1. KONSEP, FAKTA DAN TEORI
• Sosiologi menghindari “common prejudices”
  atau prasangka, caranya: pengujian ide di
  lapangan/penelitian  diperlukan landasan
  yaitu Teori.
• Definisi istilah:
  Fakta : hal yg terjadi sekali.
  Konsep : suatu abstraksi yg digunakan sbg
  batasan untuk membangun (proposisi dan)
  teori yg nantinya dapat menerangkan dan
  memprediksi suatu fenomena.
Proposisi : pernyataan ttg hakekat suatu kenyataan
  sosial yg dapat diuji kebenarannya dan dapat
  diamati gejalanya.
  Teori : hubungan beberapa konsep yg sudah teruji.
• Hubungan fakta dengan teori:
     Fakta
     Fakta         Teori
     Fakta


            abstrak = meninggikan fakta
     Maksudnya: tdk hanya berhenti di fakta tp harus
     berpikir lebih besar dan dalam terhadap fakta tsb.
2. MENGAPA PERLU DITEORIKAN?
• Fakta yang ada, harus diinterpretasikan dulu
  agar fakta itu mempunyai arti sesuai kebutuhan
  dan rancangan (penelitian).
• Ketika fakta-fakta tersebut sulit dijelaskan maka
  diperlukan teori.
  contoh:
  - Fatwa rokok haram. Fakta: rokok berbahaya
    bagi kesehatan. Abstrak: tingginya angka
    kematian karena kanker paru.
- Nikah siri. Fakta: tidak sah dimata hukum
    negara. Abstrak: merugikan pihak perempuan
    karena jika terjadi apa2 tidak diakui secara
    hukum.
• Fungsi teori:
   – Membantu memahami fakta
   – Menjelaskan fakta
   – Memberikan prediksi yg valid; meramalkan
     efek terjadinya suatu hal, perlu perencanaan
     di masa datang dalam kondisi tertentu dan
     efek tertentu.
contoh:
  1) mengurai fakta dlm penggerebekan teroris
     sisi ekonomi: berita diindustrikan
     sisi politis: citra positif Indonesia di LN
     sisi sosial: kesenjangan, kemiskinan,
                   penegakan syariat Islam.
  2) interpretasi fakta; pengetahuan dan teori
  3) ada atau tidak teori yg bisa membantu
  menjelaskan fakta tsb.
• Teori perlu diuji keberlakuannya  dikritisi 
  berkembang teori-teori baru.
3. PARADIGMA
Paradigma
• Thomas Khun dalam karyanya The Structure
   of Scientific Revolution (1962).
• Inti: perkembangan ilmu pengetahuan terjadi
   secara revolusi.
   Asumsi umum: secara kumulatif.
• Model perkembangan Kuhn:
   Parad I -> normal science -> anomalies ->
   crisis -> revolution -> Parad II
• Paradigma  time period
• Paradigma : suatu pandangan mendasar dari
  suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi
  pokok bahasan (subject matter).
• Ritzer (1980) dalam paradigma melekat
  unsur penting yi:
  1. image of the subject matter
  2. strategi dlm mengidentifikasi persoalan
  3. perspektif dlm menelaah persoalan
• Topik yg sama akan berbeda hasil akhirnya
  apabila dilihat dr paradigma yg berbeda.
Masterman  tipe paradigma
1. Paradigma metafisik, fungsi:
• Menunjuk pada sesuatu yang menjadi pusat
  perhatian komunitas ilmuwan
• Memberitahukan ilmuwan dimana harus mencari
  sesuatu yang menjadi pusat perhatian
• Menunjuk pada ilmuwan yang berharap menemukan
  entitas yang sungguh-sungguh ada dari disiplin ilmu.
Paradigma metafisik  exemplar
Exemplar adalah hasil penemuan ilmu pengetahuan yg
  diterima secara umum.
2. Paradigma sosiologi
  Keragaman fenomena yang menjadi kajian
  keilmuan yang diterima secara umum oleh
  para ilmuwan

3. Paradigma konstruk
  Konsep paling sempit berkaitan dengan ilmu
  tertentu.
Pengertian paradigma
• Robert Friedrichs
  “paradigm is a fundamental image a discipline
  has of its subject matter”
• George Ritzer
  paradigma merumuskan apa yg harus
  dipelajari, persoalan yg mesti dijawab,
  bagaimana seharusnya menjawabnya, aturan
  yg hrs diikuti dlm menginterpretasikan
  informasi yg dikumpulkan dlm rangka
  menjawab persoalan.
• Dlm satu disiplin ilmu bisa jd terdapat bbrp
  paradigma.
• Demikian pula dlm sosiologi. Sociology is a
  multiple paradigm science.
• Sebab:
  1. Pandangan filsafat yg mendasari pemikiran
  ilmuwan ttg apa yg semestinya mjd substansi
  dr ilmu yg dipelajari itu BERBEDA
  2. Konsekuensinya, teori yg dibangun
  BERBEDA
  3. Metode yg digunakan jg BERBEDA.
4. SOCIAL FACT PARADIGM
Paradigma Fakta Sosial
• EMILE DURKHEIM (1858 – 1917)
  Exemplar : The Rules of Sociological Method
              Suicide
• Sosiologi dipengaruhi oleh dua ilmu yatu
  Filsafat dan Psikologi, Durkheim berusaha
  menjadikan Sosiologi sbg disiplin ilmu empiris
  dg cara penelitian empiris.
• Durkheim mengkritik Comte dan
  Spencer, bahwa ide bukan obyek studi yg riil.
Obyek studi sosiologi
• Menurut Durkheim adalah Fakta sosial.
• Fakta sosial dinyatakan sbg barang sesuatu (thing)
• Bahwa fakta sosial harus diteliti di dalam dunia
  nyata sebagaimana barang sesuatu lainnya.
• Fakta sosial tdk bisa dipelajari secara spekulatif.
• Inilah yg membedakan fakta sosial dengan
  ide, Durkheim mengkritisi Comte dan Spencer.
Macam fakta sosial:
1. Material : barang sesuatu yg dapat
   disimak, ditangkap dan diobservasi. Bentuk
   ini adalah bagian dari dunia nyata.
   contoh: arsitektur, norma hukum.
2. Non material : sesuatu yg dianggap nyata
   (external). Fakta sosial ini fenomena yg
   bersifat inter subjective yg hanya dapat
   muncul dari dalam kesadaran manusia.
   contoh: opini, kepercayaan, egoisme.
• Secara garis besar, fakta sosial t. d. 2 tipe:
  struktur sosial dan institusi sosial.
• Sasaran penelitian sosiologi: sifat dasar serta
  antar hubungan dari fakta sosial.
• Contoh fakta sosial yang lain:
  kelompok, society, sistem sosial, posisi,
  peranan, nilai-nilai, keluarga, pemerintahan.
• Menurut Peter Blau, 2 tipe dasar fakta sosial:
  1. nilai-nilai umum
  2. norma yg terwujud dlm kebudayaan.
Sifat dari fakta sosial :
1. Nyata; merupakan barang sesuatu yg benar-benar ada, dapat
   dilihat, dan diobservasi.
   mis: Bahasa Indonesia nyata ada sebagai bahasa nasional
   bangsa Indonesia.
2. Berpengaruh; keberadaan barang sesuatu tsb mempengaruhi
   individu (perilaku).
   mis: Bahasa Indonesia memaksa individu untuk
   menggunakannya ketika bertemu dengan warga lain daerah
   sebagai bahasa nasional dan persatuan.
3. Eksternal
   fakta sosial tersebut berada di luar individu.
   mis: jika salah satu warga meninggal atau tidak menggunakan
   bahasa Indonesia maka itu tidak mempengaruhi bahasa
   Indonesia.
Teori – teori dalam paradigma fakta
sosial:
• Teori fungsionalisme struktural
• Teori konflik


Metode yg digunakan :
Kuesioner dan interviu.
Education of Sociology and Anthropology Department
Social Science Faculty, Semarang State University




   5. SOCIAL DEFINITION
        PARADIGM
MAX WEBER
1864 - 1920




              1. Exemplar:
              Social Action
• Weber : kenyataan sosial sbg sesuatu yg
  didasarkan pada motivasi individu dan
  tindakan sosial
• Konsep Weber ttg fakta sosial berbeda dg
  Durkheim, Weber tidak memisahkan tegas
  antara struktur dan pranata sosial. Keduanya
  membantu untuk membentuk tindakan
  manusia mjd penuh makna atau arti
• Hubungan sosial dapat dijelaskan melalui
  tujuan dan manfaat yg diperoleh individu
  melalui tindakannya
Perbedaan paradigma
Fakta sosial                      Definisi sosial
• Durkheim: realisme;             • Weber: nominalis; individu
  masyarakat adlh riil              adlh riil.
• Perilaku manusia dikontrol      • Manusia adlh makhluk aktif
  oleh berbagai norma, nilai,       dan kreatif yg menciptakan
  dan alat social control lain.     dunia sosialnya sendiri.
• Manusia tdk mpy sifat aktif     • Sasaran perhatian: sesuatu
  dan kreatif krn ada               yg tjd dlm pemikiran
  hambatan eksternal diatas.        manusia, antara stimulus
                                    dan respon mrpkn hasil
                                    tindakan kreatif manusia.
2. Subject Matter

Weber: Sosiologi
 adalah studi tentang
 tindakan sosial antar
 hubungan sosial.

Apa itu “tindakan
 sosial”?
Lima ciri pokok sasaran penelitian
                sosiologi:

• Tindakan nyata manusia
• Tindakan yg bersifat “membatin” atau subyektif
• Tindakan yg sengaja diulang dan tindakan dalam
  bentuk persetujuan
• Tindakan yg diarahkan kepada sesorang atau kpd
  beberapa orang
• Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain
  dan terarah pada orang lain itu.
Bagaimana mempelajari
           tindakan sosial?
• Metode: interpretative understanding
  (penafsiran dan pemahaman)  verstehen
  (pemahaman subyektif)
• Memahami motif dari tindakan si aktor.
           HOW?
• Melalui kesungguhan
• Empati : memahami pengalaman si aktor 
  menempatkan diri di posisi si aktor
    mengambil peran
• Rasional
Tipe-tipe ideal tindakan sosial
• Rasionalitas instrumental
  tingkat rasionalitas paling tinggi, pertimbangan dan
  pilihan yg sadar thd tujuan dan alat mencapai tujuan.
• Rasionalitas yg berorientasi nilai
  tujuan dan nilai sudah ada, alat-alat hny obyek
  pertimbangan dan perhitungan yg sadar.
• Tindakan tradisional  nonrasional
  perilaku krn kebiasaan tanpa refleksi sadar atau
  perencanaan. Tipe ini sdh mulai hilang
• Tindakan afektif
  tindakan nonrasional krn dipengaruhi perasan emosi,
  kurang logis, hny memperlihatkan tindakan afektif.
Antar hubungan sosial

Adalah tindakan yang dilakukan beberapa orang
  aktor berbeda, sejauh tindakan itu
  mengandung makna dan dihubungkan serta
  diarahkan kepada tindakan orang lain.
Apabila kehidupan kolektif tidak ada saling
  penyesuaian antara individu satu dg yg lain
                antar hubungan sosial.
Berikan contoh!
3. Teori-teori:
• Teori aksi (action theory)
• Interaksionisme simbolik
• Fenomenologi
Ide dasar: manusia adalah aktor kreatif dari realitas
  sosial.

