PERSAMAAN DAN FUNGSI
LINEAR
PERSAMAAN LINEAR
• Persamaan linear adalah persamaan dengan
variabel berpangkat satu.
• Persamaan linear hanya memiliki satu
buahnilai peubah bagi x
• Misalnya : 3x - 6 = 0, variabel x memiliki
pangkat satu.
CONTOH
3x – 6 = 0
3 x = 6
x = 6/3
x = 2
• Persamaan linear juga dapat memiliki lebih
dari satu peubah yang berpangkat satu,
misalnya : 2x + y – 4 = 0 atau x + 3y – 4z = 6,
dan seterusnya.
• x, y, dan z adalah variabel (peubah) yang
masing-masing mempunyai nilai maksimum
satu buah
PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEAR
• Untuk menghitung nilai variabel dari suatu
persamaan linear dengan satu variabel dapat
dilakukan secara langsung, misalnya :
1) 2x + 4 = 0 2) 2x – 3 = 4x + 1
2x = -4 2x – 4x = 1 + 3
x = -4/2 -2x = 4
x = -2 x = 4/-2
x = -2
PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEAR
• Jika persamaan linear tersebut memiliki lebih dari
satu variabel, maka dapat digunakan cara
substitusi dan eleminasi.
• Jika persamaan linear tersebut memiliki dua
variabel, maka untuk menyelesaikannya (mencari
nilai variabel yang memenuhi) minimal harus ada
dua bentuk persaman yang diketahui.
• Begitu pula jika variabelnya ada 3 buah, maka
untuk menyeleaikan persamaan tersebut juga
diperlukan minmimal tiga persamaan linear yang
diketahui.
CONTOH
Hitunglah nilai x dan y yang memenuhi
persamaan berikut :
3x + y – 7 = 0
2x – y – 3 = 0
TEKNIK SUBSTITUSI
3x + y – 7 = 0 ---------------- persamaan 1
2x – y – 3 = 0 ---------------- persamaan 2
3x + y – 7 = 0
y = -3x + 7  disubstitusi ke persamaan 2
2x – y – 3 = 0
2x – (-3x + 7) - 3 = 0
2x + 3x – 7 – 3 = 0
5x –10 = 0
5x = 10
x = 10/5  x = 2 -----  disubstitusikan ke
persamaan 1 atau 2
3 x + y – 7 = 0
3 (2) + y – 7 = 0
6 + y –7 = 0
y = 7 – 6  y = 1
Jadi nilai x yang memenuhi persamaan tersebut
adalah 2 dan nilai y adalah 1  (2, 1)
TEKNIK ELEMINASI
3x + y – 7 = 0
2x – y – 3 = 0 +
5x – 10 = 0
5x = 10
x = 10/5  x = 2
3 x + y – 7 = 0
3 (2) + y – 7 = 0
6 + y –7 = 0
y = 7 – 6  y = 1
PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEAR DENGAN
TIGA VARIABEL
Hitunglah nilai x, y, dan z yang memenuhi
persamaan linear berikut :
2x + 3y – z = 5 --------- persamaan 1
x – 2y – z = -6 --------- persamaan 2
3x + y + 2z = 11 --------- persamaan 3
2x + 3y – z = 5 ------ persamaan 1
x – 2y – z = -6 - ------ persamaan 2
x + 5y = 11 ----- persamaan 4
2x + 3y – z = 5 ------- persamaan 1 dikali 2
3x + y + 2z = 11 ------- persamaan 3
4x + 6y – 2z = 10 ---- persamaan 1
(baru)
3x + y + 2z = 11 + ---- persamaan 3
7x + 7y = 21 ---------- persamaan 5
x + 5y = 11 --- persamaan 4 dikali 7
7x + 7y = 21 --- persamaan 5
7x + 35y = 77 --- persamaan 4 (baru)
7x + 7y = 21 - --- persamaan 5
28 y = 56
y = 56/28
y = 2  substitusi ke pers 4 atau 5
x + 5y = 11 ------- persamaan 4
x + 5(2) = 11
x + 10 = 11
x = 11 – 10 x = 1
substitusi nilai x dan y kepersamaan 1 atau 2 atau 3
2x + 3y – z = 5 ------ persamaan 1
2 (1) + 3 (2) – z = 5
2 + 6 – z = 5
- z = 5 – 2 – 6  - z = -3  z = 3
Jadi nilai yang memenuhi adalah :
x = 1, y = 2, dan z = 3
Latihan
