SlideShare a Scribd company logo
PENCERNAAN
LEMAK
Kelompok 3
Introduction
4401420023
ZULFATUL ALIYAH
4401420031
ANISAUL ISLAMIAH
4410121136
PUTU WULAN ANGGRAENI
Table of Contents
A Sifat-sifat lipid
C Asam lemak
B Klasifikasi lipid
menurut bloor
D Pencernaan
lemak
Table of Contents
E Kerja lipase
pankreas
G
Pembentukan
kilomikron
F Penyerapan
lemak
H
Pengangkutan
lemak
LEMAK?
What Is This Topic
About?
Lemak adalah Senyawa organik berminyak atau berlemak
yang tidak larut di dalam air,yang dapat diekstrak dari sel dan
jaringan hewan maupun tumbuhan oleh pelarut non polar,
seperti kloroform atau eter.dan terdiri dari atom C,H,O
Hasil ekstraksi merupakan campuran
yang kompleks, mengandung
diantaranya triasilgliserol, fosfolipid,
glikolipid, bermacam-macam sterol
serta senyawa-senyawa lain yang
terbentuk sebagai hasil hidrolisis zat-zat
tersebut di atas.
Triasilgliserol, kolesterol dan
eter kolesterol dinamakan juga
lipid netral karena tidak
bermuatan.
?
SIFAT-SIFAT LIPID
A
Sifat-sifat Lipid:
1. 1. Tidak larut di dalam air, tetapi larut di dalam pelarut-
pelarut non polar seperti eter, kloroform, alkohol panas
dan benzena.
2. 2. Berhubungan dengan asam lemak baik secara
aktual/potensial.
3. 3. Dapat digunakan oleh organisme hidup.
KLASIFIKASI LIPID
MENURUT BLOOR
B
Klasifikasi Lipid Menurut Bloor
Lipid sederhana Lipid
majemuk/campuran/
kompleks
Derivat lipid
1 2 3
1. Lipid sederhana
a. Lemak dan minyak adalah ester asam-asam lemak dengan
gliserol. Minyak ialah lemak yang berbentuk cair pada suhu
kamar. Contoh: tristearin, dipalmitostearin, distearopalmitin.
b. Lilin adalah ester asam-asam lemak dengan alkohol alifatik
yang mempunyai rantai karbon panjang.
2. Lipid majemuk/ campuran/kompleks
Merupakan ester asam-asam lemak yang pada hidrolisis menghasilkan asam lemak, alkohol dan
juga zat-zat lain.
a. Fosfolipid
Hidrolisa fosfolipid menghasilkan asam lemak, gliserol (atau alkohol lain yang bukan gliserol,
asam fosfat dan senyawa-senyawa lain.
Fosfolipid dibagi lagi menjadi 2 yaitu Glycerophospolipid & Sfingofosfolipid
Glycerophospolipid
1) Asam fosfatidat dan fosfatidil gliserol. Hanya mengandung gliserol, asam
lemak dan asam fosfat.
2) Fosfatidil kolin (lesitin) 🡪 asam fosfatidat dan kolin.
3) Fosfatidil etalonamin (sefalin) 🡪 asam fosfatidat dan etanolamin.
4) Fosfatidil inositol (lipositol) 🡪 asam fosfatidat dan inositol.
5) Fosfatidil serin 🡪 asam fosfatodat dan asam amino serin.
6) Plasmalogen. Menyerupai lesitin dan sefalin, kecuali ikatan ester asam lemak
pada posisi alfa pada karbon gliserol diganti oleh ikatan ester dengan alkohol
tak jenuh.
7) Cardiolipin. Terdiri atas 3 molekul gliserol, 4 asam lemak dan 2 gugus fosfat.
Sfingofosfolipid
1) Sfingomielin. Tidak mengandung gliserol. Pada hidrolisis akan dihasilkan asam lemak,
asam fosfat, kolin dan suatu alkohol.
Ceramide: anggota sfingomielin yang mana gugus amino sfingsin terikat ke asam lemak dengan
ikatan amida.
Sfingofosfolipid
Glikolipid mengandung asam lemak, sfingosin dan
karbohidrat/ galaktosa/ glukosa
Contoh : kerasin, serebrron, nervon, oksinervon
Snifatida adalah serebrosida yang mengandung sulfat=
glikosida, mengandung asam sialat disamping
glukosa/galaktosa, asam lemak dan sfingosin, juga
mengandung asam N-asetilnervaminat dan
heksosamin.
b. Glikolipid
c. Derivat lipid
Asam-asam lemak
1
Alkohol (dengan
berat molekul tinggi)
2
Hidrokarbon
3
Derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid sederhana dan
lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak.
Derivat Lipid
1. Asam- asam Lemak
1) Asam lemak jenuh. Dengan rantai karbon jenuh. Umumnya asam-asam
lemak yang terdapat di dalam alam mengandung jumlah atom C genap
(asam butirat, asam kaproat, asam laurat, asam stearat, asam
lignoserat).
2) Asam lemak tidak jenuh. Dengan rantai karbon yang mengandung
ikatan rangkap. Contoh: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, asam
arakidonat.
Derivat Lipid
