PENGERTIAN LEASING :
FASB-13: (Financial Accounting Standard Board)
Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian penyediaan
barang-barang modal yang digunakan untuk suatu
jangka waktu tertentu.
IAS-17 : (International Accounting Standard)
Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian dimana
lessor menyediakan barang (asset) dengan hak
penggunaan oleh lessee dengan imbalan pembayaran
sewa untuk suatu jangka waktu tertentu.
Keputusan Menteri Keuangan no 1169/KMK.01/1991, 21
Nov 1991 :
Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam
bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa
guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun
sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk
digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu
berdasarkan pembayaran secara berkala
 SKB Menkeu dan Menperin dan Mendag No.
122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/1974, DAN
NO.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974
tentang Perijinan Usaha Leasing.
 SK MenKeu No. 650/MK/IV/5/1974 tentang
Penegasan Ketentuan Pajak Leasing dan Besarnya
Bea Materai terhadap Usaha Leasing.
 Kep Men Keu No. 1251/KMK.013/1988 tentang
Ketentuan Modal Leasing : Perusahaan swasta
nasional Rp. 3 milyar, Perusahaan Patungan
Indonesia – Asing sebesar Rp. 10 milyar, Koperasi
sebesar Rp. 3 milyar
 Keputusan Menteri Keuangan no
1169/KMK.01/1991, 21 Nov 1991 tentang Kegiatan
Sewa Guna Usaha
CIRI KEGIATAN SEWA GUNA USAHA :
1. Perjanjian antara Lessor dengan Lessee
2. Berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor
mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak
lessee
3. Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas
penggunaan barang (asset)
4. Lessee mengembalikan barang tersebut kepada
lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih
dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur
ekonomis barang tersebut
 LESSOR
Perusahaan leasing atau
pihak yang memberikan
jasa pembiayaan kepada
pihak lessee dalam
bentuk barang modal
 LESSEE
Perusahaan atau pihak yang
memperoleh
pembiayaan dalam
bentuk barang modal
dari lessor
 SUPPLIER
Perusahaan atau pihak yang
mengadakan atau
menyediakan barang untuk
disewakan kepada lessee
dengan pembiayaan tunai
dari lessor
 BANK
Pihak yang tidak terlibat secara
langsung dalam leasing,
tetapi menyediakan dana
bagi lessor atau supplier
Lessor
SuplierLessee
1
6
9
8
7
524
3
TEKNIK PEMBIAYAAN LEASING
Finance Lease :
Kegiatan sewa guna usaha, dimana lessee pada akhir
masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli
obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang
disepakati.
Operating Lease :
Kegiatan sewa guna usaha, dimana lessee pada akhir
masa kontrak tidak mempunyai hak opsi untuk membeli
obyek sewa guna usaha.
 The Basics
 A lease adalah perjanjian dalam kontrak antara penyewa
pemberi sewa (lessee and lessor).
 Pemberi sewa memiliki aset dan memberbolehkan penyewa
untuk menggunakan aset dengan imbalan biaya sewa.
Operating Leases
• Biasanya tidak sepenuhnya diamortisasi
• Biasanya mengharuskan pemberi sewa untuk memelihara dan
mengasuransikan aset.
• Penyewa menikmati opsi untuk pembatalan.
Posisi yang tepat berlawanan dengan operating
lease.
1. Tidak menyediakan pemeliharaan atau pelayanan oleh
pemberi sewa.
2. Financial leases diamortisasi secara penuh
3. Penyewa pada umumnya memiliki hak untuk memperbarui
sewa pada saat akhir masa sewa.
4. Biasanya, financial leases tidak dapat dibatalkan.
 Tipe tertentu dari financial lease.
 Terjadi ketika perusahaan menjual aset yang
telah dimiliki ke perusahaan lain dan setelah
itu segera menyewa dari perusahaan pembeli.
 Dua set arus kas yang terjadi:
 Penyewa menerima kas sekarang dari penjualan aset
 Penyewa setuju untuk melakukan pembayaran sewa
secara periodik, dengan demikian penyewa tetap bisa
mempertahankan penggunaan aset.
 Leveraged lease adalah tipe yang lain dari
ifinancial lease.
 Perjanjian tiga sisi antara penyewa, pemberi
sewa, dan pemberi pinjaman.
 Pemberi sewa memiliki aset dan dengan imbalan biaya sewa
memperbolehkan penyewa untuk menggunakan asetnya.
 Pemberi sewa meminjam uang untuk membiayai aset sebagian
 Pemberi pinjaman biasanya menggunakan nonrecourse loan.hal
ini berarti bahwa pemberi sewa tidak memiliki kewajiban
kepada pemberi pinjaman dalam kasus penyewa tidak bisa
membayar sewa.
 Dulu, leases dimasukan ke dalam off-balance-sheet
financing.
 Sekarang, leases diklasifikasikan sebagai capital leases
atau operating leases.
 Operating leases tidak tampak pada neraca
 Capital leases tampak di neraca—present value dari
pembayaran sewa tampak pada kedua sisi.
Balance Sheet
Truck is purchased with debt
Truck $100,000 Debt $100,000
Land $100,000 Equity $100,000
Total Assets $200,000 Total Debt & Equity $200,000
Operating Lease
Truck Debt
Land $100,000 Equity $100,000
Total Assets $100,000 Total Debt & Equity $100,000
Capital Lease
Assets leased $100,000 Obligations under capital lease $100,000
Land $100,000 Equity $100,000
Total Assets $200,000 Total Debt & Equity $200,000
 Lease harus dikapitalisasi jika satu dari beberapa hal di
bawah terjadi:
 Present value dari pembayaran sewa setidaknya 90% dari nilai
pasar aset pada saat lease dimulai.
