LAPORAN TUGAS PERTAMA
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
(PROSES PERKEMBANGAN PADA KUPU-KUPU KECIL MENJADI
KUPU-KUPU DEWASA PADA ANAK TK/PAUD)
DOSEN PENGAMPU :
EKA PANDU CYNTHIA, S.T., M.Kom.
DISUSUN OLEH KELOMPOK (5) :
1. ALBAIYAH
2. FITRI NELY
3. NIKA APIANTI
4. NUR SAHILA FATISA
5. RIMA KURNIATI
6. MERI TIRTA
KELAS 5B
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2015
PROSES PERKEMBANGAN PADA KUPU-KUPU KECIL MENJADI KUPU-KUPU
DEWASA PADA ANAK TK/PAUD
Kupu-kupu adalah hewan yang satu ini bisa terbang dan memiliki warna yang indah
cemerlang. Semua orang pasti senang melihat keindahan sayap-nya apalagi jika mereka
berkelompok. Kupu-kupu tergolong serangga ordo Lepidoptera atau ‘serangga bersayap
sisik’ (lepis, sisik dan pteron, sayap). Dia dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang
membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Hal ini dikarenakan kupu-kupu pada
umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa
jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk,
daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah. Semua jenis kupu-kupu sebelum memiliki
tubuh yang indah mereka harus melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong,
dan akhirnya menjadi kupu-kupu cantik. Proses itu disebut “Metamorfosis Kupu-Kupu”.
Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan
perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan
fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda. Ada
dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna.
Metamorphosis tidak sempurna merupakan metamorphosis yang melewati 2 tahapan yaitu
dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa. Biasanya metamorfosis ini terjadi
pada serangga seperti capung, belalang, jangkrik dan lainnya. Sedangkan metamorphosis
sempurna merupakan metamorphosis yang melewati tahapan-tahapan mulai dari telur-larva-
pupa-imago (dewasa). Contoh metamorphosis sempurna terjadi pada katak dan kupu-kupu.
Proses metamorfosis kupu-kupu cukup panjang dan lama namum sederhana. Pertama-
tama mulai dari telur yang di letakkan oleh kupu-kupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk
atau dapat juga pohon yang lain) yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan
makanan ulat tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/
kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru.
Telur
Telur akan menetas antara 3–5 hari, larva akan berjalan ke pinggir daun tumbuhan inang dan
memulai memakannya. Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai
makanan pertamanya Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi
ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit.
Larva (Ulat)
Setelah menetas larva akan mencari makan Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur
yang kosong sebagai makanan pertamanya. Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti
pertumbuhannya, tetapi ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit. Jumlah
pergantian kulit selama hidup larva umumnya 4–6 kali, dan periode antara pergantian kulit
(molting) disebut instar.
Larva kupu-kupu bervariasi dalam bentuk, tetapi pada sebagian besar berbentuk silindris, dan
terkadang memepunyai rambut, duri, tuberkel atau filamen.
Ketika larva mencapai pertumbuhan maksimal, larva akan berhenti makan, berjalan mencari
tempat berlindung terdekat, melekatkan diri pada ranting atau daun dengan anyaman benang.
Larva telah memasuki fase prepupa dan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk
pupa.
Pupa (kepompong)
Fase pupa kalau dilihat dari luar seperti periode istirahat, padahal di dalam pupa terjadi
proses pembentukan serangga yang sempurna. Pupa pada umumnya keras, halus dan berupa
suatu struktur tanpa anggota tubuh. Pada umumnya pupa berwarna hijau, coklat atau warna
sesuai dengan sekitarnya. (berkamuflase). Pembentukan kupu-kupu di dalam pupa biasanya
berlangsung selama 7–20 hari tergantung spesiesnya
Kupu-kupu
Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah,
kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Segera
setelah sayap mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup beberapa
kali dan percobaan terbang.
