STRATEGI PRODUK
DAN DISTRIBUSI
JASA
HAVIEZ ABDILLAH
100502047
HARIYANTI SILITONGA
1005020
RAMLAH RITONGA
1005020
ALFIN
1005020
Pembahasan
1. Karakteristi Produk Jasa
2. Tingkatan Produk Jasa
3. Perbedaan Merek & Diferensiasi jasa
4. Bukti Fisik dalam Bsnis Jasa
5. Pertumbuhan Bisnis Jasa
6. Unsur-unsur Distribusi Jasa
1. Pengertian Jasa
 Menurut Lupiyoadi (2001:5)
Jasa/layanan adalah kegiatan atau serangkaian
kegiatan yang biasanya kurang atau tidak berwujud,
tapi tidak begitu penting, berlangsung dalam interaksi
antara pelanggan dan karyawan jasa dan/atau sumber
daya fisik atau barang dan/atau sistem penyedia
layanan, yang disediakan sebagai solusi untuk
memecahkan masalah pelanggan.
 Kotler (2002, p.486)
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat
ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang
pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya
dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu
produk fisik.
Contoh Produk Jasa
Parkir
Kendaraan Check In Bermalam Breakfast Check
Out
Sarapan
disediakan
Renang, Fitnes
s, Dinner, Salo
n
Proses Jasa: Orang Menginap di Hotel
Jasa/layanan
Contoh Produk Jasa
Proses Jasa: Layanan Perpustakaan
Perjalanan ke
Perpustakaan
Pustakawan Memproses
Peminjaman Koleksi
Perjalanan
Pulang
Kembali, dan
Mengembalikan
Pinjaman
Pustakwan Melaksanakan
Jasa/Layanan
Suatu saat pinjam
koleksi lagi
2. Karakteristik Jasa
• Jasa tidak dapat
dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau
dicium sebelum jasa dibeli/dimanfaatkan
Intangibility
(tidak berwujud)
• Jasa tidak dapat dipisahkan dari
penyedia jasa
Inseparability
(Tidak terpisahkan)
• Jasa mudah berubah, tergantung
kepada siapa penyedianya dan
kapan, di mana, dan bagaimana
Variability
(Bervariasi)
• Jasa tidak bisa disimpan untuk dijual
atau digunakan kemudian
Perishability
(Mudah lenyap)
3. Tingkatan Produk Jasa
1. The core or generic product
Produk inti atau generik terdiri dari jasa dasar.
Misal: koleksi yang lengkap dan ruang belajar pada jasa perpustakaan.
2. The expected product
Produk yang diharapkan terdiri dari produk inti bersama pertimbangan
keputusan pembelian minimal yang harus dipenuhi.
Misal: ruang lobby yang nyaman di perpustakaan, toilet yang bersih.
3. The augmented product
Area yang memungkinkan suatu produk didiferensiasi terhadap produk yang
lain.
Misal: Hotel menawarkan “excellent customer service”.
4. The potential product
Produk potensial merupakan tampilan dan manfaat tambahan yang berguna
bagi konsumen atau mungkin menambah kepuasan konsumen. Bagian ini
dapat memberikan kelebihan guna meningkatkan switching cost sehingga
konsumen berpikir ulang untuk beralih ke produk jasa lain.
Misal: kemudahan bagi konsumen yang telah menjadi member jasa
perusahaan (servis 5 kali, servis ke-6 gratis).
Konsep Total Produk
4. Merek dan Diferensiasi Jasa
 Dalam strategi branding, menurut Avijit Ghosh
ada tiga tipe merek:
1. Manufacturer Brands: diciptakan dan
didistribusikan oleh perusahaan pembuat
produk tersebut, atau merek perusahaan.
Misalnya PT Takaful Keluarga, meluncurkan
Asuransi Syariah Takaful.
2. House Brands: merek yang dikembangkan
oleh toko tempat produk dijual. Misalnya
Matahari Dept. Store memberi merek sendiri
tissue, gula, kapas.
3. Generic Brands: produk tanpa merek tertentu,
misalnya tempe, tahu.
Konsep Produk Pelengkap
 Diferensiasi untuk suatu merek diperoleh dengan
menambahkan nilai atas inti dasar produk jasa.
Seperti ilustrasi konsep dibawah ini
 Kualitas jasa yang dirasakan (perceived quality)
lebih banyak bergantung pada aspek kehandalan
(reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan
(assurance), dan empati (emphaty) daripada hal-hal
yang tangible. Artinya pemasar jasa perlu
meningkatkan perhatian pada bagaimana mereka
dapat mendiferensiasi lingkup produk (produk
surround) dan memperbesarnya.
