1. Qishas
2. Diyat
3. Had
4. Ta’zir
Jinayah َ‫ب‬ْ‫ن‬َ‫ذ‬‫ال‬ ‫َى‬‫ن‬َ‫ج‬–‫ن‬ْ‫ج‬َ‫ي‬ًَ‫ي‬‫َي‬‫ن‬‫ج‬ ِْ‫ي‬
(melakukan dosa)
Hukum jinayah
(Hukum pidana Islam)
Pembunuhan
Surah Al-An’am ayat 151
. . . ‫ق‬َ‫ح‬ْ‫يل‬‫ب‬ َّ‫ال‬‫إ‬ ُ‫هللا‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ ‫ي‬‫ت‬َّ‫ال‬ ‫س‬ْ‫ف‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫ال‬ َ‫و‬. . .
“... dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar...” (QS. Al-An’am: 151)
Sabda Rosulullah Saw:
‫فر‬ ‫بكي‬ ‫مسلم‬ ‫يقتل‬ ‫ال‬.‫البخيري‬ ‫رواه‬
“Orang islam tidak dibunuh sebab dia membunuh orang kafir.” (H.R Bukhari)
1. Pembunuhan yang hak
“Hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang yang dibunuh, orang
merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang
mendapatkan pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik,
dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik
(pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang
melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksaan yang pedih”. (Al-Baqarah : 178)
1. Pembunuhan yang
dilarang
1. Betul-betul disengaja (wajib
diqishas)
1. Pembunuhan yang
dilarang
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dan kakeknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
membunuh secara sengaja, maka urusannya diserahkan kepada keluarga orang yang terbunuh. Apabila
menginginkan, maka mereka bisa membalas bunuh, dan jika menginginkan, bisa mengambil denda. Dan
diyatnya adalah 30 ekor unta betina umur tiga masuk empat tahun, 30 ekor unta betina umur empat masuk
lima tahun, 40 ekor unta betina yang sudah hamil. Itu adalah diyat karena pembunuhan sengaja, apabila
mereka mau berdamai kepadanya, dan itu adalah diyat yang paling berat” (HR Ibnu Majah)
3 hak pembunuhan sengaja Syekh
Ibnu Utsaimin rahimahullah
menyatakan
1. Hak Allah
2. Hak auliya` al-maqtul
3. Hak al-maqtul (korban).
1. Betul-betul disengaja (wajib
diqishas)
1. Pembunuhan yang
dilarang
Namun, hadis Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa hukuman kisas bagi orang tua yang membunuh
anaknya sendiri merupakan pengecualian.
“orang tua tidak dijatuhi hukuman kisas, karena membunuh anaknya.” (Hr Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Demikianlah hadis ini dijadikan pegangan Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad. Namun Imam
Malik berpendapat lain.
2. Pembunuhan yang tidak
disengaja
Dikenakan diyat ringan, banyaknya 100 ekor unta juga, tetapi dibagi lima kelompok: 20 ekor unta betina umur
1 masuk 2 tahun, 20 ekor unta betina umur 2 masuk 3 tahun, 20 ekor unta jantan umur 2 masuk 3 tahun, 20
ekor unta betina umur 3 masuk 4 tahun, 20 ekor unta betina umur 4 masuk 5 tahun. Denda ini wajib dibayar
oleh keluarga yang membunuh dalam jangka waktu tiga tahun , tiap-tiap akhir tahun dibayar sepertiga.
