Mansur      (610 005)   Sri Wahyuni    (610 031)
Herman. S   (610 001)   Harnawati      (610 012)
Agus. F     (610 010)   Sundari        (610 025)
Hasnidar    (610 021)   Nirma Yunita   (610 020)
Tentang Filicinae

       Reproduksi

           Klasifikasi

          Manfaat/Peranan

                    Sumber
FILICINAE
    Kelas Filicinae meliputi beraneka
ragam tumbuhan yang menurut bahasa
sehari-hari dikenal sebagai tumbuhan paku
atau pakis yang sebenarnya. Dari segi
ekologi tumbuhan ini termasuk higrofit,
banyak tumbuh di tempat-tempat yang
teduh dan lembab, sehingga di tempat-
tempat      terbuka       dapat   mengalami
kerusakan akibat penyinaran yang terlalu
intensif. Ditinjau dari lingkungan hidupnya,
warga kelas ini dibedakan dalam 3
golongan paku, yaitu paku tanah, paku air,
dan paku epifit.
Lanjutan...

    Habitusnya     yang    beraneka     ragam
 menyebabkan berbagai jenis diantaranya
 yang mendapat penghargaan yang tinggi
 sebagai tanaman hias, seperti misaklnya
 ekor merak (Adiantum farleyense), suplir
 (Adiantum cuneatum) dan paku tanduk rusa
 (Platycerium bifurcatum). Selain itu ada pula
 berbagai jenis yang menghasilkan bahan
 yang berguna untuk obat-obatan, misalnya
 Dryopteris filix-mas.
REPRODUKSI
    Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan
seksual. Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya
pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit
(metagenesis). Pada tumbuhan paku, generasi sporofit
merupakan generasi yang dominan dalam daur hidupnya.
    Generasi gametofit dihasilkan oleh reproduksi aseksual
dengan spora. Spora dihasilkan oleh pembelahan sel induk
spora yang terjadi di dalam sporangium. Sporangium
terdapat pada sporofit (sporogonium) yang terletak di daun
atau di batang. Spora haploid (n) yang dihasilkan
diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang
sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnya
menjadi gametofit yang haploid (n).
Lanjutan...

   Gametofit memiliki dua jenis alat reproduksi, yaitu
anteridium dan arkegonium, atau satu jenis alat
reproduksi, yaitu anteridium saja atau arkegonium saja.
Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n).
Anteridium    menghasilkan      banyak     spermatozoid
berflagelum yang haploid (n). Spermatozoid bergerak
dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium.
Spermatozoid kemudian membuahi ovum. Pembuahan
ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasilkan
zigot yang diploid (2n). Zigot membelah dan tumbuh
menjadi embrio (2n). Embrio tumbuh menjadi tumbuhan
paku (2n).
Filicinae diklasifikasikan dalam 3 anak
              kelas, yaitu :

            Eusporangiatae

          Leptosporangiatae

            Hydropterides
Anak Kelas EUSPORANGIATAE
   Tumbuhan yang tergolong dalam anak
kelas ini kebanyakan berupa terna.
Protalium di bawah tanah dan tidak
berwarna, atau di atas tanah dan berwarna
hijau.
   Sporangium mempunyai dinding tebal
dan kuat yang terdiri atas beberapa lapis
sel, spora sama besar.
   Eusporangiatae terbagi atas 2 bangsa
yaitu:
1. Bangsa Ophioglossales
2. Bangsa Marattiales
Bangsa Ophioglossales
Suku     : Ophioglossaceae
Marga    : Ophioglossum
Jenis    : Ophioglossum vulgatum
           O. reticulatum

Marga    : Botrychium
Jenis    : Botrychium lunaria
           B. daucifolium
           B. ternatum

Marga    : Helminthostachys
Jenis    : Botrychium lunaria
           B. daucifolium
           B. ternatum
Bangsa Marattiales
Suku : Marattiaceae
Marga : Christensenia
Jenis : Christensenia aesculifolia