2. Alkohol ( dengan berat molekul tinggi)
1) Alkohol alifatik: palmitil (C – 16), stearil (C – 18) dan Miristil (C – 30).
2) Sterol: merupakan gabungan inti fenantran siklopentan dan dinamakansiklopentano-
perhidrofenantren. Diantaranya yang penting ialah :kolesterol, erhosterol, sitosterol
dan stigmasterol.
3) Alkohol yang mengandung cincin ion beta: vitamin A. Diantara alkohol yang
mengandung ikatan rangkap dalam molekulnya ada beberapa yang merupakan
pigmen seperti fitol (fitilalkohol) yang merupakan bagaian klorofil, likofil suatu
dihiroksi alkhol yang berwarna merah ungu dan ditemukan dalam tomat.
Derivat Lipid
3. Hidrokarbon
1) Hidrokarbon alifatik : pentakosan (C – 25).
2) Karotenoid (C4OH56) : karoten.
3) Squalen : suatu hidrokarbon dengan ikatan rangkap yang terdapat di dalam minyak
olif (minyak zaitun) dan minyak ikan paus.
4) Vitamin D: Berbeda dengan sterol karena pada inti fenantrennya tidak terdapat
ikatan antara C – 9 dan C – 10.
5) Vitamin E: Tokoferol alfa, beta, gamma.
6) Vitamin K: Derivat 1,4 – naftoquinon dengan rantai cabang yang terdiri dari
hidrokarbon rantai Panjang.
ASAM LEMAK
C
ASAM LEMAK
1. Komponen unit pembangun yang khas pada kebanyakan lipida.
2. Senyawa yang terdiri dari rantai panjang hidrokarbon dan gugus
karboksilat yang terikat pada ujungnya.
3. Tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak
(mempnunyai gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon non
polar yang panjang).
Ciri-ciri:
ASAM LEMAK
4. Tidak terdapat secara bebas/berbentuk tunggal di dalam
sel/jaringan tetapi terrikat secara kovalen pada beberapa kelas
lipida. Ikatan tersebut dapat dibebaskan oleh hidrolisis baik secara
kimia (asam dan basa) maupun enzimatik.
5. Hampir semua yang terdapat di alam mempunyai jumlah atom
karbon yang genap, paling dominan adalah asam lemak dengan
atom C 16 dan 18.
Ciri-ciri:
PENCERNAAN
LEMAK
D
Triasilgliserol
● Lemak utama dalam makanan manusia
● Merupakan lemak simpanan utama dalam
tumbuhan dan hewan
● Memiliki sebuah rangka gliserol tempat 3
asam lemak diesterkan
Pencernaan Lemak
Rute utama pencernaan triasilgliserol
🡪 Hidrolisis menjadi asam lemak dan 2-monoasil-
gliserol di dalam lumen usus dikatalisa oleh enzim
lipase yang dihasilkan oleh sel sel yang terletak di
bagian belakang lidah dan di lambung
🡪 Lipase-lipase ini terutama menghidrolisis asam
lemak rantai pendek dan sedang
Pencernaan Lemak
🡪 Lemak makanan meninggalkan lambung dan masuk
ke dalam usus halus untuk menjalani emulfikasi oleh
garam-garam empedu
🡪 Kontraksi kandung empedu dirangsang oleh hormon
kolesistokinin dan sekresi enzim pankreas dirangsang
oleh pankreaosin dan sekretin.
Pencernaan Lemak
KERJA LIPASE
PANKREAS
E
● Lipase pankreas adalah enzim utama yang
mencerna triasilgliserol
● Lipase pankreas disekresi bersama dengan
kolipase yang dapat mengikat lemak makanan
dan meningkatkan kerja lipase, sehingga enzim ini
menjadi lebih aktif
Kerja Lipase Pankreas
● Pankreas juga mensekresikan bikarbonat, yang
menetralkan asam yang masuk ke dalam usus,
bersama dengan makanan setelah tercerna dari
lambung.
● Bikarbonat meningkatkan pH isi lumen usus
menjadi sekitar 6 yang optimal bagi kerja semua
enzim pencernaan dalam usus.
Kerja Lipase Pankreas
● Pankreas juga menghasilkan esterase yang
memutus asam lemak dari berbagai senyawa
(misalnya ester kolesterol) dan fosfolipase yang
mencerna fosfolipid menjadi komponen-
komponennya.
● Lipase pankreas menghidrolisis asam lemak pada
atom C1 dan C3 dari gliserol pada triasilgliserol
yang menghasilkan dua asam lemak bebas dan
monoasilgliserol
Kerja Lipase Pankreas
PENYERAPAN
LEMAK
F
● Terjadi di jejenum
● Sebelum diabsorpsi kolesterol mengalami
esterifikasi kembali yang dikatalisis oleh asetil
koenzim-A dan kolesterol asiltransferase.
● Sebagian besar hasil pencernaan lemak berupa
monogliserida dan asam lemak rantai panjang
(C12 atau lebih) di dalam membran mukossa usus
