Fraktur pinggul, khususnya pada lansia, sering disebabkan oleh jatuh, dengan faktor risiko tambahan seperti gangguan mental, penglihatan yang buruk, dan penyakit neurologis. Fraktur ini dapat dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan lokasi dan pergeseran, serta memiliki mekanisme penyembuhan yang berbeda tergantung pada suplai darah ke area fraktur. Tatalaksana termasuk penggantian total atau hemiartroplasti, terutama untuk fraktur intrakapsular, sementara fraktur ekstra-kapsular memiliki kemungkinan penyatuan yang lebih baik.