BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar belakang
Dalam halnya, shalat secara bahasa adalah do’a, yang dapat diartikan juga
saat melaksanakan shalat merupakan bentuk ritual dalam rangka memohon
(berdo’a) kepada Allah SWT. Sholat juga merupakan tiang agama islam, yang
apabila diibaratkan jikalau kita memiliki rumah namun tidak ada tiang yang
memperkuatnya, maka rumah itu akan roboh dan kemudian hancur. Begitu pula
dengan agama, apabila tidak ada tiang yang memperkokohkannya, maka akan
hancur pulalah agama islam.
Banyak kasus saat ini banyak kaum muslim yang melalaikan shalat. Sudah
merasa biasa meninggalkan kewajiban shalat. Hal tersebut dapat dofaktori oleh
beberapa hal, diantaranya ketidak tahuan atau lupa akan ancaman bagi orang yang
meninggalkan shalat.
Dalam bab pembahasan akan dibahas tentang rincian hadist yang
membahas tentang kewajiban kita melaksanakan sholat 5 waktu. Adapun berbagai
penjelasan yang memperkuat hadist tersebut. Penjelasan mengenai perintah Sholat
yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw : Rasulullah menerima
wahyu hanya di dua tempat yaitu di Mekah dan Madinah, makanya dikenal
dengan Ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah, dalam Al Qur’an tidak ditemukan
Allah membuat keputusan yang berubah-ubah, hanya ada beberapa ayat yang
turunnya bertahap untuk menetapkan hukum atau aturan hidup.
B. Rumusan Masalah
1. Hadits apa yang mewajibkan kita untuk melaksanakan sholat 5 waktu?
2. Jelaskan makna hadits tentang sholat!
3. Apakah manfaat dari kita mengetahui hadist tentang kewajiban sholat 5
waktu?
4. Jelaskan hadits tentang sholat berjamaah!
C. Tujuan
a. Untuk lebih memahami tentang kewajiban kita melaksanakan sholat 5
waktu.
b. Untuk lebih mengetahui makan tentang hadits yang berhubungan dengan
sholat 5 waktu.
c. Untuk mengetahui kebenaran hadist yang berhubungan dengan sholat 5
waktu
BAB II
PEMBAHASAN
A. Teks Hadits
1. Hadist Pertama
‫ا‬ َ‫و‬َ‫ل‬َ‫ص‬ َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ َ‫ِك‬‫ت‬‫ه‬‫م‬ُ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ت‬ْ‫ض‬ َ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ي‬ِِّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ت‬ ُ ‫ه‬‫اَّلل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫هم‬‫ه‬‫ل‬‫ال‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ِ ‫ه‬‫اَّلل‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ُ‫ْت‬‫د‬ِ‫ه‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫ت‬ِ‫د‬ِْْ‫ع‬
ْ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ َ‫ة‬‫ه‬َْ‫ج‬ْ‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫خ‬ْ‫د‬َ‫أ‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ق‬ َ‫و‬ِ‫ل‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ه‬َ‫ع‬ِ‫د‬ِْْ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫د‬ْ‫ه‬َ‫ع‬ َ‫ال‬َ‫ف‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ * ‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬
‫الصالة‬ ‫كتاب‬
Bersabda Rosululloh SAW, berfirman siapa Alloh Yang Maha Luhur:
“Sesungguhnya mewajibkan aku atas umatmu Muhammad 5 (waktu) sholat dan
menjanjikan aku di sisiku dengan janji, bahwasanya orang yang datang dengan
menjaga atas 5 (waktu sholat) pada waktunya, akan kumasukkan dia ke surga.
Dan barang siapa yang tidak menjaga atas 5 sholat, maka tidak ada janji baginya
di sisik
2. Hadist Kedua
ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫هم‬‫ه‬‫ل‬‫ال‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ُّ‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ِ‫ه‬ِِّ‫د‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ه‬‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ر‬َْْ‫ع‬ َ‫غ‬
‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬‫ُو‬‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬‫ا‬َ‫ف‬
* ‫الصالة‬ ‫كتاب‬ ‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬
Dari Jaddid, berkata dia: Bersabda Nabi SAW: “Perintahlah kalian pada
anak kecil dengan sholat ketika telah berumur 7 tahun. Dan ketika telah berumur
10 tahun maka memukullah pada anak karena meninggalkan sholat”
B. Teori / Penjelasan Tentang Hadis Di Atas
1. Hadist pertama
Hadist tersebut termasuk kedalam hadist Qudsi. Karena terdapat perkataan-
perkataan perintah dari Allah yang diucapkan kembali oleh Nabi Muhammad
SAW.
