MAKALAH FISIKA 
D 
I 
S 
U 
S 
U 
N 
Oleh: 
NAMA : 1. Martha Rosari Silalahi (8) 
2. Ester Dewi Perangin-angin (27) 
3. Eva Laurisa Tarigan (28) 
4. Friska Pardede (29) 
5. Roy Frengky Saragih (38) 
6. Agnes Ervinda N Ginting (41) 
KELAS : 
JL. KAPITEN PURBA 1 SIMALINGKAR MEDAN
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan 
rahmatnya kelompok kami dapat menyelesaikan tugas diskusi kami dengan baik. 
Makalah ini kami susun untuk membantu para pembaca untuk mempermudah dalam 
mempelajari sifat-sifat gelombang. 
Makalah ini kami susun berdasarkan arahan dari guru bidang studi, yang dibuat untuk 
memperluas materi dalam pelajaran sifat-sifat gelombang serta bahasa yang mudah dimenger t i, 
sehingga membantu pembaca mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai sifat-sifat 
gelombang. 
Kami menyadari bahwa apa yang telah kami susun, tidak luput dari kekurangan. oleh 
karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca sangat kami harapkan 
demi perbaikan tugas makalah kami. 
Medan, september 2014 
Kelompok Orange
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR 
Daftar Isi 
BAB I PENDAHULUAN 
1. Latar Belakang 
2. Rumusan Masalah 
3. Tujuan penulisan 
BAB II PEMBAHASAN 
Sifat-Sifat Gelombang 
1. Dispersi Gelombang 
2. Pemantulan Gelombang 
3. Pembiasan Gelombang 
4. Difraksi Gelombang 
5. Interferensi Gelombang 
6. Polarisasi Gelombang 
BAB III PENUTUP 
Kesimpulan
BAB I 
PENDAHULUAN 
1. Latar Belakang 
Gelombang adalah getaran yang merambat. pada Gelombang terdapat Muka 
Gelombang yang berarti sebuah garis atau permukaan pada suatu lintasan gelombang 
yang sedang merambat, dimana semua partikel pada garis atau permukaan tersebut 
memiliki fase gelombang yang sama. ada dua macam muka gelombang, yaitu muka 
gelombang lurus dan muka gelombang lingkaran. Dalam medium homogen, kecepatan 
konstan, gelombang akan merambat pada garis lurus searah berkas. Pada jarak yang 
sangat jauh dari sumber gelombang, suatu bagian kecil muka gelombang dapat 
dianggap sebagai sebuah bidang, denggan berkas-berkas (sinar) gelombang berupa 
garis-garis pararel yang terhadap muka gelombang atau disebut dengan Gelombang 
Bidang. Analogi dua dimensi untuk gelombang bidang adalah Gelombang Garis yang 
merupakan satuan kecil muka gelombang lingkaran yang berada pada jarak yang sangat 
jauh dari sumber. 
Gelombang dapat mengalami dispersi, pemantulan(refleksi), pembiasan 
(refraksi), hambur (difraksi), dan polarisasi. Kelima gejala gelombang tersebut dapat 
dipelajari dari Tangki riak. Tangki riak digunakan untuk menghasilkan muka 
gelombang lurus maupun muka gelombang lingkaran. 
2. Rumusan Masalah 
a. Apa sajakah yang termasuk dalam sifat-sifat Gelombang? 
b. Apa sajakah contoh dalam kehidupan sehari-hari dari sifat gelombang tersebut? 
c. Bagaimanakah perumusan pada sifat gelombang tersebut? 
3. Tujuan Penulisan 
a. Untuk mengetahui apa saja sifat-sifat gelombang. 
b. Untuk mengetahui penerapan sifat-sifat gelombang dalam kehidupan sehari-hari. 
c. Untuk mengetahui perumusan sifat-sifat gelombang.
BAB II 
PEMBAHASAN 
Sifat-Sifat Gelombang 
1. Dispersi Gelombang 
Dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang 
merambat pada suatu medium. Medium nyata yang gelombangnya merambat dapat 
disebut sebagai medium nondispersi. Dalam medium nondispersi,gelombang 
mempertahankan bentuknya. 
Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik(putih) menjadi 
cahaya-cahaya monokromatik(me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau 
pembelokan. Hal itu membuktikan bahwa cahaya putih terdiri atas harmonisa s i 
berbagai cahaya warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. 
Pelangi adalah spektrum cahaya matahari yang diuraikan oleh butir-butir air. 
Pelangi hanya dapat terlihat jika kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan 
kita.Jika seberkas sinar matahari mengenai butir-butir air yang besar,maka sinar itu 
akan dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Sinar akan memasuki butir 
air.Sebagian kecil sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang butir air.Selanjutnya 
sinar pantul ini mengenai permukaan depan dan di biaskan oleh permukaan depan. 