Fase imago atau kupu-kupu adalah fase dewasa
Perilaku Kupu-Kupu:
Kupu-kupu merupakan serangga yang melakukan aktivitas pada siang hari, pada malam hari
kupu-kupu akan istirahat dan terlindungan daun pepohonan.
Siang kupu-kupu makin aktif terbang dan melakukan aktivitas mencari makan dan
berproduksi. Kegiatan mencari makan dilakukan sendiri-sendiri tetapi sering tampak kupu-
kupu jantan dan batina terbang berpasangan dan pada saatnya akan melakukan kopulasi.
Selanjutnya induk kupu-kupu akan meletakkan telurnya pada tumbuhan inangnya. kupu-kupu
yang rentang sayapnya kecil akan terbamg rendah antara 10 cm-2 m. Sedangkan kupu-kupu
yang rentang sayap lebih besar terbang lebih tinggi sampai ±10 m. Pada kegiatan mencari
makan, kupu-kupu akan hinggap pada bunga-bunga dan menjulurkan probosisnya.
1. KELEBIHAN PENGGUNAAAN MEDIA YANG DIGUNAKAN:
 MEDIA GAMBAR
1) Anak bisa melihat secara lansung bagaimana perkembangan pada kupu-kupu
2) Anak bisa mengetahui perkembangan kupu-kupu dari telur hingga menjadi
kupu-kupu dewasa
3) Anak mampu menyusun urutan yang benar dari perkembangan telur hingga
menjadi kupu-kupu dewasa yang bisa terbang.
 MEDIA KARTUN
1) Dengan adanya media kartun,dapat menimbulkan rasa ingin tahu anak
terhadap perkembangan kupu-kupu
2) Dengan adanya media kartun proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan
menarik
3) Dengan adanya media kartun anak-anak tidak mudah bosan untuk mengetahui
bagaimana proses perkembangan pada kupu-kupu.
 MEDIA POSTER
1) Timbulnya rasa ingin melindungi
2) Timbulnya rasa ingin tahu anak terhadap bagaimana perkembangan pada
kupu-kupu secara nyata
3) Mengajak anak untuk berpartisipasi dalam melindungi kupu-kupu
 MEDIA VIDEO
1) Menceritakan perkembangan pada kupu-kupu mulai dari telur hingga menjadi
kupu-kupu dewasa
2) Dengan adanya media video anak-anak dapat melihat perkembangan kupu-
kupu
3) Dengan adanya media video dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak
terhadap proses perkembangan kupu-kupu.
 MEDIA PERMAINAN(PUZZLE)
1) Dengan adanya media permainan(puzzle)dapat menguji daya ingat anak
terhadap proses perkembangan mulai telur hingga kupu-kupu dewasa
2) Adanya permainan puzzle mengajak anak untuk berpikir,aktif dan kreatif
dalam menyusun permainan tersebut.
3) Adanya permainan puzzle membuat suasana belajar menjadi lebih asyik dan
menyenangkan.
2. TUJUAN PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN:
 Menginformasikan kepada anak-anak bahwa sangat penting dalam menjaga
kelangsungan hidup pada kupu-kupu
 Anak mampu menyusun proses perkembangan kupu-kupu dimulai dari telur
hingga menjadi kupu-kupu dewasa
 Anak mampu membedakan pembentukan tiap proses pada kupu-kupu
3. PESERTA AJAR(AUDIENS):
 AFIFA SAWA DINDA
 IYAS SUZAIYI
 FAIZ HUSAINI
 SAGITA KANAYA
 GHULAM FAH
 DARA
 HANIFA AULYA AINI
4. ALAT YANG DIGUNAKAN:
1) PRINT OUT
2) LAPTOP
3) KAMERA/HP
4) BUKU DAN PENA
5. NILAI KEPRAKTISAN YANG ADA PADA MEDIA:
 Mudah digunakan,dan mudah ditemukan pada proses pembelajaran
 Anak lebih menyukai media yang ditampilkan seperti gambar,kartun,video dan
permainan
 Mudah diterapkan pada anak-anak
TOKOH-TOKOH PADA PROSES UJI COBA MEDIA PEMBELAJARAN
(PROSES PERKEMBANGAN PADA KUPU-KUPU KECIL MENJADI KUPU-KUPU
DEWASA PADA ANAK TK/PAUD)
1) Biodata peserta didik
1.
