RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN GLAUKOMA
Disusun oleh :
Tri Astutik 13631367
Baskoro Abdiansyah 13631388
Faradila Rahmah Sartika Putri 13631400
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
2015
INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN
KLIEN GLAUKOMA DENGAN NYERI
Nama : ........................................
No. Reg : ........................................
Diagnosa Medis : ........................................
Ruang : ........................................
No No. Dx Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional
1. I Nyeri b.d peningkatan
tekanan intraokuler yang
ditandai dengan mual
muntah
Tujuan :
Setelah mendapatkan
perawatan selama 1x24
jam klien memperlihatkan
pengendalian nyeri dan
menunjukkan tingkat nyeri
berkurang.
Kriteria Hasil :
1. Melaporkan nyeri
kepada penyedia
layanan kesehatan
2. Memperlihatkan teknik
relaksasi secara
individual yang efektif
untuk mencapai
kenyamanan.
3. Tidak mengalami
gangguan dalam
frekuensi pernapasan,
frekuensi jantung, atau
1. Lakukan observasi nyeri secara
komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor presipitasi
2. Observasi reaksi non verbal dari
ketidaknyamanan gunakan teknik
komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri
pasien, kaji kultur yang
mempengaruhi respon nyeri,
3. Mengajarkan teknik pengendalian
nyeri : distraksi relaksasi, kompres,
terapi musik, dsb.
1. Observasi secara keseluruhan
dilakukan untuk menentukan
tingkat kenyamanan klien serta
untuk menentukan perawatan
yang tepat guna.
2. Keluhan nyeri juga dapat diamati
melalui tanda-tanda vital serta
reaksi non verbal.
3. Melakukan penanganan nyeri non
farmakologi dapat membantu
mengurangi dalam kebutuhan
obat-obat analgesik.
4. Evaluasi dilakukan untuk
tekanan darah.
4. Melaporkan tingkat
nyeri berkurang sampai
tidak ada nyeri.
4. Evaluasi pengalaman nyeri masa
lampau tentang ketidakefektifan
kontrol nyeri masa lampau dan
bantu pasien dan keluarga untuk
mencari serta menemukan
dukungan kontrol lingkungan yang
dapat mempengaruhi nyeri seperti
suhu ruangan, pencahayaan dan
kebisingan kurangi faktor
presipitasi
Kolaborasi :
5. Manajemen sedatif
6. Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri.
mengukur keberhasilan perawatn
yang dilakukan pada klien serta
untuk menentukan rencana
berikutnya.
Kolaborasi :
5. Memberikan sedatif, memantau
respon pasien, dan memberikan
dukungan fisiologis yang
dilakukan selama prosedur
diagnostik atau terapeutik
6. Menggunakan agen-agen
farmakologi untuk mengurangi
atau menghilangkan nyeri
INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN
KLIEN GLAUKOMA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : PENGLIHATAN
Nama : ........................................
No. Reg : ........................................
Diagnosa Medis : ........................................
Ruang : ........................................
No No. Dx Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional
2. II Gangguan persepsi
sensori : penglihatan b.d
gangguan penerimaan :
gangguan status organ
ditandai dengan
kehilangan lapang
pandang progresif
Tujuan :
Setelah dilakukan
perawatan selama 3x24
jam klien menunjukkan
status neurologis : fungsi
motorik sensorik/kranial
dan menunjukkan orientasi
kognitif
Kriteria Hasil :
1. Klien berinteraksi
secara sesuai dengan
orang lain dan
lingkungan
2. Klien mempertahankan
ketajaman lapang
penglihatan tanpa
kehilangan lebih lanjut.
3. Mengompensasi defisit
sensori dengan
memaksimalkan indera
1. Observasi tingkat/derajat serta tipe
kehilangan penglihatan. Gunakan
data-data pengkajian sebagai acuan
untuk melakukan observasi
berikutnya.