diubah kembali menjadi trigliserida.
Penyerapan Lemak
● Asam lemak dan monoasilgliserol yang dihasilkan
oleh proses pencernaan dikemas ke dalam misel.
● Misel kemudian berpindah menembus lapisan air
ke mikrovili pada permukan sel epitel usus.
● Selanjutnya asam lemak, monoasilgliserol dan
lemak makanan lainnya diabsorpsi oleh sel
mukosa melalui difusi pasif dan mencapai sel
epitel usus
Penyerapan Lemak
● Di dalam sel epitel usus asam lemak rantai
panjang digabung kembali oleh reaksi enzimatik di
dalam retikulum endoplasma halus untuk
membentuk triasilgliserol dengan bantuan
koenzim A.
● Asam lemak tersebut diaktifkan menjadi asil
lemak KoA, asil lemak KoA kemudian bereaksi
dengan monosasilglierol untuk membentuk
diasilgliserol, yang bereaksi dengan asil lemak
KoA lainnya untuk membentuk triasilgliserol
Penyerapan Lemak
● Asam lemak rantai pendek dan sedang (C4
sampai C12) untuk dapat diserap tidak
memerlukan garam empedu.
● Asam lemak tersebut masuk ke dalam darah
melalui pembuluh porta (bukan ke limfe) dan
diangkut ke hati.
Penyerapan Lemak
● Garam empedu yang tetap berada di dalam usus,
mengalami penyerapan ekstensif saat mencapai
ileum
● Lebih dari 95% garam empedu mengalami
resirkulasi
● Hati mensekresikan garam empedu ke dalam
empedu untuk disimpan dalam kandung empedu
dan dialirkan ke dalam lumen usus pada daur
pencerenaan berikutnya
Penyerapan Lemak
● Gliserol setelah terserap masuk ke dalam sel
epitel usus melalui pembuluh balik porta menuju
ke dalam darah dan hati
● Selanjutnya triasilgliserol yang telah terbentuk
kembali tersebut diangkut dalam bentuk partikel
lipoprotein karena tidak larut dalam air
● Sel usus mengemas triasilgliserol dalam bentuk
kilomikron
Penyerapan Lemak
● Kilomikron dari sel epitel usus disalurkan ke
dalam pembuluh limfe (kelenjar getah bening) dan
mengalir ke dalam darah melalui duktus torasikus.
● Kilomikron mulai masuk ke dalam darah 1-2 jam
setelah mulai makan.
Penyerapan Lemak
● Pada awalnya, partikel tersebut diberi nama
kilomikron nasens (immatur)
● Setelah menerima protein dari HDL di dalam
pembuluh limfe dan darah, kilomikron tersebut
menjadi kilomikron matang
Penyerapan Lemak
PEMBENTUKAN
KILOMIKRON
G
Di dalam sel epitel usus asam lemak dan
gliserol digabung kembali oleh reaksi
enzimatik di dalam retikulum endoplasma
halus untuk membentuk triasilgliserol.
Asam lemak diaktifkan kemudian bereaksi
dengan gliserol untuk membentuk
diasilgliserol, yang bereaksi dengan asil
lemak KoA lainnya untuk membentuk
triasilgliserol.
Triasilgliserol diangkut dalam bentuk pertikel lipoprotein karena tidak larut
dalam air. Apabila langsung masuk ke dalam darah triasilgliserol akan
menggumpal dan mengganggu aliran darah. Sel usus mengemas triasilgliserol
bersama dengan protein dan fosfatidat dalam kilomikron, yaitu partikel
lipoprotein yang tidak mudah menggumpal dalam lingkungan air. Bahan- bahan
ini bergabung dengan protein-protein khusus dan membentuk alat angkut lipid
yang dinamakan lipoprotein. Tubuh membentuk beberapa jenis lipoprotein.
Jenis Lipoprotein
Kilomikron pada dasarnya mengemulsi
lemak sebelum masuk ke dalam aliran
darah. Proses ini menyerupai kegiatan
lesitin dan asam lemak dalam usus halus
dalam upaya mengemulsi lemak
makanan selama pencernaan. Absorpsi
lemak mudah terganggu pada berbagai
penyakit gastrointestinal. Juga pada
penyakit yang disertai gangguan sekresi
empedu, pencernaan dan penyerapan
lemak mengalami gangguan dan banyak
lemak terbuang melalui feses.
PENGAKUTAN
LEMAK
H
Pengakutan
Lemak
Referensi
https://fayllar.org/3-fosfolipid.html
https://diploma.chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/01/4.-Lipid.pdf
Diktat Pembelajaran Biokimia
CREDITS: This presentation template was
created by Slidesgo, including icons by
Flaticon, and infographics & images by
Freepik
Do you have any questions?
addyouremail@freepik.com
+91 620 421 838
yourcompany.com
Thanks!
Please keep this slide for
attribution

