I.       PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

      Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan
makhluk hidup. Selain untuk pengembangan fisologis makhluk hidup, air juga menjadi input bagi
beragam upaya atau kegiatan makhluk hidup dalam rangka dan/atau menghasilkan sesuatu
untuk kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, air harus tersedia kapanpun dan dimanapun
dalam jumlah, waktu, dan mutu yang memadai. Dengan jumlah air yang tersedia relatif tetap,
sementara kebutuhan air semakin meningkat, maka air dari sisi ketersedian dan permintaannya
perlu dikelola dan diatur sedemikian rupa, sehingga air dapat disimpan jika berlebihan dan
selanjutnya dimanfaatkan dan didistribusikan jika diperlukan.

      Munculnya permasalahan yang menyangkut air yang disebabkan oleh peningkatan
beragam kebutuhan dan kepentingan kehidupan makhluk hidup, pada gilirannya berdampak
terhadap terganggunya kondisi permintaan dan penyediaan air. Peningkatan jumlah penduduk
yang harus diimbangi oleh peningkatan kebutuhan permukiman dan pangan (pertanian),
pembangunan industri serta sarana dan prasarana sosial ekonomi lainnya menyebabkan
permintaan akan air semakin tinggi. Untuk memenuhi permintaan tersebut, beragam teknologi
pemanfaatan air telah banyak dikembangkan sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi dalam
jumlah yang memadai.

      Sektor pertanian dan konsumsi masyarakat membutuhkan air dalam jumlah besar, baik
yang berasal dari sumber air permukaan maupun air tanah, memanfaatkan beragam teknologi
yang mampu mengangkat dan mengalirkan air dari sumbernya ke lahan-lahan pertanian serta
hunian penduduk. Penggunaan pompa air yang digerakkan dengan tenaga listrik menjadi pilihan
utama saat ini. Namun jika dilihat dari sisi pembiayaan, baik dalam tahap pengembangan
maupun pengelolaan, teknologi irigasi tersebut memunculkan persoalan di tingkat lapangan,
khususnya bagi petani, yaitu ketidakmampuan petani dalam mengoperasionalkan dan
memelihara sarana dan prasarana irigasi yang dimiliki. Akibatnya, banyak sarana dan prasarana
yang dibangun menjadi rusak yang secara langsung berdampak pada penurunan tingkat
produktivitas petani




                                                                                           1
Oleh karena itu, perlu dicari dan dikembangkan suatu model teknologi irigasi yang
memadai, menggunakan teknologi tepat guna, efisien, dan ekonomis sehingga dalam
pengelolaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya, sebuah teknologi
yang membutuhkan biaya operasional yang murah dan tidak membebani petani dalam
melakukan kegiatan usaha taninya. Salah satu teknologi irigasi yang mulai dikembangkan adalah
pompa hydraulic ram atau lazim disebut pompa hidram.

      Meskipun pada pengembangannya membutuhkan investasi yang tidak sedikit, setidaknya
untuk ukuran petani, namun dengan sistem swadaya masih relatif terjangkau dan dengan
perhitungan dan penentuan disain yang akurat, operasioanal dan pemeliharan yang tepat, maka
keuntungan dan keberlanjutan usaha tani dapat dicapai serta kebutuhan air konsumsi dapat
terpenuhi.




B. Tujuan dan Sasaran

    1. Tujuan

        -    Meningkatkan ketersediaan air irigasi dan konsumsi dalam jumlah, waktu, dan
             sebaran yang memadai.

        -    Mengembangkan pengelolaan dan penyediaan air irigasi dan konsumsi yang
             ekonomis, efisien, dan efektif melalui pemanfaatan teknologi pompa hidram pada
             daerah yang memiliki sumber air permukaan.

        -    Memperkenalkan dan menyebarluaskan penggunaan pompa hidram sebagai
             teknologi tepat guna yang efektif, efisien, dan ekonomis guna pemenuhan kebutuhan
             akan air.

    2. Sasaran

        -    Pengadaan pompa hidram sebanyak 2 (dua) unit untuk pemenuhan kebutuhan air
             untuk irigasi dan konsumsi di desa Daleman, kecamatan Galis, kabupaten
             Bangkalan.

