KIMIA UNSUR
Disusun oleh : 
1.Si t i Nurdiani Puj i Astut i 
2.Rihlatul Adni 
3.Rindu Anggi ta 
4.Yuani ta Yasmin 
5.Maryat i 
6.Lasma Ul i rya S 
7.Samsu Rizal 
8.Mia Fajar ini Budhi P
GOLONGAN I A - ALKALI
SIFAT UMUM 
LOGAM ALKALI
1. Sangat reaktif 
2. Bereaksi dengan halogen membentuk garam 
3. Bereaksi dengan air membentuk basa kuat 
4. Elektron terluar 1 
5. Lunak
6. Titik lebur rendah 
7. Massa Jenis rendah 
8. Potensial untuk ionisasi sangat rendah 
9. Tingkat elektronegativitas : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr 
10. Tingkat reaktivitas : Li < Na < K < Rb < Cs < Fr 
11. Titik lebur dan titik uap : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr
suatu unsur kimia dengan lambang Li dan nomor atom 3. 
Dalam keadaan standar, litium adalah logam paling ringan 
sekaligus unsur dengan densitas paling kecil. 
Seperti logam-logam alkali lainnya, 
lithium sangat reaktif dan terkorosi dengan cepat, 
serta menjadi hitam di udara lembab. 
Oleh karena itu, logam lithium 
biasanya disimpan dengan dilapisi minyak.
Sifat fisik dan kimia litium 
Nomor atom: 3 Massa atom: 6,941 g/mol 
Elektronegativitas menurut Pauling: 1.0 Titik lebur: 180,5 °C 
Titik didih: 1342 °C Radius Vanderwaals: 0.145 nm 
Radius ionik: 0,06 nm Isotop: 2 
Energi ionisasi pertama: 520,1 kJ/mol 
Ditemukan oleh: Johann Arfvedson pada tahun 1817 
Si f a t t e r p e n t i n g l i t i um d i a n t a r a n y a a d a l a h k a p a s i t a s k a l o r t i n g g i , 
n t e r v a l s u h u b e s a r pada k e a d a a n c a i r , k o n d u k t i v i t a s t e rmi k t i n g g i , 
v i s k o s i t a s r e n d a h , d a n k e p a d a t a n y a n g s a n g a t r e n d a h .
Kelarutan Litium 
Logam lithium larut dalam amina alifatik rantai pendek, 
seperti etilamine, namun tidak larut dalam hidrokarbon. 
Lithium dapat bereaksi dengan reaktan organik 
serta dengan reaktan anorganik.
Reaksi dengan 
berbagai senyawa / unsur
Reaksi Litium 
- Reaksi dengan udara 
Litium akan berubah menjadi litium oksida ( Li2O) , di udara 
litium juga bereaksi dengan nitrogen menghasilkan litium nitrida. 
Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda jauh 
dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan 
energi kisi yang besar. Logam alkali pada udara terbuka dapat 
bereaksi dengan uap air dan oksigen. Untuk menghindari hal ini, 
biasanya litium, natrium dan kalium disimpan dalam minyak tanah 
untuk menghindari terjadinya kontak dengan udara. 
4 Li(s) + O2(g)-->2 Li2O(s)
Reaksi Litium 
- Reaksi dengan air 
Reaksi logam alkali dengan air berlangsung cepat kecuali Litium ( Li ) 
yang memerlukan temperatur sekitar 25 C serta reaksinya agak lambat. 
Li bereaksi dengan tenang dan sangat lambat. 
- Reaksi dengan hidrogen 
Unsur ini bereaksi dengan hidrogen pada suhu hampir 500 ºC 
untuk membentuk lithium hidrida.
Sumber litium adalah spodumene (LiAl(SO)3). 
• Spodumene 100 oC + H2SO4 pekat panas -> Li2SO4, kemudian + air 
• Li2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li2CO3(s) + Na2SO4(aq) 
• pemisahan Li2CO3 lalu direaksikan dengan HCl sehingga diperoleh garam LiCl. 
Li2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2 
LiCl sebagai bahan dasar elektrolisis litium. 
LiCl + KCl untuk menurunkan titik lebur LiCl 
Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis Li : 
Katoda : Li+ + e ―→ Li 
Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e
- Baterai lithium, yang digunakan dalam bidang elektronika. 
- Monohidrat lithium hidroksida, sebagai bahan baku industri keramik. 
