MEKANIKA TEKNIK
PENDAHULUAN
Disusun Oleh:
Elixs Tua Sitompul(5192411008)
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Mechanics
Rigid Bodies
(Things that do not change shape)
Deformable Bodies
(Things that do change shape)
Fluids
Statics Dynamics Incompressible Compressible
Apa itu Mekanika?
Cabang ilmu fisika yang berbicara tentang
keadaan diam atau geraknya benda-benda
yang mengalami kerja atau aksi gaya
Apa pentingnya mekanika (statik) /
keseimbangan ?
Apa perbedaan Partikel dan Benda Tegar ?
Partikel:
Mempunyai suatu
massa namun
ukurannya dapat
diabaikan, sehingga
geometri benda
tidak akan terlibat
dalam analisis
masalah
Benda Tegar:
Kombinasi sejumlah
partikel yang mana
semua partikel
berada pada suatu
jarak tetap terhadap
satu dengan yang
lain
Contoh Partikel
Contoh Benda Tegar
Review Sistem Satuan
• Four fundamental physical quantities. Length, Time, Mass, Force.
• We will work with two unit systems in static’s: SI & US Customary.
Bagaimana konversi dari SI ke US atau sebaliknya ?
Hukum Newton 2
F = m . a
Dengan : F = Gaya (newton)
m = Massa (Kg)
a = Percepatan gravitasi ( ) 2
. 
s
m
Gaya
Pada Kesetimbangan Statik besar
gaya-gaya yang searah sumbu harus
sama atau jumlah gaya-gaya searah
sumbu = 0
1
F
)
(
* tension
tarik
Gaya
2
F
1
F 2
F
)
(
* e
compressiv
desak
Gaya
2
1 F
F
Statis
gan
kesetimban

2
1 F
F
Statis
gan
kesetimban

Pengertian gaya luar dan gaya
dalam
1
p 2
p
a
1
p
1
F
a
a
a
2
p
a
a
2
F
2
1 P
P 
Pada saat kesetimbangan statis
Dengan : P1 & P2 = gaya luar
F1 & F2 = gaya dalam
2
2
1
1 F
P
maka
F
P 

2
1 F
F 
Tegangan / Stress
F
Pada irisan balok bidang abcd terdapat element
luas dA dan mendapat gaya dalam sebesar dF
)
(
p dA
dF
a
a
b
b
c
c
d
d
F
Intensitas gaya normal per satuan luas, satuan Pascal (N/m2)
Pada penampang balok abcd, hubungan antara
variable adalah sbb:
Bila gaya luar terdistribusi merata diseluruh luas
penampang maka,
dA
dF
dA
dF
.

 


  


p A
A
P
dA
dF
0 0
.


A
P


Bila gayanya merupakan gaya
geser (v) maka,
A
V
geser 

Jenis tegangan menurut arah gayanya
 Tegangan tarik (tensile stress)
 Tegangan tekan (push Stress)
 Tegangan geser (Shear Stress)
p
p
p
p
v
Untuk
Tegangan tarik
Gaya yang bekerja tegak lurus
dengan bidang per satuan luas
Tegangan tekan
Tegangan geser Gaya yang bekerja sejajar dengan
bidang per satuan luas
Regangan / Strain ( )
Besaran yang menyatakan hasil bagi
antara deformasi/perubahan terhadap
keadaan awal
Deformasi panjang:
Positif bertambah panjang
Negatif bertambah pendek

0

L
0

L
Deformasi
Positif
Negatif
L

L

0
L
p
p
p
p
Regangan = ε = ∆L / Lo
(tanpa satuan)
Jenis-jenis regangan berdasarkan arah
regangan terhadap gaya atau tegangan
 Regangan yang sejajar dengan gaya atau tegangan
dinamakan dengan regangan longitudinal / positip
/ekspansi
 Regangan yang tegak lurus dengan gaya atau tegangan
dinamakan dengan regangan lateral/negatif/kompresif
Poison’s Ratio (μ) atau (η)
 Hasil bagi antara regangan negatif dan
regangan positip
 μ = regangan negatif / regangan positip
 Poison’s ratio besarnya bergantung jenis
bahan
Hukum Hooke (tentang elastisitas)
Keterangan :
o - p daerah Proporsional
P - a daerah elastisitas
a - b daerah pemuaian
c titik putus
max


o
p
a
b
c
Hukum Hooke
 Sampai batas tertentu tegangan yang
dialami bahan sebanding dengan regangan
 Tegangan = E. regangan
 E = Modulus Elastisitas/Modulus Young
yang besarnya bergantung pada jenis
bahan
 Untuk perancangan suatu bahan, tegangan
harus maksimum sampai titik elastis
Tegangan Tiga Dimensi
Suatu benda isotropik mendapat gaya normal
dalam tiga arah sehingga mengalami tiga jenis
tegangan ( ),karena ada tiga tegangan
yang bekerja secara simultan maka efek
poissons akan muncul secara bersamaan
z
y
x 

