KATA PENGANTAR 
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- 
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Dasar Kebersihan Diri atau 
Personal Hygiene” yang telah disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di AKPER 
PEMKAB MUNA. 
Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah membantu 
terselesaikannya makalah ini,yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Untuk itu saya 
menucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini. 
Pada makalah ini saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu,segala kritik dan 
saran yang bersifat konstruktif saya terima dengan senang hati demi kesempurnaan Makalah ini. 
Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja, khususnya para mahasiswa serta seluruh 
pembaca. 
Raha,08 November 2012 
penulis
DAFTAR ISI 
Halaman 
Kata Pengantar………………………………………………................................................... 
Daftar Isi………………………………………………............................................................ 
BAB I. PENDAHULUAN 
A. LatarBelakangMasalah………………………………………………...................... 
B. Rumusan Masalah………………………….............................................................. 
C. Tujuan………………………………………............................................................ 
BAB II. PEMBAHASAN 
A. Pengertian…………………………………............................................................ 
B. Tujuan Perawatan Personal Hygiene……............................................................ 
C. Macam-Macam Personal Hygiene…………............................................................ 
D. Tanda dan Gejala Personal Hygiene………............................................................ 
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene......................................... 
F. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene.......................... 
BAB III. PENUTUP 
A. Kesimpulan……………………………............................................................ 
B. Saran………………………………………............................................................ 
DAFTAR PUSTAKA ……………………………............................................................
BAB I. PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, di mana individu 
secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya 
penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga 
dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan. Upaya pemeliharaan 
kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, 
kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, 
pengetahuan keluarga akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena 
pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk 
tindakan seseorang. 
B. Rumusan Masalah 
1. Apa yang dimaksud dengan Personal Hygiene? 
2. Apa tujuan dari Personal Hygiene? 
3. Apa saja macam-macam dari Personal Hygiene? 
4. Apa saja tanda dan gejala dari Personal Hygiene? 
5. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene? 
6. Apa dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene? 
C. Tujuan Masalah 
1. Untuk mengetahui definisi dari Personal Hygiene. 
2. Untuk mengetahui tujuan dari Personal Hygiene.
3. Untuk mengetahui macam-macam dari Personal Hygiene. 
4. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari Personal Hygiene. 
5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene. 
6. Untuk mengetahui dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene.
BAB II. PEMBAHASAN 
A. Pengertian 
Kebersihan diri atau personal hygiene dan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan kita 
sehari-hari, oleh karena itu sudah seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan 
kebersihan diri dan lingkungan kita agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Perawat 
hendaknya mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri dan lingkungan ini, 
sebagai bekal untuk merawat dirinya sendiri juga untuk merawat orang lain dalam hal ini adalah 
pasien, baik di Rumah Sakit, Keluarga maupun di masyarakat. 
Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang 
dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan 
perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor, di antaranva: budaya, nilai sosial pada individu atau 
keluarga, pengetahuan terhadap peerawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri. 
Dalam kehidupan sehari – hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus 
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.Kebersihan 
itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan.Hal –hal yang sangat berpengaruh 
itu diantaranya kebudayaan, social, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, 
serta tingkat perkembangan. Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang 
diperhatikan, hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, 
padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.(Tarwoto, 
Watonah, 2006 :78). 
