1. Anggie W (XI-2/05)
2. Chori Dwi A (XI-2/08)
3. Dzakirotur R (XI-2/14)
4. Irene Dyah (XI-2/20)
5. Listya P (XI-2/23)
6. M Iqbal (XI-2/24)
7. Puteri Arta (XI-2/31)
8. Sevi Amanta (XI-2/35)
9. Siska A P (XI-2/37)
10. Siti Farida (XI-2/38)
PEMANASAN GLOBAL
AtmosferTROPOSFER
1. Paling tipis
(kurang lebih 15
kilometer dari
permukaan tanah).
2. Tempat terjadinya
semua jenis cuaca,
perubahan suhu
yang mendadak,
angin tekanan dan
kelembaban .
STRATOSFER
1. Diantara stratosfer dan
troposfer terdapat lapisan
yang disebut lapisan
Tropopouse.
2. Suhu semakin naik
karena bertambahnya
lapisan ozon.
3. Terdapat lapisan ozon
4. 15 km sampai 50 km
MESOSFER
1. suhu kembali turun
ketika ketinggian
bertambah sampai
menjadi sekitar - 143oC
2. Suhu serendah ini
memungkinkan terjadi
awan noctilucent, yang
terbentuk dari kristal es.
TERMOSFER
1. ketinggian 81 km .
2. terjadi kenaikan
temperatur yang cukup
tinggi pada lapisan ini
yaitu sekitar 1982oC
karena serapan radiasi
sinar ultra ungu.
3. terdapat lapisan
bermuatan listrik
(ionosfer).
EKSOSFER
1.Adanya refleksi
cahaya matahari yang
dipantulkan oleh
partikel debu
meteoritik.
2.Cahaya matahari
yang dipantulkan
tearsebut (cahaya
Zodiakal).
Ozon (O3)
 Ozon adalah molekul
tidak stabil yang terdiri
dari tiga atom oksigen
 Berwarna biru dan
memiliki bau menyengat
yang kuat
 Ozon adalah gas yang
secara alami terdapat di
atmosfer.
 Ozon (O3) ditemukan di
bagian atas bumi dan
atmosfer rendah. Sekitar
10% ditemukan di
troposfer, dan sekitar
90% menetap di
stratosfer.
 Terjadi secara alami dalam bentuk
lapisan di stratosfer .
 Ozon merupakan gas beracun
sehingga apabila dekat dengan
permukaan tanah akan berbahaya
karena dapat merusak paru-paru jika
terhisap
 lapisan ozon di atmosfer melindungi
kehidupan di Bumi dari bahaya radiasi
ultraviolet (UV).
 Dalam industry, ozon digunakan untuk
membunuh kuman, meniadakan
pencemaran dalam air (akibat besi,
arsen, hydrogen sulfide, nitrit, dan
bahan organic kompleks yang dikenal
sebagai warna), mencuci, dan
memutihkan kain.
2. Pengenalan Lapisan Ozon
• Ozon dalam jumlah yang
besar(“LapisanOzon”) ditemukan di
bagian atas atmosfir yang disebut
stratosfir.
• Lapisan Ozon berada di stratosfir
sekitar15 sampai30 km di atas permukaan
bumi.
• Ozon melindungi organisme hidup dengan
menyerap radiasi ultraviolet (UV-B) dari
matahari yang berbahaya.
• Lapisan ozon ini dapat dihancurkan oleh
CFC dan zat lainnya.
• Tingkat kandungan ozon diukur dalam
satuan Dobson (DU), di mana 100 DU
setara dengan1 mm lapisan ozon murni ~
260 DU di daerahTropis(daerahyang
mengapitekuator)
Lapisan Ozon di Stratosfir
3. Produksi dan Penghancuran Ozon
Ozon terbentuk atas bantuan sinar
UV yang memiliki energy lebih
besar daripada cahaya tampak.
proses pembentukan dan
penghancuran ozon berulang
kembali. Proses penghancuran
dan pembentukan ozon di
stratosfer berlangsung terus,
sehingga tanpa adanya gangguan
dari luar. Kadar ozon statisfer
cenderung konstan
 Radiasi UV berenergi tinggi
dari sinar mtahari telah disaring.
Atom O bebas yang reaktif
tersebut akan bergabung dengan
oksigen diatomic untuk
membentuk oksigen triatomic
(ozon) yang akan menyerap
radiasi UV berlebih.
Bahan Perusak Ozon (BPO)
1. Bahan kimia yang
berpotensi menggerus
(menghancurkan) lapisan ozon
2. Mengandung atom
klorin(Cl) atau bromin(Br)
3. Memiliki umur
atmosfir yang panjang.
Contoh
1. Klorofluorokarbons(CFCs),
misalnya, CFC-12 (alias R-12
atau F-12)
2. Halons
(Bromoklorofluorokarbon),
misalnya, Halon1301
3. Karbon Tetraklorida
4. Methil Kloroform
5. Hydroklorofluorokarbon(HCFC),
misalnya, HCFC-22 (R-22 atau F-
22)
6. hydrobromofluorokarbon(HBFC)
7. Bromoklorometan
8. Methil Bromida
5. Pelarut pembersih
6. Propelan aerosol
7. Kompresor (pengering sistem
udara tekan)
8. Lembaran insulasi/ pembungkus
pipa
9. Metered-dose Inhalers(inhaler
medis, misalnya, untuk orang
asma)
1. Refrigeran
dalam sistem
refrigerasi
(misalnya,
pengkondisi
udara, kulkas,
refrigerator,
freezer, A/C
kendaraan
bermotor, dll.)
2. Pemadam api
3. Fumigan,
pestisida
4. Agen
penggelembung
busa
Penggunaan Utama BPO
Pengguna Utama BPO
Apakah CFC itu?
 Chlorofluorocarbon (CFC) --> Klorofluorokarbon.