Marga : Angiopteris
Jenis : Angiopteris evecta



Marga : Marattia
Jenis : Marattia fraxinea
Anak Kelas LEPTOSPORANGIATAE
   Golongan ini terdiri atas beraneka ragam
paku-pakuan yang luar biasa banyaknya,
meliputi + 90% dari seluruh jumlah marga
yang      tergolong dalam Filicinae dan
tersebar di seluruh muka bumi.
   Tumbuhan ini paling banyak terdapat di
daerah tropika, meliputi jenis-jenis paku dari
yang terkecil sampai yang terbesar.
   Kebanyakan tumbuhan paku berupa
terna dan rimpang yang mendatar atau
bangkit ujungnya, dan biasanya jarang
bercabang.
Lanjutan...


    Daun yang masih muda selalu tergulung,
 tulang-tulang daunnya bercabang-cabang
 dengan        bermacam-macam         pola.
 Sporangium terbentuk dalam jumlah yang
 besar pada sisi bawah daun.
    Leptosporangiatae hanya terdiri atas 1
 bangsa yang terbagi atas beberapa suku
Bangsa Filicales
Suku    : Osmundaceae
Marga   : Osmunda
Jenis   : Osmunda javanica

Suku    : Schizaeaceae
Marga   : Schizaea
Jenis   : Schizaea digitata
          S. dichotoma

Marga   : Lygodium
Jenis   : Lygodium circinnatum
Suku : Gleicheniaceae
Marga : Gleichenia
Jenis : Gleichenia linearis,
        G. leaevigata

Suku : Matoniaceae
Marga : Matonia
Jenis : Matonia pectinata

Suku : Loxsomaceae
Marga : Loxsoma
Jenis : Loxsoma cunnighami
Suku : Hymenophyllaceae
Marga : Trichomanes
Jenis : Trichomanes javanicum

Marga : Hymenophyllum
Jenis : Hymenophyllum junghuhnii



Suku : Thyrsopteridaceae
Marga : Thyrsopteris
Jenis : Thyrsopteris elegans
Suku : Dicksoniaceae
Marga : Dicksonia
Jenis : Dicksonia antarctica




Marga : Cibotium
Jenis : Cibotium barometz
Suku : Cyatheaceae
Marga : Cyathea
Jenis : Cyathea javanica




Marga : Alsophila
Jenis : Alsophila glauca
Suku        : Polypodiaceae
Anak suku   : Woodsieae
Marga       : Cystopteris
Jenis       : Cystopteris fragilis




Anak suku   : Onocleae
Marga       : Onoclea
Jenis       : Onoclea sensibilis
Anak suku : Davallieae
Marga     : Davallia
Jenis     : Davallia trichomanoides


Marga    : Lindsaya
Jenis    : Lindsaya davallioides


Marga    : Nephrolepis
Jenis    : Nephrolepis exaltata
Anak suku : Oleandreae
Marga     : Oleandra
Jenis     : Oleandra musifolia




Anak suku : Aspidieae
Marga     : Dryopteris
Jenis     : Dryopteris dissecta
Anak suku : Asplenieae
Marga     : Asplenium
Jenis     : Asplenium nidus




Marga   : Blechnum
Jenis   : Blechnum orientale
Anak suku : Pterideae
Marga     : Pteridium
Jenis     : Pteridium aquilinum


Marga      : Pteris
Jenis      : Pteris ensiformis


Marga      : Adiantum
Jenis      : Adiantum cuneatum
Marga   : Anogramma
Jenis   : Anogramma leptophylla




Marga   : Nothochlaena
Jenis   : Nothochlaena hirsuta
Anak suku : Vittarieae
Marga     : Vittaria
Jenis     : Vittaria elongata




Marga      : Anthrophyum
Jenis      : Anthrophyum semicostatum
Anak suku : Polypodieae
Marga       : Polypodium
Jenis       :
Polypodium vulgare, P. Triquetrum, P. feei
Marga   : Cyclophorus
Jenis   : Cyclophorus varius, C. longifolius