 Lease mentransfer kepemilikan dari properti kepada penyewa
pada akhir masa sewa.
 Lease term adalah 75% atau lebih dari umur ekonomis aset yang
diestimasi.
 Penyewa dapat membeli aset pada harga yang dapat
dinegosiasikan pada akhir masa sewa.
 Keuntungan utama dari long-term leasing adalah
pengurangan pajak.
 Leasing membolehkan adanya transfer tax benefit dari
pihak yang membutuhkan peralatan tapi tidak dapat
menikmati keuntungan dari tax benefit kepemilikan
kepada pihak yang bisa.
 Secara alami, IRS berusaha untuk membatasi ini,
khususnya jika lease tampak dibuat tersendiri untuk
menghindari pajak.
 Penyewa dapat mengurangi pembayaran sewa jika lease
dikualifikasikan oleh IRS.
1. Termin harus setidaknya kurang dari 30 tahun
2. Tidak ada bargain purchase option (opsi membeli).
3. Lease tidak boleh memiliki jadwal pembayaran di mana sangat tinggi
pada saat awal dan lebih rendah setelah itu.
4. Pembayaran sewa harus memberikan kepada pemberi sewa market
rate of return yang wajar.
5. Lease tidak boleh membatasi hak penyewa untuk menerbitkan surat
hutang atau membayar dividen.
6. Opsi pembaruan harus masuk akal dan merefleksikan nilai pasar
yang wajar dari aset.
Misalkan sebuah perusahaan yang ingin
memperoleh sebuah truk pengangkut
Truk tersebut diharapkan dapat menurunkan
biaya sebesar $4,500 per tahun
Harga truk adalah $25,000 dan memiliki masa
penggunaan 5 tahun.
Jika perusahaan membeli truk, mereka akan
mendepresiasikan secara garis lurus sampai
bernilai nol
Mereka dapat menyewa truk dari perusahaan
leasing dengan biaya sewa tahunan $6,250.
Arus Kas dari Leasing
• Cash Flows: Buy
Year 0 Years 1-5
Cost of truck –$25,000
After-tax savings 4,500×(1-.34) = $2,970
Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700
–$25,000 $4,670
• Cash Flows: Lease
Year 0 Years 1-5
Lease Payments –6,250×(1-.34) = –$4,125
After-tax savings 4,500×(1-.34) = $2,970
–$1,155
• Cash Flows: Leasing Instead of Buying
Year 0 Years 1-5
$25,000 –$1,155 – $4,670 = –$5,825
Arus Kas dari Leasing
• Cash Flows: Leasing Instead of Buying
Year 0 Years 1-5
$25,000 –$1,155 – $4,670 = –$5,825
• Cash Flows: Buying Instead of Leasing
Year 0 Years 1-5
–$25,000 $4,670 –$1,155 = $5,825
• Bagaimanapun juga kita ingin untuk mengkonseptualisasi hal ini, kita
perlu memiliki tingkat bunga di mana dengan tingkat bunga itu kita
mendiskon arus kas masa depan. Tingkat bunga itu adalah after-tax rate
dari hutang perusahaan yang dijamin.
A Detour on Discounting and Debt
Capacity with Corporate Taxes
• Present Value of Riskless Cash Flows
• Di dunia dengan pajak perusahaan, perusahaan harus mendskon arus
kasn dengan after-tax riskless rate of interest.
• Tingkat Hutang Optimal dan Riskless Cash Flows
• Di duni dengan pajak perusahaan, seseorang mementukan peningkatan
pada tingkat hutang optimal perusahaan denga mendiskon arus kas
masuk masa depan setelah pajak yang dijamin dengan after-tax riskless
interest rate.
Analisis NPV dari Keputusan Lease
versus Membeli
• Pembayaran sewa adalah seperti hutang terhadap bond yang
dijamim yang dikeluarkan oleh penyewa.
• Di dunia nyata, banyak perusahaan mendiskon baik
depreciation tax shields dan pembayaran sewa after-tax
interest rate pada hutang yang dijamin oleh penyewa.
Analisis NPV dari Keputusan Lease
versus Membeli
• Ada metode sederhana untuk mengevaluasi lease: diskon
seluruh arus kas dengan after-tax interest rate pada hutang
yang dijamin oleh pentewa. Misalkan tingkat bunga adalah 5%
NPV Leasing Instead of Buying
Year 0 Years 1-5
$25,000 –$1,155 – $4,670 = -$5,825
20.219$
)05.1(
825,5$
000,25$
5
1
−=−= ∑=t
t
NPV
NPV Buying Instead of Leasing
Year 0 Years 1-5
-$25,000 $4,670 – $1,155 = $5,825
20.219$
)05.1(
825,5$
000,25$
5
1
=+−= ∑=t
t
NPV
Debt Displacement and Lease Valuation
• Penerbitan debt displacement memberikan pemahaman intuitif
yang lebih terhadap keputusan lease versus membeli.
• Leases menggantikan hutang—hal ini merupakan biaya yang
tesembunyi dari leasing. Jika perusahaan menyewa, perusahaan
tidak akan menggunakan banyak biaya seperti pada halnya
kebalikan hutang pada umumnya.
• The interest tax shield akan hilang.
• Hutang diganti oleh leasing menghasilkan interest tax shields
yang hilang pada hutang di mana perusahaan tidak akan
kehilangan jika ketika mereka menyewa daripada membeli truk.