 CFC-11 (chlorofluoromethane) dan CFC-12 (dichlorofluoromethane) yang
paling banyak digunakan sebagai refrigeran pada kulkas dan AC
CFC digunakan pada
semprotan aerosol
CFC digunakan
sebagai refrigeran
CFC disambut dengan antusias oleh
industri:
•Toksisitas rendah
•Stabilitas kimiawi
•Murah
Penggunaan:
•Sebagai refrigeran
•Sebagai pengembang busa
•Untuk membuat busa fleksibel
•Sebagai larutan/gas pembersih
•Sebagai propelan
4. Proses Penipisan Ozon
Proses Kimiawi Penipisan/Penghancuran Ozon
Lubang Ozon
Satu buah molekul
CFC memiliki masa
hidup 50 hingga 100
tahun dalam
atmosfer sebelum
dihapuskan.
5 tahun
CFC bergerak naik
dengan perlahan ke dalam
stratosfer (10 – 50 km).
Molekul CFC terurai
setelah bercampur dengan
sinar UV, dan
membebaskan atom
KLORIN.
Atom klorin ini
berupaya
memusnahkan ozon
dan menghasilkan
LUBANG OZON
Penipisan lapisan
ozon akan
menyebabkan lebih
banyak sinar UV
memasuki bumi.
• Kombinasi dari temperatur rendah dan konsentrasi klorin serta bromin
yang tinggi bertanggung jawab atas kerusakan ozon di lapisan stratosfir
bagian atas sehingga membentuk "lubang." (Kerr, 1987)
Penyebab Menipisnya Lapisan Ozon
• Asap yang dihasilkan pabrik
semakin memperparah kerusakan
lapisan ozon.
• Haloncarbon yang digunakan
dalam zat cair pemadam
kebakaran (aerosol fire
extinguiser) seperti Methyl
Bromide,Carbon
Tetrachloride,dan Methyl
Chloroform.
• Penggunaan methyl chloroform
dan carbon tetrachloride sebagai
bahan pelarut (solvent).
• Polutan fluorocarbon terutama
yang mengandung klorida dan
bromida.
• Karbon monoksida (CO) sebagai
gas buang hasil pembakaran
bahan bakar fosil dari kendaraan
bermotor juga dapat merusak
lapisan ozon.
• Gas karbon dioksida yang dilepas
ke atmosfer juga merusak lapisan
ozon.
Pengaruh UV-B terhadap Manusia
• Paparan yang berlebihan dapat berakibat:
• Peningkatan resiko terhadap non-
melanoma dan kanker kulit melanoma
maligna
• Resiko lebih tinggi terhadap melanoma
ganas dari sengatan matahari parah,
terutama di masa kecil
• Resiko melanoma ganas meningkat
sebesar 10%
• Resiko melanoma non-maligna meningkat
sebesar 26%
• Menurunkan sistem kekebalan tubuh
• Mempercepat penuaan kulit karena
paparan tinggi
• Penyebab wabah ruam pada orang
berkulit terang karena photo-allergy, bisa
cukup parah
Radiasi UV dan Kanker Kulit
Paparan Berlebihan terhadap UV-B
• Katarak pada lensa mata
penyebab kebutaan
• Meningkatkan resiko katarak
• Menginduksi sejenis protein yang
memprovokasi pembelahan pada
lensa mata
• Penyebab utama kebutaan
• Prevalensi katarak di atasusia30
sebesar dua kali lipat setiap
dekadenya
• Penyebab pterigium
• Pertumbuhan berbentuk bajidi
atas kornea tengah.
Dampak pada Tumbuhan
• Dampak pada Tumbuhan
• Eksperi menpaparan UV-B yang
diperkuat terhadap bibit dan tanaman
muda berdampak negatif terhadap
tingkat fotosintesis dan pertumbuhan
• Gangguan terhadap siklus tanaman
dan rantai makanan
• Dapat membatasi pertumbuhan
tanaman, mengubah bentuk tanaman
dan pendistribusian nutrisi
• Peningkatan UV-B merupakan
ancaman bagi vegetasi terestrial
• Paparan terhadap UV-B dosis tinggi
mengakibatkan penghambatan
fotosintesis
Dampak pada Fitoplankton
• UV-B dapat menembus
kedalaman air sampai sekitar 30
m
• Peningkatan eksposur terhadap
UV-B
• Menurunkan produktivitas
melalui interferensiter hadap
proses fotosintesis
• •Merusak DNA
• •Mengubah metabolisma
nitrogen
• Fitoplankton Lautan
• Terdapat bukti jelas bahwa
peningkatan UV-B berdampak
negatif pada fitoplankton laut
• Tingkat fotosintesis berkurang,
penurunan produktivitas
Penurunan tingkat
fitoplankton permukaan laut
berakibat kerusakan rantai
makanan di dasar laut
Dampak radiasi UV pada
Produktivitas Biologis
PENCEGAHAN
DARI PENIPISAN
LAPISAN OZON
• Mengurangi produk rumah tangga yang mengandung
zat-zat perusak Ozon dari sinar UV.
• Menggunakan alat pemadam api yang tidak
mengandung Haloncarbon.
• Memeriksa dan merawat peralatan
pendingin/pengatur suhu dan sistem pemadam api
secara berkala untuk memastikan tidak adanya
kebocoran BPO (CFC, HCFC atau Halon)
• Diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan
partisipasi aktif masyarakat dalam program
perlindungan lapisan ozon, pemahaman mengenai
penanggulangan penipisan lapisan ozon,
memperkenalkan bahan, proses, produk, dan teknologi
yang tidak merusak lapisan ozon dengan cara
mengadakan seminar “Save Our Earth”.
• Tidak membakar hutan maupun menebang pohon-
pohon secara liar.
PENAN
GGUL
ANGA
N
PENIPI
SAN
LAPIS
AN
OZON
n
Lapis
an
Ozon
oleh
Bad
an
Duni
a
Pena
nggu
lang
an
Peni
pisa
n
Lapis
an
Ozon
oleh
Indo
nesi
a
• Konvensi Wina merupakan titik awal pergerakan dalam menyelamatkan
lapisan ozon.
