DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONE DI KALANGAN PELAJAR
OLVY MUTIARA HASELLA
Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA
Universitas Lambung mangkurat

olvymutiarahasella@gmail.com
Abstrak Zaman sekarang ini, para pelajar sangat familiar

dengan yang namanya smartphone, baik itu BlackBerry,
Android, dan lainnya. Sebagian besar pelajar, pelajar
Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas
menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi mereka.
Bahkan banyak juga pelajar yang menggunakan lebih dari
satu telepon seluler. Para pelajar cenderung menggunakan
smartphone karena banyak alasan, seperti hanya ingin
mengikuti trend, ataupun untuk menjadi aktif di media social
seperti facebook, twitter, instagram, path, dan sebagainya.
Dengan menggunakan smartphone, para pelajar dapat aktif
di media social dengan mudah karena smartphone memiliki
banyak fitur yang memfasilitasi para penggunanya untuk
terhubung dengan internet lebih mudah, kapan saja, siapa
saja, dan di mana saja. Smartphone tidak lagi digunakan
sebagai alat komunikasi saja tetapi juga merupakan
kebutuhan social dan pekerjaan. Beberapa aplikasi
memfasilitasi pelajar untuk belajar bahasa inggris, seperti
kamus, tata bahasainggris, dan sebagainya.
Kata Kunci: Smartphone
I.

PENDAHULUAN

Smartphone adalah telepon yang memiliki kemampuan
seperti komputer, biasanya memiliki layar yan besar dan
system operasinya mampu menjalankan tujuan aplikasiaplikasi yang umum. Menurut Backer, smartphone adalah
telepon yang menyatukan kemampuan-kemampuan terdepan,
ini merupakan bentuk kemampuan dari Wireless Mobile
Device (WMD) yang dapat berfungsi seperti sebuah computer
dengan menawarkan fitur-fitur seperti Personal Digital
Asistant (PDA), akses internet, email, dan Global Positioning
System (GPS). Smartphone juga memiliki fungsi-fungsi
seperti kamera, video, MP3 Player, seperti telepon biasa.
Dengan kata lain, smartphone dapat dikategorikan sebagai
mini-komputer yang memiliki banyak fungsi.
Smartphone

tidak

lagi

digunakan

sebagai

alat

komunikasi saja tetapi juga merupakan kebutuhan social dan
pekerjaan. Beberapa aplikasi memfasilitasi pelajar untuk

Zaman sekarang ini, para pelajar sangat familiar

belajar bahasa Inggris, seperti kamus, tata bahasa Inggris, dan

dengan smartphone. Sebagian besar pelajar, baik itu pelajar

sebagainya. Smartphone tentu saja memiliki dampak positif

Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah

dan negatif pada para pelajar. Ketika sesuatu memiliki efek

Menengah Atas menggunakan smartphone sebagai alat

terhadap seseorang, itu dapat dikatakan sebagai dampak.

komunikasi mereka. Bahkan,beberapa pelajar menggunakan

Sekarang ini, dapat dilihat bahwa penggunaan smartphone

lebih dari satu telepon seluler. Para pelajar cenderung

telah mempengaruhi hidup masyarakat, termasuk para pelajar.

menggunakan smartphone karena banyak alasan, seperti

Oleh karena smartphone telah menjadi fenomena saat ini

hanya ingin mengikuti trend, atau untuk menjadi lebih aktif di

sebagian besar pelajar menggunaka smartphone.

media social seperti facebook, twitter, instagram,path, dan
sebagainya. Dengan menggunakan smartphone, para pelajar

II.

dapat aktif di media social dengan mudah karena smartphone

RINGKASAN

memiliki banyak fitur yang memfasilitasi para penggunanya

A. Penelitian Kuantitatif

untuk terhubung dengan internet lebih mudah, kapan saja, dan

Penelitian kuantitatif merupakan suatu pengamatan yang

di mana saja.

melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau
kuantitas.

Penelitian

kuantitatif

ini

didasarkan

pada
perhitungan persentase, rata-rata, chi kuadrat, dan juga

2) Variable terikat (Dependent Variable): Disebut juga

perhitungan statistik lainnya [1].

dengan variabel luaran atau variabel yang bukan sebenarnya.

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode

Ditinjau dari sifatnya variabel dapat dibedakan menjadi

penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,

variabel kualitatif dan kuantitatif.

digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

1) Variabel kualitatif: menunjukkan sifat kualitas dari obyek

teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara

yang menghasilkan data kualitatif melalui pengamatan. Dalam

random,

instrumen

menganalisis data kualitatif (yang berasal dari data kualitatif

penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan

ini), bila mana akan menggunakan metode statistika maka

tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan [2].

data kualitatif tersebut harus dikuantitatifkan melalui cara

B. Perumusan Masalah dalam Penelitian Kuantitatif

pemberian skor (skoring).