        -    Mengupayakan ketersediaan air untuk konsumsi dan irigasi dalam jumlah, waktu,
             dan sebaran yang memadai.


                                                                                            2
-   Meningkatnya pengetahuan, kemampuan, dan wawasan petani dalam pemanfaatan
               teknologi tepat guna khususnya pompa hidram.




C. Istilah dan Definisi

      Beberapa istilah yang digunakan dalam petunjuk teknis ini mempunyai pengertian sebagai
berikut:

    1. Pompa Hidram adalah suatu alat yang digunakan untuk memompa dengan cara
           menaikkan air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan hasil
           guna tinggi dimana mampu mengalirkan air terus menerus.

    2. Perinsip / cara kerja pompa hidram: bekerja dengan system pemanfaatan tekanan
           dinamik atau gaya potensial yang timbul karena adanya aliran air dari sumber ke pompa.
           Ketika aliran fluida dihentikan tiba-tiba maka perubahan momentum masa fluida tersebut
           akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakan untuk
           mengangkat sebagian fluida yang lain ke tempat yang lebih tinggi.

    3. Air permukaan adalah air yang berasal dari sumber air permukan seperti sungai, danau,
           waduk, dan lain-lain.

    4. Bendung: Bangunan air yang berfungsi menaikkan muka air untuk kebutuhan irigasi.

    5. Tandon: bangunan air yang berfungsi untuk menampung/menyimpan air sebelum
           didistribusikan sebagaimana peruntukannya.




                                                                                               3
II.      PELAKSANAAN



A. Lokasi

    A. Lokasi Pengadaan Pompa Hidram

       Lokasi pengadaan pompa hidram berada di desa Daleman, kecamatan Galis, kabupaten
       Bangkalan. +/- 45KM dari kota Bangkalan arah timur.

    B. Persyaratan Lokasi

       -    Mata pencarian utama masyarakat sekitar lokasi pengadaan adalah bercocok tanam
            yang mengandalkan ketersediaan air. Selama ini penduduk setempat masih
            mengandalkan air hujan.

       -    Disekitar lokasi terdapat sumber air permukaan seperti sungai dengan debit dan
            kualitas air yang memadai, terutama pada musim kemarau. Debit air minimal adalah
            7 lt/mnt.

       -    Lokasi merupakan lahan milik petani dan sekaligus penggarap.

       -    Penentuan lokasi (pompa hidram dan pembangunan tandon) berdasarkan
            kesepakatan masyarakat sekitar lokasi dan tidak menuntut ganti rugi atas
            pemanfaatan lahan yang digunakan untuk lokasi kegiatan.




                                                                           Gambar 1

              Gambar 1: Sumber air yang telah dibendung, sumber ini menurut informasi penduduk setempat
                         tidak pernah kering. Dari sumber inilah penduduk memenuhi kebutuhan akan air.

                                                                                                          4
Gambar 2
                                                                                                    Gambar 3
    Gambar 2: Sumber air terdapat di lembah bukit, dari sumber air ini penduduk dapat memenuhi kebutuhan
               akan air, khususnya untuk konsumsi.

    Gambar 3: Sebagian penduduk dari desa sekitar, terutama yang secara garis kontur lebih rendah dari
              sumber air, juga menggantungkan kebutuhan akan air pada sumber air ini dengan cara
              memasang pipa PVC dari sumber air hingga ke penampungan.




                                                                                      Gambar 4
               Gambar 4: Lokasi penempatan pompa hidram, dengan melakukan pembendungan, arus dan debit air
                          masih dapat ditingkatkan.




                                                                                                               5
Gambar 5
    Gambar 5: Pemandangan lokasi dari titik penempatan pompa hidram.




                                                                       Gambar 6




                                                                       Gambar 7

     Gambar 6: Lokasi penempatan pompa, view atas.

     Gambar 7: Team survey

                                                                                  6
B. Survey Lokasi dan Data Lapangan

      Survey lokasi dilakukan pada hari minggu, 31 Desember 2009 oleh: Ali Wafa, Khosiri, Abd.
Rahman, dan dipandu oleh dua orang warga setempat. Dari hasil survey pendahuluan didapat
data, sbb:

-   Secara geografis lokasi berada di puncak bukit kapur dengan Ketinggian +/- 300 Mdpl.
    Dengan kontur landai.