Dalam hadist yang pertama jelas menerangkan tentang kewajiban sholat 5
waktu dengan kalimat “Sesungguhnya mewajibkan aku atas umatmu Muhammad
5 (waktu) sholat….”. selain itu juga Allah menjanjikan bagi siapa (siapa saja)
yang menjaga atau melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu tersebut dengan tanpa
melalaikannya, maka pada hari kiamat akan dijanjikan surga oleh Alloh. Dan
barang siapa yang tidak menjaga atau melalaikan sholat 5 waktu, Alloh tidak bisa
menjanjikan surga untuknya. Karena di akhirat nanti hanya ada dua tempat, yaitu
surga atau neraka, akan kemanakah orang yang tidak dijanjikan surga oleh Alloh?
2. Hadist Kedua
Hadist tersebut termasuk kedalam hadis Qauliyah (hadis yang disandarkan
pada perkataan Rasulullah SAW. Yang menjadi sanadnya adalah Jaddid yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud, as dan menjadi matan hadis yakni pada kalimat :
ِِْ‫س‬ َ‫ر‬َْْ‫ع‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ه‬‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ُ‫م‬‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬‫ُو‬‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫ين‬ …"
Nabi memerintahkan kepada umat muslim agar membiasakan anak mereka
untuk mengerjakan sholat 5 waktu ketika berumur 7 tahun. Dan jika setelah
sampai umur 10 tahun anak tersebut belum mau juga untuk mengerjakan sholat 5
waktu, maka orang tua agar mengingatkan anak dengan cara memberi pukulan
yang mendidik, bukan dengan pukulan-pukulan keras yang malah membuat anak
trauma.
Dari hadits ini dapat kita lihat bagaimana wajibnya mengerjakan sholat 5
waktu. Bahkan anak umur 10 tahun (yang biasanya belum baligh) sudah
diperintahkan untuk dipukul jika meninggalkan sholat.
C. Hikmah Dan Pelajaran
Allah memerintahkan Shalat 5 waktu. Selain dalam rangkan mendekatkan
diri kepada Allah, shalat juga melatih kita untuk bersikap rendah diri, sabar, dan
menahan diri dari hal-hal yang negatif (maksiat). Secara lahiriah juga shalat
banyak dijelaskan oleh beberapa pakar kesehatan bahwa gerakan-gerakan shalat
dapat mengobati beberapa penyakit apabila dilakukan dengan benar.
Rasul juga memerintahkan bertindak tegas pada anak usia 10 tahun untuk
melaksanakan shalat, karena pada usia tersebut mulai tumbuh bibit berfikir
dewasa dan membiasakan diri sejak kecil untuk menjaga shalat dan terbentuk
akhlaq islam sejak kecil dalam dirinya.
Shalat selain merupakan amalan wajib juga merupakan amalan yang
pertama kali dipertanggungjawabkan di yaumil hisab nanti.
D . Pentingnya Shalat berjama’ah
Hadits ke7:
‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫أن‬ ‫هريرة‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫األعرج‬ ‫عن‬ ‫الزناد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫مالك‬ ‫أخبرنا‬ ‫قال‬ ‫يوسف‬ ‫بن‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫حدثْا‬
‫وسلم‬ ‫عليه‬‫رجال‬ ‫آمر‬ ‫ثم‬ ‫لها‬ ‫فيؤذن‬ ‫بالصالة‬ ‫آمر‬ ‫ثم‬ ‫فيحطب‬ ‫بحطب‬ ‫آمر‬ ‫أن‬ ‫هممت‬ ‫لقد‬ ‫بيده‬ ‫نفسي‬ ‫والذ‬ ‫قال‬
‫أو‬ ‫سميْا‬ ‫عرقا‬ ‫يجد‬ ‫أنه‬ ‫أحدهم‬ ‫يعلم‬ ‫لو‬ ‫بيده‬ ‫نفسي‬ ‫والذ‬ ‫بيوتهم‬ ‫عليهم‬ ‫ق‬ ِِّ‫حر‬ُ‫فأ‬ ‫رجال‬ ‫إلى‬ ‫خالف‬ُ‫أ‬ ِّ‫م‬‫ث‬ ‫الْاس‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ؤ‬‫في‬
‫بخار‬ .‫العْاء‬ ‫لْهد‬ ‫حسْتين‬ ‫مرماتين‬
Abdullah bin yusuf menceritakan kepada kami dan berkata : Malik mengabarkan
kepada kita dari Abi zanad dari A’raj dari Abi Hurairah Bahwa rasulullah SAW
pernah bersabda, “Demi yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, aku pernah berniat
memerintahkan mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang untuk
mengumandangkan azan untuk mengerjakan shalat. Selanjutnya, aku perintahkan
seseorang untuk mengimami shalat. Lalu aku akan pergi ke belakang rumah
orang (yang tidak pergi mengerjakan shalat berjama’ah) dan membakar rumah
mereka. Demi yang jiwaku dalam kekuasaanNya, kalau siapa saja dari mereka
tahu bahwa ia akan menemukan sebuah tulang yang tertutup daging yang
terdapat diantara dua tulang rusuk maka ia akan pergi mengerjakan shalat
isya.”Bukhari[7]
Hadist tersebut mengungkapkan betapa pentingnya sholat berjama’ah,
sungguh disayangkan jika sholat berjama’ah diabaikan. Hadist disini juga
menjelaskan tentang setiap muslim apakah wajib jamaah? Siapakah yang wajib
jamaah?
