Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin
KODE UNIT : LOG.OO05.016.01
JUDUL UNIT : Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal
Secara Manual
DESKRIPSI UNIT : Unit ini menggambarkan kegiatan melakukan pengelasan dengan
proses las busur metal secara manual tingkat lanjutan yang
meliputi pengesetan mesin las dan elektroda berdasarkan
spesifikasi, menghubungkan peralatan pengelasan dengan cara
aman, , proses pengelasan sesuai dengan tujuan khusus sesuai
kualitas standar AS1554 pada beberapa posisi, memeriksa hasil
pengelasan/cacat pengelasan pada sambungan secara visual,
memperbaiki kerusakan/cacat pengelasan dan membuat catatan
pengelasan sesuai prosedur operasi standar.
Bidang : Fabrikasi
Bobot Unit : 8
Unit Prasyarat : LOG.OO 05.015.01: Mengelas dengan las busur metal secara manual
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
01 Mengeset mesin las dan
elektroda
1.1 Mesin las dan elektroda diidentifikasi berdasarkan
permintaan pekerjaan, prosedur pengelasan,
dan/atau gambar-gambar teknik
02 Menghubungkan peralatan
pengelasan
2.1 Peralatan pengelasan termasuk seluruh kabel
dihubungkan dengan aman dan benar
berdasarkan prosedur operasi standar
03 Sambungan las yang
memenuhi Australian
Standard 1554, Tujuan
Struktural atau yang sederajat
3.1 Instruksi, simbol-simbol, spesifikasi diinterpretasi
dengan benar termasuk ukuran butiran-butiran,
penempatan butiran-butian,
penguatan/penambahan, dll. berdasarkan
prosedur pengelasan, apabila ada, dan prosedur
operasi standar
04 Memeriksa pengelasan/cacat
pengelasan
4.1 Sambungan las diperiksa secara visual sesuai
spesifikasi.
4.2 Cacat pengelasan diidentifikasi.
05 Memperbaiki kerusakan/cacat 5.1 Cacat pengelasan dihilangkan dengan
meminimalkan kerugian kekuatan logam dengan
menggunakan teknik dan peralatan yang benar
dan tepat sesuai dengan Australian Standard
1554 Tujuan Struktural
06 Membuat catatan pengelasan 6.1 Catatan pengelasan dibuat sesuai dengan
spesifikasi dan prosedur operasi standar
Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 232
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin
BATASAN VARIABEL
Pekerjaan ini dilakukan terhadap berbagai jenis pelat dan pipa untuk fabrikasi secara umum dan
meliputi baja berkarbon rendah, baja tahan karat (stainless steel), baja bercampuran rendah, dll.
Pekerjaan dapat dilakukan sendiri atau dalam tim dengan menggunakan mutu standar,
keselamatan (safety) dan prosedur pekerjaan dan pengelasan. Pengelasan diharuskan untuk
memenuhi tujuan struktural atau yang sederajat., standar industri yang sesuai atau hasil-hasil yang
sederatat. Pengelasan meliputi las tegak lurus (fillet) dan mendatar (butt) pada posisi di atas
kepala. Persiapan material meliputi pemanasan pendahuluan, pengesetan peralatan dan
penempatannya, penjepit, dll. Untuk pengelasan yang sesuai dengan sertifikat yang dicakup, maka
Unit LOG.OO 05.026.01(Menerapkan prinsip-prinsip pengelasan) sebaiknya dipilih juga.
PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks Penilaian
Unit ini sebaiknya dinilai pada lokasi kerja, di luar lokasi kerja atau kombinasi keduanya.
Kompetensi dalam unit ini ditunjukkan oleh individu yang bekerja sendiri atau bekerja
dalam suatu tim/kelompok. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan peserta.
2. Kondisi Penilaian
Peserta akan disediakan seluruh perkakas, perlengkapan, material dan dokumentasi yang
diperlukan. Peserta diijinkan untuk mengacu pada dokumen-dokumen berikut:
2.1 Prosedur kerja yang relevan.
2.2 Spesifikasi produk dan fabrikasi yang relevan.
2.3 Kode-kode, standar-standar, manual-manual, dan bahan-bahan referensi yang
relevan.
2.4 Peserta akan diminta untuk:
2.4.1 Secara lisan, atau dengan cara-cara komunikasi lainnya, menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh penilai.
2.4.2 Menyebutkan kolega-kolega/rekan kerja yang dapat dihubungi untuk
mendapatkan bukti-bukti kecakapan apabila diperlukan.
2.4.3 Menunjukkan bukti sertifikat/penghargaan pelatihan-pelatihan di luar kerja
yang berhubungan dengan unit ini, penilai harus yakin bahwa peserta tersebut
dapat melakukan secara cakap dan konsisten seluruh elemen-elemen unit ini
seperti yang telah ditetapkan dalam kriteria-kriteria, termasuk pengetahuan
yang diperlukan.