More Related Content

Similar to Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx

LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
Retno Cahyaningrum
 
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptxMETABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
AlyahRmdni
 
Metabolisme lipid3-setelah-diedit
Metabolisme lipid3-setelah-dieditMetabolisme lipid3-setelah-diedit
Metabolisme lipid3-setelah-diedit
Ryan Guerriero
 
metabolisme lipid
metabolisme lipidmetabolisme lipid
metabolisme lipid
wulandarifs
 
Biokimia i lipid
Biokimia i lipidBiokimia i lipid
Biokimia i lipid
Takdir Anis
 
lipid I.pptx
lipid I.pptxlipid I.pptx
lipid I.pptx
SriDwijastuti2
 
metabolisme enzim.ppt
metabolisme enzim.pptmetabolisme enzim.ppt
metabolisme enzim.ppt
AminahtunLatifah2
 
Lipid Biokimia Universitas
Lipid Biokimia UniversitasLipid Biokimia Universitas
Lipid Biokimia Universitas
bryanvl
 
Gambaran Metabolisme Lipid
Gambaran Metabolisme LipidGambaran Metabolisme Lipid
Gambaran Metabolisme Lipid
dimar aji
 
Lipid
LipidLipid
Metabolisme lipid
Metabolisme lipidMetabolisme lipid
Metabolisme lipid
Edihard'x Rider
 
asam lemak.pptx
asam lemak.pptxasam lemak.pptx
asam lemak.pptx
bungapfpolitala
 
LIPID
LIPIDLIPID
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdfmetabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
DwiNormaR
 
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptxcupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
bungapfpolitala
 
Biomolecul (Molekul Kehidupan)
Biomolecul (Molekul Kehidupan)Biomolecul (Molekul Kehidupan)
Biomolecul (Molekul Kehidupan)
ZainulHasan13
 
Metabolisme lemak
Metabolisme lemakMetabolisme lemak
Metabolisme lemak
Febri Andriani
 