Yakni orang yang mampu mendirikan sholat berjamaah, dalam hal ini
adalah orang yang mendengar adzan. Oleh karena itu ada seorang laki-laki
meminta fatwa kepada Rosulullah SAW, Ya Rosul sesungguhnya saya ini adalah
seorang yang buta tidak ada yang menuntunku untuk pergi ke masjid, apakah
tidak ada keringanan buatku untuk pergi ke masjid melaksanakan jamaah.
Kemudian Rosul berkata : Apakah kamu mendengar suara adzan? Jawab pria itu:
iya. Jawab Rosul maka itu suatu indikator atas kewajiban shalat jamaah bagi
engkau walaupun dalam keadaan buta. Bahwasannya kebutaan bukanlah
merupakan udzur untuk meninggalkan sholat jamaa
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa dasar perintah tentang
sholat wajib 5 waktu sangat kuat. Setelah di perintahkan dalam Al-Quran di
tambah dengan perintah dan penjelasan dalam hadits. Hadist yang menjelaskan
tentang perintah sholat lima waktu ada dua, yaitu hadits qudsi dan hadits qouliyah.
Selain suatu kewajiban, sholat lima waktu dapat melatih diri dan sarana untuk
mendekatkan diri pada Allah SWT. Wajib hukumnya mengingatkan seseorang
untuk mengerjakan sholat lima waktu dan membiasakan mengerjakannya sejak
umur tujuh tahun.
DAFTAR PUSTAKA
1. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ahji’, Ensiklopedi fiqih Umar bin Khattab
ra, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999)
2. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Terjemah Bulughul Maram, (Jakarta: Pustaka
Imani ,2000).
3. Irwan Kurniawan, Shahih Al-Bukhari tentang Shalat, (Bandung: Pustaka
Madani, 1999).
4. KH. Ahmad Ibnu Syekh Hijazi Al-Fasyani, Al-Majalisus Saniyyah
(Syarah Hadist Arba’in Nawawi), (Bandung: Trigenda karya, 1995).
KATA PENGATAR
Assalamu alaikum wr.wb.
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Hadits tarbawy.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang SHOLAT.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa. Kami sadar
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu, kepada dosen pembimbing kami meminta masukannya demi perbaikan
pembuatan makalah kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.