• Konvensi Wina merupakan landasan hukum pelaksanaan perlindungan
lapisan ozon ditingkat internasional yang mensyaratkan seluruh negara pihak
untuk bekerjasama melaksanakan pengamatan, penelitian dan pertukaran
informasi guna memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mengkaji
dampak kegiatan manusia terhadap lapisan ozon serta dampak penipisan
lapisan ozon terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
• muncul Protokol Montreal pada tanggal 16 September 1987. Protokol
Montreal memuat aturan pengawasan produksi, konsumsi dan perdagangan
bahan-bahan perusak lapisan ozon. Dalam protokol tersebut tercantum jenis-
jenis bahan kimia yang masuk dalam daftar pengawasan serta jadwal
penghapusan masing-masing jenis BPO.
• Aksi nyata yang dilakukan seperti
penghapusan CFC sebagai salah satu
Bahan Perusak Ozon (BPO) pada
sektor manufaktur refrigrasi yang
dilaksanakan oleh Kementerian
Lingkungan Hidup bekerjasama
dengan United Nations Development
Programme (UNDP).
• Jadwal penghapusan BPO yang
berlaku bagi Indonesia adalah
sebagai berikut:
•
Bahan Perusak
Ozon
Jadwal Penghentian
Impor
Halon 1998
TCA 1998
CTC 1998
CFC 2007
Methyl Bromida 2015
HCFC 2040
Pengertian Rumah KacaRadiasiMatahari
Inframerah (IM)
Cahaya tampak
Ultra violet (UV)
Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah
kaca (green house), radiasi dengan gelombang
pendek, yaitu cahaya tampak dan UV dapat
menembus kaca, sedangkan IM dipantulkan oleh
kaca.
Kalor radiasi gelombang pendek diserap oleh tanah
dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman
yang hangat dapat kita golongkan sebagai sumber
kalor yang lebih dingin dibandingkan dengan
matahari yang suhunya sangat tinggi.
Tanah dan tanaman sebagai sumber kalor yang
lebih dingin pada gilirannya akan memancarkan
kembali kalor yang diserapnya dalam bentuk radiasi
IM dengan panjang gelombang yang lebih panjang.
Energi dari kalor radiasi IM yang dipancarkan kembali oleh tanah dan tanaman ini tidak
mampu menembus kaca. Energi ini diserap oleh molekul-molekul udara dalam kaca
sehingga suhu udara dalam rumah kaca meningkat. Ini membuat suhu dalam rumah
kaca dapat tetap hangat dibandingkan suhu luarnya.
Keadaan ini membuat tanaman dalam rumah kaca dapat tumbuh subur.
Efek Rumah Kaca di Atmosfer Bumi
• Pancaran sinar matahari yang sampai ke bumi,
setelah melalui penyerapan oleh berbagai gas
di atmosfer sebagian dipantulkan dan sebagian
diserap oleh bumi.
• Bagian yang diserap akan dipanaskan lagi oleh
bumi sebagai sinar inframerah yang panas.
• Sinar inframerah tersebut di atmosfer akan
diserap gas-gas rumah kaca seperti uap air, dan
karbondioksida sehingga tidak terlepas ke luar
angkasa dan menyebabkan panas terperangkap
di troposfer dan akhirnya mengakibatkan
peningkatan suhu di lapisan troposfer dan di
bumi.
• Hal tersebut menyebabkan terjadinya efek
rumah kaca di bumi.
Efek Rumah Kaca adalah
terjadinya suatu proses
pemanasan pada permukaan dari
suatu benda yang berada di langit
yang terjadi dan disebabkan oleh
adanya komposisi serta keadaan
lingkar atmosfernya tersebut
Semakin banyak molekul-molekul karbon dioksida dan uap air yang terlibat dalam proses,
maka semakin banyak radiasi IM yang diarahkan kembali ke permukaan bumi. Sebagai
akibatnya suhu permukaan bumi akan meningkat lebih besar. Sebaliknya, lapisan-lapisan kaca
pada rumah kaca tidak meningkatkan suhu pada rumah kaca secara berarti. Faktor pemanasan
dalam rumah kaca sebenarnya adalah lapisan kaca menahan konveksi kalor yang akan terjadi
dengan cara mengurungkan kalor radiasi tetap didalam rumah kaca. Proses ini tidak terjadi
dengan kehadiran karbon dioksida dan uap air di atmosfer.
 Gas di atmosfer kita menyerap Infra merah
dan meradiasikan sebagian panas kembali ke
permukaan bumi
 Methane
 Nitrous oxide
 Chlorofluorocarbons
 Carbon dioxide (CO2)
Metana
Metana dilepaskan selama produksi
dan transportasi batu bara, gas alam,
dan minyak bumi. Metana juga
dihasilkan dari pembusukan limbah
organik di tempat pembuangan
sampah (landfill), bahkan dapat
dikeluarkan oleh hewan-hewan
tertentu, terutama sapi, sebagai
produk samping dari pencernaan.
Gas Rumah Kaca
Karbondioksida
Manusia telah meningkatkan jumlah
karbondioksida yang dilepas ke atmosfer
ketika mereka membakar bahan bakar fosil,
limbah padat, dan kayu untuk
menghangatkan bangunan, menggerakkan
kendaraan dan menghasilkan listrik.
Uap air
Uap air adalah gas rumah kaca yang
timbul secara alami dan
bertanggungjawab terhadap sebagian
besar dari efek rumah kaca.
Gas lainnya
Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari
berbagai proses manufaktur. Campuran
berflourinasi dihasilkan dari peleburan
alumunium.
Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk
selama manufaktur berbagai produk,
termasuk busa untuk insulasi, perabotan
(furniture), dan tempat duduk di kendaraan.
Lemari pendingin di beberapa negara
berkembang masih menggunakan
klorofluorokarbon(CFC) sebagai media
pendingin yang selain mampu menahan
panas atmosfer juga mengurangi lapisan
ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari
radiasi ultraviolet).
Nitrogen oksida
Nitrogen oksida adalah
gas insulator panas yang
sangat kuat. Ia dihasilkan
terutama dari
pembakaran bahan
bakar fosil dan oleh
lahan pertanian.
Dampak Negatif Efek Rumah Kaca
Meningkatnya suhu permukaan bumi
akan mengakibatkan adanya
perubahan iklim yang sangat ekstrim
di bumi.
