Maritim Indonesia Sebagai Aset Kejayaan Bangsa


                  Karya Tulis Essay




                         Oleh :

              Hanifah Nisrina Cahyaningtyas
                         08/XA




        Madrasah Aliyah NegeriYogyakarta 1
                       2012

                           1
Maritim Indonesia Sebagai Aset Kejayaan Bangsa

1. Latar Belakang
            Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah
    pulau sedikitnya17.204 dan memiliki luas wilayahdarat 5,8juta km2. Indonesia
    juga memiliki wilayah laut yang sangat luas, hampir 82% wilayahnyaberupa laut
    denganwilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2,7 juta km2.Dataini
    menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas laut yang lebih luas daripada
    daratannya. Indonesiapun diakui secara Internasional sebagai negara maritim yang
    ditetapkan dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law Of
    Sea)tahun1982.
            Dengan cakupan wilayah laut Indonesia yang sangat luas ini, tentunya laut
    Indonesia menyimpan banyak sekali potensi laut yang dapat dimanfaatkan untuk
    kesejahteraan masyarakat. wilayah ini tentunya memiliki beragam sumber daya
    alam laut yang potensial dan memberikan hasil yang luar biasa. Sumber daya yang
    dapat diperbarui seperti ikan-ikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput
    laut, dan lain sebagainya.Di samping itu juga terdapat sumber daya yang tidak
    dapat diperbarui seperti minyak, gas bumi, barang tambang, serta mineral.
            Definisi maritim sendiri menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
    adalah hal berkenaan dengan laut, pelayaran dan perdagangan laut. Sedangkan
    definisi dari negara maritim adalah negara yang mempunyai sifat memanfaatkan
    laut untuk kejayaan negaranya. Sayangnyapotensi kelautan yang sangat besar ini,
    belum dikelola dengan semaksimal mungkin. Dari data statistik Kementerian
    Kelautan dan Perikanan pemanfaatan potensi laut di Indonesia baru mencapai
    48% dari potensi hasil laut Indonesia sebesar 6,7 juta ton jika dimanfaatkan secara
    keseluruhan. Padahal kita tahu bahwa kesadaran untuk mengelola laut telah
    tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 ayat (3) yang menyebutkan bahwa ”Bumi, air,
    termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara dan
    dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.Oleh karena itu, upaya
    meningkatkan kesadarandalam mengelola laut memang perlu ditingkatkan secara
    strategis.




                                       2
Namun pertanyaannya sekarang adalah sudahkah Indonesia memanfaatkan
   laut bagi negaranya? Bagaimana manajemen yang baik dalam pemanfaatan
   sumber daya laut bagi negara Indonesia? Kiranya topik ini sangat menarik untuk
   dibahas.



2. Gagasan

   A. Maritim Yang Sesungguhnya

              Apakah yang Anda ketahui dari Maritim ? Maritim adalah segala hal
      yang berkenaan dengan laut. Definisi maritim dapat digolongkan menjadi hal
      yang termasuk didalamdefinisi tersebut. Indonesia telah diakui sebagai negara
      maritim yang terbesar oleh kancah dunia Internasional di UNCLOSpada tahun
      1982 dan Deklarasi Juanda.
              Dalam UNCLOS 1982disebutkan bahwa Indonesia adalah negara
      kepulauan nusantara yang saat ini secara geografismerupakan negara
      kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki luas laut sebesar 5,8 juta km2
      yang terdiri dari laut teritorial dengan luas 0,8 juta km2, laut nusantara 2,3 juta
      km2, dan ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) 2,7 juta km2.Hal ini menunjukkan
      bahwa Indonesia memang telah diakui sebagai negara maritim bukan negara
      kelautan.
              Kelautan didefinisikan segala sesuatu yang mempunyai kepentingan
      dengan laut sebagai hamparan air asin yang sangat luas yang menutupi
      permukaan bumi. Sedangkan, maritim menurut Geoffrey Till dalam bukunya,
      Seapower, menyatakan bahwamaritim dimaksudkan berhubungan dengan
      angkatan laut, angkatan laut dalam hubungannya dengan kekuatan darat dan
      udara, angkatan laut dalam konteks yang lebih luas yaitu kaitannya dengan
      semua kegiatan yang berhubungan dengan komersial dan penggunaan
      nonmiliter terhadap laut.




