1
Hukum Adat Minangkabau
Wajib PK Hukum Kemasyarakatan
2 SKS
Fakultas Hukum
Universitas Andalas
P a d a n g
Bachtiar Abna, SH.MH
Tujuan Instruksional UmumTujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau ,Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau ,
mahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakatmahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakat
Minangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda denganMinangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda dengan
masyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatanmasyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatan
Matrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiMatrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni FakultasKitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni Fakultas
Hukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampuHukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampu
menangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabaumenangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabau
secara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adatsecara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adat
Minangkabau.Minangkabau.
2
3
Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan
1.1. PendahuluanPendahuluan A.A. Asal usul dari nama MinangkabauAsal usul dari nama Minangkabau
B.B. Sejarah ringkas MinangkabauSejarah ringkas Minangkabau
C.C. Pengertian Minangkabau dan MasyarakatPengertian Minangkabau dan Masyarakat
MinangkabauMinangkabau
D.D. Hukum,Hukum, Adat, Hukum Adat dan Hk AdatAdat, Hukum Adat dan Hk Adat
MinangkabauMinangkabau
2.2. Hukum adat danHukum adat dan
hukum Islamhukum Islam
dalam masya-dalam masya-
rakat Minang-rakat Minang-
kabaukabau
A.A. Pengertian hukum adat MinangkabauPengertian hukum adat Minangkabau
B.B. Pengertian SyarakPengertian Syarak
C.C. Kekuatan berlakunya hukum adat dan syarak diKekuatan berlakunya hukum adat dan syarak di
MinangkabauMinangkabau
3.3. Hukum keke-Hukum keke-
rabatan adatrabatan adat
MinangkabauMinangkabau
A.A. Sistim Matrillineal dalam masyarakat MinangkabauSistim Matrillineal dalam masyarakat Minangkabau
B.B. Suku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukumSuku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukum
adat Geneologisadat Geneologis
C.C. Keadaan suku paruik dan kaum dewasa iniKeadaan suku paruik dan kaum dewasa ini
Garis-garis Besar Perkuliahan
4Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan
4.4. Nagari sebagaiNagari sebagai
masyarakat hu-kummasyarakat hu-kum
adat gene-alogisadat gene-alogis
matrli-nealmatrli-neal tritorialtritorial
A.A. Terbentuknya nagari di MinangkabauTerbentuknya nagari di Minangkabau
B.B. Pengertian nagari sebagai persekutuan hukum adatPengertian nagari sebagai persekutuan hukum adat
C.C. Tipe-tipe nagari di MinangkabauTipe-tipe nagari di Minangkabau
D.D. Nagari sebelum penjajahan BelandaNagari sebelum penjajahan Belanda
E.E. Nagari pada zaman penjajahan BelandaNagari pada zaman penjajahan Belanda
F.F. Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979
G.G. Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999
H.H. Nagari setelah tahun 1999 sampai sekarangNagari setelah tahun 1999 sampai sekarang
5.5. Hukum perkawi-Hukum perkawi-
nan adat Minang-nan adat Minang-
kabaukabau
A.A. Pengertian dan makna perkawinan dalamPengertian dan makna perkawinan dalam
masyarakat Minangkabaumasyarakat Minangkabau
B.B. Sistim perkawinan dalam masyarakat MinangkabauSistim perkawinan dalam masyarakat Minangkabau
C.C. Prosedur pelaksanaan perkawinan di MinangkabauProsedur pelaksanaan perkawinan di Minangkabau
D.D. Perkembangan hak dan kewajiban urang sumando diPerkembangan hak dan kewajiban urang sumando di
MinangkabauMinangkabau
E.E. Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang-Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang-
kabaukabau
5
Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan
6.6. Hukum TanahHukum Tanah
adat Minang-adat Minang-
kabaukabau
A.A. Pengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukumPengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukum
adat Minagkabauadat Minagkabau
B.B. Jenis jenis hak atas tanahJenis jenis hak atas tanah
C.C. Transaksi tanahTransaksi tanah
D.D. Transaksi yang berhubungan dengan tanahTransaksi yang berhubungan dengan tanah
E.E. Keadaan hukum pertanahan di MinangkabauKeadaan hukum pertanahan di Minangkabau
dewasa inidewasa ini
7.7. Hukum hartaHukum harta
kekayaan Adatkekayaan Adat
MinangkabaMinangkabauu
A.A. Macam macam kekayaan menurut hukum adatMacam macam kekayaan menurut hukum adat
MinangkabauMinangkabau
B.B. Mengenai sako dan pusakoMengenai sako dan pusako
C.C. Harato bawaan dan harta tepatanHarato bawaan dan harta tepatan
D.D. Harato suwarangHarato suwarang
E.E. Harato pancarianHarato pancarian
8.8. Hukum warisHukum waris
adat Minang-adat Minang-
kabaukabau
A.A. Sistim kewarisan dalam masyarakat MinangkabauSistim kewarisan dalam masyarakat Minangkabau
B.B. Pewarisan sako dan pusakoPewarisan sako dan pusako
C.C. Kedudukan harato suwarangKedudukan harato suwarang
D.D. Pewarisan harato pancarianPewarisan harato pancarian
6
Pokok BahasanPokok Bahasan Sub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan
9.9. Hukum perjanji-Hukum perjanji-
an adat Minang-an adat Minang-
kabaukabau
A.A. Azas perjanjian dalam hukum adat MinangkabauAzas perjanjian dalam hukum adat Minangkabau
B.B. Ssyarat PerjanjianSsyarat Perjanjian
C.C. Jenis jenis perjanjianJenis jenis perjanjian
DAFTAR KEPUSTAKAANDAFTAR KEPUSTAKAAN ::
Amir MSAmir MS Adat MinangkabauAdat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang MinangPola dan Tujuan Hidup Orang Minang
Amir MSAmir MS Masyarakat Adat Minangkabau Terancam PunahMasyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah
Prof. Mr. M.NasrunProf. Mr. M.Nasrun Dasar Falsafah Adat MinangkabauDasar Falsafah Adat Minangkabau
Muchtar NaimMuchtar Naim Menggali hukum tanah dan hukum waris di MinangkabauMenggali hukum tanah dan hukum waris di Minangkabau
Chaidir Ali SHChaidir Ali SH Yurisprudensi Sumatera BaratYurisprudensi Sumatera Barat
Christine DobbinChristine Dobbin Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan PaderiGejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan Paderi
Prof. Dr. Mr. Iskandar KamalProf. Dr. Mr. Iskandar Kamal Sekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau danSekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau dan
Perkembangannya”Perkembangannya”
Prof . Dr. HamkaProf . Dr. Hamka Islam dan Adat MinangkabauIslam dan Adat Minangkabau
M. Rasyid Manggis Dt Rj PanguluM. Rasyid Manggis Dt Rj Pangulu Minangkabau Sejarah Ringkas Dan AdatnyaMinangkabau Sejarah Ringkas Dan Adatnya
Ibrahim . Dt Sanggono DirajoIbrahim . Dt Sanggono Dirajo Curai Paparan Adat MinangkabauCurai Paparan Adat Minangkabau
Zenwen Pador SHZenwen Pador SH Baganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari diBaganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari di
MinangkabauMinangkabau
AA NavisAA Navis Runtuhnya Surau kamiRuntuhnya Surau kami
LC. WestenenkLC. Westenenk De Minangkabausche NagarijDe Minangkabausche Nagarij
Komnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum AdatKomnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum Adat Membangun MasaMembangun Masa
Depan Minangkabau Dari Perspektif HAMDepan Minangkabau Dari Perspektif HAM
Basral Hamidy HarahapBasral Hamidy Harahap Greget Tuanku RaoGreget Tuanku Rao
Schrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah SumbanganSchrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah Sumbangan
BibliografiBibliografi
7
1. Drs . Zuber Usman :1. Drs . Zuber Usman :
Kesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun SriKesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun Sri
Lanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” :Lanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” : Patih GajahPatih Gajah
Mada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa SeekorMada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa Seekor
Kerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatangKerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatang
perdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatangperdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatang
menyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tandukmenyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tanduk
dengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberidengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberi
susu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebutsusu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebut
menyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembusmenyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembus
oleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat ituoleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat itu
orang orang minang bersorak manang kabau, sehinggaorang orang minang bersorak manang kabau, sehingga
disebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnyadisebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnya
berobah jadi Minangkabau.berobah jadi Minangkabau.
Dalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilahDalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilah
minang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tandukminang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tanduk
yang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabauyang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabau
artinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau,artinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau,
kemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunyakemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunya
Legenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri.Legenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri.
8
1. A. Asal Usul Nama Minangkabau1. Pendahuluan
2. Prof Dr Purbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilah2. Prof Dr Purbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilah
Minangkabau berasal dari Minanga Kabawa / MinangaMinangkabau berasal dari Minanga Kabawa / Minanga
Tamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaanTamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaan
minang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muaraminang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muara
sungai.sungai.
3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van Der3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van Der
Tuuk, istilah minangkabau berasal dari MinangkhabuTuuk, istilah minangkabau berasal dari Minangkhabu
yang artinya tanah asalyang artinya tanah asal
4.4. St. M ZeinSt. M Zein : Berpendapat bahwa Minangkabau berasal dari: Berpendapat bahwa Minangkabau berasal dari
kata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat Mkata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat M
Zein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang padaZein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang pada
abad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yangabad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yang
merupakan pelabuhan paling ramai di Sumatramerupakan pelabuhan paling ramai di Sumatra
5.5. Menurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di BaratMenurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di Barat
Palembang : tertulis :Palembang : tertulis : Pada tujuh paro terang bulan yasthaPada tujuh paro terang bulan yastha
enam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas darienam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas dari
minanga tamwan datang bersuka cita membuat kotaminanga tamwan datang bersuka cita membuat kota
Sriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkanSriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkan
kemakmurankemakmuran. Istilah minanga tamwan dalam prasasti itu. Istilah minanga tamwan dalam prasasti itu
adalah untuk menyebutadalah untuk menyebut minangkabau pada enamminangkabau pada enam
ratus lima saka (683 masehi).ratus lima saka (683 masehi).