-   Mata pencarian masyarakat sekitar lokasi bercocok tanam.

-   Terdapat sumber air permukaan yang tidak pernah kering bahkan dimusim kemarau
    sekalipun.

-   Debit air air rata-rata 7 ltr/menit dan dapat ditingkatkan dengan pembendungan.

-   Sudut kemiringan antara lokasi penempatan pompa dengan penempatan tondon +/- 40-500
    dengan jarak +/- 500 meter.




C. Bahan-bahan dan Cara Pembuatan Pompa Hidram

    1. Bahan-bahan

        1. a. Pipa Besi diameter Ø 3 inchi, b. Pipa besi diameter Ø 4 inchi
        2. Knee Ø 3 inchi - 1 buah
        3. Plat sambungan Pipa ukuran Ø 3 inchi sebanyak 6 buah
        4. Plat besi
        5. Karet Pelapis sambungan
        6. Karet Luar ban mobil bekas secukupnya
        7. Baut penyambung pipa 24 buah
        8. Baut untuk tuas klep hidraulik panjang 1 buah




                                                                                            7
Gambar 8
    Gambar 8: Bahan-bahan yang harus disediakan


       2. Langkah Demi Langkah Pembuatan Pompa Hidram

            Membuat Tabung Pompa




     Gambar 9


                                                        8
Gambar 10

Gambar 9-10: Tabung pompa hidram


        Jika harus membuat sendiri tabung pompa hidram, bisa menggunakan tabung dengan Ø
4 inchi atau lebih, biasanya menggunakan 1 ukuran lebih dari ukuran pompa utama (badan
pompa), memang akhirnya bentuknya bisa lebih panjang, jika memiliki tabung elpiji bekas atau
tabung lain yang mempunyai ukuran lebih besar bisa juga dipergunakan.

         Membuat Badan Pompa




                Gambar 11

                                                                                          9
Gambar 12




    Gambar 13




    Gambar 14
    Gambar 11-14: Proses pembuatan badan pompa



                                                 10
Membuat Tabung Limbah Pompa




        Gambar 15




       Gambar 16




        Gambar 17

                                  11
Gambar 18

         Gambar 15-18: Proses pembuatan tabung limbah pompa hidram



    Membuat Katup Tabung Pompa

    1. Buatlah lempengan logam berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran lingkar tabung,
       pada bagian tengahnya diberi beberapa lobang kecil tidak beraturan. (lihat gambar
       19).




                           Gambar 19
                           Gambar 19

        Gambar 19: Bahan plat untuk membuat katup pompa hidram


    2. Lempengan tersebut akan dipasang diantara sambungan pipa dan tabung (lihat
       gambar 20).



                                                                                     12
3. Buatlah karet katup dari bahan tipis ban dalam, jika dirasa terlalu lemas bisa
       dirangkap menjadi dua bagian atau cari bahan yang sedikit keras tapi tidak terlalu
       tebal.

    4. katup yang sudah dibuat dari karet ban bekas, selanjutnya dijepit dengan baut dan
       mur (di bagian lobang dengan warna merah). (lihat gambar 21)




                                                                  Gambar 20




         Gambar 21

        Gambar 20-21: Katup tabung pompa hidram.


    Membuat Katup Limbah dan Tuas Pompa

                                                                                      13
Pada prinsipnya cara kerja katup limbah sama dengan katup tabung pompa, hanya saja
tabung limbah membutuhkan tuas panjang untuk menutup lubang buangan (gambar 22). Dari
katup tabung limbah inilah komponen yang sering mengalami pergantian. Tuas hidram yang
selalu bergerak naik turun dan mengeluarkan limpahan air, menyebabkan tabrakan antara karet
dengan dinding buangan sehingga menyebabkan keausan. Pada umumnya karet katup perlu
diganti setiap 3 bulan.




      Gambar 22




                                                           Gambar 24
    Gambar 23

    Gambar 23-24: Katup tabung limbah dan tuas pompa hidram.