B. Tujuan Perawatan Personal Hygiene 
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 
2. Memelihara kebersihan diri seseorang 
3. Memperbaiki Personal Hygiene yang kurang 
4. Pencegahan penyakit 
5. Meningkatkan percaya diri seseorang 
6. Menciptakan keindahan
C. Macam-Macam Personal Hygiene 
1. Perawatan Rambut 
Penampilan dan kesejahteraan seseorang sering kali tergantung dari cara penampilan dan 
perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan mencegah seseorang untuk 
memelihara perawatan rambut sehari-sehari. Menyikat, menyisir dan bersampo adalah cara-cara 
dasar hygienis untuk semua usia. Pertumbuhan, distribusi pola rambut dapat menjadi 
indikator status kesehatan umum, perubahan hormonal, stress emosional maupun fisik, 
penuaan, infeksi dan penyakit tertentu atau obat obatan dapat mempengaruhi karakteristik 
rambut. Rambut normal adalah bersih, bercahaya, dan tidak Kusut, untuk kulit kepala harus 
bebas dari lesi kehilangan disebabkan karena praktik perawatan yang tidak tepat atau 
penggunaan medikasi kemoterapi. Potter dan Perri (2005), menjelaskan mengenai masalah 
rambut dan kulit kepala yang sering terjadi yaitu: 
1. Ketombe 
2. Pediculosis (kutu) 
3. pediculosis capitis (kutu kepala) 
4. pediculosis corporis (kutu badan) 
5. pediculosis pubis (kuku kepiting) 
6. kehilangan rambut (alopesia) 
2. Perawatan Mata, Telinga dan Hidung 
Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga dan hidung secara normal 
tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus 
dibersihkan air mata, dan kelopak mata, dan bulu mata mencegah partikel asing. Seseorang 
hanya memerlukan untuk memindahkan sekresi kering yang terkumpul kepada kantus 
sebelah, dalam bulu mata hygiene telinga mempunyai implikasi ketajaman pendengaran 
sebasea lilin atau benda asing berkumpul pada kanal telinga luar yang mengganggu
konduksi suara. Khususnya pada lansia rentan masalah. Hidung memberikan temperatur dan 
kelembaban udara yang pernafasan dihirup serta mencegah masuknya partikel asing ke 
dalam sistem kumulasi sekresi yang mengeras di dalam nares dapat merusak sensasi 
olfaktori dan pernafasan (Potter dan Perry, 2005). 
3. Perawatan Kulit 
Kondisi kulit tergantung pada praktek hygiene dan paparan iritan lingkungan, sejalan 
dengan usia, kulit kehilangan layak kenyal dan kelembaban, pada kelenjar sebasea dan 
keringat menjadi kurang aktif. Epitalium menipis dan serabut kolagen elastik, menyusut 
sehingga kulit mudah pecah. Perubahan ini merupakan peringatan ketika bergerak dan 
mengatur posisi pada lansia. Khas kulit lansia adalah kering dan berkerut, masalah kulit 
yang umum yaitu kulit kering, jerawat, hirsutisme dan suam. Kulit tujuan dari 
membersihkan kulit dengan mandi yaitu; membersihkan kulit, stimulasi sirkulasi, citra diri, 
pengurangan bau badan dan peningkatan rentang gerak. Tipe mandi yang terapeutik terdiri 
dari mandi bak mandi air panas, mandi bak air hangat, mandi bak air dingin, berendam dan 
rendam duduk (Potter dan Perry, 2005). 
4. Perawatan Kaki, Tangan dan Kuku 
Kaki dan kuku sering kali memerlukan perawatan khusus untuk mencegah infeksi, bau dan 
cedera pada jaringan. Perawatan dapat digabungkan pada saat mandi atau pada waktu yang 
terpisah. Masalah yang timbul bukan karena perawatan yang salah atau kurang terhadap 
kaki dan tangan seperti menggigit kuku atau memotong yang tidak tepat. Pemaparan dengan 
zat-zat kimia yang tajam dan pemakaian sepatu yang tidak pas. Ketidaknyamanan dapat 
mengarah pada stres fisik dan emosional (Potter dan Perry, 2005). 
D.Tanda dan Gejala Personal Hygiene 
Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah:
a) Fisik 
Badan bau, pakaian kotor, Rambut dan kulit kotor, Kuku panjang dan kotor, Gigi kotor 
disertai mulut bau, Penampilan tidak rapi 
b) Psikologis 
Malas, tidak ada inisiatif, Menarik diri, isolasi diri, Merasa tak berdaya, rendah diri dan 
merasa hina. 
c) Sosial 
Interaksi kurang,Kegiatan kurang, Tidak mampu berperilaku sesuai norma, Cara makan 
tidak teratur, BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu 
mandiri. 
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 
a. Body image 
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya 
karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. 
b. Praktik social 
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi 
perubahan pola personal hygiene. 
c. Status Sosial Ekonomi 
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, 
alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d. Pengetahuan 
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat 
meningkatkan kesehatan, misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu 
menjaga kebersihan kakinya 
F. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 
1. Dampak Fisik 
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan 
perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, 
gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 
2. Dampak Psikososial 
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa 
nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan 
interaksi sosial.
BAB III. PENUTUP 
A.Kesimpulan 
Dari pembahasan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa kebersihan diri adalah upaya 
individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan 
mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan 
kesehatan yang optimal (Effendy, 1997). 
Tujuan dari personal hygiene adalah (Tarwoto, 2004):Meningkatkan derajat kesehatan 
seseorang, Memelihara kebersihan diri seseorang, Memperbaiki personal hygiene yang 
kurang, Mencegah penyakit, Menciptakan keindahan, Meningkatkan rasa percaya diri. 