9
6. Prof Dr. M Husein Nainar6. Prof Dr. M Husein Nainar
Prof Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas MadrasProf Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas Madras
yang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilahyang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilah
minangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yangminangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yang
dipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar didipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar di
dataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilinealdataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilineal
seperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanahseperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanah
mulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinanmulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinan
masyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravidamasyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravida
10
Dari ma titiak palito; di baliak telong nan bataliDari ma titiak palito; di baliak telong nan batali
Dari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang MarapiDari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang Marapi
Prof Dr. Hamka :Prof Dr. Hamka :
1.1. Dalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : KeturunanDalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : Keturunan
Sang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang MahameruSang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang Mahameru
(Palembang) dirajakan di Minangkabau(Palembang) dirajakan di Minangkabau
2.2. Maharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; sepertiMaharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; seperti
halnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah :halnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah :
Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari;Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari;
3.3. Tahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datangTahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datang
utusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulisutusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulis
dalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yaknidalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yakni
Pulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut SumateraPulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut Sumatera
yang berpusat di Palembangyang berpusat di Palembang
4.4. Tahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan MaharajaTahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan Maharaja
sriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agamasriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agama
Budha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri AsramaBudha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri Asrama
Budha yang besar yang dipimpin oleh Demang LebarBudha yang besar yang dipimpin oleh Demang Lebar
11
1. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
5. Tahun 671 : I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yang5. Tahun 671 : I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yang
berdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perangberdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perang
ke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak.ke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak.
6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut Maharaja6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut Maharaja
Palembang itu Maharaja Gunung yang melebarkanPalembang itu Maharaja Gunung yang melebarkan
sayapnya sampai ke India dan Sailon.sayapnya sampai ke India dan Sailon.
7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yang7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yang
berpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat diberpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat di
Jawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya.Jawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya.
Raja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan SumbarRaja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan Sumbar
sekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwasekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwa
yang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atasyang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atas
Dharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, DaraDharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, Dara
Petak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara JinggaPetak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara Jingga
(yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahit(yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahit
bernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja dibernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja di
Minangkabau turun temurun (Aditiawarman).Minangkabau turun temurun (Aditiawarman).
8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha ke8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha ke
Minangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaanMinangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaan
12
1.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
9. Tahun 1343, yang menjadi raja Minangkabau adalah9. Tahun 1343, yang menjadi raja Minangkabau adalah
Aditiawarman, membuat patung nenek moyangnya ManjuAditiawarman, membuat patung nenek moyangnya Manju
Shri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung diShri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung di
Gedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu BathuthahGedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu Bathuthah
yang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalihyang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalih
mengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam.mengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam.
Aditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkinAditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkin
Muljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu-Muljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu-
Jawa. Masuknya agama Islam merubah sistemJawa. Masuknya agama Islam merubah sistem
pemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, danpemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, dan
ibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso danibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso dan
Bandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadatBandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadat
lama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang danlama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang dan
Makhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah IslamMakhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah Islam
bertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam.bertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam.
10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku,10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku,
Pariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadiPariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadi
perebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh denganperebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh dengan
Portugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawanPortugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawan
Sipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampuSipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampu
mengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh,mengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh,
13
1.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
11. Shech Burhanudin, Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganut11. Shech Burhanudin, Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganut
faham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhanfaham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhan
datang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa Pengaruhdatang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa Pengaruh
Hamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut fahamHamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut faham
Wihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buihWihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buih
lautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking.lautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking.
12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amat12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amat
hebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebuthebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebut
Paderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di PandaiPaderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di Pandai
Sikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandangSikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandang
orang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karenaorang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karena
memperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah Perangmemperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah Perang
Paderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tanganPaderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tangan
BelandaBelanda
14
1. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
15
1. C. Pengertian Minangkabau
dan Masyarakat Minangkabau
Menurut Van Volenhoven yang terkenal sebagai Bapak Hukum Adat
wilayah Hindia Belanda dahulu terdiri dari 19 adat Rechtkringen/
wilayah hukum adat yaitu : 1. Aceh 2. Gaya Alas, Batak, Nias 3.
Minangkabau dan Mentawai 19. Jawa Barat
Wilayah Hukum adat adalah :
Suatu wilayah yang didiami oleh sekelompok orang yang corak corak
kehidupan termasuk hukum adat mereka yang hampir bersamaan
ditandai oleh :
1. Sistim garis keturunan yang sama
2. Pola pola perkawinan yang sama
3. Bahasa pengantar / Bahasa daerah yang sama
4. Struktur kemasyarakatan yang sama
16
1. C. Pengertian Minangkabau
dan Masyarakat Minangkabau
Dari penjelasan Van Volenhoven itu terlihat Minangkabau adalah salah satu
adatrechkring (wilayah hukum adat) yang terdapat di wilayah Hindia Belanda yaitu
suatu wilayah yang terletak di Sumatera Tengah bagian Barat, sistem
kemasyarakatan Matrilineal, mempunyai bahasa pengantar bahasa Minang, sistim
perkawinannya sistim sumando, eksogami dan matrilokal; sedangkan susunan
kemasyarakatannya terdiri dari persekutuan hukum adat geneologis berbentuk
suku, paruik, kaum yang terhimpun menjadi persekutuan hukum adat territorial
yang disebut dengan nagari yang terhimpun pula kedalam Luhak dan Rantau
Di samping itu Minangkabau digunakan untuk menyebut salah satu etnis dari
masyarakat Indonesia, yaitu etnis Minangkabau.
Wilayah Minangkabau pada mulanya didiami oleh masyarakat Minangkabau yang
menyebut dirinya sebagai “ urang awak ”
Sekelompok orang laki laki dan perempuan yang ibunya merupakan anggota
salah satu suku yang keberadaanya diakui pada salah satu nagari yang ada
di Minangkabau.
17
1. C. Pengertian Minangkabau
dan Masyarakat Minangkabau
Untuk mengetahui apakah seorang itu urang awak perlu diketahui hal hal sbb :
Nama nagari asalnya yang harus dapat menunjukkan salah satu dari nama nagari di
Minangkabau.
Mempunyai suku yang diakui keberadaannya di nagari yang bersangkutan
Mengetahui nama pangulu paruik , dari mana ibunya berasal
Masyarakat Minangkabau Terdiri dari :
Rang Kampuang : Masyarakat Minang yang menetap dinageri asalnya
Rang Rantau : Masyarakat Minangkabau yang menetap di Nagari lain
1. Rantau Dakek : Masih diwilayah Minangkabau
2. Rantau Jauh : Diluar Minangkabau
3. Rantau Cino : Masyarakat minang yang tidak tahu lagi asal usulnya
18
Penggunaan Hukum Dalam Masyarakat
• Teori Fisika, hukum archemides, mata hari terbit di
timur
• Tata Bahasa -> nun mati disambut dal hukumnya
ekhfa
• Tidak ada hukum -> hukum rimba
• Teori ekonomi -> hukum ekonomi
• Norma agama -> shalat lima waktu hukumnya wajib
• Norma Kesusilaan -> orang dilarang dengki
• Norma Kesopanan -> setop mobil pakai tangan
kanan, di Jawa harus menjempol
• Norma Hukum -> mencuri masuk penjara, tidak bayar
hutang dapat dipaksakan lewat penegak hukum
1. D. Hukum, Adat; Hukum Adat,
dan Hukum Adat Minangkabau
19
Sebagai norma hukum, hukum adalah setiap
kesepakatan antara dua atau lebih manusia tentang apa
yang boleh, wajib atau dilarang dilakukan di antara
mereka serta padahan yang ditimpakan secara nyata
kepada orang yang melanggarnya.
Ada tiga kelompok pandangan orang mengenai hukum :
1. Pandangan Normatif-> Utrecht : Hukum ialah himpunan
peraturan yang ditetapkan oleh penguasa masyarakat yang
wajib ditaati oleh setiap anggota masyarakat, siapa yang
melanggar dikenakan sanksi
2. Pandangan Sosiologis -> Djojodigoeno : Hukum ialah karya
seluruh rakyat yang bersifat pengugeran yang berarti
pembatasan tingkah laku manusia dalam hubungan
pamrihnya
3. Sosiologis Normatif-> Ahmad Sanusi : Hukum ialah norma
yang ditaati dan gejala sosial yang diharuskan
Input Proses Output Antara
Hukum Sebagai Sistem Sosial : Hukum adalah semua proses
dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian dalam
kehidupan bersama (peaceful living together)
Output
Akhir
Subyek
Hukum
Obyek
Hukum
Yudikasi
Aplikasi
legislasi
Aturan Hukum
Obyektif
Peristiwa Hukum
Pelanggaran Hukum
Damai :
Adil
Tertib
Berguna
Litigasi + Non-litigasi
Vonis + Eksekusi
Yurisprudensi
20
21
Cicero : (Zaman Yunani Kuno) ubi societas ibi ius
Masyarakat = dua atau lebih manusia yang hidup
berdampingan ditandai oleh adanya komunikasi di
antara mereka sehingga mampu mengadakan
kesepakatan (deal) yang dapat melahirkan hukum
Cara Lahirnya Hukum:
1. Otonom : Melalui gejala sosial (prilaku nyata) wara
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,->hukum
adat
2. Aeteronom : Melalui ketetapan penguasa masyarakat
dengan sengaja membuat peraturan hukum, ->UU
22Definisi Hukum Adat :
1. Snouck Hurgronje : Hukum adat ialah seluruh hukum yang
ditemukan Belanda di Hinda Belanda (De Atjehers)
2. Van Vollenhoven : Hukum adat adalah hukum yang tidak
bersumber kepada peraturan-peraturan yang dibuat oleh
pemerintah Hindia Belanda dahulu atau alat-alat kekuasaan
lainnya yang menjadi sendinya dan diadakan sendiri oleh
kekuasaan Belanda dahulu (Het adat recht van Ned. Indie) (Thn
1596 Ind sudah ada hukum, Staatrecht Overzee H.Adat=Hk yang
ditemukan Bld di HB))
Unsur Hukum Adat :
- Bagian yang tertulis berupa surat perintah raja atau keputusan
musyawarah
- Usur Asli -> hk masy Malayo Polinesia
- Unsur Asing – hukum agama dan hk adat orang asing yang
bedomisili di Hindia Belanda
- Bagian Tidak tertulis
23
3. Ter Haar (Beslissingen leer): Hukum adat lahir dan dipelihara oleh
keputusan-keputusan warga masyarakat hukum, terutama
keputusan berwibawa dari kepala2 rakyat yang membantu
pelaksanaan perbuatan2 hukum; atau dalam hal bertentangan
kepentingan – keputusan para hakim yang bertugas mengadili
sengketa sepanjang tidak bertentangan dengan keyakinan hukum
rakyat; mealinkan senapas seirama dengan kesadaran itu,
diterima/diakui atau setidaknya ditoleransinya. (Peradilan Landraad
Berdasarkan Hukum Tidak Tertulis, 1930)
Dengan mengabaikan bagiannya yang tertulis yang terdiri dari
peraturan2 desa, surat perintah raja, hukum adat adalah
keseluruhan peraturan yang terjelma dalam keputusan para
fungsionaris hukum yang berwibawa dan berpengaruh yang dalam
pelaksanaannya berlaku serta merta (spontan) dan dipatuhi
sepenuh hati. Hukum adat yang berlaku dapat diketahui dari
keputusan hakim, kepala adat, rapat desa, wali tanah, petugas
agama dan petugs desa lainnya. Bukan hanya mengenai sengketa,
tetapi juga kpts kerukunan yang berdasarkan nilai2 yang hidup
sesuai alam rohani dan hidup kemasyarakatan anggota2
persekutuan (Hukum Adat Hindia Belanda di dalam Ilmu, praktek
dan pengajaran 1937)
24
4. Prof.Dr. Supomo, SH : Hukum adat ialah hukum yang tidak tertulis
dalam peraturan2 legislatif (unstatutory law) meliputi peraturan2
hidup yang walaupun tidak ditetapkan oleh yang berwajib, toh ditaati
dan didukung oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwa
peraturan itu mempunyai kekuatan hukum. Dalam tata hukum bari
Indonesia, untuk menghindari kesalahfahaman, istilah hukum adat
dipakai sebagai sinonim dari hukum yang tertulis dalam peraturan
legislatif (unstatory law), hukum yang hidup sebagai konvensi pada
badan-badan hukum negara (Parlemen, Dewan Propinsi, dsb),
hukum yang timbul karena putusan hakim (Judge made law), dan
hukum yang hidup sebagai pertguran kebiasaan yang dipertahankan
dalam pergaulan hidup, baik di kota maupun desa2 (Customary
Law). Beberapa Catatan Mengenai Kedudukan Hukum Adat
Unstatutory Law
Conventie Customary LawJudge Made Law
25
4. Dr. Sukanto, SH : Hukum adat ialah kompleks adat2 yang tidak
dikitabkan, tidak dikodifisir, dan bersifat paksaan, mempunyai
sanksi, jadi mempunyai akibatg hukum. Meninjau Hukum Adat
Indonesia
5. Prof. Mr. M.M.Djojodigoeno : Hukum adat ialah hukum yang tidak
bersumber kepada peraturan-peraturan. Azas-azas Hukum Adat,
1958
6. Mr. JHP. Bellefroid : Hukum adat ialah peraturan2 hidup yang
meskipun tidak diundangkan oleh penguasa, toh dihormati dan
ditaati oleh rakyat dengan keyakinan bahwa peraturan tersebut
berlaku sebagai hukum. (Inleiding tot de rechtwetenschap in
Nederland
7. Seminar Hukum Adat 1975 di Yogyakarta : Hukum adat ialah
hukum asli bangsa Indonesia yang di sana sini dipengaruhi oleh
unsur agama.