4.       METODE
     OBSERVASI  Untuk dapat memahami realitas
     intrasubjective dan intersubjective dari tindakan
     sosial dan interaksi sosial  participant
     observation
Education of Sociology and Anthropology
                                     Department
Social Science Faculty, Semarang State University




6. SOCIAL BEHAVIOR
     PARADIGM
Burrhus Frederick Skinner
                 (1904 – 1990)


1. Exemplar: Beyond Freedom and Dignity
Peletak dasar sosiologi behaviorisme.
                        Fakta sosial dan
                        definisi sosial
                        bersifat MISTIS


                    Eksistensi obyek
                   studi sosiologi mjd
                   non konkrit-realistis
Paradigma ini merupakan kritik
          Skinner terhadap:
Definisi sosial                   Fakta sosial

• Obyek studi definisi sosial     • Fakta sosial hanya berupa
  tidak konkrit-realistis, jauh     ide dan nilai yg tidak dapat
  dari sosiologi                    dilihat secara nyata.
• Tindakan sosial  makna
  subyektif  kebebasan
  berfikir  mistis
2. Subject matter Paradigma Perilaku Sosial
Hubungan antara individu dan lingkungannya.
Lingkungan itu terdiri atas:
• Obyek sosial
• Obyek non sosial
Tindakan individu yg berhubungan dg
  lingkungan mengakibatkan perubahan
  lingkungan menimbulkan perubahan
  tingkahlaku.
Hubungan fungsional antara tingkah laku
  dengan perubahan yg terjadi dalam
  lingkungan aktor.
Persamaan: proses interaksi
                 Perbedaan:
Definisi sosial               Perilaku sosial
• Aktor adalah dinamis dan    • Individu kurang memiliki
  kreatif dalam proses          kebebasan
  interaksi                   • Tanggapan yg diberikan
• Aktor tidak hanya             ditentukan oleh sifat dasar
  menanggapi tapi               stimulus yg datang dari luar
  sebelumnya                    dirinya.
  menginterpretasikan         • Tingkah laku manusia lebih
  stimulus menurut caranya.     bersifat mekanik drpd
                                paradigma definisi sosial
3. Teori-teori
• Teori behavioral sociology
  konsep dasar: reinforcement (ganjaran)
• Teori exchange

                  4. Metode
• Eksperimen
  tujuan: peneliti dapat mengontrol obyek dan kondisi
  sekitarnya.
• Tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan
  metode penelitian lain.
Education of Sociology and Anthropology
                                      Department
 Social Science Faculty, Semarang State University




7. Menuju Paradigma
 sosiologi terpadu
Pemikiran awal  Paradigma Terpadu
• Dalam setiap periode, ilmu pengetahuan
  didominasi oleh satu paradigma (Kuhn).
• George Ritzer: sosiologi didominasi oleh tiga
  paradigma.
• Paradigma yang satu mengkritik paradigma
  yang lain, terutama dalam penekanan obyek
  studi sosiologi. Masing2 paradigma ada
  kelemahan yang oleh paradigma yang lain
  disempurnakan. Untuk itu perlu...
Perlu paradigma yang terintegrasi.

           George Ritzer  model
           paradigma yg terintegrasi.
           Ide dasar: perlu “tingkatan
           realitas sosial”.
           Realitas sosial           interrelasi
           dua kontinum sosial yi:
           - Dimensi makroskopik-mikroskopik
           - Kontinum obyektif-subyektif
Paradigma sosiologi yg baru harus membahas
    keempat tingkatan realitas sosial secara
    integratif:
•   Kesatuan makro-obyektif (birokrasi)
•   Struktur makro-subyektif (budaya)
•   Fenomena mikro-obyektif (pola interaksi
    sosial)
•   Fakta-fakta mikro subyektif (proses
    pembentukan realitas).
Catatan penting!
1. Paradigma terpadu bukanlah pengganti
   paradigma yg ada hanya bersifat melengkapi
2. Inti paradigma ini: hubungan antar keempat
   tingkatan realitas sosial
3. Paradigma terpadu dikhususkan pada
   sosiologi modern pada masyarakat modern
4. Pembagian tingkat realitas sosial hanyalah
   konseptual.
5. Memperbandingkan  perjalanan waktu,
   antara berbagai masyarakat
6. Haruslah bersifat historis
7. Haruslah mengambil manfaat dari logika
   dialektis

!!! Paradigma tak mampu menjawab semua
    persoalan dan masih banyak yg tertinggal
    untuk dikerjakan oleh paradigma yg lain.
9. AKAR-AKAR SEJARAH
    TEORI SOSIOLOGI

(Sumber-sumber sejarah yang
penting dalam teori Sosiologi)



                                 46
1. Politik Ekonomi Skotlandia – Inggris dan
                   Utilitarian Inggris
• Teori ini sangat bersifat individualistik dan memandang manusia
  itu bersifat rasional, selalu menghitung dan mengadakan pilihan
  yang dapat memperbesar kesenangan pribadi atau keuntungan
  pribadi.
• Adanya konsep “manusia ekonomi” yang mementingkan
  perhitungan dalam menentukan pilihan.
• Kontrak sosial, dimana manusia bertindak atas kepentingan diri
  yang rasional, menciptakan suatu pengaturan dan bersepakat
  untuk mematuhi peraturan untuk mengontrol persaingan yang
  tidak terkendali dan kerjasama yang timbul di dalamnya.
• Pilihan rasional yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan
  yang besar pula, merupakan pokok-pokok dalam teori
  pertukaran.
                                                               47
2. Pendekatan Positivisme
• Pendekatan ini diwakili oleh Comte dan St. Simon (pertengahan
  abad 19) dan Durkheim (akhir abad 19 dan awal abad 20)
• Positivisme: menunjuk pada pengetahuan empiris (semua
  berasal dari pengalaman panca indera/data empiris), yang
  sangat berbeda dengan pandangan tradisional yang
  mengutamakan konsep wahyu. Ilmu pengetahuan akan
  menggantikan wahyu (tahayul).
• Sosiologi Perancis melihat bahwa masyarakat merupakan bagian
  dari alam dan dikendalikan oleh hukum-hukum alam dengan
  menerapkan teknik ilmiah, sehingga dapat digunakan sebagai
  dasar untuk perubahan sosial dan reorganisasi masyarakat.
• Ilmu pengetahuan akan memberikan jalan keluar bagi masalah
  sosial yang ada dan membantu pengambangan manusia.


                                                            48
3. Historisme Jerman
• Adanya pembedaan antara ilmu pengetahuan alam
  dengan ilmu pengetahuan sosial
• Untuk mengerti dinamika masyarakat tidak hanya
  dilihat dari luar saja, tetapi juga harus
  memperhatikan orientasi subyektif dan maksud
  individu (baik pandangan hidup, idealisme, nilai
  dan artinya).
• Pelopornya adalah Hegel: pemahaman arti
  subyektif dan pandangan hidup sangat penting
  untuk mengerti perilaku manusia.
• Tradisi historisis ini memprakarsai pemahaman
  jiwa (spirit) suatu masyarakat tertentu dengan
  suatu studi yang menyeluruh tentang
  kebudayaannya.
                                                49
4. Pragmatisme Amerika dan
                      Psikologi Sosial
• Sosiolog Amerika: Talcott Parsons, John Dewey, George
   Herbert Mead
• Sifak khas mentalitas Amerika:
1. Pragmatis
   - Ide dikembangkan dan dipelajari dalam membuat keputusan
   untuk mengatasi masalah sosial yang nyata.
   - Dewey, melihat bahwa pengalaman belajar di sekolah harus
   dibuat sedekat mungkin dengan kenyataan sehingga
   memberikan kesempatan untuk mengatasi masalah yang
   realistis sebagai dasar untuk belajar (learning by doing).
   - Mead, menekankan bahwa munculnya pikiran manusia
   merupakan tahap yang penting dalam mengatasi masalah.

                                                           50
2. Individualis
   - nilai individualistik dikembangkan untuk menentang
   tuntutan-tuntutan yang menimbulkan konflik dari
   suatu kekuasaan sentral.
   - kenyataan sosial terdiri dari tindakan-tindakan sosial
   individu, pola-pola interaksi, struktur sosial serta
   institusi sosial yang dibangun dan diubah oleh
   individu dan kelompok.
3. Optimis
   - optimis terhadap kemajuan dan reformasi sosial
   yang dijanjikan.
   - perhatian kepada masalah-masalah sosial dan
   perubahan sosial yang khusus, bukan
   menyeluruh/reorganisasi sosial seperti pada sosiologi
   Perancis.