2. Meningkatkan komunikasi : defisit
penglihatan sehingga klien mampu
untuk mengenali objek serta
lingkungan disekitarnya
3. Mengajarkan pengguanaan indera
yang tidak mengalami masalah
untuk melakukan aktivitas.
1. Observasi secara keseluruhan
dilakukan untuk menentukan
tingkat gangguan penglihatan
klien serta untuk menentukan
perawatan yang tepat.
2. Klien glaukoma dengan gangguan
penglihatan susah
menginterpretasikan objek yang
berada disekitarnya sehingga
klien membutuhkan bantuan
interpretasi melalui komunikasi
3. Memaksimalkan penggunaan
yang tidak rusak
4. Menginterpretasikan
objek yang
dikomunikasikan oleh
orang lain secara benar
4. Manajemen lingkungan.
5. Pemantauan neurologis
Kolaborasi :
6. Mulai perujukan terapi okupasi
indera yang tidak cacat untuk
melakukan aktivitas sehingga
sesuai dengan batas
kemampuaannya agar
pemberdayaan klien dapat dicapai
4. Manipulasi lingkungan dapat
digunakan sebagai sarana
terapeutik bagi klien.
5. Mengumpulkan dan menganalisis
data pasien untuk mencegah atau
meminimalkan komplikasi
neurologis
Kolaborasi :
6. Tindakan okupasi terapeutik
dapat dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan
koordinasi klien
INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN
KLIEN GLAUKOMA DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK
Nama : ........................................
No. Reg : ........................................
Diagnosa Medis : ........................................
Ruang : ........................................
No No. Dx Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional
3. III Gangguan mobilitas fisik
b.d gangguan sensori
persepsi dibuktikan
dengan penurunan lapang
penglihatan.
Tujuan :
Setelah dilakukan
perawatan selama 3x24
jam klien akan
memperlihatkan mobilitas
Kriteria Hasil :
1. Memperlihatkan
penggunaan alat bantu
secara benar dengan
pengawasan.
2. Meminta bantuan untuk
aktivitas mobilisasi,
jika diperlukan
3. Mampu menyangga
berat badan dan
meningkatkan
kemampuan untuk
mempertahankan
keseimbangan tubuh
4. Berpindah dari dan ke
1. Memantau keterbatasan klien
dalam melakukan kegiatan sehari-
hari
2. Memberikan informasi mengenai
mekanika tubuh, latihan fisik,
postur tubuh, dsb.
3. Memberikan terapi latihan fisik
(ambulasi dan keseimbangan)
4. Membantu klien dalam proses
perawatan diri : berpindah
Kolaborasi :
5. Bantu dalam menyusun jadwal
terapi bersama dengan klien
1. Tidak semua aktivitas klien
harus dibantu, sehingga perawat
akan dapat memberdayakan
klien secara mandiri sesuai batas
kemampuannya.
2. Memfasilitasi penggunaan postus
dan pergerakan dalam aktivitas
sehari-hari untuk mencegah
keletihan dan cedera
muskuloskeletal.
3. Meningkatkan dan membantu
dalam berjalan untuk
mempertahankan dan
mengembalikan fungsi autonom
dan volunter selama pengobatan
kursi atau kursi roda. dan pemulihan dari kondisi sakit.
Menggunakan aktivitas, postur,
dan gerakan tertentu untuk
mempertahankan, meningkatkan,
atau memulihkan keseimbangan.
4. Membantu individu untuk
mengubah posisi tubuhnya.
Kolaborasi :
5. Dengan bantuan perawat,
biasanya klien akan merasa lebih
mudah dalam menyusun jadwal
terapinya.
INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN
KLIEN GLAUKOMA DENGAN ANSIETAS
Nama : ........................................
No. Reg : ........................................
Diagnosa Medis : ........................................
Ruang : ........................................