Marga   : Drymoglossum
Jenis   : Drymoglossum piloselloides
Anak suku : Acrosticheae
Marga     : Elaphoglossum
Jenis     : Elaphoglossum angulatum




Marga   : Platycerium
Jenis   : Platycerium bifurcatum, P. coronarium
Marga   : Acrostichum
Jenis   : Acrostichum speciosum, A. aureum
Anak Kelas HYDROPTERIDES
    Tumbuhan     yang      tergolong    dalam
Hydropterides hampir selalu berupa tumbuhan
air atau tumbuhan rawa.
    Tumbuhan ini selalu heterospor. Makro dan
mikrosporangiumnya berdinding tipis, tidak
mempunyai anulus dan terdapat dalam suatu
badan pada pangkal daun. Badan yang
mengandung sporangium itu dinamakan
sporokarpium, yang sering kali mempunyai
dinding yang tebal dan mula-mula selalu
tertutup.
Lanjutan...

    Makrosporangium              menghasilkan
 makrospora yang nantinya tumbuh menjadi
 makrosprotalium      dengan       arkegonium,
 mikrosporangium menghasilkan mikrospora
 yang      kemudian        tumbuh       menjadi
 mikrosprotalium dengan anteridium.
    Hydropterides meliputi dua suku, yaitu:
 1. Suku Salviniaceae
 2. Suku Marsileaceae
Suku      : Salviniaceae
Marga : Salvinia
Jenis     :
Salvinia natans,S. cucullata, S. minima, S. molesta




Marga    : Azolla
Jenis    : Azolla pinnata , A. caroliniana
Suku    : Marsileaceae
Marga   : Marsilea
Jenis   : Marsilea crenata


Marga   : Pilularia
Jenis   : Pilularia globulifera



Marga   : Regnellidium
Jenis   : Regnellidium diphyllum
1. Penghasil obat – obatan misalnya,
   Dryopteris filix-mas
2. Sebagai sayuran, misalnya semanggi
   (Marsilea crenata)
3. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya
   Azolla pinata
4. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya
   paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum),
   paku sarang burung (Asplenium nidus),
   suplir (Adiantum cuneatum)
DAFTAR PUSTAKA
• Tjitrosoepomo, Gembong. 1989. Taksonomi
  tumbuhan tingkat rendah. Gadjah mada
  university press. Yogyakarta.
• Http:// Wikipedia Indonesia.com
THANK’S and
SEE YOU NEXT TIME