26
8. Prof Dr. Hazairin: Kesusilaan dan Hukum, 1952
Seluruh lapangan hukum berhubugnan dengan kesusilaan, langsung
atau tidak langsung. Dalam sistem hukum yang sempurna tidak ada
tempat bagi hukum yang tidak selaras dengan kesusilaan. Istimewa
dalam hukum adat, terdapat persesuaian yang langsung antara hukum
dengan kesusilaan, pada akhirnya antara hukum dan adat demikian
langsung sehingga istilah hukum adat tidak dibutuhkan oleh rakyat biasa,
cukup dipakai istilah adat saja.
Hukum adat ialah endapan(renapan) kesusilaan dalam masyarakat,
artinya kaedah-kaedah adat berupa kaedah kesusilaan yang
kebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat.
Walau ada beda kaedah kesusilaan dan kaedah hukum, namun
perbuatan yang dilarang atau disuruh menurut hukum juga dicela dan
dianjurkan oleh kesusilaan. Apa yang tidak dapat dipelihara oleh
kesusilaan diusakan pemeliharaannya melalui kaedah hukum, yang tidak
hanya didasarkan kepada kebebasan pribadi, tetapi serentak mengekang
kebebasan itu dengan suatu gertakan, ancaman paksaan, ancaman
hukum atau penguatan hukum. Hukum adat adalah kaedah
kesusilaan yang diberi gertakan, ancaman paksaaan, ancaman
hukum atau penguatan hukum.
27
Hukum Adat dan Hukum Agama
A. Van Den Berg, Receptio in Comlexu
B. Snouck Hurgronje, Receptie Theorie
C. Ter Haar, Beslissingen leer
D. Hazairin, Receptio contrario
E. Seminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975
Van Den Berg, Receptio in Complexu
Hukum pribumi adalah hukum agama yang mereka anut, karena jika
memeluk agama harus juga mengikuti hukum-hukum agama yang
dipeluknya. Jika ada yang bukan hukum agama, hanyalah merupakan
penyimpangan sajha dari hukum agama yang in comlpexu gerecipieerd
Snouck Hurgronje, Receptie Theorie
Hukum agama yang berlaku bagi masyarakat adat penganutnya
hanyalah sepanjang telah diterima (gerecipieerd) ke dalam hukum adat
mereka.
Ter Haar, Beslissingen leer
Di samping keputusan hakim, kepala adat, dan kerukunan, hukum adat
juga dapat berupa keputusan petugas-petugas di lapangan agam
28
Hazairin, Receptie Contrario
Teori resepsi adalah teori iblis kaena memilah berlakunya hukum
agama. Berlakunya hukum agama bukan atas dasar hukum adat, tetapi
berdasarkan hukum agama itu sendiri
Seminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975
Hukum adat ialah hukum Indonesia Asli yang di sana sini dipengaruhi
oleh unsur agama
Hukum Islam di Minangkabau
Alah Bakarih samparono, bingkisan rajo mojopahik, Tuah Basabab
Bakarano, Pandai Batenggang di nan rumik. Adat Basandi Syarak,
Syarak Basandi Kitabullah. Adat jo syarak, bak tabiang jo aua, tabiang
ndak runtuah, aua ndak taban; bak mansiro dalam lapiak, salo manyalo
kaduonyo
Sandi tidak sama dengan fondasi. Sandi adalah batu yang diselipkan
kemudian di bawah tiang setelah tiang berdiri
Adat diperkuat oleh syarak, syarak diperkuat oleh kitabullah
Sepanjang menyangkut haram dan dosa digunakan hukum Islam,
selebihnya tetap digunakan hukum adat Baca Makalah ABSSBK
29
Hukum Adat Minangkabau adalah hukum yang lahir, tumbuh,
berkembang dan dipertahankan dalam kehidupan nyata masyarakat
Minangkabau, mempunyai padahan hukum yang akan dilaksanakan
secara nyata.
Padahan Hukum : Pidana; Perdata; Administrasi
Berlakunya : Bagi Masyarakat MInang, baik di kampung maupun di
rantau
Ciri : Pada umumnya tidak tertulis, dinamis, magis religius, komunal,
tunai, terang
Sumber Pengenal : Prilaku nyata, pepatah adat, keputusan fungsionaris
hukum, kitab hukum, laporan penelitian
30
Nagari Sebagai Masyarakat Hukum Adat Genealogis Matrilineal
Teritorial
Masyarakat Hukum Adat : Sekelompok Orang yang merasa sebagai
satu kesatuan yang utuh, baik karena persamaan keturunan maupun
tempat tinggal, mempunyai organisasi yang jelas dan personalianya;
berwenang mengurus kepentingan masyarakatnya; mempunyai harta
kekayaan sendeiri; berujud maupun tidak berujud
Genealogis
Teritorial Genealogis
Teritorial
Patrilineal
Marga
Matrilineal
Suku
Streek
Gemeenschap
Dorps
Gemeenschap
Doorpenbond
Genealogis Matrilineal
Teritorial
Nagari di MK
Genealogis Patrilineal
Teritorial
Huta dan Kuria di Batak
31Rang Gari Mangarek Kuku; Dikarek dengan sirauik;
Parauik Batuang Tuo; Tuonyo Elok Ka Lantai
Nagari Baampek Suku; Suku Babuah Paruik;
Kampuang Batuo; Rumah Batungganai
Nagari adalah sekelompok besar orang (perempuan, lelaki, tua, muda) yang terdiri
dari beberapa kelompok genealogis (suku dan paruik) yang menyatukan diri sebagai
kelompok teritorial
Anak Nagari : setiap orang yang ibunya mempunyai suku yang diakui keberadaannya
dalam masyarakat hukum adat yang bersangkutan
Rang Kampuang
Anak nagari yang
tinggal di wilayah
nagari
Rang Rantau
Anak nagari yang tinnggal di luar wilayah nagari
Rantau Dakek :
Masih dalam Wilayah Minangkabau
Rantau Jauah : Ke Luar Wilayah Minangkabau
Rantau Cino : Putus Hubungan dengan nagarinya
32Definisi Nagari :
Menurut Perda Sumatera Barat No. 9/2000 Psl 1 angka (7), Nagari
adalah kesatuan masyarakat hukum adat dalam Daerah Propinsi
Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa suku yang
mempunyai wilayah tertentu batas-batasnya, mempunyai harta
kekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumah
tangganya, dan memilih pimpinan pemerintahannya.