5. Bukti Fisik Dalam Bisnis jasa
 Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa
diciptakan dan tempat penyedia jasa dan konsumen
berinteraksi, ditambah unsur tangible apa saja yang digunkan
untuk mengomunikasikan atau pendukung peranan jasa.
 Bukti fisik dalam bisnis jasa dapat dibagi menjadi dua tipe:
a) Bukti penting (essential avidence). Merepresentasikan
keputusan kunci yang dibuat penyedia jasa tentang desain dan
layout suatu bangunan, jenis pesawat yang digunakan sebuah
perusahaan penerbangan, suasana ruang tunggu dokter dan
sebagainya.
b) Bukti tambahan (peripheral avidence). Memilik nilai independen
yang kecil tetapi menambah keberwujudan pada nilai yang
disediakan produk jasa. Contoh: tiket kereta yang menjadi tanda
hak untuk memanfaatkan jasa disuatu waktu kemudian.
6. Pertumbuhan Bisnis Jasa
 Sebuah organisasi jasa memiliki sebuah
jangkauan pilihan strategi pertumbuhan
sewaktu melakukan keputusan produk jasa.
Strategi pertumbuhan ini dapat dijabarkan
dengan matriks produk/pasar atau matriks
Ansoff:
6. Unsur-Unsur Distribusi Jasa
 Lokasi
Lokasi yaitu keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan
dengan dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan.
Terdapat tiga jenis interaksi antara penyedia jasa dan
konsumen:
a) Konsumen mendatangi penyedia jasa.
b) Penyedia jasa yang mendatangi konsumen
c) Transaksi bisnis jasa dilakukan melalui ‘’kepanjangan tangan’’
perusahaan
Menurut Bittner, ada beberapa faktor yang memengaruhi
penilaian konsumen, antara lain:
 Ambient. Meliputi temperatur, penerangan/pencahayaan, dan
lain-lain
 Layout, meliputi pengaturan, ukuran, kecocokan perabot.
 Signage, meliputi tanda yang menunjukkan keberadaan suatu
perusahaan.
 Saluran Distribusi
Saluran distribusi mencakup siapa yang berpartisipasi
dalam menyampaikan jasa. Ada tiga partisipan dalam
distribusi jasa:
 Penyedia jasa
 Perantara (intermediary)
 Konsumen
Saluran distribusi jasa adalah sebagai berikut:
 Penjual langsung (direct sales), contoh: akuntan, jasa
konsultan
 Agen atau broker, contoh: broker asuransi, agen
perjalanan
 Agen/broker penjual dan pembeli, contoh: broker saham
 Pengantar jasa terkontrak atau franchise, contoh:
makanan siap saji, bengkel
Gambar Saluran Distribusi Jasa
Thank You
Make Presentation much more fun

Kelompok 2 produk jasa

  • 1.
    STRATEGI PRODUK DAN DISTRIBUSI JASA HAVIEZABDILLAH 100502047 HARIYANTI SILITONGA 1005020 RAMLAH RITONGA 1005020 ALFIN 1005020
  • 2.
    Pembahasan 1. Karakteristi ProdukJasa 2. Tingkatan Produk Jasa 3. Perbedaan Merek & Diferensiasi jasa 4. Bukti Fisik dalam Bsnis Jasa 5. Pertumbuhan Bisnis Jasa 6. Unsur-unsur Distribusi Jasa
  • 3.
    1. Pengertian Jasa Menurut Lupiyoadi (2001:5) Jasa/layanan adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan yang biasanya kurang atau tidak berwujud, tapi tidak begitu penting, berlangsung dalam interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan/atau sumber daya fisik atau barang dan/atau sistem penyedia layanan, yang disediakan sebagai solusi untuk memecahkan masalah pelanggan.  Kotler (2002, p.486) Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.
  • 4.
    Contoh Produk Jasa Parkir KendaraanCheck In Bermalam Breakfast Check Out Sarapan disediakan Renang, Fitnes s, Dinner, Salo n Proses Jasa: Orang Menginap di Hotel Jasa/layanan
  • 5.
    Contoh Produk Jasa ProsesJasa: Layanan Perpustakaan Perjalanan ke Perpustakaan Pustakawan Memproses Peminjaman Koleksi Perjalanan Pulang Kembali, dan Mengembalikan Pinjaman Pustakwan Melaksanakan Jasa/Layanan Suatu saat pinjam koleksi lagi
  • 6.
    2. Karakteristik Jasa •Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa dibeli/dimanfaatkan Intangibility (tidak berwujud) • Jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedia jasa Inseparability (Tidak terpisahkan) • Jasa mudah berubah, tergantung kepada siapa penyedianya dan kapan, di mana, dan bagaimana Variability (Bervariasi) • Jasa tidak bisa disimpan untuk dijual atau digunakan kemudian Perishability (Mudah lenyap)
  • 7.