3. Aspek kritis
Unit ini dapat dinilai bersama dengan unit-unit lain mengenai keselamatan (safety),
kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan
dengan proses las busur metal manual atau unit-unit lain yang membutuhkan penerapan
ketrampilan dan pengetahuan yang dicakup oleh unit ini. Kompetensi dalam unit ini tidak
dapat dinyatakan hingga semua unit yang diwajibkan telah dipenuhi.
4. Catatan khusus
Selama penilian peserta akan:
4.1 selalu menunjukkan praktek kerja yang aman.
4.2 memberikan informasi tentang proses, kejadian, atau tugas-tugas yang dilaksanakan
Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 233
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin
untuk menjamin suatu lingkungan kerja yang aman dan efisien.
4.3 mempertanggungjawabkan kualitas pekerjaannya.
4.4 selalu merencanakan tugas-tugas dan meninjau kembali persyaratan-persyaratan
suatu tugas apabila diperlukan.
4.5 melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi standar.
4.6 melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasinya
4.7 menggunakan cara-cara, praktek-praktek, proses-proses teknik dan prosedur di
tempat kerja, tugas-tugas tersebut diselesaikan dalam jangka waktu yang layak
sehubungan dengan aktivitas-aktivitas khusus di tempat kerja.
5. Pedoman penilaian
5.1 Amati bahwa seluruh instruksi kerja, gambar,
spesifikasi, dll. yang berhubungan dikumpulkan. sesuai dengan prosedur di tempat
kerja
5.2 Pastikan bahwa mesin las yang tepat untuk suatu
tugas yang diberikan dapat diidentifikasi. Elektroda yang tepat untuk suatu tugas
yang diberikan dapat diidentifikasi.. Persyaratan ventilasi/pengeluaran udara yang
tepat dapat diidentifikasi. Persyaratan penjepitan/pemegangan dapat diidentifikasi.
Bilamana perlu, pemanasan sebelum dan/atau sesudah pengelasan dapat
diidentifikasi. Maksud pemanasan sebelum dan sesudah pengelasan terhadap
material yang dilas dapat diberikan. Contoh-contoh material yang memerlukan
pemanasan sebelum dan sesudah pengelasan dapat diberikan.
5.3 Amati bahwa peralatan pengelasan dihubungkan dan
diset dengan benar berdasarkan prosedur operasi standar. Bilamana perlu,
peralatan dan penempatannya, penjepit, dll. digunakan dengan benar dan aman
berdasarkan prosedur operasi standar.
5.4 Pastikan bahwa pengesetan peralatan yang tepat
untuk suatu tugas yang diberikan dan peralatan/elektroda yang dipilih dapat
diidentifikasi.
5.5 Pastikan bahwa pengesetan peralatan yang tepat
untuk suatu tugas yang diberikan dan peralatan/elektroda yang dipilih dapat
diidentifikasi.
5.6 Amati bahwa las tegak lurus (fillet) dan mendatar
(butt) dilakukan dengan benar sesuai dengan Tujuan Struktural atau yang sederajat
berdasarkan prosedur operasi standar untuk posisi horizontal – vertikal – di atas
kepala
5.7 Pastikan bahwa persyaratan pengelasan yang
memenuhi 1554 SP (atau yang sederajat) dapat diidentifikasi. Lokasi dan ukuran
pengelasan yang akan dilakukan dapat diidentifikasi.Bilamana perlu, teknik-teknik
pencegahan distorsi digunakan sesuai prosedur kerja setempat. Sambungan yang
dilas dibersihkan dengan menggunakan perkakas dan teknik sesuai prosedur kerja
setempat.
5.8 Amati bahwa sambungan las diperiksa secara visual
untuk melihat kerusakan/cacat.
5.9 Pastikan bahwa cacat pengelasan yang umumnya
dapat dilihat oleh mata dapat diidentifikasi.
5.10 Amati bahwa bilamana perlu cacat pengelasan
diidentifikasi.
5.11 Amati bahwa bilaman aperlu, cacat dihilangkan sesuai
dengan prosedur di lokasi kerja. Minimum kerugian kekuatan logam dihilangkan
bersama dengan cacat pengelasan. Pengelasan sesuai dengan Tujuan Struktural.
5.12 Pastikan bahwa metoda penghilangan cacat
pengelasan dan penerapannya dapat ditunjukkan.
Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 234
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin
5.13 Pastikan bahwa Catatan pengelasan diselesaikan
dengan akurat sesuai dengan prosedur operasi standar.
KOMPETENSI KUNCI
NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6. Memecahkan masalah 2
7. Menggunakan teknologi 1
Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 235

Logam mesin fabrication 16

  • 1.
