Karakteristik Transistor
Nama : M Galih Ardiyanto
Nim : 1410502075
Prodi : Teknik Mesin (S1)
Dosen Pengajar : R. Suryoto edy raharjo,
s.t.,m.eng
• Daftar isi :
• Pengertian transistor
• Fungsi transistor
• Jenis dan simbol transistor
• Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching),
stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi
lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik,
dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan
inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat
akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya
(FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat
dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor
memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot
(C).
penguat arus maupun tegangan yang dipakai sebagai penguat
sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching)
stabilisasi tegangan semacam kran listrik, dimana berdasarkan
arus inputnya (BJT) atautegangan inputnya (FET)
memungkinkan pengaliran listrik yangsangat akurat dari
sirkuit sumber listriknya
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan
banyak kategori simbol transistor dari berbagai tipe, antara
lain:
• Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium
Arsenide.
• Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole
Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain.
• Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT,
MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta
pengembangan dari transistor yaitu IC(Integrated Circuit)
dan lain-lain.
• Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel.
• Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High
Power.
• Maximum frekuensi kerja: Low, Medium, atau High
Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain.
• Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan
Tinggi, dan lain-lain
Transistor Bipolar adalah jenis transistor yang
paling banyak di gunakan pada rangkaian
elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi
atas 3 bagian lapisan material semikonduktor
yang terdiri dari dua formasi lapisan yaitu
lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan
lapisan N-P-N (Negatif-Positif-Negatif
Transistior NPN
Transistor secara umum dibagi menjadi 2
macam yaitu PNP dan NPN
Tansistor NPN
Prinsip kerja dari transistor NPN adalah: arus akan
mengalir dari kolektor ke emitor jika basisnya
dihubungkan ke ground (negatif). Arus yang
mengalir dari basis harus lebih kecil daripada arus
yang mengalir dari kolektor ke emitor, oleh sebab
itu maka ada baiknya jika pada pin basis dipasang
sebuah resistor.
Tansistor PNP
Prinsip kerja dari transistor PNP adalah arus akan
mengalir dari emitter menuju ke kolektor jika pada
pin basis dihubungkan ke sumber tegangan ( diberi
logika 1). Arus yang mengalir ke basis harus lebih
kecil daripada arus yang mengalir dari emitor ke
kolektor, oleh sebab itu maka ada baiknya jika pada
pin basis dipasang sebuah resistor.
Fungsi lain dari transistor adalah
sebagai penguat arus. Karena
fungsi ini maka transistor bisa
dipakai untuk rangkaian power
supply dengan tegangan yang di
set. Untuk keperluan ini transistor
harus dibias tegangan yang
konstan pada basisnya, supaya
pada emitor keluar tegangan yang
tetap. Biasanya untuk mengatur
tegangan basis supaya tetap
digunakan sebuah dioda zener.
• Salah satu fungsi Transistor yang paling
banyak digunakan di dunia Elektronika Analog
adalah sebagai penguat yaitu penguat arus,
penguat tegangan, dan penguat daya. Fungsi
komponen semikonduktor ini dapat kita
temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic, Pree-
Amp Head, Mixer, Echo, Tone Control,
Amplifier dan lain-lain.
Kode – Kode Transistor
Sebuah transistor selalu diberikan kode – kode
tertentu sesuai dengan pabrik pembuatnya
maupun fungsi transistor . Berikut
adalah huruf-huruf pengkodean berdasarkan
buatan pabrik dari Eropa :
Huruf pertama menyatakan bahan
semikonduktor yang digunakan untuk
membuat transistor.
A = Germanium
D = Antimonida Indium
B = Silicon
R = Sulfida Cadmium
C = Arsenida Gali
• Huruf kedua menyatakan fungsi penerapannya pada rangkaian
elektronika.
A = dioda detector, dioda pencampur , dioda kecepatan tinggi.
B = dioda kapasitas variable
C = transistor frekuensi renadah
D = transistor daya frekuensi rendah
E = dioda terobosan
F = transistor frekuensi radio, bukan daya
G = macam ragam keperluan ( multiperpose )
L = transistor daya frekuensi rendah
N = kopling foto
P = dioda radiasi seperti dioda foto, transistor foto
Q = generator radiasi seperti LED
R = piranti kemudi dan saklar seperti TRIAC
S = transistor sakalr daya rendah
T = piranti kemudi dan switching seperti TRIAC
U = transistor saklar daya tinggi
X = dioda pengganda
Y = penyearah,dioda efisiensi atau penyondol
(booster)
Z = dioda Zener, pengatur ( regulator )
3. Huruf atau angka yang lain menyatakan nomor seri.
Untuk transistor buatan Amerika kode yang biasa
digunakan adalah :
1N , 2N , dlsb. Sedang buatan Jepang menggunakan
kode : 2SA , 2SB, 2SC
TERIMAKASIH

Galih ardiyanto.tmb

  • 1.
