Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kompetensi dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Lestari

4,746 views

Published on

Ruang Rapat Utama GF Lantai 1 Ged. Mina Bahari-Gambir
Jakarta, 18 Mei 2015

Published in: Education
  • Login to see the comments

Kompetensi dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Lestari

  1. 1. 1 OLEH: DADANG SOLIHIN Ruang Rapat Utama GF Lantai 1 Ged. Mina Bahari-Gambir Jakarta, 18 Mei 2015
  2. 2. 2 Daftar Isi 1. Pendahuluan ........................................................................................... 3 2. Permasalahan ......................................................................................... 5 3. Analisis .................................................................................................... 6 4. Kesimpulan .............................................................................................. 9 Daftar Pustaka ................................................................................................ 10 Riwayat Hidup ................................................................................................. 22 Daftar Lampiran LAMPIRAN 1: MANAJEMEN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN 11 LAMPIRAN 2: ANALISA SWOT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN 12 LAMPIRAN 3: BALANCED SCORECARD BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN 15 LAMPIRAN 4: LOGIC MODEL BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN 16 LAMPIRAN 5: ANALISIS BEBAN KERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN 17 LAMPIRAN 6: INDIKATOR KINERJA UTAMA PROGRAM PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN 18
  3. 3. 3 Kompetensi dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Lestari Oleh: Dadang Solihin 1. Pendahuluan Makalah ini akan menyajikan permasalahan apa yang sedang dihadapi oleh bangsa ini, analisa, dan kesimpulan berupa saran dan rekomendasi yang berkaitan dengan usaha kita bersama menjadikan kelautan dan perikanan sebagai pengungkit (leverage) pembangunan nasional, sebagaimana arah menuju Indonesia yang jauh lebih baik, yaitu memanfaatkan dan mengembalikan potensi yang hilang di sektor maritim dan kelautan. Hal ini sangat didukung oleh misi ke enam pasangan Presiden Jokowi-JK (2015-2019), yaitu mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Analisa yang dilakukan adalah melalui perumusan tujuh langkah yang lengkap berdasarkan strategic map Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, yang diawali dengan penilaian delapan area perubahan Reformasi Birokrasi, sampai langkah terakhir, yaitu perumusan Indikator Kinerja Utama. Sebagaimana diketahui, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)1 ditentukan oleh “2-K” yaitu Kompetensi dan Karakter. Kompetensi concern pada “peningkatan diri”. Ini wilayah yang merangsang kecerdasan, mengasah keterampilan atau menempa keahlian dan profesionalitas (hard skill), sedangkan Karakter concern pada “perbaikan diri”. Ini wilayah yang mengedepankan kejujuran, kesetiaan, kedisiplinan, tanggungjawab, kesabaran, kerelaan berkorban dan kemauan untuk 1 Solihin, Dadang. 2012. “Peningkatan Kualitas SDM Aparatur dan Kepemimpinan Masa Depan”, Diklat Pengembangan Kepribadian SDM Aparatur Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Jakarta http://www.slideshare.net/DadangSolihin/peningkatan-kualitas-sdm-aparatur-dan- kepemimpinan-masa-depan
  4. 4. 4 terus menerus melakukan perbaikan (soft skill). Kompetensi juga dibangun oleh “2- K” yaitu Kapasitas dan Kapabilitas. Kapasitas adalah daya tampung. Ia adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia secara berbeda-beda. Sedangkan kapabilitas dimaknai sebagai kemampuan mengelola kapasitas. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahannya adalah kapasitas dan kemampuan memanfaatkan kapasitas itulah kapabilitas. Di sisi lain, perkembangan global dan regional2 menuntut SDM kita untuk memiliki daya saing yang tinggi. Pengaruh globalisasi berarti setiap wilayah di Indonesia tidak hanya bersaing dengan sesama wilayah di Indonesia namun dengan wilayah-wilayah lain di dunia. Sebagai contoh nelayan di kabupaten Selayar Sulawesi Selatan sebenarnya secara langsung bersaing dengan nelayan di negara lain. Dalam hal ini yang bersaing adalah petaninya, bukan negaranya ataupun pemerintahannya. Demikian juga aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah sebenarnya secara langsung bersaing dengan aparatur di negara lain. Dengan demikian, nelayan dan aparat pemerintah serta dunia usaha sebagai pelaku pembangunan Kelautan dan Perikanan harus mempersiapkan dengan baik dan benar menghadapi tantangan globalisasi. Perkembangan Regional yang ditandai dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015 ini dapat memberikan peluang bagi Indonesia dengan terbukanya pasar baru bagi barang, jasa, investasi, pekerja terampil dan arus modal di kawasan ASEAN. Di lain pihak, Bangsa Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan nasional agar dapat siap bersaing dengan bangsa lain. Dengan demikian, diharapkan Indonesia akan dapat menarik manfaat dari integrasi ekonomi kawasan yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi dalam ekonomi global, sehingga pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari merupakan strategi yang sangat tepat bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar, 2 Solihin, Dadang. 2013. Kertas Karya Perorangan (TASKAP) Program Pendidikan Reguler Angkatan XLIX Lemhannas RI, Jakarta http://www.slideshare.net/DadangSolihin/optimalisasi-otonomi-daerah-guna-mewujudkan-keamanan- dan-kesejahteraan-masyarakat-dalam-rangka-keutuhan-nkri-26050505