   B. Manajemen Pemberdayaan laut Indonesia


                                      3
Apakah Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memanfaatkan
lautnya     bagi   sebesar-besarnya   kemakmuran    rakyat   dan    kepentingan
masyarakat internasional?kenyataannya justru ibarat jauhpanggang dari api.
Jangankan memiliki kemampuan maritim yang memadai, usaha-usaha ke arah
itupun belum tampak jelas.Bahkan Indonesia belum secara tegas menyatakan
kepentingan nasionalnya di laut dan belum menetapkan National Ocean
Policy.Pada dasarnya ada tiga kepentingan nasional Indonesia di laut. Yaitu
aspek sosial dan budaya, aspek eknomi, dan aspek keamanan.
          Dari sisi pembangunan ekonomi maritim, Indonesia juga masih
menghadapi banyak kendala. Di laut kita dapat menghasilkan ratusan triliun
devisa dengan berbagai potensi energi terbarukan, masa habis 2 abad berupa
hidrat gas dan gas biogenik serta energi-energi kelautan yang belum
dimanfaatkan secara maksimal. Potensi sumber daya hayati laut yaitu lebih
dari 2.000 spesies ikan, lebih dari 80 genera terumbu karang atau sekitar 17,95
persen di dunia, 850 jenis sponge, padang lamun dan kimia terbanyak didunia
serta hutan mangrove menyimpan potensi 6,5 juta ton ikan, dapat
dimanfaatkan nelayan 5,01 juta ton ikan di hamparan laut seluas 5,8 juta
kilometer persegi, sebaliknyaNegeri Jiran banyak memanfaatkan potensi
kelautan RI dengan meningkatkan penguasaan teknologi penangkapan
perikanan sehingga RI rugi mencapai 100 milyar rupiah per tahun.Sebagai
contoh, perairan kawasan barat Indonesia yang memiliki rata-rata kedalaman
75 meter, didominasi sumber daya perikanan pelagis kecil. Sedangkan di
kawasan timur Indonesia yang memiliki kedalaman hingga lebih dari 4.000
meter, melimpah dengan pelagis besar macam ikan tuna dan cakalang.
Kekayaan sumber daya ini memiliki peran penting dalam pemenuhan protein
hewani dari sektor kelautan. Hal menyatakan bahwa Indonesia belumdapat
mengelola sumber daya lautnya dengan optimal. Sudah selayaknya negara
kepulauan, Indonesia harus memanfaatkan potensi laut yang ada sebagai
prioritas    utamapembangunan.Mengapa        bisa   indonesia      belum   bisa
memanfaatkan lautnya dengan baik ?Hal tersebut disebabkan karenaindonesia
sebagai negara kepulauan malah mengedepankan sektor agrarisnya daripada
visi maritimnya. Memang, kita mengedepankan sektor agraris. Namun
alangkah baiknya sebgai Negara maritim Negara kita lebih mengedepankan
pada visi maritimnya. Karena jika Negara Indonesia mengedepankan visi
                                4
maritimnya permasalahan yang timbul khususnya terpuruknya kehidupan
nelayan, runtuhnya kejayaan armada pelayaran nasional, dan tingginya tingkat
degradasi lingkungan maritim sebagai akibat dari kurangnya perhatian
pemerintah ke bidang maritim akan hilang. Jika ada tokoh yang melihat
maritim itu penting, maka Indonesia akan bangkit dari keterpurukan. Dan jika
visi maritim ini diterapkan, maka masyarakat Indonesia bisa sejahtera.
       Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, salah satu masalah
dasar pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan adalah masih
rendahnya sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan. Walaupun
tendensi untuk menuntut ilmu di bidang perikanan sangat besar tetapi
kurikulum yang ada kurang mendukung kebutuhan yang ada. Perguruan tinggi
diharapkan memiliki program yang sejalan dengan kebijakan kementrian
kelautan dan perikanan sehingga lulusannya mempunyai kompetensi yang
diperlukan dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Sampai saat ini ada 28