    Standar Kompetensi KerjaNasional Indonesia Sektor Logam Mesin KODE UNIT : LOG.OO05.016.01 JUDUL UNIT : Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual DESKRIPSI UNIT : Unit ini menggambarkan kegiatan melakukan pengelasan dengan proses las busur metal secara manual tingkat lanjutan yang meliputi pengesetan mesin las dan elektroda berdasarkan spesifikasi, menghubungkan peralatan pengelasan dengan cara aman, , proses pengelasan sesuai dengan tujuan khusus sesuai kualitas standar AS1554 pada beberapa posisi, memeriksa hasil pengelasan/cacat pengelasan pada sambungan secara visual, memperbaiki kerusakan/cacat pengelasan dan membuat catatan pengelasan sesuai prosedur operasi standar. Bidang : Fabrikasi Bobot Unit : 8 Unit Prasyarat : LOG.OO 05.015.01: Mengelas dengan las busur metal secara manual ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 01 Mengeset mesin las dan elektroda 1.1 Mesin las dan elektroda diidentifikasi berdasarkan permintaan pekerjaan, prosedur pengelasan, dan/atau gambar-gambar teknik 02 Menghubungkan peralatan pengelasan 2.1 Peralatan pengelasan termasuk seluruh kabel dihubungkan dengan aman dan benar berdasarkan prosedur operasi standar 03 Sambungan las yang memenuhi Australian Standard 1554, Tujuan Struktural atau yang sederajat 3.1 Instruksi, simbol-simbol, spesifikasi diinterpretasi dengan benar termasuk ukuran butiran-butiran, penempatan butiran-butian, penguatan/penambahan, dll. berdasarkan prosedur pengelasan, apabila ada, dan prosedur operasi standar 04 Memeriksa pengelasan/cacat pengelasan 4.1 Sambungan las diperiksa secara visual sesuai spesifikasi. 4.2 Cacat pengelasan diidentifikasi. 05 Memperbaiki kerusakan/cacat 5.1 Cacat pengelasan dihilangkan dengan meminimalkan kerugian kekuatan logam dengan menggunakan teknik dan peralatan yang benar dan tepat sesuai dengan Australian Standard 1554 Tujuan Struktural 06 Membuat catatan pengelasan 6.1 Catatan pengelasan dibuat sesuai dengan spesifikasi dan prosedur operasi standar Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 232
  • 2.
    Standar Kompetensi KerjaNasional Indonesia Sektor Logam Mesin BATASAN VARIABEL Pekerjaan ini dilakukan terhadap berbagai jenis pelat dan pipa untuk fabrikasi secara umum dan meliputi baja berkarbon rendah, baja tahan karat (stainless steel), baja bercampuran rendah, dll. Pekerjaan dapat dilakukan sendiri atau dalam tim dengan menggunakan mutu standar, keselamatan (safety) dan prosedur pekerjaan dan pengelasan. Pengelasan diharuskan untuk memenuhi tujuan struktural atau yang sederajat., standar industri yang sesuai atau hasil-hasil yang sederatat. Pengelasan meliputi las tegak lurus (fillet) dan mendatar (butt) pada posisi di atas kepala. Persiapan material meliputi pemanasan pendahuluan, pengesetan peralatan dan penempatannya, penjepit, dll. Untuk pengelasan yang sesuai dengan sertifikat yang dicakup, maka Unit LOG.OO 05.026.01(Menerapkan prinsip-prinsip pengelasan) sebaiknya dipilih juga. PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Unit ini sebaiknya dinilai pada lokasi kerja, di luar lokasi kerja atau kombinasi keduanya. Kompetensi dalam unit ini ditunjukkan oleh individu yang bekerja sendiri atau bekerja dalam suatu tim/kelompok. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan peserta. 2. Kondisi Penilaian Peserta akan disediakan seluruh perkakas, perlengkapan, material dan dokumentasi yang diperlukan. Peserta diijinkan untuk mengacu pada dokumen-dokumen berikut: 2.1 Prosedur kerja yang relevan. 2.2 Spesifikasi produk dan fabrikasi yang relevan. 2.3 Kode-kode, standar-standar, manual-manual, dan bahan-bahan referensi yang relevan. 2.4 Peserta akan diminta untuk: 2.4.1 Secara lisan, atau dengan cara-cara komunikasi lainnya, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penilai. 2.4.2 Menyebutkan kolega-kolega/rekan kerja yang dapat dihubungi untuk mendapatkan bukti-bukti kecakapan apabila diperlukan. 2.4.3 Menunjukkan bukti sertifikat/penghargaan pelatihan-pelatihan di luar kerja yang berhubungan dengan unit ini, penilai harus yakin bahwa peserta tersebut dapat melakukan secara cakap dan konsisten seluruh elemen-elemen unit ini seperti yang telah ditetapkan dalam kriteria-kriteria, termasuk pengetahuan yang diperlukan. 3. Aspek kritis Unit ini dapat dinilai bersama dengan unit-unit lain mengenai keselamatan (safety), kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan proses las busur metal manual atau unit-unit lain yang membutuhkan penerapan ketrampilan dan pengetahuan yang dicakup oleh unit ini. Kompetensi dalam unit ini tidak dapat dinyatakan hingga semua unit yang diwajibkan telah dipenuhi. 4. Catatan khusus Selama penilian peserta akan: 4.1 selalu menunjukkan praktek kerja yang aman. 4.2 memberikan informasi tentang proses, kejadian, atau tugas-tugas yang dilaksanakan Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 233
  • 3.