B.Saran 
Kami membutuhkan saran maupun kritikan dari pembaca yang sifatnya membangun 
demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini.
DAFTAR PUSTAKA 
http://www.Google.co.id/proses keperawatan personal hygiene 
http://www.scribd.com/doc/72877456/Asuhan-Keperawatan-Lanjut-Usia.
MAKALAH 
“KONSEP DASAR KEBERSIHAN DIRI atau PERSONAL HYGIENE” 
OLEH 
NAMA : SYAHRUL 
NIM : 12.12.989 
TINGKAT : IA 
DOSEN : 
AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB MUNA 
RAHA 
2012/2013

Makalah kdm

  • 1.
    KATA PENGANTAR Pujisyukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Dasar Kebersihan Diri atau Personal Hygiene” yang telah disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di AKPER PEMKAB MUNA. Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini,yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Untuk itu saya menucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini. Pada makalah ini saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu,segala kritik dan saran yang bersifat konstruktif saya terima dengan senang hati demi kesempurnaan Makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja, khususnya para mahasiswa serta seluruh pembaca. Raha,08 November 2012 penulis
  • 2.
    DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar………………………………………………................................................... Daftar Isi………………………………………………............................................................ BAB I. PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah………………………………………………...................... B. Rumusan Masalah………………………….............................................................. C. Tujuan………………………………………............................................................ BAB II. PEMBAHASAN A. Pengertian…………………………………............................................................ B. Tujuan Perawatan Personal Hygiene……............................................................ C. Macam-Macam Personal Hygiene…………............................................................ D. Tanda dan Gejala Personal Hygiene………............................................................ E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene......................................... F. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene.......................... BAB III. PENUTUP A. Kesimpulan……………………………............................................................ B. Saran………………………………………............................................................ DAFTAR PUSTAKA ……………………………............................................................
  • 3.
    BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, di mana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan. Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan keluarga akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Personal Hygiene? 2. Apa tujuan dari Personal Hygiene? 3. Apa saja macam-macam dari Personal Hygiene? 4. Apa saja tanda dan gejala dari Personal Hygiene? 5. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene? 6. Apa dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene? C. Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui definisi dari Personal Hygiene. 2. Untuk mengetahui tujuan dari Personal Hygiene.
  • 4.
    3. Untuk mengetahuimacam-macam dari Personal Hygiene. 4. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari Personal Hygiene. 5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene. 6. Untuk mengetahui dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene.
  • 5.
    BAB II. PEMBAHASAN A. Pengertian Kebersihan diri atau personal hygiene dan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, oleh karena itu sudah seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan kita agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Perawat hendaknya mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri dan lingkungan ini, sebagai bekal untuk merawat dirinya sendiri juga untuk merawat orang lain dalam hal ini adalah pasien, baik di Rumah Sakit, Keluarga maupun di masyarakat. Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor, di antaranva: budaya, nilai sosial pada individu atau keluarga, pengetahuan terhadap peerawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri. Dalam kehidupan sehari – hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan.Hal –hal yang sangat berpengaruh itu diantaranya kebudayaan, social, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan, hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.(Tarwoto, Watonah, 2006 :78). B. Tujuan Perawatan Personal Hygiene 1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Memperbaiki Personal Hygiene yang kurang 4. Pencegahan penyakit 5. Meningkatkan percaya diri seseorang 6. Menciptakan keindahan
  • 6.
    C. Macam-Macam PersonalHygiene 1. Perawatan Rambut Penampilan dan kesejahteraan seseorang sering kali tergantung dari cara penampilan dan perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan mencegah seseorang untuk memelihara perawatan rambut sehari-sehari. Menyikat, menyisir dan bersampo adalah cara-cara dasar hygienis untuk semua usia. Pertumbuhan, distribusi pola rambut dapat menjadi indikator status kesehatan umum, perubahan hormonal, stress emosional maupun fisik, penuaan, infeksi dan penyakit tertentu atau obat obatan dapat mempengaruhi karakteristik rambut. Rambut normal adalah bersih, bercahaya, dan tidak Kusut, untuk kulit kepala harus bebas dari lesi kehilangan disebabkan karena praktik perawatan yang tidak tepat atau penggunaan medikasi kemoterapi. Potter dan Perri (2005), menjelaskan mengenai masalah rambut dan kulit kepala yang sering terjadi yaitu: 1. Ketombe 2. Pediculosis (kutu) 3. pediculosis capitis (kutu kepala) 4. pediculosis corporis (kutu badan) 5. pediculosis pubis (kuku kepiting) 6. kehilangan rambut (alopesia) 2. Perawatan Mata, Telinga dan Hidung Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga dan hidung secara normal tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus dibersihkan air mata, dan kelopak mata, dan bulu mata mencegah partikel asing. Seseorang hanya memerlukan untuk memindahkan sekresi kering yang terkumpul kepada kantus sebelah, dalam bulu mata hygiene telinga mempunyai implikasi ketajaman pendengaran sebasea lilin atau benda asing berkumpul pada kanal telinga luar yang mengganggu
  • 7.