  5. 5. 5 makmur-sejahtera dan kuat sebagaimana cita-cita kita semua. Dalam hal ini, Presiden pertama RI Ir. Soekarno3 pernah berkata: “Untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, kuat, makmur, dan damai yang merupakan Nation Building bagi negara Indonesia maka NEGARA DAPAT MENJADI KUAT JIKA DAPAT MENGUASAI LAUTAN”. 2. Permasalahan Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kompetensi dan daya saing sumber daya manusia kelautan dan perikanan dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari. Permasalahan tersebut tersebut pada gilirannya menyebabkan terjadinya permasalahan yang lebih besar yang berkaitan dengan pembangunan kelautan dan perikanan. Masalah kelautan menurut RPJMN 2015-2019 diantaranya adalah penataan ruang laut masih lemah. Baru 5 provinsi, 7 kabupaten dan 5 kota yang telah menetapkan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melalui peraturan daerah. Di samping itu, pengelolaan pulau-pulau kecil dan pulau-pulau kecil terluar belum optimal, keterbatasan sarana prasarana dasar, berupa listrik, air, telekomunikasi, keterbatasan sarana prasarana pengembangan ekonomi, serta kurang memadainya jumlah kapal dan rute penghubung antarpulau kecil dan antara pulau kecil dengan pulau besar, belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, belum terbangunnya secara utuh kelembagaan pendidikan dan pelatihan Kelautan, serta kurang berperannya inovasi dan pengembangan IPTEK tepat guna dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Adapun masalah perikanan menurut RPJMN 2015-2019 dapat dilihat dari usaha perikanan cenderung stagnan yang didominasi oleh nelayan kecil dan pembudidaya ikan tradisional, yaitu kapal motor dan kapal penangkap ikan di bawah 5 GT, kepemilikan lahan usaha budidaya masih rata-rata di bawah 1 ha, wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) sulit menerapkan prinsip-prinsip perikanan yang bertanggungjawab (responsible fisheries), belum dilengkapi struktur dan mekanisme 3 Solihin, Dadang. 2015. “Saatnya Negara Berdaulat di Laut: Koordinasi Lintas Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Kemaritiman”, PPRA LIII Lemhannas-RI, Jakarta http://www.slideshare.net/DadangSolihin/koordinasi-lintas-sektoral-dalam-mendukung-pembangunan- kemaritiman
  6. 6. 6 pengelolaan, dan belum memiliki tata kelola perikanan yang baik (good fisheries management). Di samping itu, maraknya Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, yang dilakukan oleh kapal perikanan Indonesia (KII) maupun oleh kapal perikanan asing (KIA). Di sisi lain, industri pengolahan perikanan masih didominasi oleh industri pengolahan skala mikro dan kecil, komposisi industri/unit pengolahan ikan (UPI) skala mikro mencapai hampir 95% dari industri pengolahan perikanan yang ada (sekitar 60 ribu unit UPI), produk perikanan pada umumnya masih dipasarkan dalam bentuk primer, berupa penggaraman/pengeringan, pemindangan, dan pengasapan/pemanggangan, serta kurang memadainya sarana dan prasarana terkait sistem logistik perikanan, termasuk transportasi, sehingga distribusi produk perikanan kurang efisien. 3. Analisis Dalam rangka mewujudkan SDM Kelautan dan Perikanan yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari, maka hal pertama yang dilakukan adalah dengan menerapkan analisa manajemen kinerja sebagaimana lampiran 1. Yang pertama adalah analisa delapan area perubahan Reformasi Birokrasi, yaitu 1) Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran; 2) Tatalaksana, yaitu sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai prinsip-prinsip good governance; 3) Peraturan Perundang-undangan berupa regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif; 4) SDM Aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera; 5) Pengawasan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bebas KKN; 6) Akuntabilitas berupa meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kinerja birokrasi; 7) Pelayanan publik berupa pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat; dan 8) Mindset dan cultural Set Aparatur berupa birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi. Langkah kedua, melakukan environmental scanning dengan analisa SWOT, yaitu suatu proses merinci keadaan lingkungan internal dan eksternal guna