No No. Dx Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional
4. IV Ansietas b.d faktor
psikologis, perubahan
status kesehatan, adanya
nyeri, kemungkinan/
kenyataan kehilangan
penglihatan ditandai
dengan ketakutan, ragu-
ragu, menyatakan
masalah tentang
perubahan kejadian
hidup
Tujuan :
Setelah dilakukan
perawatan selama 1x24
jam klien akan
menunjukkan
pengendalian diri terhadap
ansietas
Kriteria Hasil :
1. Melanjutkan aktivitas
yang dibutuhkan
meskipun mengalami
kecemasan
2. Menunjukkan
kemampuan untuk
berfokus pada
pengetahuan dan
keterampilan baru
3. Mengomunikasikan
kebutuhan dan
perasaan negatif secara
1. Pantau perubahan tanda-tanda vital
dan kondisi yang menunjukkan
peningkatan kecemasan klien
2. Berikan informasi serta bimbingan
antisipasi tentang segala bentuk
kemungkinan yang akan terjadi di
masa depan
3. Ajarkan teknik menenangkan diri
dan pengendalian perasaan negatif
atas segala hal yang dirasakan klien
4. Instruksikan untuk melaporkan
timbulnya gejala-gejala kecemasan
yang muncul dan tidak dapat lagi
1. Perubahan tanda-tanda vital
dapat digunakan sebagai
indikator terjadinya ansietas
pada klien
2. Mempersiapkan klien
menghadapi segala
kemungkinan, krisis
perkembangan dan/atau
situasional
3. Teknik menenangkan diri dapat
digunakan untuk meredakan
kecemasan pada klien yang
mengalami distress akut
tepat
4. Memiliki tanda-tanda
vital dalam batas
normal
dikontrol
5. Meningkatkan koping individu
6. Memberikan dukungan emosi
selama masa stres
Kolaborasi :
7. Berikan obat jenis anti depresan
apabila klien benar-benar tidak
mampu mengendalikan dirinya
4. Membantu memudahkan
penyedian layanan kesehatan
untuk menganalisis kondisi yang
dialami klien
5. Membantu klien untuk
beradaptasi dengan persepsi
stresor, perubahan, atau ancaman
yang menghambat pemenuhan
tuntutan dan peran hidup
6. Memberikan dukungan emosi
untuk menenangkan klien dan
menciptakan penerimaan serta
bantuan dukungan selama masa
stres.
Kolaborasi :
7. Agen farmakologi dapat
digunakan sebagai salah satu
pilihan untuk meredakan
kecemasan pada klien
INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN
KLIEN GLAUKOMA DENGAN MASALAH KURANG PENGETAHUAN
Nama : ........................................
No. Reg : ........................................
Diagnosa Medis : ........................................
Ruang : ........................................
No No. Dx Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional
5. V Kurang pengetahuan
(kebutuhan belajar) b.d
tentang kondisi,
prognosis, dan
pengobatan, kurang
terpajan/tidak mengenal
sumber informasi, kurang
mengingat, salah
interpretasi (pemahaman)
ditandai dengan
pertanyaan, pernyataan
salah persepsi, tidak
akurat mengikuti
instruksi, terjadi
komplikasi yang dapat
dicegah
Tujuan :
Setelah dilakukan
perawatan selama 1x24
jam klien akan
menunjukkan peningkatan
pemahaman/pengetahuan
tentang perawatan
penyakit, keamanan
personal, pencegahan
jatuh, program aktivitas,
regimen terapi.
Kriteria Hasil :
1. Mampu menjelaskan
tentang proses
penyakit, perawatan
penyakit, dan regimen
serta jadwal terapinya
2. Mampu menjelaskan
terapi latihan yang
telah diajarkan.
1. Melakukan edukasi kepada klien
mengenai proses penyakit,
perawatan penyakit, dan regimen
serta jadwal terapinya.
