Ni Nyoman Nami Arthisari
1971151004
PPDS-1 Mikirobiologi Klinik FK UNUD / RSUP Sanglah
Pembimbing:
dr. Agus Eka Darwinata, S.Ked, Ph.D
MEDIA IN
MICROBIOLOGY
Overview
Definisi
Sejarah media kultur
Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
mikroorganisme
Alat dan bahan serta prosedur-prosedur pembuatan media
Jenis-jenis Media Kultur
Kegunaan media Kultur
Quality Control
Referensi
1. Untuk menumbuhkan dan isolasi organisme yang ada pada specimen klinis
2. Untuk menentukan bakteri yang tumbuh apakah pathogen penyebab infeksi
atau kontaminan atau flora normal
3. Untuk memperoleh pertumbuhan mikroorganisme (bakteri) yang cukup dan
relevan dengan klinis sehingga dapat diidentifikasi, diketahui karakterisasi, dan
dapat diuji kepekaan antibiotika.
Di tumbuhkan pada media kultur  Diagnosis definitive dari penyakit infeksi
Definisi Media: Suatu substansi yang mengandung
campuran zat-zat (nutrien) yang diperlukan untuk
pemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Tujuan Penanaman Mikroorganisme
Sejarah Media
Robert Koch (1843-1910)
– Pertama kali berhasil melakukan isolasi bakteri Bacillus
anthracis penyebab penyakit Anthrax di peternakan
– Organisme patogen dapat diisolasi dan dipelajari diluar host.
– Postulat Koch (1882) :
• Agen penyakit harus ditemukan pada semua penderita penyakit tersebut
• Agen penyakit tidak boleh ada pada penderita penyakit lain
• Hasil isolasi biakan harus dapat menimbulkan penyakit yang sama pada
binatang percobaan
• Agen penyakit harus dapat diisolasi dari binatang percobaan tersebut
– Menumbuhkan mikroorganisme dengan kentang
– Koch menggunakan broth yang terbuat dari serum darah sapi
yang di sterilisasi atau aqueous humour lembu, sebelum
ditemukannya media solid
– Koch menemukan bahwa gelatin dapat dicampur dengan
broth
Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
 Pada 1881, Koch mempresentasikan tekniknya di International
Medical Congress di London, dan bertemu dengan Louis Pasteur
dan Joseph Lister.
 Namun, terdapat permasalahan dengan menggunakan gelatin:
o Berubah dari padat ke cair pada suhu 25°C sehingga sulit untuk
diinkubasi pada suhu 37°C dimana suhu tersebut optimal bagi
kebanyakan bakteri
o Gelatin dicairkan oleh enzim gelatinase dimana diproduksi oleh
kebanyakan bakteri proteolitik.
 Kemudian, gelatin diganti menjadi agar sebagai dasar
pembuatan media, dan sesuai untuk iklim panas. Agar merupakan
polisakarida dari ganggang laut.
 Agar dapat mencair pada suhu 85°C-90°C dan tetap padat pada
suhu 34°C-42°C, dimana ideal untuk kultur media, memudahkan
utntuk observasi koloni dan tidak toksik untuk bakteri
Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
Kontribusi Julius Richard Petri
Pada tahun 1887, kolega Koch, Richard Petri memodifikasi
tempat untuk menuang media dari piring kaca datar yang
ditutup dengan tutup kaca (bell jar)
Disk kaca dengan tinggi 15mm dan diameter
100mm  Dikenal dengan “Petri Dish” dan masih
digunakan hingga sekarang dan ada yang terbuat
dari plastik sekali pakai (disposable plastic)
Split Plate Agar / Bi-Plate Agar
- Terdiri dari setengah Blood Agar dan
setengah Mac Conkey
- Volume media masing-masing adalah 10 ml
- Menghasilkan rincian lebih lanjut diagnostik
organisme patogen sekaligus mengurangi
masalah kapasitas penyimpanan di
inkubator dengan bi-plate
- Setengah dari piring berisi Agar Darah untuk
meningkatkan pertumbuhan pertumbuhan
organisme fastidious dengan bentuk
hemolisis terlihat jelas
- MacConkey pada bagian lain dari piring
adalah media selektif untuk membedakan
antara coliform, fermenter laktosa dan non-
fermenter laktosa
Agar - Agar adalah substansi gelatin yang diperoleh dari dinding sel
ganggang laut (algae).
- Agar diekstrak dari dinding sel alga merah (Rhodophyceae)
termasuk spesies Gelidium dan Gracilaria
- Setidaknya mengandung 2 polisakarida yang diekstraksi (agarose
dan agaropectin)
- Transparasi baik dan kekuatan gel konsisten
- Konsisten pada suhu 32-40 ° C dan mencair 85 °C
- Bebas dari zat-zat beracun, zat hemolitik, kontaminasi oleh spora
termofilik
- Konsentrasi 1-2% untuk mengentalkan media kultur  solid
- Konsentrasi 0,5% untuk semisolid
- Konsentrasi 0,1% untuk campuran media liquid
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Faktor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme
 Nutrients: substansi kimia dan sumber energi:
• Sumber karbon, electron, energi (ATP)
• Oksigen
• Nitrogen
• Bahan kimia lain
 Persyaratan fisikal:
• Suhu
• pH
• Efek fisikal air
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Nutrients: Hampir semua bakteri
membutuhkan 3 unsur nutrisi
utama:
 Karbon : untuk
membentuk unsur
seluler  sekitar 50%
dari berat kering bakteri
 Nitrogen: untuk
membentuk protein dan
asam nukleat  14%
berat kering bakteri
 Energi (ATP)  untuk
fungsi seluler
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Kebutuhan Oksigen
a. Aerob obligat : membutuhkan oksigen untuk tumbuh
b. Anaerob aerotolerant: dapat bertahan hidup terhadap oksigen
tetapi tidak menggunakan oksigen untuk metabolism ( contoh:
Streptococcus spp)
c. Anaerob obligat : tidak dapat tumbuh bila ada oksigen
d. Anaerob fakultatif : dapat hidup dengan atau tanpa oksigen
e. Capnophilic : organisme yang membutuhkan atmosfir dengan
karbondioksida (5% sampai 10%) cth: Neisseria gonorrhoeae
f. Microaerophilic: bakteri yang memerlukan konsentrasi oksigen
rendah untuk tumbuh, cth: Campylobacter jejuni
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Sumber Nitrogen
Sumber N :
- Nitrogen anorganik : ammonium nitrat (NH4NO3) atau
ammonium sulfat (NH4)2SO4
- Nitrogen organik : pepton, asam-asam amino
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Peptone
 Hidrosilat protein yang berasal dari reaksi hidrolisis
protein oleh enzim protease
 Sumber: material protein seperti : heart muscle,
casein or fibrinor, soya flour biasanya dicerna oleh
enzim proteolitik seperti pepsin
 Unsur-unsur: mengandung protease, amino acids,
inorganic salts (phosphates, potassium dan
magnesium), growth factors (nicolinic acid dan
riboflavin)
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Kebutuhan Mineral
- Sumber esensial untuk metabolisme bakteri
- Bagian yang penting dari molekul2 seperti :
sitokrom, bacteriochlorophyll, dan vitamin
- Unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan :
sodium, potassium, calcium, magnesium,
manganese, iron, zinc, copper, dan cobalt.
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Vitamin dan faktor penumbuh
- Vitamin : untuk mengaktifkan enzim
- Faktor penumbuh/growth factor:
untuk menumbuhkan bakteri
fastidious  darah domba/kambing
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Persyaratan fisikal
Temperature
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
pH
- Kebanyakan bakteri pathogen tumbuh pada pH netral
- Media untuk menumbuhkan bakteri biasanya disesuaikan
memiliki pH akhir antara 7.0 – 7.5
- Untuk menyesuaikan kadar pH bisa dengan menambahkan
asam seperti HCl atau basa seperti NaOH
Neutrophiles  grow best in a narrow range around a neutral
(pH 6.5 and pH 7.5)
Acidophiles  organisms that grow best in acidic habitats
Alkalinophiles live in alkaline soils and water up to pH 11.5.
For example, Vibrio cholerae
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Air
- Sel mengandung 70-80% air
- Sel membutuhkan lingkungan cair untuk reaksi
enzimatik dan transport
- Media kultur  selalu menggunakan air yang
diionisasi atau air yang disterilkan
- Kran air mengandung mineral seperti kalsium,
fosfor, dan magnesium ion yang dapat bereaksi
dengan pepton dan ekstrak daging dan dapat
menyebabkan presipitat yang tidak diinginkan dan
keruh.
Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
Culture Media
 A nutrient material prepared for the growth of microorganisms in a laboratory
Common ingredients of culture media:
Water: essential for bacterial growth, use deionized or distilled water.
Peptone: from hydrolyzed animal or plant protein, it provides nitrogen and amino acid.
Meat extract: usually made from beef, contains protein degradation product, inorganic
salts, carbohydrates, growth factor
Yeast extract: used to stimulate the growth of bacteria. It contains aminoacids, inorganic
salts (potassium, phosphate) and carbohydrates
Mineral salts: traces of magnesium, potassium, iron and calcium which are essential for
bacterial enzyme activity.
