Qishash,Diyat,dan Kaffarah
KELOMPOK 1 :
• ABDILLAH WIRA DIENUS
• AHKAMUL HAKIM
• ANNISA ZALFA S
• AZLIN NUHA N
• BELLA RIZKA
• DEWI FORTUNA
QISHASH
 Menurut bahasa artinya mengikuti perbuatan si penjahat sebagai
pembalasan atas perbuatannya
 Menurut syara’ (istilah) adalah hukuman balasan yang seimbang bagi
pelaku pembunuhan maupun perusakan atau penghilangan fungsi
anggota tubuh orang lain yang dilakukan dengan sengaja sesuai
pelanggaran yang dilakukan.
A. Pengertian
B. Macam-macam
Qishash
“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka didalamnya (At-Taurat) bahwasannya jiwa
(dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata,hidung dengan hidung, telinga dengan telinga,
gigi dengan gigi dan luka-lukapun ada qishashya. Barang siapa melepaskan (hak
qishashnya) akan melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa yang
tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, makan mereka itu adalah
orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Maidah : 45)
C.Hukum Qishash
 Orang yang terbunuh terpelihara darahnya (Orang yang benar-benar baik)
 Pembunuh bukan orang tua dari yang terbunuh
 Orang yang dibunuh sama derajatnya dengan yang membunuh
 Pembunuh sudah baligh dan berakal (mukallaf)
 Qishash dalam hal yang sama
 Jenis pembunuhan adalah pembunuhan yang disengaja
D. Syarat-Syarat
Qishash
1. Menjaga masyarakat dari kejahatan dan mencegah pertentangan dan permusuhan
setiap orang yang akan menumpahkan darah orang lain.
2. Mewujudkan keadilan dan menolong orang yang terzalimi, dengan memberikan
kemudahan bagi wali korban untuk membalas kepada pelaku seperti yang
dilakukan kepada korban.
3. Menjadi sarana taubat dan penyucian dari dosa yang telah dilanggarnya, karena
qishash menjadi kafarah (penghapus dosa) bagi pelakunya.
4. Dapat memelihara keamanan dan ketertiban
E. Hikmah
Qishash
DIYAT
 Menurut Bahasa yaitu denda atau ganti rugi pembunuhan
 Secara istilah adalah sejumlah harta yang wajib diberikan karena tindakan
pidana (jinayat) kepada korban kejahatan atau walinya atau kepada pihak
terbunuh atau teraniaya.
 Dengan maksud untuk mencegah praktik pembunuhan atau penganiayaan
terhadap seseorang yang sudah semestinya mendapatkan jaminan
perlindungan jiwa
A. Pengertian
 Pembunuhan sengaja yang dimaafkan oleh pihak terbunuh (keluarga
korban)
 Pembunuh lari namun sudah diketahui identitasnya secara jelas sehingga
diyat dibebankan kepada keluarga pembunuh
 Pembunuhan seperti sengaja
 Pembunuhan tersalah
 Qishash sulit untuk dilaksanakan
B. Sebab-sebab
Diyat
1. Diyat Mughalladzah (denda berat)
Membayar 100 ekor unta yang terdiri :
• 30 hiqqah (unta betina umur 3-4 tahun)
• 30 jadza’ah (unta betina umur 4-5 tahun)
• 40 unta khilfah (unta yang sedang bunting)
Yang wajib membayar :
 Pelaku pembunuhan sengaja
 Pelaku pembunuhan seperti sengaja
 Pelaku pembunuhan di Tanah Haram (Makkah)
C. Macam-macam
Diyat
2. Diyat Mukhaffafah (Denda Ringan)
Membayar 100 ekor unta,terdiri dari :
 20 unta hiqqah (unta betina umur 3-4 tahun)
 20 unta jadza’ah (unta betina umur 4-5 tahun)
 20 unta binta makhadh (unta betina lebih dari 1 tahun)
 20 unta binta labun (unta betina umur lebih dari 2
tahun)
 20 unta ibna labun (unta jantan umur lebih dari 2 tahun)
Yang wajib membayar:
 Pelaku pembunuhan tersalah
 Pelaku yang menciderai anggota tubuh
 Membayar satu diyat (100 ekor unta) jika Pelaku
menghilangkan anggota badan tunggal atau sepasang.