2. Memberikan informasi yang tepat
dan akurat sesuai dengan
kebutuhan klien
3. Menginstruksikan kepada klien
untuk bertanya kepada penyedia
1. Edukasi pada klien juga
bermanfaat dalam proses
perawatan, dengan adanya
informasi klien akan mampu
mengidentifikasi masalahnya
sehingga memudahkan tenaga
kesehatan untuk menggali data
pada klien
2. Informasi yang tepat dari tenaga
3. Bertanya kepada
penyedia layanan
kesehatan.
layanan kesehatan manapun
tentang segala hal yang
berhubungan dengan kesehatannya
kesehatan akan membuat klien
merasa dirinya memiliki sumber
informasi yang terpercaya.
3. Kadangkala klien merasa tidak
berani untuk bertanya karena
belum terbina hubungan dekat
dengan penyedia layanan
kesehatan.

INTERVENSI/RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GLAUKOMA PDF

  • 1.
    RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PADAPASIEN DENGAN GLAUKOMA Disusun oleh : Tri Astutik 13631367 Baskoro Abdiansyah 13631388 Faradila Rahmah Sartika Putri 13631400 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI S1 KEPERAWATAN 2015
  • 2.
    INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN KLIEN GLAUKOMADENGAN NYERI Nama : ........................................ No. Reg : ........................................ Diagnosa Medis : ........................................ Ruang : ........................................ No No. Dx Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional 1. I Nyeri b.d peningkatan tekanan intraokuler yang ditandai dengan mual muntah Tujuan : Setelah mendapatkan perawatan selama 1x24 jam klien memperlihatkan pengendalian nyeri dan menunjukkan tingkat nyeri berkurang. Kriteria Hasil : 1. Melaporkan nyeri kepada penyedia layanan kesehatan 2. Memperlihatkan teknik relaksasi secara individual yang efektif untuk mencapai kenyamanan. 3. Tidak mengalami gangguan dalam frekuensi pernapasan, frekuensi jantung, atau 1. Lakukan observasi nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi 2. Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien, kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri, 3. Mengajarkan teknik pengendalian nyeri : distraksi relaksasi, kompres, terapi musik, dsb. 1. Observasi secara keseluruhan dilakukan untuk menentukan tingkat kenyamanan klien serta untuk menentukan perawatan yang tepat guna. 2. Keluhan nyeri juga dapat diamati melalui tanda-tanda vital serta reaksi non verbal. 3. Melakukan penanganan nyeri non farmakologi dapat membantu mengurangi dalam kebutuhan obat-obat analgesik. 4. Evaluasi dilakukan untuk
  • 3.
    tekanan darah. 4. Melaporkantingkat nyeri berkurang sampai tidak ada nyeri. 4. Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau dan bantu pasien dan keluarga untuk mencari serta menemukan dukungan kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan kurangi faktor presipitasi Kolaborasi : 5. Manajemen sedatif 6. Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri. mengukur keberhasilan perawatn yang dilakukan pada klien serta untuk menentukan rencana berikutnya. Kolaborasi : 5. Memberikan sedatif, memantau respon pasien, dan memberikan dukungan fisiologis yang dilakukan selama prosedur diagnostik atau terapeutik 6. Menggunakan agen-agen farmakologi untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri
  • 4.
    INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN KLIEN GLAUKOMADENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : PENGLIHATAN Nama : ........................................ No. Reg : ........................................ Diagnosa Medis : ........................................ Ruang : ........................................ No No. Dx Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional 2. II Gangguan persepsi sensori : penglihatan b.d gangguan penerimaan : gangguan status organ ditandai dengan kehilangan lapang pandang progresif Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam klien menunjukkan status neurologis : fungsi motorik sensorik/kranial dan menunjukkan orientasi kognitif Kriteria Hasil : 1. Klien berinteraksi secara sesuai dengan orang lain dan lingkungan 2. Klien mempertahankan ketajaman lapang penglihatan tanpa kehilangan lebih lanjut. 3. Mengompensasi defisit sensori dengan memaksimalkan indera 1. Observasi tingkat/derajat serta tipe kehilangan penglihatan. Gunakan data-data pengkajian sebagai acuan untuk melakukan observasi berikutnya. 2. Meningkatkan komunikasi : defisit penglihatan sehingga klien mampu untuk mengenali objek serta lingkungan disekitarnya 3. Mengajarkan pengguanaan indera yang tidak mengalami masalah untuk melakukan aktivitas. 1. Observasi secara keseluruhan dilakukan untuk menentukan tingkat gangguan penglihatan klien serta untuk menentukan perawatan yang tepat. 2. Klien glaukoma dengan gangguan penglihatan susah menginterpretasikan objek yang berada disekitarnya sehingga klien membutuhkan bantuan interpretasi melalui komunikasi 3. Memaksimalkan penggunaan
  • 5.
    yang tidak rusak 4.Menginterpretasikan objek yang dikomunikasikan oleh orang lain secara benar 4. Manajemen lingkungan. 5. Pemantauan neurologis Kolaborasi : 6. Mulai perujukan terapi okupasi indera yang tidak cacat untuk melakukan aktivitas sehingga sesuai dengan batas kemampuaannya agar pemberdayaan klien dapat dicapai 4. Manipulasi lingkungan dapat digunakan sebagai sarana terapeutik bagi klien. 5. Mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mencegah atau meminimalkan komplikasi neurologis Kolaborasi : 6. Tindakan okupasi terapeutik dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi klien
  • 6.
    INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN KLIEN GLAUKOMADENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK Nama : ........................................ No. Reg : ........................................ Diagnosa Medis : ........................................ Ruang : ........................................ No No. Dx Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional 3. III Gangguan mobilitas fisik b.d gangguan sensori persepsi dibuktikan dengan penurunan lapang penglihatan. Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam klien akan memperlihatkan mobilitas Kriteria Hasil : 1. Memperlihatkan penggunaan alat bantu secara benar dengan pengawasan. 2. Meminta bantuan untuk aktivitas mobilisasi, jika diperlukan 3. Mampu menyangga berat badan dan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh 4. Berpindah dari dan ke 1. Memantau keterbatasan klien dalam melakukan kegiatan sehari- hari 2. Memberikan informasi mengenai mekanika tubuh, latihan fisik, postur tubuh, dsb. 3. Memberikan terapi latihan fisik (ambulasi dan keseimbangan) 4. Membantu klien dalam proses perawatan diri : berpindah Kolaborasi : 5. Bantu dalam menyusun jadwal terapi bersama dengan klien 1. Tidak semua aktivitas klien harus dibantu, sehingga perawat akan dapat memberdayakan klien secara mandiri sesuai batas kemampuannya. 2. Memfasilitasi penggunaan postus dan pergerakan dalam aktivitas sehari-hari untuk mencegah keletihan dan cedera muskuloskeletal. 3. Meningkatkan dan membantu dalam berjalan untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi autonom dan volunter selama pengobatan
  • 7.
    kursi atau kursiroda. dan pemulihan dari kondisi sakit. Menggunakan aktivitas, postur, dan gerakan tertentu untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan keseimbangan. 4. Membantu individu untuk mengubah posisi tubuhnya. Kolaborasi : 5. Dengan bantuan perawat, biasanya klien akan merasa lebih mudah dalam menyusun jadwal terapinya.
  • 8.
    INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN KLIEN GLAUKOMADENGAN ANSIETAS Nama : ........................................ No. Reg : ........................................ Diagnosa Medis : ........................................ Ruang : ........................................ No No. Dx Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional 4. IV Ansietas b.d faktor psikologis, perubahan status kesehatan, adanya nyeri, kemungkinan/ kenyataan kehilangan penglihatan ditandai dengan ketakutan, ragu- ragu, menyatakan masalah tentang perubahan kejadian hidup Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 1x24 jam klien akan menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas Kriteria Hasil : 1. Melanjutkan aktivitas yang dibutuhkan meskipun mengalami kecemasan 2. Menunjukkan kemampuan untuk berfokus pada pengetahuan dan keterampilan baru 3. Mengomunikasikan kebutuhan dan perasaan negatif secara 1. Pantau perubahan tanda-tanda vital dan kondisi yang menunjukkan peningkatan kecemasan klien 2. Berikan informasi serta bimbingan antisipasi tentang segala bentuk kemungkinan yang akan terjadi di masa depan 3. Ajarkan teknik menenangkan diri dan pengendalian perasaan negatif atas segala hal yang dirasakan klien 4. Instruksikan untuk melaporkan timbulnya gejala-gejala kecemasan yang muncul dan tidak dapat lagi 1. Perubahan tanda-tanda vital dapat digunakan sebagai indikator terjadinya ansietas pada klien 2. Mempersiapkan klien menghadapi segala kemungkinan, krisis perkembangan dan/atau situasional 3. Teknik menenangkan diri dapat digunakan untuk meredakan kecemasan pada klien yang mengalami distress akut
  • 9.
    tepat 4. Memiliki tanda-tanda vitaldalam batas normal dikontrol 5. Meningkatkan koping individu 6. Memberikan dukungan emosi selama masa stres Kolaborasi : 7. Berikan obat jenis anti depresan apabila klien benar-benar tidak mampu mengendalikan dirinya 4. Membantu memudahkan penyedian layanan kesehatan untuk menganalisis kondisi yang dialami klien 5. Membantu klien untuk beradaptasi dengan persepsi stresor, perubahan, atau ancaman yang menghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup 6. Memberikan dukungan emosi untuk menenangkan klien dan menciptakan penerimaan serta bantuan dukungan selama masa stres. Kolaborasi : 7. Agen farmakologi dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk meredakan kecemasan pada klien
  • 10.
    INTERVENSI/RENCANA KEPERAWATAN KLIEN GLAUKOMADENGAN MASALAH KURANG PENGETAHUAN Nama : ........................................ No. Reg : ........................................ Diagnosa Medis : ........................................ Ruang : ........................................ No No. Dx Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional 5. V Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) b.d tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan, kurang terpajan/tidak mengenal sumber informasi, kurang mengingat, salah interpretasi (pemahaman) ditandai dengan pertanyaan, pernyataan salah persepsi, tidak akurat mengikuti instruksi, terjadi komplikasi yang dapat dicegah Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 1x24 jam klien akan menunjukkan peningkatan pemahaman/pengetahuan tentang perawatan penyakit, keamanan personal, pencegahan jatuh, program aktivitas, regimen terapi. Kriteria Hasil : 1. Mampu menjelaskan tentang proses penyakit, perawatan penyakit, dan regimen serta jadwal terapinya 2. Mampu menjelaskan terapi latihan yang telah diajarkan. 1. Melakukan edukasi kepada klien mengenai proses penyakit, perawatan penyakit, dan regimen serta jadwal terapinya. 2. Memberikan informasi yang tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan klien 3. Menginstruksikan kepada klien untuk bertanya kepada penyedia 1. Edukasi pada klien juga bermanfaat dalam proses perawatan, dengan adanya informasi klien akan mampu mengidentifikasi masalahnya sehingga memudahkan tenaga kesehatan untuk menggali data pada klien 2. Informasi yang tepat dari tenaga
  • 11.
    3. Bertanya kepada penyedialayanan kesehatan. layanan kesehatan manapun tentang segala hal yang berhubungan dengan kesehatannya kesehatan akan membuat klien merasa dirinya memiliki sumber informasi yang terpercaya. 3. Kadangkala klien merasa tidak berani untuk bertanya karena belum terbina hubungan dekat dengan penyedia layanan kesehatan.