HERNI FATMAWATI 
12051510331 
III.A
1. Kerangka konsep penelitian 
2. Variabel penelitian 
3. hipotesis penelitian
1. Kerangka konSEp penelitian 
1. kerangka teoritits 
Model konseptual yang bersangkutan 
dengan bagaimana seseorang mnyusun 
teori atau menghubungkan secara logis 
beberapa faktor yang di anggap 
penting untuj masalah.
2. Kerangka konsep 
a. Pengertian 
Suatu hubungan atau kaitan antara konsep 
yang satu dengan konsep yang lainnya 
dari masalah yang di teliti. 
Kerangka konsep ini gunanya untuk 
menghubungkan atau menjelaskan sacara 
panjang lebar tentang suatu topik yang 
akan di bahas. 
Kerangka konsep ini di dapatkan dari teori 
atau tinjauan pustaka.
b. Peranan kerangka konsep 
Peran pertama: peran pertama dari kerangka 
konseptual ini sangat erat hubungannya 
dengan teori referensi atau literatur 
yang di gunakan. 
b. Peran kedua 
pembangunan model dapat di gunaka dalam 
pemetaan masalah, identifikasi faktor 
relevan, dan kemudian memberikan koneksi 
yang membuatnya lebih mudah untuk 
memetakan bingkai masalahnya.
c. Peran ketiga 
adalah menghubungkan kedalam SISTEM 
TEORI.
Cara mengembangka kerangka 
konsep 
1. Jenis penelitian 
Jenis penelitian ini berhubungan dengan 
sifat dan cara atau teknik analisis 
data yang di gunakan. 
Ex. Apabila data yang digunakan adalah 
angka atau numerik maka 
penyelsaiannya adalah dengan cara 
matematis.
2. Waktu dan tempat penelitian 
Waktu dan tempat penelitian mutlak harus 
dicantumkan dalam metodelogi penelitian. 
3. Data dan pengumpulan data 
Disini dapat di uraikan apakah data 
tersebut di dapat dari data primer atau 
data sekunder. 
Dan juga di uraikan bagaimana cara 
peneliti mendapatkan data-data tersebut.
4. populasi, sample dan sampling 
Populasi merupakan seluruh unit yang di 
kajji dalam penelitian. Cara 
pembagian sample agar memenuhi 
kriterian referentif disebut sebagai 
sampling. 
Terdapat berbagai teknik dalam 
pengambilan sampling, diantaranya: 
• Rondom sampling 
Sample di ambil secara acak dari 
populasi yang bersifat besar.
• Startifiet sampling 
Pemberian tingkatan atau kelas pada 
data. 
• Kluster sampling 
Kluster adalah keliompok yang merupakan 
pengambilan sample dari kelompok-kelompok 
kecil yang bersifat antar 
kelompok tersebut tidak memiliki 
tingkatan.
2. Variabel penelitian 
1.) Pengertian variabel dan konsep 
Menurut: 
• Hatch dan farhady (1981) 
Variabel sebagai atribut seseorang atau objek yang 
mempunyai variasi antarasatu orang dengan yang 
lain atau satu ojek dengan yang lainnya. 
• Kerlinger (1973) 
Variabel adalah konyak atau sifat yang di pelajari. 
• Kidder (1981) 
Variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti 
mempelajari dan menarik kesimpulan darinya 
Jadi variabel adalah: 
Apapun yang dapat membedakan atau membawakan variasi 
pada nilai-nilai bisa berbeda pada berbagai waktu 
untuk membedakan object atau orang yang bebeda
2.) jenis-jenis variabel 
a. variabel continue 
Adalah variabel yang bobot atau nilainya 
dapat ditentukan dalam jarak spesifik 
dengan ukuran desimal yang tidak 
terbatas. 
Contoh: 
BB bayi tatkala dapat ditulis 2,77 atau 
2,8kg 
Hasil kunir dalam satuan hektar dapat 
ditulis 8,6199 atau 8,7 ton
b. Variabel dikrit 
Variabel yang bobot atau datanya tidak 
dapat dijadikan dalam bentuk desimal 
ex. 
Jumlah siswa di kelas, jumlah kamar 
sebuah hotel, jumlah anak dalam 
keluarga dll
c. Variabel pengaruh dan variabel terpengaruh 
• Variabel bebas sering pula disebut variabel pengaruh 
• Variabel terikat sering pula disebut variabel 
terpengaruh 
Oleh para peneliti biasanya variabel pengaru di beri 
lambang X dan variabel terpengaruh di beri lambang Y 
d. Variabel aktif dan variabel atribut 
• Variabel aktif adalah variabel penelitian yang dapat 
dimanipulasi dengan cara tertentu 
Ex. Metode belajar, teknik pelatihan, cara menghukum dll 
• Variabel atribut adalah variabel yang harus dilihat apa 
adaanya 
Ex. Umur, jenis kelamin, pendidikan, status sosial dll
3.) hubungan antar variabel 
Ada 3 jenis hubungan antar variabel 
1. Hububgan saling hubungan 
Hubungan saling hubungan atau hubungan 
timbal balik antar variabael secara dua 
arah. 
