PEMUDA DAN 
SOSIALISASI 
Oleh: Dwinta Herahmasiwi 
1KA03 
13114351
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik 
sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang 
mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda 
merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat 
ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus 
yang akan menggantikan generasi sebelumnya.
Apa itu sosialisasi??
Sosialisasi adalah Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman 
atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke 
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. 
Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori 
mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi 
diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, 
Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang 
lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga 
tahapan sebagai berikut. 
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.' 
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.' 
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut. 
Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan 
berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang 
anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai 
dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.
Proses sosialisasi 
George Herbert Mead Charles H. Cooley
Tahap persiapan (Preparatory Stage) 
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". 
Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami 
secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya. 
Tahap meniru (Play Stage) 
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang 
dilakukan oleh orang dewasa. 
Tahap siap bertindak (Game Stage) 
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung 
dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang 
lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. 
Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other) 
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada 
posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan 
orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas.
PERANAN SOSIAL MAHASISWA 
DAN PEMUDA DI MASYARAKAT 
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan 
peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka 
dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu 
mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama 
dengan warga yang lain.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun 
berlandaskan: 
1. Landasan Idiil : Pancasila 
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945 
3. Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan Negara 
4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi 
5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat. 
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda pertumpu pada 
strategi pencapaian tujuan nasional, seperti yang disebutkan dalam pembukaan 
UUD 1945 alinia IV
Dua pengertianpokok pembinaandan pengembngan 
generasimuda 
Generasi Muda sebagai Subyek 
Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan 
kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan 
masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan 
berbangsa bernegara serta pembangunan nasional. 
Generasi Muda sebagai Obyek 
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan 
bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke 
tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di 
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan 
nasional.
Masalah-MasalahGenerasiMuda 
1. Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan 
masyarakat termasuk generasi muda. 
2. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. 
3. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan 
yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. 
4. Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat 
pengangguran pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai 
problem sosial lainnya. 
5. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan 
kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda.
Potensi - PotensiGenerasiMuda 
a. kreativitas 
Generasi muda sekarang sudah banyak membuat kerajinan – kerajinan yang dapat di ekspor ke 
Negara lain. 
b. Optimis dan berani mengambil resiko. 
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme yang dimiliki 
generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi. 
c. Patriotisme dan Nasionalisme 
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara 
dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal 
semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari 
segala bentuk ancaman 
d. Idealisme dan Daya Kritis 
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat 
melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. 
e. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi 
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan 
teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator 
terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan 
teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana. 
f. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni 
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap 
kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka 
dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
Tujuan sosialisasi 
1. Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu 
mengimbangi hidup bermasyarakat. 
2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara 
efektif. 
3. Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang 
dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 
4. Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – 
nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.
Tujuan Pokok SosialisasiPerguruanDan Pendidikan 
Perguruan dan Pendidikan Mengembakan Potensi Generasi Muda 
Negara berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan 
pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubung dengan itu 
negara yang berkembang merasakan selalu kekurangan tenga terampil dalam 
mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu yang meminta tenag kerja 
dengan keterampilan khusus.
CARA MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI 
MUDA 
1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan)yang 
dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat. 
2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan 
mengembangkan kemampuannya. 
3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan 
mawas diri yang tepat. 
4. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai 
dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok 
khususnya dan pada masyarakat umumnya.
Pengertianpendidikandan perguruan tinggi 
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan 
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif 
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual 
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, 
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. 
Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan 
bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, 
bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan 
mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.
Sekian dari presentasi bab 3, terimakasih

Isd pert 4

  • 1.
    PEMUDA DAN SOSIALISASI Oleh: Dwinta Herahmasiwi 1KA03 13114351
  • 3.
    Pemuda adalah individuyang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya.
  • 4.
  • 5.
    Sosialisasi adalah Sosialisasiadalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
  • 6.
    Cooley lebih menekankanperanan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut. 1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.' 2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.' 3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut. Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.
  • 7.
    Proses sosialisasi GeorgeHerbert Mead Charles H. Cooley
  • 8.
    Tahap persiapan (PreparatoryStage) Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya. Tahap meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Tahap siap bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas.
  • 9.
    PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
  • 10.
    Pola dasar pembinaandan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan: 1. Landasan Idiil : Pancasila 2. Landasan Konstitusional : UUD 1945 3. Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan Negara 4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi 5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat. Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda pertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti yang disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV
  • 11.
    Dua pengertianpokok pembinaandanpengembngan generasimuda Generasi Muda sebagai Subyek Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional. Generasi Muda sebagai Obyek Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
  • 12.
    Masalah-MasalahGenerasiMuda 1. Dirasamenurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda. 2. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. 3. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. 4. Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya. 5. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda.
  • 13.
    Potensi - PotensiGenerasiMuda a. kreativitas Generasi muda sekarang sudah banyak membuat kerajinan – kerajinan yang dapat di ekspor ke Negara lain. b. Optimis dan berani mengambil resiko. Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi. c. Patriotisme dan Nasionalisme Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman d. Idealisme dan Daya Kritis Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. e. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana. f. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
  • 14.
    Tujuan sosialisasi 1.Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat. 2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. 3. Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 4. Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.
  • 15.
    Tujuan Pokok SosialisasiPerguruanDanPendidikan Perguruan dan Pendidikan Mengembakan Potensi Generasi Muda Negara berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubung dengan itu negara yang berkembang merasakan selalu kekurangan tenga terampil dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu yang meminta tenag kerja dengan keterampilan khusus.
  • 16.
    CARA MENGEMBANGKAN POTENSIGENERASI MUDA 1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan)yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat. 2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya. 3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 4. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
  • 17.
    Pengertianpendidikandan perguruan tinggi Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.
  • 18.
    Sekian dari presentasibab 3, terimakasih