 Membayar setengah diyat (50 ekor unta) jika pelaku
memotong salah satu anggota badan yang berpasangan
 Membayar sepertiga diyat jika pelaku melukai anggota
badan sampai organ dalam
 Membayar 15 ekor unta jika pelaku melukai orang lain
hingga menyebabkan kulit terkelupas.
 Membayar 10 ekor unta jika pelaku melukai orang lain
hingga mengakibatkan jari-jarinya terputus
 Membayar 5 ekor unta jika pelaku melukai hingga giginya
patah atau terlepas
D. Diyat kejahatan melukai atau
memotong anggota badan
 Sifat pemaaf kepada orang lain karena sesuatu hal
sudah terjadi
 Manusia dapat berhati-hati dalam bertindak bahkan
takut melakukan kejahatan karena sayang harta, bisa
habis bahkan melarat karena untuk membayar diyat
 Menjunjung tinggi terhadap perlindungan jiwa dan
raga.
E. Hikmah Diyat
Kaffarah
 Menurut bahasa yaitu tertutupnya hati sesorang hingga ia berani
melakukan pelanggaran terhadap aturan syar’i
 Secara istilah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh sesorang yang
telah melanggar larangan Allah tertentu.
 Kaffarah itu merupakan tanda taubat dan penebus dosa.
A. Pengertian
1. Kaffarah Pembunuhan
Seseorang yang membunuh orang lain selain dihadapkan pada salah
satu dari dua pilihan, diqishash atau membayar diyat. Dia juga
diwajibkan membayar kaffarah.Yaitu memerdekakan budak muslim. Jika
tidak mampu maka pilihan lainnya adalah berpuasa 2 bulan berturut-
turut.
B. Macam-Macam
Kaffarah
2. Kaffarah Dzihar
Dzihar adalah perkataan seorang suami kepada istrinya “kau bagiku seperti
punggung ibuku”. Pelaku dzihar wajib menunaikan kaffarah sebelum
melakukan hubungan biologis dengan istrinya.
Kaffarah seorang suami yang medzihar istrinya adalah memerdekakan hamba
sahaya. Jika ia tak mampu, maka pilihan kedua yaitu puasa 2 bulan berturut-
turut. Dan jika ia masih juga tak mampu, maka pilihan terakhirnya yaitu
memberikan makan 60 fakir miskin.
3. Kaffarah melakukan hubungan biologis di siang hari pada
Bulan Ramadhan.
Sama dengan Kaffarah Dzihar ditambah dengan qadha sebanyak jumlah hari
mereka melakukan hubungan biologis di siang hari bulan Ramadhan.
4. Kaffarah karena melanggar sumpah
 Memberi makan 10 fakir miskin.
 Memberi pakaian
 Memerdekakan budak
Jika ketiga hal diatas tidak mampu dilakukan maka dia diwajibkan Puasa 3
bulan berturut-turut.
5. Kaffarah Ila’
Kaffarah ila’ adalah sumpah suami untuk melakukan hubungan biologis
dengan istrinya dalam masa tertentu. Konsekuensinya sama dengan
membayar kaffarah yamin (kaffarah melanggar sumpah)
6. Kaffarah membunuh binatang buruan saat berihram
 Mengganti binatang ternak yang seimbang
 Memberi makan orang miskin
 Berpuasa
 Manusia benar-benar menyesali pebuatan yang keliru, telah berbuat dosa
kepada Allah dan merugikan sesama manusia
 Bertaubat kepada Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya
 Percaya diri dengan diterima taubatnya manusia menjadi tenang, karena
tuntunan agama sudah dipenuhinya
C. Hikmah Kaffarah
Qishash,diyat,dan kaffarah

Qishash,diyat,dan kaffarah

  • 1.