- Pada bidang kedokteran sebagai antidepresan. 
- Penggunaan utama industri lithium adalah dalam bentuk lithium stearatum 
sebagai pengental pelumas. 
- Aplikasi penting lain senyawa lithium adalah untuk tembikar, 
khususnya untuk glasir porselen, serta sebagai aditif untuk meningkatkan 
kinerja dan masa hidup baterai. 
- Paduan lithium dengan aluminium, kadmium, tembaga, 
dan mangan digunakan untuk membuat bagian-bagian pesawat 
kinerja tinggi. 
Kegunaan Litium
Kegunaan Litium
Natrium adalah elemen yang umum ditemukan di alam 
serta memiliki nomer atom 11 pada tabel sistem periodik.
Sifat fisik dan kimia 
Nomor atom: 11 Massa atom: 22,98977 Elektronegativitas menurut Pauling: 0,9 Titik lebur: Densitas: 0,97 g/cm-3 pada 20 °C Titik didih: Radius Vanderwaals: 0,196 nm Radius ionik: 0,095 Energi ionisasi pertama: 495,7 kJ/mol Isotop: 3 
Potensial standar: – 2.71 V 
Ditemukan oleh: Sir Humphrey Davy pada tahun 1807
Reaksi dengan 
berbagai senyawa / unsur
• Natrium bereaksi cepat dengan air, salju, dan es -> natrium hidroksida + H2 
Na + H2O -> NaOH + H2 
• Kontak dengan udaran-> Na menjadi abu-abu buram 
Na + O2 -> Na2O 
• Na bereaksi dengan amonia -> natrium amida. 
• Natrium + hidrogen (pada suhu diatas 200 ºC) -> natrium hidrida. 
• Natrium hampir tidak bereaksi dengan karbon 
• Natrium juga tidak bereaksi dengan halogen. 
• Na bereaksi dengan berbagai halida logam -> logam dan natrium klorida. 
• Reaksi natrium dengan alkohol mirip dengan reaksi natrium dengan air, 
tapi berlangsung lebih lambat.
Isolasi Natrium
Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium klorida 
yang dicampur dengan kalsium klorida (sel Downs). 
Kalsium klorida berguna unruk menurunkan titik cair 
(dengan cara itu titik leleh dapat diturunkan dari 801°C menjadi sekitar 500°C). 
NaCl  Na+ + Cl - 
Katode : Na+ + e  Na 
Anode : 2Cl -  Cl2 + 2e
• Na sebagai cairan pendingin (coolant ) pada reaktor nuklir. 
Selain itu, karena merupakan reduktor kuat, 
natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertentu. 
Sedikit natrium digunakan pada lampu natrium sebagai penerangan jalan raya. 
• NaCl untuk garam dapur 
• NaOH terutama dalam industri sabun, detergen, pulp , dan kertas 
• Na dalam bentuk Natrium karbonat (Na2CO3) digunakan untuk untuk pembuatan kaca 
(terutama kaca bejana). 
• Natrium bikarbonat (NaHCO3) sebagai pengembang kue
Kalium adalah suatu unsur kimia yang termasuk 
kedalam golongan alkali, yang memiliki 
lambang K dan nomor atom 19. 
Karena kalium sangat elektropositif, unsur 
kalium sukar diperoleh daripada mineralnya. 
Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan 
termasuk golongan alkali. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat 
dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan 
secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium
Sifat fisika 
Fase : padat 
Densitas (mendekati suhu kamar) ; 0,89 g•cm−3 
Densitas cairan pada titik didih ; 0,828 g•cm−3 
Titik leleh : 336,53 K (63,38 °C, 146,08 °F) 
Titik didih ; 1032 K (759 °C, 1398 °F) 
Titik tripel ; 336,35 K, kPa 
Sifat Kimia 
Kalium merupakan unsur yang lunak, ringan, 
putih keperakan dan reaktif sehingga tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam. 
Dengan massa < air, kalium adalah logam kedua 
teringan setelah litium. Kalium adalah padatan lembut yang mudah dikerat dengan pisau 
dan mempunyai warna keperakan pada permukaan yang baru dipotong. 
Kalium teroksida dengan cepat dalam udara dan 
harus disimpan dalam minyak mineral atau kerosin.
Kalium diambil melalui proses elektrolisis hidroksida. 
Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium 
dari senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na. 
Kalium dan logam alkali lainnya dibuat dengan mereduksi lelehan garam garam 
kloridanya. Contoh, kalium dibuat dari reaksi antara KCl dengan logam natrium. 
KCI(l) + Na(l)  NaCl(l) + K(g) 
Walaupun reaksi di atas mempunyai potensial bertanda negatif, 
tetapi karena logam yang terbentuk menguap, maka kesetimbangan 
akan terus-menerus bergeser ke kanan. 
Cara isolasi
Kegunaan Kalium 
• Kalium, dalam bentuk kalium klorida (KCl) digunakan untuk pupuk. 
• Kalium merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan 
ditemukan di banyak tanah. 
• Kaliun hidroksida (KOH) digunakan sebagai bahan dalam pembuatan 
sabun lunak, dan KNO3 di gunakan sebagai bahan pupuk, mesiu, 
dan kembang api. 
• Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai 
media perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti 
hidroksida, nitrat, karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, 
sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk banyak kegunaan.
Rubidium adalah unsur logam dari kelompok alkali yang bersifat 
lunak dan berwarna putih keperakan.
Sifat fisik dan kimia 
Nomor atom: 37 Titik lebur: 39 °C 
Massa atom: 85,4678 g/mol Titik didih: 696 °C 
Elektronegativitas menurut Pauling: 0,8 Isotop: 11 
Kepadatan: 1,53 g/cm3 pada 20 °C Radius ionik: 0,149 nm (+1) 
Radius Vanderwaals: 0,243 nm Energi ionisasi pertama: 402,9 kJ/mol 
Energi ionisasi kedua: 2633 kJ/mol Energi ionisasi ketiga: 3860 kJ/mol 
Potensial standar: – 2,99 V 
Ditemukan oleh: Robert Wilhem Bunsen dan Gustav Robert Kirchhoff pada tahun 1861 
Rubidium adalah salah satu unsur yang paling elektropositif dan basa. 
Logam ini bisa cair pada suhu sekitar 40 °C. 
Unsur ini terbakar secara spontan di udara dan 
bereaksi hebat dengan air dan bahkan dengan es pada suhu -100 C 
Seperti semua logam alkali lain, rubidium membentuk amalgam 
dengan merkuri.
Reaksi dengan 
berbagai senyawa / unsur
Reaksi Rubidium 
- Reaksi dengan air 
Rubidium bereaksi hebat dengan air, 
bahkan mampu bereaksi dengan es pada suhu -100C. 
Rb sangat reaktif 
- Reaksi dengan udara 
Unsur ini bereaksi hebat dengan udara, hingga mampu 
Terbakar secara spontan diudara
ISOLASI RUBIDIUM 
Rubidium tidak dapat diperoleh dengan 
proses elektrolis karena logam-logam yang 
terbentuk pada anoda akan segera larut kembali 
dalam larutan garam yang digunakan. 
Oleh sebab itu untuk memperoleh 
rubidium dilakukan melalui metode reduksi. 
Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga 
logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan 
lelehan garamnya dengan natrium. 
Na + LCl ―→ L + NaCl (L= rubidium) 
Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian 
dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. 
Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. 
Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.
Kegunaan Rubidium 
• Bahan bakar mesin ion pesawat antariksa 
• Sebagai getter dalam tabung vakum 
• Konduktor untuk kristal-kristal ion 
• Baterai super tipis
Cesium 
Sifat Fisik dan Kimia 
Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang 
dan bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat Celsius. 
hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan memiliki dua garis biru yang terang dan beberapa di bagian merah, 
kuning dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk. 
Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif. 
galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. 
Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin,
Cara Isolasi Cesium 
Sesium diperoleh dengan melalui metode reduksi. 
Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini 
serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium. 
Na + LCl ―→ L + NaCl (L= sesium) 
Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. 
Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan 
atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk 
berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian 
seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.
K 
e 
g 
u 
n 
a 
• Sesium digunakan dalam sel-sel fotoelektrik 
• sebagai katalis dihidrogenasi senyawa-senyawa. 
• Sesium nitrat digunakan sebagai oksidator 
• dan pewarna piroteknik untuk membakar silikon dalam flare inframerah 
seperti suar-19 Luu, karena memancarkan banyak cahaya dalam 
spektrum inframerah dekat. 
