Fenomena Kepribadian
•   Pakaian bagus, rapi, wangi, model terkini…?
•   Sekolah Kepribadian Intertain, sekretaris…?
•   Atau serba “Pribadi”  Mobil pribadi, apartemen pribadi…..?
•   Dll
Apa itu KEPRIBADIAN?
                MANUSIA



                                TINGKAH LAKU
PERFORMANCE
                                 (al-sulûk)

BUKAN PENENTU                       PENENTU
 KEPRIBADIAN                      KEPRIBADIAN


                          Bagaimana aktivitas terbentuk?
UNSUR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
                                   MANUSIA



              POLA FIKIR                                POLA JIWA
             (AQLIYYAH)                                (NAFSIYYAH)


          ASPEK PEMIKIRAN                             POTENSI KEHIDUPAN


 Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan      Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan
untuk memahami makna atau memikirkan          seseorang untuk memenuhi kebutuhan
  sesuatu yang dikaitkan dengan kaidah     hidup yang dikaitkan dengan kaidah tertentu
                 tertentu
Akal
Benda
           Suara
            Bau
           Rasa
          Tekstur



 Mata
Telinga
Hidung
 Lidah
 Kulit
NAFSIYYAH (POLA JIWA)
                    MANUSIA


    POTENSI KEHIDUPAN (al-Thâqah al-Hayawiyyah)



KEBUTUHAN JASMANIYAH                 NALURI
 Al-Hâjah al-’Udhwiyyah           al-Gharîzah


              NAFSIYYAH (POLA JIWA)
              NAFSIYYAH (POLA JIWA)
Kebutuhan JASMANI
Sistem Sel
 Sistem Sel                      Makan
                                 Makan


                                 Minum
                                 Minum
                                             ••Harus
                                              Harus
Sistem Jaringan
 Sistem Jaringan   Metabolisme
                   Metabolisme               Terpenuhi
                                              Terpenuhi
                                             ••Rangsangandr
                                              Rangsangan dr
                                 Ekskresi
                                  Ekskresi   dalam tubuh
                                              dalam tubuh
                                             ••≠ MATI
                                               ≠ MATI
Sistem Organ
 Sistem Organ                    Tidur
                                  Tidur
Naluri/Gharizah
Gharîzah al-Baqâ’
 Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMempertahankan Diri)
 (NaluriMempertahankan Diri)
    Marah, Takut, Berani, Iri, Dengki
    Kepemilikan, Rakus, Penjajahan,
    prestasi dll

Gharîzah al-Naw’
 Gharîzah al-Naw’                           Harus Terpenuhi
                                             Harus Terpenuhi
(NaluriMempertahankan Jenis
 (NaluriMempertahankan Jenis                Rangsangan dari luar
                                             Rangsangan dari luar
Manusia
 Manusia
    Sexual, cinta lawan jenis, kasih        ≠ GELISAH
                                            ≠ GELISAH
    sayang, keibuan, suka keindahan,
    seni dll

Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
 Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
Beragama)
 Beragama)
     Merasa ada kekuatan lebih,
     Ibadah,khusu’, ikhlas, rajin ibadah,
     takut pada Allah, tawakal, dll
•ISLAM
•KAPITALISME
 •SOSIALISME


               al-Qâ’idah al-Fikriyyah
                al-Qâ’idah al-Fikriyyah
                (Landasan Berpikir)
                 (Landasan Berpikir)                  •ISLAM
                                                  •KAPITALISME
                                                   •SOSIALISME



                      •OTAK               PEMAHAMAN
                                           PEMAHAMAN
                      •PANCA INDERA
                      •FAKTA
                      •INFORMASI
                      SEBELUMNYA



                                             al-Sulûk
                                              al-Sulûk               •ISLAM
                                                                 •KAPITALISME
                                          (Pola Perilaku)
                                           (Pola Perilaku)        •SOSIALISME



               ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH
al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah
 al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah
    (Landasan Berpikir Islam)
     (Landasan Berpikir Islam)                 al-Mafâhîm al-
                                                 Islâmiyyah
                                             (Pemahaman Islami)

             •OTAK                    PEMAHAMAN
                                       PEMAHAMAN
             •PANCA INDERA
             •FAKTA
             •INFORMASI
             SEBELUMNYA


                                      al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami)
                                       al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami)



   ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH ISLAMIYAH
ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH
Gharîzah al-Baqâ’
 Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMempertahankan Diri)
 (NaluriMempertahankan Diri)
Gharîzah al-Naw’
 Gharîzah al-Naw’                 Dawâfi’ al-Isybâ’
                                   Dawâfi’ al-Isybâ’
(NaluriMempertahankan Jenis
 (NaluriMempertahankan Jenis
Manusia
 Manusia                        (Dorongan Pemenuhan)
                                 (Dorongan Pemenuhan)
Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
 Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
Beragama)
 Beragama)



Makan, minum, tidur dll
 Makan, minum, tidur dll             al-Muyûl
                                     al-Muyûl
                                 ((Kecenderungan)
                                  Kecenderungan)        al-Qâ’idah al-
                                                         al-Qâ’idah al-
                                                           Fikriyyah
                                                            Fikriyyah
                                                          (Landasan
                                                           (Landasan
                                                           Berpikir)
                                                            Berpikir)

                                     al-Sulûk
                                      al-Sulûk
                                 (Pola Perilaku)
                                  (Pola Perilaku)
Gharîzah al-Baqâ’
        Gharîzah al-Baqâ’
       (NaluriMempertahankan Diri)
        (NaluriMempertahankan Diri)
                                               Dawâfi’ al-Isybâ’
                                                Dawâfi’ al-Isybâ’
       Gharîzah al-Naw’
        Gharîzah al-Naw’
       (NaluriMempertahankan Jenis
        (NaluriMempertahankan Jenis          (Dorongan Pemenuhan)
                                              (Dorongan Pemenuhan)
       Manusia
        Manusia
       Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
        Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
       Beragama)
        Beragama)

                                               al-Muyûl al-
                                               al-Muyûl al-
       Makan, minum, tidur dll
        Makan, minum, tidur dll                  Islâmiyyah
                                                  Islâmiyyah
                                               ((Kecenderungan
                                                Kecenderungan
                                                                        al-Qâ’idah al-
                                                                         al-Qâ’idah al-
                                                    Islam))
                                                     Islam                 Fikriyyah
                                                                            Fikriyyah
                                                                          (Landasan
                                                                           (Landasan
                                                                           Berpikir)
                                                                            Berpikir)


                                   al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku)
                                    al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku)

ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH ISLAMIYAH
POSISI AQIDAH DALAM KEPRIBADIAN

al-Qâ’idah al-
al-Qâ’idah al-
   Fikriyyah
    Fikriyyah                         Qawâid al-A’mâl
                                      Qawâid al-A’mâl
  (Landasan
   (Landasan          AQIDAH
                      AQIDAH             (Kaidah
                                          (Kaidah
                                        perbuatan))
   Berpikir)
    Berpikir)                           perbuatan




AQLIYYAH
AQLIYYAH                               NAFSIYYAH
                                       NAFSIYYAH
                 AL-SULÛK (POLA PERILAKU)
                 AL-SULÛK (POLA PERILAKU)
POSISI AQIDAH DALAM KEPRIBADIAN ISLAMIYAH
     al-Qâ’idah al-
      al-Qâ’idah al-
     Fikriyyah al-
      Fikriyyah al-
Islâmiyyah(Landasan
 Islâmiyyah(Landasan
                        AQIDAH
                        AQIDAH
                                        Qawâid al-A’mâl al-
                                         Qawâid al-A’mâl al-
                                        Islâmiyyah (Kaidah
                                         Islâmiyyah (Kaidah
   Berpikir Islami)
    Berpikir Islami)     ISLAM
                          ISLAM
                                         perbuatan Islami ))
                                          perbuatan Islami




   AQLIYYAH
    AQLIYYAH                            NAFSIYYAH AL-
                                        NAFSIYYAH AL-
  ALISLAMIYAH
  ALISLAMIYAH                            ISLAMIYAH
                                          ISLAMIYAH

                      AL-SULÛK AL-ISLAMI
                      AL-SULÛK AL-ISLAMI
                   (POLA PERILAKU ISLAMI)
                    (POLA PERILAKU ISLAMI)
ِ َ ِ
     ‫و م ن ي ب ت غ غ ي ر ا ل سل م دي نا ف ل ن ي ق ب ل مِ ن ه و ه و في ال خ ر ة‬
               ِ َ ُ َ ُ ْ َ َْ ُ ْ ََ ً ِ ِ ْ ِ َ َْ ِ ََْ ْ َ َ
                    85 :‫] م ن ا ل خا س ري ن ] آل عمران‬
                                          َ ِ ِ َ ْ َ ِ