                                                          51
10. PERKEMBANGAN TEORI
SOSIOLOGI KLASIK EROPA
• Sosiologi lahir di Eropa oleh tokoh Eropa antara
  lain: Comte dan Durkheim dari Prancis.
• Sosiologi lahir dan berkembang hingga menjadi
  suatu disiplin ilmu empiris berawal dari
  pergulatan pemikiran dengan kondisi
  sosial, ekonomi, politik dari para tokoh
  tersebut.
• Kekuatan intelektual dan kekuatan sosial saling
  mempengaruhi dan berkaitan dalam
  perkembangan Sosiologi.
• Berikut adalah beberapa kekuatan sosial yg
  melatarbelakangi lahirnya Sosiologi...
1. Abad Pencerahan (Enlightenment)
• Pencerahan adalah sebuah periode perkembangan
  intelektual dan pembahasan pemikiran filsafat yang luar
  biasa. Sejumlah gagasan dan keyakinan lama –kebanyakan
  berkaitan dengan kehidupan sosial- dibuang dan diganti
  selama periode Pencerahan.
• Pemikir pada zaman ini adalah Charles Montesquieu (1689-
  1755) dan Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Pengaruh
  Abad Pencerahan terhadap teori sosiologi lebih banyak
  bersifat tak langsung dan negatif. Zeitlin: “sosiologi awal
  dikembangkan sebagai reaksi terhadap pencerahan”.
• Abad Pencerahan ditandai oleh keyakinan bahwa manusia
  mampu memahami dan mengontrol alam semesta dengan
  menggunakan akal (nalar) dan riset empiris. Mereka
  berpendapat bahwa karena alam fisik didominasi oleh hukum
  alam, maka dunia sosial pun ditentukan oleh suatu hukum
  tertentu. Hakikat dunia sosial dapat diketahui baik dengan
  menggunakan akal ataupun riset.
2.Kekuatan Sosial
• Revolusi Politik (Prancis) tahun 1789;
  dan revolusi yang berlangsung sepanjang abad 19. Dampak
  terhadap masyarakat sangat dahsyat dan banyak perubahan
  positif yang telah dihasilkannya. Tetapi yang menjadi kajian para
  ilmuwan adalah dampak negatifnya.
• Revolusi Industri (Kapitalisme) di Inggris;
  Transformasi dunia Barat dari sistem pertanian menjadi sistem
  Birokrasi ekonomi berskala besar muncul utk memberikan
  pelayanan yang dibutuhkan oleh industri dan sistem ekonomi
  kapitalis. Dalam sistem ekonomi kapitalisme inilah terjadi
  kesenjangan antara dua kelompok kapitalis dan pekerja. Hal ini
  menimbulkan pergolakan para sosiolog utama dalam sejarah awal
  sosiologi yaitu Weber, Marx, Durkheim dan Simmel. Perhatian
  mereka terhadap perubahan sosial besar dan berbagai masalah
  yang ditimbulkannya bagi masyarakat sebagai keseluruhan.
• Kemunculan sosialisme;
  Seperangkat upaya perubahan yang bertujuan
  menanggulangi ekses sistem industri dan kapitalisme itu
  dapat dimasukkan dalam istilah “sosialisme”. Marx adalah
  pendukung aktif penghancuran sistem kapitalisme dan
  hendak menggantikannya dengan sistem sosialis.
• Feminisme
  Dalam berbagai aspek selalu ada perspektif feminis.
  Dimana pun perempuan disubordinasikan. Sementara
  feminis awal dapat dilacak kembali ke 1630-an, aktivitas
  dan tulisan feminis mencapai puncaknya pada gerakan
  liberalis di dalam sejarah Barat modern. Gelombang
  pertama produktivitas terjadi pada 1780-an dan 1790-an
  dengan munculnya perdebatan di seputar revolusi Prancis
  dan Amerika. Perkembangan sosiologi juga dipengaruhi
  oleh karya ilmuwan perempuan, namun karya mereka
  seringkali terdesak oleh sosiolog pria yang memegang
  kekuasan dalam bidang ini.
• Urbanisasi
  Sebagai akibat dari revolusi industri, banyak orang di abad 19 dan 20
  tercerabut dari lingkungan pedesaaan mereka dan pindah ke lingkungan
  urban. Migrasi besar-besaran tersebut mengharuskan mereka
  menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kehidupan urban. Kondisi
  kehidupan urban dan masalah yg ditimbulkannya juga mendapat perhatian
  dari para sosiolog.
• Perubahan keagamaan
  Perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi politik, revolusi industri
  dan urbanisasi, berpengauh besar terhadap religiositas. Banyak diantara
  para sosiolog yang membawa cara berpikir dalam kehidupan keagamaan
  mereka ke dalam sosiologi.
• Pertumbuhan ilmu pengetahuan
  Ketika teori sosiologi sedang dibangun, minat terhadap science meningkat
  pesat, tak hanya di lingkungan akademik kampus tapi juga di dalam
  masyarakat. Sains seperti kimia, fisika dan biologi telah mendapat prestise
  besar. Ada keinginan dari sosiolog awal untuk menjadikan sosiologi sejajar
  dengan sains.
Kesimpulan:
• Perubahan yang pesat dan meluas dalam struktur
  sosial dan pergeseran budaya yang mendasar dalam
  orientasi intelektual yang berkaitan dengan perilaku
  manusia dan masyarakat mendorong munculnya
  perspektif sosiologi.

• Teori sosiologi tidak memberikan formula untuk
  meramalkan masa depan, akan tetapi kerangka
  konseptualdan kerangka intelektual dari perspektif
  sosiologi serta gaya analisa yang diberikan oleh teori-
  teori tertentu dapat membantu kita untuk memahami
  dunia sosial kita sendiri.
Education of Sociology and Anthropology
                                     Department
Social Science Faculty, Semarang State University




                vi
 11. AUGUSTE COMTE
Ilmu tentang masyarakat



   Istilah “sosiologi”
 “Socius” dan “logos”



The father of Sociology
Comte membagi sosiologi ke dalam 2 aspek
  besar yi:
1. Statistika sosial; melihat struktur atau bentuk
    hub timbal balik antar unsur dlm masy 
   stabilitas (order)
2. Dinamika sosial; melihat perubahan 
   kemajuan  perkembangan masy.
Hukum tiga tahap
• Tujuan: menjelaskan tahapan perkembangan
  kemajuan masyarakat dari masa primitif
  sampai ke peradaban Prancis abad 19 yg maju.
• Tesis: masyarakat (umat manusia) berkembang
  melalui 3 tahap cara berpikir mereka.
• Cara berpikir berpengaruh thd struktur
  sosial, pola kelembagaan suatu masyarakat tsb.
1) Tahap teologis: tk.
pemikiran manusia bhw
semua benda di dunia mpy
jiwa & itu berasal dr
kekuatan di atas manusia
 Dewa atau Tuhan
   2) Tahap metafisis: manusia
   percaya bhw gejala di
   dunia disebabkan kekuatan
   abstrak yg tidak perlu
   dicari sebab dan akibatnya.
       3) Tahap positif; manusia
       telah menggunakan akal
       dan pikirannya untuk
       memahami fenomena
       sosial.
Positivisme
• Peristiwa semasa dia hidup menimbulkan
  pertanyaan mengenai realitas kehidupan sosial yg
  utk menjawanya diperlukan metode ilmiah.
• Ilmiah bagi Comte adalah menarik kesimpulan
  dari pengamatan informal thd kehidupan sosial
   sebatas ide filsafat.
• Ciri-ciri positivisme: Objek yg dikaji harus berupa
  fakta, kajian hrs bermanfaat.
• Metode: pengamatan, perbandingan, eksperimen.
• Cita-cita: Sosiologi merupakan ilmu yg ilmiah
  sama dengan ilmu alam.
Keteraturan sosial
• Saling ketergantungan yg harmonis antara
  bagian-bagian masyarakat dan sumbangannya
  terhadap bertahannya stabilitas sosial.
• Dalam ekonomi, pembagian kerja dan kerja
  sama antar bagian  tanggung jawab.
12. KARL HEINRICH
      MARX



        Education of Sociology and Anthropology
                                      Department
 Social Science Faculty, Semarang State University
Karl Heinrich Marx
  (1818 – 1883)

        • Lahir di Jerman
        • Keluarga rabbi Yahudi
        • Karir sbg pengacara sukses
        • Karena susana politik yg tidak
        berpihak pada keturunan
        Yahudi maka Marx dan keluarga
        pindah agama Protestan
        diterima di gereja Luteran 
        asumsi Mrx ttg pengaruh nilai
        agama.
• Marx: dasar gerak kehidupan sosial adalah
  ekonomi.
• Masyarakat terbentuk dari:
   1. Superstruktur:
      politik, pendidikan, agama, ilmu
      pengetahuan, keluarga dsb.
   2. Infrastruktur (rangka dasar) yi ekonomi.
• Kehidupan masyarakat didasarkan pada faktor
  ekonomi.
• Individu  memenuhi kebutuhan  adaptasi
  dg lingk  kegiatan produktif (ekonomi).
• Alat produksi < jumlah individu  akibat:
  kelompok yg tidak memiliki harus menjalin
  hubungan sosial antara kelompok yg memiliki
  alat produksi.

                              Akibatnya....???
Pembagian masyarakat

• Marx: masyarakat terbagi dalam dua kelas.
• Kelas adalah sekelompok orang yg memiliki
  fungsi dan tujuan yg sama terutama didalam
  kegiatan-kegiatan ekonomi.
• Kapitalisme membagi masyarakat ke dalam 2
  kelas yi kapitalis (borjuis) dan pekerja
  (proletar).
• Adanya eksploitasi dan alienasi.
Alienasi
• Alienasi timbul dalam kelas pekerja.
• Bentuk2 alienasi menurut Marx:
  1) Teralienasi dari proses produksi.
  2) Terasing dari produk yg dihasilkannya
  3) Terasing dari lingkungan pergaulannya.
  4) Terasing dari keluarganya sendiri.
• Kapitalisme telah merubah manusia mjd alat
  untuk memproduksi barang.
Dampak alienasi:
• Kelas pekerja tidak tahan dlm melaksanakan
  kegiatan ekonominya
• Kelas pekerja merasakan bhw tenaga fisik dan
  mentalnya bukan dirinya melainkan milik
  kapitalis.
• Untuk mengubah struktur sosial, kelas pekerja
  perlu melakukan perlawanan  konflik kelas
  perubahan sosial
Modalnya:
1.   Hilangkan false consciousness
2.   Menumbuhkan Class consciousness
3.   Jaringan komunikasi antar kelompok pekerja
4.   Organisasi yg rapi dan solid
5.   Pemusatan massa yg kuat.
Marx: Agama - Ekonomi
• Masuknya Marx mjd Protestan krn kepentingan politik
  dan sosial
• Kepercayaan agama tdk memberikan pengaruh paling
  penting thd perilaku, sebaliknya kepercayaan agama
  mencerminkan faktor2 sosial ekonomi yg mendasar.


• Agama adalah candu masyarakat
• Cita-cita agama akan harapan sesudah mati
  mengalihkan perhatian orang dari penderitaan fisik
  dan kesulitan materiil  penderitaan yg diterima dg
  sabar akan menerima pahala  “nrimo”
• Pikiran semacam itu hanya membenarkan penindasan
  dan eksploitasi.
Masyarakat ideal  Marx:
• Penindasan  perjuangan kelas  perubahan
  sosial
• Ekonomi negara yg kuat
• Meningkatnya persamaan
• Hilangnya kelas-kelas sosial
• Tidak ada eksploitasi dan penindasan.
13. EMILE DURKHEIM
( 1857 – 1917)
• Perhatian terhadap Solideritas & Integrasi Sosial Kondisi di
  Eropa pada akhir abad 19
   – Perancis kalah dalam perang
   – Inggris  Revolusi Industri
• Konsep tentang masyarakat:
  Suatu sistem untuk menciptakan suatu aturan atau stabilitas
  sosial.
• Sosiologi sebagai ilmu tentang integrasi sosial
• Masalah sentral dalam analisis sosiologi ialah menjelaskan
  keteraturan sosial yang mendasar berhubungan dengan proses-
  proses sosial yang meningkatkan integrasi dan solideritas

Keteraturan Sosial
Dalam arti sempit:
Menunjuk pada hukum dan keteraturan dalam hubungan dengan
mempertahankan status- quo dan menindak pelanggar hukum
Dalam arti luas:
Menunjuk pada sumber-sumber dukungan yang mendasar
terhadap pola-pola institusi yang dominan dalam
masyarakat

Meliputi sistim nilai masyarakat serta ide-ide
moralitas, kepercayaan bersama yang melegitimasi pola-
pola institusi pokok dan memberi arah kepada individu
untuk berpartisipasi dalam masyarakat

Kata kunci untuk memahami keteraturan sosial adalah :
mengetahui apa “yang mempersatukan masyarakat“
dalam pengertian yang luas
Interaksi + kerja sama  kesadaran kolektif
   Berupa: kepercayaan, perasaan, norma dan tekad
   bersama
Dasar kesadaran kolektif
   › Adanya kejadian dimana orang bertindak atas cara yang
      tidak sesuai dengan pikiran individu
   › Kesadaran kolektif berlainana dengan kesadaran individu
   › Kesadaran kolektif membuat orang melakukan tindakan
      sosial seperti: menikah, bunuh diri dll

Masyarakat mempunyai 2 tipe
  1. Masyarakat dengan tipe mekanik
  2. Masyarakat dengan tipe organik
Pertumbuhan dalam pembagian kerja meningkatkan suatu
 perubahan dalam struktur sosial dari solideritas mekanik ke
                    solideritas organik