Karena sinar pantul ini dibiaskan, maka sinar ini pun diuraikan atas spektrum-spektrum 
matahari. Ketika cahaya merambat dalam suatu medium, maka kecepatan rambat 
gelombang umumnya bergantung pada frekuensinya. 
Cahaya warna ungu merambat lebih lambat daripada cahaya warna merah.Jika 
cahaya putih jatuh pada bidang batas-batas medium dengan sudut tertentu,maka 
gelombang yang masuk ke medium kedua mengalami pembiasan.Besarnya sudut bias 
bergantung pada kecepatan rambat cahaya dalam medium tersebut. 
Karena gelombang dengan frekuensi berbeda mempunyai v(kecepatan) yang 
berbeda,maka gelombang dengan frekuensi berbeda akan memiliki sudut bias yang 
berbeda pula. Akibatnya,dalam medium kedua,berkas dengan frekuensi yang berbeda 
bergerak dalam arah yang berbeda.Peristiwa tersebut dapat dikatakan sebagai 
penguraian cahaya putih dari spektrum-spektrum yang memiliki frekuensi yang 
berbeda atau disebut dispersi.
Peristiwa dispersi ini terjadi karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya. Cahaya 
berwarna merah mengalami deviasi terkecil sedangkan warna ungu mengalami deviasi 
terbesar. 
Rumus Dispersi: 
Setiap warna mengalami pembiasan yang berbeda.Setiap warna mengalami deviasi dari arah 
semula.Sudut yang dibentuk oleh sinar yang keluar dengan sinar datang dinamakan sudut 
devisiasi. 
Selisih sudut devisiasi ungu dengan sudut devisiasi merah dinamakan sudut dispersi.untuk 
kondisi dimana terjadi devisiasi menimum(D) dan sudut pembias kecil,maka berlaku hubungan 
sebagai berikut: 
Sudut dispersi untuk kondisi ini adalah : 
Susunan Prisma pandang lurus adalah susunan prisma yang menghilangkan devisiasi warna 
tertentu. Misalnya untuk sinar warna kuning = Dk –Dk’ = 0. Sudut dispersi = u - m = (nu-nm) 
Keterangan: 
 m = sudut deviasi merah 
 u = sudut deviasi ungu 
 nu = indeks bias untuk warna ungu 
 nm = indeks bias untuk warna merah 
Catatan: 
Untuk menghilangkan dispersi antara sinar ungu dan sinar merah kita gunakan susunan 
Prisma Akhromatik. 
Ftot =F kerona – Fflinta = 0 
Untuk menghilangkan deviasi suatu warna,misalnya hijau,kita gunakan susunan prisma 
pandang lurus. 
Dtot = Dkerona – Dflinta = 0
2. Pemantulan Gelombang 
Contoh pada pemantulan gelombang yaitu gelombang cahaya dipantulkan oleh cermin. 
Pada pemantulan berlaku hokum Snelius tentang pemantulan. 
• Sudut datang sudut pantul dan garis normal berada paa sutu bidang. 
• Sudut datang sama dengan sudut pantul. 
Hukum pemantulan berlaku untuk semua jenis gelombang. Pemantulan pada 
gelombang bunyi berperan penting dalam perancangan ruangan, ruang perkuliahan, 
perpustakaan atau gedung pertunjukan. Dalam sebuah ruang pertunjukan, suatu lapisan 
pemantul ditetapkan dibelakang orkrstra, dan panel-panel pemantul digantung di langit-langit 
untuk memantulkan dan mengarahkan bunyi kembali menuju pendengareperti 
Sudut datang didefenisikan sebagai sudut yang dibuat sinar (berkas) datang 
terhadap garis yang tegak lurus pada permukaan pantul atau sudut yang dibuat muka 
gelombang dengan tangen permukaan pantulan. Sedangkan, sudut pantul adalah sudut 
yang dibentuk oleh sinar (berkas) pantul terhadap garis yang tegak lurus terhadap 
permukaan pantulan. 
Sudut datang (i) = sudut pantul (r) 
Jadi : i = r 
Dengan : i : sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan garis normal 
r : sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dengan garis normal 
3. Pembiasan Gelombang 
Pembiasan adalah pembelokan berkas yang ditransmisikan (diteruskan). Berkas yang 
ditransmisikan akan dibelokkan atau menjauhi garis normal, bergantung pada apakah laju 
gelombang dalam medium kedua lebih kecil atau lebih besar daripada laju gelombang dalam 
medium datang (medium pertama). Contoh pembiasan yaitu pembiasan gelombang air 
gelombang laut yang biasanya pararal terhadap pantai. Ketika gelombang-gelombang bergerak 
menuju pantai yang landai, air menjadi lebih dangkal, dan gelombang-gelombang melambat. 
Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika gelombang merambat dari air dalam ke air dangkal, maka: 
 Kecepatan dan panjang gelombang, berubah menjadi kecil 
 Frekuensi gelombang tidak berubah (konstan) 
 Perbandingan kecepatan gelombang pada air dalam terhadap kecepatan 
gelombang pada air dangkal sama dengan panjang gelombangnya.
Penurunan Rumus Pembiasan Gelombang 
Medium 1 adalah tempat yang dalam dan medium 2 adalah tempat yang dangkal. AP adalah 
suatu muka gelombang dalam medium 1 yang memotong bidang batas di titik A. Dalam waktu 
Δt gelombang dari P menempuh jarak v1Δt dan tiba di titik B pada bidang batas yang 
memisahkan kedua medium dengan sudut datang i. Pada waktu Δt yang sama, gelombang dari 
titik A menempuh jarak v2Δt masuk ke dalam medium 2 dan tiba di titik B’. Muka gelombang 
baru BB’ tidak sejajar dengan muka gelombang AP semula sebab cepat rambat v1 dan v2 
berbeda (v2 < v1). 
Perhatikan Δ ABP 
sinΦ1= = 
AB = 
Φ1 = i, sehingga ; 
AB = ....................(i) 
Dengan cara yang sama, untuk DAB’B: 
sinΦ2= 
sinΦ2= 
AB = 
Φ2 = r, sehingga ; 
AB = ....................(ii) 
Dengan menyamakan ruas kanan persamaan (i) dan (ii) diperoleh:
= 
Jadi, persamaan umum yang berlaku untuk pembiasan gelombang adalah : 
= n 
dengan: 
i = sudut datang 
r = sudut bias 
v1 = cepat rambat gelombang dalam medium 1 
v2 = cepat rambat gelombang dalam medium 2 
n = indeks bias medium 2 relatif terhadap medium 1. 
Jika sinar datang dari tempat yang dalam ke tempat yang dalam ke tempat yang dalam ke 
tempat yang dangkal, maka: 
v1= v2 
> 1 
sin i > sin r atau sin r < sin i 
r < i 
Sudut bias < sudut datang, 
Jika indeks bias medium 2 adalah n2 dan indeks bias medium 1 adalah n1, maka n pada dapat 
ditulis n= . Selanjutnya, ambil sudut datang i = θ1 dan sudut bias r =θ2, maka persamaan 
atau n1 sinθ1 = n2 sinθ2
4. Difraksi Gelombang 
Difraksi adalah pembelokan atau penyebaran gelombang karena melewati suatu celah 
kecil atau ujung suatu celah kecil atau ujung sebuah penghalang. Di dalam suatu medium 
yang sama, gelombang merambat lurus. Oleh karena itu, gelombang lurus akan merambat 
ke seluruh medium dalam bentuk gelombang lurus juga. Hal ini tidak berlaku bila pada 
medium diberi penghalang atau rintangan berupa celah. Untuk ukuran celah yang tepat, 
gelombang yang datang dapat melentur setelah melalui celah tersebut. 
Jika penghalang celah yang diberikan oleh lebar, maka difraksi tidak begitu jelas 
terlihat. Muka gelombang yang melalui celah hanya melentur di bagian tepi celah. Jika 
penghalang celah sempit, yaitu berukuran dekat dengan orde panjang gelombang, maka 
difraksi gelombang sangat jelas. Celah bertindak sebagai sumber gelombang berupa titik, 
dan muka gelombang yang melalui celah dipancarkan berbentuk lingkaran- lingkara n 
dengan celah tersebut sebagai pusatnya. 
(Pada celah lebar, hanya muka gelombang 
pada tepi celah saja melengkung) 
(Pada celah sempit, difraksi 
gelombang tampak jelas) 
5. Interferensi Gelombang 
Interferensi gelombang terjadi ketika dua gelombang kohoren (memiliki frekuensi dan 
selisih fase tetap bertemu. Peristiwa interferensi dapat dilihat dengan mudah pada tangki riak. 
Jika kedua sumber kohoren S1 dan S2 menghasilkan dua muka gelombang lingkaran, kedua 
muka gelombang itu akan bertemu dan membentuk pola interferensi pada permukaan air. 
Ada dua macam penampakan interferensi yang dapat diamati, yaitu interferensi konstruktif 
(saling menguatkan) dan interferensi destruktif (saling melemahkan). 