Debt Displacement and Lease
Valuation
• Misalkan perusahaan setuju terhadap pembayaran sewa
sebesar $6,250 sebelum pajak. Pembayaran ini akan
mendukung pinjaman sebesar $25,219.20 (lihat halaman
berikut)
• Dalam pertukaran untuk ini, mereka mendapatkan
penggunaan truk seharga $25,000.
• Dengan jelas NPV adalah negatif $219.20, di mana sesuai
dengan perhitungan sebelumnya.
Debt Displacement and Lease
Valuation
Misalkan perusahaan setuju terhadap pembayaran sewa sebesar $6,250
sebelum pajak. Pembayaran ini akan mendukung hutang sebesar $25,219.20
0 1 2 3 4 5
Outstanding Balance of the Loan $25,219.20 $20,655.16 $15,862.92 $10,831.07 $5,547.62 $0.00
Interest $1,910.55 $1,564.78 $1,201.74 $820.54 $420.27
Tax Deduction on interest $649.59 $532.03 $408.59 $278.98 $142.89
After-tax Interest Expense $1,260.96 $1,032.76 $793.15 $541.55 $277.38
Extra Cash that purchasing
firm genereates over leasing firm 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$
05.020.219,25$96.260,1$ ×=
After-Tax Lease Payments –6,250×(1-.34) = –$4,125
Forgone Depreciation Tax Shield – 5,000×(.34) = –$1,700
-$5,825
menghitung peningkatan kapasitas hutang dengan
mendiskon perbedaan antara arus kas dari pembelian dan
Does Leasing Ever Pay: The
Base Case
• Pada contoh di atas, perusahaan memilih untuk membeli, karena
NPV dari leasing negatif $219.20
• Catat bahwa ini adalah kebalikan dari NPV di mana perusahaan
leasing akan miliki:
• Cash Flows: Perusahaan Leasing
Year 0 Years 1-5
Cost of truck –$25,000
Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) =
$1,700
Lease Payments 6,250×(1-.34) =
$4,125
–$25,000 $5,825
20219
051
8255
00025
5
1
.$
).(
,$
,$ =+−= ∑=t
t
NPV
Alasan untuk Leasing
• Good Reasons
• Pajak mungkin dapat dikurangi dengan leasing.
• Kontrak sewa dapat mengurangi bentuk tertentu dari ketidakpastian
• Biaya transaksi dapat lebih tinggi untuk membeli sebuah aset dan
mendanainya dengan hutang atau ekuitas daripada menyewa aset.
• Bad Reasons
• akuntansi
A Tax Arbitrage
• Misalkan perusahaan penyewa sesungguhnya berada pada tax
bracket sebesar 25%. Jika perusahaan mengurangi
pembayaran sewa menjadi $6,200, dapatkah kedua perusahaan
memdapatkan NPV positif?
• Cash Flows: Perusahaan Leasing
Year 0 Years 1-5
Cost of truck –$25,000
Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700
Lease Payments 6,200×(1 –.34) = $4,092
–$25,000 $5,792
NPV = 76.33
• Cash Flows perusahaan: Leasing Instead of Buying
Year 0 Years 1-5
Cost of truck we didn’t buy $25,000
Lost Depreciation Tax Shield 5,000×(.25) = –$1,250
After-Tax Lease Payments 6,200×(1 –.25) = –$4,650
$25,000 –$5,900
NPV = -$543.91
Reservations and Negotiations
• Berapakah pembayaran sewa paling rendah di mana perusahaan leasing
mau terima? Buat NPV menjadi nol, dan cari $Lmin:
• Cash Flows: Perusahaan Leasing
Year 0 Years 1-5
Cost of truck -$25,000
Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700
Lease Payments $Lmin ×(1 –.34) = $Lmin × .66
-$25,000 $1,700 + $Lmin × .66
∑=
+×
+−==
5
1
min
)05.1(
700,1$66.
000,25$0
t
t
L
NPV
∑
∑
=
=
×
−
= 5
1
5
1
min
)05.1(
1$
66.
)05.1(
700,1$
000,25$
t
t
t
t
L
29.173,6$min =L
∑∑ ==
+×=
5
1
5
1
min
)05.1(
700,1$
)05.1(
1$
66.000,25$
t
t
t
t
L
Some Unanswered Questions
• Apakah penggunaan leases dan hutang adalah komplementer?
• Mengapa leases ditawarkan baik oleh pabrik dan pihak ketiga
pemberi sewa?
• Mengapa beberapa aset disewakan lebih dari yang lain?
Summary and Conclusions
• Ada tiga cara untuk menilai menilai sebuahlease.
1. Menggunakan konvensi dunia nyata di mana mendiskon arus kas
tambahan setelah pajak dengan after-tax rate pada hutang yang
dijamin dari pemberi sewa.
2. Hitung peningkatan kapasitas hutang dengan mendiskon perbedaan
antara arus kas dari membeli dan arus kas dari menyewa dengan
after-tax interest rate. Peningkatan pada kapasitas hutang dari
membeli dibandingkan dengan arus kas keluar ekstra pada tahun 0
dari membeli.