Solidaritas mekanik            Solidaritas organik
 Pembagian kerja rendah         Pembagian kerja tinggi
 Kesadaran kolektif kuat        Kesadaran kolektif rendah
 Hukum represif dominan         Hukum bersifat restitutif
    (bersifat menekan)            dominan (bersifat mendidik)
 Individualitas rendah          Individualitas tinggi
 Saling ketergantungan yang     Saling ketergantungan yang
    rendah                        tinggi
 Keterlibatan komunitas         Badan-badan kontrol sosial
    dalam menghukum orang         yang menghukum orang
 Bersifat primitif/pedesaan     Bersifat industrial/perkotaan
BUNUH DIRI
Faktor: Kuat /rendahnya integrasi sosial dalam masyarakat
Bunuh Diri terdiri Dari 3 Tipe
   1. Tipe Bunuh diri egoistis
   Dilakukan oleh seseorang karena integrasi sosial yang cenderung
   rendah dengan orang lain
   Egoistis I  Dalam bidang agama




   Egoistis IIDalam Keluarga
Egoistis III  dalam politik




2. Tipe Bunuh diri altruistik
   Sesoeorang melakukan bunuh diri, karena orang tersebut
   mempunyai integrasi sosial yang sangat kuatdianggap mengabdi
   terhadap kelompoknya
Contoh:
   - Sati di India
   - Harakiri di Jepang (jika kalah perang)
3. Tipe bunuh diri anomi (kekaburan norma)
   Bunuh diri yang dilakukan karena terjadinya perubahan sosial yang
   berlangsung sangat cepat, sehingga orang kehilangan pegangan
   hidup/pedoman hidup
Contoh: Orang kaya  bangkrut
14. MAX WEBER




       Education of Sociology and Anthropology
                                     Department
Social Science Faculty, Semarang State University
MAXIMILIAN WEBER
   (1864-1920)
       • Lahir dan besar di Jerman
       • Keluarga kaya dan
       terpandang, ayah seorang
       birokrat dan ibu seorang
       pemeluk Calvinisme yg taat.
       • Mendalami
       Hukum, Politik, Sosiologi dan
       Ekonomi.
       • Mengawali karir sebagai
       praktisi hukum
       • Dianggap salah satu tokoh
       pendiri sosiologi dan
       administrasi negara modern.
Sosiologi menurut Weber
Suatu disiplin ilmu pengetahuan yg mempelajari
  tentang perilaku individu atau tindakan sosial
  melalui proses penafsiran atau verstehen yang
  bersifat sangat subyektif.

Yg dipelajari: perilaku manusia  bukan yg
  nampak tp yg ada dibalik kemunculan perilaku
  tsb.
Sosiologi agama
• Menganalisis agama-agama di dunia.
• Tema kajian: 1) efek pemikiran agama dlm
  kegiatan ekonomi, 2) hubungan antara stratifikasi
  sosial dan pemikiran agama.
• Tujuannya: mencari keterkaitan ajaran agama
  dengan karakteristik budaya barat dan timur dan
  berkembangnya kapitalisme di barat dan timur.
• Marx: kekuatan pokok perubahan sosial adlh
  ekonomi.
  Weber: kekuatan itu ada pada agama.
Etika Protestan
• Sist kepercayaan Katolik Roma: cara hidup
  tradisional penganutnya.
  Sist kepercayaan Protestan: Pro Perubahan.
• Paradoks agama: agama biasanya menjauhkan
  diri dari urusan duniawi (pengejaran ekonomi)
  tp hal ini tdk tjd di agama Protestan.
• Protestanisme: penganut tdk memiliki jaminan
  spiritual shg mencari “tanda” yi kesuksesan
  finansial dg cara
  berhemat, menabung, investasi surplus.
  Akibatnya: lahirnya kapitalisme.
• Semangat kapitalisme : gagasan dan kebiasaan
  yang mendukung pengejaran rasional
  terhadap keuntungan ekonomi.
• Agama mrpk faktor kunci kemunculan
  kapitalisme.
Birokrasi
• Birokrasi sbg kelompok baru  utk mencapai
  hasil yg efisien.
• Birokrasi: hal yg lazim.
• Ciri birokrasi:
   1. jenjang yg jelas, tugas ke bawah dan
   tanggung jawab ke atas.
   2. ada pembagian kerja
   3. peraturan tertulis
   4.komunikasi dan rekaman tertulis
   5. sifat tdk pribadi  jabatan
• Birokrasi tlh mjd suatu ciri baku dlm
  kehidupan sosial krn mrpk bentuk organisasi
  yg sangat kuat. Birokrasi memanfaatkan energi
  orang utk mencapai tujuan khusus.
• Birokrasi akan mendominasi kehidupan masy.
• Proses ini dinamakan rasionalisasi masy 
  birokrasi dg peraturan, prosedur, dan titik
  berat pd hasil, akan semakin mengatur
  kehidupan kita.
• Sisi gelap birokrasi: red tape .
  birokrasi terikat kuat pada red tape formalitas
  dan rutinitas berlebihan yg dibutuhkan sblm
  tindakan resmi dpt dilakukan. Sehingga
  peraturan itu justru merintangi tujuan
  organisasi. Peraturan adalah peraturan.
• Kekuasaan (power): kekuasaan utk
  melaksanakan keinginan penguasa.
  wewenang (authority): kekuasaan yg sah.
• Weber: negara menguasai hak eksklusif atas
  penggunaan kekerasan dan hak untuk
  menghukum siapa pun yg menggunakan
  kekerasan  dg cara ??
Tipe Wewenang:
1. Wewenang tradisional
   berasal dari tradisi, kebiasaan, pada masy kesukuan.
2. Wewenang rasional – legal
   kesepakatan bersama yg masuk akal dan sah secara
   hukum (peraturan tertulis). Biasanya terkait birokrasi
   = wewenang birokratis. Wewenang ini berasal dari
   “posisi” yg diduduki seseorang, bukan orangnya.
   Semua posisi tunduk pada hukum.
3. Wewenang karismatik
   individu karismatik seseorang yg menarik bagi orang
   lain krn mrk percaya bhw org tsb tlh tersentuh oleh
   Tuhan atau dianugerahi kekuatan oleh alam.
GEORG SIMMEL
• Menyelidiki masalah solidaritas dan      konflik
yg berkaitan dg besar kecilnya kelompok.

• Besarnya jumlah anggota kelompok 
mempengaruhi interaksi dalam kelompok
• Relevansi sosiologis pertikaian
  - Setiap individu tidak akan mempunyai bentukan pribadi hanya
    melalui penyerasian belaka, akan ttp jg kadang2 melalui pertikaian.
  - Persatuan memiliki 2 pengertian:
    1. Merupakan kesepakatan dan persesuaian individu yg berinteraksi
    2. Energi maupun bentuk2 yg mjd suatu keseluruhan klpk yg
       mencakup hubungan2 seragam.

• Pertikaian sbg kekuatan integratif dlm kelompok.
   - Dlm kelompok kecil  srg tjd pertengkaran,ketidaksesuaian,
     kontroversi  merupkn unsur2 yg mjd landasan persatuan klp itu.
  - Kadang2 manusia harus berinteraksi dg orang lain yg mpy sikap
     kurang menyenangkan.
   - Fungsi oposisi: sbg penyeimbang  sehingga hubungan
                                        dpt dipertahankan.
• Homogenitas + heterogenitas dalam hubungan sosial.
  - Hubungan antar manusia bersifat rumit
  - Dalam hubungan antar manusia yg berhadapan adalah
       kesatuan kepribadian masing2.
  - Pada awal perkembangan hub seringkali menyatukan
       kekuatan2 pemisah dan pemersatu  dlm perkembangan
  akan tampak nyata.

• Antagonisme sebagai unsur dalam kerja sama.
  - Perkelahian yg bertujuan membunuh/menghancurkan
       pihak lain  tidak ada unsur pemersatu
  - Apabila ada pembatasan thd berlakunya kekerasan  ada
       faktor kerja sama.
       contoh: - dalam perang
                   - pertandingan tinju dll.
• Hakikat permusuhan:
  - Manusia makhluk egoistis
  - Bermusuhan berpasangan dengan simpati
  - Dlm perkelahian masalah sebab + akibat sulit diidentifikasi.
  - Lebih sulit menanamkan simpati daripada permusuhan.
• Dorongan untuk bermusuhan:
  - Dorongan untuk bermusuhan merupakan pasangan akan
       kebutuhan rasa simpati.
  - Dlm masy primitif perang mrpkn salah satu upaya
       berhubungan dg kelompok lain blm mengenal
       komunikasi.
  - Permusuhan berarti berhentinya hubungan, pengunduran
       diri, menghindarkan diri dari terjadinya hubungan.
  - Dorongan spontan sifatnya terbatas.
• Konflik kepentingan
  Pertikaian  1. menyangkut unsur2 di luar masalah
                 pribadi
              2. menyangkut masalah subyektif tanpa
                 menyinggung kepentingan obyektif.

  Pd tipe ke dua  orang akan mengejar musuh
  apabila:
  - dia dapat mempelajari sesuatu dari musuh
  - sikap demikian dpt mengurangi permusuhan ttp
  dpt       juga menambah.
• Persamaan kualitas sbg landasan pertikaian
  - Manusia mpy persamaan dg warga masy lain, shg
      perbedaanlah yg dianggap menentukan posisinya.
  - Perpecahan seringkali krn banyaknya ciri2 yg sama,
      shg ketidaksepakatannya yg minim akan menim-
      bulkan masalah besar.

• Pertikaian dlm hubungan akrab
  - Orang cenderung menghindari pertikaian dlm hub
      akrab.
  - Ada kalanya kebencian timbul setelah seseorang
      kecewa thd pihak lain  perasaan thd hal2 yg lain
      masa lampau memegang peranan penting.
• Intensitas konflik sering berbandingan dengan tingkat
  solideritas

• Konflik berbeda dg persaingan
  - Persaingan tidak perlu mencakup kontak langsung
       antar pribadi
  - Mereka berjuang sendiri2 untuk tujuan yg sama
  - Keuntungan bagi satu pihak  kerugian bagi pihak
       lain
  - Sering membutuhkan pihak ketiga  harus peka thd
       kebutuhan + keinginan pihak ketiga.
  - Untuk menjamin kemenangan pribadi menyebabkan
       perhatian + motivasi diarahkan ke luar thd
       kebutuhan orang lain.
• Kehidupan sosial memperlihatkan siklus perdamaian dan
  konflik, persahabatan dan permusuhan.
• Motivasi untuk mengahiri konflik biasanya disebabkan
      - lelah/bosan
      - adanya keinginan untuk mencurahkan perhatian
         kpd hal2 lain.

