Disusun Oleh: 
Kelompok 7 
Nama Anggota : 
1. Nova Rizky Inrawati 
2. Nova Susila 
3. Nindy Mandasari 
4. Radha Erija
Kata Pengantar 
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat, karunia, dan 
petunjuk-Nya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Hukum Internasional”. 
Kami berterimakasih kepada orang tua dan teman-teman kami atas support, dan motivasi 
yang telah mereka berikan sehingga kami tidak berputus asa dan tetap semangat untuk menyusun 
makalah ini. Terima kasih juga kepada Allah S.W.T dan Guru Pembimbing kami. 
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kesempurnaan. Sehingga, kami 
akan dengan senang hati menerima kritik saran yang membangun guna kesempurnaan makalah 
kami ini. 
Akhir kata, kami berharap makalah kami ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan 
berguna untuk kedepannya. 
Baturaja, Mei 2014
Abstrak Penulisan : 
Hukum Internasional adalah hukum yang berlaku di dua Negara atau lebih yang mengatur 
tentang aktivitas berskala Internasional. Hukum Internasional merupakan hukum antar Negara 
atau antar bangsa yang menunjukkan pada kompleks asas dan keedah yang mengatur hubungan 
antar masyarakat bangsa-bangsa atau Negara.
Daftar Isi : 
Halaman 
Judul.........................................................................................................i 
Kata Pengantar.........................................................................................ii 
Abstrak Penulisan.....................................................................................iii 
Daftar Isi..................................................................................................iv 
Bab I : PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................1 
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................1 
1.3 Tujuan Peulisan..................................................................................1 
1.4 Manfaat Penulisan..............................................................................1 
BAB II : LANDASAN TEORI 
2.1 Pengertian Hukum Internasional........................................................2 
2.2 Hukum Publik dan Hukum Perdata...................................................2 
2.3 Bentuk Hukum Internasional.............................................................2 
2.4 Masyarakt dan Hukum Internasional.................................................3 
2.5 Tokoh – Tokoh Hukum Internasional................................................3 
BAB III : METODOLOGI PENGUMPULAN DATA 
3.1 Teknik Penulisan.............................................................................4 
BAB IV : PEMBAHASAN 
4.1Pertanyaan dari Audience.................................................................5 
4.2 Jawaban Pertanyaan.........................................................................5 
BAB V : PENUTUP 
5.1. Simpulan.......................................................................................6 
5.2 Saran...............................................................................................6 
DAFTAR PUSTAKA........................................................................7
BAB 1 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang Masalah 
Saat ini, pendidikan kewarganegaraan menjadi salah satu hal penting yang dapat 
mengingatkan dan membuka pemikiran para siswa mengenai negara Indonesia. Terutama sekali 
di bidang hukum dan perundang-undangannya. Untuk itulah kami mengangkat tema Hukum 
internasional karena menurut kami hal ini diperlukan sebagai sarana pembelajaran. 
1.2 Rumusan Masalah 
Adapun rumusan masalah yang akan kami utarakan dalam pembahasan makalah kimia 
kami ini, yaitu sebagai berikut : 
1. Apakah pengertian Hukum Internasional? 
2. Apakah jenis-jenis Hukum Internasional? 
3. Apakah fungsi Hukum Internasional? 
1.3 Tujuan Peulisan 
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai sarana informasi tertulis yang ilmu 
pengetahuannya dapat dibaca bagi siapapun yang membutuhkannya. Selain itu, dengan makalah 
ini juga kami berharap agar teman-teman sekalian dapat memahami arti penting dari hukum 
internasional serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 
1.4 Manfaat Penulisan 
Mafaat penulisan dari makalah ini agar penulis dan pembaca dapat mengetahui informasi 
mengenai hukum internasional. Selain itu juga untuk membangun kreatifitas siswa dalam 
mengembangkan pemikirannya melalui tuliasan berupa makalah ini.
BAB II 
LANDASAN TEORI 
2.1 Pengertian Hukum Internasional 
Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas 
berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan 
hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin 
kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur 
dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan 
individu. 
Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum 
antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan 
hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau 
hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan 
antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. 
Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri 
atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing berdiri sendiri yang 
satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara 
anggota masyarakat internasional yang sederajat. 
2.2 Hukum Publik dan Hukum Perdata 
Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. Hukum 
Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata 
yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para 
pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan. 
Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur 
hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan 
bersifat perdata. 
Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi 
batas negara(internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya 
(obyeknya). 
2.3 Bentuk Hukum Internasional 
Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang 
khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu : 
a. Hukum Internasional Regional 
Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum 
Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan 
konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang 
mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.
b. Hukum Internasional Khusus 
Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara 
tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf 
perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. 
Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan. 
Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan 
atau persoalan yang melintasi batas negara antara: 
1. negara dengan negara 
2. negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu 
sama lain. 
2.4 Masyarakat dan Hukum Internasional 
 Adanya masyarakat-masyarakat Internasional sebagai landasan sosiologis hukum 
internasional. 
1. Adanya suatu masyarakat Internasional. Adanya masyarakat internasional ditunjukkan 
adanya hubungan yang terdapat antara anggota masyarakat internasional, karena adanya 
kebutuhan yang disebabkan antara lain oleh pembagian kekayaan dan perkembangan 
industri yang tidak merata di dunia seperti adanya perniagaan atau pula hubungan di 
lapangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, keagamaan, sosial dan olah raga mengakibatkan 
timbulnya kepentingan untuk memelihara dan mengatur hubungan bersama merupakan 
suatu kepentingan bersama. Untuk menertibkan, mengatur dan memelihara hubungan 
Internasional inilah dibutuhkan hukum dunia menjamin unsur kepastian yang diperlukan 
dalam setiap hubungan yang teratur. Masyarakat Internasional pada hakekatnya adalah 
hubungan kehidupan antar manusia dan merupakan suatu kompleks kehidupan bersama 
yang terdiri dari aneka ragam masyarakat yang menjalin dengan erat. 
2. Asas hukum yang bersamaan sebagai unsur masyarakat hukum internasional. Suatu 
kumpulan bangsa untuk dapat benar-benar dikatakan suatu masyarakat Hukum 
Internasional harus ada unsur pengikat yaitu adanya asas kesamaan hukum antara bangsa-bangsa 
di dunia ini. Betapapun berlainan wujudnya hukum positif yang berlaku di tiap-tiap 
negara tanpa adanya suatu masyarakat hukum bangsa-bangsa merupakan hukum alam 
(naturerech) yang mengharuskan bangsa-bangsa di dunia hidup berdampingan secara 
damai dapat dikembalikan pada akal manusia (ratio) dan naluri untuk mempertahankan 
jenisnya. 
 Kedaulatan Negara : Hakekat dan Fungsinya Dalam Masyarakat Internasional. 
Negara dikatakan berdaulat (sovereian) karena kedaulatan merupakan suatu sifat atau ciri 
hakiki negara. Negara berdaulat berarti negara itu mempunyai kekuasaan tertentu. Negara itu 
tidak mengakui suatu kekuasaan yang lebih tinggi daripada kekuasaannya sendiri dan 
mengandung 2 (dua) pembatasan penting dalam dirinya: 
1. Kekuasaan itu berakhir dimana kekuasaan suatu negara lain mulai. 
2. Kekuasaan itu terbatas pada batas wilayah negara yang memiliki kekuasaan itu. 
Konsep kedaulatan, kemerdekaan dan kesamaan derajat tidak bertentangan satu dengan 
lain bahkan merupakan perwujudan dan pelaksanaan pengertian kedaulatan dalam arti wajar dan 
sebagai syarat mutlak bagi terciptanya suatu masyarakat Internasional yang teratur.
 Masyarakat Internasional dalam peralihan: perubahan-perubahan dalam peta bumi politik, 
kemajuan teknologi dan struktur masyarakat internasional. 
Masyarakat Internasional mengalami berbagai perubahan yang besar dan pokok ialah 
perbaikan peta bumi politik yang terjadi terutama setelah Perang Dunia II. Proses ini sudah 
dimulai pada permulaan abad XX mengubah pola kekuasaan politik di dunia. Timbulnya negara-negara 
baru yang merdeka, berdaulat dan sama derajatnya satu dengan yang lain terutama 
sesudah Perang Dunia 
 Perubahan Kedua ialah kemajuan teknologi. 
Kemajuan teknologi berbagai alat perhubungan menambah mudahnya perhubungan yang 
melintasi batas negara. 