                                                                                        14
Detail Tuas Katup
                                                                                                                               skala none
                                             karet klep double
                                            ring/plat pengunci
                         pipa Ø 1"
                             baut




                                                                 baut duble+ring




                                                                                                                                                        Pot. Tuas Katup Limbah
                                                                                                                                                                                 skala 1 : 10
                                             pipa Ø 1/2"                   25
                                                                 basi penyangga
                                     baut




                                                                                                sambungan pipa




                                                                                                                                            pipa Ø 4"
                                                                                                                           baut sambungan
                                                                                   pipa Ø 1"


                                                                                               karet klep




                   Gambar 25



           Gambar 25: Skema Katup Limbah dan Tuasnya
          Karet Katup, pada nomor 3 gambar 23, adalah terbuat dari ban luar, menggunakan
ban bekas mobil atau motor. Prinsipnya adalah diameter lingkaran ban bekas tersebut dapat
menutup dinding buangan, sehingga dapat memperlancar arus air menuju tabung. Mur penjepit
atas-bawah dipergunakan dengan maksud untuk menghambat pergerakan karet katup. Untuk
tangkai katup, karena yang dibutuhkan bagian bawahnya memiliki ulir untuk mur, tinggal beli di
toko bangunan baut panjang sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

          Tips ringan untuk menentukan jarak antara tabung pompa dengan tabung limbah
(besi segitiga dan tuas) adalah diambil dengan ukuran sedekatnya, jarak terlalu jauh antara
keduanya mungkin akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pompa, terlihat dalam photo
keduanya berjarak dan posisi seimbang (rata)



                                                                                                                                                                                                15
Gambar 26

     Gambar 26 Jarak antara tabung pompa dengan tabung limbah (tuas segi tiga) usahakan sedekat mungkin dan
               rata-rata air

            Membuat Dudukan Pompa Hidram

            Dudukan pompa bisa dipilih dari besi siku atau kalau ada besi baja WF.




     Gambar 27

    Gambar 27: Dudukan pompa dipilih dari besi siku

                                                                                                              16
Pipa Keluaran




                                                          Gambar 28
    Gambar 28: Pipa keluaran untuk sisambungkan denga pipa PVC atau selang.




    Gambar Utuh Pompa Hidram




                                                                              Gambar 29
                                                                                          17
Gambar 30

    Gambar 29-30: Bentuk utuh pompa hidram.




                                                          18
D. Tahapan Konstruksi/Pembangunan Pompa Hidram Secara Umum

    1. Pembuatan bendung

    2. Pembuatan dudukan pompa hidram di lokasi

    3. Pemasangan pipa pemasukan

    4. Pemasangan pipa pengeluaran

    5. Pembangunan penampungan (tandon air) dan jaringan distribusi untuk konsumsi dan
       irigasi



E. Pembiayaan

       Untuk sementara proyek ini adalah proyek sosial dimana seluruh biaya yang dibutuhkan
bergantung pada donatur dan swadaya penduduk setempat.




                                                                                        19
III.   PENUTUP




        Pompa hidram, dengan kesederhanaan teknologi, kemudahan perawatan, dan
rendahnya biaya pengadaan dan perawatan sudah semestinya menjadi pertimbangan bagi
pemerintah untuk mengembangkan dan mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan kepada
masyarakat khususnya petani yang berada di pegunungan yang kesulitan memenuhi kebutuhan
akan air, baik untuk konsumsi dan irigasi.

        Diharapkan setelah adanya pompa hidram ini akan membawa perubahan yang signifikan
kepada masyarakat setempat untuk menuju kearah yang lebih baik. Dan partisipasi masyarakat
untuk menjaga dan merawat keberadaan pompa hidram ini sangat dibutuhkan agar manfaat yang
dirasakan dapat diwariskan kepapada generasi berikutnya.

