utama stacker reclaimer dengan menggunakan roda yang berputar di rel supaya SR bisa bergerak maju dan mundur. Mekanisme Travel terdiri atas roda utama, peralatan pendukung roda, balance beam, wheel bracket, clamp, buffer, cleaner dan beberapa pendukung lainnya. Mekanisme ini terdiri dari 16 roda, 8 diantaranya sebagai penggerak.
  • 16.
    G. Mekanisme Travel( Sistem Roda )
  • 17.
     Cable reeladalah gulungan kabel yang bisa berputar sesuai pergerakan SR maju dan mundur agar kabel tertata rapi. Kabel ini terdiri dari kabel power dan kabel komunikasi. Kabel power terhubun g dengan Lower electrica l room , sedangkan kabel komunikasi adalah untuk menghubungkan status operasional SR dengan monitor di Coal Handling Central Building (CHCB). H. Cable reel
  • 18.
  • 19.
     Bucket wheeladalah roda pengambil batubara di coal yard.  Prinsip kerja pengambilan batubara dengan bucket wheel adalah dengan berputar berlawanan jarum jam kemudian mengumpankan bucket ke tumpukan batubara sehingga batubara terangkut dan jatuh di boom conveyor kemudian dibawa menuju ke Coal Bunker. I. Bucket wheel
  • 20.
     Tanki iniberisi air yang digunakan untuk spray / menyirami material / coal yang jatuh di boom conveyor agar material tidak mudah terbakar dan juga mengurangi debu yang berterbangan. Pemakaian water spray ini kondisional tergantung kondisi kerja SR saat itu, dan juga untuk membantu pandangan operator dari kabin agar tidak terganggu adanya debu. J. Tanki water spray
  • 21.
     Take Upadalah alat yang digunakan untuk mengatur ketegangan dari belt conveyor.  Sistem Take Up pada Stacker Reclaimer menggunakan metode pemberat (gravity).  Jumlah pemberat ini sudah fix / sudah diatur oleh vendor dan disesuaikan dengan spesifikasi belt konveyor K. Take Up
  • 22.
  • 23.
     Cantilever Cantilever inisebagai penopang mekanisme bucket wheel dan cantilever belt conveyor. Penopang ini terdiri dari 2 beam utama dengan 1 cross section dan horizontal truss.  Cantilever Belt conveyor Cantilever belt conveyor dapat digerakkan 2 arah.  Saat reclaiming, Bucket wheel menggali material / coal dan menaruhnya di Cantilever belt conveyor menuju Discharging chute. konveyor ini membawa coal ke Hopper dan jatuh di konveyor tripper.  Saat stacking, coal pada konveyor tripper jatuh ke Cantilever conveyor malalui Discharge chute yang kemudian membawa coal untuk di tumpuk di coal yard. Jadi, Cantilever conveyor bisa bergerak 2 arah tergantung dari kondisi kerja Stacker Reclaimer. Cantilever belt conveyor terdiri beberapa bagian utama yaitu driving unit, idlers, reverse pulley dan vertical take-up unit.
  • 24.
    Mekanisme luffing up-down Tugas mekanisme luffing adalah untuk mengatur posisi kerja dari Bucket wheel dan Cantilever beam. Mekanisme Luffing terdiri atas steel wire hoisting type, susunan pull rod, balance triode, hoister, pulley group, balance reel, dan counter weight.
  • 25.
     Mekanisme Slewingtersusun atas baja type L dan H beam yang bertujuan untuk memastikan kekuatan dan kekerasannya. Untuk memudahkan pergerakan, slewing platform dibagi m enjadi 2 yaitu upper dan lower yang di hubungkan dengan baut berintensitas tinggi. Mekanisme Slewing
  • 26.
    Mekanisme Driving Slewing Mekanisme Slewing terdiri atas slewing ring dan slewing driving unit. Slewing ring berupa 3 roller support. Slewing drive unit terdiri atas motor, brake, reducer, shaft dan gear box.
