FILSAFAT HUKUM
Prof. Dr. Drs. Astim Riyanto, SH, MH.
BAB XIV ; MANFAAT FILSAFAT
HUKUM
Imbang J. Trenggana S.Pd
Prodi Ilmu Hukum
D. Pengaruh Ahli Hukum Terhadap Produk
Hukumnya
Dilihat dari segi praktik, para pembuat
peraturan perundang-udangan dapat
dilakukan oleh para Ahli non-Hukum,
Ahli Hukum,
Praktisi Hukum, &
Pakar Hukum.
Menurut Prof. Dr. L. Bender O. P, apabila Pengaruh Ahli non-Hukum, Ahli
Hukum, Praktisi Hukum, dan Ahli Hukum atau Pakar Hukum terhadap
Produk Hukumnya, yaitu sebagai berikut ;
Prof. Dr. Bender O.P (1948) menandaskan bahwasannya Filsafat Hukumlah yang
menjawab pernyataan-pernyataan umum mengenai hukum, hakikatnya dan
sifat-sifatnya. Oleh karena itu, Filsafat Hukum bermanfaat dan diperlukan oleh
ahli Hukum.
Prof. Dr. Bender O.P (1948) menandaskan bahwasannya Filsafat Hukumlah yang
menjawab pernyataan-pernyataan umum mengenai hukum, hakikatnya dan
sifat-sifatnya. Oleh karena itu, Filsafat Hukum bermanfaat dan diperlukan oleh
ahli Hukum.
Sejarah menunjukkan hukum selalu
mendapat pengaruh besar dari sistem-
sistem yang sedang dikuasai dan sedang
berkuasa.
Sejarah menunjukkan hukum selalu
mendapat pengaruh besar dari sistem-
sistem yang sedang dikuasai dan sedang
berkuasa.
Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengatakan : Filosof-filosof telah mencurahkan
ketajaman otaknya untuk menemukan suatu cara untuk sampai pada nilai sejati dari
berbagai kepentingan, sehingga mungkin dicapai suatu perumusan yang mutlak dan
bersesuaian dengan itu mungkin dapat dipastikan .... Kepentingan yang utama akan
lebih besar pengaruh batinnya.
Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengatakan : Filosof-filosof telah mencurahkan
ketajaman otaknya untuk menemukan suatu cara untuk sampai pada nilai sejati dari
berbagai kepentingan, sehingga mungkin dicapai suatu perumusan yang mutlak dan
bersesuaian dengan itu mungkin dapat dipastikan .... Kepentingan yang utama akan
lebih besar pengaruh batinnya.
Mengadili suatu perkara dalam penerapan hukum, Prof. Dr. Roscoe
Pound, MA menyatakan bahwa ada 3 Langkah yang harus dilakukan,
yaitu ; Menemukan Hukum, Menafsirkan Norma yang dipilih, dan
Menerapkan kepada perkara yang sedang dihadapi.
Mengadili suatu perkara dalam penerapan hukum, Prof. Dr. Roscoe
Pound, MA menyatakan bahwa ada 3 Langkah yang harus dilakukan,
yaitu ; Menemukan Hukum, Menafsirkan Norma yang dipilih, dan
Menerapkan kepada perkara yang sedang dihadapi.
E. Penerapan Hukum
Berkenaan dengan individualisasi penerapan Hukum dalam Hukum Inggris–
Amerika, Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengemukakan terdapat tidak kurang
dari 7 saluran untuk individualisasi penerapan hukum, yaitu ;
1.Melalui kebijaksanaan pengadilan dalam menerapkan alat-alat pemulihan
hak yang bersendikan keadilan (Equitable Remedies),
2.Melalui ukuran hukum yang diterapkan pada kelakuan umumnya apabila
mengakibatkan kerugian dan juga pada hubungan dan pekerjaan tertentu,
3.Melalui kekuasaan yuri yang harus memberikan keputusan umum,
4.Melalui luasnya penerapan hukum oleh pengadilan yang menyangkut
penemuan hukum,
5.Melalui cara menyesuaian pemberian hukuman kepada tiap pelanggar,
6.Melalui Metode informal dari pelaksanaan peradilan di dalam pengadilan
kecil, &
7.Melalui Pengadilan Administratif.
F. PENUTUP
Prof. Dr. Koento Wibisono Siswomihardjo,
mengemukakan bahwa filsafatlah yang akan
mendorong kita pada perluasan wawasan kita,
ketajaman refleksi kita, kedalaman imajinasi
kita, kepekaan intuisi kita sedemikian rupa agar
terhindarlah kita dari simplisme berpikir yang
memuakan, dari kerabunan intelektual, hanyut
dalam arus tradisi ilmu.
F. PENUTUP
Prof. Dr. Koento Wibisono Siswomihardjo,
mengemukakan bahwa filsafatlah yang akan
mendorong kita pada perluasan wawasan kita,
ketajaman refleksi kita, kedalaman imajinasi
kita, kepekaan intuisi kita sedemikian rupa agar
terhindarlah kita dari simplisme berpikir yang
memuakan, dari kerabunan intelektual, hanyut
dalam arus tradisi ilmu.