Gizi -lemak-
Gizi -lemak-Gizi -lemak-
Gizi -lemak-
Richenly Tutupary
 
ppt metabolisme lemak (1).pptx
ppt metabolisme lemak (1).pptxppt metabolisme lemak (1).pptx
ppt metabolisme lemak (1).pptx
arifchandraazhari
 

Similar to Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx (20)

LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
LIPID Kelas B Klmpok A (FMIPA UHO)
 
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptxMETABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
METABOLISME LIPID, Definisi, SIFAT FISIKA.pptx
 
Metabolisme lipid3-setelah-diedit
Metabolisme lipid3-setelah-dieditMetabolisme lipid3-setelah-diedit
Metabolisme lipid3-setelah-diedit
 
metabolisme lipid
metabolisme lipidmetabolisme lipid
metabolisme lipid
 
Biokimia i lipid
Biokimia i lipidBiokimia i lipid
Biokimia i lipid
 
lipid I.pptx
lipid I.pptxlipid I.pptx
lipid I.pptx
 
metabolisme enzim.ppt
metabolisme enzim.pptmetabolisme enzim.ppt
metabolisme enzim.ppt
 
Lipid Biokimia Universitas
Lipid Biokimia UniversitasLipid Biokimia Universitas
Lipid Biokimia Universitas
 
Gambaran Metabolisme Lipid
Gambaran Metabolisme LipidGambaran Metabolisme Lipid
Gambaran Metabolisme Lipid
 
Lipid
LipidLipid
Lipid
 
Metabolisme lipid
Metabolisme lipidMetabolisme lipid
Metabolisme lipid
 
asam lemak.pptx
asam lemak.pptxasam lemak.pptx
asam lemak.pptx
 
LIPID
LIPIDLIPID
LIPID
 
Metabolisme lipid
Metabolisme lipidMetabolisme lipid
Metabolisme lipid
 
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdfmetabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
metabolismelipid dalam tubuh-190510101708.pdf
 
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptxcupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
cupdf.com_ppt-asam-lemak.pptx
 
Biomolecul (Molekul Kehidupan)
Biomolecul (Molekul Kehidupan)Biomolecul (Molekul Kehidupan)
Biomolecul (Molekul Kehidupan)
 
Metabolisme lemak
Metabolisme lemakMetabolisme lemak
Metabolisme lemak
 
Gizi -lemak-
Gizi -lemak-Gizi -lemak-
Gizi -lemak-
 
ppt metabolisme lemak (1).pptx
ppt metabolisme lemak (1).pptxppt metabolisme lemak (1).pptx
ppt metabolisme lemak (1).pptx
 

More from ZulfatulAliyah

Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptxZulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
ZulfatulAliyah
 
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi PendidikKelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
ZulfatulAliyah
 
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptxLab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
ZulfatulAliyah
 
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdfMateri Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
ZulfatulAliyah
 
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdfJaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
ZulfatulAliyah
 
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptxBiodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
ZulfatulAliyah
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
ZulfatulAliyah
 

More from ZulfatulAliyah (7)

Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptxZulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
 
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi PendidikKelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
 
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptxLab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
 
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdfMateri Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf
 
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdfJaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
 
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptxBiodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
 

Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx

  • 3. Table of Contents A Sifat-sifat lipid C Asam lemak B Klasifikasi lipid menurut bloor D Pencernaan lemak
  • 4. Table of Contents E Kerja lipase pankreas G Pembentukan kilomikron F Penyerapan lemak H Pengangkutan lemak
  • 6. What Is This Topic About? Lemak adalah Senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut di dalam air,yang dapat diekstrak dari sel dan jaringan hewan maupun tumbuhan oleh pelarut non polar, seperti kloroform atau eter.dan terdiri dari atom C,H,O Hasil ekstraksi merupakan campuran yang kompleks, mengandung diantaranya triasilgliserol, fosfolipid, glikolipid, bermacam-macam sterol serta senyawa-senyawa lain yang terbentuk sebagai hasil hidrolisis zat-zat tersebut di atas. Triasilgliserol, kolesterol dan eter kolesterol dinamakan juga lipid netral karena tidak bermuatan. ?
  • 8. Sifat-sifat Lipid: 1. 1. Tidak larut di dalam air, tetapi larut di dalam pelarut- pelarut non polar seperti eter, kloroform, alkohol panas dan benzena. 2. 2. Berhubungan dengan asam lemak baik secara aktual/potensial. 3. 3. Dapat digunakan oleh organisme hidup.
  • 10. Klasifikasi Lipid Menurut Bloor Lipid sederhana Lipid majemuk/campuran/ kompleks Derivat lipid 1 2 3
  • 11. 1. Lipid sederhana a. Lemak dan minyak adalah ester asam-asam lemak dengan gliserol. Minyak ialah lemak yang berbentuk cair pada suhu kamar. Contoh: tristearin, dipalmitostearin, distearopalmitin. b. Lilin adalah ester asam-asam lemak dengan alkohol alifatik yang mempunyai rantai karbon panjang.
  • 12.
  • 13. 2. Lipid majemuk/ campuran/kompleks Merupakan ester asam-asam lemak yang pada hidrolisis menghasilkan asam lemak, alkohol dan juga zat-zat lain. a. Fosfolipid Hidrolisa fosfolipid menghasilkan asam lemak, gliserol (atau alkohol lain yang bukan gliserol, asam fosfat dan senyawa-senyawa lain. Fosfolipid dibagi lagi menjadi 2 yaitu Glycerophospolipid & Sfingofosfolipid
  • 14. Glycerophospolipid 1) Asam fosfatidat dan fosfatidil gliserol. Hanya mengandung gliserol, asam lemak dan asam fosfat. 2) Fosfatidil kolin (lesitin) 🡪 asam fosfatidat dan kolin. 3) Fosfatidil etalonamin (sefalin) 🡪 asam fosfatidat dan etanolamin. 4) Fosfatidil inositol (lipositol) 🡪 asam fosfatidat dan inositol. 5) Fosfatidil serin 🡪 asam fosfatodat dan asam amino serin. 6) Plasmalogen. Menyerupai lesitin dan sefalin, kecuali ikatan ester asam lemak pada posisi alfa pada karbon gliserol diganti oleh ikatan ester dengan alkohol tak jenuh. 7) Cardiolipin. Terdiri atas 3 molekul gliserol, 4 asam lemak dan 2 gugus fosfat.
  • 15.
  • 16.
  • 17. Sfingofosfolipid 1) Sfingomielin. Tidak mengandung gliserol. Pada hidrolisis akan dihasilkan asam lemak, asam fosfat, kolin dan suatu alkohol. Ceramide: anggota sfingomielin yang mana gugus amino sfingsin terikat ke asam lemak dengan ikatan amida.
  • 19. Glikolipid mengandung asam lemak, sfingosin dan karbohidrat/ galaktosa/ glukosa Contoh : kerasin, serebrron, nervon, oksinervon Snifatida adalah serebrosida yang mengandung sulfat= glikosida, mengandung asam sialat disamping glukosa/galaktosa, asam lemak dan sfingosin, juga mengandung asam N-asetilnervaminat dan heksosamin. b. Glikolipid
  • 20. c. Derivat lipid Asam-asam lemak 1 Alkohol (dengan berat molekul tinggi) 2 Hidrokarbon 3 Derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak.
  • 21. Derivat Lipid 1. Asam- asam Lemak 1) Asam lemak jenuh. Dengan rantai karbon jenuh. Umumnya asam-asam lemak yang terdapat di dalam alam mengandung jumlah atom C genap (asam butirat, asam kaproat, asam laurat, asam stearat, asam lignoserat). 2) Asam lemak tidak jenuh. Dengan rantai karbon yang mengandung ikatan rangkap. Contoh: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, asam arakidonat.
  • 22.
  • 23.