Pemanasan global mengakibatkan
mencairnya gunung-gunung es di
daerah kutub yang dapat
menimbulkan naiknya permukaan air
laut.
Efek rumah kaca juga akan
mengakibatkan meningkatnya suhu air
laut sehingga air laut mengembang dan
terjadi kenaikan permukaan laut yang
mengakibatkan negara kepulauan akan
mendapatkan pengaruh yang sangat
besar.
Efek rumah kaca menjadi penyebab global
warming dan perubahan iklim. Iklim di bumi
menjadi tak menentu dan susah
diprediksikan, sehingga mengganggu sistem
penerbangan dan petani dalam
menentukan masa panen.
Dampak Positif Efek Rumah Kaca
Atmosfer dapat menyerap gelombang panas
dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi
tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk
hidup
Dengan adanya efek rumah kaca membuat
manusia menjadi berhati-hati dan berhemat
terhadap penggunaan energi dan bahan
bakar fosil
Membuat manusia menjadi sadar
bahwa pohon dan hutan memiliki arti
penting sekali bagi kelangsungan
kehidupan, yaitu salah satunya dapat
menyerap gas polutan dan
menghasilkan oksigen. Maka reboisasi
kembali digalakkan dan penanaman
pohon di kota-kota besar mulai
dilakukan.
Manusia menjadi kreatif, karena mengolah
limbah seperti plastik, kertas untuk didaur
ulang menjadi barang yang ekonomis.
Pemanasan global adalah adanya proses
peningkatan suhu rata-rata atmosfer, dan
daratan bumi
Suhu rata-rata global pada permukaan
Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C
(1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun
terakhir.
Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCC) menyimpulkan bahwa,
“Sebagian besar peningkatan
temperatur rata-rata global sejak
pertengahan abad ke-20
kemungkinan besar disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi gas
rumah kaca akibat aktivitas
manusia.”
Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global yang tidak alami yang
disebabkan oleh aktivitas manusia.
Kunci Utama:
• Disebabkan oleh CO2
• Diproduksi oleh aktivitas
manusia
• Menggambarkan ancaman
serius pada bumi
Gas Penyebab Pemanasan Global
CO2, CH4 dan N2O
• Pembakaran bahan
bakar fosil di sektor
energi, transportasi
dan industri
HFCs, CFC, PFCs dan SF6
• Industri pendinginan
(freon) dan
penggunaan aerosol
HFCs, PFCs dan SF6 menyumbang kurang dari
1%, tetapi potensi pemanasan jauh lebih tinggi
dibandingkan CO2, CH4 dan N2O
PenggundulanHutan
EfekUmpanBalik
EfekRumahKaca
Keadaan Radiasi
infrared
gelombang
panjang
terperangkap di
atmosfer bumi
akibat
menumpuknya
jumlah gas
rumah kaca
antara lain uap
air, karbon
dioksida, dan
metana yang
menjadi
perangkap
gelombang
radiasi ini.
Contoh :
1. Kasus pada
proses
penguapan air
2. Hilangnya
kemampuan
memantulkan
cahaya (albedo)
oleh es
3. Kemampuan
lautan untuk
menyerap
karbon akan
berkurang bila
menghangat
Penggundulan
hutan yang
mengurangi
penyerapan
karbon oleh
pohon,
menyebabkan
emisi karbon
bertambah
sebesar 20%, dan
mengubah iklim
mikro lokal dan
siklus hidrologis,
sehingga
mempengaruhi
kesuburan tanah.
Penyebab Pemanasan
Global
Penyebab Pemanasan
Global
Pemanasan global
disebabkan oleh
meningkatnya gas
rumah kaca di atmosfer
Konsumsi energy bahan bakar fosil
Bahan bakar fosil menghandung karbon, sehingga
pembakaran karbon pastilah mengkasilkan gas
rumah kaca karbon dioksida.
Kerusakan hutan
Salah satu fungsi tumbuhan yaitu menyerap
karbondioksida (CO2) dan mengubah menjadi
oksigen (O2). Gas karbon dioksida merupakan
gas rumah kaca sehingga kerusakan atau
penggundulan huitan secara besar-besaran
berarti hilangnya faktor penyerapan gas
rumah kaca karbon dioksida di atmosfer.
Sampah organik
Sampah organik menghasilkan gas rumah
kaca metana (CH4). Diperkirakan 1 ton
sampah padat menghasilkan 50 kg gas
metana.
Pertanian dan Peternakan
Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap
peningkatan emisi gas rumah kaca melalui sawah-
sawah yang tergenang yang menghasilkan gas
metana, penggunaan pupuk, pembakaran sisa-sisa
pertanian. Emisi gas rumah kaca industri peternakan
meliputi 9% karbondioksida, 37% gas metana (efek
pemanasannya 72 kali lebih kuat daripada
karbondioksida), nitrogen oksida (efek pemanasan
global 296 kali lebih kuat daripada karbondioksida),
serta amonia penyebab hujan asam.
GAS RUMAH KACA
Gas-gas di atmosfer yang dihasilkan dari berbagai kegaiatan
manusia. Gas ini berkemampuan menyerap radiasi matahari di
atmosfer sehingga menyebabkan suhu di permukaan bumi
menjadi lebih hangat.
GLOBAL WARMING
Meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca di atmosfer
menyebabkan meningkatnya suhu permukaan bumi secara
global.
GLOBAL CHANGE
Untuk jumlah yang sama, dampak Gas Rumah Kaca berbeda
INDEKS POTENSI PEMANASAN GLOBAL
GWP - (GLOBAL WARMING POTENTIAL)
Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif
terhadap 1961–1990
EMISI GAS RUMAH
KACA INDONESIA
(1994)
MENGUKUR
PEMANASAN
GLOBAL
Hasil
pengukuran
konsentrasi CO2
di Mauna Loa
Prakiraan peningkatan temperature
terhadap beberapa skenario kestabilan
(pita berwarna) berdasarkan Laporan
Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam
menunjukkan prakiraan terbaik; garis
merah dan biru menunjukkan batas-batas
kemungkinan yang dapat terjadi
Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa
pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945
disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia;
akan tetapi; mereka menunjukkan bahwa pemanasan
sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang
dihasilkan manusia
Dengan memasukkan unsur-unsur
ketidakpastian terhadap konsentrasi gas
rumah kaca dan pemodelan iklim, IPCC
memperkirakan pemanasan sekitar
1.1 °C hingga 6.4 °C (2.0 °F hingga
11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100
Dampak Pemanasan Global
Naiknya Permukaan Air Laut
Pemanasan akan mencairkan banyak es di kutub,
terutama sekitar Greenland. Tinggi muka laut di
seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10
inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC
memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm
(4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan
menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5
persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-
pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir
akan meningkat.
Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai,
banjir akibat air pasang akan meningkat di
daratan.
Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan
menenggelamkan separuh dari rawa-rawa
pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga
akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan
dan daerah yang sudah dibangun.
Iklim Mulai Tidak Stabil
• Gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan
mengecil.
• Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju
ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi.
Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang
ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih
cepat mencair.
• Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area.
• Temperatur pada musim dingin dan malam hari
akan cenderung untuk meningkat.
• Bagian Selatan Kanada, mungkin akan
mendapat keuntungan dari lebih
tingginya curah hujan dan lebih
lamanya masa tanam. Di lain pihak,
lahan pertanian tropis semi kering di
beberapa bagian Afrika mungkin tidak
dapat tumbuh.
Pertanian
• Daerah pertanian gurun yang menggunakan
air irigasi dari gunung-gunung yang jauh
dapat menderita jika snowpack (kumpulan
salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai
reservoir alami, akan mencair sebelum
puncak bulan-bulan masa tanam.
• Tanaman pangan dan hutan dapat
mengalami serangan serangga
dan penyakit yang lebih hebat
• Para ilmuan memprediksi bahwa
lebih banyak orang yang terkena
penyakit atau meninggal karena
stress panas.
• Wabah penyakit yang biasa ditemukan di
daerah tropis, seperti penyakit yang
diakibatkan nyamuk. Saat ini, 45 persen
penduduk dunia tinggal di daerah di mana
mereka dapat tergigit oleh nyamuk
pembawa parasit malaria; persentase itu
akan meningkat menjadi 60 persen jika
temperature meningkat. Penyakit-penyakit
tropis lainnya juga dapat menyebar seperti
malaria, seperti demam dengue, demam
kuning, dan encephalitis.
• Para ilmuan juga memprediksi
meningkatnya insiden alergi
dan penyakit pernafasan
karena udara yang lebih
hangat akan memperbanyak
polutan, serbuk sari.
Kesehatan Manusia
Hewan dan Tumbuhan
• Hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah
kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan
akan mengubah arah pertumbuhannya,
mencari daerah baru karena habitat
lamanya menjadi terlalu hangat. Akan
tetapi, pembangunan manusia akan
menghalangi perpindahan ini.
• Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara
atau selatan yang terhalangi oleh kota-
kota atau lahan-lahan pertanian
mungkin akan mati.
• Beberapa tipe spesies yang tidak mampu
secara cepat berpindah menuju kutub
mungkin juga akan musnah.
Pengendalian Pemanasan Global
• Mengurangi produksi gas rumah kaca.
Kerjasama internasional mensukseskan
pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun
1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro,
Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi
masalah gas rumah kaca dan setuju untuk
menterjemahkan maksud ini dalam suatu
perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di
Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan
yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol
Kyoto.
• Mencegah karbon dioksida dilepas ke
atmosfer dengan menyimpan gas tersebut
atau komponen karbon-nya di tempat
lain.
Cara ini disebut carbon sequestration
(menghilangkan karbon).
• Menghilangkan karbondioksida di
udara dengan memelihara
pepohonan dan menanam pohon
lebih banyak lagi.
Pohon, terutama yang mudah dan cepat
pertumbuhannya, menyerap
karbondioksida yang sangat banyak,
memecahnya melalui fotosintesis, dan
menyimpan karbon dalam kayunya.
Perjanjian Internasional
Menurut siaran pers dari program lingkungan PBB :
“Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana
negara-negara industri akan mengurangi emisi gas rumah
kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan
dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan
adalah, jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi
pada tahun 2010 tanpa protokol, target ini berarti
pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk
mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca
yaitu karbondioksida, methana, nitrogen oksida, sulfur
hexaflorida, HFC, dan PFC, yang dihitung sebagai rata-rata
selama masa lima tahun antara 2008-2012. Target
nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa,
7% untuk Amerika Serikat, 6% untuk Jepang, 0% untuk
Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk
Australia dan 10% untuk Eslandia”.

LAPISAN OZON DAN PEMANASAN GLOBAL

  • 1.
    1. Anggie W(XI-2/05) 2. Chori Dwi A (XI-2/08) 3. Dzakirotur R (XI-2/14) 4. Irene Dyah (XI-2/20) 5. Listya P (XI-2/23) 6. M Iqbal (XI-2/24) 7. Puteri Arta (XI-2/31) 8. Sevi Amanta (XI-2/35) 9. Siska A P (XI-2/37) 10. Siti Farida (XI-2/38) PEMANASAN GLOBAL
  • 4.
    AtmosferTROPOSFER 1. Paling tipis (kuranglebih 15 kilometer dari permukaan tanah). 2. Tempat terjadinya semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban . STRATOSFER 1. Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopouse. 2. Suhu semakin naik karena bertambahnya lapisan ozon. 3. Terdapat lapisan ozon 4. 15 km sampai 50 km MESOSFER 1. suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah sampai menjadi sekitar - 143oC 2. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. TERMOSFER 1. ketinggian 81 km . 2. terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC karena serapan radiasi sinar ultra ungu. 3. terdapat lapisan bermuatan listrik (ionosfer). EKSOSFER 1.Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. 2.Cahaya matahari yang dipantulkan tearsebut (cahaya Zodiakal).
  • 5.