Carbohydrates: to provide bacteria with energy and carbon source.
Agar: inert polysaccharide from sea weed or marine algae, it is solidifying agent with
concentration of 1-2%, dissolves at 90-100 °C, solidify at 45 °C.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Komposisi Media
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Quality Control Media Culture
- Definisi: suatu usaha/kegiatan yang dilaksanakan laboratorium untuk
mendapatkan hasil pemeriksaan yg bermutu dalam hal ketepatan, ketelitian,
kecepatan, kegunaan, biaya
- Tujuan : apakah proses analisa yg dilakukan sesuai dengan ketentuan-
ketentuan yang sudah ada
- Parameter dalam penjaminan mutu:
- Sterilisasi
- Fisik
- Pertumbuhan karakteristik
- Kontaminasi
Soleha TU. Quality Control Of Microbiology Laboratory. JuKe Unila 2014; 4(8):276-284
Parameter penjaminan mutu
Sterilisasi
• Autoklaf utk
sterilisasi media
Fisik
• Warna ,
gelembung
• pH  perbedaan
warna, dilakukan
sblm & sesudah
autoklaf, pH
media berbeda ±
0,2 satuan, dapat
ditambahkan
asam atau basa
Pertumbuhan
Karakteristik
• Dgn penanaman
mikroorganisme
control positif &
negative
• Strain ATCC*
Kontaminasi
• Media disimpan
dalam incubator
37 °C selama24
jam
• Bila terdapat
pertumbuhan
>2koloni, media
tdk dapat
digunakan
*ATCC: American Type Culture Collection
Soleha TU. Quality Control Of Microbiology Laboratory. JuKe Unila 2014; 4(8):276-284
S.no Quality control strain Media Expected output
1. Escherichia coli (ATCC® 25922™) MacConkey agar Lactose fermenting pink colonies
2. Acinetobacter baumanii (ATCC® 19606™) MacConkey agar Non- Lactose fermenting pale colonies
3. Staphylococcus aureus (ATCC® 25923™) Mannitol Salt agar Golden Yellow colonies
4 . Streptococcus pyogenes (ATCC® 19615™) Blood agar Beta haemolytic, grey colonies
5. Streptococcus pneumoniae Blood agar Alpha haemolytic, small greenish colonies
6. Shigella sonnei (ATCC® 25931™) XLD agar Red pink colonies
7.
Salmonella enterica subsp. enterica (ATCC®
14028™)
XLD agar Red pink colonies with black centre
8. Pseudomonas aeruginosa (ATCC® 27853™) Mueller hinton Agar Flat serrated greenish colonies
9. Neisseria gonorrhoeae (ATCC® 49226™) Thayer martin agar Water droplet like colonies
10. Enterococcus faecalis (ATCC® 29212™) Bile esculin agar
Small transparent colonies with brown-
black halos.
11. Escherichia coli (ATCC® 25922™) EMB agar
Blue-black bull’s eye like colonies with
green metallic sheen
https://www.atcc.org/
Alat dan Bahan
Pembuatan Media
Alat dan Bahan
1.Prepared Media
2.Tabung
3.Petri dish
4.Timbangan: meja, analitik
5.Labu/ kolf: biasa, erlenmeyer
6.Pipet: pasteur, biasa, balon, mikropipet
7.Gelas ukur
8.Bunsen
9.Inkubator
10.Autoclave
11.pH meter
Jenis-jenis Media Kultur
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Media berdasarkan konsistensi
Liquid
• Pertumbuhan menyebar, tidak bisa melihat karakteristik, sulit untuk dilakukan isolasi
• Contoh: Nutrient broth, Trypticase soy broth,
Semi solid
• Konsentrasi agar pada 0,5%, digunakan untuk bakteri microaerophilic untuk menentukan
motilitas bakteri
• Contoh : Sulfide Indole Motility (SIM) Medium, Thioglycollate media
Solid
• Membedakan morfologi koloni, mudah untuk mengidentifikasi karakteristik
• Contoh: blood agar, chocolate agar, dll
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Nutrient Broth
- Media liquid, untuk menumbuhkan
mikroorganisme secara umum
*Yeast extract : rich source of Vitamin B &
provides additional organic nitrogen and
carbon compounds.
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Tryptic Soy Broth
- Media liquid, digunakan untuk
menumbuhkan, isolasi mikroorganisme
secara umum
- Dapat sebagai tes kepekaan antibiotic
- Mengandung soybean meal dan
casein asam amino, substansi
nitrogen
- NaCl mempertahankan osmotic
- Glucose  sumber energi
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Volume: 2ml/botol
Media berdasarkan komposisinya
simple
medium
complex
medium
synthetic or
defined
medium
Special media
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Media berdasarkan komposisinya(2)
Simple Media
Contoh: Nutrient broth, Nutrient agar
Nutrient broth: mengandung pepton, ekstrak daging, NaCl
Nutrient Agar: Nutrient broth + 2%agar
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Media berdasarkan komposisinya(3)
Complex Media
- Memiliki bahan yang kompleks, mengandung banyak campuran bahan kimia yang tidak diketahui
- Media complex mengandung: air, sumber karbon seperti glukosa untuk pertumbuhan bakteri,
berbagai macam mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri
- Mengandung berbagai macam sumber asam amino dan pepton (beef dan yeast extract)
- Contoh :
- Blood agar, chocolate agar, Lowenstein Jensen, MacConkey Agar
Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
Media berdasarkan komposisinya(4)
Synthetic or defined media
- Media yang dibuat dari substansi kimia murni
- Komponen-komponennya diketahui
- Digunakan untuk special studies
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Media berdasarkan tujuannya
General
purpose
Enriched Selective
Differential
Anaerobic
media
Transport
media
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Media berdasarkan tujuannya(2)
General Purpose
- Tidak selektif
- Dapat digunakan untuk menumbuhkan
berbagai jenis mikroorganisme
- Contoh :
- Nutrient Agar dan Broth
- Trypticase Soy Broth (TSB): tes sterilitas, indicator
biologi, media pertumbuhan umum
- Tryptone Soya Agar (TSA): isolasi dan penanaman
bakteri non-fastidious dan fastidious, monitoring
lingkungan.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Media berdasarkan tujuannya(3)
Enriched Media
- Media yang diberikan nutrisi
tambahan seperti darah, serum,
atau ekstrak yeast untuk
penanaman mikroorganisme
fastidious
- Contoh: Blood agar, Coklat agar
Blood agar
BA contains mammalian
blood(usually sheep or horse)
typically at a concentration of
5-10%, used to isolate
fastidious organisms and
detect
hemolysis.
Chocolate Agar
contain red blood cells that
have been lysed by
slowly heating to 80 c .and it
used for growing fastidious
bacteria, such as
Haemophilus influenzae
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Prosedur Pembuatan Blood Agar
1. Timbang 40 gr bubuk Blood Agar base
2. Masukkan ke dlm labu Erlemeyer
3. Tambahkan1 lt aquadest
4. Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media tecrampur, jika
pH dibawah 7 teteskan larutan NaOH4% tetes demi tetes
5. Steril dalam autoclave 121°C selama 15 menit
6. Angkat dari autoclave dinginkan padasuhu 45-50°C
7. Tambahkan 5% darah kambing steril yang bebas fibrin
8. Aduk hingga rata dan tuang kan ke dalam petridish steril
masing-masing sebanyak 20 ml.
9. Setelah dingin, media disimpan dgn cara membalik petridish
10. Jika akan digunakan media diinkubasi pada suhu 37°C
selama 24 jam, utk mengetahui adanya kontaminasi bakteri
pada media. Bila ada pertumbuhan bakteri, media tidak dapat
digunakan
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Proses pembuatan blood agar
Quality Control Blood Agar
- pH blood agar berkisar antara 7.2 – 7.6 pada suhu ruangan
- Inkubasi plate pada suhu 35-37°C selama 24 jam  bila terdapat pertumbuhan
kontaminan, media tidak dapat digunakan.
- Untuk penyimpanan, disimpan dalam kulkas suhu 2 - 8°C
- Tanam plate dengan Streptococcus pyogenes dan Streptococcus pneumoniae.
- Periksa pertumbuhan karakteristik masing-masing spesies:
- S. pyogenese : beta-hemolysis, grey colonies
- S. pneumoniae : alpha-hemolysis, small greenish colonies
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Prosedur pembuatan Coklat Agar
1. Langkah awal sama dgn pembuatan Blood Agar tetapi menggunakan GC Medium Agar Base
sekitar 20gr/500cc
2. Setelah selesai disteril di autoclave media didinginkan kira-kira 10 menit (suhu 80°C) kemudian
tambahkan 5% darah kambing steril yang bebas fibrin, kemudian dihomogenkan
3. Didinginkan sampai suhu 50°C, kemudian ditambahkan suplemen (ex: Vitox, Isovitalex)
4. Tuangkan ke petridish
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Chocolate Agar
 RBC yang melepaskan nutrisi intraseluler seperti hemoglobin, hemin (X Factor) dan koenzim
Nicotinamide adenine dinukleotida (NAD atau V Factor)  yang diperlukan untuk bakteri
fastidious
 Direkomendasikan untuk digunakan dalam isolasi dan kultivasi fastidious bakteri, terutama
spesies Haemophilus & Neisseria.