• Cara mengahiri konflik
      - kemenangan pihak satu/kekalahan pihak lain
      - kompromi/persetujuan
      - perdamaian
      - ketidakmungkinan untuk berdamai.
• Hal2 yg mempengaruhi pertikaian:
  - Semakin besar keterlibatan emosional, semakin besar
       potensi melakukan kekerasan.
  - Permusuhan, iri hari di masa lampau akan mening-
       katkan pertikaian.
  - Semakin besar dan semakin mudah mengidentifikasi
       klp yg bertikai, semakin besar pula solideritas
       internalnya.
  - Intensitas pertikaian yg rendah  memberi peluang
       untuk menyalurkan rasa permusuhan para anggta.
  - Solideritas internal akan meningkat apabila pertikaian
       tjd secara insidental.
  - Pertikaian yg lama + mendalam mengakibatkan
  terjadinya koalisi2 tidak hanya pada pihak yg bertikai,
  namun juga         pihak2 yg kena pengaruh dr pertikaian.
• Fungsi pertikaian
  - Intensitas pertikaian mengakibatkan terjadinya
       perubahan organisasi kelompok yg bertikai.
  - Akibat pertikaian, akan tjd solideritas internal
  apabila:
             - klp itu kecil
             - klp itu mrpkn minoritas
             - klp itu dlm proses mempertahankan diri
• Semakin komplek pembagian kerja  semakin
  tinggi ketergantungan  strategi untuk
  mempertahankan klp yg besar.
• Kelompok besar  anggotanya tidak saling
  mengenal  memakai tanda2/atribut
• Dasar pembentukan klp yg paling primitif:
  keluarga, geografi
• Kepentingan bersama  dasar dari pembentukan
  kelompok
• Komunitas agama dibentuk secara sosial  tidak
  mengenal usia, seks, kedekatan geografis.
• Dasar pembentukan klp  berkembang  rasional
  contoh:
      serikat buruh jenis pek yg sama, majikan sama
                     jenis pek berbeda, majikan sama
                     jenis pek sama, majikan berbeda
• Keterlibatan orang dlm klp ganda  dpt
  mengembangkan berbagai peran yg berbeda sesuai
  dg klp yg ada.
SELESAI
TERIMA KASIH