3. Gunakan APV(ada pada apendiks)
• Semua akan memberikan hasil yang sama
Appendix:
Pendekatan APV untuk Leasing
APV = All-Equity Value + Financing NPV
Perhitungan yang diperlihatkan pada halaman
berikutnya akan memperlihatkan bahwa untuk
contoh terakhir dari perusahaan (tarif pajak
sebesar 25%)
APV = $591.38 – $1,135.30
APV = –$543.91
Di mana menghasilkan angka yang sama seperti
analisis NPV
Appendix:
Pendekatan APV untuk Leasing
APV = All-Equity Value + Financing NPV
• Untuk mencari nilai all-equity, diskon arus kas dengan pre-tax interest
rate. After tax rate adalah 5% di mana berarti pretax rate
6.66% = 5%/(1-.25).
Arus kas perusahaan: Leasing Instead of Buying
Year 0 Years 1-5
Cost of truck we didn’t buy $25,000
Lost Depreciation Tax Shield 5,000×(.25) = –$1,250
After-Tax Lease Payments 6,200×(1 –.25) = –$4,650
$25,000 –$5,900
38591
066671
9005
00025
5
1
.$
).(
,$
,$valueequity-All =−= ∑=t
t
Appendix:
Pendekatan APV untuk Leasing
APV = All-Equity Value + Financing NPV
• NPV pendanaan adalah interest tax shields yang hilang dari
hutang di mana perusahaan tidak ambil ketika memutuskan
untuk menyewa daripada membeli truk.
• Perusahaan setuju untuk membayar sewa sebesar $5,900.
• Pembayaran ini akan mendukung hutang sebesar $25,543.91
∑=
==
5
1 051
9005
9154325
t
t
).(
,$
.,$capacitydebtIncreased
Appendix:
Pendekatan APV untuk Leasing
Hilangnya interest tax shield terkait dengan tambahan kapasitas
hutang sebesar $25,543.91 memiliki PV sebesar $1,135.30
0 1 2 3 4 5
OutstandingBalance of the Loan $25,543.91 $20,921.11 $16,067.16 $10,970.52 $5,619.05 $0.00
Interest $1,702.93 $1,394.74 $1,071.14 $731.37 $374.60
Tax Deduction on interest $425.73 $348.69 $267.79 $182.84 $93.65
After-tax Interest Expense $1,277.20 $1,046.06 $803.36 $548.53 $280.95
5432
066671
6593
066671
84182
066671
79267
066671
69348
066671
73425
301351
).(
.$
).(
.$
).(
.$
).(
.$
).(
.$
.,$ ++++=−
9154330135138591 .$.,$.$ −=−=APV
Debt Displacement and Lease
Valuation
Hilangnya interest tax shield terkait dengan tambahan kapasitas
hutang sebesar $25,219.20 memeiliki PV $
0 1 2 3 4 5
Outstanding Balance of the Loan $25,219.20 $20,655.16 $15,862.92 $10,831.07 $5,547.62 $0.00
Interest $1,910.55 $1,564.78 $1,201.74 $820.54 $420.27
Tax Deduction on interest $649.59 $532.03 $408.59 $278.98 $142.89
After-tax Interest Expense $1,260.96 $1,032.76 $793.15 $541.55 $277.38
Extra Cash that purchasing
firm genereates over leasing firm 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$
5432
066671
6593
066671
84182
066671
79267
066671
69348
066671
73425
301351
).(
.$
).(
.$
).(
.$
).(
.$
).(
.$
.,$ ++++=−
9154330135138591 .$.,$.$ −=−=APV
1. INDEPENDENT LEASING
COMPANY
Perusahaan leasing yang berdiri
sendiri atau independent dari
supplier/ produsen. Perusahaan
dapat memperoleh barang dari
berbagai supplier/produsen
Contoh : Adira, WOM, SOF (Summit
Oto Finance), FIF (Federal
International Finance – Honda)
2. CAPTIVE LESSOR
Perusahaan leasing yang didirikan
sendiri oleh produsen untuk
membiayai penjualan produk-
produknya.
Contoh : ACC (Astra Credit Company,
BAF (Busan Auto Finance –
Yamaha) Indomobil Finance –
Suzuki.
3. LEASE BROKER/
PACKAGER
Perusahaan leasing yang
mempertemukan calon lessee
dengan pihak lessor yang
membutuhkan barang dengan
cara leasing. Perusahaan ini
juga dapat memberikan jasa-
jasa yang dibutuhkan dalam
leasing seperti pendanaan dan
barang, tetap dalam fungsinya
sebagai penghubung.
Contoh : Era, Mentari, Ray White,
Columbia, Columbus,
 Pembiayaan penuh
 Lebih Fleksibel
 Sumber Pembiayaan
Alternatif
 Off Balance Sheet
 Arus Dana
 Proteksi Inflasi
 Perlindungan Akibat
Kemajuan Teknologi
 Sumber Pelunasan
Kewajiban
 Kapitalisasi Biaya
 Risiko Keusangan
 Kemudahan
Penyusunan
Anggaran
 Pembiayaan Proyek
Skala Besar
 Meningkatkan Debt
Capacity
Penjelasan Leasing Sewa beli Sewa
menyewa
Kredit Bank
Jenis Barang Barang bergerak &
Tidak bergerak
Barang bergerak Barang
bergerak perlu
pemeliharaan
Semua jenis
investasi
Penyewa /
pembeli
Perusahaan atau
perorangan
Perusahaan atau
perorangan
Perusahaan
atau
perorangan
Perusahaan atau
perorangan
Bentuk
perusahaan
Badan hukum Suplier Suplier Bank
Pemilikan
barang
Perusahaan
Leasing
Pemilik Barang Pemilik Barang Debitur
Jangka Waktu Menengah Pendek Menengah /
pendek
Pendek / Panjang
/ menengah
Besarnya
pembiayaan
100% 80% Lebih rendah 80%
Biaya bunga Bunga + margin Tinggi Bunga + margin Interbank rate :
spread
Akhir Kontrak •Menggunakan hak
opsi tuk membeli
•Memperpanjang
nilai kontrak
•Mengembalikan
kepada lessor
Barang menjadi
milik penyewa
Barang kembali
kepada pemilik
modal
•Kredit lunas
•Jaminan kembali
ke debitur.