• Sesium bersama dengan rubidium, telah ditambahkan sebagai 
karbonat untuk kaca karena mengurangi konduktivitas listrik dan 
meningkatkan stabilitas dan daya tahan serat optik 
• Fluorida Sesium atau aluminium fluorida sesium 
digunakan dalam fluks diformulasikan untuk mematri paduan 
aluminium yang mengandung magnesium. 
• Garam Sesium telah dievaluasi sebagai reagen antishock. 
• Garam sesium juga telah digunakan untuk mengobati epilepsi.
Secara ringkas, ditulis...
Kimia unsur
Kimia unsur

Kimia unsur

  • 1.
  • 2.
    Disusun oleh : 1.Si t i Nurdiani Puj i Astut i 2.Rihlatul Adni 3.Rindu Anggi ta 4.Yuani ta Yasmin 5.Maryat i 6.Lasma Ul i rya S 7.Samsu Rizal 8.Mia Fajar ini Budhi P
  • 3.
    GOLONGAN I A- ALKALI
  • 4.
  • 5.
    1. Sangat reaktif 2. Bereaksi dengan halogen membentuk garam 3. Bereaksi dengan air membentuk basa kuat 4. Elektron terluar 1 5. Lunak
  • 6.
    6. Titik leburrendah 7. Massa Jenis rendah 8. Potensial untuk ionisasi sangat rendah 9. Tingkat elektronegativitas : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr 10. Tingkat reaktivitas : Li < Na < K < Rb < Cs < Fr 11. Titik lebur dan titik uap : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr
  • 7.
    suatu unsur kimiadengan lambang Li dan nomor atom 3. Dalam keadaan standar, litium adalah logam paling ringan sekaligus unsur dengan densitas paling kecil. Seperti logam-logam alkali lainnya, lithium sangat reaktif dan terkorosi dengan cepat, serta menjadi hitam di udara lembab. Oleh karena itu, logam lithium biasanya disimpan dengan dilapisi minyak.
  • 8.
    Sifat fisik dankimia litium Nomor atom: 3 Massa atom: 6,941 g/mol Elektronegativitas menurut Pauling: 1.0 Titik lebur: 180,5 °C Titik didih: 1342 °C Radius Vanderwaals: 0.145 nm Radius ionik: 0,06 nm Isotop: 2 Energi ionisasi pertama: 520,1 kJ/mol Ditemukan oleh: Johann Arfvedson pada tahun 1817 Si f a t t e r p e n t i n g l i t i um d i a n t a r a n y a a d a l a h k a p a s i t a s k a l o r t i n g g i , n t e r v a l s u h u b e s a r pada k e a d a a n c a i r , k o n d u k t i v i t a s t e rmi k t i n g g i , v i s k o s i t a s r e n d a h , d a n k e p a d a t a n y a n g s a n g a t r e n d a h .
  • 9.
    Kelarutan Litium Logamlithium larut dalam amina alifatik rantai pendek, seperti etilamine, namun tidak larut dalam hidrokarbon. Lithium dapat bereaksi dengan reaktan organik serta dengan reaktan anorganik.
  • 10.
    Reaksi dengan berbagaisenyawa / unsur
  • 11.
    Reaksi Litium -Reaksi dengan udara Litium akan berubah menjadi litium oksida ( Li2O) , di udara litium juga bereaksi dengan nitrogen menghasilkan litium nitrida. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda jauh dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang besar. Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan oksigen. Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium dan kalium disimpan dalam minyak tanah untuk menghindari terjadinya kontak dengan udara. 4 Li(s) + O2(g)-->2 Li2O(s)
  • 12.
    Reaksi Litium -Reaksi dengan air Reaksi logam alkali dengan air berlangsung cepat kecuali Litium ( Li ) yang memerlukan temperatur sekitar 25 C serta reaksinya agak lambat. Li bereaksi dengan tenang dan sangat lambat. - Reaksi dengan hidrogen Unsur ini bereaksi dengan hidrogen pada suhu hampir 500 ºC untuk membentuk lithium hidrida.
  • 13.
    Sumber litium adalahspodumene (LiAl(SO)3). • Spodumene 100 oC + H2SO4 pekat panas -> Li2SO4, kemudian + air • Li2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li2CO3(s) + Na2SO4(aq) • pemisahan Li2CO3 lalu direaksikan dengan HCl sehingga diperoleh garam LiCl. Li2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2 LiCl sebagai bahan dasar elektrolisis litium. LiCl + KCl untuk menurunkan titik lebur LiCl Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis Li : Katoda : Li+ + e ―→ Li Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e
  • 14.