Tentukan nilai-nilai yang memenuhi persamaan linear berikut :
1) 3x + 6 = 4 – x 2) (x – 3) = x + 5
3) 4(2x – 7) = 3(x + 2) 4) 3x – y = 7
2x + y = 8
5) 4x – 3y – 3 = 0 6) 5x + 3y = -5
2x + 7y – 27 = 0 4x - 5y = 4
7) 2x + y – 3z = 6 8) - x + 2y – 4z = -14
2x – 3y + z = 6 3x – 3y + z = 12
4x – 2y – 5z = 15 5x – y – 3z = 10
FUNGSI LINEAR
Fungsi linear adalah fungsi polinom yang variabel
bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu :
y = a + bx
dimana y = variabel terikat
x = variabel bebas
a = konstanta
b = variabel atau koefisien
Hubungan antara variabel bebas (x) dan variabel
terikat (y) dapat digambarkan dalam bentuk
grafiks berikut :
Y
y = a + bx
a
0 X
Bentuk umum persamaan linear yang melewati
titik (a, b) dengan gradien m adalah :
y – b = m (x-a)
Dimana : m = gradien = ∆y/∆x
CONTOH 1
Tentukan persamaan linear yang melalui titik (3,4) dan gradiennya
2. Buatlah grafiksnya
Diketahui :
titik (3,4)  a = 3 dan b = 4
gradien (m) = 2
Persamaan linearnya adalah : y – b = m (x-a)
y – 4 = 2 (x – 3)
y – 4 = 2x – 6
y = 2x – 6 + 4
y = 2x – 2
Grafiksnya :
Titik potong dengan sumbu y,  x = 0
y = 2x – 2
y = 2(0) – 2
y = 0 – 2
y = - 2
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, -2)
Titik potong dgn sumbu x,  y = 0
y = 2x – 2
` 0 = 2x – 2
2 = 2x
x = 2/2  x = 1
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (1, 0)
CONTOH 2
Tentukan persamaan garis lurus yang melewati titik
A ( -1, 3) dan titik B (1, -1). Buatlah juga grafiksnya.
Diketahui :
titik A (-1,3) artinya x1 = -1 dan y1 = 3
titik B (1,-1) artinya x2 = 1 dan y2 = -1
Gradien :
)
)
1
(
1
(
)
3
1
(
1





m
)
2
(
)
4
(

m 2


m
Ambil salah satu titik yang telah diketahui (titik A
atau B), misalnya titik A (-1, 3)
Jadi a = -1 dan b = 3 dan gradien (m) = -2
Persamaan linearnya adalah : y – b = m (x-a)
y – 3 = -2 (x – [-1])
y – 3 = -2(x + 1)
y – 3 = -2x - 2
y = -2x – 2 + 3
y = -2x + 1
Grafiksnya :
Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0
y = -2x + 1
y = -2(0) + 1
y = 0 + 1
y = 1 
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 1)
Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0
y = -2x + 1
0 = -2x + 1
2x = 1
x = ½
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (½ , 0)
Y
A(-1,3) 3
2
1 (0, 1)
-2 -1 0 1 2 3
-1
(½, 0)
B (1,-1)
X
-2
-3
y = -2x + 1
Hubungan dua fungsi linear
a) Dua buah fungsi lienar akan terletak secara
berimpit jika fungsi pertama merupakan
kelipatan dari fungsi kedua.
Dengan kata lain
y1 = ny2 a1 = na2 dan b1 = nb2
Misalnya :
Fungsi I : y = 4x – 2
Fungsi II : 3y = 12x – 6
Persamaan linear yang saling berimpit
Y
3
2
1
-2 -1 0 1 2 3
-1
(½, 0)
X
-2 (0, -2)
-3
y = 4x - 2
3y = 12x - 6
b) Dua buah fungsi linear akan terletak sejajar
jika gradien fungsi pertama sama dengan
gradien fungsi kedua.
Dengan kata lain
a1 = a2 dan b1  b2
Misalnya :
Fungsi I : y = 4x – 2
Fungsi II : y = 4x + 1
Persamaan linear yang sejajar
Y
3
2
1
-2 -1 0 1 2 3
-1
(½, 0)
X
-2 (0, -2)
-3
y = 4x - 2
y = 4x + 1
c) Dua buah fungsi linear akan saling tegak lurus jika
gradien fungsi pertama saling berkebalikan dan
memiliki tanda berlawanan dengan gradien fungsi
kedua.