Manajemen leasing

  • 2.
    PENGERTIAN LEASING : FASB-13:(Financial Accounting Standard Board) Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian penyediaan barang-barang modal yang digunakan untuk suatu jangka waktu tertentu. IAS-17 : (International Accounting Standard) Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian dimana lessor menyediakan barang (asset) dengan hak penggunaan oleh lessee dengan imbalan pembayaran sewa untuk suatu jangka waktu tertentu.
  • 3.
    Keputusan Menteri Keuanganno 1169/KMK.01/1991, 21 Nov 1991 : Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala
  • 4.
     SKB Menkeudan Menperin dan Mendag No. 122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/1974, DAN NO.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang Perijinan Usaha Leasing.  SK MenKeu No. 650/MK/IV/5/1974 tentang Penegasan Ketentuan Pajak Leasing dan Besarnya Bea Materai terhadap Usaha Leasing.  Kep Men Keu No. 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan Modal Leasing : Perusahaan swasta nasional Rp. 3 milyar, Perusahaan Patungan Indonesia – Asing sebesar Rp. 10 milyar, Koperasi sebesar Rp. 3 milyar  Keputusan Menteri Keuangan no 1169/KMK.01/1991, 21 Nov 1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha
  • 5.
    CIRI KEGIATAN SEWAGUNA USAHA : 1. Perjanjian antara Lessor dengan Lessee 2. Berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lessee 3. Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang (asset) 4. Lessee mengembalikan barang tersebut kepada lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomis barang tersebut
  • 6.
     LESSOR Perusahaan leasingatau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal  LESSEE Perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor  SUPPLIER Perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk disewakan kepada lessee dengan pembiayaan tunai dari lessor  BANK Pihak yang tidak terlibat secara langsung dalam leasing, tetapi menyediakan dana bagi lessor atau supplier
  • 7.
  • 8.
    TEKNIK PEMBIAYAAN LEASING FinanceLease : Kegiatan sewa guna usaha, dimana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Operating Lease : Kegiatan sewa guna usaha, dimana lessee pada akhir masa kontrak tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha.
  • 9.
     The Basics A lease adalah perjanjian dalam kontrak antara penyewa pemberi sewa (lessee and lessor).  Pemberi sewa memiliki aset dan memberbolehkan penyewa untuk menggunakan aset dengan imbalan biaya sewa. Operating Leases • Biasanya tidak sepenuhnya diamortisasi • Biasanya mengharuskan pemberi sewa untuk memelihara dan mengasuransikan aset. • Penyewa menikmati opsi untuk pembatalan.
  • 10.
    Posisi yang tepatberlawanan dengan operating lease. 1. Tidak menyediakan pemeliharaan atau pelayanan oleh pemberi sewa. 2. Financial leases diamortisasi secara penuh 3. Penyewa pada umumnya memiliki hak untuk memperbarui sewa pada saat akhir masa sewa. 4. Biasanya, financial leases tidak dapat dibatalkan.
  • 11.
     Tipe tertentudari financial lease.  Terjadi ketika perusahaan menjual aset yang telah dimiliki ke perusahaan lain dan setelah itu segera menyewa dari perusahaan pembeli.  Dua set arus kas yang terjadi:  Penyewa menerima kas sekarang dari penjualan aset  Penyewa setuju untuk melakukan pembayaran sewa secara periodik, dengan demikian penyewa tetap bisa mempertahankan penggunaan aset.
  • 12.
     Leveraged leaseadalah tipe yang lain dari ifinancial lease.  Perjanjian tiga sisi antara penyewa, pemberi sewa, dan pemberi pinjaman.  Pemberi sewa memiliki aset dan dengan imbalan biaya sewa memperbolehkan penyewa untuk menggunakan asetnya.  Pemberi sewa meminjam uang untuk membiayai aset sebagian  Pemberi pinjaman biasanya menggunakan nonrecourse loan.hal ini berarti bahwa pemberi sewa tidak memiliki kewajiban kepada pemberi pinjaman dalam kasus penyewa tidak bisa membayar sewa.
  • 13.
     Dulu, leasesdimasukan ke dalam off-balance-sheet financing.  Sekarang, leases diklasifikasikan sebagai capital leases atau operating leases.  Operating leases tidak tampak pada neraca  Capital leases tampak di neraca—present value dari pembayaran sewa tampak pada kedua sisi.
  • 14.
    Balance Sheet Truck ispurchased with debt Truck $100,000 Debt $100,000 Land $100,000 Equity $100,000 Total Assets $200,000 Total Debt & Equity $200,000 Operating Lease Truck Debt Land $100,000 Equity $100,000 Total Assets $100,000 Total Debt & Equity $100,000 Capital Lease Assets leased $100,000 Obligations under capital lease $100,000 Land $100,000 Equity $100,000 Total Assets $200,000 Total Debt & Equity $200,000
  • 15.