 Peptone, protein semidigested, memberikan nutrisi nitrogen.
 Natrium klorida untuk keseimbangan osmotik.
Quality Control:
1. Uji sterilisasi: diinkubasi pada suhu 37°C, 24 jam  positif: tidak ada pertumbuhan, negative :
ada kontaminasi (tidak bisa dipakai)
2. Inokulasi Haemophilus influenza, galur ATCC pada media CA  QC positif: apabila koloni
tumbuh, negative : tidak tumbuh  tidak bisa dipakai
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Enriched media (Liquid media)
- Menstimulasi pertumbuhan bakteri yang diinginkan, menghambat pertumbuhan bakteri yang tidak
diinginkan (dengan penambahan substansi khusus)
- Contoh: Selenite F Broth  untuk isolasi Salmonella, Shigella
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Thioglycollate broth
- Enrichment broth, semi solid media
- Mendukung pertumbuhan bakteri
aerob, anaerob, mikroaerofilik dan
mikroorganisme fastidious.
- Reducing agent  thioglycolic acid 
menciptakan kondisi anaerob di
bagian bawah botol
- Resazurin  oxidation-reduction
indicator  pink saat terjadi
peningkatan oksidasi, tidak berwarna
saat oksidasi berkurang
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Thioglycollate medium
- Konsentrasi rendah agar
mencegah difusi oksigen ke
bawah, yang memungkinkan
untuk pertumbuhan organisme
anaerobik ke bagian bawah
tabung.
- Setelah inokulasi spesimen
klinis, media diinkubasi pada
35 ° C selama 3 sampai 7 hari
dan diperiksa untuk kekeruhan
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Directions
1. Suspend the powder in 1 L of purified water: 29,75
gr
2. Heat with frequent agitation and boil for 1 minute to
completely dissolve the powder.
3. Follow label directions specific for each medium.
4. Autoclave at 121°C for 15 minutes, or as directed
on the label.
5. Store fluid thioglycollate media at 25°C. If more than
30% of the medium is pink prior to use, reheat once
(100°C) to drive off absorbed oxygen.
Volume : 15 cc / bottle
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Reading Results in Thioglycollate media
a. Aerobic
b. Anaerobic
c. Facultative
d. Microaerophil
e. Aerotolerant
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Growth Characteristics of Various Bacteria in Thioglycollate broth
A. Gram-negative, facultatively anaerobic bacilli
(i.e., those that can grow in the presence or
absence of oxygen) generally produce diffuse,
even growth throughout the broth.
B. Gram positive cocci frequently grow as discrete
“puffballs”.
C. Strict aerobic bacteria (i.e., require oxygen for
growth), such as Pseudomonas spp., tend to grow
toward the surface of the broth,
D. Strictly anaerobic bacteria (i.e., those that
cannot grow in the presence of oxygen) grow at
the bottom of the broth.
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Media berdasarkan tujuannya(4)
Selective Media
- Digunakan untuk isolasi grup bakteri.
- Terdapat substansi kimia yang menghambat pertumbuhan grup bakteri lain atau bakteri kontaminan
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Differential Media
- Dapat membantu
membedakan mikroorganisme
yang hampir mirip
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Selective VS Differential Media
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Mannitol Salt Agar
- Digunakan untuk membedakan mikroba pathogen dalam waktu singkat
karena mengandung konsentrasi garam tinggi (NaCl 7,5%).
- Selektif untuk bakteri Gram Positif seperti Staphylococcus.
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Mannitol Salt Agar sebagai media diferensial
- Sebagai media diferensial: Staphylococcus aureus  koagulasi (+), koloni kuning,
zona kuning. (Mannitol fermenters)
- Staphylococcus epidermidis  koagulasi (-), koloni merah muda, tidak ada
perubahan warna pada medium. (non mannitol fermenters)
- Pengecualian Micrococcus luteus positive growth but non mannitol fermenters.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
MacConkey Agar
- Merupakan media selektif dan juga media diferensial
- Untuk menumbuhkan bakteri Gram negative, pertumbuhan bakteri Gram positif dihambat
- Penambahan bile salts dan crystal violet pada agar menghambat pertumbuhan bakteri Gram
positif  media selektif
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
MacConkey Agar untuk media diferensial
- Penambahan lactose dan neutral red  membedakan lactose fermenters (pink colonies)
dengan lactose nonfermenters (clear colonies)
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Prosedur pembuatan MacConkey Agar
1. Timbang 51,5 gr bubuk Mac CONKEY Agar
2. Masukkan ke dlm labu Erlemeyer
3. Tambahkan 1 lt aquadest
4. Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media terampur, jika pH dibawah 7 teteskan larutan
NaOH 4% tetes demi tetes
5. Steril dalam autoclave 121°C selama 15 menit
Quality control:
1. Media diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam
 pertumbuhan koloni  tidak bisa dipakai
2. Inokulasi media dengan E. coli control strain kemudian diinkubasi
pada suhu 37°C Lactose fermenting, pink colonies
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Eosin Methylen Blue
- Selektif untuk menumbuhkan bakteri enterik gram
negatif
- Eosin Y dan pewarna biru metilen, bahan selektif,
digabungkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Gram positif
- Laktosa, karbohidrat dan sukrosa dimasukkan untuk
memungkinkan diferensiasi isolat berdasarkan
fermentasi sukrosa laktosa  media diferensial
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
- Fermentasi terdeteksi oleh perubahan warna
- E.Coli, coliform lactose fermenter, typically forms blue-black
colonies with a metallic greenish sheen.
- Enterobacter  pink colonies
- Non fermenter colonies are translucent and colorless or light
purple
Expected colony characteristics of organisms in EMB agar (Quality control)
1.Escherichia coli ATCC 25922: Blue-black bulls eye; may have green metallic sheen
2.Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853: Colorless
- Kegunaan EMB Agar
- Tes kualitas air yang dicurigai terjadi kontaminasi fecal (keberadaan
E. coli pada sampel air atau air sungai menunjukkan kemungkinan
adanya kontaminasi fecal pada air)
- Untuk membedakan organisme pd grup colon-typhoid-dysentri.
- Untuk kultur Salmonella dan Shigella
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Blood Agar
- Enriched bacterial growth medium (trypticase soya agar enriched with 5% sheep blood)
- Blood agar consists of a base containing a protein source (e.g. Tryptones), soybean protein digest,
sodium chloride (Nacl), agar and 5% sheep blood.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Kegunaan blood agar media diferensial
- Isolasi dan antimicrobial susceptibility dari Streptococci
- Menentukan tipe dari hemolysis
Alpha: greenish-grey around colony
Beta: clearing of blood around colony
Gamma : no change
Salmonella and Shigella Agar
- Adalah media selektif juga media diferensial
- Untuk isolasi Salmonella sp dan Shigella sp dari sampel feses, urin dan makanan
- Penambahan bile salts, sodium citrate, dan brilliant Green  menghambat pertumbuhan bakteri
Gram positif, organisme coliform, dan menghambat berkumpulnya Proteus spp
- Beef extract, enzymatic digest of casein,enzymatic digest of animal tissue memberikan sumber
nitrogen, karbon dan vitamin untuk pertumbuhan kuman.
- Tidak direkomendasikan untuk isolasi primer Shigella
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Prosedur Pembuatan SS Agar
 Timbang 63 gr bubuk SS Agar
 Masukkan ke dlm labu Erlemeyer
 Tambahkan 1 liter air yg sudah disterilkan di autoclave
 Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media tercampur, jika
pH dibawah 7 teteskan larutan NaOH 4% tetes demi tetes
 Rebus dalam panci berisi air sampai larut dan setelah larut
angkat dari panci
 Tuang ke dalam petridish steril masing-masing sebanyak 20 ml
 Tutup dg baik
 Setelah dingin media disimpan dg cara membalik petridish
 24 jam untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
- Salmonella  tidak fermentasi
lactose, produksi gas hydrogen
sulfide (H2S)  koloni bakteri
tampak tak berwarna dengan titik
hitam di tengah
- Shigella  tidak fermentasi
laktosa, tidak menghasilkan gas
H2S  koloni tampak tak
berwarna
- Bakteri coliform (Eschericia coli) 
fermentasi laktosa, tidak produksi
gas H2S  warna koloni pink
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Quality Control SS Agar
1. Jika disimpan dalam incubator dalam 24 jam pada suhu 35°C-37°C  tidak ada kkontaminasi
berarti steril, jika terdapat kontaminasi  media tidak dapat digunakan
2. Tes spesifisitas dengan control :
Test Organisms
Incubation
Results
Time Temperature Atmosphere
Salmonella enterica
ATCC® 14028
18-24hr 35°C Aerobic
Growth; colorless colonies
with or without black centers
Shigella flexneri
ATCC® 12022
18-24hr 35°C Aerobic Growth; colorless colonies
Escherichia coli
ATCC® 25922
18-24hr 35°C Aerobic
Partial to complete inhibition;
pink to rose red colonies with
precipitate
Enterococcus faecalis
ATCC® 29212
18-24hr 35°C Aerobic Inhibited
Salmonella Shigella Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
TCBS (Thiosulfate citrate-bile salts)
- Untuk isolasi bakteri Vibrio cholerae dari specimen feses
- Thiosulfate dan sodium citrate  alkalinitias  menghambat pertumbuhan bakteri Enterobacteria
- Ox bile dan sodium cholate  memperlambat pertumbuhan bakteri enterococci dan menghambat
perkembangan bakteri Gram positif.