Media tsk

  • 1.
  • 2.
    • Sosiologi menghindari“common prejudices” atau prasangka, caranya: pengujian ide di lapangan/penelitian  diperlukan landasan yaitu Teori. • Definisi istilah: Fakta : hal yg terjadi sekali. Konsep : suatu abstraksi yg digunakan sbg batasan untuk membangun (proposisi dan) teori yg nantinya dapat menerangkan dan memprediksi suatu fenomena.
  • 3.
    Proposisi : pernyataanttg hakekat suatu kenyataan sosial yg dapat diuji kebenarannya dan dapat diamati gejalanya. Teori : hubungan beberapa konsep yg sudah teruji. • Hubungan fakta dengan teori: Fakta Fakta Teori Fakta abstrak = meninggikan fakta Maksudnya: tdk hanya berhenti di fakta tp harus berpikir lebih besar dan dalam terhadap fakta tsb.
  • 4.
    2. MENGAPA PERLUDITEORIKAN?
  • 5.
    • Fakta yangada, harus diinterpretasikan dulu agar fakta itu mempunyai arti sesuai kebutuhan dan rancangan (penelitian). • Ketika fakta-fakta tersebut sulit dijelaskan maka diperlukan teori. contoh: - Fatwa rokok haram. Fakta: rokok berbahaya bagi kesehatan. Abstrak: tingginya angka kematian karena kanker paru.
  • 6.
    - Nikah siri.Fakta: tidak sah dimata hukum negara. Abstrak: merugikan pihak perempuan karena jika terjadi apa2 tidak diakui secara hukum. • Fungsi teori: – Membantu memahami fakta – Menjelaskan fakta – Memberikan prediksi yg valid; meramalkan efek terjadinya suatu hal, perlu perencanaan di masa datang dalam kondisi tertentu dan efek tertentu.
  • 7.
    contoh: 1)mengurai fakta dlm penggerebekan teroris sisi ekonomi: berita diindustrikan sisi politis: citra positif Indonesia di LN sisi sosial: kesenjangan, kemiskinan, penegakan syariat Islam. 2) interpretasi fakta; pengetahuan dan teori 3) ada atau tidak teori yg bisa membantu menjelaskan fakta tsb. • Teori perlu diuji keberlakuannya  dikritisi  berkembang teori-teori baru.
  • 8.
  • 9.
    Paradigma • Thomas Khundalam karyanya The Structure of Scientific Revolution (1962). • Inti: perkembangan ilmu pengetahuan terjadi secara revolusi. Asumsi umum: secara kumulatif. • Model perkembangan Kuhn: Parad I -> normal science -> anomalies -> crisis -> revolution -> Parad II
  • 10.
    • Paradigma time period • Paradigma : suatu pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok bahasan (subject matter). • Ritzer (1980) dalam paradigma melekat unsur penting yi: 1. image of the subject matter 2. strategi dlm mengidentifikasi persoalan 3. perspektif dlm menelaah persoalan • Topik yg sama akan berbeda hasil akhirnya apabila dilihat dr paradigma yg berbeda.
  • 11.
    Masterman  tipeparadigma 1. Paradigma metafisik, fungsi: • Menunjuk pada sesuatu yang menjadi pusat perhatian komunitas ilmuwan • Memberitahukan ilmuwan dimana harus mencari sesuatu yang menjadi pusat perhatian • Menunjuk pada ilmuwan yang berharap menemukan entitas yang sungguh-sungguh ada dari disiplin ilmu. Paradigma metafisik  exemplar Exemplar adalah hasil penemuan ilmu pengetahuan yg diterima secara umum.
  • 12.
    2. Paradigma sosiologi Keragaman fenomena yang menjadi kajian keilmuan yang diterima secara umum oleh para ilmuwan 3. Paradigma konstruk Konsep paling sempit berkaitan dengan ilmu tertentu.
  • 13.
    Pengertian paradigma • RobertFriedrichs “paradigm is a fundamental image a discipline has of its subject matter” • George Ritzer paradigma merumuskan apa yg harus dipelajari, persoalan yg mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawabnya, aturan yg hrs diikuti dlm menginterpretasikan informasi yg dikumpulkan dlm rangka menjawab persoalan.
  • 14.
    • Dlm satudisiplin ilmu bisa jd terdapat bbrp paradigma. • Demikian pula dlm sosiologi. Sociology is a multiple paradigm science. • Sebab: 1. Pandangan filsafat yg mendasari pemikiran ilmuwan ttg apa yg semestinya mjd substansi dr ilmu yg dipelajari itu BERBEDA 2. Konsekuensinya, teori yg dibangun BERBEDA 3. Metode yg digunakan jg BERBEDA.
  • 15.
  • 16.
    Paradigma Fakta Sosial •EMILE DURKHEIM (1858 – 1917) Exemplar : The Rules of Sociological Method Suicide • Sosiologi dipengaruhi oleh dua ilmu yatu Filsafat dan Psikologi, Durkheim berusaha menjadikan Sosiologi sbg disiplin ilmu empiris dg cara penelitian empiris. • Durkheim mengkritik Comte dan Spencer, bahwa ide bukan obyek studi yg riil.
  • 17.
    Obyek studi sosiologi •Menurut Durkheim adalah Fakta sosial. • Fakta sosial dinyatakan sbg barang sesuatu (thing) • Bahwa fakta sosial harus diteliti di dalam dunia nyata sebagaimana barang sesuatu lainnya. • Fakta sosial tdk bisa dipelajari secara spekulatif. • Inilah yg membedakan fakta sosial dengan ide, Durkheim mengkritisi Comte dan Spencer.
  • 18.
    Macam fakta sosial: 1.Material : barang sesuatu yg dapat disimak, ditangkap dan diobservasi. Bentuk ini adalah bagian dari dunia nyata. contoh: arsitektur, norma hukum. 2. Non material : sesuatu yg dianggap nyata (external). Fakta sosial ini fenomena yg bersifat inter subjective yg hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia. contoh: opini, kepercayaan, egoisme.
  • 19.
    • Secara garisbesar, fakta sosial t. d. 2 tipe: struktur sosial dan institusi sosial. • Sasaran penelitian sosiologi: sifat dasar serta antar hubungan dari fakta sosial. • Contoh fakta sosial yang lain: kelompok, society, sistem sosial, posisi, peranan, nilai-nilai, keluarga, pemerintahan. • Menurut Peter Blau, 2 tipe dasar fakta sosial: 1. nilai-nilai umum 2. norma yg terwujud dlm kebudayaan.
  • 20.
    Sifat dari faktasosial : 1. Nyata; merupakan barang sesuatu yg benar-benar ada, dapat dilihat, dan diobservasi. mis: Bahasa Indonesia nyata ada sebagai bahasa nasional bangsa Indonesia. 2. Berpengaruh; keberadaan barang sesuatu tsb mempengaruhi individu (perilaku). mis: Bahasa Indonesia memaksa individu untuk menggunakannya ketika bertemu dengan warga lain daerah sebagai bahasa nasional dan persatuan. 3. Eksternal fakta sosial tersebut berada di luar individu. mis: jika salah satu warga meninggal atau tidak menggunakan bahasa Indonesia maka itu tidak mempengaruhi bahasa Indonesia.
  • 21.
    Teori – teoridalam paradigma fakta sosial: • Teori fungsionalisme struktural • Teori konflik Metode yg digunakan : Kuesioner dan interviu.
  • 22.
    Education of Sociologyand Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University 5. SOCIAL DEFINITION PARADIGM
  • 23.
    MAX WEBER 1864 -1920 1. Exemplar: Social Action
  • 24.
    • Weber :kenyataan sosial sbg sesuatu yg didasarkan pada motivasi individu dan tindakan sosial • Konsep Weber ttg fakta sosial berbeda dg Durkheim, Weber tidak memisahkan tegas antara struktur dan pranata sosial. Keduanya membantu untuk membentuk tindakan manusia mjd penuh makna atau arti • Hubungan sosial dapat dijelaskan melalui tujuan dan manfaat yg diperoleh individu melalui tindakannya
  • 25.
    Perbedaan paradigma Fakta sosial Definisi sosial • Durkheim: realisme; • Weber: nominalis; individu masyarakat adlh riil adlh riil. • Perilaku manusia dikontrol • Manusia adlh makhluk aktif oleh berbagai norma, nilai, dan kreatif yg menciptakan dan alat social control lain. dunia sosialnya sendiri. • Manusia tdk mpy sifat aktif • Sasaran perhatian: sesuatu dan kreatif krn ada yg tjd dlm pemikiran hambatan eksternal diatas. manusia, antara stimulus dan respon mrpkn hasil tindakan kreatif manusia.
  • 26.
    2. Subject Matter Weber:Sosiologi adalah studi tentang tindakan sosial antar hubungan sosial. Apa itu “tindakan sosial”?
  • 28.
    Lima ciri pokoksasaran penelitian sosiologi: • Tindakan nyata manusia • Tindakan yg bersifat “membatin” atau subyektif • Tindakan yg sengaja diulang dan tindakan dalam bentuk persetujuan • Tindakan yg diarahkan kepada sesorang atau kpd beberapa orang • Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah pada orang lain itu.
  • 29.
    Bagaimana mempelajari tindakan sosial? • Metode: interpretative understanding (penafsiran dan pemahaman)  verstehen (pemahaman subyektif) • Memahami motif dari tindakan si aktor. HOW? • Melalui kesungguhan • Empati : memahami pengalaman si aktor  menempatkan diri di posisi si aktor  mengambil peran • Rasional
  • 30.
    Tipe-tipe ideal tindakansosial • Rasionalitas instrumental tingkat rasionalitas paling tinggi, pertimbangan dan pilihan yg sadar thd tujuan dan alat mencapai tujuan. • Rasionalitas yg berorientasi nilai tujuan dan nilai sudah ada, alat-alat hny obyek pertimbangan dan perhitungan yg sadar. • Tindakan tradisional  nonrasional perilaku krn kebiasaan tanpa refleksi sadar atau perencanaan. Tipe ini sdh mulai hilang • Tindakan afektif tindakan nonrasional krn dipengaruhi perasan emosi, kurang logis, hny memperlihatkan tindakan afektif.
  • 31.
    Antar hubungan sosial Adalahtindakan yang dilakukan beberapa orang aktor berbeda, sejauh tindakan itu mengandung makna dan dihubungkan serta diarahkan kepada tindakan orang lain. Apabila kehidupan kolektif tidak ada saling penyesuaian antara individu satu dg yg lain antar hubungan sosial. Berikan contoh!
  • 32.
    3. Teori-teori: • Teoriaksi (action theory) • Interaksionisme simbolik • Fenomenologi Ide dasar: manusia adalah aktor kreatif dari realitas sosial. 4. METODE OBSERVASI  Untuk dapat memahami realitas intrasubjective dan intersubjective dari tindakan sosial dan interaksi sosial  participant observation
  • 33.
    Education of Sociologyand Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University 6. SOCIAL BEHAVIOR PARADIGM
  • 34.
    Burrhus Frederick Skinner (1904 – 1990) 1. Exemplar: Beyond Freedom and Dignity Peletak dasar sosiologi behaviorisme. Fakta sosial dan definisi sosial bersifat MISTIS Eksistensi obyek studi sosiologi mjd non konkrit-realistis
  • 35.
    Paradigma ini merupakankritik Skinner terhadap: Definisi sosial Fakta sosial • Obyek studi definisi sosial • Fakta sosial hanya berupa tidak konkrit-realistis, jauh ide dan nilai yg tidak dapat dari sosiologi dilihat secara nyata. • Tindakan sosial  makna subyektif  kebebasan berfikir  mistis
  • 36.
    2. Subject matterParadigma Perilaku Sosial
  • 37.
    Hubungan antara individudan lingkungannya. Lingkungan itu terdiri atas: • Obyek sosial • Obyek non sosial Tindakan individu yg berhubungan dg lingkungan mengakibatkan perubahan lingkungan menimbulkan perubahan tingkahlaku. Hubungan fungsional antara tingkah laku dengan perubahan yg terjadi dalam lingkungan aktor.
  • 38.
    Persamaan: proses interaksi Perbedaan: Definisi sosial Perilaku sosial • Aktor adalah dinamis dan • Individu kurang memiliki kreatif dalam proses kebebasan interaksi • Tanggapan yg diberikan • Aktor tidak hanya ditentukan oleh sifat dasar menanggapi tapi stimulus yg datang dari luar sebelumnya dirinya. menginterpretasikan • Tingkah laku manusia lebih stimulus menurut caranya. bersifat mekanik drpd paradigma definisi sosial
  • 39.
    3. Teori-teori • Teoribehavioral sociology konsep dasar: reinforcement (ganjaran) • Teori exchange 4. Metode • Eksperimen tujuan: peneliti dapat mengontrol obyek dan kondisi sekitarnya. • Tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan metode penelitian lain.
  • 40.
    Education of Sociologyand Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University 7. Menuju Paradigma sosiologi terpadu
  • 41.
    Pemikiran awal Paradigma Terpadu • Dalam setiap periode, ilmu pengetahuan didominasi oleh satu paradigma (Kuhn). • George Ritzer: sosiologi didominasi oleh tiga paradigma. • Paradigma yang satu mengkritik paradigma yang lain, terutama dalam penekanan obyek studi sosiologi. Masing2 paradigma ada kelemahan yang oleh paradigma yang lain disempurnakan. Untuk itu perlu...
  • 42.
    Perlu paradigma yangterintegrasi. George Ritzer  model paradigma yg terintegrasi. Ide dasar: perlu “tingkatan realitas sosial”. Realitas sosial interrelasi dua kontinum sosial yi: - Dimensi makroskopik-mikroskopik - Kontinum obyektif-subyektif
  • 43.
    Paradigma sosiologi ygbaru harus membahas keempat tingkatan realitas sosial secara integratif: • Kesatuan makro-obyektif (birokrasi) • Struktur makro-subyektif (budaya) • Fenomena mikro-obyektif (pola interaksi sosial) • Fakta-fakta mikro subyektif (proses pembentukan realitas).
  • 44.
    Catatan penting! 1. Paradigmaterpadu bukanlah pengganti paradigma yg ada hanya bersifat melengkapi 2. Inti paradigma ini: hubungan antar keempat tingkatan realitas sosial 3. Paradigma terpadu dikhususkan pada sosiologi modern pada masyarakat modern 4. Pembagian tingkat realitas sosial hanyalah konseptual.