program kelautan di perguruan tinggi dan diwaktu mendatang akan makin
banyak perguruan tinggi yang memiliki program kelautan.
       Indonesia sebenarnya sangat kaya sumber daya lautnya. Lautnya
memiliki potensi yang sangat besar bagi perkembangan bangsa indonesia. Hal
tersebut bisa terjadi karena manajemen pemerintah dalam mengelola laut yang
tidak baik. Pejabat negara banyak yang korupsi, sumber daya Laut indonesia
lebih banyak dijual ke negeri orang daripada digunakan untuk kemakmuran
rakyatnya.
       Solusi untuk mengoptimalkan kemakmuran masyarakat di perikanan
yaitu dengan cara pemerintah memberikan subsidi bagi para nelayan berupa
perahu, jala, dan radar. Lalu pemerintah mengirim utusan untuk mengajarkan,
memberikan pelajaran bagaimana merawat barang subsidi dari pemerintah
tersebut dan cara menangkap ikan yang baik dan benar agar tak merusak
laut.Jadi para nelayan tak hanya menerima barang subsidi saja, namun juga
mengetahui     ilmu-ilmu     yang    dipakai    dalam     menangkap      ikan.
namun bila hal tersebut tak dilaksanakan maka apa yang terjadi ?Nelayan
hanya menerima barang subsidi dari pemerintah dan jika barang subsidi rusak,
maka nelayantak tahubagaimana memperbaikinya. Jika tak ada radar, maka
nelayan hanya asal melaut tak tahu daerah mana yang terdapat banyak ikandan
jika mereka melaut ke tempat yang tidak ada ikannya maka akan rugi. Pada
                               5
akhirnya, nelayan pulang dan‘nombok’ solar. Jika pemerintah bisa
memberdayakan laut, dengan cara tersebut maka tak dapat di pungkiri,
Indonesia akan makmur dengan hasil lautnya.
       Secara hukum internasional dan Undang-undang, memang Indonesia
sebagai negara kepulauan. Tapi, belum maksimal memanfaatkan kekayaan
yang ada di laut. Maka itu diperlukan konsep strategi negara maritim yang
tangguh dan berdaulat. negara maritim adalah negara yang mampu
memanfaatkan dan menjaga lautnya.Saat ini perhatian pemerintah masih
rendah, padahal Indonesia sebagai negara kepulauan.
       Hal tersebut menyadarkan bahwa laut adalah aspek alamiah yang
paling memengaruhi kehidupan politik       ekonomi sosbud pertahanan dan
keamanan nasional merupakan isu yang paling utama dan menarik perhatian.
Di sini pemerintah harus menjadi ujung tombak, dan untuk itu pemerintah
Indonesia perlu segera menetapkan sebuah National Ocean Policy dalam
rangka pemanfaatan laut bagi kemakmuran bangsa, sekaligus untuk
mengembangkan kembali budaya bahari bangsa, yang tujuan akhirnya
penguasaan laut nasional yang dapat menegakkan harga diri bangsa.
       Permasalahan dan beberapa solusi diatas merupakan tantangan yang
harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Hal ini
juga merupakan tugas bagi generasi muda penerus bangsa agar segera
melakukan langkah nyata memanfaatkan kekayaan laut sebaik mungkin.Laut
kita adalah milik seluruh bangsa Indonesia sehingga adanya eksplorasi serta
pemanfaatan kekayaan laut ini dapat dilaksanakan secara optimal dan terarah
untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia.
       Memang perjuangan menuju Negara Maritim memang tidak mudah,
namun jika seluruh bangsa ini memiliki kesamaan visi dan kebulatan tekad
maka hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. DeklarasiDjuanda 1957 dan
UNCLOS                1982             memberikanpeluang              yang
besarbagibangsaIndonesiauntukdiimplementasikansecaraseriusmelaluikebijaka
n-kebijakanpembangunannasional      yang   memprioritaskanorientasi   yang
berbasismaritim.
                                  Daftar Pustaka