     Lease harusdikapitalisasi jika satu dari beberapa hal di bawah terjadi:  Present value dari pembayaran sewa setidaknya 90% dari nilai pasar aset pada saat lease dimulai.  Lease mentransfer kepemilikan dari properti kepada penyewa pada akhir masa sewa.  Lease term adalah 75% atau lebih dari umur ekonomis aset yang diestimasi.  Penyewa dapat membeli aset pada harga yang dapat dinegosiasikan pada akhir masa sewa.
  • 16.
     Keuntungan utamadari long-term leasing adalah pengurangan pajak.  Leasing membolehkan adanya transfer tax benefit dari pihak yang membutuhkan peralatan tapi tidak dapat menikmati keuntungan dari tax benefit kepemilikan kepada pihak yang bisa.  Secara alami, IRS berusaha untuk membatasi ini, khususnya jika lease tampak dibuat tersendiri untuk menghindari pajak.
  • 17.
     Penyewa dapatmengurangi pembayaran sewa jika lease dikualifikasikan oleh IRS. 1. Termin harus setidaknya kurang dari 30 tahun 2. Tidak ada bargain purchase option (opsi membeli). 3. Lease tidak boleh memiliki jadwal pembayaran di mana sangat tinggi pada saat awal dan lebih rendah setelah itu. 4. Pembayaran sewa harus memberikan kepada pemberi sewa market rate of return yang wajar. 5. Lease tidak boleh membatasi hak penyewa untuk menerbitkan surat hutang atau membayar dividen. 6. Opsi pembaruan harus masuk akal dan merefleksikan nilai pasar yang wajar dari aset.
  • 18.
    Misalkan sebuah perusahaanyang ingin memperoleh sebuah truk pengangkut Truk tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya sebesar $4,500 per tahun Harga truk adalah $25,000 dan memiliki masa penggunaan 5 tahun. Jika perusahaan membeli truk, mereka akan mendepresiasikan secara garis lurus sampai bernilai nol Mereka dapat menyewa truk dari perusahaan leasing dengan biaya sewa tahunan $6,250.
  • 19.
    Arus Kas dariLeasing • Cash Flows: Buy Year 0 Years 1-5 Cost of truck –$25,000 After-tax savings 4,500×(1-.34) = $2,970 Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700 –$25,000 $4,670 • Cash Flows: Lease Year 0 Years 1-5 Lease Payments –6,250×(1-.34) = –$4,125 After-tax savings 4,500×(1-.34) = $2,970 –$1,155 • Cash Flows: Leasing Instead of Buying Year 0 Years 1-5 $25,000 –$1,155 – $4,670 = –$5,825
  • 20.
    Arus Kas dariLeasing • Cash Flows: Leasing Instead of Buying Year 0 Years 1-5 $25,000 –$1,155 – $4,670 = –$5,825 • Cash Flows: Buying Instead of Leasing Year 0 Years 1-5 –$25,000 $4,670 –$1,155 = $5,825 • Bagaimanapun juga kita ingin untuk mengkonseptualisasi hal ini, kita perlu memiliki tingkat bunga di mana dengan tingkat bunga itu kita mendiskon arus kas masa depan. Tingkat bunga itu adalah after-tax rate dari hutang perusahaan yang dijamin.
  • 21.
    A Detour onDiscounting and Debt Capacity with Corporate Taxes • Present Value of Riskless Cash Flows • Di dunia dengan pajak perusahaan, perusahaan harus mendskon arus kasn dengan after-tax riskless rate of interest. • Tingkat Hutang Optimal dan Riskless Cash Flows • Di duni dengan pajak perusahaan, seseorang mementukan peningkatan pada tingkat hutang optimal perusahaan denga mendiskon arus kas masuk masa depan setelah pajak yang dijamin dengan after-tax riskless interest rate.
  • 22.
    Analisis NPV dariKeputusan Lease versus Membeli • Pembayaran sewa adalah seperti hutang terhadap bond yang dijamim yang dikeluarkan oleh penyewa. • Di dunia nyata, banyak perusahaan mendiskon baik depreciation tax shields dan pembayaran sewa after-tax interest rate pada hutang yang dijamin oleh penyewa.
  • 23.
    Analisis NPV dariKeputusan Lease versus Membeli • Ada metode sederhana untuk mengevaluasi lease: diskon seluruh arus kas dengan after-tax interest rate pada hutang yang dijamin oleh pentewa. Misalkan tingkat bunga adalah 5% NPV Leasing Instead of Buying Year 0 Years 1-5 $25,000 –$1,155 – $4,670 = -$5,825 20.219$ )05.1( 825,5$ 000,25$ 5 1 −=−= ∑=t t NPV NPV Buying Instead of Leasing Year 0 Years 1-5 -$25,000 $4,670 – $1,155 = $5,825 20.219$ )05.1( 825,5$ 000,25$ 5 1 =+−= ∑=t t NPV
  • 24.
    Debt Displacement andLease Valuation • Penerbitan debt displacement memberikan pemahaman intuitif yang lebih terhadap keputusan lease versus membeli. • Leases menggantikan hutang—hal ini merupakan biaya yang tesembunyi dari leasing. Jika perusahaan menyewa, perusahaan tidak akan menggunakan banyak biaya seperti pada halnya kebalikan hutang pada umumnya. • The interest tax shield akan hilang. • Hutang diganti oleh leasing menghasilkan interest tax shields yang hilang pada hutang di mana perusahaan tidak akan kehilangan jika ketika mereka menyewa daripada membeli truk.
  • 25.