  • 27.
     Pelumasan utamapada Stacker Reclaimer yaitu pada mesin Bucket wheel yang berukuran besar, gear reducer, bucket wheel, pulley bearing, slewing ring, driving pulley bearing dan travel mechanism.  Operator harus memperhatikan kondisi minyak pelumas semua part, mengenal lokasi pelumasan, jenis pelumas sesuai kondisi part, dan juga bisa memastikan umur pelumasan mesin. Pelumasan
  • 28.
  • 29.
     Sewaktu pekerjaanberlangsung jika ada kondisi kerja tidak normal, sistem proteksi akan bekerja mengeluarkan suara alarm, lampu alarm hidup dan mesin pun akan berhenti (stop). Pergerakan maju mundur dari Stacker Reclaimer diatur oleh limit switch yang dipasang di traveling mechanism dan di pasang di titik henti lintasan Stacker Reclaimer. Untuk liffing unit, li mit switch masing-masing terpasang di upper dan lower dan juga masingmasing terpasang di upper dan lower untuk perkerjaan reclaiming. Sedangkan untuk slewing terdapat 6 limit switch, 2 set masing-masing untuk sudut slewing 0 , 70 , dan 100 . Sistem proteksi dan limit switch
  • 30.
  • 31.
    Sebelum mengoperasikan StackerReclaimer setiap Operator harus melakukan check peralatan yang meliputi : A. Check Long Travel B. Check Motor Hidrolic C. Check level oil pada motor hidrolic D. Cable reel E. Check motor slewing F. Limit switch slewing dan Up down dari boom Bucket G. Lampu penerangan Staker Reclaimer H. Check kondisi Hooper I. Boom conveyor J. Motor Bucket wheel K. Limit switch Sensor High PERSIAPAN
  • 32.
    Meliputi : 1. Motorlong travel  Motor long traveling ini berfungsi sebagai pengerak dari stacker reclaimer. Pergerakannya adalah maju dan mundur, pada stacker reclaimer ini terdapat 6 buah motor traveling. Pastikan kondisi Motor long travel ini aman dan bersih saat sebelum di operasikan A. Check Long Travel
  • 33.
    2. Box RailClamp  Box rail clamp ini sebagai pengaman rail clamp pada stacker reclaimer.  Fungsi Rail clamp ini adalah untuk menggerakkan long travel SR dan rail clamp ini sendiri di gerakkan dengan sistem hidrolic. Oleh karena itu kondisi Box Rail Clamp ini harus aman sebelum di operasikan A. Check Long Travel
  • 34.
    3. Check Distributionvalve For lubrication type Grease  Distribution valve sebagai alat pendisribusian oli pelumas dari Lubrication pump ke semua bagian yang akan dilumasi termasuk salah satunya long traveling. Pastikan Distribution valve ini kondisinya tidak bocor dan bersih dari debu batubara. A. Check Long Travel
  • 35.
    4. Check kondisirel Stacker Reclaimer  Rel Stacker Reclaimer harus bersih dari batubara dan Aman untuk di lalui stacker reclaimer. A. Check Long Travel
  • 36.
    5. Limit SwitchTraveling  Limit switch traveling ini ada dua bagian.  Bagian depan adalah saklar yang memberi tanda atau signal bahwa pergerakan maju atau mundur stacker reclaimer sudah pada batas limit dan akan menghidupkan alarm.  Bagian belakang adalah saklar yang otomatis akan menghentikan pergerakan maju atau mundur dari staker reclaimer. Pastikan Limit switch long travel ini berfungsi dengan baik. A. Check Long Travel
  • 37.
    6. Stopper  Stopperini adalah bagian dari stacker reclaimer yang berfungsi sebagai pelindung untuk stop mendadak jika sensor Limit Switch Traveling tidak berfungsi. A. Check Long Travel
  • 38.