Letak titik- titik interferensi konstruktif dan destruktif mudah ditemukan berdasarkan selisih 
jarak sumber S1 ke titik yang ditinjau dengan jarak sumber S2 ke titik yang sama. selisih ini 
dinamakan beda lintasan. Yang secara matematis: 훿 = 푟1 − 푟2
Pada titik P, dimana puncak gelombang bertemu dengan puncak gelombang, 
gelombang dari S2 telah menempuh jarak yang lebih jauh dari titik S1 sebesar 휆. Dengan 
demikian, 훿 = 휆, dan gelombang- gelombang di titik P ini sefase. Selisih lintasan yang sama 
juga terjadi di titik P’ dan P’. Pada titik-titik semacam ini terjadi interferensi konstruktif, yang 
secara umum: 
훿 = 푚휆 ;푚 = 0, ±1, ±2, … 
pada titik Q, dimana puncak gelombang bertemu dengan lembah gelombang, salah satu 
gelombang telah menempuh jarak yang lebih jauh sebesar 
1 
2 
휆, dan gelombang dititik Q ini 
berlawanan fase. Beda linttasan yang sama juga terjadi di titik Q’ dan Q’’. Pada titik-tit ik 
semacam ini terjadi interferensi destruktif, yang secara umum: 
훿 = (푚 + 
1 
2 
) 휆 ; 푚 = 0, ±1, ±2, … 
Contoh interferensi dapat diamati pada dua buah sumber bunyi, misalkan dua buah 
speaker yang menghasilkan bunyi yang sama. pola interferensi untuk frekuensi rendah dapat 
dengan mudah dideteksi oleh telinga manusia. Ketika seseorang berjalan sejajar dengan garis 
yang menghubungkan kedua speaker, suara akan terdengal muncultenggelam berulang-ulang 
disepanjang garis itu. 
6. Polarisasi Gelombang 
Polarisasi gelombang adalah gelombang yang hanya terjadi pada gelombang transversal. 
Dalam fenomena polarisasi cahaya, cahaya alami yang getarannya ke segala arah tetapi tegak 
lurus terhadap arah merambatnya (gelombang transversal) ketika melewati filter polarisasi, 
getaran horizontal diserap sedang getaran vertikal diserap sebagian. Cahaya alami yang 
getarannya ke segala arah di sebut cahaya tak terpolarisasi, sedang cahaya yang melewat i 
polaroid hanya memiliki getaran pada satu arah saja, yaitu arah vertikal, disebut cahaya 
terpolarisasi linear. 
Polarisasi cahaya pada polaroid 
Suatu gelombang terpolarisasi linear bila getaran dari gelombang tersebut selalu terjadi 
dalam satu arah saja. Arah ini disebut arah polarisasi. Gelombang pertama yang diperoleh 
dengan cara menggerakkan tali kearah atas dan kearah bawah disebut polarisasi vertikal dan
gelombang yang kedua yang diperoleh dari menggerakkan tali kearah samping disebut 
polarisasi horizontal. 
Cahaya adalah gelombang transversal ini dapat dibuktikan dengan mempolarisasikannya. 
Cahaya terdiri atas getaran media listrik dan medan magnet yang merambat melalui ruang 
hampa. Cahaya yang tidak terpolarisasi (cahaya yang dipancarkan matahari atau cahaya dari 
lampu pijar) memiliki arah getar dalam semua arah yang tegak luurus terhadap arah rambat 
gelombangny8a. Namun, jika cahaya dilewatkan pada sebuah polaroid, cahaya menjadi 
terpolarisasi. Hanya salah satu arah getar saja yang dapat lewat. Jika cahay yang terpolarisas i 
tadi dilewatkan pada polaroid kedua yang diletakkan dengan arah 90o terhadap polaroid 
pertama, tidak ada cahaya yang diteruskan. 
Beberapa aplikasi yang memanfaatkan gejala polarisasi gelombang antara lain: 
1. Kacamata Polaroid 
Berfungsi untuk mengurangi silau dengan cara menyeleksi salah satu arah polarisasi 
gelombang cahaya saja, sehingga cahaya tak terpolarisasi lainnya yang mencapai 
mata menjadi berkurang. 
2. Tekanan pada Bahan-Bahan (material) 
Untuk melihat tekanan pada bahan bahan, ahli teknik biadanya membuat sebuah 
model dari plastik transparan. Jika model ini dilihat melalui polaroid, area konsentrasi 
tekanan akan terlihat simana pita-pita berwarna saling berdekatan satu sama lain. 
3. LCD (Liquid-Crystal Display) 
Beberapa tampilan layar labtop biasanya terpolarisasi. Hal inin dapat diperiksa 
dengan meletakan selembar polaroid diatas tampilan, lalu putarlah polaroid tersebut. 
Haltersebut akan membuktikan bahwa tidak ada cahaya yang diteruskan ke mata. 
4. Efek Doppler 
Jika suatu gelombang dan penerima bergerak relatif satu sama lain, frekuensi yang 
terdeteksi oleh penerima tidak sama dengan frekuensi sumber. Ketika keduanya 
bergerak saling mendekati, frekuensi yang terdeteksi lebih besar daripada frekuensi 
sumber. Ini disebut Efek Doppler.