    Qishash,Diyat,dan Kaffarah KELOMPOK 1: • ABDILLAH WIRA DIENUS • AHKAMUL HAKIM • ANNISA ZALFA S • AZLIN NUHA N • BELLA RIZKA • DEWI FORTUNA
  • 2.
  • 3.
     Menurut bahasaartinya mengikuti perbuatan si penjahat sebagai pembalasan atas perbuatannya  Menurut syara’ (istilah) adalah hukuman balasan yang seimbang bagi pelaku pembunuhan maupun perusakan atau penghilangan fungsi anggota tubuh orang lain yang dilakukan dengan sengaja sesuai pelanggaran yang dilakukan. A. Pengertian
  • 4.
  • 5.
    “Dan Kami telahtetapkan terhadap mereka didalamnya (At-Taurat) bahwasannya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata,hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi dan luka-lukapun ada qishashya. Barang siapa melepaskan (hak qishashnya) akan melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, makan mereka itu adalah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Maidah : 45) C.Hukum Qishash
  • 6.
     Orang yangterbunuh terpelihara darahnya (Orang yang benar-benar baik)  Pembunuh bukan orang tua dari yang terbunuh  Orang yang dibunuh sama derajatnya dengan yang membunuh  Pembunuh sudah baligh dan berakal (mukallaf)  Qishash dalam hal yang sama  Jenis pembunuhan adalah pembunuhan yang disengaja D. Syarat-Syarat Qishash
  • 7.
    1. Menjaga masyarakatdari kejahatan dan mencegah pertentangan dan permusuhan setiap orang yang akan menumpahkan darah orang lain. 2. Mewujudkan keadilan dan menolong orang yang terzalimi, dengan memberikan kemudahan bagi wali korban untuk membalas kepada pelaku seperti yang dilakukan kepada korban. 3. Menjadi sarana taubat dan penyucian dari dosa yang telah dilanggarnya, karena qishash menjadi kafarah (penghapus dosa) bagi pelakunya. 4. Dapat memelihara keamanan dan ketertiban E. Hikmah Qishash
  • 8.
  • 9.
     Menurut Bahasayaitu denda atau ganti rugi pembunuhan  Secara istilah adalah sejumlah harta yang wajib diberikan karena tindakan pidana (jinayat) kepada korban kejahatan atau walinya atau kepada pihak terbunuh atau teraniaya.  Dengan maksud untuk mencegah praktik pembunuhan atau penganiayaan terhadap seseorang yang sudah semestinya mendapatkan jaminan perlindungan jiwa A. Pengertian
  • 10.
     Pembunuhan sengajayang dimaafkan oleh pihak terbunuh (keluarga korban)  Pembunuh lari namun sudah diketahui identitasnya secara jelas sehingga diyat dibebankan kepada keluarga pembunuh  Pembunuhan seperti sengaja  Pembunuhan tersalah  Qishash sulit untuk dilaksanakan B. Sebab-sebab Diyat
  • 11.
    1. Diyat Mughalladzah(denda berat) Membayar 100 ekor unta yang terdiri : • 30 hiqqah (unta betina umur 3-4 tahun) • 30 jadza’ah (unta betina umur 4-5 tahun) • 40 unta khilfah (unta yang sedang bunting) Yang wajib membayar :  Pelaku pembunuhan sengaja  Pelaku pembunuhan seperti sengaja  Pelaku pembunuhan di Tanah Haram (Makkah) C. Macam-macam Diyat
  • 12.
    2. Diyat Mukhaffafah(Denda Ringan) Membayar 100 ekor unta,terdiri dari :  20 unta hiqqah (unta betina umur 3-4 tahun)  20 unta jadza’ah (unta betina umur 4-5 tahun)  20 unta binta makhadh (unta betina lebih dari 1 tahun)  20 unta binta labun (unta betina umur lebih dari 2 tahun)  20 unta ibna labun (unta jantan umur lebih dari 2 tahun) Yang wajib membayar:  Pelaku pembunuhan tersalah  Pelaku yang menciderai anggota tubuh
  • 13.