Definisi Nagari :
Perda Sumbar No. 2 Tahun 2007 Pasal 1 angka 7, nagari adalah
kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki batas-batas wilayah
tertentu, dan berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan filosofi adat Minangkabau (Adat
Basandi Syarak, Syarak BasandiKitabullah) dan atau berdasarkan asal
usul dan adat istiadat setempat dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat
Syarat Nagari :
1. Minimal empat suku
2. Setiap suku punya buah paruik
3. Babalai dan musajik
4. Bakorong bakampuang
5. Labuah nan goloang, pasa nan rami
6. Tapian tampek mandi
33Pertumbuhan Nagari
Taratak Mulo Dibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, koto
manjadi nagari
Taratak A
Taratak B
Taratak C
Kampuang D Kampuang E
Kampuang F
Koto L
Koto M
Koto K
Nagari X
Model 1
Integrasi
34Pertumbuhan Nagari
Taratak Mulo Dibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, koto
manjadi nagari
Kampuang
Taratak Buluah
Taratak Buluah
Koto
Taratak Buluah
Nagari
Taratak Buluah
35
Muaro
Pasa
Mudiak
Palinggam
Padang
Subarang
Padang
Aia Tawa
Bungus
Tekab
Koto
Tangah
Padang
PADANG
Model
Perkembangan Kota
(invasi)
Nanggalo Pauah
36
Tipe Nagari
Budi Caniago
(Budi Cando Iko)
Dt. Parapatiah Nan Sabatang
1. Mambusek Dari Bumi
2. Demokratis (Musyawarah
Mufakat)
3. Lantai Balerong Datar
4. Suku= hanya nama
keturunan
5. Paruik = MHA, dipimpin
pangulu
pimpinan tertinggi)
3. Lantai Balerong Bertingkat
4. Suku=MHA, dipimpin
pangulu pucuak
5. Paruik=MHA, dipimpin
pangulu andikoPisang Sikalek-
kalek Hutan;
Pisang timbatu
nan bagatah,
Bodi Caniago
inyo bukan,
Koto Piliang
inyo antah
37
Perkembangan Status Nagari
1. Pra Islam (Nagari Merupakan Negara mandiri diatur berdasarkan
hukum adat )
2. Pra Kolonial Belanda (Nagari Merupakan Negara mandiri diatur
berdasarkan hukum adat dan Hukm Islam)
3. Zaman HIndia Belanda (Nagari merupakan pelaksanaan
Pemerintahan dan digunakan untuk membantu pemerintahan
Belanda
4. 1945- 1979 (Nagari tetap pelaksana pemerintahan terendah
dalam NKRI)
5. 1980 – 2000 (Pemerintahan terendah adalah Desa, Nagari hanya
sebagai MHA Perda 13-1983)
6. 2000 – 2007 (Perda 9 2000 Sistem Pemerintahan Nagari di
Kabupaten)
7. 2007-kini (Perda 2/2007 Kabupaten Kota)
Baca Makalah Pengelolaan dan Pemberdayaan Nagari
38
Hukum Perkawinan Adat Minangkabau
1. Pengertian Hukum Perkawinan Adat Minangkabau dan
Pembidangannya
Hukum Perkawinan AMK adalah hukum yang berkenaan dengan
prosedur yang harus dilaksanakan oleh seorang laki-laki dan
perempuan beserta kerabat masing-masing dalam mengikat dan
berakhirnya tali perjodohan antara keduanya dalam masyarakat
Minangkabau
Hukum Perkawinan AMK itu meliputi, hukum tentang
Perjodohan (Peminangan, pertunangan, dan pengesahan
perkawinan); Kehidupan Rumah Tangga (Domisili, Kedudukan
Anak, Kedudukan Harta, dsb.); dan Putusnya Perkawinan
39
2. Sistem Perkawinan Adat Minangkabau
Perkawinan adat Minangkabau dikenal menggunakan sistem
perkawinan eksogami, sumandi dan matrilokal
a. Eksogami : adalah sistem perkawinan yang mewajibkan
seseorang kawin ke luar kelompok matrilinealnya. Sistem ini
diujudkan dengan adanya larangan kawin sesuku dalam satu
nagari. Setelah masuknya Islam dengan prinsip BSSBK, maka
larangan syarak ditambahkan ke dalam larangan adat.
Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat : Diharamkan
atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang
perempuan[281]
; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-
saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang
perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang
laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang
perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan
sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang
dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi
jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu
ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan
diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan
40
Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat 23 :
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu
yang perempuan[281]
; saudara-saudaramu yang perempuan,
saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara
ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-
saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-
saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu;
saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua);
anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri
yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur
dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak
berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-
isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam
perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang
telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang
41
Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat 23 :
[281]. Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya
ke atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuan
ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya
ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yang
dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam
pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk juga
anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
42
b. Kawin Sumando, adalah sistem perkawinan bajapuik, dengan
mana sebuah kerabat matrilineal dari seorang perempuan
menjemput seorang laki-laki dari kerabat matrilineal lain untuk
dijadikan urang sumando (suami dari anggota kelompoknya
yang perempuan). Sebagai urang sumando, si suami tidak
menjadi anggota kerabat matrilineal istrinya, dia mempunyai hak
dan kewanjiban khusus terhadap istri dan anak-anaknya. Hak
dan kewajiban itu telah berkembang sesuai dengan
perkembangan sistem kawin sumando sebagai berikut :
1. Masa Sumando Pinjam Jago (sebelum Islam)
Pada masa ini, urang sumando sebagai seorang jemputan
belum menetap tinggal bersama isteri dan anak mereka setelah
perkawinan. Suami hanya bersifat memberi bantuan saja kepada
isteri dan kerabatnya dalam kehidupan rumah tangga. Suami
tetap mencari kebutuhan hidup bersama kerabat matrilinealnya
sendiri. Maka belum ada harta bersama (suarang) antara suami
dengan isteri.
43
2. Masa Sumando Menetap (Setelah Islam)
Pola ini lahir karena hukum islam mengajarkan tentang kewajiban
suami untuk memberi nafkah kepada istrinya. Maka mucncullah
pepatah adat yang berbunyi :
Kaluak paku kacang balimbiang, daun bakuang lenggang-
lenggangkan, diabao anak saruaso
Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang
dipatenggangkan , jago nagari jan binaso.
Peran Laki-laki Minang :
- Mamangku anak jo pancarian ( hasil usaha sendiri)
- Membing kamanakan dengan pusako (harta bersama kerabat
matrililneal, tanah ulayat suku/paruik, dsb.)
- Manenggang (membantu) orang kampung dalam berbagai kegiatan
bersama melalui gotong royong
- Menjaga Nagari (mengawasi, jika perlu ikut perang) dalam
mempertahankan keutuhan nagarinya sebagai sebuah negara kecil
(kleine republieken)
Pada masa ini mulai muncul harta suarang, yakni harta berasama dari
suami isteri yang diperoleh dari usaha bersama mereka, di samping
harta pusaka kerabat istreri
44
C. Matrilokal
Matrilokal adalah sistem perkawinan dengan mana
setelah perkawinan berlangsung suami isteri
bertempat tinggal di tempat tinggal istri. Karena itu,
seorang laki-laki yang telah kain disebut barumah,
karena setelah kawin dia telah mempunyai rumah
temapt tinggal bersama istrinya. Ini yang berbeda
dengan hukum islam dan hukum barat yang
menetapkan bahwa istri mempunyai tempat tinggal
wajib di temapt tinggal suami.
Karena itu, jika mencari laki-laki minang yang telah
kawin carilah dia ke rumah istrinya, kecuali kalau dia
telah menempatkan domisili mereka di tempat lain
yang ditetapkan bersama suamin isteri.
45
3. Masa Sumando Bebas (di Perantauan)
Pola ini terjadi dalam masyarakat minang perantauan
yang kehidupan mereka telah bebas dari pengaruh
kerabat matrilineal masing-masing, baik dalam
bentuk rantau dakek, jauh, maupun rantau cino.
Pada masa ini kehidupan suami isteri dan anak-anak
mereka telah digantungkan sepenuhnya kepada
usaha bersama suami isteri, seperti dagang, pegawai
negeri, tukang, dsb. Maka pada masa ini semua
harta kekayaan suami isteri merupakan harta
suarang, harta bersama suami isteri yang
merupakan gabungan antara pancarian suami dan
pancarian istri. Separoh harta suarang itu menjadi
hak isteri dan separohnya lagi hak suami.
46
3. Prosedur Terjadinya Perkawinan dewasa ini
a. Pencalonan Dalam Rapat Kaum Perempuan
b. Peminangan (sampai ada kecocokan)
c. Pertunangan + penetapan hari nikah
d. Pengurusan Surat-surat (UU + PP)
e. Pengesahan Perkawinan
4. Kehidupan Rumah Tangga
a. Japuik Marapulai (Domisili)
b. Status Anak
c. Mata Pencaharian Suami-istri
d. Harta Perkawinan (suarang dan bawaan)
3. Putusnya Perkawinan
a. Percekcokan dan Baganyi
b. Penyelesaian Secara Adat dan Agama
c. Penyelesaian Melalui Peradilan
47
1. Pengertian Tanah Dalam HAMK
Tanah adalah bagian dari permukaan bumi dengan batas-batas
tertentu, sepanjang melengket dengan bumi
48
Hukum Tanah Adat Minangkabau
1. Pengertian Tanah Dalam HAMK
2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK
3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK
4. Transaksi Tanah
5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
49
Hukum Tanah Adat Minangkabau
1. Pengertian Tanah Dalam HAMK
2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK
3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK
4. Transaksi Tanah
5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
50
Hukum Tanah Adat Minangkabau
1. Pengertian Tanah Dalam HAMK
2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK
3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK
4. Transaksi Tanah
5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah

Hukum adat minangkabau2

  • 1.
    1 Hukum Adat Minangkabau WajibPK Hukum Kemasyarakatan 2 SKS Fakultas Hukum Universitas Andalas P a d a n g Bachtiar Abna, SH.MH
  • 2.
    Tujuan Instruksional UmumTujuanInstruksional Umum Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau ,Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau , mahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakatmahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakat Minangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda denganMinangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda dengan masyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatanmasyarakat lainnya di Indonesia dengan sistem kekerabatan Matrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiMatrilineal dan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni FakultasKitabullah, Alam Takambang Jadikan Guru. Para alumni Fakultas Hukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampuHukum yang terdapat di Sumbar ini diharapkan setelah ini mampu menangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabaumenangani kasus-kasus hukum adat yang terjadi di Minangkabau secara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adatsecara tepat dan proporsional, dengan menerapkan hukum adat Minangkabau.Minangkabau. 2
  • 3.
    3 Pokok BahasanPokok BahasanSub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan 1.1. PendahuluanPendahuluan A.A. Asal usul dari nama MinangkabauAsal usul dari nama Minangkabau B.B. Sejarah ringkas MinangkabauSejarah ringkas Minangkabau C.C. Pengertian Minangkabau dan MasyarakatPengertian Minangkabau dan Masyarakat MinangkabauMinangkabau D.D. Hukum,Hukum, Adat, Hukum Adat dan Hk AdatAdat, Hukum Adat dan Hk Adat MinangkabauMinangkabau 2.2. Hukum adat danHukum adat dan hukum Islamhukum Islam dalam masya-dalam masya- rakat Minang-rakat Minang- kabaukabau A.A. Pengertian hukum adat MinangkabauPengertian hukum adat Minangkabau B.B. Pengertian SyarakPengertian Syarak C.C. Kekuatan berlakunya hukum adat dan syarak diKekuatan berlakunya hukum adat dan syarak di MinangkabauMinangkabau 3.3. Hukum keke-Hukum keke- rabatan adatrabatan adat MinangkabauMinangkabau A.A. Sistim Matrillineal dalam masyarakat MinangkabauSistim Matrillineal dalam masyarakat Minangkabau B.B. Suku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukumSuku paruik dan kaum sebagai persekutuan hukum adat Geneologisadat Geneologis C.C. Keadaan suku paruik dan kaum dewasa iniKeadaan suku paruik dan kaum dewasa ini Garis-garis Besar Perkuliahan
  • 4.