        Akhirnya, semoga sumbangsih yang tidak seberapa ini membawa manfaat bagi
masyarakat, khususnya petani. Dan ucapan terimakasih kepada: (1) mas Jusron Faizal dan
situsnya http://faizal.web.id yang memberikan semua informasi yang dibutuhkan tentang pompa
hidram. Isi dari petunjuk teknis pembuatan pompa hidram ini sepenuhnya ditulis ulang
berdasarkan petunjuk Jusron Faisal yang dapat diunduh melalui situsnya, dengan sedikit koreksi
redaksional dari penulis. (2) Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Dept. Pertanian RI. (3)
http://groups.yahoo.com/group/pompahidram untuk sharing dan saling berinteraksi mengenai
semua yang berkenaan dengan pompa hidram. (4) Khosiri atas inspirasi dan idenya tentang
pompa hidram, Jalil dan Abd Rahman yang setia menjadi pemandu selama survey pendahuluan.

        Melalui segenap ikhtiar dengan usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, hanya kepada
Allah pemilik semesta alam kita bergantung.




                                                                                           20

Membuat Pompa Hidram

  • 1.
    I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup. Selain untuk pengembangan fisologis makhluk hidup, air juga menjadi input bagi beragam upaya atau kegiatan makhluk hidup dalam rangka dan/atau menghasilkan sesuatu untuk kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, air harus tersedia kapanpun dan dimanapun dalam jumlah, waktu, dan mutu yang memadai. Dengan jumlah air yang tersedia relatif tetap, sementara kebutuhan air semakin meningkat, maka air dari sisi ketersedian dan permintaannya perlu dikelola dan diatur sedemikian rupa, sehingga air dapat disimpan jika berlebihan dan selanjutnya dimanfaatkan dan didistribusikan jika diperlukan. Munculnya permasalahan yang menyangkut air yang disebabkan oleh peningkatan beragam kebutuhan dan kepentingan kehidupan makhluk hidup, pada gilirannya berdampak terhadap terganggunya kondisi permintaan dan penyediaan air. Peningkatan jumlah penduduk yang harus diimbangi oleh peningkatan kebutuhan permukiman dan pangan (pertanian), pembangunan industri serta sarana dan prasarana sosial ekonomi lainnya menyebabkan permintaan akan air semakin tinggi. Untuk memenuhi permintaan tersebut, beragam teknologi pemanfaatan air telah banyak dikembangkan sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi dalam jumlah yang memadai. Sektor pertanian dan konsumsi masyarakat membutuhkan air dalam jumlah besar, baik yang berasal dari sumber air permukaan maupun air tanah, memanfaatkan beragam teknologi yang mampu mengangkat dan mengalirkan air dari sumbernya ke lahan-lahan pertanian serta hunian penduduk. Penggunaan pompa air yang digerakkan dengan tenaga listrik menjadi pilihan utama saat ini. Namun jika dilihat dari sisi pembiayaan, baik dalam tahap pengembangan maupun pengelolaan, teknologi irigasi tersebut memunculkan persoalan di tingkat lapangan, khususnya bagi petani, yaitu ketidakmampuan petani dalam mengoperasionalkan dan memelihara sarana dan prasarana irigasi yang dimiliki. Akibatnya, banyak sarana dan prasarana yang dibangun menjadi rusak yang secara langsung berdampak pada penurunan tingkat produktivitas petani   1
  • 2.
