Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk
akibat penggunaan bersama elektron-elektron
valensi antar atom-atom logam.
Logam memiliki sedikit elektron valensi dan
Memiliki elektronegativitas yang rendah.
Semua jenis logam cenderung melepaskan elektron
terluarnya sehingga membentuk ion dan atom positif
atau kation logam.
1. Ikatan Logam Natrium
Logam cenderung memiliki titik leleh dan titik
didih yang tinggi, sehingga memberikan kesan
kuatnya ikatan yang terjadi antara atomatomnya. Secara rata-rata logam seperti
natrium memiliki titik leleh mencapai 97.8°C,
dengan meleleh pada suhu yang sangat jauh
lebih tinggi dibanding unsur (neon) yang
mendahuluinya pada tabel periodik.
2. Ikatan Logam Magnesium
Ikatan logam magnesium lebih kuat dan titik leleh juga lebih
tinggi. Magnesium memiliki struktur elektronik terluar 3s2.
Diantara elektro-elektronnya terjadi delokalisasi, karena itu
“lautan” yang ada memiliki kerapatan dua kali lipat daripada
yang terdapat pada natrium. Sisa “ion” juga memiliki muatan
dua kali lipat dan tentunya akan terjadi dayatarik yang lebih
banyak antara “ion” dan “lautan”. Atom-atom magnesium
memiliki jari-jari yang sedikit lebih kecil dibandingkan atom-atom
natrium dan karena itu elektron yang terdelokalisasi lebih dekat
ke inti. Tiap atom magnesium juga memiliki 12 atom terdekat
Dibandingkan delapan yang dimiliki natrium. Faktor-faktor inilah
yang meningkatkan kekuatan ikatan secara lebih lanjut.
3. Ikatan Logam pada Unsur Transisi
Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik
didih yang tinggi. Alasannya adalah logam transisi dapat
melibatkan elektron 3d yang ada dalam kondisi delokalisasi
seperti elektron pada 4s. Lebih banyak elektron yang dapat di
libatkan, kecenderungan daya tarik yang lebih kuat.

4. Ikatan Logam pada Leburan Logam
Pada leburan logam, ikatan logam tetap ada, meskipun
susunan strukturnya telah rusak. Ikatan logam tidak
sepenuhnya putus sampai logam mendidih. Hal ini
berarti bahwa titik didih merupakan penunjuk kekuatan
ikatan logam dibandingkan dengan titik leleh. Pada saat
meleleh, ikatan menjadi longgar tetapi tidak putus
Ikatan  pada  logam

Ikatan pada logam

  • 2.
    Ikatan logam adalahikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom-atom logam. Logam memiliki sedikit elektron valensi dan Memiliki elektronegativitas yang rendah. Semua jenis logam cenderung melepaskan elektron terluarnya sehingga membentuk ion dan atom positif atau kation logam.
  • 3.
    1. Ikatan LogamNatrium Logam cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi, sehingga memberikan kesan kuatnya ikatan yang terjadi antara atomatomnya. Secara rata-rata logam seperti natrium memiliki titik leleh mencapai 97.8°C, dengan meleleh pada suhu yang sangat jauh lebih tinggi dibanding unsur (neon) yang mendahuluinya pada tabel periodik.
  • 4.
    2. Ikatan LogamMagnesium Ikatan logam magnesium lebih kuat dan titik leleh juga lebih tinggi. Magnesium memiliki struktur elektronik terluar 3s2. Diantara elektro-elektronnya terjadi delokalisasi, karena itu “lautan” yang ada memiliki kerapatan dua kali lipat daripada yang terdapat pada natrium. Sisa “ion” juga memiliki muatan dua kali lipat dan tentunya akan terjadi dayatarik yang lebih banyak antara “ion” dan “lautan”. Atom-atom magnesium memiliki jari-jari yang sedikit lebih kecil dibandingkan atom-atom natrium dan karena itu elektron yang terdelokalisasi lebih dekat ke inti. Tiap atom magnesium juga memiliki 12 atom terdekat Dibandingkan delapan yang dimiliki natrium. Faktor-faktor inilah yang meningkatkan kekuatan ikatan secara lebih lanjut.
  • 5.
    3. Ikatan Logampada Unsur Transisi Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Alasannya adalah logam transisi dapat melibatkan elektron 3d yang ada dalam kondisi delokalisasi seperti elektron pada 4s. Lebih banyak elektron yang dapat di libatkan, kecenderungan daya tarik yang lebih kuat. 4. Ikatan Logam pada Leburan Logam Pada leburan logam, ikatan logam tetap ada, meskipun susunan strukturnya telah rusak. Ikatan logam tidak sepenuhnya putus sampai logam mendidih. Hal ini berarti bahwa titik didih merupakan penunjuk kekuatan ikatan logam dibandingkan dengan titik leleh. Pada saat meleleh, ikatan menjadi longgar tetapi tidak putus