    4Pokok BahasanPokok BahasanSub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan 4.4. Nagari sebagaiNagari sebagai masyarakat hu-kummasyarakat hu-kum adat gene-alogisadat gene-alogis matrli-nealmatrli-neal tritorialtritorial A.A. Terbentuknya nagari di MinangkabauTerbentuknya nagari di Minangkabau B.B. Pengertian nagari sebagai persekutuan hukum adatPengertian nagari sebagai persekutuan hukum adat C.C. Tipe-tipe nagari di MinangkabauTipe-tipe nagari di Minangkabau D.D. Nagari sebelum penjajahan BelandaNagari sebelum penjajahan Belanda E.E. Nagari pada zaman penjajahan BelandaNagari pada zaman penjajahan Belanda F.F. Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979Nagari Setelah Indonesia merdeka sampai 1979 G.G. Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999Nagari sejak tahun 1979 sampai tahun 1999 H.H. Nagari setelah tahun 1999 sampai sekarangNagari setelah tahun 1999 sampai sekarang 5.5. Hukum perkawi-Hukum perkawi- nan adat Minang-nan adat Minang- kabaukabau A.A. Pengertian dan makna perkawinan dalamPengertian dan makna perkawinan dalam masyarakat Minangkabaumasyarakat Minangkabau B.B. Sistim perkawinan dalam masyarakat MinangkabauSistim perkawinan dalam masyarakat Minangkabau C.C. Prosedur pelaksanaan perkawinan di MinangkabauProsedur pelaksanaan perkawinan di Minangkabau D.D. Perkembangan hak dan kewajiban urang sumando diPerkembangan hak dan kewajiban urang sumando di MinangkabauMinangkabau E.E. Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang-Putusnya perkawinan dalam hukum adat Minang- kabaukabau
  • 5.
    5 Pokok BahasanPokok BahasanSub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan 6.6. Hukum TanahHukum Tanah adat Minang-adat Minang- kabaukabau A.A. Pengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukumPengertian tanah dan pentingnya tanah dlm hukum adat Minagkabauadat Minagkabau B.B. Jenis jenis hak atas tanahJenis jenis hak atas tanah C.C. Transaksi tanahTransaksi tanah D.D. Transaksi yang berhubungan dengan tanahTransaksi yang berhubungan dengan tanah E.E. Keadaan hukum pertanahan di MinangkabauKeadaan hukum pertanahan di Minangkabau dewasa inidewasa ini 7.7. Hukum hartaHukum harta kekayaan Adatkekayaan Adat MinangkabaMinangkabauu A.A. Macam macam kekayaan menurut hukum adatMacam macam kekayaan menurut hukum adat MinangkabauMinangkabau B.B. Mengenai sako dan pusakoMengenai sako dan pusako C.C. Harato bawaan dan harta tepatanHarato bawaan dan harta tepatan D.D. Harato suwarangHarato suwarang E.E. Harato pancarianHarato pancarian 8.8. Hukum warisHukum waris adat Minang-adat Minang- kabaukabau A.A. Sistim kewarisan dalam masyarakat MinangkabauSistim kewarisan dalam masyarakat Minangkabau B.B. Pewarisan sako dan pusakoPewarisan sako dan pusako C.C. Kedudukan harato suwarangKedudukan harato suwarang D.D. Pewarisan harato pancarianPewarisan harato pancarian
  • 6.
    6 Pokok BahasanPokok BahasanSub Pokok BahasanSub Pokok Bahasan 9.9. Hukum perjanji-Hukum perjanji- an adat Minang-an adat Minang- kabaukabau A.A. Azas perjanjian dalam hukum adat MinangkabauAzas perjanjian dalam hukum adat Minangkabau B.B. Ssyarat PerjanjianSsyarat Perjanjian C.C. Jenis jenis perjanjianJenis jenis perjanjian
  • 7.
    DAFTAR KEPUSTAKAANDAFTAR KEPUSTAKAAN:: Amir MSAmir MS Adat MinangkabauAdat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang MinangPola dan Tujuan Hidup Orang Minang Amir MSAmir MS Masyarakat Adat Minangkabau Terancam PunahMasyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah Prof. Mr. M.NasrunProf. Mr. M.Nasrun Dasar Falsafah Adat MinangkabauDasar Falsafah Adat Minangkabau Muchtar NaimMuchtar Naim Menggali hukum tanah dan hukum waris di MinangkabauMenggali hukum tanah dan hukum waris di Minangkabau Chaidir Ali SHChaidir Ali SH Yurisprudensi Sumatera BaratYurisprudensi Sumatera Barat Christine DobbinChristine Dobbin Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan PaderiGejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan Paderi Prof. Dr. Mr. Iskandar KamalProf. Dr. Mr. Iskandar Kamal Sekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau danSekitar Pemerintahan Nagari Minangkabau dan Perkembangannya”Perkembangannya” Prof . Dr. HamkaProf . Dr. Hamka Islam dan Adat MinangkabauIslam dan Adat Minangkabau M. Rasyid Manggis Dt Rj PanguluM. Rasyid Manggis Dt Rj Pangulu Minangkabau Sejarah Ringkas Dan AdatnyaMinangkabau Sejarah Ringkas Dan Adatnya Ibrahim . Dt Sanggono DirajoIbrahim . Dt Sanggono Dirajo Curai Paparan Adat MinangkabauCurai Paparan Adat Minangkabau Zenwen Pador SHZenwen Pador SH Baganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari diBaganti baruak dengan Cigak Sistim pemerintahan nagari di MinangkabauMinangkabau AA NavisAA Navis Runtuhnya Surau kamiRuntuhnya Surau kami LC. WestenenkLC. Westenenk De Minangkabausche NagarijDe Minangkabausche Nagarij Komnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum AdatKomnas HAM, MKRI, FH Unand, Seknas Masy. Hukum Adat Membangun MasaMembangun Masa Depan Minangkabau Dari Perspektif HAMDepan Minangkabau Dari Perspektif HAM Basral Hamidy HarahapBasral Hamidy Harahap Greget Tuanku RaoGreget Tuanku Rao Schrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah SumbanganSchrieke; BJO. Pergolakan Agama di Sumatera Barat : Sebuah Sumbangan BibliografiBibliografi 7
  • 8.
    1. Drs .Zuber Usman :1. Drs . Zuber Usman : Kesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun SriKesusastraan lama Indonesia: dalam buku Tun Sri Lanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” :Lanang berjudul” Hikayat Raja Raja Pasai” : Patih GajahPatih Gajah Mada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa SeekorMada pergi menaklukkan pulau perca dengan membawa Seekor Kerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatangKerbau Hikmat yang akan diadu dengan kerbau Patih sewatang perdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatangperdana mentri kerajan Minangkabau. Patih sewatang menyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tandukmenyediakan seekor anak kerbau yang kepalanya diberi tanduk dengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberidengan benda tajam dan runcing yang beberapa hari tidak diberi susu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebutsusu oleh induknya, waktu kerbau itu diadu anak kerbau tersebut menyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembusmenyeruduk ke perut kerbau besar sehingga perutnya tembus oleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat ituoleh tanduk yang dipasang pada anak kerbau sehingga saat itu orang orang minang bersorak manang kabau, sehinggaorang orang minang bersorak manang kabau, sehingga disebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnyadisebutlah daerah itu dengan Manangkabau yang akhirnya berobah jadi Minangkabau.berobah jadi Minangkabau. Dalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilahDalam dongeng yang hidup di masyarakat Minangkabau, istilah minang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tandukminang itu adalah benda kecil runcing yang menyerupai tanduk yang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabauyang dipasang pada kepala anak kerbau sehingga Minangkabau artinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau,artinya Minang yang dipasang pada kepala anak kerbau, kemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunyakemungkinan Tun Sri Lanang menuliskan dalam bukunya Legenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri.Legenda yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sendiri. 8 1. A. Asal Usul Nama Minangkabau1. Pendahuluan
  • 9.
    2. Prof DrPurbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilah2. Prof Dr Purbacaraka : bukunya riwayat Indonesia : istilah Minangkabau berasal dari Minanga Kabawa / MinangaMinangkabau berasal dari Minanga Kabawa / Minanga Tamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaanTamwan artinya muara sungai , menurut informasi kerajaan minang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muaraminang kabau itu mulanya berpusat pada sebuah muara sungai.sungai. 3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van Der3. M. Joustra : Yang mengutip laporan dari Prot van Der Tuuk, istilah minangkabau berasal dari MinangkhabuTuuk, istilah minangkabau berasal dari Minangkhabu yang artinya tanah asalyang artinya tanah asal 4.4. St. M ZeinSt. M Zein : Berpendapat bahwa Minangkabau berasal dari: Berpendapat bahwa Minangkabau berasal dari kata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat Mkata Minanga Kanvar artinya muara kampar, pendapat M Zein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang padaZein berdasarkan pada catatan dari Chan Ju Kua yang pada abad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yangabad ke 13 pernah berkunjung ke Muara Kampar yang merupakan pelabuhan paling ramai di Sumatramerupakan pelabuhan paling ramai di Sumatra 5.5. Menurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di BaratMenurut Prasasti (Batu Bersurat) Kedukan Bukit di Barat Palembang : tertulis :Palembang : tertulis : Pada tujuh paro terang bulan yasthaPada tujuh paro terang bulan yastha enam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas darienam ratus lima saka yang dipertuan hiang marlapas dari minanga tamwan datang bersuka cita membuat kotaminanga tamwan datang bersuka cita membuat kota Sriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkanSriwijaya dengan perjalanan suci menyebabkan kemakmurankemakmuran. Istilah minanga tamwan dalam prasasti itu. Istilah minanga tamwan dalam prasasti itu adalah untuk menyebutadalah untuk menyebut minangkabau pada enamminangkabau pada enam ratus lima saka (683 masehi).ratus lima saka (683 masehi). 9
  • 10.
    6. Prof Dr.M Husein Nainar6. Prof Dr. M Husein Nainar Prof Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas MadrasProf Dr. M.Husen Nainar, seorang Guru besar di Universitas Madras yang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilahyang pernah datang ke Minangkabau berpendat bahwa istilah minangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yangminangkabau berasal dari Menon Khabu, dalam bahasa Malajalam yang dipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar didipakai oleh suku Dravida yang hidup di Pegunungan Malabar di dataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilinealdataran tinggi Dekkan yang juga menganut sistim keturunan matrilineal seperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanahseperti Minangkabau. Menonkhabu itu artinya tanah pangkal, tanah mulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinanmulia atau tanah permai. Menurut Husein Nainar kemungkinan masyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravidamasyarakat Minangkabau berasal dari suku Dravida 10
  • 11.