a. Foto :
b. Nama Jelas : AFIFA SAWA DINDA
c. Jenis Kelamin :perempuan
d. Jenjang Pendidikan : TK
2.
a. Foto :
b. Nama Jelas : IYAS SUZAIYI
c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI
d. Jenjang Pendidikan : TK
3.
a. Foto :
b. Nama Jelas : SAGITA KANAYA
c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN
d. Jenjang Pendidikan : TK
4.
a.Foto :
b. Nama Jelas : GHULAM FAHRI
c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI
d. Jenjang Pendidikan : TK
5.
a. Foto :
b. Nama Jelas : DARA
c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN
d. Jenjang Pendidikan : TK
6.
a. Foto :
b. Nama Jelas : HANIFA AULYA AINI
c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN
d. Jenjang Pendidikan : TK
7.
a. Foto :
b. Nama Jelas : FAIZ HUSAINI
c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI
d. Jenjang Pendidikan : TK
2) Hasil Capture dan Record proses uji coba. Jabarkan masing‐masing anggota
kelompok berperan apa pada kegiatan ini. Misal :
foto anggota secara keseluruhan:
1) Nama : ALBAIYAH
Bertugas sebagai : Memberikan permainan pada anak-anak
2) Nama : MERI TIRTA
Bertugas sebagai : tidak mengikuti (alasan: PPL)
3) Nama : FITRI NELY
Bertugas sebagai : kamera
4) Nama : NIKA APIANTI
Bertugas sebagai : menjaga keamanan dan ketertiban anak-anak
5) Nama : NUR SAHILA FATISA
Bertugas sebagai : menjelaskan materi
6) Nama : RIMA KURNIATI
Bertugas sebagai : menjelaskan materi
3) Foto-foto Proses pembelajaran
METODE “ASSURE” PADA MEDIA PEMBELAJARAN YANG
DILAKUKAN UJI COBA
1. Analisis karakter siswa
 AFIFA SAWA DINDA
Anaknya pendiam, bisa merospon media pembelajaran yang diajarkan
tetapi responnya secara senyum. Ketika ditanya bisa menjawab
pertanyaan yang diajukan.
 IYAS SUZAIYI
Anaknya pendiam tapi bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan.
 SAGITA KANAYA
Anaknya aktif dan ceria ketika ditanya responnya cepat.
 GHULAM FAHRI
Anaknya aktif ketika ditanya bisa menjawab.
 DARA
Anaknya pendiam tetapi bisa menjawab pertanyaan.
 HANIFA AULYA AINI
Anaknya aktif ketika ditanya bisa menjawab.
 FAIZ HUSAINI
Anaknya aktif dan bisa menjawab pertanyaan.
2. Tujuan Pembelajaran
 Menginformasikan kepada anak-anak bahwa sangat penting dalam menjaga
kelangsungan hidup pada kupu-kupu
 Anak mampu menyusun proses perkembangan kupu-kupu dimulai dari telur
hingga menjadi kupu-kupu dewasa
 Anak mampu membedakan pembentukan tiap proses pada kupu-kupu
3. Memilih, merancang atau memodifikasi yang sudah ada
Dari ke 5 media yang kami gunakan yang lebih disukai anak-anak adalah media
permainan. Dimana media permainan menjadikan anak-anak tersebut untuk dapat
mengingat kembali susunan yang benar dari permainan (puzzel) yang telah kami
acak. hasilnya anak-anak tersebut mampu menyusun ke urutan yang sebenarnya.