3. Pembunuhan seperti disengaja
Dikenakan diyat berat, hadits Abdullâh bin ‘Amr Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ketahuilah bahwa diyat pembunuhan yang mirip dengan sengaja yaitu yang (seperti) dilakukan dengan
cambuk dan tongkat adalah seratus ekor onta. Di antaranya empat puluh ekor yang sedang hamil. (HR
Ibnu Majah)
12.000 dirham (kira-kira 37,44 kg
perak)
Diyat
Pembunuhan
“Dan tidaklah layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang
Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) dan
barangsiapa membunuh seorang mumin karena tersalah (hendaklah) ia
memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar
dia yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika
mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum
yang memusuhimu, padahal ia Mukmin, maka (hendaklah si pembunuh)
memerdekakan hamba-sahaya yang Mukmin. Jika ia (si terbunuh) dari
kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu,
maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada
keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang
Mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si
pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada
Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Barangsiapa
yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannnya
ialah jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan
mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [QS. An-Nisa
Kafarat orang membunuh
Zina
1. Zina mukhsan
Adapun dasar penetapan hukum rajam adalah hadis Nabi Muhammad SAW :
‫بالبكر‬ ‫البكر‬ ‫سبيال‬ ‫لهن‬ ‫هللا‬ ‫جعل‬ ‫قد‬ ‫عني‬ ‫حذو‬ ‫عني‬ ‫حذو‬,‫والرجم‬ ‫مائة‬ ‫جلد‬ ‫بالثيب‬ ‫والثيب‬ ‫سنة‬ ‫ونفي‬ ‫مائة‬ ‫جلد‬
Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. jejaka yang
berzina dengan gadis dijilid seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah
menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam. (H.R. Muslim dari’ Ubadah bin Samit:3199)
Zina
2. Zina gairu mukhsan
“Perempuan yang berzina dan laik-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya
seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepda keduanya mencegah kamu untuk
(menjalankan) agama Allah, jika kmu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan sekumpulan dari orang-orang yang beriman”. (QS. An-
Nur, 24:2)
Menuduh zina (Qadzaf)
Firman Allah:
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak
mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali
dera, dan janganlah kamu terima kesaksian meeka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-
orang yang fasik”. (QS. An-Nur, 24;4)
Minuman Khamar
Firman Allah:
”Wahai orang-orang yang beriman bahawa sesungguhnya arak dan judi, dan pemujaan berhala dan
mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah semata-mata kotor (najis / keji) dari
perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya”. (Surah Al- Maidah
ayat 90)
hadith Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan daripada Ali bin Abi Thalib r.a yang bermaksud:
”Rasulullah s.a.w telah menyebat orang yang minum arak sebanyak 40 kali sebat, dan Saidina Abu
Bakar telah menyebat sebanyak 40 kali sebat juga, dan Saidina Umar menyebat sebanyak 80 kali
sebat. Semuanya adalah sunnah Rasulaullah s.a.w. dan inilah yang paling akau suka”.
Sabda rasulullah Saw.:
“Sesuatu yang memabukkan, banyak atau sedikitnya pun haram.” (Riwayat Nasai dan Abu Dawud)
Dosa orang yang meminum-minuman keras menurut hadist
“Barang siapa meninggal sebagai peminum arak, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti
penyembah berhala” (HR At-Tabrani, 12/45, shahibul jami’ : 6525)
“Barangsiapa minum khamar dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, dan jika meninggal
ia masuk neraka. (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan
mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia
bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama
empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika
(masih) kembali lagi (minum khamar) maka adalah hak Allah memberinya minum dari radghatul khabal pada hari
kiamat” mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah radghatul khabal itu? beliau menjawab : “cairan kotor (yang
keluar dari tubuh) penghuni neraka” (HR Ibnu Majah, 3377, shahihul Jami’ 6313)
Mencuri
Firman Allah:
Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:
”Tidak dipotong tangan seseorang pencuri itu kecuali seperempat dinar atau lebih daripada nilai
uang mas”. (Riwayat Bukhari Muslim)
Orang yang dipaksa mencuri dengan cara kekerasan sebagaimana Hadith Rasulullah s.a.w :
”Sesungguhnya Allah menghapuskan dosa umatku yang tersalah, terlupa dan dosa mereka yang
dipaksa melakukan sesuatu kesalahan”. (Riwayat Ibnu Majah dan Baihaq’i)
Syarat hukum potong tangan
1. Pencuri tersebut sudah baliq, berakal dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya.
2. Barang yang dicuri itu sedikitnya sampai satu nisab (kira-kira 93,6 gr emas/Rp. <300000), dan
barang itu diambil dari tempat penyimpanannya.
Riddah (Murtad)
Firman Allah Swt.:
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang
sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-
Baqarah:217)
1. Konsekwensi Bersifat Duniawi
2. Konsekwensi bersifat ukhrawi
Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:
َ‫ر‬َ‫ق‬َ‫س‬ ‫ي‬‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ي‬َ‫م‬.َ‫ْن‬‫ي‬‫ل‬َ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬‫م‬ ُ‫َك‬‫ن‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬
“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak
termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (Al-Muddatstsir: 42-43)
Berdasarkan kepada hadith Rasulullah s.a.w. yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bermaksud:
”Allah tidak akan menyiksa tiga golongan manusia, iaitu
kanak-kanak sehingga ia baligh, orang yang tidur
sehingga ia bangun dari tidurnya dan orang yang gila
sehingga ia sembuh dari gilanya”. (Riwayat Bukhari Fi
Muslim)

Fiqh jinayat

  • 2.