    Ozon (O3)  Ozonadalah molekul tidak stabil yang terdiri dari tiga atom oksigen  Berwarna biru dan memiliki bau menyengat yang kuat  Ozon adalah gas yang secara alami terdapat di atmosfer.  Ozon (O3) ditemukan di bagian atas bumi dan atmosfer rendah. Sekitar 10% ditemukan di troposfer, dan sekitar 90% menetap di stratosfer.  Terjadi secara alami dalam bentuk lapisan di stratosfer .  Ozon merupakan gas beracun sehingga apabila dekat dengan permukaan tanah akan berbahaya karena dapat merusak paru-paru jika terhisap  lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi dari bahaya radiasi ultraviolet (UV).  Dalam industry, ozon digunakan untuk membunuh kuman, meniadakan pencemaran dalam air (akibat besi, arsen, hydrogen sulfide, nitrit, dan bahan organic kompleks yang dikenal sebagai warna), mencuci, dan memutihkan kain.
  • 6.
    2. Pengenalan LapisanOzon • Ozon dalam jumlah yang besar(“LapisanOzon”) ditemukan di bagian atas atmosfir yang disebut stratosfir. • Lapisan Ozon berada di stratosfir sekitar15 sampai30 km di atas permukaan bumi. • Ozon melindungi organisme hidup dengan menyerap radiasi ultraviolet (UV-B) dari matahari yang berbahaya. • Lapisan ozon ini dapat dihancurkan oleh CFC dan zat lainnya. • Tingkat kandungan ozon diukur dalam satuan Dobson (DU), di mana 100 DU setara dengan1 mm lapisan ozon murni ~ 260 DU di daerahTropis(daerahyang mengapitekuator)
  • 7.
    Lapisan Ozon diStratosfir
  • 8.
    3. Produksi danPenghancuran Ozon
  • 9.
    Ozon terbentuk atasbantuan sinar UV yang memiliki energy lebih besar daripada cahaya tampak. proses pembentukan dan penghancuran ozon berulang kembali. Proses penghancuran dan pembentukan ozon di stratosfer berlangsung terus, sehingga tanpa adanya gangguan dari luar. Kadar ozon statisfer cenderung konstan  Radiasi UV berenergi tinggi dari sinar mtahari telah disaring. Atom O bebas yang reaktif tersebut akan bergabung dengan oksigen diatomic untuk membentuk oksigen triatomic (ozon) yang akan menyerap radiasi UV berlebih.
  • 10.
    Bahan Perusak Ozon(BPO) 1. Bahan kimia yang berpotensi menggerus (menghancurkan) lapisan ozon 2. Mengandung atom klorin(Cl) atau bromin(Br) 3. Memiliki umur atmosfir yang panjang. Contoh 1. Klorofluorokarbons(CFCs), misalnya, CFC-12 (alias R-12 atau F-12) 2. Halons (Bromoklorofluorokarbon), misalnya, Halon1301 3. Karbon Tetraklorida 4. Methil Kloroform 5. Hydroklorofluorokarbon(HCFC), misalnya, HCFC-22 (R-22 atau F- 22) 6. hydrobromofluorokarbon(HBFC) 7. Bromoklorometan 8. Methil Bromida
  • 11.
    5. Pelarut pembersih 6.Propelan aerosol 7. Kompresor (pengering sistem udara tekan) 8. Lembaran insulasi/ pembungkus pipa 9. Metered-dose Inhalers(inhaler medis, misalnya, untuk orang asma) 1. Refrigeran dalam sistem refrigerasi (misalnya, pengkondisi udara, kulkas, refrigerator, freezer, A/C kendaraan bermotor, dll.) 2. Pemadam api 3. Fumigan, pestisida 4. Agen penggelembung busa Penggunaan Utama BPO
  • 12.
  • 13.
    Apakah CFC itu? Chlorofluorocarbon (CFC) --> Klorofluorokarbon.  CFC-11 (chlorofluoromethane) dan CFC-12 (dichlorofluoromethane) yang paling banyak digunakan sebagai refrigeran pada kulkas dan AC CFC digunakan pada semprotan aerosol CFC digunakan sebagai refrigeran CFC disambut dengan antusias oleh industri: •Toksisitas rendah •Stabilitas kimiawi •Murah Penggunaan: •Sebagai refrigeran •Sebagai pengembang busa •Untuk membuat busa fleksibel •Sebagai larutan/gas pembersih •Sebagai propelan
  • 14.
    4. Proses PenipisanOzon Proses Kimiawi Penipisan/Penghancuran Ozon
  • 15.
    Lubang Ozon Satu buahmolekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. 5 tahun CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki bumi.
  • 16.
    • Kombinasi daritemperatur rendah dan konsentrasi klorin serta bromin yang tinggi bertanggung jawab atas kerusakan ozon di lapisan stratosfir bagian atas sehingga membentuk "lubang." (Kerr, 1987)
  • 17.
    Penyebab Menipisnya LapisanOzon • Asap yang dihasilkan pabrik semakin memperparah kerusakan lapisan ozon. • Haloncarbon yang digunakan dalam zat cair pemadam kebakaran (aerosol fire extinguiser) seperti Methyl Bromide,Carbon Tetrachloride,dan Methyl Chloroform. • Penggunaan methyl chloroform dan carbon tetrachloride sebagai bahan pelarut (solvent). • Polutan fluorocarbon terutama yang mengandung klorida dan bromida. • Karbon monoksida (CO) sebagai gas buang hasil pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor juga dapat merusak lapisan ozon. • Gas karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer juga merusak lapisan ozon.
  • 19.
    Pengaruh UV-B terhadapManusia • Paparan yang berlebihan dapat berakibat: • Peningkatan resiko terhadap non- melanoma dan kanker kulit melanoma maligna • Resiko lebih tinggi terhadap melanoma ganas dari sengatan matahari parah, terutama di masa kecil • Resiko melanoma ganas meningkat sebesar 10% • Resiko melanoma non-maligna meningkat sebesar 26% • Menurunkan sistem kekebalan tubuh • Mempercepat penuaan kulit karena paparan tinggi • Penyebab wabah ruam pada orang berkulit terang karena photo-allergy, bisa cukup parah
  • 20.
    Radiasi UV danKanker Kulit
  • 21.
