KELOMPOK 4
ETIKA PROFESI
Kesehatan kerja menurut Darmanto (1999)
merupakan spesialisasi kesehatan/kedokteran
beserta praktiknya yang bertujuan agar
pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental
maupun social.
Kesehatan kerja menurut American Society Of
safety Engineers (ASSE) dalam Sugeng (2005)
Lingkungan Perilaku
Pelayanan
kesehatan
Genetik
Status kesehatan menurut Blum (1981) dalam Sugeng (2005) ditentukan
oleh 4 faktor yaitu :
B. Hal-hal yang mempengaruhi Kesehatan dan Keselamatan
Kerja.
Adapun hal-hal yang mempengaruhi
kesehatan dan keselamatan kerja adalah
sebagai berikut.
a. Kapasitas kerja
b. Beban kerja
c. Lingkungan kerja
• Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang
mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi kuat
dengan pekerjaan, pada umumnya terdiri atas satu
agen penyebab yang sudah diakui . .
• Penyakit yang mempunyai hubungan erat dengan
perusahaan (work related disease) adalah penyakit
yang mempunyai beberapa agen penyebab, dimana
faktor pada pekerjaan memegang peranan bersama
dengan faktor risiko lainnya dalam berkembangnya
penyakit yang mempunyai penyebab yang kompleks.
• Penyakit yang mengenai populasi pekerja (diseases
affecting working populations) adalah penyakit yang
terjadi pada populasi pekerja tanpa adanya agen
penyebab di tempat kerja, tetapi dapat diperberat
oleh kondisi pekerjaan yang buruk bagi kesehatan.
Kriteria umum penyakit akibat kerja, yaitu:
1. Adanya hubungan antar tempat kerja
terbuka yang spesifik dan penyakit.
2. Adanya fakta bahwa frekuensi kejadian
penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi
masyarakat umum.
3. Penyakit dapat dicegah dengan melakukan
tindakan preventif di tempat kerja.
Gagasan WHO dan ILO (1987)- adopsi (1989) work related
diseases dapat digunakan untuk penyakit akibat kerja yang sudah diakui
dan gangguan kesehatan di mana lingkungan kerja dan proses kerja
merupakan salah satu penyebab yang penting.
Penyebab penyakit kerja antara lain:
a) Golongan fisik
b) Golongan kimiawi
c) Golongan biologis
d) Golongan fisiologis/ergonomis
e) Golongan psikososial
C. Peran Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3)
Peran K3 ini antara lain sebagai
berikut.
1. Memberikan perlindungan
dan keselamatan kerja
bagi tenaga kerja.
2. Menjamin keselamatan di
tempat kerja.
3. Untuk mengurangi biaya
perusahaan jika terjadi
kecelakaan kerja dan
penyakit akibat hubungan
kerja, karena sebeumnya
ada tindakan antisipatif
dari perusahaan.
D. Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Tujuan adanya keselamatan
dan kesehatan kerja adalah
untuk tercapainya keselamatan
karyawan saat sedang bekerja
dan setelah bekerja.
1. Tujuan K3 Ditinjau dari perusahaan dan karyawan
a) Tujuan K3 untuk
perusahaan, yaitu:
1. Meningkatkan kinerja
dan omset perusahaan.
2. Mencegah terjadinya
kerugian (total loss
control minimum).
3. Memelihara sarana dan
prasarana perusahaan.
b) Tujuan K3 untuk
karyawan, yaitu:
1. Meningakatkan
kesejahteraan jasmani
dan rohani karyawan.
2. Menigkatkan
penghasilan karyawan
dan penduduk
sekitarnya.
3. Untuk kinerja yang
berkesinambungan.
2.TujuanK3Ditinjaudarilingkungan
a) Manfaat lingkungan yang aman dan sehat
Penigkatan-peningkatan terhadap hal ini akan
menghasilkanbeberapa hal, antara lain:
1. Menigkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah
hari kinerja yang hilang.
2. Meningkatnya efisiensi dan kualitas kerja yang lebih
berkomitmen.
3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi.
4. Tingakat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung
yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim.
5. Fleksibelitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai
akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan.
6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena
menigkatnya citra perusahaan.
b) Kerugian lingkunagan kerja yang tidak aman dan tidak
sehat
3. K3 Ditinjau dari Bidang pekerjaan
Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis
lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada
keselamatan dan kesehatan kerja, antara lain
berikut:
a) Kecelakaan kerja
1. Perusahaan-perusahaan tertentu atau
departemen tertentu cenderung mempunyai
tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari
pada yang lainnya. Beberapakarakteristik dapat
menjelaskan perbedaan tersebut.
2. Organisasi
3. Pekerja yang mudah celaka
b. Penyakit yang Diakibatkan pekerjaan
c. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah
d. Stress Pekerjaan
Berikut ini contoh penyebab stres kerja yaitu:
• Perubahan Organisasi
• Tingkat kecepatan kerja
• Lingkungan fisik
• Pekerja yang rentan stress
e. kelelahan kerja
kelelahan kerja adalah sejenis stress yang
banyak dialami oleh orang orang yang bekerja
dalam pekerjaan pekerjaan pelayanan.