Dengan kata lain
a1  a2 dan a1 = -1/a2
Misalnya :
Fungsi I : y = 4x – 2
Fungsi II : y = -1/4x + 1
Persamaan linear yang saling tegak lurus
Y
3
2
1
-2 -1 0 1 2 3
-1
(½, 0)
X
-2 (0, -2)
-3
y = 4x - 2
y = -¼ x + 1
Contoh soal
Tentukan persamaan linear yang melewati titik A (1,2) dan sejajar dengan
garis y = 3x + 1. Buatlah grafiksnya
Diketahui titik A (1,2)  artinya a = 1, dan b = 2
Gradien persamaan garis y = 3x + 1 adalah m1 = 3
Karena persamaan linearnya sejajar dengan y = 3x + 1 ,
maka m1 = m2 = 3
Jadi persamaan garis tersebut adalah : y – b = m (x-a)
y – 2 = 3 (x – 1)
y – 2 = 3x - 3
y = 3x – 3 + 2
y = 3x – 1
Jadi persamaan linear yang meleati titik A (1,2) dan sejajar dengan garis
y = 3x + 1 adalah persamaan linear y = 3x - 1
Persamaan linear pertama y = 3x + 1
Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0
y = 3x + 1
y = 3(0) + 1
y = 0 + 1
y = 1
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 1)
Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0
y = 3x + 1
0 = 3x + 1
-3x = 1
x = -1/3
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (-1/3 , 0)
Persamaan linear kedua : y = 3x - 1
Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0
y = 3x - 1
y = 3(0) - 1
y = 0 - 1
y = -1
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, -1)
Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0
y = 3x - 1
0 = 3x - 1
1 = 3x
x = 1/3
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (1/3 , 0)
Y
3
2
1 (0, 1)
A(1,2)
-2 -1 0 1 2 3
(-1/3, 0)
-1
(1/3, 0)
X
(0,-1)
-2
-3
y = 3x + 1
y = 3x - 1
Contoh Soal
Tentukan persamaan linear yang melalui titik A (1,1) dan tegak
lurus terhadap garis y = 2x + 4. Carilah titik potong kedua garis
tersebut. Buatlah juga grafiksnya.
Diketahui titik A (1,1  artinya a = 1, dan b = 2
Gradien persamaan garis y = 2x + 4 adalah m1 = 2
Karena persamaan linearnya tegak lurus terhadap
y = 2x + 4, maka m1.m2 = -1  2m2 = -1  m2 = -1/2
Jadi persamaan garis tersebut adalah : y – b = m (x-a)
y – 1 = -1/2 (x – 1)
y – 1 = -1/2x + 1/2
y = -1/2x +1/2 + 1
y = -1/2x + 3/2
Titik Potong kedua garis :
y = 2x + 4
y = -1/2x + 3/2 -
0 = 5/2x + 5/2
5/2x = -5/2  x = -1
y = 2x + 4
y = 2(-1) + 4
y = 2
Jadi titik potong kedua garis adalah (-1, 2)
Persamaan linear pertama y = 2x + 4
Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0
y = 2x + 4
y = 2(0) + 4
y = 0 + 4
y = 4
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 4)
Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0
y = 2x + 4
0 = 2x + 4
-2x = 4
x = -4/2
x = -2 
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (-2 , 0)
Persamaan linear kedua : y = -1/2x + 3/2
Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0
y = -1/2x + 3/2
y = -1/2(0) + 3/2
y = 0 +3/2
y = 3/2
Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 3/2)
Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0
y = -1/2x + 3/2
0 = -1/2x + 3/2
1/2x = 3/2
x = 3/2 / ½
x = 3
Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (3 , 0)
y = 2x + 4
y = -1/2x + 3/2
O
(-2,0)
(3, 0)
(0, 3/2)
(0, 4)
(-1,2)

Matematika kelas x yang menjelaskan .pptx

  • 1.
  • 2.
    PERSAMAAN LINEAR • Persamaanlinear adalah persamaan dengan variabel berpangkat satu. • Persamaan linear hanya memiliki satu buahnilai peubah bagi x • Misalnya : 3x - 6 = 0, variabel x memiliki pangkat satu.
