FORMULASI DAN TEKHNOLOGI
SEDIAAN CAIR DAN SEMI SOLID
(SEDIAAN GEL)
Disusun Oleh :
Eva Nurvadilah
Ella Riani
Biki Hakiki
A. Pengertian Gel
Gel merupakan sediaan
semipadat yang jernih, tembus
cahaya dan mengandung zat aktif,
merupakan dispersi koloid
mempunyai kekuatan yang
disebabkan oleh jaringan yang
saling berikatan pada fase
terdispersi. Dalam industri farmasi,
sediaan gel banyak digunakan
pada produk obat-obatan, kosmetik
dan makanan.
• Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, gel kadang-kadang disebut jeli,
merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel
anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh
suatu cairan.
• Menurut Formularium Nasional, gel adalah sediaan bermassa
lembek, berupa suspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawa
anorganik atau makromolekul senyawa organik, masing-masing
terbungkus dan saling terserap oleh cairan
• Menurut Ansel, gel didefinisikan sebagai suatu sistem setengah padat
yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari partikel
anorganik yang terkecil atau molekul organik yang besar dan saling
diresapi cairan.
B. Komponen Gel
1. Gelling Agent.
Sejumlah polimer digunakan dalam pembentukan struktur
berbentuk jaringan yang merupakan bagian penting dari sistem gel.
Termasuk dalam kelompok ini adalah gom alam, turunan selulosa, dan
karbomer. Kebanyakan dari sistem tersebut berfungsi dalam media air,
selain itu ada yang membentuk gel dalam cairan non-polar. Beberapa
partikel padat koloidal dapat berperilaku sebagai pembentuk gel karena
terjadinya flokulasi partikel. Konsentrasi yang tinggi dari beberapa
surfaktan non-ionik dapat digunakan untuk menghasilkan gel yang
jernih di dalam sistem yang mengandung sampai 15% minyak mineral.
2. Bahan tambahan
a. Pengawet
Meskipun beberapa basis gel resisten terhadap serangan
mmikroba, tetapi semua gel mengandung banyak air
sehingga embutuhkan pengawet sebagai antimikroba. Dalam
pemilihan pengawet harus memperhatikan
inkompatibilitasnya dengan gelling agent.
b. Penambahan bahan higroskopis
untuk mencegah kehilangan air. Contohnya gliserol,
propilenglikol dan sorbitol dengan konsentrasi 10-20 %.
c. Chelating agent
Bertujuan untuk mencegah basis dan zat yang
sensitive terhadap logam berat. Contohnya EDTA.
C. Tujuan Pemakaian
digunakan untuk luka dengan jaringan nekrotik untuk melembabkan
dan melunakkan jaringan nekrotik.
D. Karakteristik Pemakaian
Sediaan gel umumnya memiliki karakteristik tertentu, yakni (disperse
system, vol 2 hal 497):
1. Swelling
Gel dapat mengembang karena komponen pembentuk gel
dapat mengabsorbsi larutan sehingga terjadi pertambahan
volume. Pelarut akan berpenetrasi diantara matriks gel dan terjadi
interaksi antara pelarut dengan gel. Pengembangan gel kurang
sempurna bila terjadi ikatan silang antar polimer di dalam matriks gel
yang dapat menyebabkan kelarutan komponen gel berkurang.
2. Sineresis
Suatu proses yang terjadi akibat adanya kontraksi di
dalam massa gel. Cairan yang terjerat akan keluar dan berada
di atas permukaan gel. Pada waktu pembentukan gel terjadi
tekanan yang elastis, sehingga terbentuk massa gel yang tegar.
3. Efek suhu
Efek suhu mempengaruhi struktur gel. Gel dapat terbentuk
melalui penurunan temperatur tapi dapat juga pembentukan gel terjadi
setelah pemanasan hingga suhu tertentu. Polimer seperti MC, HPMC,
terlarut hanya pada air yang dingin membentuk larutan yang kental
4. Efek elektrolit
Konsentrasi elektrolit yang sangat tinggi akan berpengaruh
pada gel hidrofilik dimana ion berkompetisi secara efektif dengan
koloid terhadap pelarut yang ada dan koloid digaramkan (melarut).