Wassalamu alaikum wr.wb
Raha, 18 Mei 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
A. Latar belakang................................................................................ 1
B. Rumusan masalah............................................................................. 1
C. Tujuan.............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................3
A. Hadits yang mewajibkan sholat lima waktu..................................... 3
B. Manfaat dari mengetahui hadist tentang sholat................................. 3
BAB III PENUTUP................................................................................... 7
A. Kesimpulan..................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 8
MAKALAH
HADITS TARBAWI TENTANG SHALAT
MENURUT TINJAUAN HADITS
OLEH :
KELOMPOK II
1. LINDA WATI
2. NURHALISA
3. NURIADI
4. RATNA SARI HAQ
5. RISNA WIA
6. SALFIANA
7. SARIFATI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
SYARIF MUHAMMAD RAHA
2014

Makalah shalat 2

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN A .Latar belakang Dalam halnya, shalat secara bahasa adalah do’a, yang dapat diartikan juga saat melaksanakan shalat merupakan bentuk ritual dalam rangka memohon (berdo’a) kepada Allah SWT. Sholat juga merupakan tiang agama islam, yang apabila diibaratkan jikalau kita memiliki rumah namun tidak ada tiang yang memperkuatnya, maka rumah itu akan roboh dan kemudian hancur. Begitu pula dengan agama, apabila tidak ada tiang yang memperkokohkannya, maka akan hancur pulalah agama islam. Banyak kasus saat ini banyak kaum muslim yang melalaikan shalat. Sudah merasa biasa meninggalkan kewajiban shalat. Hal tersebut dapat dofaktori oleh beberapa hal, diantaranya ketidak tahuan atau lupa akan ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat. Dalam bab pembahasan akan dibahas tentang rincian hadist yang membahas tentang kewajiban kita melaksanakan sholat 5 waktu. Adapun berbagai penjelasan yang memperkuat hadist tersebut. Penjelasan mengenai perintah Sholat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw : Rasulullah menerima wahyu hanya di dua tempat yaitu di Mekah dan Madinah, makanya dikenal dengan Ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah, dalam Al Qur’an tidak ditemukan Allah membuat keputusan yang berubah-ubah, hanya ada beberapa ayat yang turunnya bertahap untuk menetapkan hukum atau aturan hidup. B. Rumusan Masalah 1. Hadits apa yang mewajibkan kita untuk melaksanakan sholat 5 waktu? 2. Jelaskan makna hadits tentang sholat! 3. Apakah manfaat dari kita mengetahui hadist tentang kewajiban sholat 5 waktu? 4. Jelaskan hadits tentang sholat berjamaah!
  • 2.
    C. Tujuan a. Untuklebih memahami tentang kewajiban kita melaksanakan sholat 5 waktu. b. Untuk lebih mengetahui makan tentang hadits yang berhubungan dengan sholat 5 waktu. c. Untuk mengetahui kebenaran hadist yang berhubungan dengan sholat 5 waktu
  • 3.
    BAB II PEMBAHASAN A. TeksHadits 1. Hadist Pertama ‫ا‬ َ‫و‬َ‫ل‬َ‫ص‬ َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ َ‫ِك‬‫ت‬‫ه‬‫م‬ُ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ت‬ْ‫ض‬ َ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ي‬ِِّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ت‬ ُ ‫ه‬‫اَّلل‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫هم‬‫ه‬‫ل‬‫ال‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ِ ‫ه‬‫اَّلل‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ُ‫ْت‬‫د‬ِ‫ه‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ٍ‫ت‬ِ‫د‬ِْْ‫ع‬ ْ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫و‬ َ‫ة‬‫ه‬َْ‫ج‬ْ‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫خ‬ْ‫د‬َ‫أ‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ق‬ َ‫و‬ِ‫ل‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬‫ه‬‫ن‬َ‫أ‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ه‬َ‫ع‬ِ‫د‬ِْْ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫د‬ْ‫ه‬َ‫ع‬ َ‫ال‬َ‫ف‬ ‫ه‬‫ن‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ * ‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬ ‫الصالة‬ ‫كتاب‬ Bersabda Rosululloh SAW, berfirman siapa Alloh Yang Maha Luhur: “Sesungguhnya mewajibkan aku atas umatmu Muhammad 5 (waktu) sholat dan menjanjikan aku di sisiku dengan janji, bahwasanya orang yang datang dengan menjaga atas 5 (waktu sholat) pada waktunya, akan kumasukkan dia ke surga. Dan barang siapa yang tidak menjaga atas 5 sholat, maka tidak ada janji baginya di sisik 2. Hadist Kedua ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫هم‬‫ه‬‫ل‬‫ال‬ ‫ى‬‫ه‬‫ل‬َ‫ص‬ ُّ‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬ْ‫ال‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ِ‫ه‬ِِّ‫د‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ه‬‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ َ‫م‬‫ه‬‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ر‬َْْ‫ع‬ َ‫غ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬‫ُو‬‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬‫ا‬َ‫ف‬ * ‫الصالة‬ ‫كتاب‬ ‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬ Dari Jaddid, berkata dia: Bersabda Nabi SAW: “Perintahlah kalian pada anak kecil dengan sholat ketika telah berumur 7 tahun. Dan ketika telah berumur 10 tahun maka memukullah pada anak karena meninggalkan sholat” B. Teori / Penjelasan Tentang Hadis Di Atas 1. Hadist pertama Hadist tersebut termasuk kedalam hadist Qudsi. Karena terdapat perkataan- perkataan perintah dari Allah yang diucapkan kembali oleh Nabi Muhammad SAW.