  • 3.
    CONTOH 3x – 6= 0 3 x = 6 x = 6/3 x = 2
  • 4.
    • Persamaan linearjuga dapat memiliki lebih dari satu peubah yang berpangkat satu, misalnya : 2x + y – 4 = 0 atau x + 3y – 4z = 6, dan seterusnya. • x, y, dan z adalah variabel (peubah) yang masing-masing mempunyai nilai maksimum satu buah
  • 5.
    PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEAR •Untuk menghitung nilai variabel dari suatu persamaan linear dengan satu variabel dapat dilakukan secara langsung, misalnya : 1) 2x + 4 = 0 2) 2x – 3 = 4x + 1 2x = -4 2x – 4x = 1 + 3 x = -4/2 -2x = 4 x = -2 x = 4/-2 x = -2
  • 6.
    PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEAR •Jika persamaan linear tersebut memiliki lebih dari satu variabel, maka dapat digunakan cara substitusi dan eleminasi. • Jika persamaan linear tersebut memiliki dua variabel, maka untuk menyelesaikannya (mencari nilai variabel yang memenuhi) minimal harus ada dua bentuk persaman yang diketahui. • Begitu pula jika variabelnya ada 3 buah, maka untuk menyeleaikan persamaan tersebut juga diperlukan minmimal tiga persamaan linear yang diketahui.
  • 7.
    CONTOH Hitunglah nilai xdan y yang memenuhi persamaan berikut : 3x + y – 7 = 0 2x – y – 3 = 0
  • 8.
    TEKNIK SUBSTITUSI 3x +y – 7 = 0 ---------------- persamaan 1 2x – y – 3 = 0 ---------------- persamaan 2 3x + y – 7 = 0 y = -3x + 7  disubstitusi ke persamaan 2 2x – y – 3 = 0 2x – (-3x + 7) - 3 = 0 2x + 3x – 7 – 3 = 0 5x –10 = 0 5x = 10 x = 10/5  x = 2 -----  disubstitusikan ke persamaan 1 atau 2
  • 9.
    3 x +y – 7 = 0 3 (2) + y – 7 = 0 6 + y –7 = 0 y = 7 – 6  y = 1 Jadi nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah 2 dan nilai y adalah 1  (2, 1)
  • 10.
    TEKNIK ELEMINASI 3x +y – 7 = 0 2x – y – 3 = 0 + 5x – 10 = 0 5x = 10 x = 10/5  x = 2 3 x + y – 7 = 0 3 (2) + y – 7 = 0 6 + y –7 = 0 y = 7 – 6  y = 1
  • 11.
    PENYELESAIAN PERSAMAAN LINEARDENGAN TIGA VARIABEL Hitunglah nilai x, y, dan z yang memenuhi persamaan linear berikut : 2x + 3y – z = 5 --------- persamaan 1 x – 2y – z = -6 --------- persamaan 2 3x + y + 2z = 11 --------- persamaan 3
  • 12.
    2x + 3y– z = 5 ------ persamaan 1 x – 2y – z = -6 - ------ persamaan 2 x + 5y = 11 ----- persamaan 4 2x + 3y – z = 5 ------- persamaan 1 dikali 2 3x + y + 2z = 11 ------- persamaan 3 4x + 6y – 2z = 10 ---- persamaan 1 (baru) 3x + y + 2z = 11 + ---- persamaan 3 7x + 7y = 21 ---------- persamaan 5
  • 13.
    x + 5y= 11 --- persamaan 4 dikali 7 7x + 7y = 21 --- persamaan 5 7x + 35y = 77 --- persamaan 4 (baru) 7x + 7y = 21 - --- persamaan 5 28 y = 56 y = 56/28 y = 2  substitusi ke pers 4 atau 5
  • 14.
    x + 5y= 11 ------- persamaan 4 x + 5(2) = 11 x + 10 = 11 x = 11 – 10 x = 1 substitusi nilai x dan y kepersamaan 1 atau 2 atau 3 2x + 3y – z = 5 ------ persamaan 1 2 (1) + 3 (2) – z = 5 2 + 6 – z = 5 - z = 5 – 2 – 6  - z = -3  z = 3 Jadi nilai yang memenuhi adalah : x = 1, y = 2, dan z = 3
  • 15.