  7. 7. 7 mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi ke dalam kategori Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats, sebagai dasar untuk menentukan tujuan dan sasaran, serta strategi mencapainya untuk memiliki keunggulan meraih masa depan yang lebih baik. Aspek yang dinilai terhadap setiap variabel terpilih adalah Nilai Urgensi (NU) berdasarkan skala Likerts 1 (tidak penting) sampai dengan 4 (penting sekali) dan Bobot Faktor (BF) berdasarkan persentase. Setelah dilakukan environmental scanning (bisa dilihat di Lampiran 2), maka didapat masing-masing empat variabel untuk Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats. Sebagai hasil dari analisa SWOT sebagaimana Lampiran 2 tersebut, maka dapat disimpulkan ada dua fakta obyektif tentang kondisi saat ini yang berkaitan dengan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia kelautan dan perikanan dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari, yaitu: 1. Kondisi W-T sebagai variabel permasalahan yang ditemukan. - Kurangnya Pelatihan Kelautan dan Perikanan - Terbatasnya Pendidikan Kelautan dan Perikanan - Terbatasnya Penyuluhan Kelautan dan Perikanan - Kurangnya Dukungan Manajemen - Maraknya Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing - Adanya kepentingan internasional dan regional, konflik perbatasan, banyaknya tenaga kerja asing - Adanya pengaruh budaya luar yang melemahkan budaya maritim - Adanya disparitas harga komoditi perikanan. 2. Strategi S-O sebagai variabel yang diharapkan. - SDM KKP yang berkualitas - Komitmen pimpinan yang tinggi - Adanya regulasi, tertuang di RPJMN, sikap politik, visi yang jelas - Anggaran yang memadai - Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang melimpah
  8. 8. 8 - Posisi geografis Indonesia yang strategis - Adanya bonus demografi tahun 2030 - Potensi pasar lokal dan internasional yang melimpah. Ketiga, merumuskan Mental Model Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, dalam hal ini penulis mengusulkan “Kompeten dan Daya Saing yang Tinggi” sebagai mental model. Keempat, merumuskan Strategic Map melalui Balance Scorecard (BSC) sebagaimana dapat dilihat di lampiran 3. BSC adalah suatu mekanisme sistem manajemen yang mampu menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam tindakan nyata di lapangan berupa kegiatan-kegiatan strategis. Langkah kelima, merumuskan Logic Model untuk mendapatkan program dan kegiatan yang tepat selama kurun waktu 2015-2019 sebagaimana dapat dilihat di lampiran 4. Logic Model adalah cara mencapai tujuan akhir berupa impact melalui serangkaian proses yang dimulai dari input, output, outcome, dan impact. Keenam, menyusun Analisis Beban Kerja (ABK)4 untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan secara sistematis sebagaimana dapat dilihat di lampiran 5. Di samping ABK tersebut, perlu juga dipertimbangkan kapasitas pemerintah daerah5 dalam melaksanakan program-program KKP. Sehingga akan tercipta sinergi dalam merwujudkan sistem pengendalian dan pengawasan sumber daya kelautan secara terpadu dan meningkatnya tingkat ketaatan dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan Langkah terakhir adalah menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai inti dari strategic map, yang akan menjadi pegangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan selama kurun waktu 2015-2019. IKU ini pula yang akan menjadi indikator utama dalam penyusunan LAKIP selama kurun waktu 4 Solihin, Dadang. 2014. “Review Renstra BPOM 2015-2019”, Workshop Penyusunan Kerangka Regulasi, Kinerja, dan Pendanaan, Jakarta http://www.slideshare.net/DadangSolihin/review-renstra-bpom-20152019 5 Solihin, Dadang. 2011. “Penguatan Kapasitas Daerah dalam Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan”, Forum Pertemuan Teknis Monev Program dan Kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Batam http://www.slideshare.net/DadangSolihin/penguatan-kapasitas-daerah-dalam-pelaksanaan- monitoring-dan-evaluasi-pembangunan-kelautan-dan-perikanan
  9. 9. 9 tersebut. IKU Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan 2015-2019 dapat dilihat pada lampiran 6. 4. Kesimpulan Kompetensi dan daya saing yang tinggi dari SDM kelautan dan perikanan dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari dapat diwujudkan dengan strategic map yang khusus dirancang (specific) bagi kebutuhan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, strategic map tersebut sudah disusun dengan terukur (measurable), dapat dilaksanakan (achievable), dan sesuai dengan kondisi saat ini (relevant) dan tantangan lima tahun ke depan (timely). Dengan tujuh langkah penyusunan strategic map tersebut, bukan hanya secara nasional negara kita akan memiliki SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi, secara organisasi Kementerian KKP akan memiliki kerangka pendanaan yang memadai. Di samping itu, aparatur KKP, khususnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan akan mendapatkan remunerasi yang optimal, karena seluruh indikatorya sudah terukur yang tercermin dari sinkronisasi antara Renstra dan LAKIPnya.