    konduksi suara. Khususnyapada lansia rentan masalah. Hidung memberikan temperatur dan kelembaban udara yang pernafasan dihirup serta mencegah masuknya partikel asing ke dalam sistem kumulasi sekresi yang mengeras di dalam nares dapat merusak sensasi olfaktori dan pernafasan (Potter dan Perry, 2005). 3. Perawatan Kulit Kondisi kulit tergantung pada praktek hygiene dan paparan iritan lingkungan, sejalan dengan usia, kulit kehilangan layak kenyal dan kelembaban, pada kelenjar sebasea dan keringat menjadi kurang aktif. Epitalium menipis dan serabut kolagen elastik, menyusut sehingga kulit mudah pecah. Perubahan ini merupakan peringatan ketika bergerak dan mengatur posisi pada lansia. Khas kulit lansia adalah kering dan berkerut, masalah kulit yang umum yaitu kulit kering, jerawat, hirsutisme dan suam. Kulit tujuan dari membersihkan kulit dengan mandi yaitu; membersihkan kulit, stimulasi sirkulasi, citra diri, pengurangan bau badan dan peningkatan rentang gerak. Tipe mandi yang terapeutik terdiri dari mandi bak mandi air panas, mandi bak air hangat, mandi bak air dingin, berendam dan rendam duduk (Potter dan Perry, 2005). 4. Perawatan Kaki, Tangan dan Kuku Kaki dan kuku sering kali memerlukan perawatan khusus untuk mencegah infeksi, bau dan cedera pada jaringan. Perawatan dapat digabungkan pada saat mandi atau pada waktu yang terpisah. Masalah yang timbul bukan karena perawatan yang salah atau kurang terhadap kaki dan tangan seperti menggigit kuku atau memotong yang tidak tepat. Pemaparan dengan zat-zat kimia yang tajam dan pemakaian sepatu yang tidak pas. Ketidaknyamanan dapat mengarah pada stres fisik dan emosional (Potter dan Perry, 2005). D.Tanda dan Gejala Personal Hygiene Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah:
  • 8.
    a) Fisik Badanbau, pakaian kotor, Rambut dan kulit kotor, Kuku panjang dan kotor, Gigi kotor disertai mulut bau, Penampilan tidak rapi b) Psikologis Malas, tidak ada inisiatif, Menarik diri, isolasi diri, Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina. c) Sosial Interaksi kurang,Kegiatan kurang, Tidak mampu berperilaku sesuai norma, Cara makan tidak teratur, BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri. E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene a. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. b. Praktik social Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. c. Status Sosial Ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
  • 9.
    d. Pengetahuan Pengetahuanpersonal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan, misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu menjaga kebersihan kakinya F. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 2. Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
  • 10.
    BAB III. PENUTUP A.Kesimpulan Dari pembahasan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997). Tujuan dari personal hygiene adalah (Tarwoto, 2004):Meningkatkan derajat kesehatan seseorang, Memelihara kebersihan diri seseorang, Memperbaiki personal hygiene yang kurang, Mencegah penyakit, Menciptakan keindahan, Meningkatkan rasa percaya diri. B.Saran Kami membutuhkan saran maupun kritikan dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini.
  • 11.
    DAFTAR PUSTAKA http://www.Google.co.id/proseskeperawatan personal hygiene http://www.scribd.com/doc/72877456/Asuhan-Keperawatan-Lanjut-Usia.
  • 12.
    MAKALAH “KONSEP DASARKEBERSIHAN DIRI atau PERSONAL HYGIENE” OLEH NAMA : SYAHRUL NIM : 12.12.989 TINGKAT : IA DOSEN : AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB MUNA RAHA 2012/2013