    Latihan Tentukan nilai-nilai yangmemenuhi persamaan linear berikut : 1) 3x + 6 = 4 – x 2) (x – 3) = x + 5 3) 4(2x – 7) = 3(x + 2) 4) 3x – y = 7 2x + y = 8 5) 4x – 3y – 3 = 0 6) 5x + 3y = -5 2x + 7y – 27 = 0 4x - 5y = 4 7) 2x + y – 3z = 6 8) - x + 2y – 4z = -14 2x – 3y + z = 6 3x – 3y + z = 12 4x – 2y – 5z = 15 5x – y – 3z = 10
  • 16.
    FUNGSI LINEAR Fungsi linearadalah fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : y = a + bx dimana y = variabel terikat x = variabel bebas a = konstanta b = variabel atau koefisien
  • 17.
    Hubungan antara variabelbebas (x) dan variabel terikat (y) dapat digambarkan dalam bentuk grafiks berikut : Y y = a + bx a 0 X
  • 18.
    Bentuk umum persamaanlinear yang melewati titik (a, b) dengan gradien m adalah : y – b = m (x-a) Dimana : m = gradien = ∆y/∆x
  • 19.
    CONTOH 1 Tentukan persamaanlinear yang melalui titik (3,4) dan gradiennya 2. Buatlah grafiksnya Diketahui : titik (3,4)  a = 3 dan b = 4 gradien (m) = 2 Persamaan linearnya adalah : y – b = m (x-a) y – 4 = 2 (x – 3) y – 4 = 2x – 6 y = 2x – 6 + 4 y = 2x – 2
  • 20.
    Grafiksnya : Titik potongdengan sumbu y,  x = 0 y = 2x – 2 y = 2(0) – 2 y = 0 – 2 y = - 2 Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, -2) Titik potong dgn sumbu x,  y = 0 y = 2x – 2 ` 0 = 2x – 2 2 = 2x x = 2/2  x = 1 Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (1, 0)
  • 22.
    CONTOH 2 Tentukan persamaangaris lurus yang melewati titik A ( -1, 3) dan titik B (1, -1). Buatlah juga grafiksnya. Diketahui : titik A (-1,3) artinya x1 = -1 dan y1 = 3 titik B (1,-1) artinya x2 = 1 dan y2 = -1 Gradien : ) ) 1 ( 1 ( ) 3 1 ( 1      m ) 2 ( ) 4 (  m 2   m
  • 23.
    Ambil salah satutitik yang telah diketahui (titik A atau B), misalnya titik A (-1, 3) Jadi a = -1 dan b = 3 dan gradien (m) = -2 Persamaan linearnya adalah : y – b = m (x-a) y – 3 = -2 (x – [-1]) y – 3 = -2(x + 1) y – 3 = -2x - 2 y = -2x – 2 + 3 y = -2x + 1
  • 24.
    Grafiksnya : Titik potongdengan sumbu y, maka x = 0 y = -2x + 1 y = -2(0) + 1 y = 0 + 1 y = 1  Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 1) Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0 y = -2x + 1 0 = -2x + 1 2x = 1 x = ½ Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (½ , 0)
  • 25.
    Y A(-1,3) 3 2 1 (0,1) -2 -1 0 1 2 3 -1 (½, 0) B (1,-1) X -2 -3 y = -2x + 1
  • 26.
    Hubungan dua fungsilinear a) Dua buah fungsi lienar akan terletak secara berimpit jika fungsi pertama merupakan kelipatan dari fungsi kedua. Dengan kata lain y1 = ny2 a1 = na2 dan b1 = nb2 Misalnya : Fungsi I : y = 4x – 2 Fungsi II : 3y = 12x – 6
  • 27.
    Persamaan linear yangsaling berimpit Y 3 2 1 -2 -1 0 1 2 3 -1 (½, 0) X -2 (0, -2) -3 y = 4x - 2 3y = 12x - 6
  • 28.
    b) Dua buahfungsi linear akan terletak sejajar jika gradien fungsi pertama sama dengan gradien fungsi kedua. Dengan kata lain a1 = a2 dan b1  b2 Misalnya : Fungsi I : y = 4x – 2 Fungsi II : y = 4x + 1
  • 29.