- Bromthymol blue dan Thymol blue  indicator
- Blue to yellow  fermentasi sukrosa
dari bakteri Vibrio
- pH yang tinggi untuk meningkatkan
pertumbuhan Vibrio cholerae
karena bakteri ini sensitive
terhadap lingkungan asam
Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Pembuatan TCBS Agar
1. Larutkan 88,1 gr bubuk media ke dalam air yang sudah disterilisasi di autoclave sebanyak 1 liter
2. Panaskan di atas api, aduk secara perlahan hingga homogen
3. Jangan dimasukkan autoclave
4. Dinginkan hingga 50°C kemudian tuangkan ke petridish sebanyak 20ml
Interpretasi :
Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
Quality Control:
Positive Control = Vibrio parahaemolyticus ATCC 17802 (Growth, blue green)
Negative Control = Enterococcus faecalis ATCC 29212 (No Growth)
Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
Lowenstein – Jensen Medium
•Medium solid untuk menumbuhkan
Mycobacterium tuberculosis.
•Mengandung penicillin, asam nalidixic, dan
malachite green  menghambat pertumbuhan
bakteri Gram positif dan Gram negative
•Tepung kentang, telur dan gliserol detoksifikasi
media ini dan juga menyediakan nutrisi yang
diperlukan untuk pertumbuhan organisme ini.
•Asparagin untuk produksi maksimum niacin
oleh Mycobacterium spp tertentu.
•Disimpan dalam 1 bulan, disimpan pada suhu
4°-6°C
•Harus dijauhkan dari cahaya langsung karena
malachite green sesnsitif terhadap cahaya
Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Prosedur Pembuatan
1. Larutkan 37,5 gr dalam 600ml air non pyrogen pH 6
2. Tambahkan 12ml glycerol kemudian sterilkan dalam autoclave 15 min at 121°C
3. Cuci telur bebek dengan sabun, rendam dengan alcohol 70% selama 15 menit.
4. Mixer telur sampai homogen selama 10 menit, kemudian saring dengan penyaringan.
5. Campur dan aduk dengan telur sekitar 200ml ke dalam media larutan LJ, larutan dihomogenkan
perlahan, hindari terbentuknya busa  saring lagi untuk menyaring endapan-endapan larutan LJ
yang ada
6. Tuang ke dalam tabung McCartney masing-masing sekitar 6ml
7. Panaskan media yang ditaruh dalam posisi miring (sekitar 180°/ the inspissator) dalam panci,
dengan suhu 85°C-90°C selama 1 jam.
8. Setelah itu dinginkan pada suhu ruangan selama 24 jam.
9. Tes kekenyalan: botol media di ketuk-ketukkan di tangan media tidak terlepas dari botol 
media dapat digunakan, apabila terlepas dari botol  kekenyalan kurang baik, media tidak dapat
dipakai.
Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
Quality Control LJ Media
Sterility check
- After inspissation, the whole media batch of the media bottles should be incubated at 35°C-37°C
for 24 hours as a check for bacterial sterility.
- After 24 hours 5% of the slopes should picked up randomly and continued for incubation for 14
days to check for fungal sterility.
- In both the cases the contamination rate should not be > 10 %.
Storage
The LJ medium should be dated and stored with the batch number in the refrigerator and can keep for
upto 4 weeks if the caps are tightly closed to prevent drying of the medium.
Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
Lowenstein – Jensen MediumNotes :
- Tabung yang digunakan : McCartney
- Pada saat penuangan media di tabung McCartney jangan sampai melewati leher
tabung dan pada bagian dasar tabung media hanya mencapai setengah diameter
tabung
- Koloni kuman akan tampak spt bunga kol dan biasanya tumbuh +/- 3 mg, max 8 mg
Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
Sabouraud Dextrose Agar
– Media solid, selektif
– Isolasi dermatofit, fungi yang lain, ragi, evaluasi
mikroba pada makanan, kontaminasi pada
kosmetik, diagnosis ragi dan jamur pada penyakit
infeksi
– Khususnya banyak ke jamur Aspargilus, di media
ini pertumbuhan jamur akan optimal di suhu 25 -
30 drajat celcius.
– Microbial enumeration test
– Penambahan antibiotic (kloramfenikol atau
tetrasiklin) bertujuan untuk menghambat
pertumbuhan bakteri Gram negative atau Gram
positif
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Typical Colony morphology of some fungi in SDA
Fungi Colony morphology
Aspergillus flavus Yellow-green, powdery and pale yellowish on reverse
Aspergillus niger
The initial growth is white, becoming black later on giving “salt
and pepper appearance” which results from darkly pigmented
conidia borne in large numbers on conidiophores and reverse
turning pale yellow
Rhodotorula species pinkish-orangish creamy colonies
Aspergillus fumigatus Blue – green, powdery and pale yellow on reverse .
Aspergillus nidulans Greenish-blue with whitish edge , yellow to brownish on reverse
Trichosporon mucoides White to cream, yellowish, wrinkled
Geotrichum candidum White to cream colored, flat with aerial mycelium
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Mueller Hinton Agar
- Media terbaik untuk test kepekaan antibiotika rutin.
- Formula Mueller Hinton Agar untuk 1 liter water purified :
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Prosedur pembuatan Mueller Hinton Agar
 Timbang 38 gr bubuk Agar MH
 Masukkan ke dlm labu Erlemeyer
 Tambahkan 1 lt aquadest
 Ukur pH Aquadest dan ukur pH
setelah media tercampur,
 Rebus dalam panci berisi air
sampai larut dan setelah larut
angkat dari panci
 Steril dalam autoclave 121°C
selama 15 menit
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Mueller Hinton Agar
- Media yang sudah steril dituanag ke dalam
petridish steril masing-masing sebanyak 20ml
- Setelah dingin media disimpan dengan cara
membalik petridish
- Jika akan digunakan media diinkubasi pada
suhu 37°C selama 24 jam untuk mengetahui
adanya kontaminasi bakteri pada media.
- Bila ada pertumbuhan bakteri, media tidak
dapat digunakan.
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Kegunaan Mueller Hinton Agar
- Untuk tes kepekaan antibiotika (AST) rutin dari berbagai macam spesies bakteri
- Dengan menggunakan standar Bauer-Kirby method dan dispesifikasikan oleh NCCLS
- Penambahan darah domba ke dalam Mueller Hinton Agar  menjadi enriched media dan bisa
digunakan sebagai AST untuk organisme fastidious, Haemophilus dan Neisseria
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
Mueller Hinton Agar
- The inclusion of starch
- Memastikan faktor toksik yang ditemukan selama menumbuhkan akan
diserap atau juga dapat melindungi organisme dari substansi yang toksik
- Merupakan sumber energi untuk bakteri
- Beef extract  sumber karbon organic, nitrogen, vitamin, garam
inorganic
- Karbohidrat tidak disarankan untuk ditambahkan pada MHA karena
dapat mempengaruhi pertumbuhan mempengaruhi pH medium.
Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
MHA considered to be the best for routine susceptibility testing of
nonfastidious bacteria for the following reasons (NCCLS):
–It shows acceptable batch-to-batch reproducibility for susceptibility
testing
–It is low in sulfonamide, trimethoprim, and tetracycline inhibitors
–It gives satisfactory growth of most non fastidious pathogens
–A large body of data and experience has been collected concerning
susceptibility tests performed with this medium
Source: Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Tests; Approved Standard-Seventh Edition (NCCLS)
Transport Medium
Media untuk mempertahankan viabilitas mikroorganisme pada
specimen tetapi tidak terjadi multiplikasi
• Cary-Blair
• Amies
• Stuart
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Cary-Blair Medium
- A semi-solid transport medium for Gram negative and anaerobic organisms.
- Used to transport of clinical specimens suspected to contain enteric
pathogens, including Shigella, Salmonella, Vibrio cholerae,
and Escherichia coli O157:H7
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Amies Medium
- Semisolid medium for the transportation of swab specimens to the
microbiology laboratory.
- Placing swabs in a moist container or transport medium prevents drying and
death of bacteria.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Stuarts Medium
- Biasanya digunakan untuk transport specimen yang dicurigai terdapat bakteri
gonococci.
- Trasnport swab tenggorok, dasar luka, swab kulit yang dicurigai mengandung bakteri
fastidious.
Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
Referensi
1. Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
2. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
3. Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
4. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
5. Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
6. Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Test; Approved Standard (NCCLS)-
seventh edition
7. Related articles found on web

Media kultur

  • 1.