  10. 10. 10 Daftar Pustaka Solihin, Dadang. 2012. “Peningkatan Kualitas SDM Aparatur dan Kepemimpinan Masa Depan”, Diklat Pengembangan Kepribadian SDM Aparatur Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Jakarta. http://www.slideshare. net/DadangSolihin/peningkatan-kualitas-sdm-aparatur-dan-kepemimpinan- masa-depan Solihin, Dadang. 2013. Kertas Karya Perorangan (TASKAP) Program Pendidikan Reguler Angkatan XLIX Lemhannas RI, Jakarta. http://www.slideshare.net/ DadangSolihin/optimalisasi-otonomi-daerah-guna-mewujudkan-keamanan- dan-kesejahteraan-masyarakat-dalam-rangka-keutuhan-nkri-26050505 Solihin, Dadang. 2015. “Saatnya Negara Berdaulat di Laut: Koordinasi Lintas Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Kemaritiman”, PPRA LIII Lemhannas-RI, Jakarta. http://www.slideshare.net/DadangSolihin/koordinasi- lintas-sektoral-dalam-mendukung-pembangunan-kemaritiman Solihin, Dadang. 2014. “Review Renstra BPOM 2015-2019”, Workshop Penyusunan Kerangka Regulasi, Kinerja, dan Pendanaan, Jakarta. http://www.slideshare.net/DadangSolihin/review-renstra-bpom-20152019 Solihin, Dadang. 2011. “Penguatan Kapasitas Daerah dalam Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan”, Forum Pertemuan Teknis Monev Program dan Kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Batam. http://www.slideshare.net/DadangSolihin/penguatan- kapasitas-daerah-dalam-pelaksanaan-monitoring-dan-evaluasi- pembangunan-kelautan-dan-perikanan Perpres 2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019
  11. 11. 11 LAMPIRAN 1: MANAJEMEN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
  12. 12. 12 LAMPIRAN 2: ANALISA SWOT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN Tabel 2.1 Strengths (Kekuatan) No Variabel NU BF NUxBF 1 SDM KKP yang berkualitas 2 15 30 2 Komitmen pimpinan yang tinggi 3 30 90 3 Adanya regulasi, tertuang di RPJMN, sikap politik, visi yang jelas 4 40 160 4 Anggaran yang memadai 1 15 15 Jumlah 100 295 Dari tabel Kekuatan di atas dapat dilihat bahwa variabel “Adanya regulasi, tertuang di RPJMN, sikap politik, visi yang jelas” memiliki Nilai Urgensi dan Bobot Faktor tertinggi, yaitu 4 dan 40%. Sedangkan variabel “Anggaran yang memadai” memiliki NU dan BF terrendah, yaitu 1 dan 15%. Jumlah total skor untuk Kekuatan adalah 295. Tabel 2.2 Weaknesses (Kelemahan) No Variabel NU BF NUxBF 1 Kurangnya Pelatihan Kelautan dan Perikanan 2 30 60 2 Terbatasnya Pendidikan Kelautan dan Perikanan 3 20 60 3 Terbatasnya Penyuluhan Kelautan dan Perikanan 4 10 40 4 Kurangnya Dukungan Manajemen 1 40 40 Jumlah 100 200 Dari tabel Kelemahan di atas dapat dilihat bahwa variabel “Terbatasnya Penyuluhan Kelautan dan Perikanan” memiliki NU tertinggi tetapi BF terrendah, yaitu 4 dan 10%. Sedangkan variabel “Kurangnya Dukungan Manajemen” memiliki
  13. 13. 13 NU terrendah tetapi BF tertinggi, yaitu 1 dan 40%. Jumlah total skor untuk Kelemahan adalah 200. Oleh karena itu, strategi yang diambil dari faktor internal adalah strategi Kekuatan, karena skor Kekuatan (295) telah mengalahkan skor Kelemahan (200). Tabel 2.3 Opportunities (Peluang) No Variabel NU BF NUxBF 1 Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang melimpah 3 30 90 2 Posisi geografis Indonesia yang strategis 4 40 160 3 Adanya bonus demografi tahun 2030 2 20 40 4 Potensi pasar lokal dan internasional yang melimpah 1 10 10 Jumlah 100 300 Dari tabel Peluang di atas dapat dilihat bahwa variabel “Posisi geografis Indonesia yang strategis” memiliki NU dan BF tertinggi, yaitu 4 dan 40%. Sedangkan variabel “Potensi pasar lokal dan internasional yang melimpah” memiliki NU dan BF terrendah, yaitu 1 dan 10%. Jumlah total skor untuk Peluang adalah 300. Tabel 2.4 Threats (Ancaman) No Variabel NU BF NUxBF 1 Maraknya Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing 2 30 60 2 Adanya kepentingan internasional dan regional, konflik perbatasan, banyaknya tenaga kerja asing 1 30 30 3 Adanya pengaruh budaya luar yang melemahkan budaya maritim 3 20 60 4 Adanya disparitas harga komoditi perikanan 4 20 80 Jumlah 100 230