    3. Tingkatan ProdukJasa 1. The core or generic product Produk inti atau generik terdiri dari jasa dasar. Misal: koleksi yang lengkap dan ruang belajar pada jasa perpustakaan. 2. The expected product Produk yang diharapkan terdiri dari produk inti bersama pertimbangan keputusan pembelian minimal yang harus dipenuhi. Misal: ruang lobby yang nyaman di perpustakaan, toilet yang bersih. 3. The augmented product Area yang memungkinkan suatu produk didiferensiasi terhadap produk yang lain. Misal: Hotel menawarkan “excellent customer service”. 4. The potential product Produk potensial merupakan tampilan dan manfaat tambahan yang berguna bagi konsumen atau mungkin menambah kepuasan konsumen. Bagian ini dapat memberikan kelebihan guna meningkatkan switching cost sehingga konsumen berpikir ulang untuk beralih ke produk jasa lain. Misal: kemudahan bagi konsumen yang telah menjadi member jasa perusahaan (servis 5 kali, servis ke-6 gratis).
  • 8.
  • 9.
    4. Merek danDiferensiasi Jasa  Dalam strategi branding, menurut Avijit Ghosh ada tiga tipe merek: 1. Manufacturer Brands: diciptakan dan didistribusikan oleh perusahaan pembuat produk tersebut, atau merek perusahaan. Misalnya PT Takaful Keluarga, meluncurkan Asuransi Syariah Takaful. 2. House Brands: merek yang dikembangkan oleh toko tempat produk dijual. Misalnya Matahari Dept. Store memberi merek sendiri tissue, gula, kapas. 3. Generic Brands: produk tanpa merek tertentu, misalnya tempe, tahu.
  • 10.
    Konsep Produk Pelengkap Diferensiasi untuk suatu merek diperoleh dengan menambahkan nilai atas inti dasar produk jasa. Seperti ilustrasi konsep dibawah ini  Kualitas jasa yang dirasakan (perceived quality) lebih banyak bergantung pada aspek kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) daripada hal-hal yang tangible. Artinya pemasar jasa perlu meningkatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat mendiferensiasi lingkup produk (produk surround) dan memperbesarnya.
  • 11.
    5. Bukti FisikDalam Bisnis jasa  Bukti fisik adalah lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyedia jasa dan konsumen berinteraksi, ditambah unsur tangible apa saja yang digunkan untuk mengomunikasikan atau pendukung peranan jasa.  Bukti fisik dalam bisnis jasa dapat dibagi menjadi dua tipe: a) Bukti penting (essential avidence). Merepresentasikan keputusan kunci yang dibuat penyedia jasa tentang desain dan layout suatu bangunan, jenis pesawat yang digunakan sebuah perusahaan penerbangan, suasana ruang tunggu dokter dan sebagainya. b) Bukti tambahan (peripheral avidence). Memilik nilai independen yang kecil tetapi menambah keberwujudan pada nilai yang disediakan produk jasa. Contoh: tiket kereta yang menjadi tanda hak untuk memanfaatkan jasa disuatu waktu kemudian.
  • 12.
    6. Pertumbuhan BisnisJasa  Sebuah organisasi jasa memiliki sebuah jangkauan pilihan strategi pertumbuhan sewaktu melakukan keputusan produk jasa. Strategi pertumbuhan ini dapat dijabarkan dengan matriks produk/pasar atau matriks Ansoff:
  • 13.
    6. Unsur-Unsur DistribusiJasa  Lokasi Lokasi yaitu keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan. Terdapat tiga jenis interaksi antara penyedia jasa dan konsumen: a) Konsumen mendatangi penyedia jasa. b) Penyedia jasa yang mendatangi konsumen c) Transaksi bisnis jasa dilakukan melalui ‘’kepanjangan tangan’’ perusahaan Menurut Bittner, ada beberapa faktor yang memengaruhi penilaian konsumen, antara lain:  Ambient. Meliputi temperatur, penerangan/pencahayaan, dan lain-lain  Layout, meliputi pengaturan, ukuran, kecocokan perabot.  Signage, meliputi tanda yang menunjukkan keberadaan suatu perusahaan.
  • 14.
     Saluran Distribusi Salurandistribusi mencakup siapa yang berpartisipasi dalam menyampaikan jasa. Ada tiga partisipan dalam distribusi jasa:  Penyedia jasa  Perantara (intermediary)  Konsumen Saluran distribusi jasa adalah sebagai berikut:  Penjual langsung (direct sales), contoh: akuntan, jasa konsultan  Agen atau broker, contoh: broker asuransi, agen perjalanan  Agen/broker penjual dan pembeli, contoh: broker saham  Pengantar jasa terkontrak atau franchise, contoh: makanan siap saji, bengkel
  • 15.
  • 16.