    Ni Nyoman NamiArthisari 1971151004 PPDS-1 Mikirobiologi Klinik FK UNUD / RSUP Sanglah Pembimbing: dr. Agus Eka Darwinata, S.Ked, Ph.D MEDIA IN MICROBIOLOGY
  • 2.
    Overview Definisi Sejarah media kultur Faktor-faktoryang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme Alat dan bahan serta prosedur-prosedur pembuatan media Jenis-jenis Media Kultur Kegunaan media Kultur Quality Control Referensi
  • 3.
    1. Untuk menumbuhkandan isolasi organisme yang ada pada specimen klinis 2. Untuk menentukan bakteri yang tumbuh apakah pathogen penyebab infeksi atau kontaminan atau flora normal 3. Untuk memperoleh pertumbuhan mikroorganisme (bakteri) yang cukup dan relevan dengan klinis sehingga dapat diidentifikasi, diketahui karakterisasi, dan dapat diuji kepekaan antibiotika. Di tumbuhkan pada media kultur  Diagnosis definitive dari penyakit infeksi Definisi Media: Suatu substansi yang mengandung campuran zat-zat (nutrien) yang diperlukan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Tujuan Penanaman Mikroorganisme
  • 4.
  • 5.
    Robert Koch (1843-1910) –Pertama kali berhasil melakukan isolasi bakteri Bacillus anthracis penyebab penyakit Anthrax di peternakan – Organisme patogen dapat diisolasi dan dipelajari diluar host. – Postulat Koch (1882) : • Agen penyakit harus ditemukan pada semua penderita penyakit tersebut • Agen penyakit tidak boleh ada pada penderita penyakit lain • Hasil isolasi biakan harus dapat menimbulkan penyakit yang sama pada binatang percobaan • Agen penyakit harus dapat diisolasi dari binatang percobaan tersebut – Menumbuhkan mikroorganisme dengan kentang – Koch menggunakan broth yang terbuat dari serum darah sapi yang di sterilisasi atau aqueous humour lembu, sebelum ditemukannya media solid – Koch menemukan bahwa gelatin dapat dicampur dengan broth Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
  • 6.
     Pada 1881,Koch mempresentasikan tekniknya di International Medical Congress di London, dan bertemu dengan Louis Pasteur dan Joseph Lister.  Namun, terdapat permasalahan dengan menggunakan gelatin: o Berubah dari padat ke cair pada suhu 25°C sehingga sulit untuk diinkubasi pada suhu 37°C dimana suhu tersebut optimal bagi kebanyakan bakteri o Gelatin dicairkan oleh enzim gelatinase dimana diproduksi oleh kebanyakan bakteri proteolitik.  Kemudian, gelatin diganti menjadi agar sebagai dasar pembuatan media, dan sesuai untuk iklim panas. Agar merupakan polisakarida dari ganggang laut.  Agar dapat mencair pada suhu 85°C-90°C dan tetap padat pada suhu 34°C-42°C, dimana ideal untuk kultur media, memudahkan utntuk observasi koloni dan tidak toksik untuk bakteri Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
  • 7.
    Subhash Chandra Parija.Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
  • 8.
    Kontribusi Julius RichardPetri Pada tahun 1887, kolega Koch, Richard Petri memodifikasi tempat untuk menuang media dari piring kaca datar yang ditutup dengan tutup kaca (bell jar) Disk kaca dengan tinggi 15mm dan diameter 100mm  Dikenal dengan “Petri Dish” dan masih digunakan hingga sekarang dan ada yang terbuat dari plastik sekali pakai (disposable plastic)
  • 9.
    Split Plate Agar/ Bi-Plate Agar - Terdiri dari setengah Blood Agar dan setengah Mac Conkey - Volume media masing-masing adalah 10 ml - Menghasilkan rincian lebih lanjut diagnostik organisme patogen sekaligus mengurangi masalah kapasitas penyimpanan di inkubator dengan bi-plate - Setengah dari piring berisi Agar Darah untuk meningkatkan pertumbuhan pertumbuhan organisme fastidious dengan bentuk hemolisis terlihat jelas - MacConkey pada bagian lain dari piring adalah media selektif untuk membedakan antara coliform, fermenter laktosa dan non- fermenter laktosa
  • 10.
    Agar - Agaradalah substansi gelatin yang diperoleh dari dinding sel ganggang laut (algae). - Agar diekstrak dari dinding sel alga merah (Rhodophyceae) termasuk spesies Gelidium dan Gracilaria - Setidaknya mengandung 2 polisakarida yang diekstraksi (agarose dan agaropectin) - Transparasi baik dan kekuatan gel konsisten - Konsisten pada suhu 32-40 ° C dan mencair 85 °C - Bebas dari zat-zat beracun, zat hemolitik, kontaminasi oleh spora termofilik - Konsentrasi 1-2% untuk mengentalkan media kultur  solid - Konsentrasi 0,5% untuk semisolid - Konsentrasi 0,1% untuk campuran media liquid Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 11.
    Faktor yang dibutuhkanuntuk pertumbuhan mikroorganisme  Nutrients: substansi kimia dan sumber energi: • Sumber karbon, electron, energi (ATP) • Oksigen • Nitrogen • Bahan kimia lain  Persyaratan fisikal: • Suhu • pH • Efek fisikal air Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 12.
    Nutrients: Hampir semuabakteri membutuhkan 3 unsur nutrisi utama:  Karbon : untuk membentuk unsur seluler  sekitar 50% dari berat kering bakteri  Nitrogen: untuk membentuk protein dan asam nukleat  14% berat kering bakteri  Energi (ATP)  untuk fungsi seluler Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 13.
    Kebutuhan Oksigen a. Aerobobligat : membutuhkan oksigen untuk tumbuh b. Anaerob aerotolerant: dapat bertahan hidup terhadap oksigen tetapi tidak menggunakan oksigen untuk metabolism ( contoh: Streptococcus spp) c. Anaerob obligat : tidak dapat tumbuh bila ada oksigen d. Anaerob fakultatif : dapat hidup dengan atau tanpa oksigen e. Capnophilic : organisme yang membutuhkan atmosfir dengan karbondioksida (5% sampai 10%) cth: Neisseria gonorrhoeae f. Microaerophilic: bakteri yang memerlukan konsentrasi oksigen rendah untuk tumbuh, cth: Campylobacter jejuni Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 14.
    Sumber Nitrogen Sumber N: - Nitrogen anorganik : ammonium nitrat (NH4NO3) atau ammonium sulfat (NH4)2SO4 - Nitrogen organik : pepton, asam-asam amino Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 15.
    Peptone  Hidrosilat proteinyang berasal dari reaksi hidrolisis protein oleh enzim protease  Sumber: material protein seperti : heart muscle, casein or fibrinor, soya flour biasanya dicerna oleh enzim proteolitik seperti pepsin  Unsur-unsur: mengandung protease, amino acids, inorganic salts (phosphates, potassium dan magnesium), growth factors (nicolinic acid dan riboflavin) Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 16.
    Kebutuhan Mineral - Sumberesensial untuk metabolisme bakteri - Bagian yang penting dari molekul2 seperti : sitokrom, bacteriochlorophyll, dan vitamin - Unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan : sodium, potassium, calcium, magnesium, manganese, iron, zinc, copper, dan cobalt. Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 17.
    Vitamin dan faktorpenumbuh - Vitamin : untuk mengaktifkan enzim - Faktor penumbuh/growth factor: untuk menumbuhkan bakteri fastidious  darah domba/kambing Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 18.
    Persyaratan fisikal Temperature Talaro KP.Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 19.
    pH - Kebanyakan bakteripathogen tumbuh pada pH netral - Media untuk menumbuhkan bakteri biasanya disesuaikan memiliki pH akhir antara 7.0 – 7.5 - Untuk menyesuaikan kadar pH bisa dengan menambahkan asam seperti HCl atau basa seperti NaOH Neutrophiles  grow best in a narrow range around a neutral (pH 6.5 and pH 7.5) Acidophiles  organisms that grow best in acidic habitats Alkalinophiles live in alkaline soils and water up to pH 11.5. For example, Vibrio cholerae Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 20.
    Air - Sel mengandung70-80% air - Sel membutuhkan lingkungan cair untuk reaksi enzimatik dan transport - Media kultur  selalu menggunakan air yang diionisasi atau air yang disterilkan - Kran air mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium ion yang dapat bereaksi dengan pepton dan ekstrak daging dan dapat menyebabkan presipitat yang tidak diinginkan dan keruh. Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016
  • 21.
    Culture Media  Anutrient material prepared for the growth of microorganisms in a laboratory Common ingredients of culture media: Water: essential for bacterial growth, use deionized or distilled water. Peptone: from hydrolyzed animal or plant protein, it provides nitrogen and amino acid. Meat extract: usually made from beef, contains protein degradation product, inorganic salts, carbohydrates, growth factor Yeast extract: used to stimulate the growth of bacteria. It contains aminoacids, inorganic salts (potassium, phosphate) and carbohydrates Mineral salts: traces of magnesium, potassium, iron and calcium which are essential for bacterial enzyme activity. Carbohydrates: to provide bacteria with energy and carbon source. Agar: inert polysaccharide from sea weed or marine algae, it is solidifying agent with concentration of 1-2%, dissolves at 90-100 °C, solidify at 45 °C. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 22.