Siapa saja yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat dia
                           termasuk orang-orang yang rugi. (Q.s. Ali Imran: 85)
Metode Membentuk
              Syakhsiyyah Islamiyah
    1. Menanamkan aqidah Islamiyah
    2. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan
       berpikir
    3. Menjadikan syariah Islam sebagai tolok
       ukur dan pengendali tingkah laku
 
MEMPERKUAT SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH

    Upaya memperkuat Aqliyah Islamiyah :
• Kualitas Aqliyah Islamiyah erat kaitannya dengan
  pemahaman Islam yang dimiliki

• Islam mendorong setiap individu untuk meningkatkan
  pemahaman keislamannya dengan mempelajari tsaqafah
  Islamiyah

• Islam mewajibkan kepada setiap Muslim untuk menuntut
  ilmu keislaman (tsaqafah Islamiyah).
‫أ كـــون ل يـــــومن أحد كم‬
                     ‫حتى‬
‫الــدي يعقـــل به عــقـــــله‬
  “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu,
   sehinggalah menjadikan saya sebagai (standart)
       akalnya yang digunakan untuk berfikir”
Upaya memperkuat Nafsiyah Islamiyah:

• Kualitas nafsiyah Islamiyah erat kaitannya dengan ketaatan
  pada Allah Swt

• Mendorong diri secara sungguh-sungguh dan istiqamah
  untuk senantiasa taat kepada syariah.

• Secara khusus giat melakukan perbuatan yang disunnahkan

• Bersikap wara’ untuk meninggalkan perbuatan makruh dan
  menjauhkan diri dari yang syubhat.
‫ل يـــــومن أحد كم حتى يكـــون‬
       ‫هواه تبعا لما جئت به‬
  “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu,
Sampai hawa nafsunya tunduk terhadap apa yang aku
                   bawa (islam)”
MELURUSKAN PANDANGAN
• Adalah kesalahan menganggap bahwa orang yang ber-
  syakhshiyyah Islamiyyah harus seperti malaikat yang tidak
  pernah melakukan kesalahan. Lalu menganggap: hidup Islami
  tidak mungkin !!
• YANG BENAR, bahwa orang yang bersyakhsiyyah Islamiyyah
  adalah orang yang selalu berpikir Islamy dan senantiasa taat
  pada Allah. Ia mungkin saja melakukan kesalahan tapi segera
  menyadari kesalahan itu, tidak melanjutkan dan bertaubat
KEKHUSUSAN SYAKHSIYYAH ISLAMIYYAH

• Syakhshiyyah Islamiyyah menjadikan seorang muslim
  berbeda dengan yang lain (mutamayyizah bi lawnin
  khasin)

• Kekhususan tersebut tidak berkaitan dengan bentuk fisik
  tubuh maupun penampilan.

• Kekhususan tersebut tampak dalam cara berpikir dan
  bertingkah laku yang selalu berlandaskan pada aqidah
  dan syariat Islam.
DI ANTARA CIRI KHAS SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH

Ditunjukkan Allah ketika memaparkan sifat-sifat :

Shahabat : QS. Al Fath (48):29; Al-Taubah (9):100

Orang Mu’min : QS. Al-Mu’minun (23) : 1-11

Ibadurrahman : QS. Al-Furqan (25) : 63-74

Mujahidin : QS. Al-Taubah (9) : 88-89
Penampakan syakhshiyyah Islamiyyah
• Menjadikan akhirat sebagai tujuan tanpa melupakan dunia (QS. Al-Qashash :
  77).
• Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa bersusah payah
  menggapai akhirat (QS. Al-A’la : 17).
• Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi tidak menolak menikmati
  rizqi yang baik-baik tanpa lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa
  perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46)
• Ramah terhadap sesama muslim dan keras terhadap segala bentuk kekafiran.
  (QS al Fath 29)
• Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap sebagai rakyat
• Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas
• Zuhud, namun juga menikmati hidup
 Mampu menguasai dunia, dan sukses di akhirat
 Tidak rakus dunia, namun tidak menyengsarakan diri
 Gagah dan perkasa di medan tempur, namun rendah
  hati di saat damai
 Seorang ‘abid (hamba Allah) yang khusyu dalam shalat,
  menjauhi perkataan yang tiada berguna, membayar
  zakat, menundukkan pandangan, memelihara amanat,
  memenuhi kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi
  janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah
 Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan
 Aktif berdakwah dan giat berjuang; dll
Keunikan Syakhsiyyah Islamiyah