Perkembangan golongan ialah timbulnya berbagai organisasi atau lembaga internasional 
yang mempunyai eksistensi terlepas dari negara-negara dan adanya perkembangan yang 
memberikan kompetensi hukum kepada para individu. Kedua gejala ini menunjukkan bahwa 
disamping mulai terlaksananya suatu masyarakat internasional dalam arti yang benar dan efektif 
berdasarkan asas kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat antar negara sehingga dengan 
demikian terjelma Hukum Internasional sebagai hukum koordinasi, timbul suatu komplek kaedah 
yang lebih memperlihatkan ciri-ciri hukum subordinasi. 
2.5 Tokoh – tokoh Hukum Internasional 
 Hugo Grotius mendasarkan sistem hukum Internasional atas berlakunya hukum alam. 
Hukum alam telah dilepaskan dari pengaruh keagamaan dan kegerejaan. Banyak 
didasarkan atas praktik negara dan perjanjian negara sebagai sumber Hukum Internasional 
disamping hukum alam yang diilhami oleh akal manusia, sehingga disebut Bapak Hukum 
Internasional. 
 Fransisco Vittoria (biarawan Dominikan – berkebangsaan Spanyol Abad XIV menulis 
buku Relectio de Indis mengenai hubungan Spanyol dan Portugis dengan orang Indian di 
AS. Bahwa negara dalam tingkah lakunya tidak bisa bertindak sekehendak hatinya. Maka 
hukum bangsa-bangsa ia namakan ius intergentes. 
 Fransisco Suarez (Yesuit) menulis De legibius ae Deo legislatore (on laws and God as 
legislator) mengemukakan adanya suatu hukum atau kaedah obyektif yang harus dituruti 
oleh negara-negara dalam hubungan antara mereka. 
 Balthazer Ayala (1548-1584) dan Alberico Gentilis mendasarkan ajaran mereka atas 
falsafah keagamaan atau tidak ada pemisahan antara hukum, etika dan teologi.
BAB III 
METODOLOGI PENGUMPULAN DATA 
3.1 Merode Literatur 
Pengumpulan data penunjang yang dilakukan dengan pengambilan data – data dari 
buku mekanikal teknik mengenai kekuatan bahan dan buku mengenai tegangan dari ,dan dari 
internet yang digunakan sebagai landasan teori dalam penulisan laporan ini.
BAB IV 
PEMBAHASAN 
4.1 Pertanyaan dari Audience 
1. Sebutkan contoh kebiasaan-kebiasaan internasiaonal yang terbukti dalam praktik umum 
sebagai hukum? 
2. Jelaskan mengapa hukum internasional penting? 
3. Berikan contoh hukum perdata internasional? 
4. Negara yang diyakini sebagai subjek hukum internasional adalah? 
5. Apakah yang melatarbelakangi sumber hukum internasional? 
6. Apa maksud yang melatarbelakangi kejahatan terhadap kemanusiaan sebagai objek 
hukum internasional? 
7. apa yang dimaksud dengan kekuatan ektrateriorial? 
4.2 Jawaban dari pertanyaan 
1. Kebiasaan Internasional adalah kebiasaan yang berlaku dalam praktikumum dalam 
lingkup Internasionaldan telah diterima ssebagai hukum. Contohnya: penyambutan tamu 
di negara-negara lain dan ketentuan yang mengharuskan pemasangan lampu bagi kapal-kapal 
yang berlayar pada malam hari di laut bebas untuk menghindari tabrakan. 
2. Karena hukum internasinal adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa , dan 
hukum antarnegara. 
3. Contohnya seperti TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang warga Indonesia berkerja di 
Negara lain. 
4. Negara Vertikan, karena negara ini memiliki wilayah kedaulatan seluas sebuh kompleks 
besar yang dipimpinoleh seorang paus. 
5. Sumber Hukum Internasional dilatar belakangi oleh : 
Sumber hukum Material adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum 
suatu negara. Sedangkan Sumber Hukum Formal adalah sumber dari mana kita 
mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. 
6. Adalah bentuk kejahatan terhadap hak asasi manusia yang terjadi secara masal dan meluas 
dengan cara yang tida berprikemanusian. 
7. Artinya, hukum dari negara tersebut tetap berlaku juga bagi warga negara, walaupun 
berada di negara asing.
BAB V 
PENUTUP 
5.1 Simpulan 
Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum 
antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan 
hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau 
hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan 
antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. 