    1. Qishas 2. Diyat 3.Had 4. Ta’zir Jinayah َ‫ب‬ْ‫ن‬َ‫ذ‬‫ال‬ ‫َى‬‫ن‬َ‫ج‬–‫ن‬ْ‫ج‬َ‫ي‬ًَ‫ي‬‫َي‬‫ن‬‫ج‬ ِْ‫ي‬ (melakukan dosa) Hukum jinayah (Hukum pidana Islam)
  • 3.
    Pembunuhan Surah Al-An’am ayat151 . . . ‫ق‬َ‫ح‬ْ‫يل‬‫ب‬ َّ‫ال‬‫إ‬ ُ‫هللا‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ ‫ي‬‫ت‬َّ‫ال‬ ‫س‬ْ‫ف‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫ال‬ َ‫و‬. . . “... dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar...” (QS. Al-An’am: 151) Sabda Rosulullah Saw: ‫فر‬ ‫بكي‬ ‫مسلم‬ ‫يقتل‬ ‫ال‬.‫البخيري‬ ‫رواه‬ “Orang islam tidak dibunuh sebab dia membunuh orang kafir.” (H.R Bukhari) 1. Pembunuhan yang hak
  • 4.
    “Hai orang yangberiman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapatkan pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksaan yang pedih”. (Al-Baqarah : 178) 1. Pembunuhan yang dilarang
  • 5.
    1. Betul-betul disengaja(wajib diqishas) 1. Pembunuhan yang dilarang Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dan kakeknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membunuh secara sengaja, maka urusannya diserahkan kepada keluarga orang yang terbunuh. Apabila menginginkan, maka mereka bisa membalas bunuh, dan jika menginginkan, bisa mengambil denda. Dan diyatnya adalah 30 ekor unta betina umur tiga masuk empat tahun, 30 ekor unta betina umur empat masuk lima tahun, 40 ekor unta betina yang sudah hamil. Itu adalah diyat karena pembunuhan sengaja, apabila mereka mau berdamai kepadanya, dan itu adalah diyat yang paling berat” (HR Ibnu Majah) 3 hak pembunuhan sengaja Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan 1. Hak Allah 2. Hak auliya` al-maqtul 3. Hak al-maqtul (korban).
  • 6.
    1. Betul-betul disengaja(wajib diqishas) 1. Pembunuhan yang dilarang Namun, hadis Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa hukuman kisas bagi orang tua yang membunuh anaknya sendiri merupakan pengecualian. “orang tua tidak dijatuhi hukuman kisas, karena membunuh anaknya.” (Hr Tirmidzi, dan Ibnu Majah) Demikianlah hadis ini dijadikan pegangan Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad. Namun Imam Malik berpendapat lain.
  • 7.
    2. Pembunuhan yangtidak disengaja Dikenakan diyat ringan, banyaknya 100 ekor unta juga, tetapi dibagi lima kelompok: 20 ekor unta betina umur 1 masuk 2 tahun, 20 ekor unta betina umur 2 masuk 3 tahun, 20 ekor unta jantan umur 2 masuk 3 tahun, 20 ekor unta betina umur 3 masuk 4 tahun, 20 ekor unta betina umur 4 masuk 5 tahun. Denda ini wajib dibayar oleh keluarga yang membunuh dalam jangka waktu tiga tahun , tiap-tiap akhir tahun dibayar sepertiga. 3. Pembunuhan seperti disengaja Dikenakan diyat berat, hadits Abdullâh bin ‘Amr Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ketahuilah bahwa diyat pembunuhan yang mirip dengan sengaja yaitu yang (seperti) dilakukan dengan cambuk dan tongkat adalah seratus ekor onta. Di antaranya empat puluh ekor yang sedang hamil. (HR Ibnu Majah) 12.000 dirham (kira-kira 37,44 kg perak) Diyat
  • 8.
    Pembunuhan “Dan tidaklah layakbagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) dan barangsiapa membunuh seorang mumin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar dia yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia Mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang Mukmin. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang Mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [QS. An-Nisa Kafarat orang membunuh
  • 9.