Rumusan masalah beda dengan masalah. Jika masalah

2) Variabel kuantitatif: menunjukkan sifat kuantitas, akan

merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang

menghasilkan data kuantitatif melalui cara pencacahan, atau

terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu

pengukuran, atau pemeriksaan laboratorium dan lain-lain,

pertanyaan

yang bisa berupa data diskrit atau kontinyu dengan skala ukur

pengumpulan

yang

akan

data

menggunakan

dicarikan

jawabannya

melalui

pengumpulan data. Terdapat kaitan erat antara masalah dan

interval dan rasio.

rumusan masalah karena setiap rumusan masalah penelitian

Macam-macam data variabel:

didasarkan pada masalah [3].

1) Berdasarkan katagori (Categorical)

Perumusan masalah biasanya menyertakan ruang lingkup
untuk membatasi masalah yang akan dicari pemecahannya.

•

nilai kategori yang saling berlawanan. Contohnya murid

Masalah yang akan dicari pemecahannya dirumuskan dalam
bentuk kalimat tanya (research question) yang tegas dan jelas.
Perumusan masalah ini berguna untuk memberikan petunjuk
agar dapat mencari jawaban permasalahan tersebut secara
empiris [3].
C. Variabel
Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau
sering juga sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau
gejala yang akan diteliti. Masalah sebaiknya mencerminkan

Binary/dichotomous yaitu variabel yang mempunyai dua
dan bukan murid, laki dan perempuan, dan sebagainya

•

Nominal/non-ordered polytomous. Misalnya, untuk

jenis kelamin laki-laki dengan kode (1) dan perempuan (2)
2) Ordinal: biasanya data ini diambil dari suatu penentuan
skala pada suatu individu. Contoh: Skala Likert yang
mengukur tingkat kepuasan mulai dari skala satu sangat puas
hingga skala lima sangat tidak puas (1=Sangat puas, 2=Puas,
4=Kurang puas, 5= Tidak puas, 6=sangat tidak puas).

hubungan dua variabel atau lebih, karena pada prakteknya

3) Ukuran-Ukuran (Metric Variables)

peneliti akan mengkaji pengaruh antara variabel tertentu

•

terhadap variabel lainnya.Variabel adalah sesuatu yang bisa
kita ukur baik berupa pendapat, kepuasan, kinerja, dan lain
sebagainya yang sifatnya berubah-ubah [3].

Interval merupakan angka kuantitatif namun tidak
memiliki nilai nol mutlak.

•

Rasio hanya berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai
nol mutlak [3].

Variabel itu, ada bermacam-macam. Variabel dapat dibagi

D. Pengumpulan Data

atas dua bagian yaitu:

Data penelitian dikumpulkan sesuai dengan rancangan atau

1) Variabel bebas (Independent Variable): Biasa disebut

desain penelitian yang telah ditentukan. Data tersebut

dengan variabel prediksi atau variabel yang sebenarnaya.

diperoleh

melalui

pengamatan,

percobaan

maupun
pengukuran gejala yang diteliti. Data-data yang dikumpulkan

•

merupakan pernyataan fakta mengenai obyek yang diteliti [3].

Data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau

Pada dasarnya, data dapat dikelompokkan pada berbagai

berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya

macam jenis dan bagian.

penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira.

1) Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya

5) Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya

•

•

Data Primer

Data Kontinyu

Data Cross Section

Data primer adalah data yang diambil langsung dari obyek

Data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contoh: laporan

penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli

keuangan per 31 Desember 2006.

atau pertama. Pencarian data primer bisa dilakukan dengan

•

cara wawancara atau interview langsung dengan responden,

Data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke

melalaui telepon, email dan sebagainya.

waktu

•

Data Sekunder

Data Time Series (Berkala)

atau

periode

secara

historis.

Contoh:

data

perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika dari

Data sekunder adalah data yang tidak didapatkan secara

tahun 2005 sampai 2006 [3].

langsung dari objek penelitian, melainkan data yang berasal

E. Metode Observasi

dari sumber yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Data

Metode observasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui

sekunder

perilaku masyarakat secara detail. Ada beberapa keunggulan

dapat

kita

kumpulkan

dari

perpustakaan,

perusahaan-perusahaan, dan sebagainya.

observasi jika dilakukan untuk mengumpulkan data dalam

2) Jenis Data Berdasarkan Sumber Data

penelitian, antara lain adalah sebagai berikut:

•

1) Perilaku nonverbal: Observasi dianggap unggul dalam

Data Internal

Menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi

penelitian survey, eksperimen, atau studi dokumen.

secara internal. Misal: data keuangan, dan data pegawai.