BAB III 
KESIMPULAN 
Dengan mengetahui berbagai sifat-sifat gelombang, serta pengertiannya dapat kita 
ketahui bahwa, peristiwa gelombang ialah yang sering kita terapkan dalam kehidupan kita 
sehari-hari. 
Dalam hal ini, semua hal yang berkaitan mengenai gelombang, baik pengertian, rumus, 
contohnya dalam sehari-hari, juga gambar, telah kami jabarkan secara rinci. 
Jadi dalam makalah yang kami jabarkan kiranya dapat dimengerti atas peristiwa-peristiwa 
yang terjadi dalam kehidupan. Dengan demikian, makalah ini dapat berfungsi bagi 
para pembaca.

sifat-sifat gelombang

  • 1.
    MAKALAH FISIKA D I S U S U N Oleh: NAMA : 1. Martha Rosari Silalahi (8) 2. Ester Dewi Perangin-angin (27) 3. Eva Laurisa Tarigan (28) 4. Friska Pardede (29) 5. Roy Frengky Saragih (38) 6. Agnes Ervinda N Ginting (41) KELAS : JL. KAPITEN PURBA 1 SIMALINGKAR MEDAN
  • 2.
    KATA PENGANTAR Pujisyukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya kelompok kami dapat menyelesaikan tugas diskusi kami dengan baik. Makalah ini kami susun untuk membantu para pembaca untuk mempermudah dalam mempelajari sifat-sifat gelombang. Makalah ini kami susun berdasarkan arahan dari guru bidang studi, yang dibuat untuk memperluas materi dalam pelajaran sifat-sifat gelombang serta bahasa yang mudah dimenger t i, sehingga membantu pembaca mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai sifat-sifat gelombang. Kami menyadari bahwa apa yang telah kami susun, tidak luput dari kekurangan. oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan tugas makalah kami. Medan, september 2014 Kelompok Orange
  • 3.
    DAFTAR ISI KATAPENGANTAR Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan penulisan BAB II PEMBAHASAN Sifat-Sifat Gelombang 1. Dispersi Gelombang 2. Pemantulan Gelombang 3. Pembiasan Gelombang 4. Difraksi Gelombang 5. Interferensi Gelombang 6. Polarisasi Gelombang BAB III PENUTUP Kesimpulan
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Gelombang adalah getaran yang merambat. pada Gelombang terdapat Muka Gelombang yang berarti sebuah garis atau permukaan pada suatu lintasan gelombang yang sedang merambat, dimana semua partikel pada garis atau permukaan tersebut memiliki fase gelombang yang sama. ada dua macam muka gelombang, yaitu muka gelombang lurus dan muka gelombang lingkaran. Dalam medium homogen, kecepatan konstan, gelombang akan merambat pada garis lurus searah berkas. Pada jarak yang sangat jauh dari sumber gelombang, suatu bagian kecil muka gelombang dapat dianggap sebagai sebuah bidang, denggan berkas-berkas (sinar) gelombang berupa garis-garis pararel yang terhadap muka gelombang atau disebut dengan Gelombang Bidang. Analogi dua dimensi untuk gelombang bidang adalah Gelombang Garis yang merupakan satuan kecil muka gelombang lingkaran yang berada pada jarak yang sangat jauh dari sumber. Gelombang dapat mengalami dispersi, pemantulan(refleksi), pembiasan (refraksi), hambur (difraksi), dan polarisasi. Kelima gejala gelombang tersebut dapat dipelajari dari Tangki riak. Tangki riak digunakan untuk menghasilkan muka gelombang lurus maupun muka gelombang lingkaran. 2. Rumusan Masalah a. Apa sajakah yang termasuk dalam sifat-sifat Gelombang? b. Apa sajakah contoh dalam kehidupan sehari-hari dari sifat gelombang tersebut? c. Bagaimanakah perumusan pada sifat gelombang tersebut? 3. Tujuan Penulisan a. Untuk mengetahui apa saja sifat-sifat gelombang. b. Untuk mengetahui penerapan sifat-sifat gelombang dalam kehidupan sehari-hari. c. Untuk mengetahui perumusan sifat-sifat gelombang.