4. Uji coba media
Media – madia yang kami gunakan :
 Media gambar
 Media kartun
 Media poster
 Media vidio
 Media permainan
5. Respon siswa
 Anak-anak merespon kembali
 Menjawab pertanyaan dengan benar
 Rata – rata anank-anak cepat dan tanggap pada saat menjawab pertanyaan
6. Evaluasi
Menguji ingatan anak-anak untuk dapat menyusun permainan (puzzel)

Laporan tugas pertama

  • 1.
    LAPORAN TUGAS PERTAMA MULTIMEDIAPEMBELAJARAN (PROSES PERKEMBANGAN PADA KUPU-KUPU KECIL MENJADI KUPU-KUPU DEWASA PADA ANAK TK/PAUD) DOSEN PENGAMPU : EKA PANDU CYNTHIA, S.T., M.Kom. DISUSUN OLEH KELOMPOK (5) : 1. ALBAIYAH 2. FITRI NELY 3. NIKA APIANTI 4. NUR SAHILA FATISA 5. RIMA KURNIATI 6. MERI TIRTA KELAS 5B FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU 2015
  • 2.
    PROSES PERKEMBANGAN PADAKUPU-KUPU KECIL MENJADI KUPU-KUPU DEWASA PADA ANAK TK/PAUD Kupu-kupu adalah hewan yang satu ini bisa terbang dan memiliki warna yang indah cemerlang. Semua orang pasti senang melihat keindahan sayap-nya apalagi jika mereka berkelompok. Kupu-kupu tergolong serangga ordo Lepidoptera atau ‘serangga bersayap sisik’ (lepis, sisik dan pteron, sayap). Dia dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Hal ini dikarenakan kupu-kupu pada umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah. Semua jenis kupu-kupu sebelum memiliki tubuh yang indah mereka harus melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya menjadi kupu-kupu cantik. Proses itu disebut “Metamorfosis Kupu-Kupu”. Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda. Ada dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna. Metamorphosis tidak sempurna merupakan metamorphosis yang melewati 2 tahapan yaitu dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa. Biasanya metamorfosis ini terjadi pada serangga seperti capung, belalang, jangkrik dan lainnya. Sedangkan metamorphosis sempurna merupakan metamorphosis yang melewati tahapan-tahapan mulai dari telur-larva- pupa-imago (dewasa). Contoh metamorphosis sempurna terjadi pada katak dan kupu-kupu. Proses metamorfosis kupu-kupu cukup panjang dan lama namum sederhana. Pertama- tama mulai dari telur yang di letakkan oleh kupu-kupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk atau dapat juga pohon yang lain) yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan makanan ulat tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/ kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru.
  • 3.
    Telur Telur akan menetasantara 3–5 hari, larva akan berjalan ke pinggir daun tumbuhan inang dan memulai memakannya. Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit. Larva (Ulat) Setelah menetas larva akan mencari makan Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya. Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit. Jumlah pergantian kulit selama hidup larva umumnya 4–6 kali, dan periode antara pergantian kulit (molting) disebut instar. Larva kupu-kupu bervariasi dalam bentuk, tetapi pada sebagian besar berbentuk silindris, dan terkadang memepunyai rambut, duri, tuberkel atau filamen. Ketika larva mencapai pertumbuhan maksimal, larva akan berhenti makan, berjalan mencari tempat berlindung terdekat, melekatkan diri pada ranting atau daun dengan anyaman benang. Larva telah memasuki fase prepupa dan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa.
  • 4.