Ex. Pengetahuan ↔ rasa ingin tahu 
2. Hubungan simetris 
Terjadinya hubungan antara X dan Y secara 
kebetulan. 
Ex. Hubungan antara tingkat kehadiran guru 
dengan kehadiran mahasiswa.
3. Hubungan Asimetris 
Hubungan asimteris terjadi apabila 
hubungan satu variabael dapat 
mempengaruhi satu variabel lainnya. 
Hubungan variabel itu hanya bersifat 
satu arah 
Ex. 
Hubungan gaya mengajar guru dengan 
keterlibatan mahasiswa dalam proses 
pembelajaran.
4.) definisi operasional variabel 
Adalah proses penentuan satu variabel 
berarti tidak semua variabel disusun 
definisi operasionalnya. 
Ex. 
Penelitian yang tujuannya adalah ingin 
mengetahui pengaruh iklan terhadap 
volume penjulan. 
Iklan adalah variabel yang dilakukan 
pengukuran artinya disusun variabael 
operasionalnya adalah volume penjualan.
3. Hipoteis penelitian 
1.) pengertian hipotesis 
Adalah dugaan sementara yang 
diungkapkan secara deklaratif yang 
menjadi jawaban dari semua 
permasalahan.pernyataan tersebut di 
formulasikan dalam bentuk variabael 
agar bisa diuji secara empiris.
2.) ciri-ciri hipotesis yang baik 
a. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk kalimat 
berita, jelas, tidak bias atau bermakna 
ganda. 
b. Hipotesis dirumuskan terkait dengan konteks 
dan memiliki gaya daya klarifikasi. 
c. Hipotesis yang dirumuskan harus dapat diuji 
melalui analisis atas bukti-bukti empiris. 
3.) jenis-jenis hipotesis 
1. Hipotesis deskriptif 
Hipotesis yang menggambarkan spesifik ciri-ciri 
suatu sampel berdasarkan variabel atau 
variasi nilai tertentu.
2. Hipotesis korelasional 
Hipotesis yang menggmabrkan hbungan 
antar variabel, namun tidak 
menunjukan hubungan sebab akibat dari 
variabel tersebut. 
3. Hipotesis kausalitas 
Hipotesis yang menggambarkan hubungan 
antar variabel, diantara variabel-variabael 
itu dapat ditentukan mana 
variabel penyebab dan mana variabel 
akibat.

KerAngka konsep, variabel dan hipotesis

  • 1.
  • 2.
    1. Kerangka konseppenelitian 2. Variabel penelitian 3. hipotesis penelitian
  • 3.
    1. Kerangka konSEppenelitian 1. kerangka teoritits Model konseptual yang bersangkutan dengan bagaimana seseorang mnyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang di anggap penting untuj masalah.
  • 4.
    2. Kerangka konsep a. Pengertian Suatu hubungan atau kaitan antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya dari masalah yang di teliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk menghubungkan atau menjelaskan sacara panjang lebar tentang suatu topik yang akan di bahas. Kerangka konsep ini di dapatkan dari teori atau tinjauan pustaka.
  • 5.
    b. Peranan kerangkakonsep Peran pertama: peran pertama dari kerangka konseptual ini sangat erat hubungannya dengan teori referensi atau literatur yang di gunakan. b. Peran kedua pembangunan model dapat di gunaka dalam pemetaan masalah, identifikasi faktor relevan, dan kemudian memberikan koneksi yang membuatnya lebih mudah untuk memetakan bingkai masalahnya.
  • 6.
    c. Peran ketiga adalah menghubungkan kedalam SISTEM TEORI.
  • 7.
    Cara mengembangka kerangka konsep 1. Jenis penelitian Jenis penelitian ini berhubungan dengan sifat dan cara atau teknik analisis data yang di gunakan. Ex. Apabila data yang digunakan adalah angka atau numerik maka penyelsaiannya adalah dengan cara matematis.
  • 8.
    2. Waktu dantempat penelitian Waktu dan tempat penelitian mutlak harus dicantumkan dalam metodelogi penelitian. 3. Data dan pengumpulan data Disini dapat di uraikan apakah data tersebut di dapat dari data primer atau data sekunder. Dan juga di uraikan bagaimana cara peneliti mendapatkan data-data tersebut.
  • 9.