    Paparan Berlebihan terhadapUV-B • Katarak pada lensa mata penyebab kebutaan • Meningkatkan resiko katarak • Menginduksi sejenis protein yang memprovokasi pembelahan pada lensa mata • Penyebab utama kebutaan • Prevalensi katarak di atasusia30 sebesar dua kali lipat setiap dekadenya • Penyebab pterigium • Pertumbuhan berbentuk bajidi atas kornea tengah.
  • 22.
    Dampak pada Tumbuhan •Dampak pada Tumbuhan • Eksperi menpaparan UV-B yang diperkuat terhadap bibit dan tanaman muda berdampak negatif terhadap tingkat fotosintesis dan pertumbuhan • Gangguan terhadap siklus tanaman dan rantai makanan • Dapat membatasi pertumbuhan tanaman, mengubah bentuk tanaman dan pendistribusian nutrisi • Peningkatan UV-B merupakan ancaman bagi vegetasi terestrial • Paparan terhadap UV-B dosis tinggi mengakibatkan penghambatan fotosintesis
  • 23.
    Dampak pada Fitoplankton •UV-B dapat menembus kedalaman air sampai sekitar 30 m • Peningkatan eksposur terhadap UV-B • Menurunkan produktivitas melalui interferensiter hadap proses fotosintesis • •Merusak DNA • •Mengubah metabolisma nitrogen • Fitoplankton Lautan • Terdapat bukti jelas bahwa peningkatan UV-B berdampak negatif pada fitoplankton laut • Tingkat fotosintesis berkurang, penurunan produktivitas Penurunan tingkat fitoplankton permukaan laut berakibat kerusakan rantai makanan di dasar laut Dampak radiasi UV pada Produktivitas Biologis
  • 24.
    PENCEGAHAN DARI PENIPISAN LAPISAN OZON •Mengurangi produk rumah tangga yang mengandung zat-zat perusak Ozon dari sinar UV. • Menggunakan alat pemadam api yang tidak mengandung Haloncarbon. • Memeriksa dan merawat peralatan pendingin/pengatur suhu dan sistem pemadam api secara berkala untuk memastikan tidak adanya kebocoran BPO (CFC, HCFC atau Halon) • Diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam program perlindungan lapisan ozon, pemahaman mengenai penanggulangan penipisan lapisan ozon, memperkenalkan bahan, proses, produk, dan teknologi yang tidak merusak lapisan ozon dengan cara mengadakan seminar “Save Our Earth”. • Tidak membakar hutan maupun menebang pohon- pohon secara liar.
  • 25.
    PENAN GGUL ANGA N PENIPI SAN LAPIS AN OZON n Lapis an Ozon oleh Bad an Duni a Pena nggu lang an Peni pisa n Lapis an Ozon oleh Indo nesi a • Konvensi Winamerupakan titik awal pergerakan dalam menyelamatkan lapisan ozon. • Konvensi Wina merupakan landasan hukum pelaksanaan perlindungan lapisan ozon ditingkat internasional yang mensyaratkan seluruh negara pihak untuk bekerjasama melaksanakan pengamatan, penelitian dan pertukaran informasi guna memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mengkaji dampak kegiatan manusia terhadap lapisan ozon serta dampak penipisan lapisan ozon terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. • muncul Protokol Montreal pada tanggal 16 September 1987. Protokol Montreal memuat aturan pengawasan produksi, konsumsi dan perdagangan bahan-bahan perusak lapisan ozon. Dalam protokol tersebut tercantum jenis- jenis bahan kimia yang masuk dalam daftar pengawasan serta jadwal penghapusan masing-masing jenis BPO. • Aksi nyata yang dilakukan seperti penghapusan CFC sebagai salah satu Bahan Perusak Ozon (BPO) pada sektor manufaktur refrigrasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP). • Jadwal penghapusan BPO yang berlaku bagi Indonesia adalah sebagai berikut: • Bahan Perusak Ozon Jadwal Penghentian Impor Halon 1998 TCA 1998 CTC 1998 CFC 2007 Methyl Bromida 2015 HCFC 2040
  • 27.
    Pengertian Rumah KacaRadiasiMatahari Inframerah(IM) Cahaya tampak Ultra violet (UV) Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah kaca (green house), radiasi dengan gelombang pendek, yaitu cahaya tampak dan UV dapat menembus kaca, sedangkan IM dipantulkan oleh kaca. Kalor radiasi gelombang pendek diserap oleh tanah dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman yang hangat dapat kita golongkan sebagai sumber kalor yang lebih dingin dibandingkan dengan matahari yang suhunya sangat tinggi. Tanah dan tanaman sebagai sumber kalor yang lebih dingin pada gilirannya akan memancarkan kembali kalor yang diserapnya dalam bentuk radiasi IM dengan panjang gelombang yang lebih panjang.
  • 28.
    Energi dari kalorradiasi IM yang dipancarkan kembali oleh tanah dan tanaman ini tidak mampu menembus kaca. Energi ini diserap oleh molekul-molekul udara dalam kaca sehingga suhu udara dalam rumah kaca meningkat. Ini membuat suhu dalam rumah kaca dapat tetap hangat dibandingkan suhu luarnya. Keadaan ini membuat tanaman dalam rumah kaca dapat tumbuh subur.
  • 29.
    Efek Rumah Kacadi Atmosfer Bumi • Pancaran sinar matahari yang sampai ke bumi, setelah melalui penyerapan oleh berbagai gas di atmosfer sebagian dipantulkan dan sebagian diserap oleh bumi. • Bagian yang diserap akan dipanaskan lagi oleh bumi sebagai sinar inframerah yang panas. • Sinar inframerah tersebut di atmosfer akan diserap gas-gas rumah kaca seperti uap air, dan karbondioksida sehingga tidak terlepas ke luar angkasa dan menyebabkan panas terperangkap di troposfer dan akhirnya mengakibatkan peningkatan suhu di lapisan troposfer dan di bumi. • Hal tersebut menyebabkan terjadinya efek rumah kaca di bumi. Efek Rumah Kaca adalah terjadinya suatu proses pemanasan pada permukaan dari suatu benda yang berada di langit yang terjadi dan disebabkan oleh adanya komposisi serta keadaan lingkar atmosfernya tersebut
  • 30.