2) Metode survey yang lebih unggul: Metode ini lebih unggul

•

terutama dalam hal kemampuannya mengamati pendapat

Data Eksternal

Menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar

orang akan suatu masalah. Hubungan sosial antar anggota

organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu

masyarakat di suatu tempat bisa diamati dengan observasi

produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan.

3) Lingkungan alami: perilaku yang terjadi di masyarakat itu

3) Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya

benar-benar bersifat alami, tidak artifisial dan hasil rekayasa

•

tertentu.

Data Kuantitatif

Data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya

Sementara itu observasi juga memiliki beberapa kelemahan,

adalah tinggi badan, dan berat badan.

antara lain adalah sebagai berikut:

•

1) Kurang terkendali (lack of control): variabel-variabel lain

Data Kualitatif

Data

yang

disajikan

dalam

bentuk

kata-kata

yang

mengandung makna. Contoh: anggapan para ahli terhadap
bencana alam yang terjadi di Indonesia.
4) Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
•

Data Diskrit

Data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh nilai mata
uang rupiah.

yang secara sengaja tidak dijadikan target penelitian, atau bisa
juga berupa variabel tersembunyi yang hanya masyarakat
tersebut yang ‘boleh’ tahu hanya sedikit saja yang bisa
diketahui oleh peneliti. Padahal variabel-variabel tersebut lah
yang mungkin lebih banyak pengaruhnya.
2) Sulit dikuantifikasikan: Pengukuran pada studi observasi

Korelasi bertujuan mengukur kekuatan hubungan (asosiasi)

biasanya hanya didasarkan kepada persepsi kualitatif peneliti

linier diantara dua variabel. Sebagai contoh kita ingin melihat

dan bukannya didasarkan kepada kuantitas

bagaimana hubungan antara lamanya waktu belajar dengan

3) Peneliti memberi skor terhadap pendapat yang diberikan.

nilai ujian yang didapatkan.

4)

Ukuran

sampel

kecil:

Biasanya

studi

observasi

menggunakan ukuran sampel yang lebih kecil dibandingkan

atau menentukan satu variabel dari variabel lainnya.

F. Analisa Data Kuantitatif
Berikut adalah metode statistika yang umum digunakan dalam

variabel yang akan diprediksi (y) serta variabel bebas

1) Distribusi frekuensi
Distribusi frekuensi merupakan suatu distribusi atau tabel
mengelompokkan

data

yang

belum

terkelompokkan (ungroup data) ke dalam beberapa kelas,
sehingga menjadi data yang terkelompokkan (group data)3.
Distribusi frekuensi biasanya digunakan untuk memberikan
informasi yang menggambarkan keseluruhan sampel atau
populasi yang diteliti. Berdasarkan dari sifat datanya,
distribusi frekuensi diklasifikasikan menjadi dua yaitu
katagorikal dan numerik. Jika pengelompokkan klasifikasi
frekuensinya didasarkan pada keterangan yang bersifat
kualitatif seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lain
sebagainya,

maka

disebut

dengan

distribusi

frekuensi

(explanatory variable atau independent variable) merupakan
variabel yang tidak dapat dimanipulasi. Persamaan garis
regresi sederhana bisa dirumuskan dengan formula sebagai
berikut: y = b0+ b1X y
dimana :
b0 = intercept sampel
b1 = slope sampel
Keduanya dicari dengan analisis kuadrat terkecil (least square
analysis) yang merupakan suatu proses dimana model regresi
dicari yang menghasilkan jumlah error kuadrat terkecil.
Analisis regresi berganda (multiple regression model)
merupakan analisis regresi yang mengkaji hubungan non
linear dan model regresi dengan lebih dari satu variabel bebas

katagorikal.
JENIS KELAMIN
PRIA

20

WANITA

30

JUMLAH

atau analisis regresi dengan dua atau lebih variabel bebas atau

JUMLAH PESERTA

50

dengan sedikitnya satu prediktor non linear. Model regresi
berganda probabilistik dapat dirumuskan dengan formula
sebagai berikut:

Gambar 2.1 Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin

adalah

y= β0+ β1X1+ β2X2 + β3X3 + ... + βkXk
Dimana:
k = banyaknya variabel bebas

2) Cross-Tabulations
Cross-tabulation

Analisis regresi sederhana biasanya melibatkan dua variabel
yaitu variabel terikat (dependent variable) yang merupakan

penelitian kuantitatif:

yang

Analisis regresi merupakan proses membuat fungsi atau
model matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi

dengan pada studi survey [3].

frekuensi

4) Regresi

sebuah

teknik

visual

yang

memungkinkan peneliti menguji relasi antar variabel. Cross
tabulation ini juga berfungsi untuk memeberikan gambaran
tentang data yang dikumpulkan selama penelitian.
3) Korelasi
Korelasi merupakan suatu metode yang menggambarkan
hubungan diantara satu variabel dengan variabel lainnya.