    Oleh karena itu,perlu dicari dan dikembangkan suatu model teknologi irigasi yang memadai, menggunakan teknologi tepat guna, efisien, dan ekonomis sehingga dalam pengelolaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya, sebuah teknologi yang membutuhkan biaya operasional yang murah dan tidak membebani petani dalam melakukan kegiatan usaha taninya. Salah satu teknologi irigasi yang mulai dikembangkan adalah pompa hydraulic ram atau lazim disebut pompa hidram. Meskipun pada pengembangannya membutuhkan investasi yang tidak sedikit, setidaknya untuk ukuran petani, namun dengan sistem swadaya masih relatif terjangkau dan dengan perhitungan dan penentuan disain yang akurat, operasioanal dan pemeliharan yang tepat, maka keuntungan dan keberlanjutan usaha tani dapat dicapai serta kebutuhan air konsumsi dapat terpenuhi. B. Tujuan dan Sasaran 1. Tujuan - Meningkatkan ketersediaan air irigasi dan konsumsi dalam jumlah, waktu, dan sebaran yang memadai. - Mengembangkan pengelolaan dan penyediaan air irigasi dan konsumsi yang ekonomis, efisien, dan efektif melalui pemanfaatan teknologi pompa hidram pada daerah yang memiliki sumber air permukaan. - Memperkenalkan dan menyebarluaskan penggunaan pompa hidram sebagai teknologi tepat guna yang efektif, efisien, dan ekonomis guna pemenuhan kebutuhan akan air. 2. Sasaran - Pengadaan pompa hidram sebanyak 2 (dua) unit untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi dan konsumsi di desa Daleman, kecamatan Galis, kabupaten Bangkalan. - Mengupayakan ketersediaan air untuk konsumsi dan irigasi dalam jumlah, waktu, dan sebaran yang memadai.   2
  • 3.
    - Meningkatnya pengetahuan, kemampuan, dan wawasan petani dalam pemanfaatan teknologi tepat guna khususnya pompa hidram. C. Istilah dan Definisi Beberapa istilah yang digunakan dalam petunjuk teknis ini mempunyai pengertian sebagai berikut: 1. Pompa Hidram adalah suatu alat yang digunakan untuk memompa dengan cara menaikkan air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan hasil guna tinggi dimana mampu mengalirkan air terus menerus. 2. Perinsip / cara kerja pompa hidram: bekerja dengan system pemanfaatan tekanan dinamik atau gaya potensial yang timbul karena adanya aliran air dari sumber ke pompa. Ketika aliran fluida dihentikan tiba-tiba maka perubahan momentum masa fluida tersebut akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakan untuk mengangkat sebagian fluida yang lain ke tempat yang lebih tinggi. 3. Air permukaan adalah air yang berasal dari sumber air permukan seperti sungai, danau, waduk, dan lain-lain. 4. Bendung: Bangunan air yang berfungsi menaikkan muka air untuk kebutuhan irigasi. 5. Tandon: bangunan air yang berfungsi untuk menampung/menyimpan air sebelum didistribusikan sebagaimana peruntukannya.   3
  • 4.
    II. PELAKSANAAN A. Lokasi A. Lokasi Pengadaan Pompa Hidram Lokasi pengadaan pompa hidram berada di desa Daleman, kecamatan Galis, kabupaten Bangkalan. +/- 45KM dari kota Bangkalan arah timur. B. Persyaratan Lokasi - Mata pencarian utama masyarakat sekitar lokasi pengadaan adalah bercocok tanam yang mengandalkan ketersediaan air. Selama ini penduduk setempat masih mengandalkan air hujan. - Disekitar lokasi terdapat sumber air permukaan seperti sungai dengan debit dan kualitas air yang memadai, terutama pada musim kemarau. Debit air minimal adalah 7 lt/mnt. - Lokasi merupakan lahan milik petani dan sekaligus penggarap. - Penentuan lokasi (pompa hidram dan pembangunan tandon) berdasarkan kesepakatan masyarakat sekitar lokasi dan tidak menuntut ganti rugi atas pemanfaatan lahan yang digunakan untuk lokasi kegiatan. Gambar 1 Gambar 1: Sumber air yang telah dibendung, sumber ini menurut informasi penduduk setempat tidak pernah kering. Dari sumber inilah penduduk memenuhi kebutuhan akan air.   4
  • 5.
    Gambar 2 Gambar 3 Gambar 2: Sumber air terdapat di lembah bukit, dari sumber air ini penduduk dapat memenuhi kebutuhan akan air, khususnya untuk konsumsi. Gambar 3: Sebagian penduduk dari desa sekitar, terutama yang secara garis kontur lebih rendah dari sumber air, juga menggantungkan kebutuhan akan air pada sumber air ini dengan cara memasang pipa PVC dari sumber air hingga ke penampungan. Gambar 4 Gambar 4: Lokasi penempatan pompa hidram, dengan melakukan pembendungan, arus dan debit air masih dapat ditingkatkan.   5