    Dari ma titiakpalito; di baliak telong nan bataliDari ma titiak palito; di baliak telong nan batali Dari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang MarapiDari ma datang niniak kito; dari puncak Gunuang Marapi Prof Dr. Hamka :Prof Dr. Hamka : 1.1. Dalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : KeturunanDalam sejarah Melayu tullisan Tun Sri Lanang : Keturunan Sang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang MahameruSang Sapurba yang turun di Bukit Siguntang Mahameru (Palembang) dirajakan di Minangkabau(Palembang) dirajakan di Minangkabau 2.2. Maharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; sepertiMaharajo dirajo turun dari puncak Gunung Merapi; seperti halnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah :halnya Orang Jepang turunan dewa matahari; Pasemah : Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari;Sipahit Lidah turun dari Berombong Cahaya Matahari; 3.3. Tahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datangTahun 453-464 Zaman Maharaja Hsian ke Cina datang utusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulisutusan Maharaja Pulau Kandali, atau Andali yang ditulis dalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yaknidalam huruf Cina dengan Kandalaih atau Andalaih, yakni Pulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut SumateraPulau Andalas yang oleh Ibnu Batutah disebut Sumatera yang berpusat di Palembangyang berpusat di Palembang 4.4. Tahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan MaharajaTahun 502, 519 dan 520 datang pula utusan Maharaja sriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agamasriwijaya ke Cina. Dari Sumatera itu disiarkan agama Budha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri AsramaBudha ke Jawan dan Jepang. Di Palembang berdiri Asrama Budha yang besar yang dipimpin oleh Demang LebarBudha yang besar yang dipimpin oleh Demang Lebar 11 1. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  • 12.
    5. Tahun 671: I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yang5. Tahun 671 : I Tsing melawat ke kerajaan Sriwijaya yang berdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perangberdiri di pinggir sungai Mo-shi. Raja sedang pergi perang ke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak.ke negeri Melayu, Indragiri, Kampar dan Siak. 6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut Maharaja6. Tahun 1005 ada tulisan yang menyebut Maharaja Palembang itu Maharaja Gunung yang melebarkanPalembang itu Maharaja Gunung yang melebarkan sayapnya sampai ke India dan Sailon.sayapnya sampai ke India dan Sailon. 7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yang7. Tahun 1275 Karena pertikaian Aliran Budha Hinayana yang berpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat diberpusat di Palembang dengan Mahayana yang berpusat di Jawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya.Jawa Raden Wijaya dari Singosari menyerang Sriwijaya. Raja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan SumbarRaja Sriwijaya pindah ke utara (antara Jambi dan Sumbar sekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwasekarang) dan mendirikan kerajaan Dharmasraya (Jiwa yang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atasyang bebas). Raden Wijaya memberikan perlindungan atas Dharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, DaraDharmasraya dan membawa dua putrinya ke Jawa, Dara Petak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara JinggaPetak (yang tua) bergelar Sri Indrahwari dan Dara Jingga (yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahit(yang muda) dijadikan permaisuri oleh Raja Maja Pahit bernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja dibernama Sri Marmadewa. Turunannya nanti menjadi raja di Minangkabau turun temurun (Aditiawarman).Minangkabau turun temurun (Aditiawarman). 8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha ke8. Tahun 1286 : Kertanegara mengirim patung Budha ke Minangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaanMinangkabau sebagai tanda hubungan baik, dan kerajaan 12 1.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  • 13.
    9. Tahun 1343,yang menjadi raja Minangkabau adalah9. Tahun 1343, yang menjadi raja Minangkabau adalah Aditiawarman, membuat patung nenek moyangnya ManjuAditiawarman, membuat patung nenek moyangnya Manju Shri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung diShri (Manja Sari) = yang maha suci, dari emas. Patung di Gedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu BathuthahGedung Arca Berlin. Menurut Catatan Ibnu Bathuthah yang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalihyang datang ke Pasai Aceh, raja Al Malikus Shalih mengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam.mengirim utusan ke Muljawa untuk mengajak masuk Islam. Aditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkinAditiawarman dan Malikus Shalih sezaman, mungkin Muljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu-Muljawa itu ialah Minangkabau, berasal dari kata Melayu- Jawa. Masuknya agama Islam merubah sistemJawa. Masuknya agama Islam merubah sistem pemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, danpemerintahan, yaitu rajo tigo selo, rajo alam, adat, dan ibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso danibadat. Basa ada Apek Balai, Indomo di Saruaso dan Bandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadatBandaro atau Titah di Sungai Tarab menjaga adat istiadat lama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang danlama, sedangkan Tuang Kadi di Padang Gantiang dan Makhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah IslamMakhudum di Sumaniak menunjukkan negeri telah Islam bertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam.bertgugas mengadakan hubungan dengan negeri Islam. 10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku,10. Tahun 1604 di Pantai Barat (Singkil, Barus, Tiku, Pariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadiPariaman, Padang, Salido sampai Indopuro terjadi perebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh denganperebutan kekuasaan perdagangan antara Aceh dengan Portugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawanPortugis, ingat Nan Tongga Magek Jabang melawan Sipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampuSipatokah (Portugis). Raja Pagaruyung tidak lagi mampu mengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh,mengusai pantai barat sehingga jatuh ke tangan Aceh, 13 1.B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  • 14.
    11. Shech Burhanudin,Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganut11. Shech Burhanudin, Murid Abdurrauf dan Nurudin Arraniri, penganut faham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhanfaham Ahlussunnah, Wihadatussuhud, alam itu bekas kuasa Tuhan datang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa Pengaruhdatang ke Ulakan Pariaman karena mendengar bahwa Pengaruh Hamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut fahamHamzah Fanshuri dan Syamsuddin Samatrani, panganut faham Wihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buihWihdatul Wujud bahwa alam adalah sebagian dari Tuhan, laksana buih lautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking.lautan itu sebagian dari ombak, yang berpusat di Cangking. 12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amat12. Tahun 1801 (Permulaan abad 19) datang gerakan baru yang amat hebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebuthebat yang menggoyahkan batu sandi adat istiadat yang disebut Paderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di PandaiPaderi yang datang dari Mekah dimulai oleh Haji Miskin di Pandai Sikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandangSikek, yang merupakan pengikut kaum Wahabi yang memandang orang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karenaorang Islam yang tidak sealiran dengannya sebagai musuh karena memperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah Perangmemperserikatkan Tuhan dengan yang lain. Maka terjadilah Perang Paderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tanganPaderi 1801-1826 dan 1826-1837 sampai Bonjol jatuh ke tangan BelandaBelanda 14 1. B. Sejarah Ringkas Minangkabau
  • 15.
    15 1. C. PengertianMinangkabau dan Masyarakat Minangkabau Menurut Van Volenhoven yang terkenal sebagai Bapak Hukum Adat wilayah Hindia Belanda dahulu terdiri dari 19 adat Rechtkringen/ wilayah hukum adat yaitu : 1. Aceh 2. Gaya Alas, Batak, Nias 3. Minangkabau dan Mentawai 19. Jawa Barat Wilayah Hukum adat adalah : Suatu wilayah yang didiami oleh sekelompok orang yang corak corak kehidupan termasuk hukum adat mereka yang hampir bersamaan ditandai oleh : 1. Sistim garis keturunan yang sama 2. Pola pola perkawinan yang sama 3. Bahasa pengantar / Bahasa daerah yang sama 4. Struktur kemasyarakatan yang sama
  • 16.
    16 1. C. PengertianMinangkabau dan Masyarakat Minangkabau Dari penjelasan Van Volenhoven itu terlihat Minangkabau adalah salah satu adatrechkring (wilayah hukum adat) yang terdapat di wilayah Hindia Belanda yaitu suatu wilayah yang terletak di Sumatera Tengah bagian Barat, sistem kemasyarakatan Matrilineal, mempunyai bahasa pengantar bahasa Minang, sistim perkawinannya sistim sumando, eksogami dan matrilokal; sedangkan susunan kemasyarakatannya terdiri dari persekutuan hukum adat geneologis berbentuk suku, paruik, kaum yang terhimpun menjadi persekutuan hukum adat territorial yang disebut dengan nagari yang terhimpun pula kedalam Luhak dan Rantau Di samping itu Minangkabau digunakan untuk menyebut salah satu etnis dari masyarakat Indonesia, yaitu etnis Minangkabau. Wilayah Minangkabau pada mulanya didiami oleh masyarakat Minangkabau yang menyebut dirinya sebagai “ urang awak ” Sekelompok orang laki laki dan perempuan yang ibunya merupakan anggota salah satu suku yang keberadaanya diakui pada salah satu nagari yang ada di Minangkabau.
  • 17.
    17 1. C. PengertianMinangkabau dan Masyarakat Minangkabau Untuk mengetahui apakah seorang itu urang awak perlu diketahui hal hal sbb : Nama nagari asalnya yang harus dapat menunjukkan salah satu dari nama nagari di Minangkabau. Mempunyai suku yang diakui keberadaannya di nagari yang bersangkutan Mengetahui nama pangulu paruik , dari mana ibunya berasal Masyarakat Minangkabau Terdiri dari : Rang Kampuang : Masyarakat Minang yang menetap dinageri asalnya Rang Rantau : Masyarakat Minangkabau yang menetap di Nagari lain 1. Rantau Dakek : Masih diwilayah Minangkabau 2. Rantau Jauh : Diluar Minangkabau 3. Rantau Cino : Masyarakat minang yang tidak tahu lagi asal usulnya
  • 18.
    18 Penggunaan Hukum DalamMasyarakat • Teori Fisika, hukum archemides, mata hari terbit di timur • Tata Bahasa -> nun mati disambut dal hukumnya ekhfa • Tidak ada hukum -> hukum rimba • Teori ekonomi -> hukum ekonomi • Norma agama -> shalat lima waktu hukumnya wajib • Norma Kesusilaan -> orang dilarang dengki • Norma Kesopanan -> setop mobil pakai tangan kanan, di Jawa harus menjempol • Norma Hukum -> mencuri masuk penjara, tidak bayar hutang dapat dipaksakan lewat penegak hukum 1. D. Hukum, Adat; Hukum Adat, dan Hukum Adat Minangkabau
  • 19.
    19 Sebagai norma hukum,hukum adalah setiap kesepakatan antara dua atau lebih manusia tentang apa yang boleh, wajib atau dilarang dilakukan di antara mereka serta padahan yang ditimpakan secara nyata kepada orang yang melanggarnya. Ada tiga kelompok pandangan orang mengenai hukum : 1. Pandangan Normatif-> Utrecht : Hukum ialah himpunan peraturan yang ditetapkan oleh penguasa masyarakat yang wajib ditaati oleh setiap anggota masyarakat, siapa yang melanggar dikenakan sanksi 2. Pandangan Sosiologis -> Djojodigoeno : Hukum ialah karya seluruh rakyat yang bersifat pengugeran yang berarti pembatasan tingkah laku manusia dalam hubungan pamrihnya 3. Sosiologis Normatif-> Ahmad Sanusi : Hukum ialah norma yang ditaati dan gejala sosial yang diharuskan
  • 20.