       •   Menjadikan aqidah Islam asas
           syakhsiyyah

       •   Menjadikan halal haram sesuai
           syariat Islam sebagai tolok ukur
           perbuatan

       •   Menjadikan ridla Allah sebagai
           makna kebahagiaan
Meneladani Kepribadian Rasulullah saw
          dan Para Sahabat
Rasulullah
 • Rasulullah adalah uswatun hasanah
 • Model kepribadian Islam yang sempurna
Sahabat
  • Para sahabat adalah orang-orang yang
    direkomendasikan Rasulullah saw.
  • Para sahabat adalah orang-orang yang
    mengikuti model sempurna itu
Sudahkah kita bertekad membangun
   syakhsiyyah Islam yang utuh
   dalam diri kita dengan model
 Rasulullah saw dan para sahabat?

Kepribadian islam

  • 2.
    Fenomena Kepribadian • Pakaian bagus, rapi, wangi, model terkini…? • Sekolah Kepribadian Intertain, sekretaris…? • Atau serba “Pribadi”  Mobil pribadi, apartemen pribadi…..? • Dll
  • 4.
    Apa itu KEPRIBADIAN? MANUSIA TINGKAH LAKU PERFORMANCE (al-sulûk) BUKAN PENENTU PENENTU KEPRIBADIAN KEPRIBADIAN Bagaimana aktivitas terbentuk?
  • 5.
    UNSUR PEMBENTUK KEPRIBADIAN MANUSIA POLA FIKIR POLA JIWA (AQLIYYAH) (NAFSIYYAH) ASPEK PEMIKIRAN POTENSI KEHIDUPAN Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan untuk memahami makna atau memikirkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sesuatu yang dikaitkan dengan kaidah hidup yang dikaitkan dengan kaidah tertentu tertentu
  • 6.
  • 7.
    Benda Suara Bau Rasa Tekstur Mata Telinga Hidung Lidah Kulit
  • 8.
    NAFSIYYAH (POLA JIWA) MANUSIA POTENSI KEHIDUPAN (al-Thâqah al-Hayawiyyah) KEBUTUHAN JASMANIYAH NALURI Al-Hâjah al-’Udhwiyyah al-Gharîzah NAFSIYYAH (POLA JIWA) NAFSIYYAH (POLA JIWA)
  • 9.
    Kebutuhan JASMANI Sistem Sel Sistem Sel Makan Makan Minum Minum ••Harus Harus Sistem Jaringan Sistem Jaringan Metabolisme Metabolisme Terpenuhi Terpenuhi ••Rangsangandr Rangsangan dr Ekskresi Ekskresi dalam tubuh dalam tubuh ••≠ MATI ≠ MATI Sistem Organ Sistem Organ Tidur Tidur
  • 10.
    Naluri/Gharizah Gharîzah al-Baqâ’ Gharîzahal-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) (NaluriMempertahankan Diri) Marah, Takut, Berani, Iri, Dengki Kepemilikan, Rakus, Penjajahan, prestasi dll Gharîzah al-Naw’ Gharîzah al-Naw’ Harus Terpenuhi Harus Terpenuhi (NaluriMempertahankan Jenis (NaluriMempertahankan Jenis Rangsangan dari luar Rangsangan dari luar Manusia Manusia Sexual, cinta lawan jenis, kasih ≠ GELISAH ≠ GELISAH sayang, keibuan, suka keindahan, seni dll Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Beragama) Merasa ada kekuatan lebih, Ibadah,khusu’, ikhlas, rajin ibadah, takut pada Allah, tawakal, dll
  • 11.
    •ISLAM •KAPITALISME •SOSIALISME al-Qâ’idah al-Fikriyyah al-Qâ’idah al-Fikriyyah (Landasan Berpikir) (Landasan Berpikir) •ISLAM •KAPITALISME •SOSIALISME •OTAK PEMAHAMAN PEMAHAMAN •PANCA INDERA •FAKTA •INFORMASI SEBELUMNYA al-Sulûk al-Sulûk •ISLAM •KAPITALISME (Pola Perilaku) (Pola Perilaku) •SOSIALISME ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH
  • 12.
    al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah (Landasan Berpikir Islam) (Landasan Berpikir Islam) al-Mafâhîm al- Islâmiyyah (Pemahaman Islami) •OTAK PEMAHAMAN PEMAHAMAN •PANCA INDERA •FAKTA •INFORMASI SEBELUMNYA al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami) al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami) ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH ISLAMIYAH
  • 13.
    ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH Gharîzahal-Baqâ’ Gharîzah al-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) (NaluriMempertahankan Diri) Gharîzah al-Naw’ Gharîzah al-Naw’ Dawâfi’ al-Isybâ’ Dawâfi’ al-Isybâ’ (NaluriMempertahankan Jenis (NaluriMempertahankan Jenis Manusia Manusia (Dorongan Pemenuhan) (Dorongan Pemenuhan) Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Beragama) Makan, minum, tidur dll Makan, minum, tidur dll al-Muyûl al-Muyûl ((Kecenderungan) Kecenderungan) al-Qâ’idah al- al-Qâ’idah al- Fikriyyah Fikriyyah (Landasan (Landasan Berpikir) Berpikir) al-Sulûk al-Sulûk (Pola Perilaku) (Pola Perilaku)
  • 14.
    Gharîzah al-Baqâ’ Gharîzah al-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) (NaluriMempertahankan Diri) Dawâfi’ al-Isybâ’ Dawâfi’ al-Isybâ’ Gharîzah al-Naw’ Gharîzah al-Naw’ (NaluriMempertahankan Jenis (NaluriMempertahankan Jenis (Dorongan Pemenuhan) (Dorongan Pemenuhan) Manusia Manusia Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Beragama) al-Muyûl al- al-Muyûl al- Makan, minum, tidur dll Makan, minum, tidur dll Islâmiyyah Islâmiyyah ((Kecenderungan Kecenderungan al-Qâ’idah al- al-Qâ’idah al- Islam)) Islam Fikriyyah Fikriyyah (Landasan (Landasan Berpikir) Berpikir) al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku) al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku) ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH ISLAMIYAH
  • 15.
    POSISI AQIDAH DALAMKEPRIBADIAN al-Qâ’idah al- al-Qâ’idah al- Fikriyyah Fikriyyah Qawâid al-A’mâl Qawâid al-A’mâl (Landasan (Landasan AQIDAH AQIDAH (Kaidah (Kaidah perbuatan)) Berpikir) Berpikir) perbuatan AQLIYYAH AQLIYYAH NAFSIYYAH NAFSIYYAH AL-SULÛK (POLA PERILAKU) AL-SULÛK (POLA PERILAKU)
  • 16.
    POSISI AQIDAH DALAMKEPRIBADIAN ISLAMIYAH al-Qâ’idah al- al-Qâ’idah al- Fikriyyah al- Fikriyyah al- Islâmiyyah(Landasan Islâmiyyah(Landasan AQIDAH AQIDAH Qawâid al-A’mâl al- Qawâid al-A’mâl al- Islâmiyyah (Kaidah Islâmiyyah (Kaidah Berpikir Islami) Berpikir Islami) ISLAM ISLAM perbuatan Islami )) perbuatan Islami AQLIYYAH AQLIYYAH NAFSIYYAH AL- NAFSIYYAH AL- ALISLAMIYAH ALISLAMIYAH ISLAMIYAH ISLAMIYAH AL-SULÛK AL-ISLAMI AL-SULÛK AL-ISLAMI (POLA PERILAKU ISLAMI) (POLA PERILAKU ISLAMI)
  • 17.
    ِ َ ِ ‫و م ن ي ب ت غ غ ي ر ا ل سل م دي نا ف ل ن ي ق ب ل مِ ن ه و ه و في ال خ ر ة‬ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َْ ُ ْ ََ ً ِ ِ ْ ِ َ َْ ِ ََْ ْ َ َ 85 :‫] م ن ا ل خا س ري ن ] آل عمران‬ َ ِ ِ َ ْ َ ِ Siapa saja yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (Q.s. Ali Imran: 85)
  • 18.
    Metode Membentuk Syakhsiyyah Islamiyah 1. Menanamkan aqidah Islamiyah 2. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berpikir 3. Menjadikan syariah Islam sebagai tolok ukur dan pengendali tingkah laku  
  • 19.
    MEMPERKUAT SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH Upaya memperkuat Aqliyah Islamiyah : • Kualitas Aqliyah Islamiyah erat kaitannya dengan pemahaman Islam yang dimiliki • Islam mendorong setiap individu untuk meningkatkan pemahaman keislamannya dengan mempelajari tsaqafah Islamiyah • Islam mewajibkan kepada setiap Muslim untuk menuntut ilmu keislaman (tsaqafah Islamiyah).
  • 20.
    ‫أ كـــون ليـــــومن أحد كم‬ ‫حتى‬ ‫الــدي يعقـــل به عــقـــــله‬ “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu, sehinggalah menjadikan saya sebagai (standart) akalnya yang digunakan untuk berfikir”
  • 21.