    7. Reel cleaner Reel cleaner ini sebagai pembersih dari benda benda atau kotoran yang ada di reel stacker reclaimer yang bisa mengganggu dari laju stacker reclaimer. A. Check Long Travel
  • 39.
     Motor Hidrolicini berfungsi untuk mendistribusikan oli pelumas ke semua equipment termasuk salah satunya hidrolic boom stacker reclaimer. B. Check Motor Hidrolic
  • 40.
     Pastika leveloil motor hidrolis pada level aman untuk di operasikan. C. Check level oil pada motor hidrolic
  • 41.
     Cable reladalah gulungan kabel yang bisa diputar sesuai pergerakan SR maju dan mundur.  Kabel ini terdiri dari kabel power dan kabel komunikasi.  Kabel power terhubung dengan lower electrical room. Sedangkan kabel komunikasi adalah untuk menghubungkan status operasional SR dengan monitor di Coal Handling Central Bulding (CHCB ). D. Cable reel
  • 42.
     Pastikan kondisimotor slewing siap untuk dioperasikan. Dan tidak ada alarm indikasi Alarm. E. Check motor slewing
  • 43.
     Pastikan limitswitch slewing dan Up down dari boom Bucket berfungsi dengan baik, dan tidak ada indikasi alarm Dan limit switch slewing tidak tertimbun debu Batubara F. Limit switch slewing dan Up down dari boom Bucket
  • 44.
     Lampu peneranganSR berfungsi membantu kinerja dari Stacker Reclaimer di waktu malam hari. Pastikan kondisi lampu SR bersih dan siap dioperasikan G. Lampu penerangan Staker Reclaimer
  • 45.
     Pastikan tidakterjadi Pluging di area sekitar Hooper SR. H. Check kondisi Hooper
  • 46.
    meliputi : 1. Damper Berfungsi untuk mengarahkan batu bara dari Bucket wheel yang akan jatuh ke boom conveyor. Pastikan Damper posisi tertutup rapat pada belt boom conveyor. 2. Scrapper ( pembersih conveyor )  Merupakan perangkat yang berfungsi membersihkan material yang menempel pada belt conveyor. Pastikan kondisi dari scrapper harus aman 3. Belt boom conveyor  Berfungsi sebagai transportasi batubara dari bucket wheel menuju hooper ataupun sebaliknya. Pastikan kondisi belt boom konveyor ini harus center dan tidak jogging. I. Boom conveyor
  • 47.
     Berfungsi untukmenggerakkan bucket wheel guna mengambil batubara dari coal yard menuju ke boom konveyor, juga digunakan saat proses loading to bungker J. Motor Bucket wheel
  • 48.
     Fungsi LimtitSwitch sensor high adalah untuk mengetauhi tinggi gunungan batu bara saat proses stracking,saat bandul menyentuh ketinggina puncak gunungtan batu bara maka alarm akan menyala. K. Limit switch Sensor High
  • 49.
  • 50.
     Pengoperasian StackerReclaimer dibagi menjadi 2 yaitu Stacking dan Reclaiming. Pengoperasian
  • 51.
  • 52.
    Perubahan posisi Stackingdan Reclaiming.  Perubahan utama yang terjadi untuk posisi Stacking dan Reclaiming adalah posisi Tripper beam.  Untuk Stacking, posisi depan tripper beam adalah di atas Hopper. Sedangkan untuk Reclaiming, posisi depan tripper beam adalah di bawah Hopper.  Pergeseran pergerakan Tripper boom ini dengan menggunakan sistem hidrolik . Di sistem hidrolik ini terdapat control box yang digunakan untuk mengoperasikan mengubah sudut elevasi bagian depan tripper beam utama dan menyambung / melepas hook tripper pada platform tripper. Pengoperasian
  • 53.