β0 = konstanta regresi
βi = koefisien regresi parsial untuk variabel independen I;
menunjukkan bertambahnya y apabila variabel independen I
meningkat 1 unit dan variabel independen lainnya tidak
berubah.
X2 dapat berupa X12 (suku non linear dari x1)
5) Uji t (t-test)
Analisa t-test digunakan apabila kita ingin mengevaluasi

metode alamiah. Jenis desain dari riset yang saya lakukan

perbedaan antara efek. Analisa t-test (uji t) biasanya

adalah penelitian studi kasus (case studies research).

digunakan untuk membandingkan dua kelompok dengan

Alasannya yaitu karena penelitian ini memusatkan perhatian

menggunakan mean kelompok sebagai dasar perbandingan.

pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau

Uji t akan mengindikasikan apakah perbedaan antara kedua

kelompok sebagai bahan studinya. Kasus di sini adalah

kelompok tersebut signifikan secara statistik atau tidak.

dampak penggunaan smartphone di kalangan pelajar, baik

Contohnya jika diambil tinggi badan mahasiswa Fasilkom

pelajar Sekolah Menengah Pertama maupun pelajar Sekolah

yang terbagi atas 10 orang mahasiswa putri dan 10 orang

Menengah Atas.

mahasiswa putra, maka varians tinggi badan mahasiswa putra

Dalam penelitian ini, yang menjadi subyek penelitian ialah

dan putri harus dianggap sama.

pelajar Sekolah Menengah Pertama dan pelajar Sekolah

6) Uji F (F-test)

menengah Atas. Sampel yang terlibat dalam riset ini hanya

Uji f berguna untuk menguji apakah populasi tempat sampel

sebagian pelajar yang mewakili Sekolah Menengah Pertama

diambil memiliki korelasi nol atau adanya relasi yang

dan Sekolah Menengah Atas yang menggunakan smartphone.

signifikan antara variabel independent dengan variabel

Peneliti memilih sampel ini karena meskipun subjek yang

dependent.

diteliti relatif luas, namun variabel-variabel dan fokus yang

7) Uji z ( z test)

diteliti cukup sempit dimensinya. Metode sampel yang

Uji z merupakan salah satu bentuk dari uji kenormalan dengan

digunakan yaitu metode pemilihan sampel non probabilitas

besar sampel lebih dari 30. Kita bisa mengetahui atau

dengan teknik purposive sampling. Metode ini mengambil

menghitung estimasi standar deviasi dari populasi dengan

sampel secara tidak acak untuk tujuan dan maksud tertentu

melihat

saja karena penelitian ini hanya memerlukan subjek yang

rata-rata

sampelnya.

Berikut

ini

merupakan

perhitungan statistik uji z :

menggunakan smartphone tersebut.

Z=

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang

8) Analisis Validitas

dilakukan secara mendalam terhadap suatu organisme

Untuk melakukan analisis validitas dapat digunakan metode

(individu), gejala tertentu dengan subjek yang sempit. Data

pearson product moment dengan syarat sampel yang diambil

yang terlibat pada penelitian antara pengguna, dan data hasil

bersifat normal (> 30) sedangkan bila sampel yang diambil

wawancara informal. Tujuan penggunaan data yaitu untuk

kecil (< 30) maka dapat digunakan metode spearman rank

mengetahui dampak penggunaan smartphone di kalangan

correlation.

pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah

9) Analisis Reliabilitas

Atas.

Untuk melakukan analisis reliabilitas dapat digunakan metode
Cronbach's Alpha. Jika koefisien yang didapat < 0.60, maka
instrumen penelitian tersebut reliable [3].
III. PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dampak tentang
apa yang dialami oleh subjek penelitian pada suatu konteks
khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai

Referensi
Anggita. N. Dampak Penggunaan BlackBerry.2013.
http://anggita-nurlyn.blogspot.com/2013/05/dampakpenggunaan-blacberry-di.html?m=1 (diakses tanggal
18 Oktober 2013)
Choirunnisa. Dampak dan Pengaruh Bagi Pengguna
Smartphone. 2012.
http://chochoirunnisa.wordpress.com/2012/12/14/damp
ak-dan-pengaruh-bagi-pengguna-smartphone/
(diakses tanggal 18 Oktober 2013
Forum keadilan. Pengguna Smartphone dapat menimbulkan
dampak negative. 2012.
http://forumkeadilan.com/read/2012/10/31/penggunasmartphone-dapat-menimbulkan-dampak-negatif/
(diakses tanggal 18 Oktober 2013)
Wulan. T. Pengaruh Smartphone. 2013.
http://wulantarigan.blogspot.com/2013/04/karyailmiah-pengaruh-smartphone.html?m=1(diakses
tanggal 18 Oktober 2013)
Forum keadilan. Pengguna Smartphone dapat menimbulkan
dampak negative. 2012.
http://forumkeadilan.com/read/2012/10/31/penggunasmartphone-dapat-menimbulkan-dampak-negatif/
(diakses tanggal 18 Oktober 2013)
Wulan. T. Pengaruh Smartphone. 2013.
http://wulantarigan.blogspot.com/2013/04/karyailmiah-pengaruh-smartphone.html?m=1(diakses
tanggal 18 Oktober 2013)