  • 6.
    Gambar 5 Gambar 5: Pemandangan lokasi dari titik penempatan pompa hidram. Gambar 6 Gambar 7 Gambar 6: Lokasi penempatan pompa, view atas. Gambar 7: Team survey   6
  • 7.
    B. Survey Lokasidan Data Lapangan Survey lokasi dilakukan pada hari minggu, 31 Desember 2009 oleh: Ali Wafa, Khosiri, Abd. Rahman, dan dipandu oleh dua orang warga setempat. Dari hasil survey pendahuluan didapat data, sbb: - Secara geografis lokasi berada di puncak bukit kapur dengan Ketinggian +/- 300 Mdpl. Dengan kontur landai. - Mata pencarian masyarakat sekitar lokasi bercocok tanam. - Terdapat sumber air permukaan yang tidak pernah kering bahkan dimusim kemarau sekalipun. - Debit air air rata-rata 7 ltr/menit dan dapat ditingkatkan dengan pembendungan. - Sudut kemiringan antara lokasi penempatan pompa dengan penempatan tondon +/- 40-500 dengan jarak +/- 500 meter. C. Bahan-bahan dan Cara Pembuatan Pompa Hidram 1. Bahan-bahan 1. a. Pipa Besi diameter Ø 3 inchi, b. Pipa besi diameter Ø 4 inchi 2. Knee Ø 3 inchi - 1 buah 3. Plat sambungan Pipa ukuran Ø 3 inchi sebanyak 6 buah 4. Plat besi 5. Karet Pelapis sambungan 6. Karet Luar ban mobil bekas secukupnya 7. Baut penyambung pipa 24 buah 8. Baut untuk tuas klep hidraulik panjang 1 buah   7
  • 8.
    Gambar 8 Gambar 8: Bahan-bahan yang harus disediakan 2. Langkah Demi Langkah Pembuatan Pompa Hidram Membuat Tabung Pompa Gambar 9   8
  • 9.
    Gambar 10 Gambar 9-10:Tabung pompa hidram Jika harus membuat sendiri tabung pompa hidram, bisa menggunakan tabung dengan Ø 4 inchi atau lebih, biasanya menggunakan 1 ukuran lebih dari ukuran pompa utama (badan pompa), memang akhirnya bentuknya bisa lebih panjang, jika memiliki tabung elpiji bekas atau tabung lain yang mempunyai ukuran lebih besar bisa juga dipergunakan. Membuat Badan Pompa Gambar 11   9
  • 10.
    Gambar 12 Gambar 13 Gambar 14 Gambar 11-14: Proses pembuatan badan pompa   10
  • 11.
    Membuat Tabung LimbahPompa Gambar 15 Gambar 16 Gambar 17   11
  • 12.
    Gambar 18 Gambar 15-18: Proses pembuatan tabung limbah pompa hidram Membuat Katup Tabung Pompa 1. Buatlah lempengan logam berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran lingkar tabung, pada bagian tengahnya diberi beberapa lobang kecil tidak beraturan. (lihat gambar 19). Gambar 19 Gambar 19 Gambar 19: Bahan plat untuk membuat katup pompa hidram 2. Lempengan tersebut akan dipasang diantara sambungan pipa dan tabung (lihat gambar 20).   12
  • 13.
    3. Buatlah karetkatup dari bahan tipis ban dalam, jika dirasa terlalu lemas bisa dirangkap menjadi dua bagian atau cari bahan yang sedikit keras tapi tidak terlalu tebal. 4. katup yang sudah dibuat dari karet ban bekas, selanjutnya dijepit dengan baut dan mur (di bagian lobang dengan warna merah). (lihat gambar 21) Gambar 20 Gambar 21 Gambar 20-21: Katup tabung pompa hidram. Membuat Katup Limbah dan Tuas Pompa   13
  • 14.
    Pada prinsipnya carakerja katup limbah sama dengan katup tabung pompa, hanya saja tabung limbah membutuhkan tuas panjang untuk menutup lubang buangan (gambar 22). Dari katup tabung limbah inilah komponen yang sering mengalami pergantian. Tuas hidram yang selalu bergerak naik turun dan mengeluarkan limpahan air, menyebabkan tabrakan antara karet dengan dinding buangan sehingga menyebabkan keausan. Pada umumnya karet katup perlu diganti setiap 3 bulan. Gambar 22 Gambar 24 Gambar 23 Gambar 23-24: Katup tabung limbah dan tuas pompa hidram.   14
  • 15.