  • 4.
    Dalam hadist yangpertama jelas menerangkan tentang kewajiban sholat 5 waktu dengan kalimat “Sesungguhnya mewajibkan aku atas umatmu Muhammad 5 (waktu) sholat….”. selain itu juga Allah menjanjikan bagi siapa (siapa saja) yang menjaga atau melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu tersebut dengan tanpa melalaikannya, maka pada hari kiamat akan dijanjikan surga oleh Alloh. Dan barang siapa yang tidak menjaga atau melalaikan sholat 5 waktu, Alloh tidak bisa menjanjikan surga untuknya. Karena di akhirat nanti hanya ada dua tempat, yaitu surga atau neraka, akan kemanakah orang yang tidak dijanjikan surga oleh Alloh? 2. Hadist Kedua Hadist tersebut termasuk kedalam hadis Qauliyah (hadis yang disandarkan pada perkataan Rasulullah SAW. Yang menjadi sanadnya adalah Jaddid yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, as dan menjadi matan hadis yakni pada kalimat : ِِْ‫س‬ َ‫ر‬َْْ‫ع‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ِين‬ِْ‫س‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫غ‬َ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ه‬‫ي‬ِ‫ب‬‫ه‬‫ص‬‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ُ‫م‬‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬‫ُو‬‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫ين‬ …" Nabi memerintahkan kepada umat muslim agar membiasakan anak mereka untuk mengerjakan sholat 5 waktu ketika berumur 7 tahun. Dan jika setelah sampai umur 10 tahun anak tersebut belum mau juga untuk mengerjakan sholat 5 waktu, maka orang tua agar mengingatkan anak dengan cara memberi pukulan yang mendidik, bukan dengan pukulan-pukulan keras yang malah membuat anak trauma. Dari hadits ini dapat kita lihat bagaimana wajibnya mengerjakan sholat 5 waktu. Bahkan anak umur 10 tahun (yang biasanya belum baligh) sudah diperintahkan untuk dipukul jika meninggalkan sholat. C. Hikmah Dan Pelajaran Allah memerintahkan Shalat 5 waktu. Selain dalam rangkan mendekatkan diri kepada Allah, shalat juga melatih kita untuk bersikap rendah diri, sabar, dan menahan diri dari hal-hal yang negatif (maksiat). Secara lahiriah juga shalat banyak dijelaskan oleh beberapa pakar kesehatan bahwa gerakan-gerakan shalat dapat mengobati beberapa penyakit apabila dilakukan dengan benar. Rasul juga memerintahkan bertindak tegas pada anak usia 10 tahun untuk melaksanakan shalat, karena pada usia tersebut mulai tumbuh bibit berfikir
  • 5.
    dewasa dan membiasakandiri sejak kecil untuk menjaga shalat dan terbentuk akhlaq islam sejak kecil dalam dirinya. Shalat selain merupakan amalan wajib juga merupakan amalan yang pertama kali dipertanggungjawabkan di yaumil hisab nanti. D . Pentingnya Shalat berjama’ah Hadits ke7: ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫أن‬ ‫هريرة‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫األعرج‬ ‫عن‬ ‫الزناد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫مالك‬ ‫أخبرنا‬ ‫قال‬ ‫يوسف‬ ‫بن‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫حدثْا‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬‫رجال‬ ‫آمر‬ ‫ثم‬ ‫لها‬ ‫فيؤذن‬ ‫بالصالة‬ ‫آمر‬ ‫ثم‬ ‫فيحطب‬ ‫بحطب‬ ‫آمر‬ ‫أن‬ ‫هممت‬ ‫لقد‬ ‫بيده‬ ‫نفسي‬ ‫والذ‬ ‫قال‬ ‫أو‬ ‫سميْا‬ ‫عرقا‬ ‫يجد‬ ‫أنه‬ ‫أحدهم‬ ‫يعلم‬ ‫لو‬ ‫بيده‬ ‫نفسي‬ ‫والذ‬ ‫بيوتهم‬ ‫عليهم‬ ‫ق‬ ِِّ‫حر‬ُ‫فأ‬ ‫رجال‬ ‫إلى‬ ‫خالف‬ُ‫أ‬ ِّ‫م‬‫ث‬ ‫الْاس‬ ‫ه‬‫م‬ُ‫ؤ‬‫في‬ ‫بخار‬ .