5.2 Saran 
Saran kami, sebagai warga negara yang baik seharusnya kita dapat memahami dan 
mengerti arti dari hukum internasional. Kehidupan kita di dunia tidak pernah lepas dari hukum. 
Jadi sebaiknya kita menaati dan melakukan erbuatan yang tidak merugikan hukum.
Daftar Pustaka : 
Buku: 
Chotib, dkk..2007.Kewarganegaraan 2 : Menuju Masyarakat Madani.Jakarta:Yudhistira. 
Suparyanto,Yudi.2013.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI Semester 
2.Klaten:Intan Pariwara. 
Internet: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional 
http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/08/pengertian-hukum- internasional.html

hukum internasional

  • 1.
    Disusun Oleh: Kelompok7 Nama Anggota : 1. Nova Rizky Inrawati 2. Nova Susila 3. Nindy Mandasari 4. Radha Erija
  • 2.
    Kata Pengantar Pujisyukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Hukum Internasional”. Kami berterimakasih kepada orang tua dan teman-teman kami atas support, dan motivasi yang telah mereka berikan sehingga kami tidak berputus asa dan tetap semangat untuk menyusun makalah ini. Terima kasih juga kepada Allah S.W.T dan Guru Pembimbing kami. Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kesempurnaan. Sehingga, kami akan dengan senang hati menerima kritik saran yang membangun guna kesempurnaan makalah kami ini. Akhir kata, kami berharap makalah kami ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan berguna untuk kedepannya. Baturaja, Mei 2014
  • 3.
    Abstrak Penulisan : Hukum Internasional adalah hukum yang berlaku di dua Negara atau lebih yang mengatur tentang aktivitas berskala Internasional. Hukum Internasional merupakan hukum antar Negara atau antar bangsa yang menunjukkan pada kompleks asas dan keedah yang mengatur hubungan antar masyarakat bangsa-bangsa atau Negara.
  • 4.
    Daftar Isi : Halaman Judul.........................................................................................................i Kata Pengantar.........................................................................................ii Abstrak Penulisan.....................................................................................iii Daftar Isi..................................................................................................iv Bab I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................1 1.2 Rumusan Masalah..............................................................................1 1.3 Tujuan Peulisan..................................................................................1 1.4 Manfaat Penulisan..............................................................................1 BAB II : LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Hukum Internasional........................................................2 2.2 Hukum Publik dan Hukum Perdata...................................................2 2.3 Bentuk Hukum Internasional.............................................................2 2.4 Masyarakt dan Hukum Internasional.................................................3 2.5 Tokoh – Tokoh Hukum Internasional................................................3 BAB III : METODOLOGI PENGUMPULAN DATA 3.1 Teknik Penulisan.............................................................................4 BAB IV : PEMBAHASAN 4.1Pertanyaan dari Audience.................................................................5 4.2 Jawaban Pertanyaan.........................................................................5 BAB V : PENUTUP 5.1. Simpulan.......................................................................................6 5.2 Saran...............................................................................................6 DAFTAR PUSTAKA........................................................................7
  • 5.
    BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini, pendidikan kewarganegaraan menjadi salah satu hal penting yang dapat mengingatkan dan membuka pemikiran para siswa mengenai negara Indonesia. Terutama sekali di bidang hukum dan perundang-undangannya. Untuk itulah kami mengangkat tema Hukum internasional karena menurut kami hal ini diperlukan sebagai sarana pembelajaran. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan kami utarakan dalam pembahasan makalah kimia kami ini, yaitu sebagai berikut : 1. Apakah pengertian Hukum Internasional? 2. Apakah jenis-jenis Hukum Internasional? 3. Apakah fungsi Hukum Internasional? 1.3 Tujuan Peulisan Tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai sarana informasi tertulis yang ilmu pengetahuannya dapat dibaca bagi siapapun yang membutuhkannya. Selain itu, dengan makalah ini juga kami berharap agar teman-teman sekalian dapat memahami arti penting dari hukum internasional serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 1.4 Manfaat Penulisan Mafaat penulisan dari makalah ini agar penulis dan pembaca dapat mengetahui informasi mengenai hukum internasional. Selain itu juga untuk membangun kreatifitas siswa dalam mengembangkan pemikirannya melalui tuliasan berupa makalah ini.
  • 6.