    - Baterai lithium,yang digunakan dalam bidang elektronika. - Monohidrat lithium hidroksida, sebagai bahan baku industri keramik. - Pada bidang kedokteran sebagai antidepresan. - Penggunaan utama industri lithium adalah dalam bentuk lithium stearatum sebagai pengental pelumas. - Aplikasi penting lain senyawa lithium adalah untuk tembikar, khususnya untuk glasir porselen, serta sebagai aditif untuk meningkatkan kinerja dan masa hidup baterai. - Paduan lithium dengan aluminium, kadmium, tembaga, dan mangan digunakan untuk membuat bagian-bagian pesawat kinerja tinggi. Kegunaan Litium
  • 15.
  • 16.
    Natrium adalah elemenyang umum ditemukan di alam serta memiliki nomer atom 11 pada tabel sistem periodik.
  • 17.
    Sifat fisik dankimia Nomor atom: 11 Massa atom: 22,98977 Elektronegativitas menurut Pauling: 0,9 Titik lebur: Densitas: 0,97 g/cm-3 pada 20 °C Titik didih: Radius Vanderwaals: 0,196 nm Radius ionik: 0,095 Energi ionisasi pertama: 495,7 kJ/mol Isotop: 3 Potensial standar: – 2.71 V Ditemukan oleh: Sir Humphrey Davy pada tahun 1807
  • 18.
    Reaksi dengan berbagaisenyawa / unsur
  • 19.
    • Natrium bereaksicepat dengan air, salju, dan es -> natrium hidroksida + H2 Na + H2O -> NaOH + H2 • Kontak dengan udaran-> Na menjadi abu-abu buram Na + O2 -> Na2O • Na bereaksi dengan amonia -> natrium amida. • Natrium + hidrogen (pada suhu diatas 200 ºC) -> natrium hidrida. • Natrium hampir tidak bereaksi dengan karbon • Natrium juga tidak bereaksi dengan halogen. • Na bereaksi dengan berbagai halida logam -> logam dan natrium klorida. • Reaksi natrium dengan alkohol mirip dengan reaksi natrium dengan air, tapi berlangsung lebih lambat.
  • 20.
  • 21.
    Natrium dibuat darielektrolisis lelehan natrium klorida yang dicampur dengan kalsium klorida (sel Downs). Kalsium klorida berguna unruk menurunkan titik cair (dengan cara itu titik leleh dapat diturunkan dari 801°C menjadi sekitar 500°C). NaCl  Na+ + Cl - Katode : Na+ + e  Na Anode : 2Cl -  Cl2 + 2e
  • 22.
    • Na sebagaicairan pendingin (coolant ) pada reaktor nuklir. Selain itu, karena merupakan reduktor kuat, natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertentu. Sedikit natrium digunakan pada lampu natrium sebagai penerangan jalan raya. • NaCl untuk garam dapur • NaOH terutama dalam industri sabun, detergen, pulp , dan kertas • Na dalam bentuk Natrium karbonat (Na2CO3) digunakan untuk untuk pembuatan kaca (terutama kaca bejana). • Natrium bikarbonat (NaHCO3) sebagai pengembang kue
  • 23.
    Kalium adalah suatuunsur kimia yang termasuk kedalam golongan alkali, yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Karena kalium sangat elektropositif, unsur kalium sukar diperoleh daripada mineralnya. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium
  • 24.
    Sifat fisika Fase: padat Densitas (mendekati suhu kamar) ; 0,89 g•cm−3 Densitas cairan pada titik didih ; 0,828 g•cm−3 Titik leleh : 336,53 K (63,38 °C, 146,08 °F) Titik didih ; 1032 K (759 °C, 1398 °F) Titik tripel ; 336,35 K, kPa Sifat Kimia Kalium merupakan unsur yang lunak, ringan, putih keperakan dan reaktif sehingga tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam. Dengan massa < air, kalium adalah logam kedua teringan setelah litium. Kalium adalah padatan lembut yang mudah dikerat dengan pisau dan mempunyai warna keperakan pada permukaan yang baru dipotong. Kalium teroksida dengan cepat dalam udara dan harus disimpan dalam minyak mineral atau kerosin.