E. Undang undang ketenaga kerjaan yang berhubungan
dengan K3
Dasar hokum yang mengatur keselamatan
dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
1. UU No.1 tahun 1970 tentang kesehatan
kerja
2. UU No.25 Thun 1997 dan UU No.13
tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan
3. keputusan presiden No.22 tahun 1993
tentang penyakit yang timbul akibat
hubungan kerja.

Etika Profesi

  • 1.
  • 2.
    Kesehatan kerja menurutDarmanto (1999) merupakan spesialisasi kesehatan/kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun social. Kesehatan kerja menurut American Society Of safety Engineers (ASSE) dalam Sugeng (2005)
  • 3.
    Lingkungan Perilaku Pelayanan kesehatan Genetik Status kesehatanmenurut Blum (1981) dalam Sugeng (2005) ditentukan oleh 4 faktor yaitu :
  • 4.
    B. Hal-hal yangmempengaruhi Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Adapun hal-hal yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja adalah sebagai berikut. a. Kapasitas kerja b. Beban kerja c. Lingkungan kerja
  • 5.
    • Penyakit akibatkerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi kuat dengan pekerjaan, pada umumnya terdiri atas satu agen penyebab yang sudah diakui . . • Penyakit yang mempunyai hubungan erat dengan perusahaan (work related disease) adalah penyakit yang mempunyai beberapa agen penyebab, dimana faktor pada pekerjaan memegang peranan bersama dengan faktor risiko lainnya dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai penyebab yang kompleks. • Penyakit yang mengenai populasi pekerja (diseases affecting working populations) adalah penyakit yang terjadi pada populasi pekerja tanpa adanya agen penyebab di tempat kerja, tetapi dapat diperberat oleh kondisi pekerjaan yang buruk bagi kesehatan.
  • 6.
    Kriteria umum penyakitakibat kerja, yaitu: 1. Adanya hubungan antar tempat kerja terbuka yang spesifik dan penyakit. 2. Adanya fakta bahwa frekuensi kejadian penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi masyarakat umum. 3. Penyakit dapat dicegah dengan melakukan tindakan preventif di tempat kerja.
  • 7.
    Gagasan WHO danILO (1987)- adopsi (1989) work related diseases dapat digunakan untuk penyakit akibat kerja yang sudah diakui dan gangguan kesehatan di mana lingkungan kerja dan proses kerja merupakan salah satu penyebab yang penting. Penyebab penyakit kerja antara lain: a) Golongan fisik b) Golongan kimiawi c) Golongan biologis d) Golongan fisiologis/ergonomis e) Golongan psikososial
  • 8.
    C. Peran Kesehatandan Keselamatan Kerja (K3) Peran K3 ini antara lain sebagai berikut. 1. Memberikan perlindungan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja. 2. Menjamin keselamatan di tempat kerja. 3. Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, karena sebeumnya ada tindakan antisipatif dari perusahaan. D. Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tujuan adanya keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk tercapainya keselamatan karyawan saat sedang bekerja dan setelah bekerja.
  • 9.
    1. Tujuan K3Ditinjau dari perusahaan dan karyawan a) Tujuan K3 untuk perusahaan, yaitu: 1. Meningkatkan kinerja dan omset perusahaan. 2. Mencegah terjadinya kerugian (total loss control minimum). 3. Memelihara sarana dan prasarana perusahaan. b) Tujuan K3 untuk karyawan, yaitu: 1. Meningakatkan kesejahteraan jasmani dan rohani karyawan. 2. Menigkatkan penghasilan karyawan dan penduduk sekitarnya. 3. Untuk kinerja yang berkesinambungan.
  • 10.
    2.TujuanK3Ditinjaudarilingkungan a) Manfaat lingkunganyang aman dan sehat Penigkatan-peningkatan terhadap hal ini akan menghasilkanbeberapa hal, antara lain: 1. Menigkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kinerja yang hilang. 2. Meningkatnya efisiensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen. 3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi. 4. Tingakat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim. 5. Fleksibelitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan. 6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena menigkatnya citra perusahaan. b) Kerugian lingkunagan kerja yang tidak aman dan tidak sehat
  • 11.
    3. K3 Ditinjaudari Bidang pekerjaan Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada keselamatan dan kesehatan kerja, antara lain berikut: a) Kecelakaan kerja 1. Perusahaan-perusahaan tertentu atau departemen tertentu cenderung mempunyai tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari pada yang lainnya. Beberapakarakteristik dapat menjelaskan perbedaan tersebut. 2. Organisasi 3. Pekerja yang mudah celaka
  • 12.
    b. Penyakit yangDiakibatkan pekerjaan c. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah d. Stress Pekerjaan Berikut ini contoh penyebab stres kerja yaitu: • Perubahan Organisasi • Tingkat kecepatan kerja • Lingkungan fisik • Pekerja yang rentan stress e. kelelahan kerja kelelahan kerja adalah sejenis stress yang banyak dialami oleh orang orang yang bekerja dalam pekerjaan pekerjaan pelayanan.
  • 13.
    E. Undang undangketenaga kerjaan yang berhubungan dengan K3 Dasar hokum yang mengatur keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut: 1. UU No.1 tahun 1970 tentang kesehatan kerja 2. UU No.25 Thun 1997 dan UU No.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan 3. keputusan presiden No.22 tahun 1993 tentang penyakit yang timbul akibat hubungan kerja.