Gel yang tidak terlalu hidrofilik dengan konsentrasi elektrolit kecil akan
meningkatkan rigiditas gel dan mengurangi waktu untuk menyusun
diri sesudah pemberian tekanan geser
5. Elastisitas dan rigiditas
Sifat ini merupakan karakteristik dari gel gelatin agar dan
nitroselulosa, selama transformasi dari bentuk sol menjadi gel
terjadi peningkatan elastisitas dengan peningkatan konsentrasi
pembentuk gel. Bentuk struktur gel resisten terhadap
perubahan atau deformasi dan mempunyai aliran
viskoelastik. Struktur gel dapat bermacam-macam tergantung
dari komponen pembentuk gel.
6. Rheologi
Larutan pembentuk gel (gelling agent) dan dispersi
padatan yang terflokulasi memberikan sifat aliran pseudoplastis
yang khas, dan menunjukkan jalan aliran non–newton yang
dikarakterisasi oleh penurunan viskositas dan peningkatan laju
aliran.
E. Cara Pembuatan
Proses pembuatan (Pustaka: Lachman, Disperse System Vol. 2) :
1. Timbang jumlah agen gel sesuai dengan yang dibutuhkan
2. Agen pembentuk sel yang dikembangkan dengan menggunakan
masing-masing
3. Timbang zat aktif dan zat tambahan lainnya
4. Tambahkan agen pembentuk gel yang telah dikembangkan ke dalam
campuaran ini atau sebaliknya sambil diaduk terus-menerus hingga
homogen tetapi jangan terlalu kuat karena akan membebani udara
sehingga memunculkan gelembung udara dalam sediaan yang dapat
digunakan untuk pH sediaan.
5.Gel yang sudah jadi dimasukkan ke dalam alat pengisi Gel dan
diisikan ke dalam tabung sebanyak yang dibutuhkan
6. Ujung tabung ditutup lalu diberi etiket dan dikemas dalam wadah
ynag dilengkapi brosur dan etiket.
F. Karakteristik Bahan
Karakteristik bahan harus inert, aman, tidak bereaksi dengan
komponen lain
G. Stabilitas
Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin di kulit,
mudah mengering, dan mudah dicuci. Bahan pembentuk gel yang
biasa digunakan adalah Carbopol 940, Na-CMC dan HPMC. Gelling
agent tersebut banyak digunakan dalam produk kosmetik dan obat
karena memiliki stabilitas dan kompaktibilitas yang tinggi, toksisitas
yang rendah, serta mampu meningkatkan waktu kontak dengan kulit
sehingga meningkatkan efektivitas penggunaan gel sebagai
antibakteri (Edwards dan Johnsons, 1987).
H. Evaluasi sediaan
1. Penampilan (Diktat teknologi likuida dan
semipadat hal.127)
Yang dilihat penampilan, warna dan bau .
2. Homogenitas (Diktat teknologi likuida dan semipadat.127)
Caranya: oleskan sedikit gel di atas kaca objek dan lihat
susunan partikel yang terbentuk atau tidak
homogenan.
3. Viskositas / rheologi (lihat lampiran martin, Farfis hal 501)
Menggunakan viscometer Stromer dan viscometer Brookfield
4. Distribusi ukuran partikel
5. Uji Kebocoran
6. Isi minimum
7. Penetapan pH
8. Uji pelepasan Bhan aktif dari sediaan gel Prinsip: mengukur
kecepatan pelepasan bahan aktif dari sediaan gel dengan cara
mengukur zat aktif dalam cairan penerima pada waktu-waktu tertentu
9. Uji difusi bahan aktif dari sediaan gel Prinsip: Menguji bahan
aktif dari sediaan gel menggunakan sel tertentu dengan cara mengukur
komposisi bahan aktif pada cairan penerima pada selang waktu
tertentu)
10. Stabilitas gel
Nilai hasil suatu sediaan viskoelastis dapat ditentukan dengan
menggunakan penetrometer. Alat ini terdiri dari logam kerucut atau
jarum. Dalamnya penetrasi yang dihasilkan ditampilkan dari sudut
kontak dengan sediaan yang ada di bawah tekanan.
I. ContohFormulasi ( dari bahan alam)
Gel ekstrak etanol daun Ketepeng cina dibuat dari ekstrak daun
ketepeng cina dan zat tambahan. Komposisi formulasi gel disusun
berdasarkan metode trial-error pada tahap praformulasi. dengan basis
CMC-Na mempunyai susunan sebagai berikut :11
R/ CMC-Na 5%
Gliserin 10%
Propilenglikol 5%
TERIMAKASIH

Gel.pptx

  • 1.