    Upaya memperkuat NafsiyahIslamiyah: • Kualitas nafsiyah Islamiyah erat kaitannya dengan ketaatan pada Allah Swt • Mendorong diri secara sungguh-sungguh dan istiqamah untuk senantiasa taat kepada syariah. • Secara khusus giat melakukan perbuatan yang disunnahkan • Bersikap wara’ untuk meninggalkan perbuatan makruh dan menjauhkan diri dari yang syubhat.
  • 22.
    ‫ل يـــــومن أحدكم حتى يكـــون‬ ‫هواه تبعا لما جئت به‬ “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu, Sampai hawa nafsunya tunduk terhadap apa yang aku bawa (islam)”
  • 23.
    MELURUSKAN PANDANGAN • Adalahkesalahan menganggap bahwa orang yang ber- syakhshiyyah Islamiyyah harus seperti malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Lalu menganggap: hidup Islami tidak mungkin !! • YANG BENAR, bahwa orang yang bersyakhsiyyah Islamiyyah adalah orang yang selalu berpikir Islamy dan senantiasa taat pada Allah. Ia mungkin saja melakukan kesalahan tapi segera menyadari kesalahan itu, tidak melanjutkan dan bertaubat
  • 24.
    KEKHUSUSAN SYAKHSIYYAH ISLAMIYYAH •Syakhshiyyah Islamiyyah menjadikan seorang muslim berbeda dengan yang lain (mutamayyizah bi lawnin khasin) • Kekhususan tersebut tidak berkaitan dengan bentuk fisik tubuh maupun penampilan. • Kekhususan tersebut tampak dalam cara berpikir dan bertingkah laku yang selalu berlandaskan pada aqidah dan syariat Islam.
  • 25.
    DI ANTARA CIRIKHAS SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH Ditunjukkan Allah ketika memaparkan sifat-sifat : Shahabat : QS. Al Fath (48):29; Al-Taubah (9):100 Orang Mu’min : QS. Al-Mu’minun (23) : 1-11 Ibadurrahman : QS. Al-Furqan (25) : 63-74 Mujahidin : QS. Al-Taubah (9) : 88-89
  • 26.
    Penampakan syakhshiyyah Islamiyyah •Menjadikan akhirat sebagai tujuan tanpa melupakan dunia (QS. Al-Qashash : 77). • Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa bersusah payah menggapai akhirat (QS. Al-A’la : 17). • Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi tidak menolak menikmati rizqi yang baik-baik tanpa lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46) • Ramah terhadap sesama muslim dan keras terhadap segala bentuk kekafiran. (QS al Fath 29) • Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap sebagai rakyat • Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas • Zuhud, namun juga menikmati hidup
  • 27.
     Mampu menguasaidunia, dan sukses di akhirat  Tidak rakus dunia, namun tidak menyengsarakan diri  Gagah dan perkasa di medan tempur, namun rendah hati di saat damai  Seorang ‘abid (hamba Allah) yang khusyu dalam shalat, menjauhi perkataan yang tiada berguna, membayar zakat, menundukkan pandangan, memelihara amanat, memenuhi kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah  Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan  Aktif berdakwah dan giat berjuang; dll
  • 28.
    Keunikan Syakhsiyyah Islamiyah • Menjadikan aqidah Islam asas syakhsiyyah • Menjadikan halal haram sesuai syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan • Menjadikan ridla Allah sebagai makna kebahagiaan
  • 29.
    Meneladani Kepribadian Rasulullahsaw dan Para Sahabat Rasulullah • Rasulullah adalah uswatun hasanah • Model kepribadian Islam yang sempurna Sahabat • Para sahabat adalah orang-orang yang direkomendasikan Rasulullah saw. • Para sahabat adalah orang-orang yang mengikuti model sempurna itu
  • 30.
    Sudahkah kita bertekadmembangun syakhsiyyah Islam yang utuh dalam diri kita dengan model Rasulullah saw dan para sahabat?

Editor's Notes

  • #18 Tafa’ul Ma’a al-Ummah Tathbiq al-Islam