    Komposisi Media Talaro KP.Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 23.
    Quality Control MediaCulture - Definisi: suatu usaha/kegiatan yang dilaksanakan laboratorium untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yg bermutu dalam hal ketepatan, ketelitian, kecepatan, kegunaan, biaya - Tujuan : apakah proses analisa yg dilakukan sesuai dengan ketentuan- ketentuan yang sudah ada - Parameter dalam penjaminan mutu: - Sterilisasi - Fisik - Pertumbuhan karakteristik - Kontaminasi Soleha TU. Quality Control Of Microbiology Laboratory. JuKe Unila 2014; 4(8):276-284
  • 24.
    Parameter penjaminan mutu Sterilisasi •Autoklaf utk sterilisasi media Fisik • Warna , gelembung • pH  perbedaan warna, dilakukan sblm & sesudah autoklaf, pH media berbeda ± 0,2 satuan, dapat ditambahkan asam atau basa Pertumbuhan Karakteristik • Dgn penanaman mikroorganisme control positif & negative • Strain ATCC* Kontaminasi • Media disimpan dalam incubator 37 °C selama24 jam • Bila terdapat pertumbuhan >2koloni, media tdk dapat digunakan *ATCC: American Type Culture Collection Soleha TU. Quality Control Of Microbiology Laboratory. JuKe Unila 2014; 4(8):276-284
  • 25.
    S.no Quality controlstrain Media Expected output 1. Escherichia coli (ATCC® 25922™) MacConkey agar Lactose fermenting pink colonies 2. Acinetobacter baumanii (ATCC® 19606™) MacConkey agar Non- Lactose fermenting pale colonies 3. Staphylococcus aureus (ATCC® 25923™) Mannitol Salt agar Golden Yellow colonies 4 . Streptococcus pyogenes (ATCC® 19615™) Blood agar Beta haemolytic, grey colonies 5. Streptococcus pneumoniae Blood agar Alpha haemolytic, small greenish colonies 6. Shigella sonnei (ATCC® 25931™) XLD agar Red pink colonies 7. Salmonella enterica subsp. enterica (ATCC® 14028™) XLD agar Red pink colonies with black centre 8. Pseudomonas aeruginosa (ATCC® 27853™) Mueller hinton Agar Flat serrated greenish colonies 9. Neisseria gonorrhoeae (ATCC® 49226™) Thayer martin agar Water droplet like colonies 10. Enterococcus faecalis (ATCC® 29212™) Bile esculin agar Small transparent colonies with brown- black halos. 11. Escherichia coli (ATCC® 25922™) EMB agar Blue-black bull’s eye like colonies with green metallic sheen https://www.atcc.org/
  • 26.
  • 27.
    Alat dan Bahan 1.PreparedMedia 2.Tabung 3.Petri dish 4.Timbangan: meja, analitik 5.Labu/ kolf: biasa, erlenmeyer 6.Pipet: pasteur, biasa, balon, mikropipet 7.Gelas ukur 8.Bunsen 9.Inkubator 10.Autoclave 11.pH meter
  • 28.
  • 29.
    Talaro KP. FoundationsIn Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 30.
    Media berdasarkan konsistensi Liquid •Pertumbuhan menyebar, tidak bisa melihat karakteristik, sulit untuk dilakukan isolasi • Contoh: Nutrient broth, Trypticase soy broth, Semi solid • Konsentrasi agar pada 0,5%, digunakan untuk bakteri microaerophilic untuk menentukan motilitas bakteri • Contoh : Sulfide Indole Motility (SIM) Medium, Thioglycollate media Solid • Membedakan morfologi koloni, mudah untuk mengidentifikasi karakteristik • Contoh: blood agar, chocolate agar, dll Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 31.
    Nutrient Broth - Medialiquid, untuk menumbuhkan mikroorganisme secara umum *Yeast extract : rich source of Vitamin B & provides additional organic nitrogen and carbon compounds. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 32.
    Tryptic Soy Broth -Media liquid, digunakan untuk menumbuhkan, isolasi mikroorganisme secara umum - Dapat sebagai tes kepekaan antibiotic - Mengandung soybean meal dan casein asam amino, substansi nitrogen - NaCl mempertahankan osmotic - Glucose  sumber energi Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006 Volume: 2ml/botol
  • 33.
    Media berdasarkan komposisinya simple medium complex medium syntheticor defined medium Special media Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 34.
    Media berdasarkan komposisinya(2) SimpleMedia Contoh: Nutrient broth, Nutrient agar Nutrient broth: mengandung pepton, ekstrak daging, NaCl Nutrient Agar: Nutrient broth + 2%agar Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 35.
    Media berdasarkan komposisinya(3) ComplexMedia - Memiliki bahan yang kompleks, mengandung banyak campuran bahan kimia yang tidak diketahui - Media complex mengandung: air, sumber karbon seperti glukosa untuk pertumbuhan bakteri, berbagai macam mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri - Mengandung berbagai macam sumber asam amino dan pepton (beef dan yeast extract) - Contoh : - Blood agar, chocolate agar, Lowenstein Jensen, MacConkey Agar Subhash Chandra Parija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012
  • 36.
    Media berdasarkan komposisinya(4) Syntheticor defined media - Media yang dibuat dari substansi kimia murni - Komponen-komponennya diketahui - Digunakan untuk special studies Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 37.
    Media berdasarkan tujuannya General purpose EnrichedSelective Differential Anaerobic media Transport media Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 38.
    Media berdasarkan tujuannya(2) GeneralPurpose - Tidak selektif - Dapat digunakan untuk menumbuhkan berbagai jenis mikroorganisme - Contoh : - Nutrient Agar dan Broth - Trypticase Soy Broth (TSB): tes sterilitas, indicator biologi, media pertumbuhan umum - Tryptone Soya Agar (TSA): isolasi dan penanaman bakteri non-fastidious dan fastidious, monitoring lingkungan. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 39.
    Media berdasarkan tujuannya(3) EnrichedMedia - Media yang diberikan nutrisi tambahan seperti darah, serum, atau ekstrak yeast untuk penanaman mikroorganisme fastidious - Contoh: Blood agar, Coklat agar Blood agar BA contains mammalian blood(usually sheep or horse) typically at a concentration of 5-10%, used to isolate fastidious organisms and detect hemolysis. Chocolate Agar contain red blood cells that have been lysed by slowly heating to 80 c .and it used for growing fastidious bacteria, such as Haemophilus influenzae Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 40.
    Prosedur Pembuatan BloodAgar 1. Timbang 40 gr bubuk Blood Agar base 2. Masukkan ke dlm labu Erlemeyer 3. Tambahkan1 lt aquadest 4. Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media tecrampur, jika pH dibawah 7 teteskan larutan NaOH4% tetes demi tetes 5. Steril dalam autoclave 121°C selama 15 menit 6. Angkat dari autoclave dinginkan padasuhu 45-50°C 7. Tambahkan 5% darah kambing steril yang bebas fibrin 8. Aduk hingga rata dan tuang kan ke dalam petridish steril masing-masing sebanyak 20 ml. 9. Setelah dingin, media disimpan dgn cara membalik petridish 10. Jika akan digunakan media diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, utk mengetahui adanya kontaminasi bakteri pada media. Bila ada pertumbuhan bakteri, media tidak dapat digunakan Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 41.
  • 42.
    Quality Control BloodAgar - pH blood agar berkisar antara 7.2 – 7.6 pada suhu ruangan - Inkubasi plate pada suhu 35-37°C selama 24 jam  bila terdapat pertumbuhan kontaminan, media tidak dapat digunakan. - Untuk penyimpanan, disimpan dalam kulkas suhu 2 - 8°C - Tanam plate dengan Streptococcus pyogenes dan Streptococcus pneumoniae. - Periksa pertumbuhan karakteristik masing-masing spesies: - S. pyogenese : beta-hemolysis, grey colonies - S. pneumoniae : alpha-hemolysis, small greenish colonies Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 43.
    Prosedur pembuatan CoklatAgar 1. Langkah awal sama dgn pembuatan Blood Agar tetapi menggunakan GC Medium Agar Base sekitar 20gr/500cc 2. Setelah selesai disteril di autoclave media didinginkan kira-kira 10 menit (suhu 80°C) kemudian tambahkan 5% darah kambing steril yang bebas fibrin, kemudian dihomogenkan 3. Didinginkan sampai suhu 50°C, kemudian ditambahkan suplemen (ex: Vitox, Isovitalex) 4. Tuangkan ke petridish Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 44.
    Chocolate Agar  RBCyang melepaskan nutrisi intraseluler seperti hemoglobin, hemin (X Factor) dan koenzim Nicotinamide adenine dinukleotida (NAD atau V Factor)  yang diperlukan untuk bakteri fastidious  Direkomendasikan untuk digunakan dalam isolasi dan kultivasi fastidious bakteri, terutama spesies Haemophilus & Neisseria.  Peptone, protein semidigested, memberikan nutrisi nitrogen.  Natrium klorida untuk keseimbangan osmotik. Quality Control: 1. Uji sterilisasi: diinkubasi pada suhu 37°C, 24 jam  positif: tidak ada pertumbuhan, negative : ada kontaminasi (tidak bisa dipakai) 2. Inokulasi Haemophilus influenza, galur ATCC pada media CA  QC positif: apabila koloni tumbuh, negative : tidak tumbuh  tidak bisa dipakai Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 45.