  • 45.
    5. Memperbandingkan perjalanan waktu, antara berbagai masyarakat 6. Haruslah bersifat historis 7. Haruslah mengambil manfaat dari logika dialektis !!! Paradigma tak mampu menjawab semua persoalan dan masih banyak yg tertinggal untuk dikerjakan oleh paradigma yg lain.
  • 46.
    9. AKAR-AKAR SEJARAH TEORI SOSIOLOGI (Sumber-sumber sejarah yang penting dalam teori Sosiologi) 46
  • 47.
    1. Politik EkonomiSkotlandia – Inggris dan Utilitarian Inggris • Teori ini sangat bersifat individualistik dan memandang manusia itu bersifat rasional, selalu menghitung dan mengadakan pilihan yang dapat memperbesar kesenangan pribadi atau keuntungan pribadi. • Adanya konsep “manusia ekonomi” yang mementingkan perhitungan dalam menentukan pilihan. • Kontrak sosial, dimana manusia bertindak atas kepentingan diri yang rasional, menciptakan suatu pengaturan dan bersepakat untuk mematuhi peraturan untuk mengontrol persaingan yang tidak terkendali dan kerjasama yang timbul di dalamnya. • Pilihan rasional yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula, merupakan pokok-pokok dalam teori pertukaran. 47
  • 48.
    2. Pendekatan Positivisme •Pendekatan ini diwakili oleh Comte dan St. Simon (pertengahan abad 19) dan Durkheim (akhir abad 19 dan awal abad 20) • Positivisme: menunjuk pada pengetahuan empiris (semua berasal dari pengalaman panca indera/data empiris), yang sangat berbeda dengan pandangan tradisional yang mengutamakan konsep wahyu. Ilmu pengetahuan akan menggantikan wahyu (tahayul). • Sosiologi Perancis melihat bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dan dikendalikan oleh hukum-hukum alam dengan menerapkan teknik ilmiah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk perubahan sosial dan reorganisasi masyarakat. • Ilmu pengetahuan akan memberikan jalan keluar bagi masalah sosial yang ada dan membantu pengambangan manusia. 48
  • 49.
    3. Historisme Jerman •Adanya pembedaan antara ilmu pengetahuan alam dengan ilmu pengetahuan sosial • Untuk mengerti dinamika masyarakat tidak hanya dilihat dari luar saja, tetapi juga harus memperhatikan orientasi subyektif dan maksud individu (baik pandangan hidup, idealisme, nilai dan artinya). • Pelopornya adalah Hegel: pemahaman arti subyektif dan pandangan hidup sangat penting untuk mengerti perilaku manusia. • Tradisi historisis ini memprakarsai pemahaman jiwa (spirit) suatu masyarakat tertentu dengan suatu studi yang menyeluruh tentang kebudayaannya. 49
  • 50.
    4. Pragmatisme Amerikadan Psikologi Sosial • Sosiolog Amerika: Talcott Parsons, John Dewey, George Herbert Mead • Sifak khas mentalitas Amerika: 1. Pragmatis - Ide dikembangkan dan dipelajari dalam membuat keputusan untuk mengatasi masalah sosial yang nyata. - Dewey, melihat bahwa pengalaman belajar di sekolah harus dibuat sedekat mungkin dengan kenyataan sehingga memberikan kesempatan untuk mengatasi masalah yang realistis sebagai dasar untuk belajar (learning by doing). - Mead, menekankan bahwa munculnya pikiran manusia merupakan tahap yang penting dalam mengatasi masalah. 50
  • 51.
    2. Individualis - nilai individualistik dikembangkan untuk menentang tuntutan-tuntutan yang menimbulkan konflik dari suatu kekuasaan sentral. - kenyataan sosial terdiri dari tindakan-tindakan sosial individu, pola-pola interaksi, struktur sosial serta institusi sosial yang dibangun dan diubah oleh individu dan kelompok. 3. Optimis - optimis terhadap kemajuan dan reformasi sosial yang dijanjikan. - perhatian kepada masalah-masalah sosial dan perubahan sosial yang khusus, bukan menyeluruh/reorganisasi sosial seperti pada sosiologi Perancis. 51
  • 52.
  • 53.
    • Sosiologi lahirdi Eropa oleh tokoh Eropa antara lain: Comte dan Durkheim dari Prancis. • Sosiologi lahir dan berkembang hingga menjadi suatu disiplin ilmu empiris berawal dari pergulatan pemikiran dengan kondisi sosial, ekonomi, politik dari para tokoh tersebut. • Kekuatan intelektual dan kekuatan sosial saling mempengaruhi dan berkaitan dalam perkembangan Sosiologi. • Berikut adalah beberapa kekuatan sosial yg melatarbelakangi lahirnya Sosiologi...
  • 54.
    1. Abad Pencerahan(Enlightenment) • Pencerahan adalah sebuah periode perkembangan intelektual dan pembahasan pemikiran filsafat yang luar biasa. Sejumlah gagasan dan keyakinan lama –kebanyakan berkaitan dengan kehidupan sosial- dibuang dan diganti selama periode Pencerahan. • Pemikir pada zaman ini adalah Charles Montesquieu (1689- 1755) dan Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Pengaruh Abad Pencerahan terhadap teori sosiologi lebih banyak bersifat tak langsung dan negatif. Zeitlin: “sosiologi awal dikembangkan sebagai reaksi terhadap pencerahan”. • Abad Pencerahan ditandai oleh keyakinan bahwa manusia mampu memahami dan mengontrol alam semesta dengan menggunakan akal (nalar) dan riset empiris. Mereka berpendapat bahwa karena alam fisik didominasi oleh hukum alam, maka dunia sosial pun ditentukan oleh suatu hukum tertentu. Hakikat dunia sosial dapat diketahui baik dengan menggunakan akal ataupun riset.
  • 55.
    2.Kekuatan Sosial • RevolusiPolitik (Prancis) tahun 1789; dan revolusi yang berlangsung sepanjang abad 19. Dampak terhadap masyarakat sangat dahsyat dan banyak perubahan positif yang telah dihasilkannya. Tetapi yang menjadi kajian para ilmuwan adalah dampak negatifnya. • Revolusi Industri (Kapitalisme) di Inggris; Transformasi dunia Barat dari sistem pertanian menjadi sistem Birokrasi ekonomi berskala besar muncul utk memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh industri dan sistem ekonomi kapitalis. Dalam sistem ekonomi kapitalisme inilah terjadi kesenjangan antara dua kelompok kapitalis dan pekerja. Hal ini menimbulkan pergolakan para sosiolog utama dalam sejarah awal sosiologi yaitu Weber, Marx, Durkheim dan Simmel. Perhatian mereka terhadap perubahan sosial besar dan berbagai masalah yang ditimbulkannya bagi masyarakat sebagai keseluruhan.
  • 56.
    • Kemunculan sosialisme; Seperangkat upaya perubahan yang bertujuan menanggulangi ekses sistem industri dan kapitalisme itu dapat dimasukkan dalam istilah “sosialisme”. Marx adalah pendukung aktif penghancuran sistem kapitalisme dan hendak menggantikannya dengan sistem sosialis. • Feminisme Dalam berbagai aspek selalu ada perspektif feminis. Dimana pun perempuan disubordinasikan. Sementara feminis awal dapat dilacak kembali ke 1630-an, aktivitas dan tulisan feminis mencapai puncaknya pada gerakan liberalis di dalam sejarah Barat modern. Gelombang pertama produktivitas terjadi pada 1780-an dan 1790-an dengan munculnya perdebatan di seputar revolusi Prancis dan Amerika. Perkembangan sosiologi juga dipengaruhi oleh karya ilmuwan perempuan, namun karya mereka seringkali terdesak oleh sosiolog pria yang memegang kekuasan dalam bidang ini.
  • 57.
    • Urbanisasi Sebagai akibat dari revolusi industri, banyak orang di abad 19 dan 20 tercerabut dari lingkungan pedesaaan mereka dan pindah ke lingkungan urban. Migrasi besar-besaran tersebut mengharuskan mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kehidupan urban. Kondisi kehidupan urban dan masalah yg ditimbulkannya juga mendapat perhatian dari para sosiolog. • Perubahan keagamaan Perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi politik, revolusi industri dan urbanisasi, berpengauh besar terhadap religiositas. Banyak diantara para sosiolog yang membawa cara berpikir dalam kehidupan keagamaan mereka ke dalam sosiologi. • Pertumbuhan ilmu pengetahuan Ketika teori sosiologi sedang dibangun, minat terhadap science meningkat pesat, tak hanya di lingkungan akademik kampus tapi juga di dalam masyarakat. Sains seperti kimia, fisika dan biologi telah mendapat prestise besar. Ada keinginan dari sosiolog awal untuk menjadikan sosiologi sejajar dengan sains.
  • 58.
    Kesimpulan: • Perubahan yangpesat dan meluas dalam struktur sosial dan pergeseran budaya yang mendasar dalam orientasi intelektual yang berkaitan dengan perilaku manusia dan masyarakat mendorong munculnya perspektif sosiologi. • Teori sosiologi tidak memberikan formula untuk meramalkan masa depan, akan tetapi kerangka konseptualdan kerangka intelektual dari perspektif sosiologi serta gaya analisa yang diberikan oleh teori- teori tertentu dapat membantu kita untuk memahami dunia sosial kita sendiri.
  • 59.
    Education of Sociologyand Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University vi 11. AUGUSTE COMTE
  • 60.
    Ilmu tentang masyarakat Istilah “sosiologi” “Socius” dan “logos” The father of Sociology
  • 61.
    Comte membagi sosiologike dalam 2 aspek besar yi: 1. Statistika sosial; melihat struktur atau bentuk  hub timbal balik antar unsur dlm masy  stabilitas (order) 2. Dinamika sosial; melihat perubahan  kemajuan  perkembangan masy.
  • 62.
    Hukum tiga tahap •Tujuan: menjelaskan tahapan perkembangan kemajuan masyarakat dari masa primitif sampai ke peradaban Prancis abad 19 yg maju. • Tesis: masyarakat (umat manusia) berkembang melalui 3 tahap cara berpikir mereka. • Cara berpikir berpengaruh thd struktur sosial, pola kelembagaan suatu masyarakat tsb.
  • 63.
    1) Tahap teologis:tk. pemikiran manusia bhw semua benda di dunia mpy jiwa & itu berasal dr kekuatan di atas manusia  Dewa atau Tuhan 2) Tahap metafisis: manusia percaya bhw gejala di dunia disebabkan kekuatan abstrak yg tidak perlu dicari sebab dan akibatnya. 3) Tahap positif; manusia telah menggunakan akal dan pikirannya untuk memahami fenomena sosial.
  • 64.
    Positivisme • Peristiwa semasadia hidup menimbulkan pertanyaan mengenai realitas kehidupan sosial yg utk menjawanya diperlukan metode ilmiah. • Ilmiah bagi Comte adalah menarik kesimpulan dari pengamatan informal thd kehidupan sosial  sebatas ide filsafat. • Ciri-ciri positivisme: Objek yg dikaji harus berupa fakta, kajian hrs bermanfaat. • Metode: pengamatan, perbandingan, eksperimen. • Cita-cita: Sosiologi merupakan ilmu yg ilmiah sama dengan ilmu alam.
  • 65.
    Keteraturan sosial • Salingketergantungan yg harmonis antara bagian-bagian masyarakat dan sumbangannya terhadap bertahannya stabilitas sosial. • Dalam ekonomi, pembagian kerja dan kerja sama antar bagian  tanggung jawab.
  • 66.
    12. KARL HEINRICH MARX Education of Sociology and Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University
  • 67.
    Karl Heinrich Marx (1818 – 1883) • Lahir di Jerman • Keluarga rabbi Yahudi • Karir sbg pengacara sukses • Karena susana politik yg tidak berpihak pada keturunan Yahudi maka Marx dan keluarga pindah agama Protestan diterima di gereja Luteran  asumsi Mrx ttg pengaruh nilai agama.
  • 68.
    • Marx: dasargerak kehidupan sosial adalah ekonomi. • Masyarakat terbentuk dari: 1. Superstruktur: politik, pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, keluarga dsb. 2. Infrastruktur (rangka dasar) yi ekonomi.
  • 69.
    • Kehidupan masyarakatdidasarkan pada faktor ekonomi. • Individu  memenuhi kebutuhan  adaptasi dg lingk  kegiatan produktif (ekonomi). • Alat produksi < jumlah individu  akibat: kelompok yg tidak memiliki harus menjalin hubungan sosial antara kelompok yg memiliki alat produksi. Akibatnya....???
  • 70.
    Pembagian masyarakat • Marx:masyarakat terbagi dalam dua kelas. • Kelas adalah sekelompok orang yg memiliki fungsi dan tujuan yg sama terutama didalam kegiatan-kegiatan ekonomi. • Kapitalisme membagi masyarakat ke dalam 2 kelas yi kapitalis (borjuis) dan pekerja (proletar). • Adanya eksploitasi dan alienasi.
  • 71.
    Alienasi • Alienasi timbuldalam kelas pekerja. • Bentuk2 alienasi menurut Marx: 1) Teralienasi dari proses produksi. 2) Terasing dari produk yg dihasilkannya 3) Terasing dari lingkungan pergaulannya. 4) Terasing dari keluarganya sendiri. • Kapitalisme telah merubah manusia mjd alat untuk memproduksi barang.
  • 72.
    Dampak alienasi: • Kelaspekerja tidak tahan dlm melaksanakan kegiatan ekonominya • Kelas pekerja merasakan bhw tenaga fisik dan mentalnya bukan dirinya melainkan milik kapitalis. • Untuk mengubah struktur sosial, kelas pekerja perlu melakukan perlawanan  konflik kelas perubahan sosial
  • 73.
    Modalnya: 1. Hilangkan false consciousness 2. Menumbuhkan Class consciousness 3. Jaringan komunikasi antar kelompok pekerja 4. Organisasi yg rapi dan solid 5. Pemusatan massa yg kuat.
  • 74.