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN Sifat-Sifat Gelombang 1. Dispersi Gelombang Dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang merambat pada suatu medium. Medium nyata yang gelombangnya merambat dapat disebut sebagai medium nondispersi. Dalam medium nondispersi,gelombang mempertahankan bentuknya. Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik(putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik(me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal itu membuktikan bahwa cahaya putih terdiri atas harmonisa s i berbagai cahaya warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Pelangi adalah spektrum cahaya matahari yang diuraikan oleh butir-butir air. Pelangi hanya dapat terlihat jika kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan kita.Jika seberkas sinar matahari mengenai butir-butir air yang besar,maka sinar itu akan dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Sinar akan memasuki butir air.Sebagian kecil sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang butir air.Selanjutnya sinar pantul ini mengenai permukaan depan dan di biaskan oleh permukaan depan. Karena sinar pantul ini dibiaskan, maka sinar ini pun diuraikan atas spektrum-spektrum matahari. Ketika cahaya merambat dalam suatu medium, maka kecepatan rambat gelombang umumnya bergantung pada frekuensinya. Cahaya warna ungu merambat lebih lambat daripada cahaya warna merah.Jika cahaya putih jatuh pada bidang batas-batas medium dengan sudut tertentu,maka gelombang yang masuk ke medium kedua mengalami pembiasan.Besarnya sudut bias bergantung pada kecepatan rambat cahaya dalam medium tersebut. Karena gelombang dengan frekuensi berbeda mempunyai v(kecepatan) yang berbeda,maka gelombang dengan frekuensi berbeda akan memiliki sudut bias yang berbeda pula. Akibatnya,dalam medium kedua,berkas dengan frekuensi yang berbeda bergerak dalam arah yang berbeda.Peristiwa tersebut dapat dikatakan sebagai penguraian cahaya putih dari spektrum-spektrum yang memiliki frekuensi yang berbeda atau disebut dispersi.
  • 6.
    Peristiwa dispersi initerjadi karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya. Cahaya berwarna merah mengalami deviasi terkecil sedangkan warna ungu mengalami deviasi terbesar. Rumus Dispersi: Setiap warna mengalami pembiasan yang berbeda.Setiap warna mengalami deviasi dari arah semula.Sudut yang dibentuk oleh sinar yang keluar dengan sinar datang dinamakan sudut devisiasi. Selisih sudut devisiasi ungu dengan sudut devisiasi merah dinamakan sudut dispersi.untuk kondisi dimana terjadi devisiasi menimum(D) dan sudut pembias kecil,maka berlaku hubungan sebagai berikut: Sudut dispersi untuk kondisi ini adalah : Susunan Prisma pandang lurus adalah susunan prisma yang menghilangkan devisiasi warna tertentu. Misalnya untuk sinar warna kuning = Dk –Dk’ = 0. Sudut dispersi = u - m = (nu-nm) Keterangan:  m = sudut deviasi merah  u = sudut deviasi ungu  nu = indeks bias untuk warna ungu  nm = indeks bias untuk warna merah Catatan: Untuk menghilangkan dispersi antara sinar ungu dan sinar merah kita gunakan susunan Prisma Akhromatik. Ftot =F kerona – Fflinta = 0 Untuk menghilangkan deviasi suatu warna,misalnya hijau,kita gunakan susunan prisma pandang lurus. Dtot = Dkerona – Dflinta = 0
  • 7.
    2. Pemantulan Gelombang Contoh pada pemantulan gelombang yaitu gelombang cahaya dipantulkan oleh cermin. Pada pemantulan berlaku hokum Snelius tentang pemantulan. • Sudut datang sudut pantul dan garis normal berada paa sutu bidang. • Sudut datang sama dengan sudut pantul. Hukum pemantulan berlaku untuk semua jenis gelombang. Pemantulan pada gelombang bunyi berperan penting dalam perancangan ruangan, ruang perkuliahan, perpustakaan atau gedung pertunjukan. Dalam sebuah ruang pertunjukan, suatu lapisan pemantul ditetapkan dibelakang orkrstra, dan panel-panel pemantul digantung di langit-langit untuk memantulkan dan mengarahkan bunyi kembali menuju pendengareperti Sudut datang didefenisikan sebagai sudut yang dibuat sinar (berkas) datang terhadap garis yang tegak lurus pada permukaan pantul atau sudut yang dibuat muka gelombang dengan tangen permukaan pantulan. Sedangkan, sudut pantul adalah sudut yang dibentuk oleh sinar (berkas) pantul terhadap garis yang tegak lurus terhadap permukaan pantulan. Sudut datang (i) = sudut pantul (r) Jadi : i = r Dengan : i : sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan garis normal r : sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dengan garis normal 3. Pembiasan Gelombang Pembiasan adalah pembelokan berkas yang ditransmisikan (diteruskan). Berkas yang ditransmisikan akan dibelokkan atau menjauhi garis normal, bergantung pada apakah laju gelombang dalam medium kedua lebih kecil atau lebih besar daripada laju gelombang dalam medium datang (medium pertama). Contoh pembiasan yaitu pembiasan gelombang air gelombang laut yang biasanya pararal terhadap pantai. Ketika gelombang-gelombang bergerak menuju pantai yang landai, air menjadi lebih dangkal, dan gelombang-gelombang melambat. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika gelombang merambat dari air dalam ke air dangkal, maka:  Kecepatan dan panjang gelombang, berubah menjadi kecil  Frekuensi gelombang tidak berubah (konstan)  Perbandingan kecepatan gelombang pada air dalam terhadap kecepatan gelombang pada air dangkal sama dengan panjang gelombangnya.