  • 24. Derivat Lipid 2. Alkohol ( dengan berat molekul tinggi) 1) Alkohol alifatik: palmitil (C – 16), stearil (C – 18) dan Miristil (C – 30). 2) Sterol: merupakan gabungan inti fenantran siklopentan dan dinamakansiklopentano- perhidrofenantren. Diantaranya yang penting ialah :kolesterol, erhosterol, sitosterol dan stigmasterol. 3) Alkohol yang mengandung cincin ion beta: vitamin A. Diantara alkohol yang mengandung ikatan rangkap dalam molekulnya ada beberapa yang merupakan pigmen seperti fitol (fitilalkohol) yang merupakan bagaian klorofil, likofil suatu dihiroksi alkhol yang berwarna merah ungu dan ditemukan dalam tomat.
  • 25. Derivat Lipid 3. Hidrokarbon 1) Hidrokarbon alifatik : pentakosan (C – 25). 2) Karotenoid (C4OH56) : karoten. 3) Squalen : suatu hidrokarbon dengan ikatan rangkap yang terdapat di dalam minyak olif (minyak zaitun) dan minyak ikan paus. 4) Vitamin D: Berbeda dengan sterol karena pada inti fenantrennya tidak terdapat ikatan antara C – 9 dan C – 10. 5) Vitamin E: Tokoferol alfa, beta, gamma. 6) Vitamin K: Derivat 1,4 – naftoquinon dengan rantai cabang yang terdiri dari hidrokarbon rantai Panjang.
  • 27. ASAM LEMAK 1. Komponen unit pembangun yang khas pada kebanyakan lipida. 2. Senyawa yang terdiri dari rantai panjang hidrokarbon dan gugus karboksilat yang terikat pada ujungnya. 3. Tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak (mempnunyai gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon non polar yang panjang). Ciri-ciri:
  • 28. ASAM LEMAK 4. Tidak terdapat secara bebas/berbentuk tunggal di dalam sel/jaringan tetapi terrikat secara kovalen pada beberapa kelas lipida. Ikatan tersebut dapat dibebaskan oleh hidrolisis baik secara kimia (asam dan basa) maupun enzimatik. 5. Hampir semua yang terdapat di alam mempunyai jumlah atom karbon yang genap, paling dominan adalah asam lemak dengan atom C 16 dan 18. Ciri-ciri:
  • 30. Triasilgliserol ● Lemak utama dalam makanan manusia ● Merupakan lemak simpanan utama dalam tumbuhan dan hewan ● Memiliki sebuah rangka gliserol tempat 3 asam lemak diesterkan Pencernaan Lemak
  • 31.
  • 32. Rute utama pencernaan triasilgliserol 🡪 Hidrolisis menjadi asam lemak dan 2-monoasil- gliserol di dalam lumen usus dikatalisa oleh enzim lipase yang dihasilkan oleh sel sel yang terletak di bagian belakang lidah dan di lambung 🡪 Lipase-lipase ini terutama menghidrolisis asam lemak rantai pendek dan sedang Pencernaan Lemak
  • 33. 🡪 Lemak makanan meninggalkan lambung dan masuk ke dalam usus halus untuk menjalani emulfikasi oleh garam-garam empedu 🡪 Kontraksi kandung empedu dirangsang oleh hormon kolesistokinin dan sekresi enzim pankreas dirangsang oleh pankreaosin dan sekretin. Pencernaan Lemak
  • 34.
  • 36. ● Lipase pankreas adalah enzim utama yang mencerna triasilgliserol ● Lipase pankreas disekresi bersama dengan kolipase yang dapat mengikat lemak makanan dan meningkatkan kerja lipase, sehingga enzim ini menjadi lebih aktif Kerja Lipase Pankreas
  • 37. ● Pankreas juga mensekresikan bikarbonat, yang menetralkan asam yang masuk ke dalam usus, bersama dengan makanan setelah tercerna dari lambung. ● Bikarbonat meningkatkan pH isi lumen usus menjadi sekitar 6 yang optimal bagi kerja semua enzim pencernaan dalam usus. Kerja Lipase Pankreas
  • 38. ● Pankreas juga menghasilkan esterase yang memutus asam lemak dari berbagai senyawa (misalnya ester kolesterol) dan fosfolipase yang mencerna fosfolipid menjadi komponen- komponennya. ● Lipase pankreas menghidrolisis asam lemak pada atom C1 dan C3 dari gliserol pada triasilgliserol yang menghasilkan dua asam lemak bebas dan monoasilgliserol Kerja Lipase Pankreas
  • 40. ● Terjadi di jejenum ● Sebelum diabsorpsi kolesterol mengalami esterifikasi kembali yang dikatalisis oleh asetil koenzim-A dan kolesterol asiltransferase. ● Sebagian besar hasil pencernaan lemak berupa monogliserida dan asam lemak rantai panjang (C12 atau lebih) di dalam membran mukossa usus diubah kembali menjadi trigliserida. Penyerapan Lemak