  14. 14. 14 Dari tabel Ancaman di atas dapat dilihat bahwa variabel “Adanya disparitas harga komoditi perikanan” memiliki NU tertinggi tetapi BF terrendah, yaitu 4 dan 20%. Sedangkan variabel “Adanya kepentingan internasional dan regional, konflik perbatasan, banyaknya tenaga kerja asing” memiliki NU terrendah tetapi BF tertinggi, yaitu 1 dan 30%. Jumlah total skor untuk Ancaman adalah 230. Oleh karena itu, strategi yang diambil dari faktor eksternal adalah strategi Peluang, karena skor Peluang (300) telah mengalahkan skor Ancaman (230).
  15. 15. 15 LAMPIRAN 3: BALANCED SCORECARD BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
  16. 16. 16 LAMPIRAN 4: LOGIC MODEL BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
  17. 17. 17 LAMPIRAN 5: ANALISIS BEBAN KERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
  18. 18. 18 LAMPIRAN 6: INDIKATOR KINERJA UTAMA PROGRAM PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN6 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PROGRAM PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN SDM KP memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang) Jumlah anak keluarga nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan serta petani garam yang diterima sebagai peserta didik (orang) Jumlah mitra yang menjadikan satuan pendidikan KKP sebagai pusat rujukan (mitra/lembaga/instansi) Rasio jumlah masyarakat kelautan dan perikanan lulusan pelatihan yang dapat menerapkan hasil pelatihannya terhadap jumlah lulusan pelatihan Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang meningkat kelasnya Penumbuhan Kelompok pelaku utama/usaha kelautan dan perikanan Pelatihan Kelautan dan Perikanan Tersedianya lulusan pelatihan KP sesuai standar kompetensi Jumlah masyarakat kelautan dan perikanan lulusan pelatihan yang kompeten 6 Sumber: Perpres 2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019
  19. 19. 19 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR Jumlah aparatur lulusan pelatihan yang kompeten Jumlah lembaga pelatihan kelautan dan perikanan sesuai standar Tersedianya technopark pendidikan, pelatihan dan penyuluhan Jumlah technopark pendidikan, pelatihan dan penyuluhan Terselenggaranya pelatihan sesuai kompetensi dalam rangka pengurangan kesenjangan antar kelas pendapatan bidang produksi KP Jumlah SDMKP sesuai kompetensi dalam rangka pengurangan kesenjangan antar kelas pendapatan bidang produksi KP Jumlah (Pra Konvensi dan Konvensi) SKKNI/SK3 bidang: Pengolahan ikan, Penangkapan Ikan, Budidaya Ikan,Konservasi Perairan Tersedianya LSP-KP Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien Persentase dokumen penatausahaan kegiatan pelatihan KP Pendidikan Kelautan dan Perikanan Terpenuhinya tenaga terdidik yang kompeten sesuai standar Jumlah peserta didik pada satuan pendidikan KKP sistem vokasi yang kompeten
  20. 20. 20 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR Jumlah SDM KKP yang melakukan peningkatan jenjang pendidikan formal (orang) Jumlah satuan pendidikan KP yang terakreditasi sesuai standar Peningkatan Kapasitas Satuan Pendidikan KP Kapasitas (Jumlah) Peserta Didik Satuan Pendidikan KP Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien Persentase dokumen penatausahaan kegiatan pendidikan KP Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Meningkatnya jumlah kelompok pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan perikanan Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh (kelompok) Jumlah penyuluh perikanan yang melakukan penyuluhan KP (orang) Tersedianya Unit Percontohan, Temu Lapang, dan Temu Usaha Unit Percontohan, Temu Lapang, dan Temu Usaha Pengembangan kelompok yang disuluh dalam rangka peningkatan produksi usaha perikanan oleh penyuluh perikanan Jumlah kelompok yang disuluh dalam rangka peningkatan produksi usaha perikanan oleh penyuluh perikanan Peningkatan Daya Saing Penyuluh Perikanan dalam rangka peningkatan produksi usaha perikanan Meningkatnya Daya Saing Penyuluh Perikanan dalam rangka peningkatan produksi usaha perikanan Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien Persentase dokumen penatausahaan kegiatan pennyuluhan KP
  21. 21. 21 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Tersedianya ASN KKP yang kompeten dan profesional Indeks kesenjangan kompetensi pejabat struktural dan fungsional lingkup BPSDM KP (%) Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses Indeks Pemanfaatan Informasi BPSDM KP Berbasis TI (%) Terselenggaranya Reformasi Birokrasi Nilai Penerapan RB BPSDM KP Nilai SAKIP BPSDM KP Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien Nilai efisiensi anggaran BPSDM KP Terpenuhinya belanja aparatur dan belanja operasional perkantoran Persentase pembayaran gaji dan tunjangan kinerja pegawai BPSDM KP (%) Persentase pemenuhan layanan perkantoran BPSDM KP (%)
  22. 22. 22 Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran dan MA in Economics dari University of Colorado at Denver, USA ini adalah Senior Strategic Planner pada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pernah menjadi Direktur selama 7 tahun di Bappenas, Sarjana Ekonomi Pembangunan FE Unpar ini sudah menghasilkan beberapa buku tentang Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Perencanaan Pembangunan Daerah, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan, dll. Dadang Solihin adalah peserta terbaik Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXIX tahun 2010 LAN–RI Jakarta dan peserta terbaik Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIX tahun 2013 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang dinyatakan lulus Dengan Pujian serta dianugerahi Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha. Karya-karyanya tersebar di berbagai media terutama di dunia maya. Silahkan email dadangsol@gmail.com HP 08129322202 web: http://dadang-solihin.blogspot.com Pendidikan Kedinasan 2013 Lulus DENGAN PUJIAN dan dianugerahi Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha sebagai peserta terbaik Program Pendidikan Reguler Angkatan XLIX, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Jakarta 2010 Lulus dengan predikat MEMUASKAN dan dianugerahi Penghargaan Terbaik kedua dari 110 peserta, Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklatpim II), Lembaga Administrasi Negara, Jakarta 1998 Lulus dengan predikat BAIK SEKALI, Sekolah Pimpinan Madya Administrasi (SPAMA), Pusdiklat Renbang Bappenas dan Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Nama : Dr. H. Dadang Solihin, SE, MA Agama : Islam Tempat dan Tanggal Lahir : Bandung, 6 November, 1961 Jenis Kelamin : Laki-laki Kebangsaan : Indonesia NIP : 1961 1106 1988 111 001 Pangkat, Golongan Ruang : Pembina Utama Madya (IV/d) sejak 13-5-2013 Jabatan Dosen : Lektor Kepala (Associate Professor) sejak 30-9-2004 Alamat/Telp Kantor : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta Pusat Telp. (021) 392 6248 Alamat/Telp Rumah : Kavling DKI Jl. Pondok Kelapa Barat Blok B.9 No. 8, Jakarta 13450 Telepon (021) 864-0531 Status Perkawinan : Kawin (27 Mei 1988), satu isteri, tiga anak, satu cucu. RRRiiiwwwaaayyyaaattt HHHiiiddduuuppp DDrr.. HH.. DDaaddaanngg SSoolliihhiinn,, SSEE,, MMAA

×