    Enriched media (Liquidmedia) - Menstimulasi pertumbuhan bakteri yang diinginkan, menghambat pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan (dengan penambahan substansi khusus) - Contoh: Selenite F Broth  untuk isolasi Salmonella, Shigella Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 46.
    Thioglycollate broth - Enrichmentbroth, semi solid media - Mendukung pertumbuhan bakteri aerob, anaerob, mikroaerofilik dan mikroorganisme fastidious. - Reducing agent  thioglycolic acid  menciptakan kondisi anaerob di bagian bawah botol - Resazurin  oxidation-reduction indicator  pink saat terjadi peningkatan oksidasi, tidak berwarna saat oksidasi berkurang Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 47.
    Thioglycollate medium - Konsentrasirendah agar mencegah difusi oksigen ke bawah, yang memungkinkan untuk pertumbuhan organisme anaerobik ke bagian bawah tabung. - Setelah inokulasi spesimen klinis, media diinkubasi pada 35 ° C selama 3 sampai 7 hari dan diperiksa untuk kekeruhan Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 48.
    Directions 1. Suspend thepowder in 1 L of purified water: 29,75 gr 2. Heat with frequent agitation and boil for 1 minute to completely dissolve the powder. 3. Follow label directions specific for each medium. 4. Autoclave at 121°C for 15 minutes, or as directed on the label. 5. Store fluid thioglycollate media at 25°C. If more than 30% of the medium is pink prior to use, reheat once (100°C) to drive off absorbed oxygen. Volume : 15 cc / bottle Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 49.
    Reading Results inThioglycollate media a. Aerobic b. Anaerobic c. Facultative d. Microaerophil e. Aerotolerant Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 50.
    Growth Characteristics ofVarious Bacteria in Thioglycollate broth A. Gram-negative, facultatively anaerobic bacilli (i.e., those that can grow in the presence or absence of oxygen) generally produce diffuse, even growth throughout the broth. B. Gram positive cocci frequently grow as discrete “puffballs”. C. Strict aerobic bacteria (i.e., require oxygen for growth), such as Pseudomonas spp., tend to grow toward the surface of the broth, D. Strictly anaerobic bacteria (i.e., those that cannot grow in the presence of oxygen) grow at the bottom of the broth. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 51.
    Media berdasarkan tujuannya(4) SelectiveMedia - Digunakan untuk isolasi grup bakteri. - Terdapat substansi kimia yang menghambat pertumbuhan grup bakteri lain atau bakteri kontaminan Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 52.
    Differential Media - Dapatmembantu membedakan mikroorganisme yang hampir mirip Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 53.
    Selective VS DifferentialMedia Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 54.
    Mannitol Salt Agar -Digunakan untuk membedakan mikroba pathogen dalam waktu singkat karena mengandung konsentrasi garam tinggi (NaCl 7,5%). - Selektif untuk bakteri Gram Positif seperti Staphylococcus. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 55.
    Mannitol Salt Agarsebagai media diferensial - Sebagai media diferensial: Staphylococcus aureus  koagulasi (+), koloni kuning, zona kuning. (Mannitol fermenters) - Staphylococcus epidermidis  koagulasi (-), koloni merah muda, tidak ada perubahan warna pada medium. (non mannitol fermenters) - Pengecualian Micrococcus luteus positive growth but non mannitol fermenters. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 56.
    Patricia M Tile.Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 57.
    MacConkey Agar - Merupakanmedia selektif dan juga media diferensial - Untuk menumbuhkan bakteri Gram negative, pertumbuhan bakteri Gram positif dihambat - Penambahan bile salts dan crystal violet pada agar menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif  media selektif Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 58.
    MacConkey Agar untukmedia diferensial - Penambahan lactose dan neutral red  membedakan lactose fermenters (pink colonies) dengan lactose nonfermenters (clear colonies) Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 59.
    Prosedur pembuatan MacConkeyAgar 1. Timbang 51,5 gr bubuk Mac CONKEY Agar 2. Masukkan ke dlm labu Erlemeyer 3. Tambahkan 1 lt aquadest 4. Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media terampur, jika pH dibawah 7 teteskan larutan NaOH 4% tetes demi tetes 5. Steril dalam autoclave 121°C selama 15 menit Quality control: 1. Media diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam  pertumbuhan koloni  tidak bisa dipakai 2. Inokulasi media dengan E. coli control strain kemudian diinkubasi pada suhu 37°C Lactose fermenting, pink colonies Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 60.
    Eosin Methylen Blue -Selektif untuk menumbuhkan bakteri enterik gram negatif - Eosin Y dan pewarna biru metilen, bahan selektif, digabungkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif - Laktosa, karbohidrat dan sukrosa dimasukkan untuk memungkinkan diferensiasi isolat berdasarkan fermentasi sukrosa laktosa  media diferensial Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 61.
    - Fermentasi terdeteksioleh perubahan warna - E.Coli, coliform lactose fermenter, typically forms blue-black colonies with a metallic greenish sheen. - Enterobacter  pink colonies - Non fermenter colonies are translucent and colorless or light purple Expected colony characteristics of organisms in EMB agar (Quality control) 1.Escherichia coli ATCC 25922: Blue-black bulls eye; may have green metallic sheen 2.Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853: Colorless - Kegunaan EMB Agar - Tes kualitas air yang dicurigai terjadi kontaminasi fecal (keberadaan E. coli pada sampel air atau air sungai menunjukkan kemungkinan adanya kontaminasi fecal pada air) - Untuk membedakan organisme pd grup colon-typhoid-dysentri. - Untuk kultur Salmonella dan Shigella Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 62.
    Blood Agar - Enrichedbacterial growth medium (trypticase soya agar enriched with 5% sheep blood) - Blood agar consists of a base containing a protein source (e.g. Tryptones), soybean protein digest, sodium chloride (Nacl), agar and 5% sheep blood. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Kegunaan blood agar media diferensial - Isolasi dan antimicrobial susceptibility dari Streptococci - Menentukan tipe dari hemolysis Alpha: greenish-grey around colony Beta: clearing of blood around colony Gamma : no change
  • 63.
    Salmonella and ShigellaAgar - Adalah media selektif juga media diferensial - Untuk isolasi Salmonella sp dan Shigella sp dari sampel feses, urin dan makanan - Penambahan bile salts, sodium citrate, dan brilliant Green  menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif, organisme coliform, dan menghambat berkumpulnya Proteus spp - Beef extract, enzymatic digest of casein,enzymatic digest of animal tissue memberikan sumber nitrogen, karbon dan vitamin untuk pertumbuhan kuman. - Tidak direkomendasikan untuk isolasi primer Shigella Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 64.
    Prosedur Pembuatan SSAgar  Timbang 63 gr bubuk SS Agar  Masukkan ke dlm labu Erlemeyer  Tambahkan 1 liter air yg sudah disterilkan di autoclave  Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media tercampur, jika pH dibawah 7 teteskan larutan NaOH 4% tetes demi tetes  Rebus dalam panci berisi air sampai larut dan setelah larut angkat dari panci  Tuang ke dalam petridish steril masing-masing sebanyak 20 ml  Tutup dg baik  Setelah dingin media disimpan dg cara membalik petridish  24 jam untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 65.
    - Salmonella tidak fermentasi lactose, produksi gas hydrogen sulfide (H2S)  koloni bakteri tampak tak berwarna dengan titik hitam di tengah - Shigella  tidak fermentasi laktosa, tidak menghasilkan gas H2S  koloni tampak tak berwarna - Bakteri coliform (Eschericia coli)  fermentasi laktosa, tidak produksi gas H2S  warna koloni pink Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 66.
    Quality Control SSAgar 1. Jika disimpan dalam incubator dalam 24 jam pada suhu 35°C-37°C  tidak ada kkontaminasi berarti steril, jika terdapat kontaminasi  media tidak dapat digunakan 2. Tes spesifisitas dengan control : Test Organisms Incubation Results Time Temperature Atmosphere Salmonella enterica ATCC® 14028 18-24hr 35°C Aerobic Growth; colorless colonies with or without black centers Shigella flexneri ATCC® 12022 18-24hr 35°C Aerobic Growth; colorless colonies Escherichia coli ATCC® 25922 18-24hr 35°C Aerobic Partial to complete inhibition; pink to rose red colonies with precipitate Enterococcus faecalis ATCC® 29212 18-24hr 35°C Aerobic Inhibited Salmonella Shigella Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
  • 67.
    TCBS (Thiosulfate citrate-bilesalts) - Untuk isolasi bakteri Vibrio cholerae dari specimen feses - Thiosulfate dan sodium citrate  alkalinitias  menghambat pertumbuhan bakteri Enterobacteria - Ox bile dan sodium cholate  memperlambat pertumbuhan bakteri enterococci dan menghambat perkembangan bakteri Gram positif. - Bromthymol blue dan Thymol blue  indicator - Blue to yellow  fermentasi sukrosa dari bakteri Vibrio - pH yang tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan Vibrio cholerae karena bakteri ini sensitive terhadap lingkungan asam Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 68.