Filicinae

  • 1.
    Mansur (610 005) Sri Wahyuni (610 031) Herman. S (610 001) Harnawati (610 012) Agus. F (610 010) Sundari (610 025) Hasnidar (610 021) Nirma Yunita (610 020)
  • 2.
    Tentang Filicinae Reproduksi Klasifikasi Manfaat/Peranan Sumber
  • 3.
    FILICINAE Kelas Filicinae meliputi beraneka ragam tumbuhan yang menurut bahasa sehari-hari dikenal sebagai tumbuhan paku atau pakis yang sebenarnya. Dari segi ekologi tumbuhan ini termasuk higrofit, banyak tumbuh di tempat-tempat yang teduh dan lembab, sehingga di tempat- tempat terbuka dapat mengalami kerusakan akibat penyinaran yang terlalu intensif. Ditinjau dari lingkungan hidupnya, warga kelas ini dibedakan dalam 3 golongan paku, yaitu paku tanah, paku air, dan paku epifit.
  • 4.
    Lanjutan... Habitusnya yang beraneka ragam menyebabkan berbagai jenis diantaranya yang mendapat penghargaan yang tinggi sebagai tanaman hias, seperti misaklnya ekor merak (Adiantum farleyense), suplir (Adiantum cuneatum) dan paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). Selain itu ada pula berbagai jenis yang menghasilkan bahan yang berguna untuk obat-obatan, misalnya Dryopteris filix-mas.
  • 5.
    REPRODUKSI Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis). Pada tumbuhan paku, generasi sporofit merupakan generasi yang dominan dalam daur hidupnya. Generasi gametofit dihasilkan oleh reproduksi aseksual dengan spora. Spora dihasilkan oleh pembelahan sel induk spora yang terjadi di dalam sporangium. Sporangium terdapat pada sporofit (sporogonium) yang terletak di daun atau di batang. Spora haploid (n) yang dihasilkan diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnya menjadi gametofit yang haploid (n).
  • 6.
    Lanjutan... Gametofit memiliki dua jenis alat reproduksi, yaitu anteridium dan arkegonium, atau satu jenis alat reproduksi, yaitu anteridium saja atau arkegonium saja. Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n). Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid (n). Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spermatozoid kemudian membuahi ovum. Pembuahan ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio (2n). Embrio tumbuh menjadi tumbuhan paku (2n).
  • 9.
    Filicinae diklasifikasikan dalam3 anak kelas, yaitu : Eusporangiatae Leptosporangiatae Hydropterides
  • 10.
    Anak Kelas EUSPORANGIATAE Tumbuhan yang tergolong dalam anak kelas ini kebanyakan berupa terna. Protalium di bawah tanah dan tidak berwarna, atau di atas tanah dan berwarna hijau. Sporangium mempunyai dinding tebal dan kuat yang terdiri atas beberapa lapis sel, spora sama besar. Eusporangiatae terbagi atas 2 bangsa yaitu: 1. Bangsa Ophioglossales 2. Bangsa Marattiales
  • 11.
    Bangsa Ophioglossales Suku : Ophioglossaceae Marga : Ophioglossum Jenis : Ophioglossum vulgatum O. reticulatum Marga : Botrychium Jenis : Botrychium lunaria B. daucifolium B. ternatum Marga : Helminthostachys Jenis : Botrychium lunaria B. daucifolium B. ternatum
  • 12.
    Bangsa Marattiales Suku :Marattiaceae Marga : Christensenia Jenis : Christensenia aesculifolia Marga : Angiopteris Jenis : Angiopteris evecta Marga : Marattia Jenis : Marattia fraxinea
  • 13.
    Anak Kelas LEPTOSPORANGIATAE Golongan ini terdiri atas beraneka ragam paku-pakuan yang luar biasa banyaknya, meliputi + 90% dari seluruh jumlah marga yang tergolong dalam Filicinae dan tersebar di seluruh muka bumi. Tumbuhan ini paling banyak terdapat di daerah tropika, meliputi jenis-jenis paku dari yang terkecil sampai yang terbesar. Kebanyakan tumbuhan paku berupa terna dan rimpang yang mendatar atau bangkit ujungnya, dan biasanya jarang bercabang.
  • 14.
    Lanjutan... Daun yang masih muda selalu tergulung, tulang-tulang daunnya bercabang-cabang dengan bermacam-macam pola. Sporangium terbentuk dalam jumlah yang besar pada sisi bawah daun. Leptosporangiatae hanya terdiri atas 1 bangsa yang terbagi atas beberapa suku