  • 41. ● Asam lemak dan monoasilgliserol yang dihasilkan oleh proses pencernaan dikemas ke dalam misel. ● Misel kemudian berpindah menembus lapisan air ke mikrovili pada permukan sel epitel usus. ● Selanjutnya asam lemak, monoasilgliserol dan lemak makanan lainnya diabsorpsi oleh sel mukosa melalui difusi pasif dan mencapai sel epitel usus Penyerapan Lemak
  • 42. ● Di dalam sel epitel usus asam lemak rantai panjang digabung kembali oleh reaksi enzimatik di dalam retikulum endoplasma halus untuk membentuk triasilgliserol dengan bantuan koenzim A. ● Asam lemak tersebut diaktifkan menjadi asil lemak KoA, asil lemak KoA kemudian bereaksi dengan monosasilglierol untuk membentuk diasilgliserol, yang bereaksi dengan asil lemak KoA lainnya untuk membentuk triasilgliserol Penyerapan Lemak
  • 43. ● Asam lemak rantai pendek dan sedang (C4 sampai C12) untuk dapat diserap tidak memerlukan garam empedu. ● Asam lemak tersebut masuk ke dalam darah melalui pembuluh porta (bukan ke limfe) dan diangkut ke hati. Penyerapan Lemak
  • 44. ● Garam empedu yang tetap berada di dalam usus, mengalami penyerapan ekstensif saat mencapai ileum ● Lebih dari 95% garam empedu mengalami resirkulasi ● Hati mensekresikan garam empedu ke dalam empedu untuk disimpan dalam kandung empedu dan dialirkan ke dalam lumen usus pada daur pencerenaan berikutnya Penyerapan Lemak
  • 45. ● Gliserol setelah terserap masuk ke dalam sel epitel usus melalui pembuluh balik porta menuju ke dalam darah dan hati ● Selanjutnya triasilgliserol yang telah terbentuk kembali tersebut diangkut dalam bentuk partikel lipoprotein karena tidak larut dalam air ● Sel usus mengemas triasilgliserol dalam bentuk kilomikron Penyerapan Lemak
  • 46. ● Kilomikron dari sel epitel usus disalurkan ke dalam pembuluh limfe (kelenjar getah bening) dan mengalir ke dalam darah melalui duktus torasikus. ● Kilomikron mulai masuk ke dalam darah 1-2 jam setelah mulai makan. Penyerapan Lemak
  • 47. ● Pada awalnya, partikel tersebut diberi nama kilomikron nasens (immatur) ● Setelah menerima protein dari HDL di dalam pembuluh limfe dan darah, kilomikron tersebut menjadi kilomikron matang Penyerapan Lemak
  • 49. Di dalam sel epitel usus asam lemak dan gliserol digabung kembali oleh reaksi enzimatik di dalam retikulum endoplasma halus untuk membentuk triasilgliserol. Asam lemak diaktifkan kemudian bereaksi dengan gliserol untuk membentuk diasilgliserol, yang bereaksi dengan asil lemak KoA lainnya untuk membentuk triasilgliserol.
  • 50. Triasilgliserol diangkut dalam bentuk pertikel lipoprotein karena tidak larut dalam air. Apabila langsung masuk ke dalam darah triasilgliserol akan menggumpal dan mengganggu aliran darah. Sel usus mengemas triasilgliserol bersama dengan protein dan fosfatidat dalam kilomikron, yaitu partikel lipoprotein yang tidak mudah menggumpal dalam lingkungan air. Bahan- bahan ini bergabung dengan protein-protein khusus dan membentuk alat angkut lipid yang dinamakan lipoprotein. Tubuh membentuk beberapa jenis lipoprotein.
  • 52. Kilomikron pada dasarnya mengemulsi lemak sebelum masuk ke dalam aliran darah. Proses ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak dalam usus halus dalam upaya mengemulsi lemak makanan selama pencernaan. Absorpsi lemak mudah terganggu pada berbagai penyakit gastrointestinal. Juga pada penyakit yang disertai gangguan sekresi empedu, pencernaan dan penyerapan lemak mengalami gangguan dan banyak lemak terbuang melalui feses.
  • 54.
  • 57. CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik Do you have any questions? addyouremail@freepik.com +91 620 421 838 yourcompany.com Thanks! Please keep this slide for attribution