    Pembuatan TCBS Agar 1.Larutkan 88,1 gr bubuk media ke dalam air yang sudah disterilisasi di autoclave sebanyak 1 liter 2. Panaskan di atas api, aduk secara perlahan hingga homogen 3. Jangan dimasukkan autoclave 4. Dinginkan hingga 50°C kemudian tuangkan ke petridish sebanyak 20ml Interpretasi : Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
  • 69.
    Quality Control: Positive Control= Vibrio parahaemolyticus ATCC 17802 (Growth, blue green) Negative Control = Enterococcus faecalis ATCC 29212 (No Growth) Thiosulfate Citrate-Bile Salts Agar (SS Agar). Oxoid Limited. Thermo Fisher Scientific Inc
  • 70.
    Lowenstein – JensenMedium •Medium solid untuk menumbuhkan Mycobacterium tuberculosis. •Mengandung penicillin, asam nalidixic, dan malachite green  menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negative •Tepung kentang, telur dan gliserol detoksifikasi media ini dan juga menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan organisme ini. •Asparagin untuk produksi maksimum niacin oleh Mycobacterium spp tertentu. •Disimpan dalam 1 bulan, disimpan pada suhu 4°-6°C •Harus dijauhkan dari cahaya langsung karena malachite green sesnsitif terhadap cahaya Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/ Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 71.
    Prosedur Pembuatan 1. Larutkan37,5 gr dalam 600ml air non pyrogen pH 6 2. Tambahkan 12ml glycerol kemudian sterilkan dalam autoclave 15 min at 121°C 3. Cuci telur bebek dengan sabun, rendam dengan alcohol 70% selama 15 menit. 4. Mixer telur sampai homogen selama 10 menit, kemudian saring dengan penyaringan. 5. Campur dan aduk dengan telur sekitar 200ml ke dalam media larutan LJ, larutan dihomogenkan perlahan, hindari terbentuknya busa  saring lagi untuk menyaring endapan-endapan larutan LJ yang ada 6. Tuang ke dalam tabung McCartney masing-masing sekitar 6ml 7. Panaskan media yang ditaruh dalam posisi miring (sekitar 180°/ the inspissator) dalam panci, dengan suhu 85°C-90°C selama 1 jam. 8. Setelah itu dinginkan pada suhu ruangan selama 24 jam. 9. Tes kekenyalan: botol media di ketuk-ketukkan di tangan media tidak terlepas dari botol  media dapat digunakan, apabila terlepas dari botol  kekenyalan kurang baik, media tidak dapat dipakai. Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
  • 73.
    Quality Control LJMedia Sterility check - After inspissation, the whole media batch of the media bottles should be incubated at 35°C-37°C for 24 hours as a check for bacterial sterility. - After 24 hours 5% of the slopes should picked up randomly and continued for incubation for 14 days to check for fungal sterility. - In both the cases the contamination rate should not be > 10 %. Storage The LJ medium should be dated and stored with the batch number in the refrigerator and can keep for upto 4 weeks if the caps are tightly closed to prevent drying of the medium. Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
  • 74.
    Lowenstein – JensenMediumNotes : - Tabung yang digunakan : McCartney - Pada saat penuangan media di tabung McCartney jangan sampai melewati leher tabung dan pada bagian dasar tabung media hanya mencapai setengah diameter tabung - Koloni kuman akan tampak spt bunga kol dan biasanya tumbuh +/- 3 mg, max 8 mg Hardy Diagnostics: LOWENSTEIN JENSEN (LJ) MEDIA. Available at: https://microbiologyinfo.com/lowenstein-jensen-lj-medium-composition-principle-uses-preparation-and-colony-morphology/
  • 75.
    Sabouraud Dextrose Agar –Media solid, selektif – Isolasi dermatofit, fungi yang lain, ragi, evaluasi mikroba pada makanan, kontaminasi pada kosmetik, diagnosis ragi dan jamur pada penyakit infeksi – Khususnya banyak ke jamur Aspargilus, di media ini pertumbuhan jamur akan optimal di suhu 25 - 30 drajat celcius. – Microbial enumeration test – Penambahan antibiotic (kloramfenikol atau tetrasiklin) bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram negative atau Gram positif Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 76.
    Typical Colony morphologyof some fungi in SDA Fungi Colony morphology Aspergillus flavus Yellow-green, powdery and pale yellowish on reverse Aspergillus niger The initial growth is white, becoming black later on giving “salt and pepper appearance” which results from darkly pigmented conidia borne in large numbers on conidiophores and reverse turning pale yellow Rhodotorula species pinkish-orangish creamy colonies Aspergillus fumigatus Blue – green, powdery and pale yellow on reverse . Aspergillus nidulans Greenish-blue with whitish edge , yellow to brownish on reverse Trichosporon mucoides White to cream, yellowish, wrinkled Geotrichum candidum White to cream colored, flat with aerial mycelium Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 77.
    Mueller Hinton Agar -Media terbaik untuk test kepekaan antibiotika rutin. - Formula Mueller Hinton Agar untuk 1 liter water purified : Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 78.
    Prosedur pembuatan MuellerHinton Agar  Timbang 38 gr bubuk Agar MH  Masukkan ke dlm labu Erlemeyer  Tambahkan 1 lt aquadest  Ukur pH Aquadest dan ukur pH setelah media tercampur,  Rebus dalam panci berisi air sampai larut dan setelah larut angkat dari panci  Steril dalam autoclave 121°C selama 15 menit Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 79.
    Mueller Hinton Agar -Media yang sudah steril dituanag ke dalam petridish steril masing-masing sebanyak 20ml - Setelah dingin media disimpan dengan cara membalik petridish - Jika akan digunakan media diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri pada media. - Bila ada pertumbuhan bakteri, media tidak dapat digunakan. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 80.
    Kegunaan Mueller HintonAgar - Untuk tes kepekaan antibiotika (AST) rutin dari berbagai macam spesies bakteri - Dengan menggunakan standar Bauer-Kirby method dan dispesifikasikan oleh NCCLS - Penambahan darah domba ke dalam Mueller Hinton Agar  menjadi enriched media dan bisa digunakan sebagai AST untuk organisme fastidious, Haemophilus dan Neisseria Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 81.
    Mueller Hinton Agar -The inclusion of starch - Memastikan faktor toksik yang ditemukan selama menumbuhkan akan diserap atau juga dapat melindungi organisme dari substansi yang toksik - Merupakan sumber energi untuk bakteri - Beef extract  sumber karbon organic, nitrogen, vitamin, garam inorganic - Karbohidrat tidak disarankan untuk ditambahkan pada MHA karena dapat mempengaruhi pertumbuhan mempengaruhi pH medium. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012
  • 82.
    MHA considered tobe the best for routine susceptibility testing of nonfastidious bacteria for the following reasons (NCCLS): –It shows acceptable batch-to-batch reproducibility for susceptibility testing –It is low in sulfonamide, trimethoprim, and tetracycline inhibitors –It gives satisfactory growth of most non fastidious pathogens –A large body of data and experience has been collected concerning susceptibility tests performed with this medium Source: Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Tests; Approved Standard-Seventh Edition (NCCLS)
  • 83.
    Transport Medium Media untukmempertahankan viabilitas mikroorganisme pada specimen tetapi tidak terjadi multiplikasi • Cary-Blair • Amies • Stuart Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017
  • 84.
    Cary-Blair Medium - Asemi-solid transport medium for Gram negative and anaerobic organisms. - Used to transport of clinical specimens suspected to contain enteric pathogens, including Shigella, Salmonella, Vibrio cholerae, and Escherichia coli O157:H7 Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 85.
    Amies Medium - Semisolidmedium for the transportation of swab specimens to the microbiology laboratory. - Placing swabs in a moist container or transport medium prevents drying and death of bacteria. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 86.
    Stuarts Medium - Biasanyadigunakan untuk transport specimen yang dicurigai terdapat bakteri gonococci. - Trasnport swab tenggorok, dasar luka, swab kulit yang dicurigai mengandung bakteri fastidious. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 87.
    Atlas RM. Mediafor Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 88.
    Atlas RM. Mediafor Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 89.
    Atlas RM. Mediafor Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006
  • 91.
    Referensi 1. Subhash ChandraParija. Textbook of Microbiology & Immunology. 2nd edition. Elsevier. 2012 2. Talaro KP. Foundations In Microbiology. 8th edition. New York: McGraw-Hill. 2012 3. Atlas RM. Media for Clinical Microbiology. 2nd ed. CRC Press. 2006 4. Patricia M Tile. Bailey & Scott’s. Diagnostic Microbiology. 14th edition. Elsevier. 2017 5. Sastry AS, Bhat S. Essentials of Microbiology. New Delhi: Jaypee Brothers. 2016 6. Performance Standards for Antimicrobial Disk Susceptibility Test; Approved Standard (NCCLS)- seventh edition 7. Related articles found on web