 ,
,
Efek Poissons
x

z

y

x

z

y

Dari gambar di atas
menyebabkan
regangan ekspansi searah sumbu x,
regangan kompresi searah sumbu z & y,
menyebabkan
regangan ekspansi searah sumbu y,
regangan kompresi searah sumbu x & z
xx

x

y

yy

yx
 zx

xy
 zy

menyebabkan
regangan ekspansi searah sumbu z,
regangan kompresi searah sumbu x & y
 Regangan Total :
zz

z

zz
zy
zx
z
yz
yy
yx
y
xz
xy
xx
x





















1
xz
 yz

Dari perbandingan poissons :


















zz
yz
zz
xz
z
sb
yy
zy
yy
xy
y
sb
xx
zx
xx
yx
x
sb






;
:
;
:
;
:
2
Subtitusi (2) ke (1)
   
   
   









z
y
x
z
y
x
z
y
x
z
y
x
x
z
y
x
y
z
y
x
x






3


 


E
z
E
y
E
x
Hooke
Hukum
z
z
y
y
x
x



,
, 4
Subsitusi (4) ke (3)
)
(
1
)
(
1
)
(
1
z
y
x
z
z
y
y
y
z
y
x
x
E
E
E





















Dilatasi
Bila tiga tegangan bekerja secara simultan maka
akan terjadi perubahan volume
Misal :
Volume = dx.dy.dz
Setelah meregang
Volume =
Panjang awal (dx)
Panjang akhir (dx + ) =
dz
dy
dx z
y
x )
1
(
.
)
1
(
.
)
1
( 

 


dx
dx x.



dx
 dx
x )
1
( 

Perubahan Volume ( )
= Volume akhir – Volume awal
=
Regangan Volume ( )
V

V

V
 dz
dy
dx
dz
dy
dx
z
y
x 


 )
1
( 


v




0
V
V
v

dz
dy
dx
dz
dy
dx
dz
dy
dx
z
y
x 


 )
1
( 


dilatasi
e z
y
x 


 