    4. populasi, sampledan sampling Populasi merupakan seluruh unit yang di kajji dalam penelitian. Cara pembagian sample agar memenuhi kriterian referentif disebut sebagai sampling. Terdapat berbagai teknik dalam pengambilan sampling, diantaranya: • Rondom sampling Sample di ambil secara acak dari populasi yang bersifat besar.
  • 10.
    • Startifiet sampling Pemberian tingkatan atau kelas pada data. • Kluster sampling Kluster adalah keliompok yang merupakan pengambilan sample dari kelompok-kelompok kecil yang bersifat antar kelompok tersebut tidak memiliki tingkatan.
  • 11.
    2. Variabel penelitian 1.) Pengertian variabel dan konsep Menurut: • Hatch dan farhady (1981) Variabel sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antarasatu orang dengan yang lain atau satu ojek dengan yang lainnya. • Kerlinger (1973) Variabel adalah konyak atau sifat yang di pelajari. • Kidder (1981) Variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya Jadi variabel adalah: Apapun yang dapat membedakan atau membawakan variasi pada nilai-nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk membedakan object atau orang yang bebeda
  • 12.
    2.) jenis-jenis variabel a. variabel continue Adalah variabel yang bobot atau nilainya dapat ditentukan dalam jarak spesifik dengan ukuran desimal yang tidak terbatas. Contoh: BB bayi tatkala dapat ditulis 2,77 atau 2,8kg Hasil kunir dalam satuan hektar dapat ditulis 8,6199 atau 8,7 ton
  • 13.
    b. Variabel dikrit Variabel yang bobot atau datanya tidak dapat dijadikan dalam bentuk desimal ex. Jumlah siswa di kelas, jumlah kamar sebuah hotel, jumlah anak dalam keluarga dll
  • 14.
    c. Variabel pengaruhdan variabel terpengaruh • Variabel bebas sering pula disebut variabel pengaruh • Variabel terikat sering pula disebut variabel terpengaruh Oleh para peneliti biasanya variabel pengaru di beri lambang X dan variabel terpengaruh di beri lambang Y d. Variabel aktif dan variabel atribut • Variabel aktif adalah variabel penelitian yang dapat dimanipulasi dengan cara tertentu Ex. Metode belajar, teknik pelatihan, cara menghukum dll • Variabel atribut adalah variabel yang harus dilihat apa adaanya Ex. Umur, jenis kelamin, pendidikan, status sosial dll
  • 15.
    3.) hubungan antarvariabel Ada 3 jenis hubungan antar variabel 1. Hububgan saling hubungan Hubungan saling hubungan atau hubungan timbal balik antar variabael secara dua arah. Ex. Pengetahuan ↔ rasa ingin tahu 2. Hubungan simetris Terjadinya hubungan antara X dan Y secara kebetulan. Ex. Hubungan antara tingkat kehadiran guru dengan kehadiran mahasiswa.
  • 16.
    3. Hubungan Asimetris Hubungan asimteris terjadi apabila hubungan satu variabael dapat mempengaruhi satu variabel lainnya. Hubungan variabel itu hanya bersifat satu arah Ex. Hubungan gaya mengajar guru dengan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
  • 17.
    4.) definisi operasionalvariabel Adalah proses penentuan satu variabel berarti tidak semua variabel disusun definisi operasionalnya. Ex. Penelitian yang tujuannya adalah ingin mengetahui pengaruh iklan terhadap volume penjulan. Iklan adalah variabel yang dilakukan pengukuran artinya disusun variabael operasionalnya adalah volume penjualan.
  • 18.
    3. Hipoteis penelitian 1.) pengertian hipotesis Adalah dugaan sementara yang diungkapkan secara deklaratif yang menjadi jawaban dari semua permasalahan.pernyataan tersebut di formulasikan dalam bentuk variabael agar bisa diuji secara empiris.
  • 19.
    2.) ciri-ciri hipotesisyang baik a. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk kalimat berita, jelas, tidak bias atau bermakna ganda. b. Hipotesis dirumuskan terkait dengan konteks dan memiliki gaya daya klarifikasi. c. Hipotesis yang dirumuskan harus dapat diuji melalui analisis atas bukti-bukti empiris. 3.) jenis-jenis hipotesis 1. Hipotesis deskriptif Hipotesis yang menggambarkan spesifik ciri-ciri suatu sampel berdasarkan variabel atau variasi nilai tertentu.
  • 20.
    2. Hipotesis korelasional Hipotesis yang menggmabrkan hbungan antar variabel, namun tidak menunjukan hubungan sebab akibat dari variabel tersebut. 3. Hipotesis kausalitas Hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel, diantara variabel-variabael itu dapat ditentukan mana variabel penyebab dan mana variabel akibat.