     Membayar satudiyat (100 ekor unta) jika Pelaku menghilangkan anggota badan tunggal atau sepasang.  Membayar setengah diyat (50 ekor unta) jika pelaku memotong salah satu anggota badan yang berpasangan  Membayar sepertiga diyat jika pelaku melukai anggota badan sampai organ dalam  Membayar 15 ekor unta jika pelaku melukai orang lain hingga menyebabkan kulit terkelupas.  Membayar 10 ekor unta jika pelaku melukai orang lain hingga mengakibatkan jari-jarinya terputus  Membayar 5 ekor unta jika pelaku melukai hingga giginya patah atau terlepas D. Diyat kejahatan melukai atau memotong anggota badan
  • 14.
     Sifat pemaafkepada orang lain karena sesuatu hal sudah terjadi  Manusia dapat berhati-hati dalam bertindak bahkan takut melakukan kejahatan karena sayang harta, bisa habis bahkan melarat karena untuk membayar diyat  Menjunjung tinggi terhadap perlindungan jiwa dan raga. E. Hikmah Diyat
  • 15.
  • 16.
     Menurut bahasayaitu tertutupnya hati sesorang hingga ia berani melakukan pelanggaran terhadap aturan syar’i  Secara istilah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh sesorang yang telah melanggar larangan Allah tertentu.  Kaffarah itu merupakan tanda taubat dan penebus dosa. A. Pengertian
  • 17.
    1. Kaffarah Pembunuhan Seseorangyang membunuh orang lain selain dihadapkan pada salah satu dari dua pilihan, diqishash atau membayar diyat. Dia juga diwajibkan membayar kaffarah.Yaitu memerdekakan budak muslim. Jika tidak mampu maka pilihan lainnya adalah berpuasa 2 bulan berturut- turut. B. Macam-Macam Kaffarah
  • 18.
    2. Kaffarah Dzihar Dziharadalah perkataan seorang suami kepada istrinya “kau bagiku seperti punggung ibuku”. Pelaku dzihar wajib menunaikan kaffarah sebelum melakukan hubungan biologis dengan istrinya. Kaffarah seorang suami yang medzihar istrinya adalah memerdekakan hamba sahaya. Jika ia tak mampu, maka pilihan kedua yaitu puasa 2 bulan berturut- turut. Dan jika ia masih juga tak mampu, maka pilihan terakhirnya yaitu memberikan makan 60 fakir miskin.
  • 19.
    3. Kaffarah melakukanhubungan biologis di siang hari pada Bulan Ramadhan. Sama dengan Kaffarah Dzihar ditambah dengan qadha sebanyak jumlah hari mereka melakukan hubungan biologis di siang hari bulan Ramadhan.
  • 20.
    4. Kaffarah karenamelanggar sumpah  Memberi makan 10 fakir miskin.  Memberi pakaian  Memerdekakan budak Jika ketiga hal diatas tidak mampu dilakukan maka dia diwajibkan Puasa 3 bulan berturut-turut.
  • 21.
    5. Kaffarah Ila’ Kaffarahila’ adalah sumpah suami untuk melakukan hubungan biologis dengan istrinya dalam masa tertentu. Konsekuensinya sama dengan membayar kaffarah yamin (kaffarah melanggar sumpah)
  • 22.
    6. Kaffarah membunuhbinatang buruan saat berihram  Mengganti binatang ternak yang seimbang  Memberi makan orang miskin  Berpuasa
  • 23.
     Manusia benar-benarmenyesali pebuatan yang keliru, telah berbuat dosa kepada Allah dan merugikan sesama manusia  Bertaubat kepada Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya  Percaya diri dengan diterima taubatnya manusia menjadi tenang, karena tuntunan agama sudah dipenuhinya C. Hikmah Kaffarah