    Persamaan linear yangsejajar Y 3 2 1 -2 -1 0 1 2 3 -1 (½, 0) X -2 (0, -2) -3 y = 4x - 2 y = 4x + 1
  • 30.
    c) Dua buahfungsi linear akan saling tegak lurus jika gradien fungsi pertama saling berkebalikan dan memiliki tanda berlawanan dengan gradien fungsi kedua. Dengan kata lain a1  a2 dan a1 = -1/a2 Misalnya : Fungsi I : y = 4x – 2 Fungsi II : y = -1/4x + 1
  • 31.
    Persamaan linear yangsaling tegak lurus Y 3 2 1 -2 -1 0 1 2 3 -1 (½, 0) X -2 (0, -2) -3 y = 4x - 2 y = -¼ x + 1
  • 32.
    Contoh soal Tentukan persamaanlinear yang melewati titik A (1,2) dan sejajar dengan garis y = 3x + 1. Buatlah grafiksnya Diketahui titik A (1,2)  artinya a = 1, dan b = 2 Gradien persamaan garis y = 3x + 1 adalah m1 = 3 Karena persamaan linearnya sejajar dengan y = 3x + 1 , maka m1 = m2 = 3 Jadi persamaan garis tersebut adalah : y – b = m (x-a) y – 2 = 3 (x – 1) y – 2 = 3x - 3 y = 3x – 3 + 2 y = 3x – 1 Jadi persamaan linear yang meleati titik A (1,2) dan sejajar dengan garis y = 3x + 1 adalah persamaan linear y = 3x - 1
  • 33.
    Persamaan linear pertamay = 3x + 1 Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0 y = 3x + 1 y = 3(0) + 1 y = 0 + 1 y = 1 Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 1) Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0 y = 3x + 1 0 = 3x + 1 -3x = 1 x = -1/3 Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (-1/3 , 0)
  • 34.
    Persamaan linear kedua: y = 3x - 1 Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0 y = 3x - 1 y = 3(0) - 1 y = 0 - 1 y = -1 Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, -1) Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0 y = 3x - 1 0 = 3x - 1 1 = 3x x = 1/3 Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (1/3 , 0)
  • 35.
    Y 3 2 1 (0, 1) A(1,2) -2-1 0 1 2 3 (-1/3, 0) -1 (1/3, 0) X (0,-1) -2 -3 y = 3x + 1 y = 3x - 1
  • 36.
    Contoh Soal Tentukan persamaanlinear yang melalui titik A (1,1) dan tegak lurus terhadap garis y = 2x + 4. Carilah titik potong kedua garis tersebut. Buatlah juga grafiksnya. Diketahui titik A (1,1  artinya a = 1, dan b = 2 Gradien persamaan garis y = 2x + 4 adalah m1 = 2 Karena persamaan linearnya tegak lurus terhadap y = 2x + 4, maka m1.m2 = -1  2m2 = -1  m2 = -1/2 Jadi persamaan garis tersebut adalah : y – b = m (x-a) y – 1 = -1/2 (x – 1) y – 1 = -1/2x + 1/2 y = -1/2x +1/2 + 1 y = -1/2x + 3/2
  • 37.
    Titik Potong keduagaris : y = 2x + 4 y = -1/2x + 3/2 - 0 = 5/2x + 5/2 5/2x = -5/2  x = -1 y = 2x + 4 y = 2(-1) + 4 y = 2 Jadi titik potong kedua garis adalah (-1, 2)
  • 38.
    Persamaan linear pertamay = 2x + 4 Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0 y = 2x + 4 y = 2(0) + 4 y = 0 + 4 y = 4 Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 4) Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0 y = 2x + 4 0 = 2x + 4 -2x = 4 x = -4/2 x = -2  Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (-2 , 0)
  • 39.
    Persamaan linear kedua: y = -1/2x + 3/2 Titik potong dengan sumbu y, maka x = 0 y = -1/2x + 3/2 y = -1/2(0) + 3/2 y = 0 +3/2 y = 3/2 Jadi titik potong dgn sumbu y adalah (0, 3/2) Titik potong dgn sumbu x, maka y = 0 y = -1/2x + 3/2 0 = -1/2x + 3/2 1/2x = 3/2 x = 3/2 / ½ x = 3 Jadi titik potong dgn sumbu x adalah (3 , 0)
  • 40.
    y = 2x+ 4 y = -1/2x + 3/2 O (-2,0) (3, 0) (0, 3/2) (0, 4) (-1,2)