IBU HAMIL BERESIKO
Siska Ariska ( C1AA14111 )
Siti Nurfitri U. ( C1AA14113 )
Latar belakang
Tingginya anemia yang menimpa ibu hamil memberikan dampak
negative terhadap janin yang di kandung ibu dalam kehamilan,
persalinan maupun nifas yang di antaranya akan lahir janin dengan
berat badan lahir rendah (BBLR), partus premature, abortus,
pendarahan post partum, partus lama dan syok. ( Sarwono
Prawirohardjo, 2005 hal. 450 ).
Karena banyak fakta yang menyatakan bahwa penyakit anemia
banyak diderita ibu hamil yang berusia diatas 35 tahun, itu akan lebih
beresiko tinggi mengalami penyakit anemia. Untuk itu , kami
menyajikan data tentang ibu hamil yang menderita anemia.
PENGERTIAN ANEMIA
• Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau
hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah
berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin
yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan
mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
JENIS-JENIS DAN PENYEBAB ANEMIA
PADA IBU HAMIL
Jenis-jenis anemia pada ibu hamil :
1. Anemia defisiensi vitamin B12
2. Anemia defisiensi zat besi
3. Anemia defisiensi folat
Penyebab anemia pada ibu hamil :
Penyebab anemia pada ibu hamil adalah menurunnya hemoglobin dalam darah.
Hemoglobin memiliki peranan penting dalam transportasi oksigen ke dalam jaringan
tubuh. Selama masa kehamilan akan terjadi sebuah peningkatan volume darah, hal
inilah yang bisa membuat hemoglobin dalam darah menurun. Sedangkan tuntutan
dari perkembangan janin akan membuat kebutuhan zat besi dalam tubuh menjadi
meningkat.
GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL
Beberapa gejala anemia pada ibu hamil seperti :
Gejala anemia pada ibu hamil antara lain kulit, bibir dan kuku akan terlihat pucat.
Kepala terasa pusing yang disebabkan kurangnya oksigen yang dapat dibawa ke
seluruh jaringan tubuh.
Merasakan sesak nafas saat melakukan kegiatan sehari-hari karena kurangnya
oksigen dalam tubuh
Mudah terasa lelah, disebabkan kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan
turunnya kekebalan pada tubuh
Detak jantung yang cepat dan berdebar tidak beraturan yang disebabkan
kekurangan oksigen dalam tubuh
Merasa mual dan rambut mudah rontok
PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil
diantaranya :
Konsumsilah suplemen zat besi,suplemen asam folat dan atau
suplemen vitamin B2
Konsultasikan kepada dokter mengenai porsi makanan yang dapat
dikonsumsi selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia
seperti daging merah, sayuran, telur, buah-buahan dan lain-lain.
Lakukan pemerikasaan darah unutk melihat hemoglobin dan kadar
hematokrit sehingga dapat diketahui apa ibu mengalami anemia
sehingga dapat melakukan penanganan dini.
TABEL DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014
Sumber : Puskesmas Purabaya
DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014
USIA PENDERITA
JUMLAH PENDERITA
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
< 35 2 2 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3
> 35 3 4 5 5 3 4 4 5 4 5 5 6
JUMLAH
5 6 8 9 3 8 7 8 6 9 8 9
TABEL DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA
2014
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
JUMLAH PENDERITA
DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014
< 35 TAHUN > 35 TAHUN
KESIMPULAN
Dari data tersebut disimpulkan bahwa ibu hamil berusia diatas 35 tahun
sangat beresiko tinggi terkena anemia.
Dari tabel dan grafik tersebut ibu hamil usia lebih dari 35 tahun beresiko
terkena anemia lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang
berusia dibawah 35 tahun.
Anemia pada ibu hamil terjadi karena adanya peningkatan jumlah
plasma dan eritrosit. Peningkatan plasma sebanyak tiga kali pada
jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan perbandingan
hemoglobin-hematokrit sehingga akan meningkatkan risiko anemia
fisiologis pada saat hamil.
SUMBER
• Puskesmas Purabaya
• http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/05/gejala-anemia-penyebab-faktor-risiko.html
• http://pondokibu.com/penyebab-anemia-yang-terjadi-pada-ibu-hamil.html

Ibu Hamil Beresiko Anemia

  • 1.