    Input Proses OutputAntara Hukum Sebagai Sistem Sosial : Hukum adalah semua proses dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian dalam kehidupan bersama (peaceful living together) Output Akhir Subyek Hukum Obyek Hukum Yudikasi Aplikasi legislasi Aturan Hukum Obyektif Peristiwa Hukum Pelanggaran Hukum Damai : Adil Tertib Berguna Litigasi + Non-litigasi Vonis + Eksekusi Yurisprudensi 20
  • 21.
    21 Cicero : (ZamanYunani Kuno) ubi societas ibi ius Masyarakat = dua atau lebih manusia yang hidup berdampingan ditandai oleh adanya komunikasi di antara mereka sehingga mampu mengadakan kesepakatan (deal) yang dapat melahirkan hukum Cara Lahirnya Hukum: 1. Otonom : Melalui gejala sosial (prilaku nyata) wara masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,->hukum adat 2. Aeteronom : Melalui ketetapan penguasa masyarakat dengan sengaja membuat peraturan hukum, ->UU
  • 22.
    22Definisi Hukum Adat: 1. Snouck Hurgronje : Hukum adat ialah seluruh hukum yang ditemukan Belanda di Hinda Belanda (De Atjehers) 2. Van Vollenhoven : Hukum adat adalah hukum yang tidak bersumber kepada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda dahulu atau alat-alat kekuasaan lainnya yang menjadi sendinya dan diadakan sendiri oleh kekuasaan Belanda dahulu (Het adat recht van Ned. Indie) (Thn 1596 Ind sudah ada hukum, Staatrecht Overzee H.Adat=Hk yang ditemukan Bld di HB)) Unsur Hukum Adat : - Bagian yang tertulis berupa surat perintah raja atau keputusan musyawarah - Usur Asli -> hk masy Malayo Polinesia - Unsur Asing – hukum agama dan hk adat orang asing yang bedomisili di Hindia Belanda - Bagian Tidak tertulis
  • 23.
    23 3. Ter Haar(Beslissingen leer): Hukum adat lahir dan dipelihara oleh keputusan-keputusan warga masyarakat hukum, terutama keputusan berwibawa dari kepala2 rakyat yang membantu pelaksanaan perbuatan2 hukum; atau dalam hal bertentangan kepentingan – keputusan para hakim yang bertugas mengadili sengketa sepanjang tidak bertentangan dengan keyakinan hukum rakyat; mealinkan senapas seirama dengan kesadaran itu, diterima/diakui atau setidaknya ditoleransinya. (Peradilan Landraad Berdasarkan Hukum Tidak Tertulis, 1930) Dengan mengabaikan bagiannya yang tertulis yang terdiri dari peraturan2 desa, surat perintah raja, hukum adat adalah keseluruhan peraturan yang terjelma dalam keputusan para fungsionaris hukum yang berwibawa dan berpengaruh yang dalam pelaksanaannya berlaku serta merta (spontan) dan dipatuhi sepenuh hati. Hukum adat yang berlaku dapat diketahui dari keputusan hakim, kepala adat, rapat desa, wali tanah, petugas agama dan petugs desa lainnya. Bukan hanya mengenai sengketa, tetapi juga kpts kerukunan yang berdasarkan nilai2 yang hidup sesuai alam rohani dan hidup kemasyarakatan anggota2 persekutuan (Hukum Adat Hindia Belanda di dalam Ilmu, praktek dan pengajaran 1937)
  • 24.
    24 4. Prof.Dr. Supomo,SH : Hukum adat ialah hukum yang tidak tertulis dalam peraturan2 legislatif (unstatutory law) meliputi peraturan2 hidup yang walaupun tidak ditetapkan oleh yang berwajib, toh ditaati dan didukung oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwa peraturan itu mempunyai kekuatan hukum. Dalam tata hukum bari Indonesia, untuk menghindari kesalahfahaman, istilah hukum adat dipakai sebagai sinonim dari hukum yang tertulis dalam peraturan legislatif (unstatory law), hukum yang hidup sebagai konvensi pada badan-badan hukum negara (Parlemen, Dewan Propinsi, dsb), hukum yang timbul karena putusan hakim (Judge made law), dan hukum yang hidup sebagai pertguran kebiasaan yang dipertahankan dalam pergaulan hidup, baik di kota maupun desa2 (Customary Law). Beberapa Catatan Mengenai Kedudukan Hukum Adat Unstatutory Law Conventie Customary LawJudge Made Law
  • 25.
    25 4. Dr. Sukanto,SH : Hukum adat ialah kompleks adat2 yang tidak dikitabkan, tidak dikodifisir, dan bersifat paksaan, mempunyai sanksi, jadi mempunyai akibatg hukum. Meninjau Hukum Adat Indonesia 5. Prof. Mr. M.M.Djojodigoeno : Hukum adat ialah hukum yang tidak bersumber kepada peraturan-peraturan. Azas-azas Hukum Adat, 1958 6. Mr. JHP. Bellefroid : Hukum adat ialah peraturan2 hidup yang meskipun tidak diundangkan oleh penguasa, toh dihormati dan ditaati oleh rakyat dengan keyakinan bahwa peraturan tersebut berlaku sebagai hukum. (Inleiding tot de rechtwetenschap in Nederland 7. Seminar Hukum Adat 1975 di Yogyakarta : Hukum adat ialah hukum asli bangsa Indonesia yang di sana sini dipengaruhi oleh unsur agama.
  • 26.
    26 8. Prof Dr.Hazairin: Kesusilaan dan Hukum, 1952 Seluruh lapangan hukum berhubugnan dengan kesusilaan, langsung atau tidak langsung. Dalam sistem hukum yang sempurna tidak ada tempat bagi hukum yang tidak selaras dengan kesusilaan. Istimewa dalam hukum adat, terdapat persesuaian yang langsung antara hukum dengan kesusilaan, pada akhirnya antara hukum dan adat demikian langsung sehingga istilah hukum adat tidak dibutuhkan oleh rakyat biasa, cukup dipakai istilah adat saja. Hukum adat ialah endapan(renapan) kesusilaan dalam masyarakat, artinya kaedah-kaedah adat berupa kaedah kesusilaan yang kebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat. Walau ada beda kaedah kesusilaan dan kaedah hukum, namun perbuatan yang dilarang atau disuruh menurut hukum juga dicela dan dianjurkan oleh kesusilaan. Apa yang tidak dapat dipelihara oleh kesusilaan diusakan pemeliharaannya melalui kaedah hukum, yang tidak hanya didasarkan kepada kebebasan pribadi, tetapi serentak mengekang kebebasan itu dengan suatu gertakan, ancaman paksaan, ancaman hukum atau penguatan hukum. Hukum adat adalah kaedah kesusilaan yang diberi gertakan, ancaman paksaaan, ancaman hukum atau penguatan hukum.
  • 27.
    27 Hukum Adat danHukum Agama A. Van Den Berg, Receptio in Comlexu B. Snouck Hurgronje, Receptie Theorie C. Ter Haar, Beslissingen leer D. Hazairin, Receptio contrario E. Seminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975 Van Den Berg, Receptio in Complexu Hukum pribumi adalah hukum agama yang mereka anut, karena jika memeluk agama harus juga mengikuti hukum-hukum agama yang dipeluknya. Jika ada yang bukan hukum agama, hanyalah merupakan penyimpangan sajha dari hukum agama yang in comlpexu gerecipieerd Snouck Hurgronje, Receptie Theorie Hukum agama yang berlaku bagi masyarakat adat penganutnya hanyalah sepanjang telah diterima (gerecipieerd) ke dalam hukum adat mereka. Ter Haar, Beslissingen leer Di samping keputusan hakim, kepala adat, dan kerukunan, hukum adat juga dapat berupa keputusan petugas-petugas di lapangan agam
  • 28.
    28 Hazairin, Receptie Contrario Teoriresepsi adalah teori iblis kaena memilah berlakunya hukum agama. Berlakunya hukum agama bukan atas dasar hukum adat, tetapi berdasarkan hukum agama itu sendiri Seminar Hukum Adat di Yogyakarta, 1975 Hukum adat ialah hukum Indonesia Asli yang di sana sini dipengaruhi oleh unsur agama Hukum Islam di Minangkabau Alah Bakarih samparono, bingkisan rajo mojopahik, Tuah Basabab Bakarano, Pandai Batenggang di nan rumik. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Adat jo syarak, bak tabiang jo aua, tabiang ndak runtuah, aua ndak taban; bak mansiro dalam lapiak, salo manyalo kaduonyo Sandi tidak sama dengan fondasi. Sandi adalah batu yang diselipkan kemudian di bawah tiang setelah tiang berdiri Adat diperkuat oleh syarak, syarak diperkuat oleh kitabullah Sepanjang menyangkut haram dan dosa digunakan hukum Islam, selebihnya tetap digunakan hukum adat Baca Makalah ABSSBK
  • 29.
    29 Hukum Adat Minangkabauadalah hukum yang lahir, tumbuh, berkembang dan dipertahankan dalam kehidupan nyata masyarakat Minangkabau, mempunyai padahan hukum yang akan dilaksanakan secara nyata. Padahan Hukum : Pidana; Perdata; Administrasi Berlakunya : Bagi Masyarakat MInang, baik di kampung maupun di rantau Ciri : Pada umumnya tidak tertulis, dinamis, magis religius, komunal, tunai, terang Sumber Pengenal : Prilaku nyata, pepatah adat, keputusan fungsionaris hukum, kitab hukum, laporan penelitian
  • 30.
    30 Nagari Sebagai MasyarakatHukum Adat Genealogis Matrilineal Teritorial Masyarakat Hukum Adat : Sekelompok Orang yang merasa sebagai satu kesatuan yang utuh, baik karena persamaan keturunan maupun tempat tinggal, mempunyai organisasi yang jelas dan personalianya; berwenang mengurus kepentingan masyarakatnya; mempunyai harta kekayaan sendeiri; berujud maupun tidak berujud Genealogis Teritorial Genealogis Teritorial Patrilineal Marga Matrilineal Suku Streek Gemeenschap Dorps Gemeenschap Doorpenbond Genealogis Matrilineal Teritorial Nagari di MK Genealogis Patrilineal Teritorial Huta dan Kuria di Batak
  • 31.