    BAB II LANDASANTEORI 2.1 Pengertian Hukum Internasional Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu. Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing berdiri sendiri yang satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara anggota masyarakat internasional yang sederajat. 2.2 Hukum Publik dan Hukum Perdata Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. Hukum Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan. Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (obyeknya). 2.3 Bentuk Hukum Internasional Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu : a. Hukum Internasional Regional Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.
  • 7.
    b. Hukum InternasionalKhusus Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan. Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara: 1. negara dengan negara 2. negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain. 2.4 Masyarakat dan Hukum Internasional  Adanya masyarakat-masyarakat Internasional sebagai landasan sosiologis hukum internasional. 1. Adanya suatu masyarakat Internasional. Adanya masyarakat internasional ditunjukkan adanya hubungan yang terdapat antara anggota masyarakat internasional, karena adanya kebutuhan yang disebabkan antara lain oleh pembagian kekayaan dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia seperti adanya perniagaan atau pula hubungan di lapangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, keagamaan, sosial dan olah raga mengakibatkan timbulnya kepentingan untuk memelihara dan mengatur hubungan bersama merupakan suatu kepentingan bersama. Untuk menertibkan, mengatur dan memelihara hubungan Internasional inilah dibutuhkan hukum dunia menjamin unsur kepastian yang diperlukan dalam setiap hubungan yang teratur. Masyarakat Internasional pada hakekatnya adalah hubungan kehidupan antar manusia dan merupakan suatu kompleks kehidupan bersama yang terdiri dari aneka ragam masyarakat yang menjalin dengan erat. 2. Asas hukum yang bersamaan sebagai unsur masyarakat hukum internasional. Suatu kumpulan bangsa untuk dapat benar-benar dikatakan suatu masyarakat Hukum Internasional harus ada unsur pengikat yaitu adanya asas kesamaan hukum antara bangsa-bangsa di dunia ini. Betapapun berlainan wujudnya hukum positif yang berlaku di tiap-tiap negara tanpa adanya suatu masyarakat hukum bangsa-bangsa merupakan hukum alam (naturerech) yang mengharuskan bangsa-bangsa di dunia hidup berdampingan secara damai dapat dikembalikan pada akal manusia (ratio) dan naluri untuk mempertahankan jenisnya.  Kedaulatan Negara : Hakekat dan Fungsinya Dalam Masyarakat Internasional. Negara dikatakan berdaulat (sovereian) karena kedaulatan merupakan suatu sifat atau ciri hakiki negara. Negara berdaulat berarti negara itu mempunyai kekuasaan tertentu. Negara itu tidak mengakui suatu kekuasaan yang lebih tinggi daripada kekuasaannya sendiri dan mengandung 2 (dua) pembatasan penting dalam dirinya: 1. Kekuasaan itu berakhir dimana kekuasaan suatu negara lain mulai. 2. Kekuasaan itu terbatas pada batas wilayah negara yang memiliki kekuasaan itu. Konsep kedaulatan, kemerdekaan dan kesamaan derajat tidak bertentangan satu dengan lain bahkan merupakan perwujudan dan pelaksanaan pengertian kedaulatan dalam arti wajar dan sebagai syarat mutlak bagi terciptanya suatu masyarakat Internasional yang teratur.
  • 8.