    IBU HAMIL BERESIKO SiskaAriska ( C1AA14111 ) Siti Nurfitri U. ( C1AA14113 )
  • 2.
    Latar belakang Tingginya anemiayang menimpa ibu hamil memberikan dampak negative terhadap janin yang di kandung ibu dalam kehamilan, persalinan maupun nifas yang di antaranya akan lahir janin dengan berat badan lahir rendah (BBLR), partus premature, abortus, pendarahan post partum, partus lama dan syok. ( Sarwono Prawirohardjo, 2005 hal. 450 ). Karena banyak fakta yang menyatakan bahwa penyakit anemia banyak diderita ibu hamil yang berusia diatas 35 tahun, itu akan lebih beresiko tinggi mengalami penyakit anemia. Untuk itu , kami menyajikan data tentang ibu hamil yang menderita anemia.
  • 3.
    PENGERTIAN ANEMIA • Anemiaadalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
  • 4.
    JENIS-JENIS DAN PENYEBABANEMIA PADA IBU HAMIL Jenis-jenis anemia pada ibu hamil : 1. Anemia defisiensi vitamin B12 2. Anemia defisiensi zat besi 3. Anemia defisiensi folat Penyebab anemia pada ibu hamil : Penyebab anemia pada ibu hamil adalah menurunnya hemoglobin dalam darah. Hemoglobin memiliki peranan penting dalam transportasi oksigen ke dalam jaringan tubuh. Selama masa kehamilan akan terjadi sebuah peningkatan volume darah, hal inilah yang bisa membuat hemoglobin dalam darah menurun. Sedangkan tuntutan dari perkembangan janin akan membuat kebutuhan zat besi dalam tubuh menjadi meningkat.
  • 5.
    GEJALA ANEMIA PADAIBU HAMIL Beberapa gejala anemia pada ibu hamil seperti : Gejala anemia pada ibu hamil antara lain kulit, bibir dan kuku akan terlihat pucat. Kepala terasa pusing yang disebabkan kurangnya oksigen yang dapat dibawa ke seluruh jaringan tubuh. Merasakan sesak nafas saat melakukan kegiatan sehari-hari karena kurangnya oksigen dalam tubuh Mudah terasa lelah, disebabkan kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan turunnya kekebalan pada tubuh Detak jantung yang cepat dan berdebar tidak beraturan yang disebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh Merasa mual dan rambut mudah rontok
  • 6.
    PENCEGAHAN ANEMIA PADAIBU HAMIL Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil diantaranya : Konsumsilah suplemen zat besi,suplemen asam folat dan atau suplemen vitamin B2 Konsultasikan kepada dokter mengenai porsi makanan yang dapat dikonsumsi selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia seperti daging merah, sayuran, telur, buah-buahan dan lain-lain. Lakukan pemerikasaan darah unutk melihat hemoglobin dan kadar hematokrit sehingga dapat diketahui apa ibu mengalami anemia sehingga dapat melakukan penanganan dini.
  • 7.
    TABEL DATA IBUHAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014 Sumber : Puskesmas Purabaya DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014 USIA PENDERITA JUMLAH PENDERITA JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER < 35 2 2 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 > 35 3 4 5 5 3 4 4 5 4 5 5 6 JUMLAH 5 6 8 9 3 8 7 8 6 9 8 9
  • 8.
    TABEL DATA IBUHAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH PENDERITA DATA IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA 2014 < 35 TAHUN > 35 TAHUN
  • 9.
    KESIMPULAN Dari data tersebutdisimpulkan bahwa ibu hamil berusia diatas 35 tahun sangat beresiko tinggi terkena anemia. Dari tabel dan grafik tersebut ibu hamil usia lebih dari 35 tahun beresiko terkena anemia lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang berusia dibawah 35 tahun. Anemia pada ibu hamil terjadi karena adanya peningkatan jumlah plasma dan eritrosit. Peningkatan plasma sebanyak tiga kali pada jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan perbandingan hemoglobin-hematokrit sehingga akan meningkatkan risiko anemia fisiologis pada saat hamil.
  • 10.
    SUMBER • Puskesmas Purabaya •http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/05/gejala-anemia-penyebab-faktor-risiko.html • http://pondokibu.com/penyebab-anemia-yang-terjadi-pada-ibu-hamil.html