    Semakin banyak molekul-molekulkarbon dioksida dan uap air yang terlibat dalam proses, maka semakin banyak radiasi IM yang diarahkan kembali ke permukaan bumi. Sebagai akibatnya suhu permukaan bumi akan meningkat lebih besar. Sebaliknya, lapisan-lapisan kaca pada rumah kaca tidak meningkatkan suhu pada rumah kaca secara berarti. Faktor pemanasan dalam rumah kaca sebenarnya adalah lapisan kaca menahan konveksi kalor yang akan terjadi dengan cara mengurungkan kalor radiasi tetap didalam rumah kaca. Proses ini tidak terjadi dengan kehadiran karbon dioksida dan uap air di atmosfer.
  • 32.
     Gas diatmosfer kita menyerap Infra merah dan meradiasikan sebagian panas kembali ke permukaan bumi  Methane  Nitrous oxide  Chlorofluorocarbons  Carbon dioxide (CO2)
  • 34.
    Metana Metana dilepaskan selamaproduksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat dikeluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari pencernaan. Gas Rumah Kaca Karbondioksida Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Uap air Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca.
  • 35.
    Gas lainnya Gas rumahkaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan (furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon(CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet). Nitrogen oksida Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian.
  • 37.
    Dampak Negatif EfekRumah Kaca Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Efek rumah kaca menjadi penyebab global warming dan perubahan iklim. Iklim di bumi menjadi tak menentu dan susah diprediksikan, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.
  • 38.
    Dampak Positif EfekRumah Kaca Atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia menjadi berhati-hati dan berhemat terhadap penggunaan energi dan bahan bakar fosil Membuat manusia menjadi sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan dan menghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan. Manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik, kertas untuk didaur ulang menjadi barang yang ekonomis.
  • 39.
    Pemanasan global adalahadanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, dan daratan bumi Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “Sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.” Pengertian Pemanasan Global Pemanasan global yang tidak alami yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kunci Utama: • Disebabkan oleh CO2 • Diproduksi oleh aktivitas manusia • Menggambarkan ancaman serius pada bumi
  • 40.
    Gas Penyebab PemanasanGlobal CO2, CH4 dan N2O • Pembakaran bahan bakar fosil di sektor energi, transportasi dan industri HFCs, CFC, PFCs dan SF6 • Industri pendinginan (freon) dan penggunaan aerosol HFCs, PFCs dan SF6 menyumbang kurang dari 1%, tetapi potensi pemanasan jauh lebih tinggi dibandingkan CO2, CH4 dan N2O
  • 41.
    PenggundulanHutan EfekUmpanBalik EfekRumahKaca Keadaan Radiasi infrared gelombang panjang terperangkap di atmosferbumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Contoh : 1. Kasus pada proses penguapan air 2. Hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es 3. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon akan berkurang bila menghangat Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Penyebab Pemanasan Global
  • 42.
    Penyebab Pemanasan Global Pemanasan global disebabkanoleh meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer Konsumsi energy bahan bakar fosil Bahan bakar fosil menghandung karbon, sehingga pembakaran karbon pastilah mengkasilkan gas rumah kaca karbon dioksida. Kerusakan hutan Salah satu fungsi tumbuhan yaitu menyerap karbondioksida (CO2) dan mengubah menjadi oksigen (O2). Gas karbon dioksida merupakan gas rumah kaca sehingga kerusakan atau penggundulan huitan secara besar-besaran berarti hilangnya faktor penyerapan gas rumah kaca karbon dioksida di atmosfer. Sampah organik Sampah organik menghasilkan gas rumah kaca metana (CH4). Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Pertanian dan Peternakan Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca melalui sawah- sawah yang tergenang yang menghasilkan gas metana, penggunaan pupuk, pembakaran sisa-sisa pertanian. Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9% karbondioksida, 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat daripada karbondioksida), nitrogen oksida (efek pemanasan global 296 kali lebih kuat daripada karbondioksida), serta amonia penyebab hujan asam.
  • 44.
    GAS RUMAH KACA Gas-gasdi atmosfer yang dihasilkan dari berbagai kegaiatan manusia. Gas ini berkemampuan menyerap radiasi matahari di atmosfer sehingga menyebabkan suhu di permukaan bumi menjadi lebih hangat. GLOBAL WARMING Meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca di atmosfer menyebabkan meningkatnya suhu permukaan bumi secara global. GLOBAL CHANGE
  • 45.
    Untuk jumlah yangsama, dampak Gas Rumah Kaca berbeda INDEKS POTENSI PEMANASAN GLOBAL GWP - (GLOBAL WARMING POTENTIAL)
  • 46.
    Temperatur rata-rata global1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990
  • 47.
    EMISI GAS RUMAH KACAINDONESIA (1994)
  • 48.
  • 49.
    Prakiraan peningkatan temperature terhadapbeberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi
  • 50.
    Model-model ini tidaksecara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia; akan tetapi; mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim, IPCC memperkirakan pemanasan sekitar 1.1 °C hingga 6.4 °C (2.0 °F hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100
  • 51.
    Dampak Pemanasan Global NaiknyaPermukaan Air Laut Pemanasan akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau- pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun.
  • 52.
    Iklim Mulai TidakStabil • Gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. • Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. • Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. • Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
  • 53.
    • Bagian SelatanKanada, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Pertanian • Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. • Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat
  • 54.
    • Para ilmuanmemprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. • Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk. Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis. • Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, serbuk sari. Kesehatan Manusia
  • 55.
    Hewan dan Tumbuhan •Hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. • Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota- kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. • Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
  • 56.
    Pengendalian Pemanasan Global •Mengurangi produksi gas rumah kaca. Kerjasama internasional mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. • Mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). • Menghilangkan karbondioksida di udara dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang mudah dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.
  • 57.
    Perjanjian Internasional Menurut siaranpers dari program lingkungan PBB : “Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara industri akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah, jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca yaitu karbondioksida, methana, nitrogen oksida, sulfur hexaflorida, HFC, dan PFC, yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-2012. Target nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk Amerika Serikat, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Eslandia”.