     Untuk perubahanstacking, 2 pothook (pengunci) tidak terhubung (dilepas), large-car (gantry) bergerak maju, tripper amplitude oil cylinder naik / terangkat, large-car (gantry) bergerak mundur, dan 2 pothook (penyangkut) terhubung (mengunci).  Saat reclaiming, 2 pengunci dilepas, gantry bergerak maju, 2 tripper amplitude oil cylinder turun, gantry bergerak mundur, 2 pengunci terhubung (lock). Pengoperasian
  • 55.
    Berbagai masalah yangpernah terjadi saat ini Stacker Reclimer beroperasi diantaranya: PROBLEM SOLVING
  • 56.
     Trip motorBucket wheel ini terjadi saat Stacker Reclaimer melakukan proses Reclaiming.  Motor Bucket Wheel dapat Trip dikarenakan indikasi Ampere Motornya terlalu tinggi atau melampaui batas maximal. Hal ini terjadi karena Stacker Reclaimer terlalu banyak mengambil/ mereclaim batubara dan juga dipengaruhi oleh keadatan batubara di coal yard, Oleh karena itu Indikasi Ampere Motor Bucket wheel harus dijaga idealnya 80 90 A ̴ 1. Trip Motor Bucket Wheel
  • 57.
    Apabila Motor Bucketwheel telah Trip maka harus di Release dahulu dengan cara yaitu :  Putar selector di sebelah kanan pada posisi stop  Tekan Fault Reset  Mengkondisikan Bucket wheel agar tidak Mereclaim dahulu { tidak dekat dengan batubara }  Tekan Horn ( alarm )  Putar kembali Selector di sebelah kanan pada posisi Reclaiming.
  • 58.
     Saat StackerReclaimer mengalami trouble/gangguan saat slewing ini menandakan Limit switch slewing tidak berfungsi dengan baik.  Penyebabnya bisa terjadi karena Limit switch slewing tertimbun debu batubara. Oleh karena itu Kebersihan dari Limit switch slewing ini harus dijaga.  Bila saat Stacker Reclaimer beroperasi terjadi Gangguan pada Limit switch slewing ini maka perlu di bersihkan 2. Limit switch slewing tidak berfungsi dengan baik
  • 59.
     Adapun langkah –langkahnya sebagai berikut.  Putar Slector di sebelah kanan pada posisi stop  Check keadaan Limit switch slewing ini  Apabila tertimbun batubara maka perlu di bersihkan, bisa dengan menggunakan sekop.  Tekan tombol fault reset  Tekan Horn ( Alarm )  Putar kembali selector disebelah kanan pada posisi Reclaiming.
  • 60.
    NO NAMA PERALATANMASALAH PENYEBAB TINDAKAN 3 STACKER / RECLAIMER Bucket Wheel Oil gear box kurang Laporkan ke maintenance agar oli ditambah Pen Bucket lepas Laporkan maintenance untuk diperbaiki. Motion detector fault / Speed sensor . Check local sensor laporkan ke maintenance Collapsible Tripper Oil Hydraulik kurang Laporkan ke maintenance agar oli ditambah Pen Lock tidak nyentuh limit switch up/down Laporkan ke maintenance agar setting Limit Switch Bucket Wheel Oil gear box kurang Laporkan ke maintenance agar oli ditambah Boom Slewing Gerakan slewing ke kanan atau kiri lambat (abnormal) Laporkan ke maintenance agar diperiksa dan dilakukan perbaikan. Gantry / Travelling Oil hidraulik kurang Laporkan ke maintenance agar oil di tambah. Pada saat gantry lambat (abnormal) Laporkan ke maintenance Boom Luffing Up/ Down. Oil hidraulik kurang Laporkan ke maintenance agar oil di tambah.
  • 61.
