Oleh:
   Kelompok I
 •Devi Risnawati
  •Hilmi Salam
•Suneti Alawiyah
 Menurut Para Ahli

  Daryono
  Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak
  dan kewajiban warga Negara.

 Wolhoff
  Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa
  tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan
  yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social-
  budaya serta kesadaran nasionalnya.
Mempunyai 2 Pedoman
1.   Asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran
     dijumpai dua bentuk asas yaitu, ius soli dan ius
     sanguinis.
      Dalam bahasa Latin ius berarti hukum, dalih atau
       pedoman, soli berasal dari kata solum yang
       berartinegeri, tanah atau daerah
      dan sanguinis yang berarti darah.
Mempunyai 2 Pedoman
2. Asas kewarganegaraan berdasarkan perkawinan yang dapat dilihat dari sisi
     perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan
     derajat.
       Asas kesatuan hukum berdasarkan pada paradigma bahwa suami- isteri ataupun
        ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera,
        sehat dan tidak terpecah dalam suatu kesatuan yang bulat,sehingga perlu adanya
        kesamaan pemahaman dan komitmen menjalankan kebersamaan atas dasar
        hukum yang sama dan meniscayakan kewarganegaraan yang sama pula.
       Sedangkan dalam asas persamaan derajat ditentukan bahwa suatu perkawinan
        tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan masing-masingp ihak.
        Mereka tetap memiliki status kewarganegaraan sendiri sama halnya ketika mereka
        belum diikatkan menjadi suami istri. Asas ini dapat menghindari terjadinya
        penyeludupan hukum sehingga banyak negara yang menggunakan asas
        persamaan derajat dalam peraturan kewarganegaraan
 Ius sanguinis
    Ius sanguinis atau jus sanguinis (bahasa latin untuk "hak untuk
     darah") adalah hak kewarganegaraan yang diperoleh seseorang
     (individu) berdasarkan kewarganegaraan ayah atau ibu
     biologisnya. Kebanyakan bangsa yang memiliki sejarah panjang
     menerapkan asas ini, seperti negara-negara di Eropa dan Asia
     Timur.
 Ius soli
    Ius soli atau jus soli (bahasa latin untuk "hak untuk wilayah")
     adalah hak mendapatkan kewarganegaraan yang dapat diperoleh
     bagi individu berdasarkan tempat lahir di wilayah dari suatu
     negara. Dia berlawanan dengan jus sanguinis (hak untuk darah).
1.   Unsur Darah Keturunan (Ius Sanguinis)
     Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan
     kewarganegaraan seseorang, prinsip ini berlaku diantaranya di
     Inggris, Amerika, Perancis, Jepang, dan Indonesia.

2.   Unsur Daerah Tempat Kelahiran (Ius Soli)
     Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan
     kewarganegaraan,prinsip ini berlaku di Amerika, Inggris, Perancis,
     dan Indonesia, terkecuali di Jepang.

3.   Unsur Pewarganegaraan ( Naturalisasi)
     Syarat-syarat atau prosedur pewarganegaraan disesuaikan menurut
     kebutuhan yang dibawakan oleh kondisi dan situasi negara masing-
     masing.
 Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan
  berkeadaban, maka setiap warga negara yang disebut sebagai
  demokrat,yakni antara lain sebagai berikut:

  1. Rasa hormat dan tanggung jawab
  2. Bersikap kritis
  3. Membuka diskusi dan dialog
  4. bersikap terbuka
  5. Rasional
  6. Adil
  7. Jujur
Hak Dan Kewajiban Warga
              Negara
 Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun
  2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini,
  orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah
    setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
    anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
    anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu
     warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
    anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah
     yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah
     tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
    anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya
     meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
    anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
Hak Dan Kewajiban Warga
             Negara
 anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui
    oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan
    sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
   anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu
    lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
   anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik
    Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
   anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan
    ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui
    keberadaannya
   anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu
    WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan
    memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
   anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
    kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia
    sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Diakui sebagai WNI bagi:
 anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum
  berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh
  ayahnya yang berkewarganegaraan asing
 anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat
  secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan
  pengadilan
 anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin,
  berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah
  atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
 anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat
  anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai
  anak oleh WNI.
Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh
  bagi seseorang yang termasuk dalam
         situasi sebagai berikut
 Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin,
  berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik
  Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh
  kewarganegaraan Indonesia
 Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun
  yang diangkat anak secara sah menurut penetapan
  pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia
Orang - orang Tanpa
          Kewarganegaraan
 Keadaan tanpa kewarganegaraan dialami oleh orang –
  orang dibawah ini:
   Etnis Indonesia Cina yang tidak memiliki dokumen
    untuk membuktikan kewarganegaraan Indonesia,
    karena status kewarganegaraannya tercatat secara salah
    dalam dokumen registrasi sipil mereka dan mereka
    yang tidak dikenal sebagai warga negara Cina maupun
    Indonesia.
   Etnis Arab dan India yang tidak memiliki dokumen
    untuk membuktikan kewarganegaraan mereka.mereka
    atau status kewarganegaraan mereka tercatat secara
    salah dalam dokumen registrasi sipil
Kewarganegaraan ppt by hilmi