    Karakteristik Transistor Nama :M Galih Ardiyanto Nim : 1410502075 Prodi : Teknik Mesin (S1) Dosen Pengajar : R. Suryoto edy raharjo, s.t.,m.eng
  • 2.
    • Daftar isi: • Pengertian transistor • Fungsi transistor • Jenis dan simbol transistor
  • 3.
    • Transistor adalahalat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
  • 4.
    Transistor dapat berfungsisemacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C).
  • 5.
    penguat arus maupuntegangan yang dipakai sebagai penguat sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching) stabilisasi tegangan semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atautegangan inputnya (FET) memungkinkan pengaliran listrik yangsangat akurat dari sirkuit sumber listriknya
  • 6.
    Secara umum, transistordapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori simbol transistor dari berbagai tipe, antara lain: • Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide. • Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain. • Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC(Integrated Circuit) dan lain-lain.
  • 7.
    • Polaritas: NPNatau N-channel, PNP atau P-channel. • Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power. • Maximum frekuensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain. • Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
  • 8.
    Transistor Bipolar adalahjenis transistor yang paling banyak di gunakan pada rangkaian elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi atas 3 bagian lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua formasi lapisan yaitu lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan lapisan N-P-N (Negatif-Positif-Negatif
  • 9.
    Transistior NPN Transistor secaraumum dibagi menjadi 2 macam yaitu PNP dan NPN
  • 10.
    Tansistor NPN Prinsip kerjadari transistor NPN adalah: arus akan mengalir dari kolektor ke emitor jika basisnya dihubungkan ke ground (negatif). Arus yang mengalir dari basis harus lebih kecil daripada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor, oleh sebab itu maka ada baiknya jika pada pin basis dipasang sebuah resistor.
  • 11.
    Tansistor PNP Prinsip kerjadari transistor PNP adalah arus akan mengalir dari emitter menuju ke kolektor jika pada pin basis dihubungkan ke sumber tegangan ( diberi logika 1). Arus yang mengalir ke basis harus lebih kecil daripada arus yang mengalir dari emitor ke kolektor, oleh sebab itu maka ada baiknya jika pada pin basis dipasang sebuah resistor.
  • 12.
    Fungsi lain daritransistor adalah sebagai penguat arus. Karena fungsi ini maka transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply dengan tegangan yang di set. Untuk keperluan ini transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya, supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap. Biasanya untuk mengatur tegangan basis supaya tetap digunakan sebuah dioda zener.
  • 13.
    • Salah satufungsi Transistor yang paling banyak digunakan di dunia Elektronika Analog adalah sebagai penguat yaitu penguat arus, penguat tegangan, dan penguat daya. Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic, Pree- Amp Head, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain.
  • 14.
    Kode – KodeTransistor Sebuah transistor selalu diberikan kode – kode tertentu sesuai dengan pabrik pembuatnya maupun fungsi transistor . Berikut adalah huruf-huruf pengkodean berdasarkan buatan pabrik dari Eropa :
  • 15.
    Huruf pertama menyatakanbahan semikonduktor yang digunakan untuk membuat transistor. A = Germanium D = Antimonida Indium B = Silicon R = Sulfida Cadmium C = Arsenida Gali
  • 16.
    • Huruf keduamenyatakan fungsi penerapannya pada rangkaian elektronika. A = dioda detector, dioda pencampur , dioda kecepatan tinggi. B = dioda kapasitas variable C = transistor frekuensi renadah D = transistor daya frekuensi rendah E = dioda terobosan F = transistor frekuensi radio, bukan daya G = macam ragam keperluan ( multiperpose ) L = transistor daya frekuensi rendah N = kopling foto P = dioda radiasi seperti dioda foto, transistor foto Q = generator radiasi seperti LED R = piranti kemudi dan saklar seperti TRIAC S = transistor sakalr daya rendah
  • 17.
    T = pirantikemudi dan switching seperti TRIAC U = transistor saklar daya tinggi X = dioda pengganda Y = penyearah,dioda efisiensi atau penyondol (booster) Z = dioda Zener, pengatur ( regulator ) 3. Huruf atau angka yang lain menyatakan nomor seri. Untuk transistor buatan Amerika kode yang biasa digunakan adalah : 1N , 2N , dlsb. Sedang buatan Jepang menggunakan kode : 2SA , 2SB, 2SC
  • 18.