    Debt Displacement andLease Valuation • Misalkan perusahaan setuju terhadap pembayaran sewa sebesar $6,250 sebelum pajak. Pembayaran ini akan mendukung pinjaman sebesar $25,219.20 (lihat halaman berikut) • Dalam pertukaran untuk ini, mereka mendapatkan penggunaan truk seharga $25,000. • Dengan jelas NPV adalah negatif $219.20, di mana sesuai dengan perhitungan sebelumnya.
  • 26.
    Debt Displacement andLease Valuation Misalkan perusahaan setuju terhadap pembayaran sewa sebesar $6,250 sebelum pajak. Pembayaran ini akan mendukung hutang sebesar $25,219.20 0 1 2 3 4 5 Outstanding Balance of the Loan $25,219.20 $20,655.16 $15,862.92 $10,831.07 $5,547.62 $0.00 Interest $1,910.55 $1,564.78 $1,201.74 $820.54 $420.27 Tax Deduction on interest $649.59 $532.03 $408.59 $278.98 $142.89 After-tax Interest Expense $1,260.96 $1,032.76 $793.15 $541.55 $277.38 Extra Cash that purchasing firm genereates over leasing firm 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 05.020.219,25$96.260,1$ ×= After-Tax Lease Payments –6,250×(1-.34) = –$4,125 Forgone Depreciation Tax Shield – 5,000×(.34) = –$1,700 -$5,825 menghitung peningkatan kapasitas hutang dengan mendiskon perbedaan antara arus kas dari pembelian dan
  • 27.
    Does Leasing EverPay: The Base Case • Pada contoh di atas, perusahaan memilih untuk membeli, karena NPV dari leasing negatif $219.20 • Catat bahwa ini adalah kebalikan dari NPV di mana perusahaan leasing akan miliki: • Cash Flows: Perusahaan Leasing Year 0 Years 1-5 Cost of truck –$25,000 Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700 Lease Payments 6,250×(1-.34) = $4,125 –$25,000 $5,825 20219 051 8255 00025 5 1 .$ ).( ,$ ,$ =+−= ∑=t t NPV
  • 28.
    Alasan untuk Leasing •Good Reasons • Pajak mungkin dapat dikurangi dengan leasing. • Kontrak sewa dapat mengurangi bentuk tertentu dari ketidakpastian • Biaya transaksi dapat lebih tinggi untuk membeli sebuah aset dan mendanainya dengan hutang atau ekuitas daripada menyewa aset. • Bad Reasons • akuntansi
  • 29.
    A Tax Arbitrage •Misalkan perusahaan penyewa sesungguhnya berada pada tax bracket sebesar 25%. Jika perusahaan mengurangi pembayaran sewa menjadi $6,200, dapatkah kedua perusahaan memdapatkan NPV positif? • Cash Flows: Perusahaan Leasing Year 0 Years 1-5 Cost of truck –$25,000 Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700 Lease Payments 6,200×(1 –.34) = $4,092 –$25,000 $5,792 NPV = 76.33 • Cash Flows perusahaan: Leasing Instead of Buying Year 0 Years 1-5 Cost of truck we didn’t buy $25,000 Lost Depreciation Tax Shield 5,000×(.25) = –$1,250 After-Tax Lease Payments 6,200×(1 –.25) = –$4,650 $25,000 –$5,900 NPV = -$543.91
  • 30.
    Reservations and Negotiations •Berapakah pembayaran sewa paling rendah di mana perusahaan leasing mau terima? Buat NPV menjadi nol, dan cari $Lmin: • Cash Flows: Perusahaan Leasing Year 0 Years 1-5 Cost of truck -$25,000 Depreciation Tax Shield 5,000×(.34) = $1,700 Lease Payments $Lmin ×(1 –.34) = $Lmin × .66 -$25,000 $1,700 + $Lmin × .66 ∑= +× +−== 5 1 min )05.1( 700,1$66. 000,25$0 t t L NPV ∑ ∑ = = × − = 5 1 5 1 min )05.1( 1$ 66. )05.1( 700,1$ 000,25$ t t t t L 29.173,6$min =L ∑∑ == +×= 5 1 5 1 min )05.1( 700,1$ )05.1( 1$ 66.000,25$ t t t t L
  • 31.
    Some Unanswered Questions •Apakah penggunaan leases dan hutang adalah komplementer? • Mengapa leases ditawarkan baik oleh pabrik dan pihak ketiga pemberi sewa? • Mengapa beberapa aset disewakan lebih dari yang lain?
  • 32.
    Summary and Conclusions •Ada tiga cara untuk menilai menilai sebuahlease. 1. Menggunakan konvensi dunia nyata di mana mendiskon arus kas tambahan setelah pajak dengan after-tax rate pada hutang yang dijamin dari pemberi sewa. 2. Hitung peningkatan kapasitas hutang dengan mendiskon perbedaan antara arus kas dari membeli dan arus kas dari menyewa dengan after-tax interest rate. Peningkatan pada kapasitas hutang dari membeli dibandingkan dengan arus kas keluar ekstra pada tahun 0 dari membeli. 3. Gunakan APV(ada pada apendiks) • Semua akan memberikan hasil yang sama
  • 33.
    Appendix: Pendekatan APV untukLeasing APV = All-Equity Value + Financing NPV Perhitungan yang diperlihatkan pada halaman berikutnya akan memperlihatkan bahwa untuk contoh terakhir dari perusahaan (tarif pajak sebesar 25%) APV = $591.38 – $1,135.30 APV = –$543.91 Di mana menghasilkan angka yang sama seperti analisis NPV
  • 34.