‫العْاء‬ ‫لْهد‬ ‫حسْتين‬ ‫مرماتين‬ Abdullah bin yusuf menceritakan kepada kami dan berkata : Malik mengabarkan kepada kita dari Abi zanad dari A’raj dari Abi Hurairah Bahwa rasulullah SAW pernah bersabda, “Demi yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, aku pernah berniat memerintahkan mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang untuk mengumandangkan azan untuk mengerjakan shalat. Selanjutnya, aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat. Lalu aku akan pergi ke belakang rumah orang (yang tidak pergi mengerjakan shalat berjama’ah) dan membakar rumah mereka. Demi yang jiwaku dalam kekuasaanNya, kalau siapa saja dari mereka tahu bahwa ia akan menemukan sebuah tulang yang tertutup daging yang terdapat diantara dua tulang rusuk maka ia akan pergi mengerjakan shalat isya.”Bukhari[7] Hadist tersebut mengungkapkan betapa pentingnya sholat berjama’ah, sungguh disayangkan jika sholat berjama’ah diabaikan. Hadist disini juga menjelaskan tentang setiap muslim apakah wajib jamaah? Siapakah yang wajib jamaah? Yakni orang yang mampu mendirikan sholat berjamaah, dalam hal ini adalah orang yang mendengar adzan. Oleh karena itu ada seorang laki-laki
  • 6.
    meminta fatwa kepadaRosulullah SAW, Ya Rosul sesungguhnya saya ini adalah seorang yang buta tidak ada yang menuntunku untuk pergi ke masjid, apakah tidak ada keringanan buatku untuk pergi ke masjid melaksanakan jamaah. Kemudian Rosul berkata : Apakah kamu mendengar suara adzan? Jawab pria itu: iya. Jawab Rosul maka itu suatu indikator atas kewajiban shalat jamaah bagi engkau walaupun dalam keadaan buta. Bahwasannya kebutaan bukanlah merupakan udzur untuk meninggalkan sholat jamaa
  • 7.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Daripenjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa dasar perintah tentang sholat wajib 5 waktu sangat kuat. Setelah di perintahkan dalam Al-Quran di tambah dengan perintah dan penjelasan dalam hadits. Hadist yang menjelaskan tentang perintah sholat lima waktu ada dua, yaitu hadits qudsi dan hadits qouliyah. Selain suatu kewajiban, sholat lima waktu dapat melatih diri dan sarana untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Wajib hukumnya mengingatkan seseorang untuk mengerjakan sholat lima waktu dan membiasakan mengerjakannya sejak umur tujuh tahun.
  • 8.
    DAFTAR PUSTAKA 1. Dr.Muhammad Rawwas Qal’ahji’, Ensiklopedi fiqih Umar bin Khattab ra, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999) 2. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Terjemah Bulughul Maram, (Jakarta: Pustaka Imani ,2000). 3. Irwan Kurniawan, Shahih Al-Bukhari tentang Shalat, (Bandung: Pustaka Madani, 1999). 4. KH. Ahmad Ibnu Syekh Hijazi Al-Fasyani, Al-Majalisus Saniyyah (Syarah Hadist Arba’in Nawawi), (Bandung: Trigenda karya, 1995).
  • 9.
    KATA PENGATAR Assalamu alaikumwr.wb. Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Hadits tarbawy. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang SHOLAT. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kepada dosen pembimbing kami meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Wassalamu alaikum wr.wb Raha, 18 Mei 2014 Penyusun
  • 10.
    DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1 A. Latar belakang................................................................................ 1 B. Rumusan masalah............................................................................. 1 C. Tujuan.............................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN...............................................................................3 A. Hadits yang mewajibkan sholat lima waktu..................................... 3 B. Manfaat dari mengetahui hadist tentang sholat................................. 3 BAB III PENUTUP................................................................................... 7 A. Kesimpulan..................................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 8
  • 11.
    MAKALAH HADITS TARBAWI TENTANGSHALAT MENURUT TINJAUAN HADITS OLEH : KELOMPOK II 1. LINDA WATI 2. NURHALISA 3. NURIADI 4. RATNA SARI HAQ 5. RISNA WIA 6. SALFIANA 7. SARIFATI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SYARIF MUHAMMAD RAHA 2014