  • 25.
    Kalium diambil melaluiproses elektrolisis hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium dari senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na. Kalium dan logam alkali lainnya dibuat dengan mereduksi lelehan garam garam kloridanya. Contoh, kalium dibuat dari reaksi antara KCl dengan logam natrium. KCI(l) + Na(l)  NaCl(l) + K(g) Walaupun reaksi di atas mempunyai potensial bertanda negatif, tetapi karena logam yang terbentuk menguap, maka kesetimbangan akan terus-menerus bergeser ke kanan. Cara isolasi
  • 26.
    Kegunaan Kalium •Kalium, dalam bentuk kalium klorida (KCl) digunakan untuk pupuk. • Kalium merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan ditemukan di banyak tanah. • Kaliun hidroksida (KOH) digunakan sebagai bahan dalam pembuatan sabun lunak, dan KNO3 di gunakan sebagai bahan pupuk, mesiu, dan kembang api. • Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat, karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk banyak kegunaan.
  • 27.
    Rubidium adalah unsurlogam dari kelompok alkali yang bersifat lunak dan berwarna putih keperakan.
  • 28.
    Sifat fisik dankimia Nomor atom: 37 Titik lebur: 39 °C Massa atom: 85,4678 g/mol Titik didih: 696 °C Elektronegativitas menurut Pauling: 0,8 Isotop: 11 Kepadatan: 1,53 g/cm3 pada 20 °C Radius ionik: 0,149 nm (+1) Radius Vanderwaals: 0,243 nm Energi ionisasi pertama: 402,9 kJ/mol Energi ionisasi kedua: 2633 kJ/mol Energi ionisasi ketiga: 3860 kJ/mol Potensial standar: – 2,99 V Ditemukan oleh: Robert Wilhem Bunsen dan Gustav Robert Kirchhoff pada tahun 1861 Rubidium adalah salah satu unsur yang paling elektropositif dan basa. Logam ini bisa cair pada suhu sekitar 40 °C. Unsur ini terbakar secara spontan di udara dan bereaksi hebat dengan air dan bahkan dengan es pada suhu -100 C Seperti semua logam alkali lain, rubidium membentuk amalgam dengan merkuri.
  • 29.
    Reaksi dengan berbagaisenyawa / unsur
  • 30.
    Reaksi Rubidium -Reaksi dengan air Rubidium bereaksi hebat dengan air, bahkan mampu bereaksi dengan es pada suhu -100C. Rb sangat reaktif - Reaksi dengan udara Unsur ini bereaksi hebat dengan udara, hingga mampu Terbakar secara spontan diudara
  • 31.
    ISOLASI RUBIDIUM Rubidiumtidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh rubidium dilakukan melalui metode reduksi. Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium. Na + LCl ―→ L + NaCl (L= rubidium) Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.
  • 32.
    Kegunaan Rubidium •Bahan bakar mesin ion pesawat antariksa • Sebagai getter dalam tabung vakum • Konduktor untuk kristal-kristal ion • Baterai super tipis
  • 33.
    Cesium Sifat Fisikdan Kimia Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang dan bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat Celsius. hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan memiliki dua garis biru yang terang dan beberapa di bagian merah, kuning dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk. Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif. galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin,
  • 34.
    Cara Isolasi Cesium Sesium diperoleh dengan melalui metode reduksi. Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium. Na + LCl ―→ L + NaCl (L= sesium) Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.
  • 35.
    K e g u n a • Sesium digunakan dalam sel-sel fotoelektrik • sebagai katalis dihidrogenasi senyawa-senyawa. • Sesium nitrat digunakan sebagai oksidator • dan pewarna piroteknik untuk membakar silikon dalam flare inframerah seperti suar-19 Luu, karena memancarkan banyak cahaya dalam spektrum inframerah dekat. • Sesium bersama dengan rubidium, telah ditambahkan sebagai karbonat untuk kaca karena mengurangi konduktivitas listrik dan meningkatkan stabilitas dan daya tahan serat optik • Fluorida Sesium atau aluminium fluorida sesium digunakan dalam fluks diformulasikan untuk mematri paduan aluminium yang mengandung magnesium. • Garam Sesium telah dievaluasi sebagai reagen antishock. • Garam sesium juga telah digunakan untuk mengobati epilepsi.
  • 36.