    FORMULASI DAN TEKHNOLOGI SEDIAANCAIR DAN SEMI SOLID (SEDIAAN GEL) Disusun Oleh : Eva Nurvadilah Ella Riani Biki Hakiki
  • 2.
    A. Pengertian Gel Gelmerupakan sediaan semipadat yang jernih, tembus cahaya dan mengandung zat aktif, merupakan dispersi koloid mempunyai kekuatan yang disebabkan oleh jaringan yang saling berikatan pada fase terdispersi. Dalam industri farmasi, sediaan gel banyak digunakan pada produk obat-obatan, kosmetik dan makanan.
  • 3.
    • Menurut FarmakopeIndonesia edisi IV, gel kadang-kadang disebut jeli, merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. • Menurut Formularium Nasional, gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa suspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawa anorganik atau makromolekul senyawa organik, masing-masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan • Menurut Ansel, gel didefinisikan sebagai suatu sistem setengah padat yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari partikel anorganik yang terkecil atau molekul organik yang besar dan saling diresapi cairan.
  • 4.
    B. Komponen Gel 1.Gelling Agent. Sejumlah polimer digunakan dalam pembentukan struktur berbentuk jaringan yang merupakan bagian penting dari sistem gel. Termasuk dalam kelompok ini adalah gom alam, turunan selulosa, dan karbomer. Kebanyakan dari sistem tersebut berfungsi dalam media air, selain itu ada yang membentuk gel dalam cairan non-polar. Beberapa partikel padat koloidal dapat berperilaku sebagai pembentuk gel karena terjadinya flokulasi partikel. Konsentrasi yang tinggi dari beberapa surfaktan non-ionik dapat digunakan untuk menghasilkan gel yang jernih di dalam sistem yang mengandung sampai 15% minyak mineral.
  • 5.
    2. Bahan tambahan a.Pengawet Meskipun beberapa basis gel resisten terhadap serangan mmikroba, tetapi semua gel mengandung banyak air sehingga embutuhkan pengawet sebagai antimikroba. Dalam pemilihan pengawet harus memperhatikan inkompatibilitasnya dengan gelling agent. b. Penambahan bahan higroskopis untuk mencegah kehilangan air. Contohnya gliserol, propilenglikol dan sorbitol dengan konsentrasi 10-20 %. c. Chelating agent Bertujuan untuk mencegah basis dan zat yang sensitive terhadap logam berat. Contohnya EDTA.
  • 6.
    C. Tujuan Pemakaian digunakanuntuk luka dengan jaringan nekrotik untuk melembabkan dan melunakkan jaringan nekrotik.
  • 7.
    D. Karakteristik Pemakaian Sediaangel umumnya memiliki karakteristik tertentu, yakni (disperse system, vol 2 hal 497): 1. Swelling Gel dapat mengembang karena komponen pembentuk gel dapat mengabsorbsi larutan sehingga terjadi pertambahan volume. Pelarut akan berpenetrasi diantara matriks gel dan terjadi interaksi antara pelarut dengan gel. Pengembangan gel kurang sempurna bila terjadi ikatan silang antar polimer di dalam matriks gel yang dapat menyebabkan kelarutan komponen gel berkurang. 2. Sineresis Suatu proses yang terjadi akibat adanya kontraksi di dalam massa gel. Cairan yang terjerat akan keluar dan berada di atas permukaan gel. Pada waktu pembentukan gel terjadi tekanan yang elastis, sehingga terbentuk massa gel yang tegar.
  • 8.
    3. Efek suhu Efeksuhu mempengaruhi struktur gel. Gel dapat terbentuk melalui penurunan temperatur tapi dapat juga pembentukan gel terjadi setelah pemanasan hingga suhu tertentu. Polimer seperti MC, HPMC, terlarut hanya pada air yang dingin membentuk larutan yang kental 4. Efek elektrolit Konsentrasi elektrolit yang sangat tinggi akan berpengaruh pada gel hidrofilik dimana ion berkompetisi secara efektif dengan koloid terhadap pelarut yang ada dan koloid digaramkan (melarut). Gel yang tidak terlalu hidrofilik dengan konsentrasi elektrolit kecil akan meningkatkan rigiditas gel dan mengurangi waktu untuk menyusun diri sesudah pemberian tekanan geser
  • 9.