                              6
Redaksi.     2012.     Strategi     Maritim:       Jalan    Menuju      Jaya.
http://indomaritimeinstitute.orgdiakses tanggal 9 Oktober 2012.
       Anonym.               2012.            Kebijakan             Pengembangan
Kelautan.www.penataanruang.netdiakses pada tanggal 9 Oktober 2012.
       Dauri, Raukhmin. 2005. Potensi Ekonomi Kelautan. www.caaip.net
diakses tanggal 8 Oktober 2012.
       SK,        Wahyono.         2009.      Indonesia       Negara        Maritim.
http://books.google.co.id diakses pada tanggal 7 Oktober 2012.
       Elly,   Muh.      Ja’far.      2004.     Manajemen         Data   Kelautan.
http://perpustakaan.bappenas.go.id diakses pada tanggal 7 Oktober 2012.
       Anonym. 2012.Kepmen kelautan & perikananhttp://hukum.unsrat.ac.id
diakses tanggal 8 Oktober 2012.




                                7

ESAI Kemaritiman Indonesia

  • 1.
    Maritim Indonesia SebagaiAset Kejayaan Bangsa Karya Tulis Essay Oleh : Hanifah Nisrina Cahyaningtyas 08/XA Madrasah Aliyah NegeriYogyakarta 1 2012 1
  • 2.
    Maritim Indonesia SebagaiAset Kejayaan Bangsa 1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau sedikitnya17.204 dan memiliki luas wilayahdarat 5,8juta km2. Indonesia juga memiliki wilayah laut yang sangat luas, hampir 82% wilayahnyaberupa laut denganwilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2,7 juta km2.Dataini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas laut yang lebih luas daripada daratannya. Indonesiapun diakui secara Internasional sebagai negara maritim yang ditetapkan dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law Of Sea)tahun1982. Dengan cakupan wilayah laut Indonesia yang sangat luas ini, tentunya laut Indonesia menyimpan banyak sekali potensi laut yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. wilayah ini tentunya memiliki beragam sumber daya alam laut yang potensial dan memberikan hasil yang luar biasa. Sumber daya yang dapat diperbarui seperti ikan-ikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan lain sebagainya.Di samping itu juga terdapat sumber daya yang tidak dapat diperbarui seperti minyak, gas bumi, barang tambang, serta mineral. Definisi maritim sendiri menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah hal berkenaan dengan laut, pelayaran dan perdagangan laut. Sedangkan definisi dari negara maritim adalah negara yang mempunyai sifat memanfaatkan laut untuk kejayaan negaranya. Sayangnyapotensi kelautan yang sangat besar ini, belum dikelola dengan semaksimal mungkin. Dari data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan pemanfaatan potensi laut di Indonesia baru mencapai 48% dari potensi hasil laut Indonesia sebesar 6,7 juta ton jika dimanfaatkan secara keseluruhan. Padahal kita tahu bahwa kesadaran untuk mengelola laut telah tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 ayat (3) yang menyebutkan bahwa ”Bumi, air, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesadarandalam mengelola laut memang perlu ditingkatkan secara strategis. 2
  • 3.
    Namun pertanyaannya sekarangadalah sudahkah Indonesia memanfaatkan laut bagi negaranya? Bagaimana manajemen yang baik dalam pemanfaatan sumber daya laut bagi negara Indonesia? Kiranya topik ini sangat menarik untuk dibahas. 2. Gagasan A. Maritim Yang Sesungguhnya Apakah yang Anda ketahui dari Maritim ? Maritim adalah segala hal yang berkenaan dengan laut. Definisi maritim dapat digolongkan menjadi hal yang termasuk didalamdefinisi tersebut. Indonesia telah diakui sebagai negara maritim yang terbesar oleh kancah dunia Internasional di UNCLOSpada tahun 1982 dan Deklarasi Juanda. Dalam UNCLOS 1982disebutkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan nusantara yang saat ini secara geografismerupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki luas laut sebesar 5,8 juta km2 yang terdiri dari laut teritorial dengan luas 0,8 juta km2, laut nusantara 2,3 juta km2, dan ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) 2,7 juta km2.Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memang telah diakui sebagai negara maritim bukan negara kelautan. Kelautan didefinisikan segala sesuatu yang mempunyai kepentingan dengan laut sebagai hamparan air asin yang sangat luas yang menutupi permukaan bumi. Sedangkan, maritim menurut Geoffrey Till dalam bukunya, Seapower, menyatakan bahwamaritim dimaksudkan berhubungan dengan angkatan laut, angkatan laut dalam hubungannya dengan kekuatan darat dan udara, angkatan laut dalam konteks yang lebih luas yaitu kaitannya dengan semua kegiatan yang berhubungan dengan komersial dan penggunaan nonmiliter terhadap laut. B. Manajemen Pemberdayaan laut Indonesia 3
  • 4.
    Apakah Indonesia sudahmemiliki kemampuan untuk memanfaatkan lautnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kepentingan masyarakat internasional?kenyataannya justru ibarat jauhpanggang dari api. Jangankan memiliki kemampuan maritim yang memadai, usaha-usaha ke arah itupun belum tampak jelas.Bahkan Indonesia belum secara tegas menyatakan kepentingan nasionalnya di laut dan belum menetapkan National Ocean Policy.Pada dasarnya ada tiga kepentingan nasional Indonesia di laut. Yaitu aspek sosial dan budaya, aspek eknomi, dan aspek keamanan. Dari sisi pembangunan ekonomi maritim, Indonesia juga masih menghadapi banyak kendala. Di laut kita dapat menghasilkan ratusan triliun devisa dengan berbagai potensi energi terbarukan, masa habis 2 abad berupa hidrat gas dan gas biogenik serta energi-energi kelautan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi sumber daya hayati laut yaitu lebih dari 2.000 spesies ikan, lebih dari 80 genera terumbu karang atau sekitar 17,95 persen di dunia, 850 jenis sponge, padang lamun dan kimia terbanyak didunia serta hutan mangrove menyimpan potensi 6,5 juta ton ikan, dapat dimanfaatkan nelayan 5,01 juta ton ikan di hamparan laut seluas 5,8 juta kilometer persegi, sebaliknyaNegeri Jiran banyak memanfaatkan potensi kelautan RI dengan meningkatkan penguasaan teknologi penangkapan perikanan sehingga RI rugi mencapai 100 milyar rupiah per tahun.Sebagai contoh, perairan kawasan barat Indonesia yang memiliki rata-rata kedalaman 75 meter, didominasi sumber daya perikanan pelagis kecil. Sedangkan di kawasan timur Indonesia yang memiliki kedalaman hingga lebih dari 4.000 meter, melimpah dengan pelagis besar macam ikan tuna dan cakalang. Kekayaan sumber daya ini memiliki peran penting dalam pemenuhan protein hewani dari sektor kelautan. Hal menyatakan bahwa Indonesia belumdapat mengelola sumber daya lautnya dengan optimal. Sudah selayaknya negara kepulauan, Indonesia harus memanfaatkan potensi laut yang ada sebagai prioritas utamapembangunan.Mengapa bisa indonesia belum bisa memanfaatkan lautnya dengan baik ?Hal tersebut disebabkan karenaindonesia sebagai negara kepulauan malah mengedepankan sektor agrarisnya daripada visi maritimnya. Memang, kita mengedepankan sektor agraris. Namun alangkah baiknya sebgai Negara maritim Negara kita lebih mengedepankan pada visi maritimnya. Karena jika Negara Indonesia mengedepankan visi 4
  • 5.
    maritimnya permasalahan yangtimbul khususnya terpuruknya kehidupan nelayan, runtuhnya kejayaan armada pelayaran nasional, dan tingginya tingkat degradasi lingkungan maritim sebagai akibat dari kurangnya perhatian pemerintah ke bidang maritim akan hilang. Jika ada tokoh yang melihat maritim itu penting, maka Indonesia akan bangkit dari keterpurukan. Dan jika visi maritim ini diterapkan, maka masyarakat Indonesia bisa sejahtera. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, salah satu masalah dasar pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan adalah masih rendahnya sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan. Walaupun tendensi untuk menuntut ilmu di bidang perikanan sangat besar tetapi kurikulum yang ada kurang mendukung kebutuhan yang ada. Perguruan tinggi diharapkan memiliki program yang sejalan dengan kebijakan kementrian kelautan dan perikanan sehingga lulusannya mempunyai kompetensi yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Sampai saat ini ada 28 program kelautan di perguruan tinggi dan diwaktu mendatang akan makin banyak perguruan tinggi yang memiliki program kelautan. Indonesia sebenarnya sangat kaya sumber daya lautnya. Lautnya memiliki potensi yang sangat besar bagi perkembangan bangsa indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena manajemen pemerintah dalam mengelola laut yang tidak baik. Pejabat negara banyak yang korupsi, sumber daya Laut indonesia lebih banyak dijual ke negeri orang daripada digunakan untuk kemakmuran rakyatnya. Solusi untuk mengoptimalkan kemakmuran masyarakat di perikanan yaitu dengan cara pemerintah memberikan subsidi bagi para nelayan berupa perahu, jala, dan radar. Lalu pemerintah mengirim utusan untuk mengajarkan, memberikan pelajaran bagaimana merawat barang subsidi dari pemerintah tersebut dan cara menangkap ikan yang baik dan benar agar tak merusak laut.Jadi para nelayan tak hanya menerima barang subsidi saja, namun juga mengetahui ilmu-ilmu yang dipakai dalam menangkap ikan. namun bila hal tersebut tak dilaksanakan maka apa yang terjadi ?Nelayan hanya menerima barang subsidi dari pemerintah dan jika barang subsidi rusak, maka nelayantak tahubagaimana memperbaikinya. Jika tak ada radar, maka nelayan hanya asal melaut tak tahu daerah mana yang terdapat banyak ikandan jika mereka melaut ke tempat yang tidak ada ikannya maka akan rugi. Pada 5
  • 6.
    akhirnya, nelayan pulangdan‘nombok’ solar. Jika pemerintah bisa memberdayakan laut, dengan cara tersebut maka tak dapat di pungkiri, Indonesia akan makmur dengan hasil lautnya. Secara hukum internasional dan Undang-undang, memang Indonesia sebagai negara kepulauan. Tapi, belum maksimal memanfaatkan kekayaan yang ada di laut. Maka itu diperlukan konsep strategi negara maritim yang tangguh dan berdaulat. negara maritim adalah negara yang mampu memanfaatkan dan menjaga lautnya.Saat ini perhatian pemerintah masih rendah, padahal Indonesia sebagai negara kepulauan. Hal tersebut menyadarkan bahwa laut adalah aspek alamiah yang paling memengaruhi kehidupan politik ekonomi sosbud pertahanan dan keamanan nasional merupakan isu yang paling utama dan menarik perhatian. Di sini pemerintah harus menjadi ujung tombak, dan untuk itu pemerintah Indonesia perlu segera menetapkan sebuah National Ocean Policy dalam rangka pemanfaatan laut bagi kemakmuran bangsa, sekaligus untuk mengembangkan kembali budaya bahari bangsa, yang tujuan akhirnya penguasaan laut nasional yang dapat menegakkan harga diri bangsa. Permasalahan dan beberapa solusi diatas merupakan tantangan yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Hal ini juga merupakan tugas bagi generasi muda penerus bangsa agar segera melakukan langkah nyata memanfaatkan kekayaan laut sebaik mungkin.Laut kita adalah milik seluruh bangsa Indonesia sehingga adanya eksplorasi serta pemanfaatan kekayaan laut ini dapat dilaksanakan secara optimal dan terarah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Memang perjuangan menuju Negara Maritim memang tidak mudah, namun jika seluruh bangsa ini memiliki kesamaan visi dan kebulatan tekad maka hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. DeklarasiDjuanda 1957 dan UNCLOS 1982 memberikanpeluang yang besarbagibangsaIndonesiauntukdiimplementasikansecaraseriusmelaluikebijaka n-kebijakanpembangunannasional yang memprioritaskanorientasi yang berbasismaritim. Daftar Pustaka 6
  • 7.
    Redaksi. 2012. Strategi Maritim: Jalan Menuju Jaya. http://indomaritimeinstitute.orgdiakses tanggal 9 Oktober 2012. Anonym. 2012. Kebijakan Pengembangan Kelautan.www.penataanruang.netdiakses pada tanggal 9 Oktober 2012. Dauri, Raukhmin. 2005. Potensi Ekonomi Kelautan. www.caaip.net diakses tanggal 8 Oktober 2012. SK, Wahyono. 2009. Indonesia Negara Maritim. http://books.google.co.id diakses pada tanggal 7 Oktober 2012. Elly, Muh. Ja’far. 2004. Manajemen Data Kelautan. http://perpustakaan.bappenas.go.id diakses pada tanggal 7 Oktober 2012. Anonym. 2012.Kepmen kelautan & perikananhttp://hukum.unsrat.ac.id diakses tanggal 8 Oktober 2012. 7