Ringkasan Penelitian Dampak Penggunaan Smartphone Di Kalangan Pelajar Nama : Olvy Mutiara Hasella NIM : J1F111022

  • 1.
    DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONEDI KALANGAN PELAJAR OLVY MUTIARA HASELLA Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Lambung mangkurat olvymutiarahasella@gmail.com Abstrak Zaman sekarang ini, para pelajar sangat familiar dengan yang namanya smartphone, baik itu BlackBerry, Android, dan lainnya. Sebagian besar pelajar, pelajar Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi mereka. Bahkan banyak juga pelajar yang menggunakan lebih dari satu telepon seluler. Para pelajar cenderung menggunakan smartphone karena banyak alasan, seperti hanya ingin mengikuti trend, ataupun untuk menjadi aktif di media social seperti facebook, twitter, instagram, path, dan sebagainya. Dengan menggunakan smartphone, para pelajar dapat aktif di media social dengan mudah karena smartphone memiliki banyak fitur yang memfasilitasi para penggunanya untuk terhubung dengan internet lebih mudah, kapan saja, siapa saja, dan di mana saja. Smartphone tidak lagi digunakan sebagai alat komunikasi saja tetapi juga merupakan kebutuhan social dan pekerjaan. Beberapa aplikasi memfasilitasi pelajar untuk belajar bahasa inggris, seperti kamus, tata bahasainggris, dan sebagainya. Kata Kunci: Smartphone I. PENDAHULUAN Smartphone adalah telepon yang memiliki kemampuan seperti komputer, biasanya memiliki layar yan besar dan system operasinya mampu menjalankan tujuan aplikasiaplikasi yang umum. Menurut Backer, smartphone adalah telepon yang menyatukan kemampuan-kemampuan terdepan, ini merupakan bentuk kemampuan dari Wireless Mobile Device (WMD) yang dapat berfungsi seperti sebuah computer dengan menawarkan fitur-fitur seperti Personal Digital Asistant (PDA), akses internet, email, dan Global Positioning System (GPS). Smartphone juga memiliki fungsi-fungsi seperti kamera, video, MP3 Player, seperti telepon biasa. Dengan kata lain, smartphone dapat dikategorikan sebagai mini-komputer yang memiliki banyak fungsi. Smartphone tidak lagi digunakan sebagai alat komunikasi saja tetapi juga merupakan kebutuhan social dan pekerjaan. Beberapa aplikasi memfasilitasi pelajar untuk Zaman sekarang ini, para pelajar sangat familiar belajar bahasa Inggris, seperti kamus, tata bahasa Inggris, dan dengan smartphone. Sebagian besar pelajar, baik itu pelajar sebagainya. Smartphone tentu saja memiliki dampak positif Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah dan negatif pada para pelajar. Ketika sesuatu memiliki efek Menengah Atas menggunakan smartphone sebagai alat terhadap seseorang, itu dapat dikatakan sebagai dampak. komunikasi mereka. Bahkan,beberapa pelajar menggunakan Sekarang ini, dapat dilihat bahwa penggunaan smartphone lebih dari satu telepon seluler. Para pelajar cenderung telah mempengaruhi hidup masyarakat, termasuk para pelajar. menggunakan smartphone karena banyak alasan, seperti Oleh karena smartphone telah menjadi fenomena saat ini hanya ingin mengikuti trend, atau untuk menjadi lebih aktif di sebagian besar pelajar menggunaka smartphone. media social seperti facebook, twitter, instagram,path, dan sebagainya. Dengan menggunakan smartphone, para pelajar II. dapat aktif di media social dengan mudah karena smartphone RINGKASAN memiliki banyak fitur yang memfasilitasi para penggunanya A. Penelitian Kuantitatif untuk terhubung dengan internet lebih mudah, kapan saja, dan Penelitian kuantitatif merupakan suatu pengamatan yang di mana saja. melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Penelitian kuantitatif ini didasarkan pada
  • 2.
    perhitungan persentase, rata-rata,chi kuadrat, dan juga 2) Variable terikat (Dependent Variable): Disebut juga perhitungan statistik lainnya [1]. dengan variabel luaran atau variabel yang bukan sebenarnya. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode Ditinjau dari sifatnya variabel dapat dibedakan menjadi penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, variabel kualitatif dan kuantitatif. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, 1) Variabel kualitatif: menunjukkan sifat kualitas dari obyek teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara yang menghasilkan data kualitatif melalui pengamatan. Dalam random, instrumen menganalisis data kualitatif (yang berasal dari data kualitatif penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan ini), bila mana akan menggunakan metode statistika maka tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan [2]. data kualitatif tersebut harus dikuantitatifkan melalui cara B. Perumusan Masalah dalam Penelitian Kuantitatif pemberian skor (skoring). Rumusan masalah beda dengan masalah. Jika masalah 2) Variabel kuantitatif: menunjukkan sifat kuantitas, akan merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang menghasilkan data kuantitatif melalui cara pencacahan, atau terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pengukuran, atau pemeriksaan laboratorium dan lain-lain, pertanyaan yang bisa berupa data diskrit atau kontinyu dengan skala ukur pengumpulan yang akan data menggunakan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Terdapat kaitan erat antara masalah dan interval dan rasio. rumusan masalah karena setiap rumusan masalah penelitian Macam-macam data variabel: didasarkan pada masalah [3]. 1) Berdasarkan katagori (Categorical) Perumusan masalah biasanya menyertakan ruang lingkup untuk membatasi masalah yang akan dicari pemecahannya. • nilai kategori yang saling berlawanan. Contohnya murid Masalah yang akan dicari pemecahannya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya (research question) yang tegas dan jelas. Perumusan masalah ini berguna untuk memberikan petunjuk agar dapat mencari jawaban permasalahan tersebut secara empiris [3]. C. Variabel Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau sering juga sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Masalah sebaiknya mencerminkan Binary/dichotomous yaitu variabel yang mempunyai dua dan bukan murid, laki dan perempuan, dan sebagainya • Nominal/non-ordered polytomous. Misalnya, untuk jenis kelamin laki-laki dengan kode (1) dan perempuan (2) 2) Ordinal: biasanya data ini diambil dari suatu penentuan skala pada suatu individu. Contoh: Skala Likert yang mengukur tingkat kepuasan mulai dari skala satu sangat puas hingga skala lima sangat tidak puas (1=Sangat puas, 2=Puas, 4=Kurang puas, 5= Tidak puas, 6=sangat tidak puas). hubungan dua variabel atau lebih, karena pada prakteknya 3) Ukuran-Ukuran (Metric Variables) peneliti akan mengkaji pengaruh antara variabel tertentu • terhadap variabel lainnya.Variabel adalah sesuatu yang bisa kita ukur baik berupa pendapat, kepuasan, kinerja, dan lain sebagainya yang sifatnya berubah-ubah [3]. Interval merupakan angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak. • Rasio hanya berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak [3]. Variabel itu, ada bermacam-macam. Variabel dapat dibagi D. Pengumpulan Data atas dua bagian yaitu: Data penelitian dikumpulkan sesuai dengan rancangan atau 1) Variabel bebas (Independent Variable): Biasa disebut desain penelitian yang telah ditentukan. Data tersebut dengan variabel prediksi atau variabel yang sebenarnaya. diperoleh melalui pengamatan, percobaan maupun
  • 3.
    pengukuran gejala yangditeliti. Data-data yang dikumpulkan • merupakan pernyataan fakta mengenai obyek yang diteliti [3]. Data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau Pada dasarnya, data dapat dikelompokkan pada berbagai berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya macam jenis dan bagian. penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira. 1) Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 5) Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya • • Data Primer Data Kontinyu Data Cross Section Data primer adalah data yang diambil langsung dari obyek Data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contoh: laporan penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli keuangan per 31 Desember 2006. atau pertama. Pencarian data primer bisa dilakukan dengan • cara wawancara atau interview langsung dengan responden, Data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke melalaui telepon, email dan sebagainya. waktu • Data Sekunder Data Time Series (Berkala) atau periode secara historis. Contoh: data perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika dari Data sekunder adalah data yang tidak didapatkan secara tahun 2005 sampai 2006 [3]. langsung dari objek penelitian, melainkan data yang berasal E. Metode Observasi dari sumber yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Data Metode observasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui sekunder perilaku masyarakat secara detail. Ada beberapa keunggulan dapat kita kumpulkan dari perpustakaan, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya. observasi jika dilakukan untuk mengumpulkan data dalam 2) Jenis Data Berdasarkan Sumber Data penelitian, antara lain adalah sebagai berikut: • 1) Perilaku nonverbal: Observasi dianggap unggul dalam Data Internal Menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi penelitian survey, eksperimen, atau studi dokumen. secara internal. Misal: data keuangan, dan data pegawai. 