    5. Elastisitas danrigiditas Sifat ini merupakan karakteristik dari gel gelatin agar dan nitroselulosa, selama transformasi dari bentuk sol menjadi gel terjadi peningkatan elastisitas dengan peningkatan konsentrasi pembentuk gel. Bentuk struktur gel resisten terhadap perubahan atau deformasi dan mempunyai aliran viskoelastik. Struktur gel dapat bermacam-macam tergantung dari komponen pembentuk gel. 6. Rheologi Larutan pembentuk gel (gelling agent) dan dispersi padatan yang terflokulasi memberikan sifat aliran pseudoplastis yang khas, dan menunjukkan jalan aliran non–newton yang dikarakterisasi oleh penurunan viskositas dan peningkatan laju aliran.
  • 10.
    E. Cara Pembuatan Prosespembuatan (Pustaka: Lachman, Disperse System Vol. 2) : 1. Timbang jumlah agen gel sesuai dengan yang dibutuhkan 2. Agen pembentuk sel yang dikembangkan dengan menggunakan masing-masing 3. Timbang zat aktif dan zat tambahan lainnya 4. Tambahkan agen pembentuk gel yang telah dikembangkan ke dalam campuaran ini atau sebaliknya sambil diaduk terus-menerus hingga homogen tetapi jangan terlalu kuat karena akan membebani udara sehingga memunculkan gelembung udara dalam sediaan yang dapat digunakan untuk pH sediaan. 5.Gel yang sudah jadi dimasukkan ke dalam alat pengisi Gel dan diisikan ke dalam tabung sebanyak yang dibutuhkan 6. Ujung tabung ditutup lalu diberi etiket dan dikemas dalam wadah ynag dilengkapi brosur dan etiket.
  • 11.
    F. Karakteristik Bahan Karakteristikbahan harus inert, aman, tidak bereaksi dengan komponen lain G. Stabilitas Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin di kulit, mudah mengering, dan mudah dicuci. Bahan pembentuk gel yang biasa digunakan adalah Carbopol 940, Na-CMC dan HPMC. Gelling agent tersebut banyak digunakan dalam produk kosmetik dan obat karena memiliki stabilitas dan kompaktibilitas yang tinggi, toksisitas yang rendah, serta mampu meningkatkan waktu kontak dengan kulit sehingga meningkatkan efektivitas penggunaan gel sebagai antibakteri (Edwards dan Johnsons, 1987).
  • 12.
    H. Evaluasi sediaan 1.Penampilan (Diktat teknologi likuida dan semipadat hal.127) Yang dilihat penampilan, warna dan bau . 2. Homogenitas (Diktat teknologi likuida dan semipadat.127) Caranya: oleskan sedikit gel di atas kaca objek dan lihat susunan partikel yang terbentuk atau tidak homogenan. 3. Viskositas / rheologi (lihat lampiran martin, Farfis hal 501) Menggunakan viscometer Stromer dan viscometer Brookfield 4. Distribusi ukuran partikel 5. Uji Kebocoran 6. Isi minimum 7. Penetapan pH
  • 13.
    8. Uji pelepasanBhan aktif dari sediaan gel Prinsip: mengukur kecepatan pelepasan bahan aktif dari sediaan gel dengan cara mengukur zat aktif dalam cairan penerima pada waktu-waktu tertentu 9. Uji difusi bahan aktif dari sediaan gel Prinsip: Menguji bahan aktif dari sediaan gel menggunakan sel tertentu dengan cara mengukur komposisi bahan aktif pada cairan penerima pada selang waktu tertentu) 10. Stabilitas gel Nilai hasil suatu sediaan viskoelastis dapat ditentukan dengan menggunakan penetrometer. Alat ini terdiri dari logam kerucut atau jarum. Dalamnya penetrasi yang dihasilkan ditampilkan dari sudut kontak dengan sediaan yang ada di bawah tekanan.
  • 14.
    I. ContohFormulasi (dari bahan alam) Gel ekstrak etanol daun Ketepeng cina dibuat dari ekstrak daun ketepeng cina dan zat tambahan. Komposisi formulasi gel disusun berdasarkan metode trial-error pada tahap praformulasi. dengan basis CMC-Na mempunyai susunan sebagai berikut :11 R/ CMC-Na 5% Gliserin 10% Propilenglikol 5%
  • 15.