     Masyarakat Internasionaldalam peralihan: perubahan-perubahan dalam peta bumi politik, kemajuan teknologi dan struktur masyarakat internasional. Masyarakat Internasional mengalami berbagai perubahan yang besar dan pokok ialah perbaikan peta bumi politik yang terjadi terutama setelah Perang Dunia II. Proses ini sudah dimulai pada permulaan abad XX mengubah pola kekuasaan politik di dunia. Timbulnya negara-negara baru yang merdeka, berdaulat dan sama derajatnya satu dengan yang lain terutama sesudah Perang Dunia  Perubahan Kedua ialah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi berbagai alat perhubungan menambah mudahnya perhubungan yang melintasi batas negara. Perkembangan golongan ialah timbulnya berbagai organisasi atau lembaga internasional yang mempunyai eksistensi terlepas dari negara-negara dan adanya perkembangan yang memberikan kompetensi hukum kepada para individu. Kedua gejala ini menunjukkan bahwa disamping mulai terlaksananya suatu masyarakat internasional dalam arti yang benar dan efektif berdasarkan asas kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat antar negara sehingga dengan demikian terjelma Hukum Internasional sebagai hukum koordinasi, timbul suatu komplek kaedah yang lebih memperlihatkan ciri-ciri hukum subordinasi. 2.5 Tokoh – tokoh Hukum Internasional  Hugo Grotius mendasarkan sistem hukum Internasional atas berlakunya hukum alam. Hukum alam telah dilepaskan dari pengaruh keagamaan dan kegerejaan. Banyak didasarkan atas praktik negara dan perjanjian negara sebagai sumber Hukum Internasional disamping hukum alam yang diilhami oleh akal manusia, sehingga disebut Bapak Hukum Internasional.  Fransisco Vittoria (biarawan Dominikan – berkebangsaan Spanyol Abad XIV menulis buku Relectio de Indis mengenai hubungan Spanyol dan Portugis dengan orang Indian di AS. Bahwa negara dalam tingkah lakunya tidak bisa bertindak sekehendak hatinya. Maka hukum bangsa-bangsa ia namakan ius intergentes.  Fransisco Suarez (Yesuit) menulis De legibius ae Deo legislatore (on laws and God as legislator) mengemukakan adanya suatu hukum atau kaedah obyektif yang harus dituruti oleh negara-negara dalam hubungan antara mereka.  Balthazer Ayala (1548-1584) dan Alberico Gentilis mendasarkan ajaran mereka atas falsafah keagamaan atau tidak ada pemisahan antara hukum, etika dan teologi.
  • 9.
    BAB III METODOLOGIPENGUMPULAN DATA 3.1 Merode Literatur Pengumpulan data penunjang yang dilakukan dengan pengambilan data – data dari buku mekanikal teknik mengenai kekuatan bahan dan buku mengenai tegangan dari ,dan dari internet yang digunakan sebagai landasan teori dalam penulisan laporan ini.
  • 10.
    BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pertanyaan dari Audience 1. Sebutkan contoh kebiasaan-kebiasaan internasiaonal yang terbukti dalam praktik umum sebagai hukum? 2. Jelaskan mengapa hukum internasional penting? 3. Berikan contoh hukum perdata internasional? 4. Negara yang diyakini sebagai subjek hukum internasional adalah? 5. Apakah yang melatarbelakangi sumber hukum internasional? 6. Apa maksud yang melatarbelakangi kejahatan terhadap kemanusiaan sebagai objek hukum internasional? 7. apa yang dimaksud dengan kekuatan ektrateriorial? 4.2 Jawaban dari pertanyaan 1. Kebiasaan Internasional adalah kebiasaan yang berlaku dalam praktikumum dalam lingkup Internasionaldan telah diterima ssebagai hukum. Contohnya: penyambutan tamu di negara-negara lain dan ketentuan yang mengharuskan pemasangan lampu bagi kapal-kapal yang berlayar pada malam hari di laut bebas untuk menghindari tabrakan. 2. Karena hukum internasinal adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa , dan hukum antarnegara. 3. Contohnya seperti TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang warga Indonesia berkerja di Negara lain. 4. Negara Vertikan, karena negara ini memiliki wilayah kedaulatan seluas sebuh kompleks besar yang dipimpinoleh seorang paus. 5. Sumber Hukum Internasional dilatar belakangi oleh : Sumber hukum Material adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. Sedangkan Sumber Hukum Formal adalah sumber dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. 6. Adalah bentuk kejahatan terhadap hak asasi manusia yang terjadi secara masal dan meluas dengan cara yang tida berprikemanusian. 7. Artinya, hukum dari negara tersebut tetap berlaku juga bagi warga negara, walaupun berada di negara asing.
  • 11.
    BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. 5.2 Saran Saran kami, sebagai warga negara yang baik seharusnya kita dapat memahami dan mengerti arti dari hukum internasional. Kehidupan kita di dunia tidak pernah lepas dari hukum. Jadi sebaiknya kita menaati dan melakukan erbuatan yang tidak merugikan hukum.
  • 12.
    Daftar Pustaka : Buku: Chotib, dkk..2007.Kewarganegaraan 2 : Menuju Masyarakat Madani.Jakarta:Yudhistira. Suparyanto,Yudi.2013.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI Semester 2.Klaten:Intan Pariwara. Internet: http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_internasional http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/08/pengertian-hukum- internasional.html