2) Metode survey yang lebih unggul: Metode ini lebih unggul • terutama dalam hal kemampuannya mengamati pendapat Data Eksternal Menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar orang akan suatu masalah. Hubungan sosial antar anggota organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu masyarakat di suatu tempat bisa diamati dengan observasi produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan. 3) Lingkungan alami: perilaku yang terjadi di masyarakat itu 3) Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya benar-benar bersifat alami, tidak artifisial dan hasil rekayasa • tertentu. Data Kuantitatif Data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya Sementara itu observasi juga memiliki beberapa kelemahan, adalah tinggi badan, dan berat badan. antara lain adalah sebagai berikut: • 1) Kurang terkendali (lack of control): variabel-variabel lain Data Kualitatif Data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contoh: anggapan para ahli terhadap bencana alam yang terjadi di Indonesia. 4) Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data • Data Diskrit Data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh nilai mata uang rupiah. yang secara sengaja tidak dijadikan target penelitian, atau bisa juga berupa variabel tersembunyi yang hanya masyarakat tersebut yang ‘boleh’ tahu hanya sedikit saja yang bisa diketahui oleh peneliti. Padahal variabel-variabel tersebut lah yang mungkin lebih banyak pengaruhnya.
  • 4.
    2) Sulit dikuantifikasikan:Pengukuran pada studi observasi Korelasi bertujuan mengukur kekuatan hubungan (asosiasi) biasanya hanya didasarkan kepada persepsi kualitatif peneliti linier diantara dua variabel. Sebagai contoh kita ingin melihat dan bukannya didasarkan kepada kuantitas bagaimana hubungan antara lamanya waktu belajar dengan 3) Peneliti memberi skor terhadap pendapat yang diberikan. nilai ujian yang didapatkan. 4) Ukuran sampel kecil: Biasanya studi observasi menggunakan ukuran sampel yang lebih kecil dibandingkan atau menentukan satu variabel dari variabel lainnya. F. Analisa Data Kuantitatif Berikut adalah metode statistika yang umum digunakan dalam variabel yang akan diprediksi (y) serta variabel bebas 1) Distribusi frekuensi Distribusi frekuensi merupakan suatu distribusi atau tabel mengelompokkan data yang belum terkelompokkan (ungroup data) ke dalam beberapa kelas, sehingga menjadi data yang terkelompokkan (group data)3. Distribusi frekuensi biasanya digunakan untuk memberikan informasi yang menggambarkan keseluruhan sampel atau populasi yang diteliti. Berdasarkan dari sifat datanya, distribusi frekuensi diklasifikasikan menjadi dua yaitu katagorikal dan numerik. Jika pengelompokkan klasifikasi frekuensinya didasarkan pada keterangan yang bersifat kualitatif seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya, maka disebut dengan distribusi frekuensi (explanatory variable atau independent variable) merupakan variabel yang tidak dapat dimanipulasi. Persamaan garis regresi sederhana bisa dirumuskan dengan formula sebagai berikut: y = b0+ b1X y dimana : b0 = intercept sampel b1 = slope sampel Keduanya dicari dengan analisis kuadrat terkecil (least square analysis) yang merupakan suatu proses dimana model regresi dicari yang menghasilkan jumlah error kuadrat terkecil. Analisis regresi berganda (multiple regression model) merupakan analisis regresi yang mengkaji hubungan non linear dan model regresi dengan lebih dari satu variabel bebas katagorikal. JENIS KELAMIN PRIA 20 WANITA 30 JUMLAH atau analisis regresi dengan dua atau lebih variabel bebas atau JUMLAH PESERTA 50 dengan sedikitnya satu prediktor non linear. Model regresi berganda probabilistik dapat dirumuskan dengan formula sebagai berikut: Gambar 2.1 Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin adalah y= β0+ β1X1+ β2X2 + β3X3 + ... + βkXk Dimana: k = banyaknya variabel bebas 2) Cross-Tabulations Cross-tabulation Analisis regresi sederhana biasanya melibatkan dua variabel yaitu variabel terikat (dependent variable) yang merupakan penelitian kuantitatif: yang Analisis regresi merupakan proses membuat fungsi atau model matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi dengan pada studi survey [3]. frekuensi 4) Regresi sebuah teknik visual yang memungkinkan peneliti menguji relasi antar variabel. Cross tabulation ini juga berfungsi untuk memeberikan gambaran tentang data yang dikumpulkan selama penelitian. 3) Korelasi Korelasi merupakan suatu metode yang menggambarkan hubungan diantara satu variabel dengan variabel lainnya. β0 = konstanta regresi βi = koefisien regresi parsial untuk variabel independen I; menunjukkan bertambahnya y apabila variabel independen I meningkat 1 unit dan variabel independen lainnya tidak berubah. X2 dapat berupa X12 (suku non linear dari x1) 5) Uji t (t-test)