    Marx: Agama -Ekonomi • Masuknya Marx mjd Protestan krn kepentingan politik dan sosial • Kepercayaan agama tdk memberikan pengaruh paling penting thd perilaku, sebaliknya kepercayaan agama mencerminkan faktor2 sosial ekonomi yg mendasar. • Agama adalah candu masyarakat • Cita-cita agama akan harapan sesudah mati mengalihkan perhatian orang dari penderitaan fisik dan kesulitan materiil  penderitaan yg diterima dg sabar akan menerima pahala  “nrimo” • Pikiran semacam itu hanya membenarkan penindasan dan eksploitasi.
  • 75.
    Masyarakat ideal Marx: • Penindasan  perjuangan kelas  perubahan sosial • Ekonomi negara yg kuat • Meningkatnya persamaan • Hilangnya kelas-kelas sosial • Tidak ada eksploitasi dan penindasan.
  • 76.
    13. EMILE DURKHEIM (1857 – 1917)
  • 77.
    • Perhatian terhadapSolideritas & Integrasi Sosial Kondisi di Eropa pada akhir abad 19 – Perancis kalah dalam perang – Inggris  Revolusi Industri • Konsep tentang masyarakat: Suatu sistem untuk menciptakan suatu aturan atau stabilitas sosial. • Sosiologi sebagai ilmu tentang integrasi sosial • Masalah sentral dalam analisis sosiologi ialah menjelaskan keteraturan sosial yang mendasar berhubungan dengan proses- proses sosial yang meningkatkan integrasi dan solideritas Keteraturan Sosial Dalam arti sempit: Menunjuk pada hukum dan keteraturan dalam hubungan dengan mempertahankan status- quo dan menindak pelanggar hukum
  • 78.
    Dalam arti luas: Menunjukpada sumber-sumber dukungan yang mendasar terhadap pola-pola institusi yang dominan dalam masyarakat Meliputi sistim nilai masyarakat serta ide-ide moralitas, kepercayaan bersama yang melegitimasi pola- pola institusi pokok dan memberi arah kepada individu untuk berpartisipasi dalam masyarakat Kata kunci untuk memahami keteraturan sosial adalah : mengetahui apa “yang mempersatukan masyarakat“ dalam pengertian yang luas
  • 79.
    Interaksi + kerjasama  kesadaran kolektif Berupa: kepercayaan, perasaan, norma dan tekad bersama Dasar kesadaran kolektif › Adanya kejadian dimana orang bertindak atas cara yang tidak sesuai dengan pikiran individu › Kesadaran kolektif berlainana dengan kesadaran individu › Kesadaran kolektif membuat orang melakukan tindakan sosial seperti: menikah, bunuh diri dll Masyarakat mempunyai 2 tipe 1. Masyarakat dengan tipe mekanik 2. Masyarakat dengan tipe organik
  • 80.
    Pertumbuhan dalam pembagiankerja meningkatkan suatu perubahan dalam struktur sosial dari solideritas mekanik ke solideritas organik Solidaritas mekanik Solidaritas organik  Pembagian kerja rendah  Pembagian kerja tinggi  Kesadaran kolektif kuat  Kesadaran kolektif rendah  Hukum represif dominan  Hukum bersifat restitutif (bersifat menekan) dominan (bersifat mendidik)  Individualitas rendah  Individualitas tinggi  Saling ketergantungan yang  Saling ketergantungan yang rendah tinggi  Keterlibatan komunitas  Badan-badan kontrol sosial dalam menghukum orang yang menghukum orang  Bersifat primitif/pedesaan  Bersifat industrial/perkotaan
  • 81.
    BUNUH DIRI Faktor: Kuat/rendahnya integrasi sosial dalam masyarakat Bunuh Diri terdiri Dari 3 Tipe 1. Tipe Bunuh diri egoistis Dilakukan oleh seseorang karena integrasi sosial yang cenderung rendah dengan orang lain Egoistis I  Dalam bidang agama Egoistis IIDalam Keluarga
  • 82.
    Egoistis III dalam politik 2. Tipe Bunuh diri altruistik Sesoeorang melakukan bunuh diri, karena orang tersebut mempunyai integrasi sosial yang sangat kuatdianggap mengabdi terhadap kelompoknya Contoh: - Sati di India - Harakiri di Jepang (jika kalah perang) 3. Tipe bunuh diri anomi (kekaburan norma) Bunuh diri yang dilakukan karena terjadinya perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, sehingga orang kehilangan pegangan hidup/pedoman hidup Contoh: Orang kaya  bangkrut
  • 83.
    14. MAX WEBER Education of Sociology and Anthropology Department Social Science Faculty, Semarang State University
  • 84.
    MAXIMILIAN WEBER (1864-1920) • Lahir dan besar di Jerman • Keluarga kaya dan terpandang, ayah seorang birokrat dan ibu seorang pemeluk Calvinisme yg taat. • Mendalami Hukum, Politik, Sosiologi dan Ekonomi. • Mengawali karir sebagai praktisi hukum • Dianggap salah satu tokoh pendiri sosiologi dan administrasi negara modern.
  • 85.
    Sosiologi menurut Weber Suatudisiplin ilmu pengetahuan yg mempelajari tentang perilaku individu atau tindakan sosial melalui proses penafsiran atau verstehen yang bersifat sangat subyektif. Yg dipelajari: perilaku manusia  bukan yg nampak tp yg ada dibalik kemunculan perilaku tsb.
  • 86.
    Sosiologi agama • Menganalisisagama-agama di dunia. • Tema kajian: 1) efek pemikiran agama dlm kegiatan ekonomi, 2) hubungan antara stratifikasi sosial dan pemikiran agama. • Tujuannya: mencari keterkaitan ajaran agama dengan karakteristik budaya barat dan timur dan berkembangnya kapitalisme di barat dan timur. • Marx: kekuatan pokok perubahan sosial adlh ekonomi. Weber: kekuatan itu ada pada agama.
  • 87.
    Etika Protestan • Sistkepercayaan Katolik Roma: cara hidup tradisional penganutnya. Sist kepercayaan Protestan: Pro Perubahan. • Paradoks agama: agama biasanya menjauhkan diri dari urusan duniawi (pengejaran ekonomi) tp hal ini tdk tjd di agama Protestan. • Protestanisme: penganut tdk memiliki jaminan spiritual shg mencari “tanda” yi kesuksesan finansial dg cara berhemat, menabung, investasi surplus. Akibatnya: lahirnya kapitalisme.
  • 88.
    • Semangat kapitalisme: gagasan dan kebiasaan yang mendukung pengejaran rasional terhadap keuntungan ekonomi. • Agama mrpk faktor kunci kemunculan kapitalisme.
  • 89.
    Birokrasi • Birokrasi sbgkelompok baru  utk mencapai hasil yg efisien. • Birokrasi: hal yg lazim. • Ciri birokrasi: 1. jenjang yg jelas, tugas ke bawah dan tanggung jawab ke atas. 2. ada pembagian kerja 3. peraturan tertulis 4.komunikasi dan rekaman tertulis 5. sifat tdk pribadi  jabatan
  • 90.
    • Birokrasi tlhmjd suatu ciri baku dlm kehidupan sosial krn mrpk bentuk organisasi yg sangat kuat. Birokrasi memanfaatkan energi orang utk mencapai tujuan khusus. • Birokrasi akan mendominasi kehidupan masy. • Proses ini dinamakan rasionalisasi masy  birokrasi dg peraturan, prosedur, dan titik berat pd hasil, akan semakin mengatur kehidupan kita.
  • 91.
    • Sisi gelapbirokrasi: red tape . birokrasi terikat kuat pada red tape formalitas dan rutinitas berlebihan yg dibutuhkan sblm tindakan resmi dpt dilakukan. Sehingga peraturan itu justru merintangi tujuan organisasi. Peraturan adalah peraturan. • Kekuasaan (power): kekuasaan utk melaksanakan keinginan penguasa. wewenang (authority): kekuasaan yg sah. • Weber: negara menguasai hak eksklusif atas penggunaan kekerasan dan hak untuk menghukum siapa pun yg menggunakan kekerasan  dg cara ??
  • 92.
    Tipe Wewenang: 1. Wewenangtradisional berasal dari tradisi, kebiasaan, pada masy kesukuan. 2. Wewenang rasional – legal kesepakatan bersama yg masuk akal dan sah secara hukum (peraturan tertulis). Biasanya terkait birokrasi = wewenang birokratis. Wewenang ini berasal dari “posisi” yg diduduki seseorang, bukan orangnya. Semua posisi tunduk pada hukum. 3. Wewenang karismatik individu karismatik seseorang yg menarik bagi orang lain krn mrk percaya bhw org tsb tlh tersentuh oleh Tuhan atau dianugerahi kekuatan oleh alam.
  • 93.
    GEORG SIMMEL • Menyelidikimasalah solidaritas dan konflik yg berkaitan dg besar kecilnya kelompok. • Besarnya jumlah anggota kelompok  mempengaruhi interaksi dalam kelompok
  • 94.
    • Relevansi sosiologispertikaian - Setiap individu tidak akan mempunyai bentukan pribadi hanya melalui penyerasian belaka, akan ttp jg kadang2 melalui pertikaian. - Persatuan memiliki 2 pengertian: 1. Merupakan kesepakatan dan persesuaian individu yg berinteraksi 2. Energi maupun bentuk2 yg mjd suatu keseluruhan klpk yg mencakup hubungan2 seragam. • Pertikaian sbg kekuatan integratif dlm kelompok. - Dlm kelompok kecil  srg tjd pertengkaran,ketidaksesuaian, kontroversi  merupkn unsur2 yg mjd landasan persatuan klp itu. - Kadang2 manusia harus berinteraksi dg orang lain yg mpy sikap kurang menyenangkan. - Fungsi oposisi: sbg penyeimbang  sehingga hubungan dpt dipertahankan.
  • 95.
    • Homogenitas +heterogenitas dalam hubungan sosial. - Hubungan antar manusia bersifat rumit - Dalam hubungan antar manusia yg berhadapan adalah kesatuan kepribadian masing2. - Pada awal perkembangan hub seringkali menyatukan kekuatan2 pemisah dan pemersatu  dlm perkembangan akan tampak nyata. • Antagonisme sebagai unsur dalam kerja sama. - Perkelahian yg bertujuan membunuh/menghancurkan pihak lain  tidak ada unsur pemersatu - Apabila ada pembatasan thd berlakunya kekerasan  ada faktor kerja sama. contoh: - dalam perang - pertandingan tinju dll.
  • 96.
    • Hakikat permusuhan: - Manusia makhluk egoistis - Bermusuhan berpasangan dengan simpati - Dlm perkelahian masalah sebab + akibat sulit diidentifikasi. - Lebih sulit menanamkan simpati daripada permusuhan. • Dorongan untuk bermusuhan: - Dorongan untuk bermusuhan merupakan pasangan akan kebutuhan rasa simpati. - Dlm masy primitif perang mrpkn salah satu upaya berhubungan dg kelompok lain blm mengenal komunikasi. - Permusuhan berarti berhentinya hubungan, pengunduran diri, menghindarkan diri dari terjadinya hubungan. - Dorongan spontan sifatnya terbatas.
  • 97.
    • Konflik kepentingan Pertikaian  1. menyangkut unsur2 di luar masalah pribadi 2. menyangkut masalah subyektif tanpa menyinggung kepentingan obyektif. Pd tipe ke dua  orang akan mengejar musuh apabila: - dia dapat mempelajari sesuatu dari musuh - sikap demikian dpt mengurangi permusuhan ttp dpt juga menambah.
  • 98.
    • Persamaan kualitassbg landasan pertikaian - Manusia mpy persamaan dg warga masy lain, shg perbedaanlah yg dianggap menentukan posisinya. - Perpecahan seringkali krn banyaknya ciri2 yg sama, shg ketidaksepakatannya yg minim akan menim- bulkan masalah besar. • Pertikaian dlm hubungan akrab - Orang cenderung menghindari pertikaian dlm hub akrab. - Ada kalanya kebencian timbul setelah seseorang kecewa thd pihak lain  perasaan thd hal2 yg lain masa lampau memegang peranan penting.
  • 99.
    • Intensitas konfliksering berbandingan dengan tingkat solideritas • Konflik berbeda dg persaingan - Persaingan tidak perlu mencakup kontak langsung antar pribadi - Mereka berjuang sendiri2 untuk tujuan yg sama - Keuntungan bagi satu pihak  kerugian bagi pihak lain - Sering membutuhkan pihak ketiga  harus peka thd kebutuhan + keinginan pihak ketiga. - Untuk menjamin kemenangan pribadi menyebabkan perhatian + motivasi diarahkan ke luar thd kebutuhan orang lain.
  • 100.
    • Kehidupan sosialmemperlihatkan siklus perdamaian dan konflik, persahabatan dan permusuhan. • Motivasi untuk mengahiri konflik biasanya disebabkan - lelah/bosan - adanya keinginan untuk mencurahkan perhatian kpd hal2 lain. • Cara mengahiri konflik - kemenangan pihak satu/kekalahan pihak lain - kompromi/persetujuan - perdamaian - ketidakmungkinan untuk berdamai.
  • 101.
    • Hal2 ygmempengaruhi pertikaian: - Semakin besar keterlibatan emosional, semakin besar potensi melakukan kekerasan. - Permusuhan, iri hari di masa lampau akan mening- katkan pertikaian. - Semakin besar dan semakin mudah mengidentifikasi klp yg bertikai, semakin besar pula solideritas internalnya. - Intensitas pertikaian yg rendah  memberi peluang untuk menyalurkan rasa permusuhan para anggta. - Solideritas internal akan meningkat apabila pertikaian tjd secara insidental. - Pertikaian yg lama + mendalam mengakibatkan terjadinya koalisi2 tidak hanya pada pihak yg bertikai, namun juga pihak2 yg kena pengaruh dr pertikaian.
  • 102.
    • Fungsi pertikaian - Intensitas pertikaian mengakibatkan terjadinya perubahan organisasi kelompok yg bertikai. - Akibat pertikaian, akan tjd solideritas internal apabila: - klp itu kecil - klp itu mrpkn minoritas - klp itu dlm proses mempertahankan diri • Semakin komplek pembagian kerja  semakin tinggi ketergantungan  strategi untuk mempertahankan klp yg besar. • Kelompok besar  anggotanya tidak saling mengenal  memakai tanda2/atribut
  • 103.
    • Dasar pembentukanklp yg paling primitif: keluarga, geografi • Kepentingan bersama  dasar dari pembentukan kelompok • Komunitas agama dibentuk secara sosial  tidak mengenal usia, seks, kedekatan geografis. • Dasar pembentukan klp  berkembang  rasional contoh: serikat buruh jenis pek yg sama, majikan sama jenis pek berbeda, majikan sama jenis pek sama, majikan berbeda • Keterlibatan orang dlm klp ganda  dpt mengembangkan berbagai peran yg berbeda sesuai dg klp yg ada.
  • 104.