  • 15.
    Bangsa Filicales Suku : Osmundaceae Marga : Osmunda Jenis : Osmunda javanica Suku : Schizaeaceae Marga : Schizaea Jenis : Schizaea digitata S. dichotoma Marga : Lygodium Jenis : Lygodium circinnatum
  • 16.
    Suku : Gleicheniaceae Marga: Gleichenia Jenis : Gleichenia linearis, G. leaevigata Suku : Matoniaceae Marga : Matonia Jenis : Matonia pectinata Suku : Loxsomaceae Marga : Loxsoma Jenis : Loxsoma cunnighami
  • 17.
    Suku : Hymenophyllaceae Marga: Trichomanes Jenis : Trichomanes javanicum Marga : Hymenophyllum Jenis : Hymenophyllum junghuhnii Suku : Thyrsopteridaceae Marga : Thyrsopteris Jenis : Thyrsopteris elegans
  • 18.
    Suku : Dicksoniaceae Marga: Dicksonia Jenis : Dicksonia antarctica Marga : Cibotium Jenis : Cibotium barometz
  • 19.
    Suku : Cyatheaceae Marga: Cyathea Jenis : Cyathea javanica Marga : Alsophila Jenis : Alsophila glauca
  • 20.
    Suku : Polypodiaceae Anak suku : Woodsieae Marga : Cystopteris Jenis : Cystopteris fragilis Anak suku : Onocleae Marga : Onoclea Jenis : Onoclea sensibilis
  • 21.
    Anak suku :Davallieae Marga : Davallia Jenis : Davallia trichomanoides Marga : Lindsaya Jenis : Lindsaya davallioides Marga : Nephrolepis Jenis : Nephrolepis exaltata
  • 22.
    Anak suku :Oleandreae Marga : Oleandra Jenis : Oleandra musifolia Anak suku : Aspidieae Marga : Dryopteris Jenis : Dryopteris dissecta
  • 23.
    Anak suku :Asplenieae Marga : Asplenium Jenis : Asplenium nidus Marga : Blechnum Jenis : Blechnum orientale
  • 24.
    Anak suku :Pterideae Marga : Pteridium Jenis : Pteridium aquilinum Marga : Pteris Jenis : Pteris ensiformis Marga : Adiantum Jenis : Adiantum cuneatum
  • 25.
    Marga : Anogramma Jenis : Anogramma leptophylla Marga : Nothochlaena Jenis : Nothochlaena hirsuta
  • 26.
    Anak suku :Vittarieae Marga : Vittaria Jenis : Vittaria elongata Marga : Anthrophyum Jenis : Anthrophyum semicostatum
  • 27.
    Anak suku :Polypodieae Marga : Polypodium Jenis : Polypodium vulgare, P. Triquetrum, P. feei
  • 28.
    Marga : Cyclophorus Jenis : Cyclophorus varius, C. longifolius Marga : Drymoglossum Jenis : Drymoglossum piloselloides
  • 29.
    Anak suku :Acrosticheae Marga : Elaphoglossum Jenis : Elaphoglossum angulatum Marga : Platycerium Jenis : Platycerium bifurcatum, P. coronarium
  • 30.
    Marga : Acrostichum Jenis : Acrostichum speciosum, A. aureum
  • 31.
    Anak Kelas HYDROPTERIDES Tumbuhan yang tergolong dalam Hydropterides hampir selalu berupa tumbuhan air atau tumbuhan rawa. Tumbuhan ini selalu heterospor. Makro dan mikrosporangiumnya berdinding tipis, tidak mempunyai anulus dan terdapat dalam suatu badan pada pangkal daun. Badan yang mengandung sporangium itu dinamakan sporokarpium, yang sering kali mempunyai dinding yang tebal dan mula-mula selalu tertutup.
  • 32.
    Lanjutan... Makrosporangium menghasilkan makrospora yang nantinya tumbuh menjadi makrosprotalium dengan arkegonium, mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang kemudian tumbuh menjadi mikrosprotalium dengan anteridium. Hydropterides meliputi dua suku, yaitu: 1. Suku Salviniaceae 2. Suku Marsileaceae
  • 33.
    Suku : Salviniaceae Marga : Salvinia Jenis : Salvinia natans,S. cucullata, S. minima, S. molesta Marga : Azolla Jenis : Azolla pinnata , A. caroliniana
  • 34.
    Suku : Marsileaceae Marga : Marsilea Jenis : Marsilea crenata Marga : Pilularia Jenis : Pilularia globulifera Marga : Regnellidium Jenis : Regnellidium diphyllum
  • 35.
    1. Penghasil obat– obatan misalnya, Dryopteris filix-mas 2. Sebagai sayuran, misalnya semanggi (Marsilea crenata) 3. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata 4. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum)
  • 36.
    DAFTAR PUSTAKA • Tjitrosoepomo,Gembong. 1989. Taksonomi tumbuhan tingkat rendah. Gadjah mada university press. Yogyakarta. • Http:// Wikipedia Indonesia.com
  • 37.