Filsafat Hukum

  • 1.
    FILSAFAT HUKUM Prof. Dr.Drs. Astim Riyanto, SH, MH. BAB XIV ; MANFAAT FILSAFAT HUKUM Imbang J. Trenggana S.Pd Prodi Ilmu Hukum
  • 2.
    D. Pengaruh AhliHukum Terhadap Produk Hukumnya Dilihat dari segi praktik, para pembuat peraturan perundang-udangan dapat dilakukan oleh para Ahli non-Hukum, Ahli Hukum, Praktisi Hukum, & Pakar Hukum.
  • 3.
    Menurut Prof. Dr.L. Bender O. P, apabila Pengaruh Ahli non-Hukum, Ahli Hukum, Praktisi Hukum, dan Ahli Hukum atau Pakar Hukum terhadap Produk Hukumnya, yaitu sebagai berikut ;
  • 4.
    Prof. Dr. BenderO.P (1948) menandaskan bahwasannya Filsafat Hukumlah yang menjawab pernyataan-pernyataan umum mengenai hukum, hakikatnya dan sifat-sifatnya. Oleh karena itu, Filsafat Hukum bermanfaat dan diperlukan oleh ahli Hukum. Prof. Dr. Bender O.P (1948) menandaskan bahwasannya Filsafat Hukumlah yang menjawab pernyataan-pernyataan umum mengenai hukum, hakikatnya dan sifat-sifatnya. Oleh karena itu, Filsafat Hukum bermanfaat dan diperlukan oleh ahli Hukum. Sejarah menunjukkan hukum selalu mendapat pengaruh besar dari sistem- sistem yang sedang dikuasai dan sedang berkuasa. Sejarah menunjukkan hukum selalu mendapat pengaruh besar dari sistem- sistem yang sedang dikuasai dan sedang berkuasa. Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengatakan : Filosof-filosof telah mencurahkan ketajaman otaknya untuk menemukan suatu cara untuk sampai pada nilai sejati dari berbagai kepentingan, sehingga mungkin dicapai suatu perumusan yang mutlak dan bersesuaian dengan itu mungkin dapat dipastikan .... Kepentingan yang utama akan lebih besar pengaruh batinnya. Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengatakan : Filosof-filosof telah mencurahkan ketajaman otaknya untuk menemukan suatu cara untuk sampai pada nilai sejati dari berbagai kepentingan, sehingga mungkin dicapai suatu perumusan yang mutlak dan bersesuaian dengan itu mungkin dapat dipastikan .... Kepentingan yang utama akan lebih besar pengaruh batinnya. Mengadili suatu perkara dalam penerapan hukum, Prof. Dr. Roscoe Pound, MA menyatakan bahwa ada 3 Langkah yang harus dilakukan, yaitu ; Menemukan Hukum, Menafsirkan Norma yang dipilih, dan Menerapkan kepada perkara yang sedang dihadapi. Mengadili suatu perkara dalam penerapan hukum, Prof. Dr. Roscoe Pound, MA menyatakan bahwa ada 3 Langkah yang harus dilakukan, yaitu ; Menemukan Hukum, Menafsirkan Norma yang dipilih, dan Menerapkan kepada perkara yang sedang dihadapi.
  • 5.
    E. Penerapan Hukum Berkenaandengan individualisasi penerapan Hukum dalam Hukum Inggris– Amerika, Prof. Dr. Roscoe Pound, MA, mengemukakan terdapat tidak kurang dari 7 saluran untuk individualisasi penerapan hukum, yaitu ; 1.Melalui kebijaksanaan pengadilan dalam menerapkan alat-alat pemulihan hak yang bersendikan keadilan (Equitable Remedies), 2.Melalui ukuran hukum yang diterapkan pada kelakuan umumnya apabila mengakibatkan kerugian dan juga pada hubungan dan pekerjaan tertentu, 3.Melalui kekuasaan yuri yang harus memberikan keputusan umum, 4.Melalui luasnya penerapan hukum oleh pengadilan yang menyangkut penemuan hukum, 5.Melalui cara menyesuaian pemberian hukuman kepada tiap pelanggar, 6.Melalui Metode informal dari pelaksanaan peradilan di dalam pengadilan kecil, & 7.Melalui Pengadilan Administratif.
  • 6.
    F. PENUTUP Prof. Dr.Koento Wibisono Siswomihardjo, mengemukakan bahwa filsafatlah yang akan mendorong kita pada perluasan wawasan kita, ketajaman refleksi kita, kedalaman imajinasi kita, kepekaan intuisi kita sedemikian rupa agar terhindarlah kita dari simplisme berpikir yang memuakan, dari kerabunan intelektual, hanyut dalam arus tradisi ilmu.
  • 7.
    F. PENUTUP Prof. Dr.Koento Wibisono Siswomihardjo, mengemukakan bahwa filsafatlah yang akan mendorong kita pada perluasan wawasan kita, ketajaman refleksi kita, kedalaman imajinasi kita, kepekaan intuisi kita sedemikian rupa agar terhindarlah kita dari simplisme berpikir yang memuakan, dari kerabunan intelektual, hanyut dalam arus tradisi ilmu.