  • 5.
    Analisa t-test digunakanapabila kita ingin mengevaluasi metode alamiah. Jenis desain dari riset yang saya lakukan perbedaan antara efek. Analisa t-test (uji t) biasanya adalah penelitian studi kasus (case studies research). digunakan untuk membandingkan dua kelompok dengan Alasannya yaitu karena penelitian ini memusatkan perhatian menggunakan mean kelompok sebagai dasar perbandingan. pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau Uji t akan mengindikasikan apakah perbedaan antara kedua kelompok sebagai bahan studinya. Kasus di sini adalah kelompok tersebut signifikan secara statistik atau tidak. dampak penggunaan smartphone di kalangan pelajar, baik Contohnya jika diambil tinggi badan mahasiswa Fasilkom pelajar Sekolah Menengah Pertama maupun pelajar Sekolah yang terbagi atas 10 orang mahasiswa putri dan 10 orang Menengah Atas. mahasiswa putra, maka varians tinggi badan mahasiswa putra Dalam penelitian ini, yang menjadi subyek penelitian ialah dan putri harus dianggap sama. pelajar Sekolah Menengah Pertama dan pelajar Sekolah 6) Uji F (F-test) menengah Atas. Sampel yang terlibat dalam riset ini hanya Uji f berguna untuk menguji apakah populasi tempat sampel sebagian pelajar yang mewakili Sekolah Menengah Pertama diambil memiliki korelasi nol atau adanya relasi yang dan Sekolah Menengah Atas yang menggunakan smartphone. signifikan antara variabel independent dengan variabel Peneliti memilih sampel ini karena meskipun subjek yang dependent. diteliti relatif luas, namun variabel-variabel dan fokus yang 7) Uji z ( z test) diteliti cukup sempit dimensinya. Metode sampel yang Uji z merupakan salah satu bentuk dari uji kenormalan dengan digunakan yaitu metode pemilihan sampel non probabilitas besar sampel lebih dari 30. Kita bisa mengetahui atau dengan teknik purposive sampling. Metode ini mengambil menghitung estimasi standar deviasi dari populasi dengan sampel secara tidak acak untuk tujuan dan maksud tertentu melihat saja karena penelitian ini hanya memerlukan subjek yang rata-rata sampelnya. Berikut ini merupakan perhitungan statistik uji z : menggunakan smartphone tersebut. Z= Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang 8) Analisis Validitas dilakukan secara mendalam terhadap suatu organisme Untuk melakukan analisis validitas dapat digunakan metode (individu), gejala tertentu dengan subjek yang sempit. Data pearson product moment dengan syarat sampel yang diambil yang terlibat pada penelitian antara pengguna, dan data hasil bersifat normal (> 30) sedangkan bila sampel yang diambil wawancara informal. Tujuan penggunaan data yaitu untuk kecil (< 30) maka dapat digunakan metode spearman rank mengetahui dampak penggunaan smartphone di kalangan correlation. pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah 9) Analisis Reliabilitas Atas. Untuk melakukan analisis reliabilitas dapat digunakan metode Cronbach's Alpha. Jika koefisien yang didapat < 0.60, maka instrumen penelitian tersebut reliable [3]. III. PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dampak tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai Referensi Anggita. N. Dampak Penggunaan BlackBerry.2013. http://anggita-nurlyn.blogspot.com/2013/05/dampakpenggunaan-blacberry-di.html?m=1 (diakses tanggal 18 Oktober 2013) Choirunnisa. Dampak dan Pengaruh Bagi Pengguna Smartphone. 2012. http://chochoirunnisa.wordpress.com/2012/12/14/damp ak-dan-pengaruh-bagi-pengguna-smartphone/ (diakses tanggal 18 Oktober 2013
  • 6.
    Forum keadilan. PenggunaSmartphone dapat menimbulkan dampak negative. 2012. http://forumkeadilan.com/read/2012/10/31/penggunasmartphone-dapat-menimbulkan-dampak-negatif/ (diakses tanggal 18 Oktober 2013) Wulan. T. Pengaruh Smartphone. 2013. http://wulantarigan.blogspot.com/2013/04/karyailmiah-pengaruh-smartphone.html?m=1(diakses tanggal 18 Oktober 2013)
  • 7.
    Forum keadilan. PenggunaSmartphone dapat menimbulkan dampak negative. 2012. http://forumkeadilan.com/read/2012/10/31/penggunasmartphone-dapat-menimbulkan-dampak-negatif/ (diakses tanggal 18 Oktober 2013) Wulan. T. Pengaruh Smartphone. 2013. http://wulantarigan.blogspot.com/2013/04/karyailmiah-pengaruh-smartphone.html?m=1(diakses tanggal 18 Oktober 2013)