    Pupa (kepompong) Fase pupakalau dilihat dari luar seperti periode istirahat, padahal di dalam pupa terjadi proses pembentukan serangga yang sempurna. Pupa pada umumnya keras, halus dan berupa suatu struktur tanpa anggota tubuh. Pada umumnya pupa berwarna hijau, coklat atau warna sesuai dengan sekitarnya. (berkamuflase). Pembentukan kupu-kupu di dalam pupa biasanya berlangsung selama 7–20 hari tergantung spesiesnya Kupu-kupu Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Segera setelah sayap mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup beberapa kali dan percobaan terbang. Fase imago atau kupu-kupu adalah fase dewasa Perilaku Kupu-Kupu: Kupu-kupu merupakan serangga yang melakukan aktivitas pada siang hari, pada malam hari kupu-kupu akan istirahat dan terlindungan daun pepohonan. Siang kupu-kupu makin aktif terbang dan melakukan aktivitas mencari makan dan berproduksi. Kegiatan mencari makan dilakukan sendiri-sendiri tetapi sering tampak kupu- kupu jantan dan batina terbang berpasangan dan pada saatnya akan melakukan kopulasi. Selanjutnya induk kupu-kupu akan meletakkan telurnya pada tumbuhan inangnya. kupu-kupu yang rentang sayapnya kecil akan terbamg rendah antara 10 cm-2 m. Sedangkan kupu-kupu yang rentang sayap lebih besar terbang lebih tinggi sampai ±10 m. Pada kegiatan mencari makan, kupu-kupu akan hinggap pada bunga-bunga dan menjulurkan probosisnya.
  • 5.
    1. KELEBIHAN PENGGUNAAANMEDIA YANG DIGUNAKAN:  MEDIA GAMBAR 1) Anak bisa melihat secara lansung bagaimana perkembangan pada kupu-kupu 2) Anak bisa mengetahui perkembangan kupu-kupu dari telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa 3) Anak mampu menyusun urutan yang benar dari perkembangan telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang bisa terbang.  MEDIA KARTUN 1) Dengan adanya media kartun,dapat menimbulkan rasa ingin tahu anak terhadap perkembangan kupu-kupu 2) Dengan adanya media kartun proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 3) Dengan adanya media kartun anak-anak tidak mudah bosan untuk mengetahui bagaimana proses perkembangan pada kupu-kupu.  MEDIA POSTER 1) Timbulnya rasa ingin melindungi 2) Timbulnya rasa ingin tahu anak terhadap bagaimana perkembangan pada kupu-kupu secara nyata 3) Mengajak anak untuk berpartisipasi dalam melindungi kupu-kupu  MEDIA VIDEO 1) Menceritakan perkembangan pada kupu-kupu mulai dari telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa 2) Dengan adanya media video anak-anak dapat melihat perkembangan kupu- kupu 3) Dengan adanya media video dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap proses perkembangan kupu-kupu.  MEDIA PERMAINAN(PUZZLE) 1) Dengan adanya media permainan(puzzle)dapat menguji daya ingat anak terhadap proses perkembangan mulai telur hingga kupu-kupu dewasa 2) Adanya permainan puzzle mengajak anak untuk berpikir,aktif dan kreatif dalam menyusun permainan tersebut. 3) Adanya permainan puzzle membuat suasana belajar menjadi lebih asyik dan menyenangkan.
  • 6.
    2. TUJUAN PEMBELAJARANYANG DIGUNAKAN:  Menginformasikan kepada anak-anak bahwa sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup pada kupu-kupu  Anak mampu menyusun proses perkembangan kupu-kupu dimulai dari telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa  Anak mampu membedakan pembentukan tiap proses pada kupu-kupu 3. PESERTA AJAR(AUDIENS):  AFIFA SAWA DINDA  IYAS SUZAIYI  FAIZ HUSAINI  SAGITA KANAYA  GHULAM FAH  DARA  HANIFA AULYA AINI 4. ALAT YANG DIGUNAKAN: 1) PRINT OUT 2) LAPTOP 3) KAMERA/HP 4) BUKU DAN PENA 5. NILAI KEPRAKTISAN YANG ADA PADA MEDIA:  Mudah digunakan,dan mudah ditemukan pada proses pembelajaran  Anak lebih menyukai media yang ditampilkan seperti gambar,kartun,video dan permainan  Mudah diterapkan pada anak-anak
  • 7.