  • 8.
    Penurunan Rumus PembiasanGelombang Medium 1 adalah tempat yang dalam dan medium 2 adalah tempat yang dangkal. AP adalah suatu muka gelombang dalam medium 1 yang memotong bidang batas di titik A. Dalam waktu Δt gelombang dari P menempuh jarak v1Δt dan tiba di titik B pada bidang batas yang memisahkan kedua medium dengan sudut datang i. Pada waktu Δt yang sama, gelombang dari titik A menempuh jarak v2Δt masuk ke dalam medium 2 dan tiba di titik B’. Muka gelombang baru BB’ tidak sejajar dengan muka gelombang AP semula sebab cepat rambat v1 dan v2 berbeda (v2 < v1). Perhatikan Δ ABP sinΦ1= = AB = Φ1 = i, sehingga ; AB = ....................(i) Dengan cara yang sama, untuk DAB’B: sinΦ2= sinΦ2= AB = Φ2 = r, sehingga ; AB = ....................(ii) Dengan menyamakan ruas kanan persamaan (i) dan (ii) diperoleh:
  • 9.
    = Jadi, persamaanumum yang berlaku untuk pembiasan gelombang adalah : = n dengan: i = sudut datang r = sudut bias v1 = cepat rambat gelombang dalam medium 1 v2 = cepat rambat gelombang dalam medium 2 n = indeks bias medium 2 relatif terhadap medium 1. Jika sinar datang dari tempat yang dalam ke tempat yang dalam ke tempat yang dalam ke tempat yang dangkal, maka: v1= v2 > 1 sin i > sin r atau sin r < sin i r < i Sudut bias < sudut datang, Jika indeks bias medium 2 adalah n2 dan indeks bias medium 1 adalah n1, maka n pada dapat ditulis n= . Selanjutnya, ambil sudut datang i = θ1 dan sudut bias r =θ2, maka persamaan atau n1 sinθ1 = n2 sinθ2
  • 10.
    4. Difraksi Gelombang Difraksi adalah pembelokan atau penyebaran gelombang karena melewati suatu celah kecil atau ujung suatu celah kecil atau ujung sebuah penghalang. Di dalam suatu medium yang sama, gelombang merambat lurus. Oleh karena itu, gelombang lurus akan merambat ke seluruh medium dalam bentuk gelombang lurus juga. Hal ini tidak berlaku bila pada medium diberi penghalang atau rintangan berupa celah. Untuk ukuran celah yang tepat, gelombang yang datang dapat melentur setelah melalui celah tersebut. Jika penghalang celah yang diberikan oleh lebar, maka difraksi tidak begitu jelas terlihat. Muka gelombang yang melalui celah hanya melentur di bagian tepi celah. Jika penghalang celah sempit, yaitu berukuran dekat dengan orde panjang gelombang, maka difraksi gelombang sangat jelas. Celah bertindak sebagai sumber gelombang berupa titik, dan muka gelombang yang melalui celah dipancarkan berbentuk lingkaran- lingkara n dengan celah tersebut sebagai pusatnya. (Pada celah lebar, hanya muka gelombang pada tepi celah saja melengkung) (Pada celah sempit, difraksi gelombang tampak jelas) 5. Interferensi Gelombang Interferensi gelombang terjadi ketika dua gelombang kohoren (memiliki frekuensi dan selisih fase tetap bertemu. Peristiwa interferensi dapat dilihat dengan mudah pada tangki riak. Jika kedua sumber kohoren S1 dan S2 menghasilkan dua muka gelombang lingkaran, kedua muka gelombang itu akan bertemu dan membentuk pola interferensi pada permukaan air. Ada dua macam penampakan interferensi yang dapat diamati, yaitu interferensi konstruktif (saling menguatkan) dan interferensi destruktif (saling melemahkan). Letak titik- titik interferensi konstruktif dan destruktif mudah ditemukan berdasarkan selisih jarak sumber S1 ke titik yang ditinjau dengan jarak sumber S2 ke titik yang sama. selisih ini dinamakan beda lintasan. Yang secara matematis: 훿 = 푟1 − 푟2
  • 11.