    PROBLEM SOLVING Pengoperasian SistemPenanganan Batubara (Coal Handling System)
  • 62.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 1 Belt Conveyor Belt Jogging Curahan batu bara tidak pada posisi center. Arahkan curahan batu bara pada posisi center melalui damper chute. Sambungan belt tidak pada posisi centre. Melaporkan ke pihak maintenance agar posisi sambungan di perbaiki . Carrying idler terkena air (basah) Start posisi local sampai belt conveyor kering . Adjust steering idler agar posisi belt posisi normal Adjust steering return idler arah putaran balik . Pluged Chute kerja Chute blok akibat batubara Basah/ lengket/besar Bersihkan dinding Chute agar bersih dari batubara yang menempel pada dinding chute Reset Pluged Chute
  • 63.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 1 Belt Conveyor Belt Slip Beban batu bara di atas belt terlalu banyak. Kurangi beban batu bara di atas belt dengan dengan menggunakan skop. Oil fluid coupling kurang Laporkan ke maintenance agar oil fluid coupling di tambah. Batubara basah tidak dapat terbawa pada posisi naik (tanjakan) Hindari batubara basah pada saat pengisian Motor penggerak tidak kuat start Oil Coupling kurang Cek oil level indicator pada coupling. Laporkan ke maintenance agar oil pludex/coupling di tambah Cek oil level indicator pada coupling. Laporkan ke maintenance agar oil pludex/coupling di tambah Belt Conveyor mulur Elastisitas belt. Melaporkan ke maintenance agar belt di potong sambung.
  • 64.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 2 Belt Feeder Belt Jogging / Miss alignment (bergeser ke kiri atau kanan) Curahan batubara tidak pada posisi center (tengah) Adjust Belt ke posisi centre/tengah. Arahkan damper agar curahan batubara jatuh pada posisi ditengah belt. Tentioning belt tidak sama (adjuster) Adjust Belt ke posisi tengah, setelah itu samakan ketegangan. Belt sisi kiri dan kanan. Belt Slip Belt Kendor Beban batu bara over load (terlalu banyak) Adjust Belt agar pada posisi tegang/kencang Basahi drive pulley dengan air untuk mengurangi debu batubara pada drive. 3 STACKER / RECLAIMER Boom Conveyor Motion detector fault / Speed sensor . - Check lokal sensor - Yakinkan belt tidak slip. Limit Switch brake Cek kanvas brake, L/S apakah pada kondisi normal, jika ada kelainan laporkan ke Maintenance. Pluged Chute fault Cleaning dan Reset Sensor
  • 65.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 4 CRUSHER - Cicuit breaker fault - Winding temperature alarm kerja - Chute crusher ngeblok Terganjal benda asing (besi) Batu bara ngeblok Buka manhole lalu di cleaning. 5 MAGNETIC SEPARATOR Tidak bisa menangkap partikel besi yang besar Sensor tidak berfungsi/ kekuatan daya elektromagnet sudah berkurang Laporkan ke maintenance agar alat tersebut berfungsi kembali Pen patah Motor berputar belt tidak berputar Llaporkan ke maintenance agar pen diganti. Rantai / chain kendor Usia rantai sudah di atas batas waktu Rantai di ganti dengan yang baru Belt jogging Adjust belt terlalu kencang atau kendor . Adjust belt terlalu kencang atau kendor
  • 66.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 6 TRIPPER Over speed (nyelonong / nabrak) Pada saat pindah posisi ada beban berlebih. Kurangi beban batu bara dan pada saat pindah posisi tanpa ada batubara. Line Contactor fault Breaker tidak ready Breaker tidak ready Pluged chute kerja Batubara Basah , lengket / besar Bersihkan dinding Chute agar bersih dari batu bara yang menempel pada dinding chute Posisi Triper tidak ada indikasi (hilang ) Limit switch tidak tersentuh tripper Pindahkan Tripper pada posisi silo A atau F ( local posisi ) Rantai / chain putus Usia rantai sudah lama atau rapuh Laporkan ke maintenance agar di sambung kembali