    Standar Kompetensi KerjaNasional Indonesia Sektor Logam Mesin untuk menjamin suatu lingkungan kerja yang aman dan efisien. 4.3 mempertanggungjawabkan kualitas pekerjaannya. 4.4 selalu merencanakan tugas-tugas dan meninjau kembali persyaratan-persyaratan suatu tugas apabila diperlukan. 4.5 melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.6 melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasinya 4.7 menggunakan cara-cara, praktek-praktek, proses-proses teknik dan prosedur di tempat kerja, tugas-tugas tersebut diselesaikan dalam jangka waktu yang layak sehubungan dengan aktivitas-aktivitas khusus di tempat kerja. 5. Pedoman penilaian 5.1 Amati bahwa seluruh instruksi kerja, gambar, spesifikasi, dll. yang berhubungan dikumpulkan. sesuai dengan prosedur di tempat kerja 5.2 Pastikan bahwa mesin las yang tepat untuk suatu tugas yang diberikan dapat diidentifikasi. Elektroda yang tepat untuk suatu tugas yang diberikan dapat diidentifikasi.. Persyaratan ventilasi/pengeluaran udara yang tepat dapat diidentifikasi. Persyaratan penjepitan/pemegangan dapat diidentifikasi. Bilamana perlu, pemanasan sebelum dan/atau sesudah pengelasan dapat diidentifikasi. Maksud pemanasan sebelum dan sesudah pengelasan terhadap material yang dilas dapat diberikan. Contoh-contoh material yang memerlukan pemanasan sebelum dan sesudah pengelasan dapat diberikan. 5.3 Amati bahwa peralatan pengelasan dihubungkan dan diset dengan benar berdasarkan prosedur operasi standar. Bilamana perlu, peralatan dan penempatannya, penjepit, dll. digunakan dengan benar dan aman berdasarkan prosedur operasi standar. 5.4 Pastikan bahwa pengesetan peralatan yang tepat untuk suatu tugas yang diberikan dan peralatan/elektroda yang dipilih dapat diidentifikasi. 5.5 Pastikan bahwa pengesetan peralatan yang tepat untuk suatu tugas yang diberikan dan peralatan/elektroda yang dipilih dapat diidentifikasi. 5.6 Amati bahwa las tegak lurus (fillet) dan mendatar (butt) dilakukan dengan benar sesuai dengan Tujuan Struktural atau yang sederajat berdasarkan prosedur operasi standar untuk posisi horizontal – vertikal – di atas kepala 5.7 Pastikan bahwa persyaratan pengelasan yang memenuhi 1554 SP (atau yang sederajat) dapat diidentifikasi. Lokasi dan ukuran pengelasan yang akan dilakukan dapat diidentifikasi.Bilamana perlu, teknik-teknik pencegahan distorsi digunakan sesuai prosedur kerja setempat. Sambungan yang dilas dibersihkan dengan menggunakan perkakas dan teknik sesuai prosedur kerja setempat. 5.8 Amati bahwa sambungan las diperiksa secara visual untuk melihat kerusakan/cacat. 5.9 Pastikan bahwa cacat pengelasan yang umumnya dapat dilihat oleh mata dapat diidentifikasi. 5.10 Amati bahwa bilamana perlu cacat pengelasan diidentifikasi. 5.11 Amati bahwa bilaman aperlu, cacat dihilangkan sesuai dengan prosedur di lokasi kerja. Minimum kerugian kekuatan logam dihilangkan bersama dengan cacat pengelasan. Pengelasan sesuai dengan Tujuan Struktural. 5.12 Pastikan bahwa metoda penghilangan cacat pengelasan dan penerapannya dapat ditunjukkan. Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 234
  • 4.
    Standar Kompetensi KerjaNasional Indonesia Sektor Logam Mesin 5.13 Pastikan bahwa Catatan pengelasan diselesaikan dengan akurat sesuai dengan prosedur operasi standar. KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3 2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2 3. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2 4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2 6. Memecahkan masalah 2 7. Menggunakan teknologi 1 Mengelas Tingkat Lanjutan Dengan Proses Las Busur Metal Secara Manual 235