Subtitusi ke persamaan sebelumnya
)
(
)
2
1
(
z
y
x
E
e 








MEDIA PRESENTASE

  • 1.
    MEKANIKA TEKNIK PENDAHULUAN Disusun Oleh: ElixsTua Sitompul(5192411008) FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
  • 2.
    Mechanics Rigid Bodies (Things thatdo not change shape) Deformable Bodies (Things that do change shape) Fluids Statics Dynamics Incompressible Compressible Apa itu Mekanika? Cabang ilmu fisika yang berbicara tentang keadaan diam atau geraknya benda-benda yang mengalami kerja atau aksi gaya
  • 3.
    Apa pentingnya mekanika(statik) / keseimbangan ?
  • 4.
    Apa perbedaan Partikeldan Benda Tegar ? Partikel: Mempunyai suatu massa namun ukurannya dapat diabaikan, sehingga geometri benda tidak akan terlibat dalam analisis masalah Benda Tegar: Kombinasi sejumlah partikel yang mana semua partikel berada pada suatu jarak tetap terhadap satu dengan yang lain
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    Review Sistem Satuan •Four fundamental physical quantities. Length, Time, Mass, Force. • We will work with two unit systems in static’s: SI & US Customary. Bagaimana konversi dari SI ke US atau sebaliknya ?
  • 8.
    Hukum Newton 2 F= m . a Dengan : F = Gaya (newton) m = Massa (Kg) a = Percepatan gravitasi ( ) 2 .  s m Gaya
  • 9.
    Pada Kesetimbangan Statikbesar gaya-gaya yang searah sumbu harus sama atau jumlah gaya-gaya searah sumbu = 0
  • 10.
    1 F ) ( * tension tarik Gaya 2 F 1 F 2 F ) ( *e compressiv desak Gaya 2 1 F F Statis gan kesetimban  2 1 F F Statis gan kesetimban 
  • 11.
    Pengertian gaya luardan gaya dalam 1 p 2 p a 1 p 1 F a a a 2 p a a 2 F 2 1 P P 
  • 12.
    Pada saat kesetimbanganstatis Dengan : P1 & P2 = gaya luar F1 & F2 = gaya dalam 2 2 1 1 F P maka F P   2 1 F F 
  • 13.
    Tegangan / Stress F Padairisan balok bidang abcd terdapat element luas dA dan mendapat gaya dalam sebesar dF ) ( p dA dF a a b b c c d d F Intensitas gaya normal per satuan luas, satuan Pascal (N/m2)
  • 14.
    Pada penampang balokabcd, hubungan antara variable adalah sbb: Bila gaya luar terdistribusi merata diseluruh luas penampang maka, dA dF dA dF .           p A A P dA dF 0 0 .   A P  
  • 15.
    Bila gayanya merupakangaya geser (v) maka, A V geser  
  • 16.
    Jenis tegangan menurutarah gayanya  Tegangan tarik (tensile stress)  Tegangan tekan (push Stress)  Tegangan geser (Shear Stress) p p p p v
  • 17.
    Untuk Tegangan tarik Gaya yangbekerja tegak lurus dengan bidang per satuan luas Tegangan tekan Tegangan geser Gaya yang bekerja sejajar dengan bidang per satuan luas
  • 18.
    Regangan / Strain( ) Besaran yang menyatakan hasil bagi antara deformasi/perubahan terhadap keadaan awal Deformasi panjang: Positif bertambah panjang Negatif bertambah pendek  0  L 0  L
  • 19.
  • 20.
    Regangan = ε= ∆L / Lo (tanpa satuan)
  • 21.
    Jenis-jenis regangan berdasarkanarah regangan terhadap gaya atau tegangan  Regangan yang sejajar dengan gaya atau tegangan dinamakan dengan regangan longitudinal / positip /ekspansi  Regangan yang tegak lurus dengan gaya atau tegangan dinamakan dengan regangan lateral/negatif/kompresif
  • 22.
    Poison’s Ratio (μ)atau (η)  Hasil bagi antara regangan negatif dan regangan positip  μ = regangan negatif / regangan positip  Poison’s ratio besarnya bergantung jenis bahan
  • 23.
    Hukum Hooke (tentangelastisitas) Keterangan : o - p daerah Proporsional P - a daerah elastisitas a - b daerah pemuaian c titik putus max   o p a b c
  • 24.
    Hukum Hooke  Sampaibatas tertentu tegangan yang dialami bahan sebanding dengan regangan  Tegangan = E. regangan  E = Modulus Elastisitas/Modulus Young yang besarnya bergantung pada jenis bahan  Untuk perancangan suatu bahan, tegangan harus maksimum sampai titik elastis
  • 25.
    Tegangan Tiga Dimensi Suatubenda isotropik mendapat gaya normal dalam tiga arah sehingga mengalami tiga jenis tegangan ( ),karena ada tiga tegangan yang bekerja secara simultan maka efek poissons akan muncul secara bersamaan z y x    , ,
  • 26.
  • 27.
    Dari gambar diatas menyebabkan regangan ekspansi searah sumbu x, regangan kompresi searah sumbu z & y, menyebabkan regangan ekspansi searah sumbu y, regangan kompresi searah sumbu x & z xx  x  y  yy  yx  zx  xy  zy 
  • 28.
    menyebabkan regangan ekspansi searahsumbu z, regangan kompresi searah sumbu x & y  Regangan Total : zz  z  zz zy zx z yz yy yx y xz xy xx x                      1 xz  yz 
  • 29.
    Dari perbandingan poissons:                   zz yz zz xz z sb yy zy yy xy y sb xx zx xx yx x sb       ; : ; : ; : 2
  • 30.
    Subtitusi (2) ke(1)                      z y x z y x z y x z y x x z y x y z y x x       3       E z E y E x Hooke Hukum z z y y x x    , , 4
  • 31.
    Subsitusi (4) ke(3) ) ( 1 ) ( 1 ) ( 1 z y x z z y y y z y x x E E E                     
  • 32.
    Dilatasi Bila tiga teganganbekerja secara simultan maka akan terjadi perubahan volume Misal : Volume = dx.dy.dz Setelah meregang Volume = Panjang awal (dx) Panjang akhir (dx + ) = dz dy dx z y x ) 1 ( . ) 1 ( . ) 1 (       dx dx x.    dx  dx x ) 1 (  
  • 33.
    Perubahan Volume () = Volume akhir – Volume awal = Regangan Volume ( ) V  V  V  dz dy dx dz dy dx z y x     ) 1 (    v     0 V V v  dz dy dx dz dy dx dz dy dx z y x     ) 1 (    dilatasi e z y x       
  • 34.
    Subtitusi ke persamaansebelumnya ) ( ) 2 1 ( z y x E e        