  • 67.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 7 SCRAPER CONVEYOR Pen lepas Terganjal sesuatu (besi, kayu, batu) Terkena gesekan rantai dengan t – plate Laporkan ke maintenance agar pen dipasang kembali Trailing lepas . Terganjal batu Laporkan ke maintenance agar di perbaiki. Wear plate mencuat Terjadi gesekan Laporkan ke maintenance agar di perbaiki. Tidak bisa Open/Close Batubara over load Cleaning plate gate 8 DIVERTER GATE/ ISOLATING SHUTTLE/ BY PASS GATE Arah gate tidak membuka atau menutup penuh Terganjal batubara Cleaning chute damper
  • 68.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 9 HOPPER GATE Arah gate tidak membuka atau menutup penuh Tidak bisa Open/Close Cleaning plate gate Reset breaker di MCC untuk menormalkan kembali. 10 SHUTTLE / FEED ADJUSTER Roda Anjlok Rell terurug batubara Laporkan ke maintenance 11 MOVABLE HOPPER Cable / Hose Rell tidak menggulung Beban berat Laporkan ke maintenance Rail clamp tidak bisa membuka. Oil kurang / bocor Laporkan ke maintenance agar oil di tambah. Batubara membalik over flow . Batubara membalik over flow . Laporkan ke maintenance agar sensor di perbaiki 12 HOPPER Batubara membalik over flow . Batubara membalik over flow . Laporkan ke maintenance agar sensor di perbaiki
  • 69.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 13 DUST COLLECTOR Bucket elevator mutar tanpa beban batubara Inlet terhalang Batubara ngeblok Cleaning line bucket elevatornya . Rotari tidak mutar . Periksa couple Jika ada kerusakan laporkan ke maintenance 14 BELT WEIGHER Flow rate tidak nunjuk. Wiring ada yang putus Laporkan ke maintenance agar sensor di perbaiki Actual flow rate dengan penunjukan angka tidak sama Microtect tidak normal, Dilakukan tera ulang 15 BREAKER Circuit breaker fault . Pull Cord kerja setengah (kontak switch posisi tidak normal) Riset pull cord dari local agar kembali ke posisi normal . Electrik fault. Start per hour kerja / trip. Fuse putus. Menunggu waktu selama 30 menit (sesuai dengan set) Laporkan ke maintenance agar fuse diganti. Sepam fault. Over load. Limit switch NFB rusak. Riset di MCC . Laporkan ke maintenance agar limit switch diganti
  • 70.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 13 DUST COLLECTOR Bucket elevator mutar tanpa beban batubara Inlet terhalang Batubara ngeblok Cleaning line bucket elevatornya . Rotari tidak mutar . Periksa couple Jika ada kerusakan laporkan ke maintenance 14 BELT WEIGHER Flow rate tidak nunjuk. Wiring ada yang putus Laporkan ke maintenance agar sensor di perbaiki Actual flow rate dengan penunjukan angka tidak sama Microtect tidak normal, Dilakukan tera ulang 15 BREAKER Circuit breaker fault . Pull Cord kerja setengah (kontak switch posisi tidak normal) Riset pull cord dari local agar kembali ke posisi normal . Electrik fault. Start per hour kerja / trip. Fuse putus. Menunggu waktu selama 30 menit (sesuai dengan set) Laporkan ke maintenance agar fuse diganti. Sepam fault. Over load. Limit switch NFB rusak. Riset di MCC . Laporkan ke maintenance agar limit switch diganti
  • 71.
    Penanganan pada Coal HandlingSystem NO NAMA PERALATAN MASALAH PENYEBAB TINDAKAN 16 PLC (PROGRAMM ABLE LOGIC CONTROL) Modul fault . Rack PLC kendor Laporkan ke maintenance agar modul rack di perbaiki Ethway Communcation fault. Cable Communication putus. Laporkan ke maintenance agar cable di perbaiki
  • 72.