    Appendix: Pendekatan APV untukLeasing APV = All-Equity Value + Financing NPV • Untuk mencari nilai all-equity, diskon arus kas dengan pre-tax interest rate. After tax rate adalah 5% di mana berarti pretax rate 6.66% = 5%/(1-.25). Arus kas perusahaan: Leasing Instead of Buying Year 0 Years 1-5 Cost of truck we didn’t buy $25,000 Lost Depreciation Tax Shield 5,000×(.25) = –$1,250 After-Tax Lease Payments 6,200×(1 –.25) = –$4,650 $25,000 –$5,900 38591 066671 9005 00025 5 1 .$ ).( ,$ ,$valueequity-All =−= ∑=t t
  • 35.
    Appendix: Pendekatan APV untukLeasing APV = All-Equity Value + Financing NPV • NPV pendanaan adalah interest tax shields yang hilang dari hutang di mana perusahaan tidak ambil ketika memutuskan untuk menyewa daripada membeli truk. • Perusahaan setuju untuk membayar sewa sebesar $5,900. • Pembayaran ini akan mendukung hutang sebesar $25,543.91 ∑= == 5 1 051 9005 9154325 t t ).( ,$ .,$capacitydebtIncreased
  • 36.
    Appendix: Pendekatan APV untukLeasing Hilangnya interest tax shield terkait dengan tambahan kapasitas hutang sebesar $25,543.91 memiliki PV sebesar $1,135.30 0 1 2 3 4 5 OutstandingBalance of the Loan $25,543.91 $20,921.11 $16,067.16 $10,970.52 $5,619.05 $0.00 Interest $1,702.93 $1,394.74 $1,071.14 $731.37 $374.60 Tax Deduction on interest $425.73 $348.69 $267.79 $182.84 $93.65 After-tax Interest Expense $1,277.20 $1,046.06 $803.36 $548.53 $280.95 5432 066671 6593 066671 84182 066671 79267 066671 69348 066671 73425 301351 ).( .$ ).( .$ ).( .$ ).( .$ ).( .$ .,$ ++++=− 9154330135138591 .$.,$.$ −=−=APV
  • 37.
    Debt Displacement andLease Valuation Hilangnya interest tax shield terkait dengan tambahan kapasitas hutang sebesar $25,219.20 memeiliki PV $ 0 1 2 3 4 5 Outstanding Balance of the Loan $25,219.20 $20,655.16 $15,862.92 $10,831.07 $5,547.62 $0.00 Interest $1,910.55 $1,564.78 $1,201.74 $820.54 $420.27 Tax Deduction on interest $649.59 $532.03 $408.59 $278.98 $142.89 After-tax Interest Expense $1,260.96 $1,032.76 $793.15 $541.55 $277.38 Extra Cash that purchasing firm genereates over leasing firm 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5,825.00$ 5432 066671 6593 066671 84182 066671 79267 066671 69348 066671 73425 301351 ).( .$ ).( .$ ).( .$ ).( .$ ).( .$ .,$ ++++=− 9154330135138591 .$.,$.$ −=−=APV
  • 38.
    1. INDEPENDENT LEASING COMPANY Perusahaanleasing yang berdiri sendiri atau independent dari supplier/ produsen. Perusahaan dapat memperoleh barang dari berbagai supplier/produsen Contoh : Adira, WOM, SOF (Summit Oto Finance), FIF (Federal International Finance – Honda) 2. CAPTIVE LESSOR Perusahaan leasing yang didirikan sendiri oleh produsen untuk membiayai penjualan produk- produknya. Contoh : ACC (Astra Credit Company, BAF (Busan Auto Finance – Yamaha) Indomobil Finance – Suzuki. 3. LEASE BROKER/ PACKAGER Perusahaan leasing yang mempertemukan calon lessee dengan pihak lessor yang membutuhkan barang dengan cara leasing. Perusahaan ini juga dapat memberikan jasa- jasa yang dibutuhkan dalam leasing seperti pendanaan dan barang, tetap dalam fungsinya sebagai penghubung. Contoh : Era, Mentari, Ray White, Columbia, Columbus,
  • 39.
     Pembiayaan penuh Lebih Fleksibel  Sumber Pembiayaan Alternatif  Off Balance Sheet  Arus Dana  Proteksi Inflasi  Perlindungan Akibat Kemajuan Teknologi  Sumber Pelunasan Kewajiban  Kapitalisasi Biaya  Risiko Keusangan  Kemudahan Penyusunan Anggaran  Pembiayaan Proyek Skala Besar  Meningkatkan Debt Capacity
  • 40.
    Penjelasan Leasing Sewabeli Sewa menyewa Kredit Bank Jenis Barang Barang bergerak & Tidak bergerak Barang bergerak Barang bergerak perlu pemeliharaan Semua jenis investasi Penyewa / pembeli Perusahaan atau perorangan Perusahaan atau perorangan Perusahaan atau perorangan Perusahaan atau perorangan Bentuk perusahaan Badan hukum Suplier Suplier Bank Pemilikan barang Perusahaan Leasing Pemilik Barang Pemilik Barang Debitur Jangka Waktu Menengah Pendek Menengah / pendek Pendek / Panjang / menengah Besarnya pembiayaan 100% 80% Lebih rendah 80% Biaya bunga Bunga + margin Tinggi Bunga + margin Interbank rate : spread Akhir Kontrak •Menggunakan hak opsi tuk membeli •Memperpanjang nilai kontrak •Mengembalikan kepada lessor Barang menjadi milik penyewa Barang kembali kepada pemilik modal •Kredit lunas •Jaminan kembali ke debitur.