    31Rang Gari MangarekKuku; Dikarek dengan sirauik; Parauik Batuang Tuo; Tuonyo Elok Ka Lantai Nagari Baampek Suku; Suku Babuah Paruik; Kampuang Batuo; Rumah Batungganai Nagari adalah sekelompok besar orang (perempuan, lelaki, tua, muda) yang terdiri dari beberapa kelompok genealogis (suku dan paruik) yang menyatukan diri sebagai kelompok teritorial Anak Nagari : setiap orang yang ibunya mempunyai suku yang diakui keberadaannya dalam masyarakat hukum adat yang bersangkutan Rang Kampuang Anak nagari yang tinggal di wilayah nagari Rang Rantau Anak nagari yang tinnggal di luar wilayah nagari Rantau Dakek : Masih dalam Wilayah Minangkabau Rantau Jauah : Ke Luar Wilayah Minangkabau Rantau Cino : Putus Hubungan dengan nagarinya
  • 32.
    32Definisi Nagari : MenurutPerda Sumatera Barat No. 9/2000 Psl 1 angka (7), Nagari adalah kesatuan masyarakat hukum adat dalam Daerah Propinsi Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa suku yang mempunyai wilayah tertentu batas-batasnya, mempunyai harta kekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya, dan memilih pimpinan pemerintahannya. Definisi Nagari : Perda Sumbar No. 2 Tahun 2007 Pasal 1 angka 7, nagari adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki batas-batas wilayah tertentu, dan berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan filosofi adat Minangkabau (Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiKitabullah) dan atau berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat Syarat Nagari : 1. Minimal empat suku 2. Setiap suku punya buah paruik 3. Babalai dan musajik 4. Bakorong bakampuang 5. Labuah nan goloang, pasa nan rami 6. Tapian tampek mandi
  • 33.
    33Pertumbuhan Nagari Taratak MuloDibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, koto manjadi nagari Taratak A Taratak B Taratak C Kampuang D Kampuang E Kampuang F Koto L Koto M Koto K Nagari X Model 1 Integrasi
  • 34.
    34Pertumbuhan Nagari Taratak MuloDibuaek; Dari taratak manjadi kampuang, kampuang manjadi koto, koto manjadi nagari Kampuang Taratak Buluah Taratak Buluah Koto Taratak Buluah Nagari Taratak Buluah
  • 35.
  • 36.
    36 Tipe Nagari Budi Caniago (BudiCando Iko) Dt. Parapatiah Nan Sabatang 1. Mambusek Dari Bumi 2. Demokratis (Musyawarah Mufakat) 3. Lantai Balerong Datar 4. Suku= hanya nama keturunan 5. Paruik = MHA, dipimpin pangulu pimpinan tertinggi) 3. Lantai Balerong Bertingkat 4. Suku=MHA, dipimpin pangulu pucuak 5. Paruik=MHA, dipimpin pangulu andikoPisang Sikalek- kalek Hutan; Pisang timbatu nan bagatah, Bodi Caniago inyo bukan, Koto Piliang inyo antah
  • 37.
    37 Perkembangan Status Nagari 1.Pra Islam (Nagari Merupakan Negara mandiri diatur berdasarkan hukum adat ) 2. Pra Kolonial Belanda (Nagari Merupakan Negara mandiri diatur berdasarkan hukum adat dan Hukm Islam) 3. Zaman HIndia Belanda (Nagari merupakan pelaksanaan Pemerintahan dan digunakan untuk membantu pemerintahan Belanda 4. 1945- 1979 (Nagari tetap pelaksana pemerintahan terendah dalam NKRI) 5. 1980 – 2000 (Pemerintahan terendah adalah Desa, Nagari hanya sebagai MHA Perda 13-1983) 6. 2000 – 2007 (Perda 9 2000 Sistem Pemerintahan Nagari di Kabupaten) 7. 2007-kini (Perda 2/2007 Kabupaten Kota) Baca Makalah Pengelolaan dan Pemberdayaan Nagari
  • 38.
    38 Hukum Perkawinan AdatMinangkabau 1. Pengertian Hukum Perkawinan Adat Minangkabau dan Pembidangannya Hukum Perkawinan AMK adalah hukum yang berkenaan dengan prosedur yang harus dilaksanakan oleh seorang laki-laki dan perempuan beserta kerabat masing-masing dalam mengikat dan berakhirnya tali perjodohan antara keduanya dalam masyarakat Minangkabau Hukum Perkawinan AMK itu meliputi, hukum tentang Perjodohan (Peminangan, pertunangan, dan pengesahan perkawinan); Kehidupan Rumah Tangga (Domisili, Kedudukan Anak, Kedudukan Harta, dsb.); dan Putusnya Perkawinan
  • 39.
    39 2. Sistem PerkawinanAdat Minangkabau Perkawinan adat Minangkabau dikenal menggunakan sistem perkawinan eksogami, sumandi dan matrilokal a. Eksogami : adalah sistem perkawinan yang mewajibkan seseorang kawin ke luar kelompok matrilinealnya. Sistem ini diujudkan dengan adanya larangan kawin sesuku dalam satu nagari. Setelah masuknya Islam dengan prinsip BSSBK, maka larangan syarak ditambahkan ke dalam larangan adat. Larangan Syarak dimuat dalam Surat Annisak ayat : Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281] ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara- saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan
  • 40.
    40 Larangan Syarak dimuatdalam Surat Annisak ayat 23 : Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281] ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara- saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara- saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri- isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
  • 41.
    41 Larangan Syarak dimuatdalam Surat Annisak ayat 23 : [281]. Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
  • 42.
    42 b. Kawin Sumando,adalah sistem perkawinan bajapuik, dengan mana sebuah kerabat matrilineal dari seorang perempuan menjemput seorang laki-laki dari kerabat matrilineal lain untuk dijadikan urang sumando (suami dari anggota kelompoknya yang perempuan). Sebagai urang sumando, si suami tidak menjadi anggota kerabat matrilineal istrinya, dia mempunyai hak dan kewanjiban khusus terhadap istri dan anak-anaknya. Hak dan kewajiban itu telah berkembang sesuai dengan perkembangan sistem kawin sumando sebagai berikut : 1. Masa Sumando Pinjam Jago (sebelum Islam) Pada masa ini, urang sumando sebagai seorang jemputan belum menetap tinggal bersama isteri dan anak mereka setelah perkawinan. Suami hanya bersifat memberi bantuan saja kepada isteri dan kerabatnya dalam kehidupan rumah tangga. Suami tetap mencari kebutuhan hidup bersama kerabat matrilinealnya sendiri. Maka belum ada harta bersama (suarang) antara suami dengan isteri.
  • 43.
    43 2. Masa SumandoMenetap (Setelah Islam) Pola ini lahir karena hukum islam mengajarkan tentang kewajiban suami untuk memberi nafkah kepada istrinya. Maka mucncullah pepatah adat yang berbunyi : Kaluak paku kacang balimbiang, daun bakuang lenggang- lenggangkan, diabao anak saruaso Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan , jago nagari jan binaso. Peran Laki-laki Minang : - Mamangku anak jo pancarian ( hasil usaha sendiri) - Membing kamanakan dengan pusako (harta bersama kerabat matrililneal, tanah ulayat suku/paruik, dsb.) - Manenggang (membantu) orang kampung dalam berbagai kegiatan bersama melalui gotong royong - Menjaga Nagari (mengawasi, jika perlu ikut perang) dalam mempertahankan keutuhan nagarinya sebagai sebuah negara kecil (kleine republieken) Pada masa ini mulai muncul harta suarang, yakni harta berasama dari suami isteri yang diperoleh dari usaha bersama mereka, di samping harta pusaka kerabat istreri
  • 44.
    44 C. Matrilokal Matrilokal adalahsistem perkawinan dengan mana setelah perkawinan berlangsung suami isteri bertempat tinggal di tempat tinggal istri. Karena itu, seorang laki-laki yang telah kain disebut barumah, karena setelah kawin dia telah mempunyai rumah temapt tinggal bersama istrinya. Ini yang berbeda dengan hukum islam dan hukum barat yang menetapkan bahwa istri mempunyai tempat tinggal wajib di temapt tinggal suami. Karena itu, jika mencari laki-laki minang yang telah kawin carilah dia ke rumah istrinya, kecuali kalau dia telah menempatkan domisili mereka di tempat lain yang ditetapkan bersama suamin isteri.
  • 45.
    45 3. Masa SumandoBebas (di Perantauan) Pola ini terjadi dalam masyarakat minang perantauan yang kehidupan mereka telah bebas dari pengaruh kerabat matrilineal masing-masing, baik dalam bentuk rantau dakek, jauh, maupun rantau cino. Pada masa ini kehidupan suami isteri dan anak-anak mereka telah digantungkan sepenuhnya kepada usaha bersama suami isteri, seperti dagang, pegawai negeri, tukang, dsb. Maka pada masa ini semua harta kekayaan suami isteri merupakan harta suarang, harta bersama suami isteri yang merupakan gabungan antara pancarian suami dan pancarian istri. Separoh harta suarang itu menjadi hak isteri dan separohnya lagi hak suami.
  • 46.
    46 3. Prosedur TerjadinyaPerkawinan dewasa ini a. Pencalonan Dalam Rapat Kaum Perempuan b. Peminangan (sampai ada kecocokan) c. Pertunangan + penetapan hari nikah d. Pengurusan Surat-surat (UU + PP) e. Pengesahan Perkawinan 4. Kehidupan Rumah Tangga a. Japuik Marapulai (Domisili) b. Status Anak c. Mata Pencaharian Suami-istri d. Harta Perkawinan (suarang dan bawaan) 3. Putusnya Perkawinan a. Percekcokan dan Baganyi b. Penyelesaian Secara Adat dan Agama c. Penyelesaian Melalui Peradilan
  • 47.
    47 1. Pengertian TanahDalam HAMK Tanah adalah bagian dari permukaan bumi dengan batas-batas tertentu, sepanjang melengket dengan bumi
  • 48.
    48 Hukum Tanah AdatMinangkabau 1. Pengertian Tanah Dalam HAMK 2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK 3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK 4. Transaksi Tanah 5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
  • 49.
    49 Hukum Tanah AdatMinangkabau 1. Pengertian Tanah Dalam HAMK 2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK 3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK 4. Transaksi Tanah 5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah
  • 50.
    50 Hukum Tanah AdatMinangkabau 1. Pengertian Tanah Dalam HAMK 2. Pentingnya Tanah Dalam Masyrakat MK 3. Jenis Hak Atas Tanah Dlm HAMK 4. Transaksi Tanah 5. Transaksi Yang Berhubungan Dengan Tanah