    Detail Tuas Katup skala none karet klep double ring/plat pengunci pipa Ø 1" baut baut duble+ring Pot. Tuas Katup Limbah skala 1 : 10 pipa Ø 1/2" 25 basi penyangga baut sambungan pipa pipa Ø 4" baut sambungan pipa Ø 1" karet klep Gambar 25 Gambar 25: Skema Katup Limbah dan Tuasnya Karet Katup, pada nomor 3 gambar 23, adalah terbuat dari ban luar, menggunakan ban bekas mobil atau motor. Prinsipnya adalah diameter lingkaran ban bekas tersebut dapat menutup dinding buangan, sehingga dapat memperlancar arus air menuju tabung. Mur penjepit atas-bawah dipergunakan dengan maksud untuk menghambat pergerakan karet katup. Untuk tangkai katup, karena yang dibutuhkan bagian bawahnya memiliki ulir untuk mur, tinggal beli di toko bangunan baut panjang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Tips ringan untuk menentukan jarak antara tabung pompa dengan tabung limbah (besi segitiga dan tuas) adalah diambil dengan ukuran sedekatnya, jarak terlalu jauh antara keduanya mungkin akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pompa, terlihat dalam photo keduanya berjarak dan posisi seimbang (rata)   15
  • 16.
    Gambar 26 Gambar 26 Jarak antara tabung pompa dengan tabung limbah (tuas segi tiga) usahakan sedekat mungkin dan rata-rata air Membuat Dudukan Pompa Hidram Dudukan pompa bisa dipilih dari besi siku atau kalau ada besi baja WF. Gambar 27 Gambar 27: Dudukan pompa dipilih dari besi siku   16
  • 17.
    Pipa Keluaran Gambar 28 Gambar 28: Pipa keluaran untuk sisambungkan denga pipa PVC atau selang. Gambar Utuh Pompa Hidram Gambar 29   17
  • 18.
    Gambar 30 Gambar 29-30: Bentuk utuh pompa hidram.   18
  • 19.
    D. Tahapan Konstruksi/PembangunanPompa Hidram Secara Umum 1. Pembuatan bendung 2. Pembuatan dudukan pompa hidram di lokasi 3. Pemasangan pipa pemasukan 4. Pemasangan pipa pengeluaran 5. Pembangunan penampungan (tandon air) dan jaringan distribusi untuk konsumsi dan irigasi E. Pembiayaan Untuk sementara proyek ini adalah proyek sosial dimana seluruh biaya yang dibutuhkan bergantung pada donatur dan swadaya penduduk setempat.   19
  • 20.
    III. PENUTUP Pompa hidram, dengan kesederhanaan teknologi, kemudahan perawatan, dan rendahnya biaya pengadaan dan perawatan sudah semestinya menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mengembangkan dan mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan kepada masyarakat khususnya petani yang berada di pegunungan yang kesulitan memenuhi kebutuhan akan air, baik untuk konsumsi dan irigasi. Diharapkan setelah adanya pompa hidram ini akan membawa perubahan yang signifikan kepada masyarakat setempat untuk menuju kearah yang lebih baik. Dan partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawat keberadaan pompa hidram ini sangat dibutuhkan agar manfaat yang dirasakan dapat diwariskan kepapada generasi berikutnya. Akhirnya, semoga sumbangsih yang tidak seberapa ini membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya petani. Dan ucapan terimakasih kepada: (1) mas Jusron Faizal dan situsnya http://faizal.web.id yang memberikan semua informasi yang dibutuhkan tentang pompa hidram. Isi dari petunjuk teknis pembuatan pompa hidram ini sepenuhnya ditulis ulang berdasarkan petunjuk Jusron Faisal yang dapat diunduh melalui situsnya, dengan sedikit koreksi redaksional dari penulis. (2) Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Dept. Pertanian RI. (3) http://groups.yahoo.com/group/pompahidram untuk sharing dan saling berinteraksi mengenai semua yang berkenaan dengan pompa hidram. (4) Khosiri atas inspirasi dan idenya tentang pompa hidram, Jalil dan Abd Rahman yang setia menjadi pemandu selama survey pendahuluan. Melalui segenap ikhtiar dengan usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, hanya kepada Allah pemilik semesta alam kita bergantung.   20