Kewarganegaraan ppt by hilmi

  • 1.
    Oleh: Kelompok I •Devi Risnawati •Hilmi Salam •Suneti Alawiyah
  • 2.
     Menurut ParaAhli Daryono Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga Negara.  Wolhoff Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan social- budaya serta kesadaran nasionalnya.
  • 3.
    Mempunyai 2 Pedoman 1. Asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dijumpai dua bentuk asas yaitu, ius soli dan ius sanguinis.  Dalam bahasa Latin ius berarti hukum, dalih atau pedoman, soli berasal dari kata solum yang berartinegeri, tanah atau daerah  dan sanguinis yang berarti darah.
  • 4.
    Mempunyai 2 Pedoman 2.Asas kewarganegaraan berdasarkan perkawinan yang dapat dilihat dari sisi perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat.  Asas kesatuan hukum berdasarkan pada paradigma bahwa suami- isteri ataupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera, sehat dan tidak terpecah dalam suatu kesatuan yang bulat,sehingga perlu adanya kesamaan pemahaman dan komitmen menjalankan kebersamaan atas dasar hukum yang sama dan meniscayakan kewarganegaraan yang sama pula.  Sedangkan dalam asas persamaan derajat ditentukan bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan masing-masingp ihak. Mereka tetap memiliki status kewarganegaraan sendiri sama halnya ketika mereka belum diikatkan menjadi suami istri. Asas ini dapat menghindari terjadinya penyeludupan hukum sehingga banyak negara yang menggunakan asas persamaan derajat dalam peraturan kewarganegaraan
  • 5.
     Ius sanguinis  Ius sanguinis atau jus sanguinis (bahasa latin untuk "hak untuk darah") adalah hak kewarganegaraan yang diperoleh seseorang (individu) berdasarkan kewarganegaraan ayah atau ibu biologisnya. Kebanyakan bangsa yang memiliki sejarah panjang menerapkan asas ini, seperti negara-negara di Eropa dan Asia Timur.  Ius soli  Ius soli atau jus soli (bahasa latin untuk "hak untuk wilayah") adalah hak mendapatkan kewarganegaraan yang dapat diperoleh bagi individu berdasarkan tempat lahir di wilayah dari suatu negara. Dia berlawanan dengan jus sanguinis (hak untuk darah).
  • 6.
    1. Unsur Darah Keturunan (Ius Sanguinis) Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraan seseorang, prinsip ini berlaku diantaranya di Inggris, Amerika, Perancis, Jepang, dan Indonesia. 2. Unsur Daerah Tempat Kelahiran (Ius Soli) Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan,prinsip ini berlaku di Amerika, Inggris, Perancis, dan Indonesia, terkecuali di Jepang. 3. Unsur Pewarganegaraan ( Naturalisasi) Syarat-syarat atau prosedur pewarganegaraan disesuaikan menurut kebutuhan yang dibawakan oleh kondisi dan situasi negara masing- masing.
  • 7.
     Untuk membangunsuatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban, maka setiap warga negara yang disebut sebagai demokrat,yakni antara lain sebagai berikut: 1. Rasa hormat dan tanggung jawab 2. Bersikap kritis 3. Membuka diskusi dan dialog 4. bersikap terbuka 5. Rasional 6. Adil 7. Jujur
  • 8.
    Hak Dan KewajibanWarga Negara  Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah  setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI  anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI  anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya  anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut  anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI  anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
  • 9.
    Hak Dan KewajibanWarga Negara  anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin  anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.  anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui  anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya  anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan  anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
  • 10.
    Diakui sebagai WNIbagi:  anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing  anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan  anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia  anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.
  • 11.
    Kewarganegaraan Indonesia jugadiperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut  Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia  Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia
  • 12.
    Orang - orangTanpa Kewarganegaraan  Keadaan tanpa kewarganegaraan dialami oleh orang – orang dibawah ini:  Etnis Indonesia Cina yang tidak memiliki dokumen untuk membuktikan kewarganegaraan Indonesia, karena status kewarganegaraannya tercatat secara salah dalam dokumen registrasi sipil mereka dan mereka yang tidak dikenal sebagai warga negara Cina maupun Indonesia.  Etnis Arab dan India yang tidak memiliki dokumen untuk membuktikan kewarganegaraan mereka.mereka atau status kewarganegaraan mereka tercatat secara salah dalam dokumen registrasi sipil