    TOKOH-TOKOH PADA PROSESUJI COBA MEDIA PEMBELAJARAN (PROSES PERKEMBANGAN PADA KUPU-KUPU KECIL MENJADI KUPU-KUPU DEWASA PADA ANAK TK/PAUD) 1) Biodata peserta didik 1. a. Foto : b. Nama Jelas : AFIFA SAWA DINDA c. Jenis Kelamin :perempuan d. Jenjang Pendidikan : TK 2. a. Foto : b. Nama Jelas : IYAS SUZAIYI c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI d. Jenjang Pendidikan : TK
  • 8.
    3. a. Foto : b.Nama Jelas : SAGITA KANAYA c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN d. Jenjang Pendidikan : TK 4. a.Foto : b. Nama Jelas : GHULAM FAHRI c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI d. Jenjang Pendidikan : TK
  • 9.
    5. a. Foto : b.Nama Jelas : DARA c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN d. Jenjang Pendidikan : TK 6. a. Foto : b. Nama Jelas : HANIFA AULYA AINI c. Jenis Kelamin : PEREMPUAN d. Jenjang Pendidikan : TK 7. a. Foto : b. Nama Jelas : FAIZ HUSAINI c. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI d. Jenjang Pendidikan : TK
  • 10.
    2) Hasil Capturedan Record proses uji coba. Jabarkan masing‐masing anggota kelompok berperan apa pada kegiatan ini. Misal : foto anggota secara keseluruhan: 1) Nama : ALBAIYAH Bertugas sebagai : Memberikan permainan pada anak-anak 2) Nama : MERI TIRTA Bertugas sebagai : tidak mengikuti (alasan: PPL) 3) Nama : FITRI NELY Bertugas sebagai : kamera 4) Nama : NIKA APIANTI Bertugas sebagai : menjaga keamanan dan ketertiban anak-anak 5) Nama : NUR SAHILA FATISA Bertugas sebagai : menjelaskan materi 6) Nama : RIMA KURNIATI Bertugas sebagai : menjelaskan materi
  • 11.
    3) Foto-foto Prosespembelajaran
  • 12.
    METODE “ASSURE” PADAMEDIA PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN UJI COBA 1. Analisis karakter siswa  AFIFA SAWA DINDA Anaknya pendiam, bisa merospon media pembelajaran yang diajarkan tetapi responnya secara senyum. Ketika ditanya bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.  IYAS SUZAIYI Anaknya pendiam tapi bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan.  SAGITA KANAYA Anaknya aktif dan ceria ketika ditanya responnya cepat.  GHULAM FAHRI Anaknya aktif ketika ditanya bisa menjawab.  DARA Anaknya pendiam tetapi bisa menjawab pertanyaan.  HANIFA AULYA AINI Anaknya aktif ketika ditanya bisa menjawab.  FAIZ HUSAINI Anaknya aktif dan bisa menjawab pertanyaan.
  • 13.
    2. Tujuan Pembelajaran Menginformasikan kepada anak-anak bahwa sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup pada kupu-kupu  Anak mampu menyusun proses perkembangan kupu-kupu dimulai dari telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa  Anak mampu membedakan pembentukan tiap proses pada kupu-kupu 3. Memilih, merancang atau memodifikasi yang sudah ada Dari ke 5 media yang kami gunakan yang lebih disukai anak-anak adalah media permainan. Dimana media permainan menjadikan anak-anak tersebut untuk dapat mengingat kembali susunan yang benar dari permainan (puzzel) yang telah kami acak. hasilnya anak-anak tersebut mampu menyusun ke urutan yang sebenarnya. 4. Uji coba media Media – madia yang kami gunakan :  Media gambar  Media kartun  Media poster  Media vidio  Media permainan 5. Respon siswa  Anak-anak merespon kembali  Menjawab pertanyaan dengan benar  Rata – rata anank-anak cepat dan tanggap pada saat menjawab pertanyaan 6. Evaluasi Menguji ingatan anak-anak untuk dapat menyusun permainan (puzzel)