    Pada titik P,dimana puncak gelombang bertemu dengan puncak gelombang, gelombang dari S2 telah menempuh jarak yang lebih jauh dari titik S1 sebesar 휆. Dengan demikian, 훿 = 휆, dan gelombang- gelombang di titik P ini sefase. Selisih lintasan yang sama juga terjadi di titik P’ dan P’. Pada titik-titik semacam ini terjadi interferensi konstruktif, yang secara umum: 훿 = 푚휆 ;푚 = 0, ±1, ±2, … pada titik Q, dimana puncak gelombang bertemu dengan lembah gelombang, salah satu gelombang telah menempuh jarak yang lebih jauh sebesar 1 2 휆, dan gelombang dititik Q ini berlawanan fase. Beda linttasan yang sama juga terjadi di titik Q’ dan Q’’. Pada titik-tit ik semacam ini terjadi interferensi destruktif, yang secara umum: 훿 = (푚 + 1 2 ) 휆 ; 푚 = 0, ±1, ±2, … Contoh interferensi dapat diamati pada dua buah sumber bunyi, misalkan dua buah speaker yang menghasilkan bunyi yang sama. pola interferensi untuk frekuensi rendah dapat dengan mudah dideteksi oleh telinga manusia. Ketika seseorang berjalan sejajar dengan garis yang menghubungkan kedua speaker, suara akan terdengal muncultenggelam berulang-ulang disepanjang garis itu. 6. Polarisasi Gelombang Polarisasi gelombang adalah gelombang yang hanya terjadi pada gelombang transversal. Dalam fenomena polarisasi cahaya, cahaya alami yang getarannya ke segala arah tetapi tegak lurus terhadap arah merambatnya (gelombang transversal) ketika melewati filter polarisasi, getaran horizontal diserap sedang getaran vertikal diserap sebagian. Cahaya alami yang getarannya ke segala arah di sebut cahaya tak terpolarisasi, sedang cahaya yang melewat i polaroid hanya memiliki getaran pada satu arah saja, yaitu arah vertikal, disebut cahaya terpolarisasi linear. Polarisasi cahaya pada polaroid Suatu gelombang terpolarisasi linear bila getaran dari gelombang tersebut selalu terjadi dalam satu arah saja. Arah ini disebut arah polarisasi. Gelombang pertama yang diperoleh dengan cara menggerakkan tali kearah atas dan kearah bawah disebut polarisasi vertikal dan
  • 12.
    gelombang yang keduayang diperoleh dari menggerakkan tali kearah samping disebut polarisasi horizontal. Cahaya adalah gelombang transversal ini dapat dibuktikan dengan mempolarisasikannya. Cahaya terdiri atas getaran media listrik dan medan magnet yang merambat melalui ruang hampa. Cahaya yang tidak terpolarisasi (cahaya yang dipancarkan matahari atau cahaya dari lampu pijar) memiliki arah getar dalam semua arah yang tegak luurus terhadap arah rambat gelombangny8a. Namun, jika cahaya dilewatkan pada sebuah polaroid, cahaya menjadi terpolarisasi. Hanya salah satu arah getar saja yang dapat lewat. Jika cahay yang terpolarisas i tadi dilewatkan pada polaroid kedua yang diletakkan dengan arah 90o terhadap polaroid pertama, tidak ada cahaya yang diteruskan. Beberapa aplikasi yang memanfaatkan gejala polarisasi gelombang antara lain: 1. Kacamata Polaroid Berfungsi untuk mengurangi silau dengan cara menyeleksi salah satu arah polarisasi gelombang cahaya saja, sehingga cahaya tak terpolarisasi lainnya yang mencapai mata menjadi berkurang. 2. Tekanan pada Bahan-Bahan (material) Untuk melihat tekanan pada bahan bahan, ahli teknik biadanya membuat sebuah model dari plastik transparan. Jika model ini dilihat melalui polaroid, area konsentrasi tekanan akan terlihat simana pita-pita berwarna saling berdekatan satu sama lain. 3. LCD (Liquid-Crystal Display) Beberapa tampilan layar labtop biasanya terpolarisasi. Hal inin dapat diperiksa dengan meletakan selembar polaroid diatas tampilan, lalu putarlah polaroid tersebut. Haltersebut akan membuktikan bahwa tidak ada cahaya yang diteruskan ke mata. 4. Efek Doppler Jika suatu gelombang dan penerima bergerak relatif satu sama lain, frekuensi yang terdeteksi oleh penerima tidak sama dengan frekuensi sumber. Ketika keduanya bergerak saling mendekati, frekuensi yang terdeteksi lebih besar daripada frekuensi sumber. Ini disebut Efek Doppler.
  • 13.
    BAB III KESIMPULAN Dengan mengetahui berbagai sifat-sifat gelombang, serta pengertiannya dapat kita ketahui bahwa, peristiwa gelombang ialah yang sering kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini, semua hal yang berkaitan mengenai gelombang, baik pengertian, rumus, contohnya dalam sehari-hari, juga gambar, telah kami jabarkan secara rinci. Jadi dalam makalah yang kami jabarkan kiranya dapat dimengerti atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Dengan demikian, makalah ini dapat berfungsi bagi para pembaca.