    Zina 1. Zina mukhsan Adapundasar penetapan hukum rajam adalah hadis Nabi Muhammad SAW : ‫بالبكر‬ ‫البكر‬ ‫سبيال‬ ‫لهن‬ ‫هللا‬ ‫جعل‬ ‫قد‬ ‫عني‬ ‫حذو‬ ‫عني‬ ‫حذو‬,‫والرجم‬ ‫مائة‬ ‫جلد‬ ‫بالثيب‬ ‫والثيب‬ ‫سنة‬ ‫ونفي‬ ‫مائة‬ ‫جلد‬ Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. jejaka yang berzina dengan gadis dijilid seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam. (H.R. Muslim dari’ Ubadah bin Samit:3199)
  • 10.
    Zina 2. Zina gairumukhsan “Perempuan yang berzina dan laik-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepda keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kmu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan sekumpulan dari orang-orang yang beriman”. (QS. An- Nur, 24:2)
  • 11.
    Menuduh zina (Qadzaf) FirmanAllah: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian meeka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang- orang yang fasik”. (QS. An-Nur, 24;4)
  • 12.
    Minuman Khamar Firman Allah: ”Wahaiorang-orang yang beriman bahawa sesungguhnya arak dan judi, dan pemujaan berhala dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah semata-mata kotor (najis / keji) dari perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya”. (Surah Al- Maidah ayat 90) hadith Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan daripada Ali bin Abi Thalib r.a yang bermaksud: ”Rasulullah s.a.w telah menyebat orang yang minum arak sebanyak 40 kali sebat, dan Saidina Abu Bakar telah menyebat sebanyak 40 kali sebat juga, dan Saidina Umar menyebat sebanyak 80 kali sebat. Semuanya adalah sunnah Rasulaullah s.a.w. dan inilah yang paling akau suka”.
  • 13.
    Sabda rasulullah Saw.: “Sesuatuyang memabukkan, banyak atau sedikitnya pun haram.” (Riwayat Nasai dan Abu Dawud) Dosa orang yang meminum-minuman keras menurut hadist “Barang siapa meninggal sebagai peminum arak, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti penyembah berhala” (HR At-Tabrani, 12/45, shahibul jami’ : 6525) “Barangsiapa minum khamar dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, dan jika meninggal ia masuk neraka. (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika (masih) kembali lagi (minum khamar) maka adalah hak Allah memberinya minum dari radghatul khabal pada hari kiamat” mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah radghatul khabal itu? beliau menjawab : “cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka” (HR Ibnu Majah, 3377, shahihul Jami’ 6313)
  • 14.
    Mencuri Firman Allah: Sabda Rasulullahs.a.w. yang bermaksud: ”Tidak dipotong tangan seseorang pencuri itu kecuali seperempat dinar atau lebih daripada nilai uang mas”. (Riwayat Bukhari Muslim)
  • 15.
    Orang yang dipaksamencuri dengan cara kekerasan sebagaimana Hadith Rasulullah s.a.w : ”Sesungguhnya Allah menghapuskan dosa umatku yang tersalah, terlupa dan dosa mereka yang dipaksa melakukan sesuatu kesalahan”. (Riwayat Ibnu Majah dan Baihaq’i) Syarat hukum potong tangan 1. Pencuri tersebut sudah baliq, berakal dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya. 2. Barang yang dicuri itu sedikitnya sampai satu nisab (kira-kira 93,6 gr emas/Rp. <300000), dan barang itu diambil dari tempat penyimpanannya.
  • 16.
    Riddah (Murtad) Firman AllahSwt.: “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al- Baqarah:217) 1. Konsekwensi Bersifat Duniawi 2. Konsekwensi bersifat ukhrawi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya: َ‫ر‬َ‫ق‬َ‫س‬ ‫ي‬‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ‫ي‬َ‫م‬.َ‫ْن‬‫ي‬‫ل‬َ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬‫م‬ ُ‫َك‬‫ن‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ي‬َ‫ق‬ “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (Al-Muddatstsir: 42-43)
  • 17.
    Berdasarkan kepada hadithRasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bermaksud: ”Allah tidak akan menyiksa tiga golongan manusia, iaitu kanak-kanak sehingga ia baligh, orang yang tidur sehingga ia bangun dari tidurnya dan orang yang gila sehingga ia sembuh dari gilanya”. (Riwayat Bukhari Fi Muslim)